You Should Be Mine (Chapter 4)

fanfiction 14

Title : You Should Be Mine [Chapter 4]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K Kai
  2. EXO-K Baekhyun
  3. Jung Ahyeon (OC)
  4. Han Ji Eul (OC)
  5. EXO-M Luhan
  6. EXO-M Kris
  7. Shin Seorin (OC)

Support Cast:

  1. Nam HyeSung
  2. EXO-M Tao
  3. EXO-K Chanyeol

Rating: PG-16 +

Length: 4,968 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com Terimakasih~ 😀

 

****************

Baekhyun dan ahyeon sedang duduk diruang tengah sekarang. Baekhyun masih saja memandangi wajah ahyeon. Perlahan baekhyun meraih tangan ahyeon dan mengenggamnya lembut. Tapi ahyeon menarik lagi tangannya. Baekhyun mengerti. Bagaimana pun juga ini adalah kesalahannya. Ia harus bisa memperbaiki semuanya. Baekhyun hanya bisa tersenyum simpul.

Ahyeon melihat baekhyun dengan aneh. Disaat seperti ini yang dibutuhkan dari baekhyun adalah sebuah penjelasan. Bukan sebuah senyuman aneh sepeti itu.

“5 menit” ucap ahyeon mengingatkan.

Baekhyun mulai meraih lagi tangan ahyeon. Ahyeon berusaha menahan tangannya tapi percuma. Tenaga baekhyun lebih besar darinya. Ia ahkirnya menyerah.

“jeongmal mianhae” ucap baekhyun.

“4 menit” ucap ahyeon.

Beakhyun menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya lagi.

“dulu aku dan seorin saling menyukai satu sama lain. Kami dulu berpacaran. Hingga saat itu dia pergi tanpa alasan yang jelas. Dan semenjak itu hubungan kami berjalan tanpa sebuah kepastian. Aku dan…” ucap baekhyun.

Bagi ahyeon penjelasan baekhyun terlalu bertele-tele. Ia hanya ingin tau inti dari semuanya. Tidak penting baginya bagaimana hubungan baekhyun dan seorin dulu. Toh, itu semua hanya masa lalu.

“kau masih menyukainya?” potong ahyeon.

Baekhyun terdiam. Begitu lama baekhyun tidak menjawab pertanyaan ahyeon. Ahyeon menghela nafasnya.

“jadi benar” ucap ahyeon. Ahyeon tersenyum kecut.

“tidak. Bukan seperti itu” sergah baekhyun.

“lalu kenapa? Kenapa pertanyaan ku tidak oppa jawab?” ucap ahyeon.

Baekhyun diam. Entah kenapa jika ada yang bertanya tentang perasaannya ia tidak tau harus menjawab apa.

“kau diam berarti jawabannya iya” ucap ahyeon.

“baiklah” ahyeon menarik nafasnya dalam-dalam.

“kita ahkiri saja sampai disini” sambung ahyeon lagi. Jujur saja ahyeon benar-benar tidak ingin mengucapkan kalimat tadi.

“mwo?!” ucap baekhyun terkejut. Ia tidak siap menerima semuannya. Ahyeon beranjak dari duduknya. Ia ingin menangis sekarang. Ia ingin segera kekamarnya dan meluapkan semua emosi yang ia rasakan.

“bukankah itu akan lebih baik. Kita berpisah dan kau bisa memulai semuanya dari awal dengan seorin” ucap ahyeon. Ahyeon langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Baekhyun bangkit mengejar ahyeon. Ia menarik tangan yeoja itu. Membawanya kedalam pelukannya. Ahyeon mencoba melepaskan pelukan baekhyun. tapi baekhyun semakin mempererat pelukannya.

“lepas! …” ucap ahyeon.

baekhyun menyandarkan kepalanya di bahu ahyeon. Hidungnya menyentuh leher ahyeon dan ahyeon bisa merasakan tiap deru nafas baekhyun yang hangat di sana. baekhyun melingkarkan kedua tangannya di pinggang ahyeon

“Lakukan apapun yang kau inginkan asalkan jangan meninggalkanku”

“mwo?! …” ucap ahyeon tertahan.

“1 kesempatan. Beri aku itu. hanya 1 kesempatan” suaranya parau. Ia mengeratkan pelukannya dan ahyeon tidak bisa apa-apa.

Tangan ahyeon gemetar saat merasakan tubuh baekhyun. ahyeon bisa merasakan semua tumpahan emosional itu tanpa perlu bertanya ada apa.

“Aku tidak mengerti dengan diriku. Jujur saja, ku rasa semua orang tahu apa yang terjadi dan apa yang ku rasakan. Seharusnya ini memang tidak ku lakukan. Aku bertemu denganmu, karena itu aku yakin kau bisa melakukannya. Kau tahu itu? aku merasakan perasaan ini mengalir begitu lembut. Tapi tanpa ku sadari itu merubah hidupku. Ada hal-hal tertentu yang tidak ku mengerti. Perasaan yang sama aku rasakan lagi, tapi ini berbeda. Aku membutuhkanmu untuk menampiknya, aku percaya bahwa kau bisa melakukan ini lebih daripada apa yang ia lakukan,”

“……” ahyeon diam.

baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap ahyeon. Tangannya terangkat dan membelai wajah ahyeon lembut. Ahyeon tidak tau apa yang ia pikirkan, tak satupun ucapan baekhyun mampu ahyeon cerna dalam otaknya. Jauh di pikirannya  kata-kata baekhyun masih berputar. Wajah baekhyun semakin dekat dengan ahyeon, baekhyun menyapukan bibirnya tepat di bibir ahyeon dan menghapus jarak diantara mereka berdua.

