Melody In Our Love (Chapter 2)

Tittle/judul fanfic      : Melody In Our Love (Chapter 2)

Author                                    : Park Ha Rin / didoots (@didoots)

Length                                    : Chapter

Genre                          : Romace,School life, family, friendship, love,

Rating                         : PG-15

Main cast                    :

  1. Park Yoori (OC)
  2. Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)
  3. Kai as Kim Jong In (EXO-K)
  4. Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

Support Cast              :

  1. All member EXO
  2. Choi Mian

 

Chapter : | 1 |

buatcover

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

Author’s note                        :

Annyeong chinggu! Akhirnya ketemu lagi sama istrinya Chanyeol dan selingkuhannya Baekhyun *dihajarmassa* ini dia Chapter 2 makinn seru loh ceritanya aku ga boong._.V btw ini hasil buatan aku sendiri jadi bagi plagiator jangan mengambil hak cipta aku ya, Ikuti terus cerita Yoori dan Baekhyun dichapter selanjutnya ya gangsahamnida^^

**

Bel sekolah telah berbunyi kami berempat langsung ke tempat latihan, disana semua anggota sudah lengkap dan kami hanya tinggal menunggu pelatih. Setelah 10 menit pelatih pun datang.

“baiklah sebelum kita memulai latihan ini ada baiknya kita membaca doa, berdoa dimulai…” ujar sang pelatih, mereka semua menundukan kepala secara perlahan lalu berdoa didalam hati masing-masing. Termasuk Yoori yang berdoa agar hari ini menjadi hari yang baik untuknya.

“baik anak-anak saya akan memberikan lagu yang akan kalian nyanyikan saat lomba yang berjudul Don’t Go saya pikir lagu itu sangat terkenal saat ini jadi saya yakin kalian bisa, apakah kalian bisa Baekhyun, Yoori?” mereka berdua menganggukan kepala secara bersamaan untuk memberikan keyakinan kepada pelatihnya itu.

“karna kalian lead vocal jadi kalian akan latihan bersamaan agar suara kalian terbiasa menyatu” mereka yang sama-sama kaget hanya dapat mengiklaskan segalah hal yang terjadi dengan mereka, meskipun di hati Yoori dia sangat malas sekali harus berhubungan bersama Baekhyun lagi. Pelatih menyuruh mereka untuk berlatih di luar ruangan musik agar mereka berdua dapat fokus untuk mendengarkan karakter suara mereka masing-masing.

“cih sebenarnya aku sangat tidak sudi berlatih dengan yeoja babo seperti mu” ujarnya sambil menatap Yoori sinis

“apa kau pikir aku senang latihan dengan mu kurcaci jelek” Yoori melipat tangannya dan memalingkan mukanya dari Baekhyun

“hey kalian berdua saya menyuruh kalian latihan bukan bertengkar mengerti” mereka mengganguk lalu duduk dan melihat pelatih pergi meniggalkan ruangan.

“ayo kita mulai babo” Baekhyun kini sudah mulai duduk dihadapan Yoori

“apa yang kau katakan? Sudah lah aku lelah bertengkar terus bagaimana kita akur dulu untuk saat ini?” pinta Yoori dengan voleme nada yang sedikit diturunkan

“baiklah tapi ingat tidak ada ejek mengejek”

Mereka mulai latihan dengan bernyayi bersamaan untuk menyamakan suara setelah 1 jam berlatih, Yoori merasa tenggorokannya kering dan berniat mengambil minum keruang musik. Niatnya dia tidak ingin bertanya dan mengambilkan minum untuk Baekhyun tapi tidak enak jika dia hanya mengambil minum hanya untuk dirinya sendiri.

“aku haus, aku ingin ambil minum apakah sunbae mau?” tanya Yoori yang mulai bangun dari duduknya

“ne tolong ambilkan ya, gomawo” Baekhyun tersenyum manis seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu kepada ibunya.

Entah apa yang dipikirkan Yoori, dia teringat senyum itu, itu adalah senyuman saat pertama kali mereka bertemu dan senyum itu berhasil membuat jantungnya berdebar hebat. Yoori memulai langkahnya  dengan debaran aneh di hatinya itu, baru 2 langkah berjalan

“Bruggg….”

Yoori terjatuh karna menginjak tali sepatunya dan menabrak kayu- kayu yang bertumpuk debu tebal, sekilas kedua pasang matanya menatap baekhyun dan dia melihat baekhyun berlari kearahnya dengan muka khawatir

“Neo gwaenchana?” Baekhyun berjongkok disamping yoori lalu menatap Yoori

“Nan gwaenchana, hanya lutut ku saja yang luka” tangan Yoori menunjuk kearah lutut yang sedang berdarah itu

“ah syukurlah tidak terlalu parah” hati namja ini sedikit kasian melihat Yoori yang baru mendapat musibah jadi dia ber inisiatif untuk membantu Yoori berdiri dan berjalan menuju ruang musik.

