When The Death Angel Fall In Love (Chapter 1)

When the Death Angel Fall in Love

 

 

Author                  : @deboratif_ksk

Title                       : When the Death Angel Fall in Love

Length                  : Chaptered

Genre                   : Fantasy, Romance

Rating                   : Teen

 

 

Disclaimer           : Annyeong yeorobeun. Masih ingatkah dengan saya ? Yang pernah baca FF She’s Cold mungkin tau siapa saya. Hahaha ^^ Ini FF kedua saya setelah She’s cold. Saya dapat respon yang baik buat She’s Cold jadi saya makin semangat buat nulis FF >.< Makasih banyak buat yang udah ngasih komen di She’s Cold. Banyak yang minta sequel She’s Cold ternyata. Habis ceritanya gantung banget, ya ? Hahaha. Tapi saya engga punya pikiran tuh buat bikin sequelnya She’s Cold. Wkwkwk. Yang belum tau FF She’s Cold mending langsung baca deh. Udah di post kok di WP ini. #Promosi

 

Di FF ini tuh setiap ada tulisan pake cetak miring, berarti lagi bicara dalam hati. Tapi kalau misalnya ada cetak miring terus di bold itu tandanya mungkin mereka sedang bertelepati. Bingung ? Makanya baca FF saya ini ^0^ #CeritanyaPromosiTerselubung

 

Oke deh daripada bacot engga jelas, Mending langsung baca FF nya. Cekidot……….

 

 

 

 

Selamat datang di Gerbang Dunia….

Di tempat inilah dimana yang lahir akan mati dan yang mati akan terlahir kembali…..

 

###

Sehun membuka kedua kelopak mata indahnya. Badannya terasa berat. Tubuhnya kaku. Tidur larut memang tidak bagus untuk fisiknya. Namja itu mengedarkan pandangannya  ke seluruh penjuru kamar mewah miliknya. Terlihat dengan jelas matahari pagi berhasil  menembus jendela miliknya.

 

Jam berapa ini ?

 

Sehun terduduk di ranjang ukuran king size miliknya. Masih berusaha mencerna apa yang terjadi padanya. Ia hanya teringat kemarin malam ia masih bermain dengan teman-temannya. Motor Race berhasil menyita waktunya. Saat itu dia sedang berlomba untuk race yang kesebelas pada malam mencekam tersebut. Dan sejurus kemudian, datanglah truk besar itu. Truk besar yang menurut Sehun adalah benda paling terkutuk sepanjang hidupnya. Tabrakan hebat tentu tak terhindari lagi. Supir truk koma dan Sehun baik-baik saja.

 

Sehun berpikir sejenak

 

Padahal kepalaku kena hantaman aspal. Tapi  kenapa aku masih sehat ?

 

Sehun menepuk kedua pipi tirus miliknya. Kepalanya masih saja terasa berat. Diseretnya kaki panjang miliknya. Sambil ber-shower, Sehun kembali memikirkan tragedi kemarin malam.

 

Mungkin Tuhan masih sayang padaku. Buktinya dia tetap membiarkanku hidup.

 

Dan Sehun mulai memikirkan hal-hal yang  tidak jelas di dalam hatinya.

 

###

 

“Kau sudah gagal! Kenapa bisa ?!” Racau seorang pria. Kelihatannya sangat marah. Dan wanita yang berlutut di depannya hanya bisa menunduk pasrah.

 

“Maaf, Yang Mulia….” Ujar wanita tersebut dengan nada gemetar. Sang pria hanya bisa mendengus kesal. Gagal tidak pernah ada di dalam kamus hidupnya.

 

“Beradaptasilah dengannya. Saat ia sudah terbiasa, maka semuanya akan menjadi mudah.” Sang pria berkata dengan nada tajam yang mendesis. Wanita di hadapannya terkejut bukan main. Diangkatnya kepalanya, hendak protes.

 

“Tapi, Yang Mulia. Beradaptasi dengannya sama dengan harus bersama selalu! Hamba tidak suka dia, Tuanku.”

 

Sang pria itu kini hanya bisa terduduk di bangku besar mewah yang berada tepat di sudut ruangan.

 

“Jiwanya memang sudah tidak murni. Dia melanggar semua aturan rumah, pergi ke club, bercinta dengan pelacur, bertaruh untuk Judi dan balap liar. Seharusnya dia mati karena jiwanya sudah terhempas, tapi…….jiwanya tidak pernah kehilangan arah……” ujar sang Pria panjang lebar. Wanita tersebut terdiam, mencoba mengerti apa yang dimaksud pria yang ada dihadapannya.