Apa yang ahyeon rasakan  bukanlah hal yang selalu di rasakan tiap kali baekhyun melakukan kontak dengannya. Ini terlalu biasa. Di detik-detik berikutnya baik ahyeon maupun baekhyun tetap diam. Tangan ahyeon melemas, sementara itu baekhyun terus bernapas dan ahyeon tidak tahu harus bersikap bagaimana.

Ahyeon berusaha menjauh saat tangan baekhyun mencoba menarik tengkuk ahyeon. Baekhyun membuka kedua matanya, mata mereka saling bertemu selama beberapa saat. Tanpa aba-aba tangan baekhyun menarik wajah ahyeon dan semakin memperdalam ciumannya. Ahyeon mendorongnya untuk menjauh, tapi baekhyun terus memaksa dan mendesak. Bibirnya terus bergerak, melumat dan menggigit hingga ahyeon tak sanggup bicara. Percuma saja memberontak disaat seperti ini.

baekhyun memiringkan wajahnya, mendorong tubuh ahyeon hingga tersudut diantara tembok dan tubuh baekhyun. Bibirnya menyapu sudut bibir ahyeon.

Perlahan-lahan ia melepaskan ciumannya dan kembali menatap ahyeon intens. Tangan baekhyun berada tepat di sisi tubuh ahyeon. Ia terengah. napas hangat itu membentur wajah ahyeon. Ahyeon tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang dia rasakan ini. Antara sedih, takut dan aneh. Tapi sayangnya, ahyeon benar-benar tak dapat menolak itu.

“jeongmal saranghae” perlahan baekhyun mengecup kedua mata ahyeon. Kemudian turun kehidungnya, dan beralih ke pipinya. Saat sudut bibir nya menyentuh sudut bibir ahyeon, baekhyun mengusap pelan bibir ahyeon dengan jemarinya. Sangat lembut.

“kau pembohong” ucap ahyeon. Airmata yang turun dari matanya semakin deras. Tangisan nya semakin menjadi-jadi. Ahyeon menundukkan kepalanya. Penglihatannya menjadi buram. Ia memukul pelan dada baekhyun.

“kau jahat” ucap ahyeon lagi.

“mianhae” ucap baekhyun sambil menahan tangan ahyeon sehingga menahan kegiatan yeoja itu.

“aku akan melupakannya” sambung baekhyun. Ahyeon tercekat. Tangisannya pun berhenti tiba-tiba. Apa ahyeon tidak salah dengar?. Perlahan ia mengangkat kepalanya. Apa baekhyun benar-benar akan melupakan seorin?.

================

Kai baru saja tiba di rumahnya. Keadaannya seperti biasa. Ia disambut oleh pembantu yang sudah bertahun-tahun bekerja didalam rumahnya. Namanya ahjumma lee. Bahkan nyonya kim sudah menganggap ahjumma lee sebagai orang kepercayaan dirumahnya.

“apa mereka sudah pulang?” tanya kai.

“ne tuan muda. Mereka sudah menunggu didalam”

“begitukah. Baiklah….” kai tersenyum kepada ahjumma lee. Ia pun langsung melangkahkan kaki nya masuk kedalam.

Nyonya kim baru saja menuruni tangga. Ia melihat anak semata wayangnya yang sudah pulang.

“jongin kau sudah…?” Nyonya kim berjalan kearah kai. ia melihat ada sesuatu yang aneh dengan wajah anaknya.

“omo!! Kenapa dengan wajah mu?” tangan nyonya kim terulur menyentuh luka lebam diwajah kai.

“tidak papa. Ini hanya masalah kecil” ujar kai.

“kau yakin?”

“ne. kapan eomma sampai?” tanya kai yang berusaha mengalihkan pembicaraan dengan ibunya.

“tadi siang”

“kenapa baru memberitahuku. Aku bisa menjemput kalian di bandara”

“kau pasti sibuk. Lagipula eomma menemui teman eomma dulu tadi”

“mana appa?”

“appa mu masih diatas sedang berganti baju. Kau sudah makan?”

“belum”

“kalau begitu naiklah kekamarmu. Mandi dan ganti baju. Setelah itu temui eomma di ruang makan. Eomma akan memasakan makanan kesukaan mu”

“ne” kai langsung pergi menuju kamarnya.

==================

Mereka bertiga sedang berkumpul diruang makan sekarang. Keluarga kim. Tuan kim, nyonya kim dan anak mereka kim jongin atau kai panggilannya.

“jongin-a appa mau bicara sesuatu” ucap appanya.

“apa?” jawab kai.

“appa akan menjodohkanmu dengan anak teman appa”

Kai yang baru saja meneguk minumannya hampir saja menyemburkan minuman itu kedepan wajah appanya. Untung saja kai masih bisa menahannya. Jika tidak mungkin ia langsung di cap sebagai anak yang kurang ajar.

“uhukk..uhukk..” kai mulai tersedak.

“untuk apa aku dijodohkan. Aku tidak mau” elak kai.

“kau belum melihatnya kan? Lihat lah dulu? Lagipula eomma suka pada gadis yang akan dijodohkan dengan mu itu.” ujar eommanya.

“eomma,, appa,, aku masih muda. Apa kalian tega dengan ku. Aku masih muda. Aku tidak mau menikah diusia muda” ujar kai.

“kau kan hanya dijodohkan. Kenapa pikiran mu dengan appamu itu sama. Masalah pernikahan mu, eomma tidak akan memaksakan masalah itu.”