“aku bisa melakukan ini sendiri!!” tegas Yoori yang menghempaskan tangan Baekhyun secara kasar

“arraseo”

Saat gadis itu mecoba berdiri dia terjatuh lagi, Baekhyun yang melihat itu sigap memegang pinggang gadis itu.

“sudahlah Yoori kau ini butuh bantuan, tidak usah memaksakan diri” tangannya berjalan melingkari pinggang yoori. Mata Yoori menatap heran namja yang sedang membantunya itu.

“aww..” erang Yoori yang merasa matanya kini sakit dan perih

“wae?” mata Baekhyun kini menatap yoori dengan khawatir

“mataku perih, aku pikir karna debu” ujarnya sambil mengucek-ngucek matanya yang sakit itu

“jangan dikucek-kucek itu berbahaya, diamlah” Baekhyun mendekatkan wajahnya perlahan kearah Yoori. Hati Yoori terasa aneh, mukanya pun memanas dan dia yakin pasti mukanya sekarang ini sedang memerah.

“sunbae apa yang kau lakukan?!?!” teriaknya sambil menjauhkan mukanya dari hadapan Baekhyun

“diamlah, aku hanya ingin membantu mu” Baekhyun menjulurkan tangannya ke muka Yoori lagi, dan Yoori tidak melakukan apa-apa karna kata-kata Baekhyun tadi

Tangannya menyentuh kelopak mata Yoori, jarak mereka semakin dekat Yoori mulai merasakan nafas Baekhyun karna jarak mereka yang terlalu dekat jantungnya kini semakin aneh seperti sedang mengadakan pesta dia berdegub kencang sampai gadis ini khawatir kalau baekhyun mendengar bunyi detakan jantungnya. Pikiran gadis ini melayang menjadi nakal membayangkan jika baekhyun tiba-tiba menciumnya

“fuhhhh….” dia meniup mata Yoori dan lamunan nakal Yoori pun ikut tertiup oleh tiupan dari Baekhyun

“bagaimana apakah sudah tidak sakit?” sambungnya lagi

“kau tau? Itu benar-benar mengagetkanku” dengus Yoori kesal, sebenarnya Yoori binggung kenapa dia kesal mungkin karna lamunannya dihancurkan atau…. dia telah berharap lamunannya menjadi kenyataan

Baekhyun tidak menanggapi ocehan yeoja itu, tangannya merogoh kantong untuk mengambil kain selampai untuk di ikatkan di lutut Yoori.

“jika sudah sampai di ruang musik aku akan mencarikan kotak P3K agar luka mu tidak infeksi” jelasnya datar

“pasti oppa akan khawatir melihat aku seperti ini…” belum selesai Yoori berceloteh, Baekhyun sudah memotong ucapanya,

“cepat naik” dia menyuruh Yoori untuk naik kepundaknya, Baekhyun menarik tangan Yoori lalu memaksanya menaiki pundaknya.

“hyaak! apa yang kau lakukan kurcaci jelek!!!” tegasnya sambil memukuli kepala Baekhyun

“turunkan aku sekarang!!!” pinta Yoori sekali lagi dengan nada yang meninggi

“aih, kenapa kau ini tidak bisa diam hah?” dia memalingkan mukanya ke arah muka Yoori, gadis ini jadi menciut saat melihat mata Baekhyun menatapnya dengan tatapan yang susah dijelaskan. Tapi jika yeoja ini pikir benar juga pasti Baekhyun melakukan ini agar Yoori tidak harus susah payah berjalan.

“sudahlah kau ini sudah tau tidak bisa berjalan masih saja bersikeras ingin berjalan, meskipun kau menyuruh ku menurunkanmu aku tidak akan tega membiarkan wanita yang kesakitan berjalan lagian Chanyeol bisa marah jika melihat adiknya ini aku biarkan berjalan” sambung Baekhyun lagi yang berbicara tanpa menatap Yoori

Karna mendengar perkataan Baekhyun tadi, akhirnya Yoori membiarkan Baekhyun menggendongnya keruang musik. Dilingkarkan tangan gadis ini keleher Baekhyun

“gomawo.. sunbae” katanya pelan tepat di telinga baekhyun

Baekhyun hanya mengangguk sambil terus berjalan kearah ruang seni. Kenapa dia hanya menganggukan kepala dasar sombong. Pikir Yoori dalam hati

Saat mereka memasuki ruang seni musik semua mata tertuju pada mereka berdua, Yoori yang merasa risih langsung menundukan kepalanya. Dugaan yoori benar, saat oppanya melihatnya dia berlari kearah yoori untuk memastikan keadaan adiknya itu.

“Yoori apa yang terjadi dengan mu?kenapa lututmu? Apakah sakit? Kalau sakit kita ke klinik sekarang” Chanyeol bertanya dengan nada yang khawatir lalu dia memegang lutut adiknya yang luka itu.

Baekhyun mulai menurunkan Yoori perlahan, Chanyeol sudah sigap memegangi adiknya ini.