 

“Jiwanya punya tujuan tetap, sehingga roh nya tidak tersesat. Ia punya prinsip, walaupun itu semua tidak dapat menyembunyikan betapa busuknya dirinya. Tapi hal itulah yang membuat Yang Kuasa memberikannya hidup. Dia hanya butuh sedikit bantuan untuk kembali. Dan kau harus menuntunnya”

 

Wanita tersebut terdiam. Kini ia mengerti semuanya.

 

“Akan kulaksanakan perintahmu, Tuanku Yang Mulia.”

 

“Ingatlah. Jika kau berhasil membawanya kembali, dia akan tetap hidup. Jika tidak, maka segeralah cabut nyawanya. Kau mengerti maksudku, bukan ?”

 

##

 

Sehun bersenandung kecil. Ia melewati koridor sekolah dengan tenang. Oh, apakah sudah disebutkan kalau pria tampan ini adalah murid yang sangaaaaaa~t populer ? Kaya raya, tampan, cute, pintar dan prestasinya tinggi dalam bidang olahraga. Tak heran, dengan satu kedipan mata saja ia dapat membuat para wanita jatuh hati kepadanya.

 

Sehun melewati lapangan sekolah. Rambut Silver Grey miliknya dihempaskan oleh angin, membuatnya semakin mempesona.

 

 

Oh Sehun!” Sehun menoleh kebelakang. Dan didapatinya sahabatnya, Luhan sedang berlari kepadanya. “Hey, bagaimana semalam, hah ? Bagaimana keadaan supir truk itu ? Apa dia tidak apa-apa ?”

 

Sehun tersenyum tipis. “Ya, tentu saja. Semuanya baik-baik saja Luhan deer.” Ujar Sehun malas. Dan Luhan hanya terperangah. Penyakit Sehun yang selalu asal menjawab kambuh lagi.

 

“Hey! Oh Sehun! Apanya yang baik-baik saja ?! Supir truk itu koma, dan kau tetap sehat!” Pekik Luhan Sambil melotot kearah Sehun. Sehun hanya memandang sahabatnya itu dengan tatapan datar.

“Tadi pagi rumah sakit menelpon ku, mereka bilang supir truk itu sudah melewati masa koma. Dan supir itu baik-baik saja. Oh ya, aku juga sudah melunaskan semua biaya administrasinya.”

 

Luhan mendelik. “Kau tidak bohong, kan ?” Tanya Luhan penuh selidik.

 

“Memangnya aku bisa berbohong padamu, Luhannie ?” Tanya Sehun innocent. Dan Luhan hanya bisa menggeleng pelan.

 

***

 

Sehun berusaha focus pada jalanan. Sudah pukul sepuluh malam tapi namja itu bukannya pulang kerumah, malah ‘bermain-main’ dengan para yeoja.

 

Girls generation make you feel the heat~~ uhhh yeah~~” Sehun mengkuti bait dari setiap lantunan dari lagu yang belakangan ini menjadi lagu favoritnya.

 

“Woah, So Nyuh Shi Dae memang yang terbaik!”

 

Sehun terus melajukan mobilnya. Ia melewati kawasan yang agak sepi sebenarnya. Tak ada mobil lain disini. Hanya ada mobilnya Sehun. Tentu saja, ini hari Sabtu dan kawasan ini memang selalu sepi di hari Sabtu. Semua orang memilih berdiam di rumah bersama keluarga daripada harus keluar menembus malam yang dingin.

 

Sehun memacu Great Ferrari nya lebih cepat. Tapi dia melihat sesuatu. Ah, lebih tepatnya seseorang……yang tergeletak di tanah dengan banyak darah!!! Sehun terkesiap. Jantungnya terpompa cepat. Adrenalinnya berpacu. Segera diberhentikannya Ferrari miliknya, tidak lupa mematikan radio yang sedang memutar Bring The Boys out nya Girls Generation tersebut.

 

Sehun turun dari mobilnya dan didapatinya seseorang atau lebih tepatnya seorang yeoja yang tergeletak itu.

