Guitar (Chapter 3)

Guitar

Author: Shin Hwa Chan

Genre: Romance, Humor, Friendship, Hurt

Length: Short Story

Rated: G

Disclaimer

Cerita ini MILIK saya, asli murni 100% berasal dari otak gue. Gue Cuma mau ngingetin jangan ada yang berani COPAS without credit lengkap dan izin dari gue, dan jangan membiasakan diri jadi SILENT READERS #SadisbangetluThor?

Warning!

Cerita gaje, typo beredaran di mana-mana, bahasa aneh, kalimat kurang jelas, dan karakter di sini sepertinya OOC semua. Kalau tak berniat membaca silahkan klik ‘x’ di pojok kanan atas, sedangkan yang mau membaca FF gaje gue, lebih-lebih mau memberi komentar gue sangat berterima kasih ^^

Main Cast:

  • Park Chanyeol (Chanyeol)
  • Go Min Ah (OC)
  • Wu Yi Fan (Kris)

Guitar

Summary:

Park Chanyeol, seorang namja hyperaktif berwajah tampan sangat menyukai gitar. Dia menyukai gitar karena saat ia masih kecil dia jatuh cinta pada seorang gadis kecil yang setiap hari bermain dengannya sambil membawa sebuah gitar, Minnie. Dan bertemu dengan seorang yeoja yang sangat menyebalkan dan selalu mengatainya ‘Tiang listrik’. Suatu hari dia melihat yeoja itu memainkan gitar di tempat pertama kali Chanyeol bertemu Minnie. Apakah dia Minnie? Dan apakah Chanyeol sanggup bersaingan dengan pangeran sekolah, Kris?

Chapter 3

Rival

Seorang namja berambut blonde menatap Chanyeol dan Min Ah dengan tajam, tangannya terkepal erat bahkan kuku-kuku jarinya memutih karena dia mengepalkan tangannya terlalu erat. Ya, dia adalah Wu Yi Fan atau biasa di panggil Kris. Sang pangeran XOXO High School itu harus bisa menahan emosinya yang semakin lama membuat hatinya semakin sakit.

Kris menyukai Min Ah saat pertama kali mereka bertemu. Mungkin ada dari kalian yang tak pernah percaya yang namanya cinta pada pandangan pertama kan? Tapi Kris mengalaminya, dan perlu kalian catat bahwa di dunia ini tak ada yang tak mungkin.

“Go Min Ah adalah milikku! Bukan milikmu, Park Chanyeol!”

Kris bergumam pelan dan memutuskan untuk pergi dari sana, jika dia tetap di sana mungkin hatinya akan tergores lebih dalam.

***

“Chanyeol, kau tahu betapa bahagianya aku setelah aku menemukanmu kembali?”

“Aku tahu karena aku juga merasakannya sekarang.”

Chanyeol menyenderkan kepalanya ke bahu mungil Min Ah, Min Ah juga menyenderkan kepalanya ke kepala Chanyeol.

“Besok pagi, aku akan mengantarmu.”

“Mengantarku dengan sepedamu itu? Pfft..!”

“Ya! Memang kenapa?”

“Tidak usah, lagi pula besok pagi Kris Oppa akan menjemputku.”

Chanyeol menegakan badannya, Min Ah hanya bisa mengangkat alisnya bingung. Kenapa dengan namja ini? Sikapnya  sangat cepat berubah.

“Memang kau punya hubungan apa dengan Kris?”

“Mmm.., bisa di bilang kami baru berteman sih. Namun, aku merasa cocok berteman dengan Kris sunbae. Dia tadi mengatakan bahwa setiap hari dia akan mengantarku ke sekolah. Ya! Dia itu kakak kelasmu, panggil sunbae dong, atau hyung! Itu kan lebih sopan!”

“Hm..”

“Kenapa nada bicaramu berubah dingin..?!”

“Tidak, aku biasa saja.”

“Kau sekarang jadi gampang marah!”