“tenanglah oppa, pertanyaan mu banyak sekali, gwenchana oppa” jawab yoori santai, sebenarnya lututnya itu sangat sakit. Tapi karna dia tidak ingin membuat oppanya khawatir jadi lebih baik dia berbohong

“mwo? jeongmal? Kenapa bisa begini?”

“tadi aku ingin mengambil minum, saat sedang berjalan aku menginjak tali sepatu ku lalu aku terjatuh di tumpukan kayu yang sudah lapuk”

“ah cerobohnya kau Yoori” Chanyeol yang mendegar penjelasan adiknya ini menjadi gemas lalu menjitak kepala adiknya ini

“aww.. oppa aku ini sedang sakit tapi kenapa kau masih saja jahat seperti itu” Yoori memajukan bibirnya sedikit

“aku kesal mengapa kau begitu ceroboh”

Kedua bola mata Yoori melihat sekeliling, matanya tertuju pada ke 3 sahabatnya itu mereka menatap Yoori khawatir, Yoori memberikan senyuman kepada mereka untuk meyakinkan bahwa gadis ini baik-baik saja. Tapi mereka semua malah menghampiri Yoori.

“Yoori apakah ini ulah baekhyun sunbae?” tanya Jong In dengan mengangkat satu alisnya

“Aniyo! Dia malah membantu ku” Yoori tersenyum setelah kalimat terakhirnya itu

“apa kau yakin? Bisa saja dia sengaja mencelakanmu karna dia kesal denganmu”

Jong in dan Yoori tidak menyadari sedari tadi Baekhyun ada di belakangnya mereka, Baekhyun yang berniat ingin mengobati luka Yoori menjadi kesal karna mendengar namanya dijelek-jelekan seperti itu.

“hey bocah apa yang kau katakan?! Apa kau pikir aku sejahat itu eoh?” Baekhyun membela dirinya sendiri

“mianhae sunbae-nim, aku pikir karna kau kesal dengan Yoori jadi kau sengaja mencelakakan dia” Jong In yang merasa malu dan bersalah hanya menundukan kepalanya

“kau ini sebelum berbicara di pikir dulu, kau pikir aku bodoh melakukan hal konyol yang akan mempermalukan nama ku ini hah?!?!” Baekhyun yang emosinya sudah dipuncak memegang kerah seragam Jong In, dan salah satu tangannya sudah dia kepalkan agar dia dapat langsung mehantam muka Jong In sekarang juga

Semua orang diruangan itu menatap kedua orang yang hampir berkelahi dengan tatapan takut, semua orang tau Baekhyun jika sedang marah bisa melakukan hal diluar batasnya. Pikiran jernihnya tidak dapat berpikir jika pikiran jahatnya lebih mendominasi. Karna merasa bersalah Yoori berjalan susah payah ke arah mereka dengan kaki yang diseret-seret, berharap saat mereka melihat keadaan Yoori mereka tidak jadi berkelahi.

“sudahlah sunbae, Jong In mengapa kalian jadi bertengkar” Yoori mencoba mendorong dada mereka agar menjauh satu dengan yang lain.

Baekhyun yang sudah kesal lalu menepis tangan yoori dengan kasar, lalu dia pergi membawa tasnya. Awalnya Luhan mencoba menahan kepergian Baekhyun, tapi karna kekesalannya yang sudah dipuncak Baekhyun tetap tidak mau kembali, semua orang memaklumi sikap Baekhyun yang sedang marah itu.

“Jong In kau dalam masalah besar, seharunya kau mengajaknya pergi membeli bubble tea agar hatinya terasa dingin, lalu kau membelikan aku juga…” Sehun berkata dengan polos dan membuat Mian memukul tubuh Sehun dengan kencang, karna Sehun tidak seharunya berkata seperti itu di kondisi seperti itu

“besok kau harus meminta maaf pada dia, karna kita sudah dalam satu group dan dia adalah temanku. berhati-hatilah jika bicara Jong In” ujar D.O sambil menepuk pundak adik kesayangannya ini. Jong In pun mengangguk sambil tersenyum kepada hyungnya itu.

**

“ceklekkk” Yoori membuka gagang pintunya perlahan

Oppanya menggopoh tubuh Yoori sampai ke ruang tamu, eomma dan appa nya ada disana, apa yang akan yoori katakan kepada mereka pasti mereka akan menceramahinya. Apalagi luka ini disebabkan kecerobohan gadis ini

“Yoori apa kau terluka? Apa kau jatuh?” tanya eomma sambil memegangi lutut anaknya

“apakah eomma tidak lihat ini berdarah, sudah pasti aku terluka dan jatuh” jelasnya pada ibunya itu

“ah kau ini sangat ceroboh” dia berjalan ke arah tempat penyimpanan P3k, dia kembali lagi lalu mengobati lutut yoori . Setelah selesai chanyeol oppa menggoponya ke kamar

Yoori mengecek ponselnya ada 2 pesan, dia yakin pesan itu dari Jong In siapa lagi yang akan mengirim pesan padanya selain Jong In dan Operator, benar saja pesan itu dari Jong In tapi 1 pesan lagi dari nomor yang  tidak dia kenal

From: Kim Jong In

“apakah lututmu masih sakit?ber istirahatlah agar sakitmu berkurang:)”

From: +125276

“jangan lupa membersihkan lukamu tadi,maaf aku lupa untuk membersihkan luka mu tadi –baekhyun”

Yoori benar-benar kaget membaca pesan dari baekhyun, dia senyum-senyum sendiri mengingat apa yang terjadi tadi. Baekhyun yang dulunya dipikir jahat ternyata mempunyai hati yang baik juga.