“tapi eomma aku bisa mencari pilihan ku sendiri”

“bertemu lah dengannya dulu?”

“tidak. Aku tidak mau. masalah perjodohan ini, batalkan saja” ucap kai.

“kau yakin?” tanya eomma nya sekali lagi.

“ne aku yakin. sangat sangat sangat yakin” ucap kai.

“baiklah kalau begitu. kau akan menyesal nanti”

“tidak akan eomma. Makan ku sudah selesai bisakah kita mengahkiri masalah perjodohan ini?”

“hhaaa~ baiklah” ucap eommanya. Kai berdiri dan langsung beranjak pergi.

“apa ku bilang dia pasti tidak mau dijodohkan?” ujar tuan kim.

“dia hanya belum bertemu orangnya. Aku yakin jika sudah bertemu dia akan berubah pikiran” ujar nyonya kim

================

Ahyeon berusaha keras untuk tidur. Ia hanya menatap langit-langit kamarnya. Sulit rasanya untuk memejamkan matanya.

“kau belum tidur?” ucap baekhyun yang ada disebelahnya.

Baekhyun yang sedang berada disebelah ahyeon. Menyandarkan kepalanya dengan tangannya dan menempatkan posisi kepalanya lebih tinggi dari ahyeon. Baekhyun sedang menemani ahyeon sampai yeoja itu mau tertidur.

Ahyeon mengadahkan kepalanya keatas “mau sampai kapan kau disini? Besok kau juga harus kesekolahkan?”

“aku akan pulang setelah kau tertidur” ucap baekhyun sambil merapikan poni ahyeon yang sedikit berantakan.

“chagia…” ucap baekhyun

“apa?”

“jangan berdekatan dengan kai lagi”

“wae?? Dia baik”

“dia tidak baik. Dia mau merebutmu dari ku. Aku tidak suka melihatnya dekat-dekat mu” ucap baekhyun. Ahyeon tertawa kecil mendengar pernyataan baekhyun barusan.

Hening….

“oppa..” panggil ahyeon.

“hmm..”

“jika kau tidak bisa melupakan nya… maka kita..”

“yaa~ ini sudah malam. Tidurlah. Aku tidak ingin membahas ini lagi”

“tapi aku tetap memikirkan masalah ini”

Baekhyun menghela nafasnya. Ia memasukan tangannya kedalam selimut dan melingkarkan tangannya di pinggang ahyeon.

“kau harus percaya padaku” ucap baekhyun.

Ahyeon tersenyum dan mengangguk kecil.

“nah sekarang tidurlah” ucap baekhyun. baekhyun menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan ahyeon. Ahyeon membenamkan kepalanya di dada bidang milik baekhyun.

=================

Pagi hari…

Yeoja itu menggeliatkan tubuhnya. Perlahan ia membuka matanya dan memandang sekitarnya. Sinar matahari mulai masuk kedalam kamarnya.

“jam berapa sekarang?”

Seorin meraih jam weker yang ada di meja sebelahnya. Mata yeoja itu seketika terbuka lebar.

’06.00’

Seorin segera menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Ia segera berlari kedalam kamar mandinya “bagaimana aku bisa kesiangan! Ini hari pertamaku” gerutunya.

Di mobil…

“ahjussi bisa kah kita cepat sedikit. Aku sudah hampir terlambat” ucap seorin kepada supir pribadinya.

Selama di dalam mobil seorin menyisir rambutnya yang belum sempat ia sisir dirumah. Wajar saja. setelah memakai seragamnya secara lengkap seorin langsung memanggil supirnya itu untuk mengantarnya kesekolah. Tidak banyak waktu yang ia punya. Seorin melakukan semuanya dengan singkat.

Beberapa menit kemudian…

“sudah sampai nona” ucap supirnya.

“eoh?” seorin menerawang keluar jendela. Masih banyak murid diluar gerbang sekolahnya. Seorin melihat kearah dirinya sendiri. Memeriksa apakah ia sudah rapih atau belum.

“baiklah. Tarik nafas dan tenang”

Seorin mulai membuka pintu mobilnya. Ia dengan perasaan yakin melangkahkan kaki menuju sekolahnya. Ini hari pertamanya masuk sekolah.

‘tidak ada yang berubah sedikitpun’ batinnya.

===========

Baekhyun tengah tertidur lelap didalam kelasnya. Semalaman ia menemani ahyeon tertidur. Chanyeol yang baru datang langsung menduduki dirinya disebelah baekhyun. posisi baekhyun tengah membelakangi chanyeol sekarang. Chanyeol berniat ingin membangunkannya.

“yaa! ireona” ucap chanyeol sambil menusuk-nusukan punggung baekhyun dengan telunjuknya. Baekhyun tidak bergeming. Ia masih terlelap kedalam dunia mimpinya. Melihat baekhyun yang tidur begitu pulas chanyeol memutuskan untuk membiarkannnya.

“eoh? Kai kenapa wajahmu” ucap luhan. Chanyeol terkesiap. Ia mencari-cari yang dibicarakan oleh luhan. Mata chanyeol mendapati kai yang baru saja datang. Mata kai tidak terbuka sepenuhnya dan ada luka lebam disudut bibirnya.

Kai tidak memperdulikan pertanyaan luhan. Ia langsung duduk disebelah kris yang tengah menatapnya sekarang. Kai langsung menaruh kepalanya diatas meja. Ia menjadikan tasnya sebagai bantalnya.

“bangunkan aku jika guru sudah datang” ucap kai.

Kris yang hanya melihatnya tersenyum simpul.