Min Ah mengerucutkan bibirnya, Chanyeol yang melihat tingkah yeoja imut itu mencubit lagi hidung yeoja itu yang sukses membuatnya mengaduh kesakitan.

“Jangan sembarangan mencubit hidungku! Nanti hidungku pesek!”

“Justru aku mencubitnya agar hidungmu mancung keluar, bukan mancung ke dalam! Hehehehe..”

“Neo….!!!!!!”

Min Ah memukuli lengan Chanyeol, Chanyeol hanya tertawa. Baginya, pukulan Min Ah tak lebih seperti pukulan manja anak kecil yang ingin dibelikan es krim.

“Hahaha.., berapa kalipun kau memukulku, aku tak akan kesakitan..!”

“Huh~!”

“Sekarang siapa yang pemarah?”

Min Ah beranjak pergi dari sana, dia sangat sebal dengan Chanyeol, walau terselip rasa rindu di hatinya. Namun sungguh sial nasibnya, dia tersandung batu dan..

“Aww..”

Lututnya terluka dan darah mengucur dengan deras, Chanyeol yang melihatnya langsung menghampiri Min Ah. Dengan khawatir, dia memegang kaki Min Ah.

“Gwaenchana?”

“Aww.., hanya sedikit.., perih..,”

“Makanya hati-hati, kau jadi terluka begini..,”

“Kau bisa berjalan..?”

“T.tentu saja..,”

Min Ah berusaha bangkit tapi dia malah terjatuh lagi. Ternyata selain terluka, kakinya juga terkilir.

“Sudah, jangan di paksakan. Naiklah ke punggungku..,”

“Ta.tapi..,”

“Cepatlah..,”

Min Ah dengan pelan naik ke punggung Chanyeol, punggung Chanyeol sangat hangat dan lebar.

‘K.kenapa jantungku berdetak secepat ini…? Apa mungkin penyakit jantungku kembali..?’

Min Ah menempelkan dagunya ke bahu Chanyeol, baru pertama kali ini dia di gendong oleh seorang namja (kecuali ayahnya) rasanya hangat dan jantung Min Ah semakin berdetak lebih cepat dan wajahnya berubah merah lagi.

“Mmm.., ku antar kau pulang tapi…..,”

“Tapi?”

“Aku hanya bawa sepeda..,”

“Lalu bagaimana…?”

“Chanyeol Oppa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

DEG!

Suara melengking itu sontak membuat Chanyeol merinding, dengan gerakan terpatah-patah seperti robot kekurangan baterei dia melihat kebelakang.., ternyata benar!

Seorang yeoja berbaju seragam SMP berlari ke arah Chanyeol. Dia adalah adik Chanyeol, Park Min Ri atau bisa di panggil Sulli.

“Oppa.., Siapa dia..?”

“A.aku..,”

“Yeojachingumu ya!!!!”

“Y.ya! Park Min Ri! Kau sungguh tak sopan!!”

“Eonni ini.., siapa?”

“C.choneun Go Min Ah imnida..,”

“Apa yang dilakukan Oppaku sehingga Min Ah Eonni terluka?”

“Tadi aku terjatuh dan beruntung Oppamu menolongku..,”

“Oh begitu..,”

“Sulli~”

“Wae?! Kenapa Oppa memanggilku begitu?!”

“Kau bisa bawakan sepedaku tidak..?”

“Eh?”

“Aku mau mengantarkannya pulang..,”

“Tidak!”

“Eh?”

Sulli menyeringai, dia membisikkan sesuatu ke telinga Chanyeol dan itu sukses membuat Chanyeol terkejut.

“Mwo!!!”

“Ayo Oppa, aku mau bawakan tapi itu syaratnya. Kekekekeke~!”

“Memang syaratnya apa?”

“Eonni harus mau makan malam di rumahku!”

“Eh??!!”

***

“Kenapa aku harus punya adik menyebalkan sepertimu!”

“Memang Oppa tak menyebalkan..?”

“Bocah ini….!”

“Eonni ini pacar Oppa?”

“B.bukan..!”