To: Kim Jong In

“siap, jongin…. jangan lupa besok kau harus meminta maaf pada baekhyun sunbae, karna dia tidak salah kau hanya salah paham kepada nya”

To: +125276

“baiklah sunbae, bagaimana dengan selampai mu? Aku akan kembalikan 2 hari yang akan datang ya dan maafkan temanku ya tadi”

From: +125276

“tidak perlu, itu untuk mu saja, lihat moodku nanti oh iya istirahatlah dan cepat sembuh pabo, selamat malam”

Jika pesan dari Jong In itu sudah biasa diterimanya, tapi…… ini dari Baekhyun tanpa Yoori sadari berteriak sambil memegangin boneknya dan tersenyum-senyum lagi.

**

Karna kejadian kemarin Yoori berjalan agak pincang, pagi ini oppanya sangat berbeda biasanya dia menjahili  dan mencacimaki Yoori tapi sekarang dia setia membantu yeoja itu dan menuruti apa yang dia suruh, meskipun ini perintah eomma nya tapi dia sangat senang kalau oppanya menuruti apa yang dia katakan. Setelah sampai sekolah dia pun mengantarkan Yoori ke kelas dulu. Seketika kelas II-A menjadi riuh karna kedatangan oppanya ini. yeoja yang tadinya hanya bergosip dan memainkan ponselnya saat melihat oppanya langsung mengerubuni Yoori lalu sok perhatian didepan oppanya itu. Dasar yeoja pikirnya dalam hati.

“gomawo oppa” Yoori tersenyum lebar

“iya, jangan ceroboh lagi kau” lalu dia pergi meninggalkan adik kesayangannya itu, dan tentu oppanya ini masih tebar pesona dengan memberikan sejuta senyuman manisnya kepada yeoja-yeoja di kelas II-A.

**

Baekhyun penasaran bagaimana kabar Yoori, apakah kakinya sudah sembuh, apakah dia bisa berjalan normal. Niatnya dia ingin bertanya pada Yoori langsung tapi bisa-bisa dia berpikir Baekhyun mengkhawatirkanya tapi kenyataanya laki-laki ini memang mengkhawatirkanya. Apa aku harus bertanya pada Chanyeol kan dia oppanya.pikirnya dalam hati

Chanyeol yang sedang asik mendengarkan lagu di iPodnya terkejut ketika seseorang menepuk pundaknya

“wae??” chanyeol menjawab sambil menegok kearah baekhyun

“bagaimana keadaan yoori?” suara baekhyun mengecil karna jika ada yang mendengar bisa-bisa dia menjadi bahan ejekan  teman-temannya itu, lalu dia duduk disebelah namja tinggi itu

“lukanya sudah kering, tapi dia masih sulit berjalan, waeyo?”

“aku hanya bertanya”

“jeongmal? segitu khawatirnya kau dengannya , jangan-jangan kau menyukainya lagi ya haha” goda Chanyeol kepada sahabatnya ini

“ani! Aku hanya bertanya saja” jawab Baekhyun sedikit gugup lalu meninggalakan Chanyeol keluar kelas, dia mengantisipasi lebih banyak godaan yang akan di keluarkan Chanyeol nantinya yang akan membuatnya menjadi pusat perhatian nanti

**

KRINGGGG!

bel istirahat berbunyi semua murid mulai keluar dari kelasnya masing-masing untuk melakukan sesuatu yang mereka ingin lakukan…

 

Yoori Pov

Jam istirahatpun dimulai, aku ingat pesan eomma jangan untuk lupa makan. ponselku bergetar, terdapat 1 pesan dan itu dari oppa

From: Chanyeol Oppa

“yoori cepatlah kekantin, ingat pesan eomma, minta bantuan jika kaki mu masih susah untuk berjalan ajak lah Mian.”

To: Chanyeol Oppa

“ne oppa, aku segera kesana, kaki ku sudah baikan, aku sudah bisa berjalan normal oppa, ah oppa ini bilang saja ingin bersama Mian-_-”

Aku berjalan kekantin dengan hati-hati baru beberapa langkah aku menuju kantin aku di panggil oleh Jong In

“Yoori mau kemana kau?”

“aku ingin kekantin, oh iya apakah kau sudah minta maaf pada Baekhyun sunbae?”