“dengan siapa kau berkelahi?” tanya kris. Kai masih bisa mendengar pertanyaan kris. Tapi rasa nya malas sekali menjawab pertanyaan itu. Dan lagi matanya sudah terpejam rapat-rapat.

Kris bangun dari duduknya. Ia ingin pergi ke toilet. Saat dijalan ia berpapasan dengan seorin. seorin berjalan kearahnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

“kau disini?” ucap kris.

“umm.. haahh~ aku merindukan sekolah ini”

“kau dulu pindah dari sini dan sekarang kau kembali lagi”

“aku tidak mau sekolah jika tidak disini”

“karna baekhyun” ucap kris.

“a..aniya.. tentu saja tidak” sergah seorin. Kris terkekeh.

“aku mau keruang guru dulu”

“baiklah”.

============

Tok..tok..

Seorin mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan itu. didalamnya park songsaenim telah menunggunya.

“kau sudah datang. Ini tanda tangani ini dulu”

Seorin meraih pulpen yang ada didekat tangannya. Ia pun mulai menandatangani surat peryataan yang di berikan park songsaenim. Setelah selesai seorin langsung memberikan lembaran itu ke park songsaenim.

“ini pak”

“mari, saya antarkan kekelas baru mu.”

Seorin mengikuti dibelakangnya. Mereka berdua menuju kelas XII-B. sebelumnya seorin dan gurunya itu melewati kelas XII-A. kelas dimana baekhyun ada didalamnya. Matanya langsung mencari-cari baekhyun. Namun tidak terlihat. Karena terlalu serius nya seorin ia sampai tertinggal jauh dibelakang park songsaenim. Park songsaenim yang melihat kelakuan seorin hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“disini kelas mu” ucap park songsaenim menyadarkan seorin.

“ne” seorin terkejut.

“ikuti aku” ucap park songsaenim.

“ne” seorin langsung berjalan cepat.

Park songsaenim mulai membuka pintu kelas XII-B. Anak-anak yang tadinya ribut seketika langsung menjadi tenang.

“selamat pagi”

“pagi” ujar murid-murid kelas XII-B serempak.

“kalian mempunyai murid baru disini. Ini seorin dia pindahan dari LA”

“ne annyeong. Aku shin seorin.” seorin memperkenalkan diri..

“carilah tempat duduk yang kosong” ucap park songsaenim

Seorin melihat ada bangku yang kosong di tengah-tengah barisan. Ia lalu berjalan mendekat kearah namja yang duduk disamping bangku itu.

“apa ini kosong? Aku boleh duduk disini” tanya seorin dengan sopan. Namja itu tidak menanggapi.

‘aku bertanya padanya, kenapa dia tidak menjawab ku. Orang ini benar-benar dingin’

“ahh, seorin. dia memang begitu. kau duduk saja disini” seorang yeoja menawarkan agar seorin duduk disebelahnya.

“ne. gomawo” ucap seorin lalu meninggalkan namja itu. Seorin lalu mendudukan dirinya disebelah yeoja yang menawarkannya tempat duduk tadi.

“aku hyesung. nam hyesung”

“ne bangapseumnida. Aku seo rin” ucap seorin.

“kau dari LA? Hebat sekali”

“ne. Dulu aku bersekolah disini juga. Walau hanya beberapa bulan”

“kau dulu sekolah disini?”

“ne. tapi tidak lama setelah itu aku pindah”

“hahaha, dan kau pindah lagi kesini”

“ne. aku boleh bertanya sesuatu?”

“tentu saja”

“apa dia memang seperti itu?”

“siapa?”

“namja yang itu” seorin mengarahkan pandangannya kearah namja yang tadi.

“ahh~ dia tao, namanya huang zi tao. Dia pindah dari china. Sejak awal memang dia pendiam dan dingin”

“dari china?”

“umm. Dia dari china. Sama hal nya dengan luhan yang ada di kelas sebelah. Mereka dari negara yang sama”

“iya. Tapi sifat nya jauh berbeda”

“eoh?? Kau kenal luhan” ucap hyesung.

“kami sudah kenal sejak lama” jawab seorin.

“wahh, sepertinya kenalan mu banyak disini”

“ahaha, tidak juga. Rata-rata karena kami sudah berteman sejak kecil”

“benarkah?? baguslah. Jadi kau tidak merasa terlalu asing disini”

“ne. aku beruntung karena itu” mereka berdua pun terkekeh.

================

Jam istirahat…….

“kau mau menemui luhan oppa?” ucap ahyeon.

“tidak. Aku tau dia sedang bermain basket dengan yang lainnya” jawab ji eul.

“bagaimana jika kita kekantin” tawar ahyeon.

“ayooo!!” ucap ji eul.

Sampai dikantin mereka langsung menduduki tempat yang kosong.

“aku saja yang memesan. kau ingin apa?” tanya ji eul.

“aku mau orange jus saja”

“kau tidak makan?”

“tidak”

“baiklah” ji eul lalu pergi meninggalkan ahyeon.

Saat sedang menunggu ji eul, ahyeon tidak sengaja melihat yeoja yang wajahnya terlihat familiar di ingatannya. Ahyeon merasa tertegun melihat seorin yang ada dihadapannya.

‘ke..kenapa dia disini?’

Pandangan ahyeon tidak teralih kan dari seorin. Matanya masih fokus melihat seorin yang sedang tertawa terbahak-bahak didepannya. Hanya saja seorin tidak sadar jika ahyeon sedang memperhatikannya.

Tak lama kemudian ji eul datang

“ini” ucapnya sambil memberikan orange jus pesanan ahyeon. Ahyeon tidak bergeming. Ji eul mengikuti pandangan mata ahyeon. Seketika itu juga ji eul langsung membulatkan matanya.