Min Ah membiarkan rambutnya yang terurai menutupi wajahnya, dia sangat malu.

“Oh syukurlah, mana mungkin gadis secantik Eonni menyukai namja seperti Oppa.”

‘Twitch..’

“Aww! Appo..!”

“Kau kira kau cantik..?!”

“Tentu saja, Oppa lupa kalau aku pernah menjadi model CF?.”

“Grrr..,”

***

“Kami pulang.”

“Chanyeol, Sulli, cepat masuk. Eh? Siapa dia?”

Min Ah perlahan turun dari punggung Chanyeol, dia memberi hormat pada Eomma Chanyeol.

“A.annyeong Ahjumma..,”

“Neo nuguya…?”

“C.choneun….,”

“Eomma, dia Min Ah!”

“Eh?!”

“Kau Go Min Ah..?”

Min Ah mengganguk, dia sangat canggung bertemu dengan Park Ahjumma. Sedangkan Park Ahjumma langsung memeluk Min Ah senang, dengan raut wajah bahagia dia merangkul Min Ah dan membawanya masuk ke dalam rumah.

“Min Ah kau semakin cantik! Kapan kau pulang dari Amerika?”

“I.itu.., baru beberapa bulan yang lalu, Ahjumma.”

“Ah.., kau tak usah terlalu canggung! Aigoo, kenapa dengan kakimu?”

“I.itu..,”

“Su yeon! Ambilkan plester dan obat merah!”

“Baik, Park-ssi.”

Min Ah duduk dan Eomma Chanyeol mengobati luka Min Ah dengan obat merah, sesekali Min Ah mengaduh sakit karena perih tapi setelah itu lukanya tak terasa pedih lagi.

“Jeongmal gomawo, Ahjumma..,”

“Cheonma, kau sudah ku anggap seperti anak sendiri!”

‘Mungkin juga menantu.., kekekekeke’

***

“Jadi.., kau satu sekolah dengan Chanyeol?”

“Nde.”

“Syukurlah! Aku ingin kalian bersahabat seperti dulu..,”

Sulli dengan wajah penasaran melirik Eommanya dan Min Ah secara bergantian, sebenarnya siapa sih Min Ah? Kenapa dia akrab sekali dengan keluarganya..?

“Eomma…, Min Ah Eonni sebenarnya siapa sih..?”

“Dia itu cin..,”

“Eomma!!”

“Maksudku sahabat Chanyeol.”

“Dia dulu punya penyakit jantung, saat hubungannya-maksudku persahabatannya dengan Chanyeol mulai dekat dia harus pergi ke Amerika untuk pengobatan. Dan satu tahun kemudian kau lahir.”

“Wah! Jadi kau cinta pertama Chanyeol Oppa..!”

“E.eh..?”

“Diam kau bocah!”

Min Ah memegang pipinya, ia yakin pipinya lagi-lagi berubah warna menjadi merah. Rasanya dia ingin pulang sekarang juga.

“Min Ah Eonni, Chanyeol Oppa sangat setia padamu! Kau tahu saat SMP dia pernah di tembak Kim Hye Jin, dia primadona sekolah! Tapi Oppa menolaknya dengan alasan-”

Chanyeol melempar bantal ke arah Sulli dan sukses membuatnya berhenti bicara, namun sepertinya duel antara kakak-beradik ini belum selesai, Sulli melempar bantal lagi dan terjadilah perang bantal di sana.

“Min Ah ayo kita ke dapur, kau mau membantu Ahjumma memasak kan? Dan kau juga mau makan malam di sini kan?”

“T.tentu saja, Ahjumma.”

Dengan cepat Min Ah segera menelfon ayahnya agar ayahnya tak khawatir, setelah itu dia pergi ke dapur bersama Eomma Chanyeol.

***

Min Ah segera mengikat rambutnya dan memakai celemek berwarna pink. Dia terlihat anggun dan cantik, dan itu membuat Chanyeol tersedak air liurnya sendiri.

“Aishh.., kenapa bawang dan mericanya habis?”