Mendengar pertanyaanku Jong In pun menundukan kepalanya sambil mengelengkan kepalanya

“cepatlah minta maaf, aku tidak mau kau mempunyai masalah dengan sunbae itu” sambil menepuk pundak laki-laki itu Yoori berjalan perlahan meninggalkan Jong In yang masih diam ditempatnya.

Aku memasuki kantin, dan melihat oppa ku telah duduk manis di meja aku menghampirinya perlahan.

“annyeong oppa” sapaku manis

“akhirnya kau datang juga, duduklah aku akan pesankan makanan kau mau pesan apa?”

“aku pesan nasi dan Bulgogi”

“tunggu disini ya”

Sambil menuggu oppa aku sibuk dengan ponsel ku, aku bermain games minion rush menghilangkan bosanku, saat sedang asik suara seseorang menggagu ku.ya itu suara Byun Baekhyun sunbae yang sangat menyebalkan itu tapi apa yang dia lakukan disini, apakah dia khawatir denganku? Itu tidak mungkin.

“apa yang kau lakukan disini?! ini mejaku!!”tanyanya sedikit berteriak lalu duduk di hadapan Yoori

Apa aku tidak salah dengar kenapa dia bisa mengclaim meja ini punya dia, hello ini meja kantin sekolah, lagian tadi Chanyeol oppa yang menyuruhku kesini aku akan membela meja ini demi aku dan oppa.

“tidak ini meja ku!!”jawabku membela sambil memukul meja membuat sekeliling mulai memperhatikan kami

“aku yang duluan disini, Chanyeol yang menempati meja ini tadi” belanya, mukanya kesal

Aku kaget mendengar jawabanya menyebutkan nama oppaku, apakah oppa sengaja mengajak kurcaci jelek ini hah? awas kau oppa

“aigoo! Kenapa kalian bertengkar? Kalian tau semua orang memperhatikan kalian!” oppa datang membuat pertengkaran kami berhenti

“dia duluan oppa”aku sedikit memanjakan kalimat ku agar terlihat imut didepan oppa

“mwo?!?! apa kau bilang?!” dia membanting makanannya membuat aku terdiam takut

“sudah-sudah, Baekhyun ingatkan tadi aku bilang aku ingin mengajak seseorang makan nah Yoori lah orangnya”

“kalau aku tau orangnya dia, aku tidak akan mau ke kantin” jawabnya

“yasudah kalau begitu kenapa kau tidak kekelas saja” sautku

“kenapa harus aku, kenapa tidak kau saja hah? aku yang duluan menempati tempat ini”

“sudah lah lebih baik kita makan bersama, apa salahnya jika kita makan bersama kan?”

“Aniiii!” aku dan Baekhyun menjawab kompak, lalu kami saling menatap dan memalingkan muka lagi

“sudah cepat makan 10menit bel akan berbunyi” oppa tetap memaksa kami

Akhirnya kami makan saat makanpun kami saling tatap api kesal.

“aku binggung kenapa kalian sering sekali bertengkar, dan kau Yoori kenapa kau selalu kesal jika ada Baekhyun? Apa karna masalah waktu itu? Itukan sudah lama” oppa bertanya seakan dia benar bertanya dalam situasi ini

Aku tersedak mendengar pertanyaan oppa, kenapa oppa harus bertanya dalam situasi aku sedang makan, kenapa oppa bertanya disaat orangnya ada didepan, aku bisa malu kalau menjawabnya

“bisakah oppa tidak membahas masalah itu” jawabku ketus

“tapi benar juga kenapa kau selalu marah jika bersama ku? Padahal aku sudah bersikap baik denganmu, apakah kau masih marah denganku?” tanya Baekhyun menggodaku, itu membuat aku semakin kesal

“pikir saja sendiri” jawabku ketus

Aku harap tuan Byun Baekhyun dan oppa tau jawabanya. Jelas aku kesal harusnya dia sadar dengan apa yang dia lakukan dia telah mempermainkan yeoja secantik aku, yang aku binggung adalah aku cerita ke oppa tapi oppa hanya diam menanggapi ceritaku dengan Baekhyun kenapa dia tidak membelaku atau marah sambil menghajar Baekhyun seperti cerita di drma-drama sang oppa yang membela adiknya, dasar oppa. Aku berjanji tidak akan menyukai atau memaafkannya. Suatu saat aku akan membalas apa yang telah dia lakukan kepadaku

Bel pun berbunyi aku segera kekelas tanpa berkata apa-apa kepada oppa dan Baekhyun

Baekhyun POV

Jam istirahatpun berbunyi, niatnya aku ingin makan di kantin tapi kau malas jika makan sendiri bisa-bisa banyak yeoja yang menghampiriku untuk makan bersama dengaku itu sangat menggangu.

“Luhan hyung maukah kau menemaniku ke kantin? Aku malas makan sendiri”bujukku kepadanya

“mwo?aku malas, coba kau tanya yang lain saja”jawabnya membuatku kesal

“Chanyeol mau temani aku kekantin tidak? Aku malas sendirian”

“ne, sekalian aku harus menemani seseorang dikantin”

“nuguya?”