“kenapa dia bisa disini?” tanya ji eul. Ji eul beralih lagi ke ahyeon. Ahyeon masih saja diam sambil melihat kearah seorin. Dan yang pasti sekarang ahyeon merasa sangat terkejut dibandingkan dengan ji eul.

Seorin…

Seorin sedang duduk bersama hyesung dikantin. Mereka duduk saling berhadapan.

“jadi siapa lagi yang kenal disini?” tanya hyesung.

“baekhyun, sehun, chanyeol, kris, luhan, kai, beberapa  murid lainnya. Tapi aku sudah lupa nama mereka. Dan terahkir dirimu”

“sehun? Kau mengenalnya? apa dia teman masa kecil mu juga?” tanya hyesung antusias.

“aku mengenalnya sejak SMP. Wae?”

“aku.. haa~ tidak jadi”

Seorin mengkerutkan keningnya “wae??”

“aku tertarik padanya” ucap hyesung sambil berbisik.

“mwo? Puahahaaha” seorin benar-benar tidak bisa menahan tawanya sekarang.

“yaa! kenapa”

“kau menyukainya? Kau menyukai oh sehun” ucap seorin dengan nada yang keras. Saking kerasnya seorin sampai tidak sadar bahwa ada beberapa murid yang memperhatikan dirinya dan hyesung.

“yaa! pelankan suaramu” ucap hyesung sambil sedikit menunduk. Hyesung benar-benar malu sekarang. Seorin terkekeh..

“kau seharusnya jangan menyukainya?” ucap seorin.

“wae??”

“nanti kau akan tau” ucap seorin.

==============

Di kelas…

Kris baru saja selesai bermain basket dengan yang lain. Ia langsung menuju kelasnya. Di kelas ia melihat kai yang masih melanjutkan tidurnya.

“yaa! kai..” teriak kris

kai merasakan seseorang tengah mengguncang-guncangkan bahunya. dia yang memang tengah menikmati saat tidurnya hanya menggeliat malas tanpa mau tau siapa orang yang dengan berani mencoba membangunkannya.

“yaa! ahyeon mencarimu!”

BRAKKKK!!!

Seketika kai berdiri dengan cepat. Setelah mendenggar perkataan tadi entah kenapa rasa kantuknya hilang begitu saja

“siapa yang mencariku???” tanyanya kepada kris

kris mendengus sebal. Kali ini Kai begitu gampang untuk ditipu. Sebersit rasa jahil untuk mengerjai kai.

“ne.. dia mencarimu” ucap kris santai.

Tanpa sadar kai menggeram gelisah, membuat kris yang berada di sebelahnya menyikut lengannya keras

“dia menunggumu dari tadi, tapi karena melihat kau tertidur pulas, dia tidak berani mengganggumu… cepatlah temui dia, dia menyuruhku dengan tatapan datarnya” ujar kris.

“ehmmmm baiklah aku akan menemuinya…..” jawabnya dan tanpa membuang-buang waktu segera pergi dari hadapan kris.

‘pabo!’ batin kris sambil tersenyum kecil.

=============

Dengan langkah seribu kai melangkahkan kakinya mencari yeoja yang tadi mencarinya. Ia melihat disetiap sudut sekolah namun nihil. Ia tidak menemui ahyeon.

Hingga matanya menangkap seorang yeoja yang baru saja keluar dari toilet wanita. Yeoja itu tengah sedikit merapikan seragamnya. Tanpa berlama-lama kai langsung menghampirinya.

“kau mencariku?” ucap kai tiba-tiba.

Ahyeon merasa terkejut. Apa? Apa yang baru saja ia katakan?

“kau mencariku kan?” kai mengulanginya lagi.

Ahyeon semakin heran. Sejak kapan ia mencari kai?.

“tidak… “ ucap ahyeon santai. Kai melongos mendengar yang diucapkan ahyeon.

“kau tidak mencariku? Tapi tadi kris hyung bilang..”

Ahyeon menaikan kedua alisnya.

“apa??” tanya ahyeon.

“tidak. Lupakan saja”

‘awas kau hyung! Kau membuatku tampak seperti orang bodoh’

================

Pulang sekolah……..

Seorin berjalan sendirian dikoridor sekolah. Sepi. Itu karena dirinya harus mencari beberapa buku dulu diperpustakaan. Akibatnya ia melebihkan waktu 30 menitnya disekolah ini. Bel sekolah sudah berbunyi dari 30 menit yang lalu.

Seorin nampak kesulitan saat membawa buku-bukunya. Dari arah yang berlawanan tanpa sengaja ia bertemu baekhyun. mata mereka saling bertemu satu sama lain. Baru saja seorin ingin memanggil tapi baekhyun sudah membalikan badannya lebih dulu.

‘ada apa dengannya?’

Dddrrrtt…dddrrrttt….

Seorin merasakan ponselnya yang bergetar.

“yeobseyo”

“baby-a bagaimana kabarmu?”

“jauh lebih baik setelah jauh dari mu”

“hahaha. Aku akan menyusulmu setelah urusan disini selesai”

“kau ingin kesini. Yaaa!! Sebaiknya tidak usah”

“wae??? Aku malah ingin cepat-cepat kesana dan melangsungkan pertunangan kita”

“yaa! kau gila”

“hahahaha. Kau lupa 3 bulan lagi kau lulus dan itu artinya kita bisa bertunangan. Aaahhh~ atau kau ingin kita langsung menikah”

“otak mu sudah tidak beres joonmyeon”

“itu karena aku jauh dari mu. Ahhh~ sudah dulu baby, aku harus menangani klien ku disini”

Tuuutt…..ttuuutt….