 

“Nona! Nona! Apa kau baik-baik saja ?!! Nona, bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit!” Sehun benar-benar panik. Dicobanya menggendong yeoja tersebut. Tapi-

 

“Astaga……”

 

Sehun terdiam. Di punggung yeoja itu terdapat sobekan yang besar hingga punggung yeoja tersebut mengeluarkan banyak darah segar. Bahkan darah tersebut mengalir ke tangan Sehun. Sehun menelan salivanya dengan susah payah.

 

“Tidak! Aku tidak boleh takut dituduh. Aku bukanlah orang yang membuatnya menjadi seperti ini, jadi untuk apa aku takut.  Yeoja ini harus ditolong! Kalau tidak dia bisa mati kehabisan darah!”

 

Sehun menggendong yeoja tersebut dengan sangat hati-hati. Berusaha agar sobekan di punggung yeoja tersebut tidak semakin parah. Sehun meletakkan yeoja tersebut di jok belakang Great Ferrari-nya, melepaskan jaket soft blue miliknya, dan meletakkannya di punggung yeoja tersebut.

 

Sedetik kemudian Sehun kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

 

****

 

Lihat ? Dia baik, bukan ?

Dia…hanya butuh sedikit cahaya

Dia memang terhempas dan terombang-ambing

Tapi, dia tahu jalan pulang

Yang dia butuhkan hanya sedikit cahaya…

Untuk membantunya…

 

 

“Bagaimana keadaanya ?” Tanya Sehun cepat. Peluh di wajahnya terlihat dengan jelas. Ia memacu mobilnya secepat angin, menelpon rumah sakit untuk menyediakan kamar dan sekarang dokter yang memeriksa yeoja tersebut akan memberitahunya bagaimana sebenarnya keadaannya

 

“Apakah kau keluarganya ?” Tanya dokter itu balik kepada Sehun. Sehun gelagapan.

 

Kalau aku memberitahu dokter ini aku bukan keluarganya, pasti aku akan kena tuduh sebagai tersangka kecelakaan. Walupun dokter ini percaya bahwa bukan aku yang membuatnya seperti ini, dia pasti tak akan meberitahukan bagaimana keadaannya karena aku bukan keluarganya!

 

Ne, aku adalah adiknya. Jadi….. bagaimana keadaannya ?”

 

“Oh, ternyata adiknya. Sebenarnya dia baik-baik saja. Namun, sobekan di punggungnya benar-benar membuat kami khawatir. Dia tidak boleh bergerak terlalu banyak, kalau tidak jahitannya akan terbuka. Ini, tebuslah obatnya.”

 

“Ah, begitu, ya. Kamsahamnida….” Jawab Sehun kikuk.

 

“Sama-sama. Dia masih pingsan tapi kau boleh melihatnya sekarang.”

 

 

~ ~ ~ ~

 

Sehun memasuki ruangan putih tersebut dengan hati-hati. Dilihatnya yeoja itu masih tertidur lelap. Sehun mendekatinya dengan pelan.

 

“Hei, kau. Kau tahu, tidak ?  Begitu melihatmu di jalan tadi aku benar-benar panik…” gumam Sehun pelan, takut membangunkan yeoja tersebut. Sehun menyibakkan rambut yang menutupi kening yeoja yang ditolongnya itu. Menelusuri setiap inci wajah mulusnya.

 

“Cantik sekali…..”

 

Sehun tersentak. Ia ingin tahu sebenarnya siapa yeoja ini. Saat menemukannya, ia hanya memakai dress putih diatas lutut yang bagian punggungnya agak tebuka.

 

“Tak ada ponsel atau tanda pengenal. Bagaimana ini ?” ujar Sehun pelan.

 

 

****

 

Jam sudah menunjukkan pukul satu pagi, namun Sehun tidak memiliki niat untuk tidur. Namja tampan tersebut masih setia duduk di samping ranjang dimana yeoja yang ia selamatkan sedang terbaring lemah. Sehun tidak bosan memandangi wajah yeoja itu, hampir dua jam lebih dia hanya duduk sambil mengamati lekuk indah dari wajah yeoja malang tersebut.

 

Lama-kelamaan Sehun merasa mengantuk juga. Oh, ayolah. Siapa yang tahan duduk berjam-jam tanpa melakukan apapun ?

 

“Tidak, tidak, tidak. Aku tidak boleh tertidur.” Sehun mencoba memantapkan hatinya. Tapi apa daya, tubuh dan fisiknya tidak mengizinkan. Kepala Sehun oleng, matanya mulai terpejam, dan-

 

“Tuan…..”