“kepo kau haha”jawabnya

“terserahlah”jawabku kesal

Kami memasuki kantin yang ramai, aku melihat Chanyeol sibuk dengan ponselnya saja. Aku mulai mencari tempat duduk yang kosong, setelah medapakannya aku menuju kesana.

“Chanyeol aku pesan makanan dulu ya”

“baiklah aku akan menunggunya dulu”jawabnya

Aku memesan makanan kesukaanku yaitu  Mie Jajangmyeon, banyak sekali yeoja yang memperhatikanku jujur saja itu membuat aku risih dan cepat-cepat ingin ke meja makan. Makanan sudah di tanganku, aku berjalan menuju tempat dimana Chanyeol menungguku, aku bejalan semakin dekat dengan mejaku, aku melihat ke arah mejaku, Chanyeol tidak ada dimeja tadi tapi disana aku melihat ada seseorang yeoja. Setelah sampai meja aku kaget melihat yeoja itu adalah Yoori.

“apa yang kau lakukan disini?! ini mejaku!!”tanyaku kesal sedikit teriak

“tidak ini meja ku!!”dia megeprakan meja membuat sekeliling mulai memperhatikan kami

“aku yang duluan disini, Chanyeol yang menempati meja ini tadi” belaku yang membuat muka Yoori menjadi malu lalu terdiam.

“aigoo! Kenapa kalian bertengkar? Kalian tau semua orang memperhatikan kalian!” chanyeol tibatiba datang membuat pertengkaran kami berhenti, sebenarnya aku tidak ingin bertengkar dengannnya tapi kenapa setiap bertemu kami tidak bisa akur.

“dia duluan oppa”yoori berbicara lembut seakan-akan aku yang salah dan membuat mukaku merah kesal,

“apa kau bilang?!” aku membanting makananku tadi

Aku tidak habis pikir dengan yeoja ini, kenapa dia selalu saja menyalah kan ku, akhirnya karna terpaksa dan dipaksa oleh chanyeol dan jam istirahat sudah akan habis ya jadi aku tetap makan dengannya sekarang. Sekilas aku menatapnya sebentar dan dia benar-benar kesal sekali. Saat mata kami bertatapan saja kami langsung membuang muka masing-masing.

“aku binggung kenapa kalian sering sekali bertengkar, dan kau Yoori kenapa kau selalu kesal jika ada Baekhyun? Apa karna masalah waktu itu? Itukan sudah lama” pertanyaan Chanyeol membuat suasana yang sudah panas dan hening menjadi semakin hening karna pertanyaannya. Aku sedikit takut karna aku akan di pojokan oleh pasangan kakak-adik yang aneh ini.

Tiba-tiba Yoori tersedak mendengar pertanyaan Oppanya tadi, dia kaget dan mukanya berubah, kalau aku pikir ya karna dia masih marah denganku.

“bisakah oppa tidak membahas masalah itu” Muka Yoori kini terlihat sangat marah

“tapi benar juga kenapa kau selalu marah jika bersama ku? Padahal aku sudah bersikap baik denganmu, apakah kau masih marah denganku?”tanyaku dengan senyum menggodanya, siapa tau setelah ini kami berdua menjadi sedikit akur. Tapi muka Yoori malah semakin kesal, tapi aku suka melihat mukanya yang kesal ini, terlihat lebih imut.

“pikir saja sendiri” jawabnya ketus

Bel pun berbunyi aku kaget melihat Yoori pergi tanpa berbicara apapun mungkin dia benar-benar marah dan muak denganku. Saat dia pergi aku menjadi merasa bersalah. ‘Mianhae Yoori-ya’ batinku

***

Author POV

KRINGGG……

bel pun berbunyi tandanya pulang Yoori masih kesal dengan kejadian tadi jadi dia sangat amat malas untuk latihan hari ini. Tapi apa daya dia sudah dipilih oleh sekolah, Yoori adalah orang yang konsiten dalam hidupnya. Yoori menuju tempat latihan dengan Sehun,Jong In,Mian dalam pikirannya apa yang akan terjadi nanti Jong In kan belum meminta maaf pada Baekhyun. Dia mulai memasuki ruang latihan, dia melihat disana sudah lengkap anggota group gabungan sekolah kami.

Yoori POV

“selamat siang” aku menyapa mereka sambil menunduk

“selamat siang juga yoori” semua menjawab kecuali Byun Baekhyun itu aku tidak perduli jika dia tidak mebalas salamku tak ada ruginya juga kan pikir ku.

Aku duduk disebelah Jong In, muka Jong In hari ini sangat aneh dia seperti orang ketakukan, aku tau pasti dia ketakutan karna kurcaci jelek itu. memang muka Baekhyun itu sangat menyeramkan.