“Ahjumma, biar aku yang membelinya di supermarket..,”

“Ah tidak usah.., kau di sini saja. Ahjumma kebetulan ingin ke supermarket, kau di rumah saja dengan Chanyeol.”

“Eh..?! Lalu aku…?!”

“Kau ikut Sulli, kau kira siapa yang mau membawa belanjaanku..?”

“Eomma jahat! Kenapa harus aku?!”

“Karena kau yeoja dan seorang yeoja tidak boleh bermalas-malasan!”

“Hh~! Ya sudah!”

***

“Eomma.”

“Hm..?”

“Aku yakin alasan Eomma mengajakku karena Eomma ingin Chanyeol Oppa dan Min Ah Eonni berduaan sehingga Eomma nanti bisa melihat moment mereka lewat kamera CCTV kan..?”

“Yup.., kau memang anak yang cerdas Sulli!”

“-_-”

***

Tok..

Tok..

Tok..

Suara irisan pisau terdengar jelas dari dapur, Chanyeol berulang kali mengganti channel tv, sesekali dia melihat Min Ah yang terlihat serius memasak, seulas senyum terbentuk di bibirnya. Dia tak menyangka dia dapat melihat gadis itu lagi, Go Min Ah, cinta pertamanya.

“Aww!”

Chanyeol segera berlari ke dapur, rupanya jari Min Ah tergores pisau. Darah segar mengucur dengan deras, Chanyeol dengan cepat memasukan jari Min Ah ke mulutnya, Min Ah kaget dan langsung menarik jarinya keluar dari mulut Chanyeol.

“Apa yang kau lakukan..?!”

“Sterilisasi, darah akan lebih cepat berhenti jika di beri air ludah.”

Blushh!

“Tunggu sebentar, aku akan ambil plester dan obat merah.”

Min Ah memegang jarinya yang masih mengeluarkan darah, dengan pelan dia bergumam

“Bagaimana bisa kau menghisap darahku? Memangnya kau vampir..?” (Ini kutipan dari Heartstrings #plak)

***

“Makanya hati-hati, kau jadi terluka lagi.”

“Mian..,”

‘Greb!’

Secara tiba-tiba Chanyeol menarik Min Ah dan memeluknya erat, itu membuat Min Ah terkejut. Min Ah berusaha melepaskan pelukan Chanyeol tetapi pelukan Chanyeol terlalu kuat.

“Jika kau seceroboh ini, bagaimana bisa aku tidak khawatir padamu..?”

Deg!

“Berjanjilah kau tak akan terluka lagi..,”

“Chanyeol.., mianhae sudah membuatmu khawatir.., mianhae..,”

Sekarang Chanyeol mengubah posisinya, sekarang terlihat seperti Min Ah sedang memeluk Chanyeol.

“Biarkan seperti ini..,”

“Tapi..!”

Chanyeol bisa menghirup aroma vanili dari tubuh Min Ah. Chanyeol suka baunya, itu membuatnya semakin nyaman dalam pelukan Min Ah.

Sedangkan Min Ah, dia mengusap punggung Chanyeol lembut, dia tak tahu kalau namja di pelukannya ini sangat overprotective. Tapi dia merasa spesial di perlakukan seperti ini, dan author hanya dapat berkata ‘Mereka adalah pasangan tercute yang pernah ku lihat.”.

“Dasar, Chanyeol..,”

Rupanya namja bertelinga lebar itu tertidur, entah kenapa. Min Ah dengan jahil menoel-noel pipi Chanyeol yang sedikit chubby, dengan pelan dia menaruh bantal dan menidurkan Chanyeol di sofa. Sebelum dia beranjak pergi, dia mencium kening Chanyeol lembut.

“Jaljayo~Chanyeol..,”

Dan Min Ah kembali ke dapur, melanjutkan aktivitas masaknya yang tertunda, dalam tidurnya Chanyeol tersenyum.

***

 “Kami pulang!”