 

DEG

 

Sehun terkesiap. Matanya langsung terbuka lebar dan sejurus kemudian, tubuhnya sudah berdiri. Yeoja itu sudah bangun! Mukanya agak pucat, tapi…..dia cantik sekali.

 

 

“Tuan, apa tuan mengantuk ? Tidak apa-apa . Tuan bisa tidur.”  Ujar Yeoja tersebut. Sehun menggeleng.

 

“Tidak. A-aku ti-tidak akan tidur. Aku akan menjagamu. Kau tenang saja…..” ujar Sehun pelan. “Lagipula luka di punggung mu belum sembuh total.”

 

Yeoja itu hanya tersenyum.

 

DEG

 

Jantung Sehun berdetak seratus kali lebih cepat. Senyuman itu berhasil membiusnya. Tangannya gemetar.

 

Yeppeo…..
Aih, Oh Sehun. Apa yang kau pikirkan ?!

 

“Tuan tidak perlu menjaga saya. Lebih baik saya pergi saja.”

 

Mwo ?! Kau mau pergi ? Astaga! Ini pukul satu pagi dan kau mau pergi ? Kau sudah gila ?” ucap Sehun panik.

 

Yeoja itu hanya mengangguk dan berhasil membuat Sehun menganga.

 

“Begini saja. Lebih baik kau menginap di rumah sakit, baru besok aku akan mengantarmu kembali kerumahmu.” Sehun mencoba memberi tawaran kepada yeoja tersebut.

 

“Tidak, tuan. Tuan pasti sangat repot. Sampai mengantarkan saya ke rumah sakit. Lagipula bukan tuan yang melakukan ini pada saya.” Balas yeoja tersebut.

 

GLEK.

 

Sehun menelena saliva nya dengan pahit. Gagal sudah. Padahal ia mengajukan penawaran itu supaya ia memiliki waktu bersama yeoja itu.

 

Tapi-

 

“Darimana kau tahu kalau bikan aku yang melakukan itu semua ?” Tanya Sehun kaget. Dan lagi, yeoja tersebut hanya tersenyum yang (lagi) berhasil membius Sehun.

 

“Tentu saja saya tahu.”

 

“Tapi-“

 

“Tuan, saya mau pergi saja.” Yeoja tersebut dengan segera memotong perkataan Sehun dan Sehun hanya bisa mengehela nafas.

 

“Baiklah. Kalau itu maumu. Aku akan mengantarmu ke rumah mu.”

 

“Tuan, saya tidak punya rumah.”

 

 

JEDGER!

 

Bagaikan disengat listrik, tubuh Sehun langsung merespon.

 

Tidak punya rumah ?!

 

“Ya, tuan. Saya memang tidak punya rumah.”  Lagi-lagi yeoja itu berujar di luar akal Sehun.

 

“Ja-jadi….”

 

“Saya tidak suka dengan rumah sakit dan obat-obatan. Walaupun punggung saya belum pulih, yang penting saya tidak berada di rumah sakit.”

 

Sehun mengatur deru nafasnya. Mencoba menetralisir pikirannya yang mulai agak kacau

 

Bagaimana mungkin yeoja secantik ini tidak punya rumah ?!

 

“Oke….ka-kalau memang itu maumu., baiklah. Akan kuturuti. Tapi, kau mau kemana ?” Tanya Sehun berusaha terlihat sewajar mungkin.

 

“Saya hanya mau tidur. Rasanya mengantuk sekali. Tapi saya tidak mau tidur di rumah sakit”

 

“Ya……. Tapi dimana ?”

 

“Biasanya, saya tidur di jalanan atau dibawah jembatan, Tuan.”

 

 

JEDGER!!

 

Lagi-lagi, tubuh Sehun serasa di hantam ratusan petir yang dikirim oleh Dewa Zeus. Sehun berpikir, memutar cepat otaknya.

Dan ide gila itu muncul begitu saja.

 

^^^^^

 

“Baiklah, tuan. Tapi ini benar-benar kelewat batas!” Seru yeoja cantik itu. Bahunya naik turun. Dan Sehun hanya menatapnya dengan tatapan polos khas miliknya.