“wae? kenapa mukamu seperti takut?” tanyaku sedikit kepo

“ya kau taulah Yoori” jawabnya lirih

“cepatlah minta maaf agar kau tidak mempunyai beban” aku mengeluarkan senyumanku dan dia hanya mengganguk sambil membalas senyumanku juga

Aku melihat Jong In berjalan ke arah Baekhyun, lalu berbicara sesuatu karna jarak kami yang jauh jadi aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba saja mereka berdua keluar ruangan membuat aku berpikir tidak-tidak, jangan-jangan sunbae jelek itu akan mengahajar Jong In, atau dia mau melakukan hal yang lebih parah lagi, pikiranku melayang-layang memikirkannya. Sudah 15 menit mereka keluar ruangan,Setelah 3 menit berlalu mereka kembali aku kaget melihat mereka masuk sambil tertawa. Dalam hatiku apakah laki-laki setiap bertengar selalu seperti itu? Aneh.

Jong In datang Menghampiriku dengan senyum yang mengembang

“Apakah kalian sudah bermaafan?” tanya Yoori menyelidik, matanya kini penuh dengan harapan iya dari Jong In

“ne… dia sangat baik”

“syukurlah, aku tenang sekarang…” setelah selesai berbicara Yoori menghembuskan nafasnya itu.

“kau ini jangan terlalu meng khawatirkan ku..” goda Jong In lalu mengacak-acak rambut Yoori pelan, Yoori yang tidak suka di acak-acak rambutnya memajukan bibir mungilnya sedikit, dan tingkahnya membuat Jong In menjadi tertawa geli.

Guru yang melatih kami pun datang, aku dan Baekhyun dipanggil oleh pelatih.

“Baekhyun dan Yoori bisakah kau kesini?” panggil sang pelatih sambil melambaikan tangannya kearahku dan Baekhyun

Aku berjalan di ikuti baekhyun dibelakang ku.

“ada apa?” tanya Baekhyun

“hari ini kalian akan dapat materi baru, mengingat lomba tinggal beberapa hari lagi, kalian berdua akan pulang lebih lama dibandingkan teman-teman kalian yang lain.”

“MWOO?!?” teriaku membuat Baekhyun menatapku aneh

“kenapa apa kau keberatan?” tanya pelatih

“gwenchanayo”jawabku pasrah lalu melemparkan senyuman

AHHHH ada apa hari ini, kenapa aku harus latihan bersama kurcaci jelek itu, latihanya lebih lama pula. Rasanya aku ingin teriak dihadapannya.

“baiklah kalian silakan berlatih sendiri kira-kira 15 menit baru saya akan melatih kalian” jelas sang pelatih

Aku dan Baekhyun hanya mengganguk sambil memasang senyum paksaan. Latihan pun dimulai awalnya karna kami sudah di bagi part jadi kami mulai menyayi sendiri-sendiri, 15 menit berlalu pelatih pun datang, dia mulai mengajarkan kami teknik-teknik dan lain-lain. Jam menunjukan jam 5 waktunya istirahat latihan, aku segera menghampiri oppa untuk menanyakan maukah dia menunggu kusampai larut nanti.

“oppaaaa!” sapaku manis

“wae?” jawabnya

“nanti aku akan pulang malam jadi mau kan oppa menugguku sampai nanti malam?” tanyaku memelas

“mwo? ani, hari ini aku lelah sekali, lagian aku belum mengerjakan tugas untuk besok.”

“lalu bagaimana denganku oppa? Aku tidak mau pulang naik taxi, bagaimana kalau oppa menjemputku lagi nanti?” rengeku padanya

“aniyo! Kau pulang saja sendiri,kau bisa naik taxi juga kan, jalanmu juga sudah normal. lagian eomma dan appa tidak ada dirumah otomatis aku tidak akan di marahi jika tidak menjemputmu” jawabnya dengan nada meledek

Aku membalikan badanku lalu pergi meninggalkan oppa tampa bicara apapun.

Author POV

Semua anggota group telah pulang kecuali Yoori dan baekhyun, rasanya Yoori ingin menangis mengingat bagaimana nanti dia pulang, dia takut sekali naik kendaraan umum malam-malam sendirian, jika naik taxi pun uangnya tidak cukup.  Dia pusing setengah keliling. Baekhyun yang melihat muka panik yoori pun binggung. Ada apa dengan gadis ini.

Jam menunjukan pukul 9 malam, ini sudah sangat malam untuk gadis kecil Yoori, biasanya appanya tidak akan membiarkan dia pulang jam segini, jika appa tau apa yang dilakukan Chanyeol mungkin dia tidak akan memberikan uang jajan kepada oppanya.