Sambungan terputus. Seorin nampak mendengus kesal.

‘aku harus bisa membatalkan perjodohan ini’

==============

Di mobil….

“aku ingin pulang kerumah” ucap ahyeon.

Baekhyun menoleh sekilas kearah ahyeon “wae? Tidak biasanya”

“eomma yang memintaku. Sepertinya ada hal yang ingin dibicarakan” ucap ahyeon.

“baiklah”

Sesampainya dirumah ahyeon.

“kau tidak ingin mampir?” tawar ahyeon sebelum turun dari mobil.

“lain kali saja” ucap baekhyun tersenyum.

“tapi kau belum pernah bertemu dengan eomma ku, akan ku kenalkan kau dengan eomma”

Baekhyun nampak berfikir. Benar juga. selama baekhyun dan ahyeon menjalin hubungan ia sama sekali belum pernah bertemu dengan eomma ahyeon. Eomma ahyeon sangat sibuk dan sulit untuk ditemui.

Setahu baekhyun eomma ahyeon menjadi pekerja keras semenjak appa ahyeon meninggal 7 tahun yang lalu. Ia pernah mendengar cerita itu dari ahyeon. Bahkan ahyeon mengaku untuk bertemu dengan eommanya sangatlah sulit. Jika ahyeon menghampiri eommanya dikantor pasti yang didapatkan hanya “tunggulah sebentar lagi, presdir sedang rapat” itulah yang sering dikatakan sekertaris eommanya kepada ahyeon.

Jika ahyeon ingin menemuinya dirumah yang didapatkan hanya “nyonya baru saja pergi kebandara” itulah yang sering diucapkan pembatu ahyeon dirumah.

Sama halnya dengan Baekhyun. baekhyun belum memperkenalkan ahyeon dengan appanya. Mengingat hubungan baekhyun dengan ayahnya yang tidak terjalin baik semakin mempersulit baekhyun untuk memperkenalkan ahyeon ke appanya.

“haa~ baiklah jika kau tidak mau”

Ahyeon ingin membuka pintu mobil baekhyun tapi baekhyun segera menahan tangannya.

“jika aku sudah siap, aku akan bertemu dengan eomma mu”

“jinjja??” ucap ahyeon kegirangan.

“mmm…” baekhyun mengangguk tersenyum.

“baiklah. Jika kau sudah siap akan kuberitahu eomma” ucap ahyeon sambil mengecup sekilas bibir baekhyun. Pipi baekhyun terasa panas.

“gomawo” ucap ahyeon. Ia langsung turun dari mobil baekhyun.

Baekhyun menurunkan kaca jendela mobilnya.

“hati-hati dijalan” ucap ahyeon.

Baekhyun tersenyum “ne, aku pulang dulu”.

==================

Ahyeon masuk kedalam rumahnya. Rumah ini jadi sedikit asing baginya. Mengingat dirinya yang jarang pulang kerumah ini. Ahyeon lebih menyukai pulang ke apartemennya sendiri ketimbang harus dirumah ini. Ahyeon baru akan tinggal disini jika eomma nya ada dirumah ini juga.

“nona sudah datang, nyonya sudah menunggu didalam”

Ahyeon tersenyum kegirangan. Ia langsung melangkah masuk menemui eommanya.

“eomma” panggilnya.

Eommanya yang sedang merangkai bunga di ruang keluarga pun menoleh. Merangkai bunga. Itu adalah hobi nyonya jung dari dulu. Bahkan kebiasaan itu menurun kepada ahyeon.

“kau sudah pulang? kemarilah”

Ahyeon langsung berlari kecil kearah eommanya. Ia langsung mengalungkan tanganya di leher eomma nya dan memeluknya dari belakang. Nyonya jung hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.

“duduklah disini”

Ahyeon langsung menuruti perkataan eommanya.

“apa eomma akan pergi lagi?” tanya ahyeon ragu.

“ne. eomma akan ke amerika setelah ini”

“tapi aku baru bertemu dengan eomma”

Nyonya jung menaruh rangkaian bunga yang dipegangnya di atas meja. Ia langsung memeluk putrinya “eomma harus melakukannya”

Ahyeon melepaskan pelukannya “kenapa tidak meminta bantuan orang kepercayaan eomma saja”

“tidak bisa. Eomma tidak mau melakukannya. Ini adalah perusahaan pertama yang dibangun appa mu dengan susah payah. Jadi eomma harus menjaganya dan kelak perusahaan itu akan diwariskan kepadamu”

“mm. aku mengerti” ucap ahyeon.

“bukankah ada yang harus eomma bicarakan?” tanya ahyeon sambil melepaskan gendongan tas nya dan menaruh tasnya dibawah sofa.

“ahh~ hampir lupa. Kau ingat dengan nyonya kim?” ucap nyonya jung. Ahyeon menggeleng.

“kau tidak ingat? Dia teman baik appa mu dan dia datang saat pemakaman saat itu “

“aku lupa eomma, saat itu kan usiaku 11 tahun. Aku tidak begitu mengingat wajahnya. Memangnya kenapa??”

“keluarganya sudah pulang dari Amerika dan kau tau? Perusahaannya mau bekerja sama dengan perusahaan kita. Jadi proyek  appa mu yang tertunda di amerika bisa berjalan lagi”

“eomma ingin membicarakan tentang bisnis sekarang?”

“tidak eomma hanya ingin memberitahumu”

“jadi intinya?” Ahyeon benar-benar tidak bisa menangkap pembicaraan dengan eommanya.