 

“Kenapa ? Aku hanya mengajakmu tidur di rumahku. Lagipula kau tidak punya rumah, kan ? Baiklah, kamarmu ada di lantai atas. Segeralah istirahat. Nanti luka di punggungmu malah robek lagi.” Jawab Sehun sambil tersenyum. Dan yeoja itu hanya bisa terdiam.

 

“Hey, aku belum berkenalan denganmu loh. Hehehe. Oh Sehun imnida. Namamu siapa ?”  Tanya Sehun sambil mengambil air hangat dari dispenser miliknya, dan menuangkannya ke dalam sebuah gelas Kristal yang berukuran sedang.

 

“Na-nama ? Oh, nama, ya. Itu….. nama saya hmmm …. “ Yeoja itu sedikit tergagap yang membuat Sehun mengerutkan kedua alis nya.

 

“Jangan bilang kalau kau terkena amnesia dan lupa siapa namamu.” Canda Sehun.

 

“Ti-tidak, tuan. saya-saya mana mungkin lupa nama saya sendiri.” Balas yeoja itu sewot dan Sehun hanya bisa mengulum tawa. “Baik, mari kita test apakah kau sudah kena amnesia atau tidak. Sekarang, siapa namamu ?”

 

“Na-nama saya Jung eh maksud saya Choi eh bukan! Bukan! Maksud saya Han Yoon Hee. Iya. Itu nama saya. Han Yoon Hee.” Jawab Yoon hee dengan susah payah.

 

Dasar pabo. Memikirkan nama saja susah. Dasar malaikat kematian yang pabo!

 

Yoon Hee mulai merutuki dirinya sendiri. Dan Sehun hanya tersenyum kecil.

 

“Baiklah Yoon Hee~ah, mulai sekarang jangan memanggilku dengan kata ‘tuan’. Itu membuatku bergidik ngeri.” Tukas Sehun dengan nada tegas.

 

“Ta-tapi, tuan-“

 

Sehun menatap Yoon Hee dengan tatapan horror miliknya yang berhasil membuat Yoon Hee menghentikan ucapannya.

 

“Iya, Se-Sehun~ssi.”  Jawab Yoon Hee dengan suara pelan.

 

“Tidak. Tidak ada embel-embel ‘ssi’. Panggil saja aku ‘Sehun~ah’. Itu jauh lebih baik.” Ujar Sehun sambil memberikan gelas Kristal yang berisi air hangat kepada Yoon Hee.

 

Ne, Se-sehun~ah.” Jawab Yoon Hee sambil menerima gelas berisis air hangat itu.

 

“Ini sudah pukul dua pagi dan aku sama sekali belum tidur. Jadi, setelah minum sebaiknya kau segera istirahat. Kamarmu di lantai atas. Jika kau naik tangga kau akan melihat pintu berwarna putih yang didepannya ada tulisan ‘Sehun’ maka itu kamarku. Sedangkan kamar mu berada di sudut ruang atas. Pintu kamarmu itu satu-satunya pintu yang berwarna coklat di sana, jadi kau tidak akan susah mencari kamarmu.” Jelas Sehun panjang lebar dan hanya direspon anggukan kecil dari Yoon Hee.

 

“Tuan pasti sangat repot…” ujar Yoon Hee pelan, tapi masih dapat didengar oleh Sehun.

 

“Aku tidak repot. Malah aku sangat senang bisa menolongmu. Dan apa itu tadi  ? Sudah kubilang untuk tidak memanggilku dengan kata ‘tuan’, Han  Yoon Hee.” Sehun mulai mengomel sambil memicingkan matanya.

 

“Maaf tuan maksudku Sehun~ah.”

 

***

 

Yoon Hee memasuki kamarnya dengan langkah pelan. Dilihatnya sekeliling kamar mewah yang akan ditempatinya malam ini. Di tengah-tengah ruang kamar terdapat Single Bed berukuran besar. Dan di depannya terssedia seperangkat LCD lengkap dengan DVD player dan berbagai macam disc film. Di samping single bed terdaapat sofa merah muda yang kelihatannya sangat empuk.

 

Ugh, ini semua benar-benar fantastis

 

Yoon Hee menggenggam erat kemeja putih milik Sehun. Saat mereka pergi dari rumah sakit, Yoon Hee masih mengenakan pakaian khusus pasien. Itu pun setelah mereka susah payah meminta izin karena dress putih yang sebelumnya dipakai oleh Yoon Hee sudah sangat kotor oleh darah.