“Ah.., selamat datang Ahjumma..,”

“Eh..? Masakannya sudah jadi..?”

“Ahjumma berbohong padaku..,”

“Eh..?”

“Bawang dan mericanya ada di loker bawah, dekat dengan tempat piring.”

“Ketahuan ya?”

“Wah! Eonni yang memasak semua ini,,?!”

Sulli dengan takjub jalan mengutari meja makan. Bibimbap, Kimchi dan makanan yang lain sudah tersaji rapi di meja makan. Min Ah benar-benar hebat.

“Ngomong-ngomong di mana Chanyeol?”

“Dia tidur di sofa, Ahjumma..,”

“Oh, Sulli kau bangunkan dia. Ayo kita makan Min Ah!”

***

“Oppa!”

“Mmm~”

“Oppa ireona! Kau mau makan tidak sih..?”

“Mmm~”

Sulli mendekatkan mulutnya ke telinga Chanyeol, pertama-tama dia berkata lembut pada Chanyeol dan pada akhirnya..

“CHANYEOL OPPA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Aaaaaaa!! Gempa! Gempa!!”

Chanyeol segera terlonjak dari sofa dengan ekspresi panik. Namja ini…, bisa tidak tak membuat onar sehari saja..?

“Bwuhahahahahaha~!!!”

“DASAR YEODONGSAENG KURANG AJAR!!!!!!!”

***

“Selamat makan!”

Chanyeol makan dengan pelan, matanya menatap Min Ah yang duduk di hadapannya. Chanyeol menatapnya intens sampai tak sadar kalau nasi yang ada di piringnya sudah habis.

“Oppa! Berisik tau!”

“O.oh.., m.mian…,”

Min Ah yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil, Chanyeol yang merasa di tatap Min Ah langsung mengalihkan pandangannya cepat.

***

“Ahjumma, Sulli, aku pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini..,”

“Sama-sama, kalau ada waktu mampirlah ke sini..!”

Min Ah membungkukkan badanya dan masuk ke dalam mobil, Min Ah tersenyum manis pada Chanyeol. Chanyeol melambaikan tangannya, seulas senyum terpasang di wajahnya. Dan mobil Min Ah berjalan perlahan menjauhi rumah Chanyeol.

***

‘Tin..tin!!’

“Tunggu sebentar!”

“Min Ah, kau sudah di tunggu Kris!”

“Sebentar!!”

“Appa, aku pergi dulu!”

Min Ah mencium pipi Appanya, dengan langkah cepat dia berlari menuju motor Kris. Kris sudah menunggunya, Kris tersenyum hangat dan memberikan sebuah helm berwarna putih pada Min Ah.

“Annyeong..”

“Annyeong, maaf aku terlambat Kris Oppa..,”

“Sudah tak apa, ayo naik.”

Min Ah mengganguk, tangan mungilnya memeluk badan Kris, Kris yang merasa di peluk oleh Min Ah hanya bisa tersenyum di balik helm hitam yang sedang ia pakai, jantungnya berdebar kencang dan itu membuat Min Ah membulatkan matanya bingung

“Oppa.., kenapa jantungmu berdetak sangat kencang..?”

“Tidak apa, jangan khawatir.”

“Min Ah, tetaplah memelukku, jangan pernah kau lepaskan pelukan ini dari tubuhku.”

“Eh?”

***

“Kyaaaa~!!! Siapa yeoja itu?!”

“Kris Oppa~!!!”

“Beruntung sekali dia!!!”

Min Ah yang melihat tatapan membunuh fans Kris hanya bisa menundukkan wajahnya, dia takut di deathglare seperti itu, apalagi dia murid baru.

Tiba-tiba seorang yeoja berambut diikat satu datang menghampiri Min Ah dengan puluhan fans-fans Kris di belakangnya, Min Ah menoleh ke kanan dan ternyata Kris sudah pergi menjauh dengan gerombolan fansnya yang lain, sekarang Min Ah sangat ketakutan.

“Neo! Siapa namamu?!!”