“mereka punya anak laki-laki yang usianya setahun diatasmu?”

“lalu?”

“kau akan eomma jodohkan”

“mwo??!! Eommaaa~ bukankah kita pernah bicara ini sebelumnya bahwa tidak ada perjodohan”

“chagia~ eommanya sangat menyukai dirimu”

“aku tidak mau. lagipula bagaimana dia bisa menyukai ku, aku saja tidak ingat wajahnya seperti apa? Dan lagi aku tidak pernah bertemu dengannya”

“eomma tidak punya pilihan. Kami sudah sepakat untuk menjodohkan kalian dan ini tidak bisa dibatalkan” ucap eommanya tegas.

“tapi eomma??? Aku… aku sudahh…” ahyeon menghentikan perkataannya.

“apaa?? Kau sudah apa? Jung ahyeon jangan bilang kau??”

Ahyeon terdiam. Ia berfikir apa sudah saat nya ia mengatakan tentang baekhyun kepada eommanya.

“jangan bilang kau hamil?” ucap nyonya jung syok. Ahyeon yang mendengar ucapan eommanya tidak kalah terkejutnya.

“mwo??!! Aku tidak hamil”

Nyonya jung menarik nafas lega.

“aku sudah punya namjachingu eomma” ucap ahyeon.

Nyonya jung menaikan alisnya. Pasalnya ia tidak pernah mendengar putrinya berbicara tentang laki-laki didepannya.

“kau sudah punya namjachingu?” tanya nyonya jung.

Ahyeon mengangguk ragu.

“nugu??”

“dia sunbaeku disekolah. Namanya Byun Baekhyun”

“seperti apa orangnya? Kenapa kau tidak memperkenalkan nya kepada eomma”

“bagaimana mau aku kenalkan jika eomma selalu sibuk dengan pekerjaan eomma. Lagipula dia juga belum siap”

Hening… Ahyeon sibuk berkutat dengan fikirannya. Apa eomma menyetujuinya? Ahyeon berharap eommanya bisa membatalkan masalah perjodohan ini walau kemungkinannya sangat kecil.

“ahkiri hubungan kalian”

Ahyeon menganga. Apa yang eommanya ucapkan?. Ahyeon harap ia hanya salah dengar.

“tapi eomma…”

“tidak ada tapi-tapian nona jung. Kau harus mengahkirinya sebelum perjodohan mu dilaksanakan”

“eomma…”

Dddrrrttt…dddrrrttt

Ponsel nyonya jung berbunyi. Ia segera mengangkat panggilannya.

“ne”

“….”

“ahh~ aku sudah bicara dengan putriku”

“….”

“pertemuan???”

“…”

“baiklah”

“….”

“tidak, aku yang seharusnya berterima kasih. Kau sudah mau mengatur semuanya”

“….”

“kalau begitu aku akan mengundur keberangkatanku”

“…”

“ne”

Perbincangan terhenti.

“nyonya kim tadi menelfon, dia sudah mengatur pertemuan untuk mu”

“eommaa..”

“tidak ada perlawanan jung ahyeon dan jika kau mencoba kabur. Kau akan mendapat hukuman mu”

Nyonya jung lalu berdiri dan berjalan meninggalkan putrinya yang masih diruang keluarga. Ahyeon menghela nafasnya kasar. Ia menyenderkan dirinya di sofa. Menghirup udara sebanyak-banyaknya berharap itu akan membantu meringankan masalahnya.

“aku baru memperbaiki hubungan ku dengan oppa dan kali ini datang masalah baru” gerutunya.

===================

Malam hari…

kris menghampiri kai yang sedang duduk sendiri. Ia langsung menuang wine ke dalam gelas dan meminum dalam sekali teguk.

“kau tidak minum” ujar kris sambil melihat gelas kai yang belum terisi apapun. kai tidak menanggapi kris. Ia hanya melihat kearah gelasnya.

“bagaimana jika kita bermain dengan mereka malam ini” kris menunjuk kearah yeoja-yeoja yang sedang ada dilantai dansa. Mereka semua mengenakan pakaian yang sangat mini.

Kai mengikuti arah tangan kris. Ia memutar bola matanya malas. Kai menuang wine kegelasnya dan langsung meminumnya.

“aku sedang tidak ingin melakukannya” ujar kai malas.

“wohhooho.. ada apa dengan mu. Biasanya kau yang selalu mengajakku untuk bermain bersama mereka”

Perkataan kris tidak di tanggapi lagi oleh kai. Kris melihat ada yang salah dengan kai hari ini.

“ahyeon lagi” ucap kris asal. Kai langsung menoleh kearah kris.

“itu salah satunya”

“yaa! carilah yang lain. Aku yakin dia tidak akan memberikan hatinya pada mu”

“jika ia tidak bisa maka aku akan mengambilnya secara paksa”

Kris terkekeh mendengar kai “dengan cara apa kau bisa mengambilnya?”

“akan kujadikan dia milikku dan tidak ada yang boleh mengambilnya”

“kenapa kau berambisi sekali untuk mendapatkannya”

Kai  terhenyak mendengar perkataan kris.

‘benar juga? Kenapa aku berambisi sekali ingin memilikinya?’

Kai memikirkan kata-kata kris baik-baik. Ia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Kai hanya merasa jika ada sesuatu yang terikat antara dirinya dengan ahyeon. Kai juga tidak tau itu apa.

“eohh? Bukankah itu ahyeon?” ujar kris sambil menoleh kearah samping kirinya.