 

Yoon Hee mengganti bajunya dengan kemeja putih tersebut. Ia pun berjalan pelan mengitari seluruh kamar. Jendela besar yang dipasang menampakkan pemandangan indah kota Seoul yang megah dan selalu ramai.

 

Bagaimana ini ? Dari sini pemandangannya cantik sekali. Aku tidak pernah melihat pemandangan yang benar-benar membuat mataku bersinar-sinar seperti saat ini!

 

 

Yoon Hee  kembali melangkahkan kakinya. Di sudut kamar terdapat sebuah pintu berwarna putih dan disampingnya ada sebuah lemari coklat yang berukuran cukup besar. Yoon Hee memutar kenop pintu putih tersebut. Dan sedetik kemudian matanya terbelalak karena takjub

 

“Astaga! Ini benar-benar hebat!” pekiknya tertahan.

 

Pintu putih tersebut ternyata kamar mandi. Dan yang membuat Yoon Hee takjub adalah dekorasi kamar mandinya yang luar biasa mewah. Showerjaccuzi dengan air hangat, bathtub, dan cermin besar yang berada di lemari kamar mandi tersebut.

 

“Orang ini benar-benar luar biasa.”

 

Yoon Hee melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Yeoja alias malaikat kematian itu menerawang seluruh isi kamar dan kemudian ia pun duduk di atas tempat tidur empuk yang sudah disediakan.

 

Yoon Hee memejamkan matanya. Entah kenapa tapi perasaannya sangat resah dan…sedikit jengkel. Jika ada malaikat kematian yang harus bertugas untuk menuntun manusia, berarti malaikat kematian tersebut sudah gagal.

 

Kenapa di bilang gagal ?

 

 

Jawabannya agak rumit. Karena tugas malaikat kematian adalah menjemput arwah manusia yang mati dan menuntunnya ke surga. Dan di surga, para arwah itu akan diadili oleh Yang Kuasa.

 

Jika malaikat kematian gagal, maka satu-satunya cara untuk menebus kegagalan itu adalah dengan beradaptasi dengan manusia tersebut. Misalnya, ada seseorang yang benar-benar jahat, namun saat ia mati, malaikat kematian yang menjemput arwahnya gagal. Tapi takdir seseorang untuk mati bisa diubah. Dengan cara, malaikat kematian tersebut harus menuntun sang Manusia ke jalan yang benar.

Maka, akan ada seorang malaikat kematian yang akan datang dan kemudian mencoba menolong orang itu supaya berubah dan menjadi manusia yang baik. Jika berhasil, orang itu akan tetap hidup dan bisa mengubah takdir kematiannya. Namun, jika orang tersebut tetap menjadi jahat, maka nyawanya akan segera dicabut oleh malaikat kematian yang menuntunnya

 

****

 

Yoon Hee mencoba meraba punggungnya. Tidak ada sakit sama sekali. Ya, tentu saja. Malaikat kematian tidak akan pernah merasa sakit. Yoon Hee memejamkan matanya. Mencoba tenang

 

Kau tidak apa-apa ?

 

DEG

 

Yoon Hee membuka cepat kedua mata indahnya. Dia kenal suara itu.

 

Ini aku.

 

Yoon Hee mencoba terlihat wajar. Dan dimulailah telepati diantara kedua mahluk ‘sejenis’ tersebut.

 

Oh, ternyata kau. Ada apa ?

Tidak apa-apa. Hanya ingin mengingatkan mu akan tugas dari Tuan kita

Mana mungkin aku lupa.

Ingatlah apa perintah Tuan kita. Jangan sampai kau terjerat. Jika ketahuan oleh Tuan, maka kau bisa dipecat. Kau tahu peraturan itu, bukan ?

Semua yang kau katakan itu sudah kuketahui. Kau tenang saja.

Baiklah. Aku masih ada tugas. Jadi aku harus pergi. Selamat tinggal, Han Yoon Hee. Oh ya, ngomong-ngomong Han Yoon Hee itu nama yang sangat bagus, lho. Kau sangat kreatif ternyata, bahkan kau bisa mengarang nama sebagus itu. Hahaha, Sampai jumpa, ya.

 

Yoon Hee mendengus kesal. Teman sesama ‘jenisnya’ itu semakin membuat dirinya merasa jengkel.

 

“Sepertinya semua ini akan jauh lebih sulit.”

 

~~TBC~~

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

16 pemikiran pada “When The Death Angel Fall In Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s