Yoori berjalan menyusuri lorong sekolah dengan perasaan was-was, dia sangat takut gelap apalagi sekarang sendirian. Pikirannya sudah melayang membayangkan jika tiba-tiba hantu menghadannya dan memaksanya menikah. Yoori berjalan dengan hati-hati dia melihat sekelilingnya sepi, sunyi,gelap,”sttststt…..” suara semak-semak membuat suasana hati Yoori semakin tidak menentu. Tiba-tiba

“dorrrrr!!!! hahaha” suara lelaki itu memecahkan keheningan dillorong sekolah itu

“apa yang kau lakukan kurcaci jelek, kau tau kau membuatku kaget setengah mati. Jika tadi aku jantungan apa kau mau tanggung jawab  eoh? pabo!!!!” ujarku kesal

“kau ini sangat berlebihan, jika nanti jantungmu kenapa-kenapa aku akan memberikan jantungku untuk mu….” perkataan Baekhyun tadi membuat Yoori kaget dan langsung menegok kearahnya, dia mendekat sehingga Yoori harus berjalan kebelakang sampai akhirnya Yoori menyentuh tembok, baekhyun menatap Yoori lekat, sama dengan Yoori ia menatap Baekhyun tapi dengan perasaan was-was, dia memajukan kepalanya sedit-demi sedikit sampai akhirnya wajah mereka hanya tinggal beberapa cm. Baekhyun tersenyum nakal dan makin medekatkan wajahnya. Yoori yang merasa binggung hanya bisa menutup matanya. Nafas Baekhyun pun bisa Yoori rasakan menjalar ke arah lehernya lalu ke kupingnya.

“apakah tau dari tadi ada seorang hantu yang mengikutimu, aku khawatir dia akan membawamu” bisiknya dikuping Yoori, jantungnya semakin berdegub tidak karuan

Yoori membuka matanya dan melihat Baekhyun dan mata mereka kini saling bertemu, Yoori menatap Baekhyun dengan lekat menelusuri matanya dan melihat apa yang ingin namja ini lakukan, Baekhyun yang merasa diperhatikan malah memberikan senyuman manisnya. jantung Yoori kini semakin tidak bisa dikendalikan. Nafasnya pun semakin memburu karna ulah aneh Baekhyun ini

“auuuuuu…. (saranghaeyo)” tiba-tiba suara serigala yang membuat Yoori kaget

“ahhhh! Aku takut” sambungnya lagi lalu berteriak sambil memeluk Baekhyun lama-lama teriakan yoori berubah menjadi isak tangis

“sudah aku ada disini, jangan takut,aku akan menjagamu jika kau takut jangan lepaskan pelukan mu” Baekhyun memeluk yoori sambil mengelus kepala Yoori. Baekhyun berjalan perlahan menuju parkiran, Yoori pun masih tetap memeluk Baekhyun erat.

“akan ku antar kau sampai rumah” dia menatap Yoori khawatir lalu dia memberikan jaketnya agar yeoja ini tidak kedinginan

“gomawo sunbae” Yoori memberikan senyuman terpaksa karna hatinya kini masih takut

**

Selama diperjalanan Yoori merasa sangat lelah, dia tertidur di mobil Baekhyun. Baekhyun yang melihat Yoori tertidur dia tersenyum lalu mengelus pipi yeoja itu.

“jika kau sedang tidur kau terlihat manis, seringlah seperti ini agar aku tidak merasa takut untuk dekat dengan mu lagi” Baekhyun masih menatap Yoori sambil mengelus kepala gadis itu

Akhirnya sampai di rumah Yoori, Baekhyun tidak tega ingin membangunkan Yoori. Dia menggendong Yoori ke rumahnya. Susah payah Baekhyun berjalan menuju pintu rumah Yoori. Saat sampai pintu Baekhyun membunyikan bel rumah Yoori tapi tidak ada jawaban, dia mencoba sekali lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Karna merasa kasian dengan yeoja ini, dia membawa Yoori masuk kedalam mobilnya lagi tapi menaruhnya di tempat duduk belakang agar yeoja ini lebih nyaman tidurnya.

“ternyata kau sangat berat ya monkey” ujar Baekhyun yang kini mulai mengatur nafasnya dan menaruh perlahan gadis ini lalu pindah ke kursi depan untuk tidur

“selamat tidur Yoori” dia tersenyum kearah belakang, matanya kini mulai tertutup dan akhirnya mereka berdua tertidur di mobil Baekhyun.

 

TBC………

HYAAAAKK! Gimana? Aneh ya?-_- maaf ya kalo emang aneh… kepo ga sama kelanjutannya? Kepo lah pasti (kepedean-_-) jangan lupa tinggalkan jekakmu agar dora dapat mengetahui dan mengikutimu(?) intinya jangan jadi silent readersnya chinggu kasih comment sedikit walau hanya se butir beras(?) eh enggak deng yang membangun ya<3 supaya aku bisa evaluasi gitu. Sampai bertemu di Chapter 3 dapet kecup paling basah dari all members EXO!<3 gomawo………~(^_^~) ~(^_^)~ (~^_^)~

Iklan

26 pemikiran pada “Melody In Our Love (Chapter 2)

  1. err.. bahasanya dirapihin lagi ya thor, soalnya dibeberapa bagian aku agak bingung karena kurang tanda bacanya..
    trus perhatiin juga POV nya, kalo yang POV author harusnya ga ada kata aku, ya kan? 🙂
    but overall udah bagus kok, ceritanya juga 🙂
    ditunggu next chapter’nya~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s