“G.Go Min Ah..,”

“Siapa kau beraninya mendekati Kris Oppa?!!!”

“M.mian.., aku bukan p.pacarnya kok..,”

“Aku tidak percaya!! Kris Oppa tidak pernah perhatian pada yeoja lain! Kecuali kau!”

Saat yeoja itu menarik tangan Min Ah, sepasang tangan kekar menapik tangan yeoja itu dan menarik Min Ah di belakangnya.

“Kau apakan dia..?!”

“Ck.., kau jangan ikut-ikut!”

“Aku punya hak untuk menolongnya.”

“Ck.., kita pergi saja!!”

Gerombolan fans Kris pergi menjauh, Chanyeol langsung memegang pundak Min Ah. Dengan rauh wajah khawatir, dia menepuk-nepuk pundak Min Ah. Min Ah menatap Chanyeol dalam, dengan satu hentakan dia memeluk Chanyeol erat.

“Gomawo Chanyeol-ah, aku tak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak datang..,”

Chanyeol mengelus rambut Min Ah, dia melepaskan pelukannya, dia menggengam tangan Min Ah erat.

“Ayo, aku antar ke kelasmu..,”

Min Ah hanya bisa mengganguk pelan, Kris yang melihat keakraban Min Ah dan Chanyeol dari jauh hanya bisa meremas tangannya. Kenapa Chanyeol dan Min Ah sangat dekat sekali? Ck, memikirkannya saja sudah membuat kepala Kris panas. Dengan emosi yang meluap-luap, dia menendang tong sampah di sebelahnya dan pergi dengan wajah yang kesal.

***

Kris dengan tatapan tajam menghampiri Chanyeol, Chanyeol yang merasa di tatap oleh Kris hanya mendeathglare balik Kris. Dengan aura persaingan yang kuat, Kris berkata dengan dingin

“Ikut aku, ada yang ingin ku bicarakan padamu..”

Chanyeol mengikuti dan tibalah mereka di rooftop sekolah, hembusan angin yang kencang tak membuat hawa persaingan antara mereka meredup, Kris lagi-lagi menatap Chanyeol tajam.

“Kau menyukai Min Ah?”

“Kalau iya kenapa?”

“Apa hubunganmu dengannya?”

“Karena dia cinta pertamaku, aku dan dia sudah bersahabat sedari kecil. Kau sendiri siapa?”

“Aku..”

“Namja yang akan menjadi namjachingu Min Ah..”

Chanyeol menatap Kris, aura panas semakin bergejolak di antara mereka berdua. Mereka berdua saling beradu tatapan, Chanyeol menatap Kris dengan marah sementara Kris menatap Chanyeol dengan dingin.

“Cih.., percaya diri sekali kau..,”

“Bagaimana kalau kita bersaing mendapatkan hati Min Ah?”

“Siapa takut..?”

“Mulai sekarang..kita rival.”

Chanyeol berdecih pelan, dengan mantap dia menjabat tangan Kris. Dengan lantang dia berkata

“Deal!”

TBC

Annyeong!! Maaf lama gak update 😀 Gara-gara banyak tugas sekolah numpuk, maaf kalau ada yang gak suka cast sulli di sini #plak. Entah kenapa dapet idenya itu, mian kalau ancur banget. Karena aku masih newbie dan perlu banyak kritikkan, dan maaf kalau yang ini pendek banget. Gomawo all :3 dan jangan lupa liat blog ku di: Shinhwachanworld.wordpress.com 😀

 

Iklan

6 pemikiran pada “Guitar (Chapter 3)

  1. Wuahhh mesra banget chanyeol sama min ah… makin gereget aja tuh si minah direbutin 2 jantar exo *digebuk exostan, haha lanjutttttt and jangan lama2

  2. rival rival rival haha astaga -,- mereka sma sma ganteng sma sma tinggi -,- min ah pasti bingung milihnya -,- ah yg penting ff nya daebak dan bikin penasaran -,- lanjut ya thor hehe ^^ ditunggu loh kelanjutannya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s