Kai langsung menolehkan kepalanya. Ia memincingkan matanya. Mencoba mempertegas dengan penglihatannya. Suasana lampu club malam yang remang membuat kai tidak bisa dengan jelas melihat yeoja itu. Dalam sedetik kai langsung melebarkan matanya.

“ne. itu benar. tapi sedang apa dia disini?” gumam kai. kris tidak bisa mendengar jelas yang dikatakan kai barusan.

“wow! Aku baru sadar jika dia seksi” ucap kris yang ingin beranjak dari duduknya. Tapi Kai menahan tangan kris.

“dia milikku hyung” ujar kai yang langsung berdiri menghampiri ahyeon.

Kris mendengus kesal ‘aku kan yang melihat pertama kali’ batin kris

Kris mengedarkan pandangannya asal. Ia ingin pergi kelantai dansa. Bermain dengan yeoja-yeoja seksi yang ada disana. Saat kris berdiri dengan tidak sengaja ia menabrak seorang yeoja.

“ahh!” Yeoja itu sedikit limbung kebelakang. Kris dengan sigap memegangi tangan yeoja itu agar tidak terjatuh. Dilihat dari kondisinya sepertinya yeoja ini sedikit mabuk. Saat yeoja itu mengangkat kepalanya dan kris terkejut melihat siapa yang ada didepannya.

“seorin”

Seorin mendengar ada yang memanggil namanya. Ia pun mengadahkan kepalanya keatas. Ia melihat kris yang sedang didepannya.

“eoh? Kris kau disini juga?” ucap seorin.

Dari jarak sedekat ini kris dapat mencium bau alkohol yang keluar dari mulut seorin.

“sepertinya kau mabuk? Aku akan mengantar mu pulang.”

“tidak! Aku masih mau disini” sergah seorin.

Kris lalu mengantar seorin duduk di tempat ia dan kai duduki tadi. Kris memesan minuman lagi.

“1 botol lagi” ucap kris

Pelayan itu mengerti. Ia langsung memberikan kris 1 botol wine. Seorin langsung mengambil botol itu dan langsung menuangkan kegelasnya. Baru saja seorin ingin meneguk minuman itu tangannya sudah ditahan kris lebih dulu.

“kau sudah mabuk. Jangan minum lagi” ucap kris khawatir.

Seorin menarik tangannya agar terlepas dari kris. Ia langsung meneguk minuman itu tanpa mengindahkan perkataan kris.

“kau khawatir padaku” ucap seorin asal. Seorin benar-benar mabuk sekarang. Ia bahkan tidak dapat mengontrol setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“kau masih menyukai ku?” sambung seorin lagi.

“kau sudah sangat mabuk” ujar kris.

“haa~ benar. kau pasti masih merasa sakit karena aku lebih memilih baekhyun ketimbang dirimu”

Kris hanya mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut seorin.

“maaf aku tidak membalas perasaan mu dulu. aku benar-benar menyesal” ucap seorin. seorin menuang segelas wine lagi dan meminumnya.

“aku akan bertunangan dengan orang yang dijodohkan dengan ku. Hahaha” ucap seorin sambil tertawa pelan.

‘dijodohkan?’ batin kris.

“kau dijodohkan?” tanya kris hati-hati. Seorin hanya mengangguk menanggapi.

“aku dijodohkan selama ini. Makanya aku meninggalkan seoul dan pindah ke LA”

“kau tau. Sudah lama aku merahasiakan ini dan tidak ada satupun orang yang tau tentang ini”

“jika kau dijodohkan untuk apa kau kembali?” ujar kris.

“karena aku ingin memperbaiki kesalahan ku dengan baekhyun. Aku ingin memulainya dari awal”

“bagaimana dengan tunangan mu?” ujar kris

“aku tidak peduli. Perjodohan ini ada karena relasi bisnis. Jika saja appa tidak menyetujui untuk bergabung aku pasti tidak akan dijadikan boneka mainannya. Perjodohan ini terjadi diatas kontrak”

“kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu?” tanya kris.

“aku tidak bisa mengatakannya. Lebih baik ku gantungkan hubunganku dengan baekhyun ketimbang harus benar-benar berpisah darinya” ujar seorin dengan senyum yang miris.

“tapi kau sudah dijodohkan. Baekhyun juga sudah memiliki ahyeon. Itu artinya hubungan kalian sudah benar-benar berahkir”

“masih belum. Belum ada satupun dari kami yang mengucapkan perpisahan”

“sebaiknya kau harus belajar melupakan baekhyun dan kembali ke tunangan mu itu” saran kris.

“tapi aku masih mencintai baekhyun” ucap seorin.

“jika kau masih seperti ini kau akan membuat semuanya semakin berantakan shin seorin” tegas kris.

“sebenarnya kau berpihak kepada siapa?”

“aku tidak berpihak kepada siapapun”

“ucapan mu seperti mendorong ku agar menjauh dari baekhyun”

“ini demi kebaikan semuanya” ucap kris.

“aku akan mengambil apa yang seharusnya ku miliki. Termasuk baekhyun. Aku juga tidak peduli dengan yeojachingunya itu. ”

Seorin sudah benar-benar mabuk. Ia bahkan sudah menjatuhkan kepalanya diatas meja bar. Kepalanya terasa sangat berat. Kris hanya menghela nafas berat melihat seorin seperti ini.

Kris kembali menuang wine nya lagi dan meneguknya “ini karena aku peduli padamu shin seorin”

TBC……..

 

Iklan

17 pemikiran pada “You Should Be Mine (Chapter 4)

  1. mwo~ kasihan baekhyun 😥

    ahyeon sama baekhyun aja..udah aku pikirin baekhyun pantesnya ama ahyeon

    keep writing thor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s