Heart Attack (Chapter 5)

Title       : Heart Attack

Author  : Reechi L (@Esprit_RL)

Genre   : Drama, Romance, School life

Length  : Series

Rating   : PG

Maincast:

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Byun Baekhyun (EXO-K)

-Im Yoo Na [Yoona] (SNSD)

-Choi Soo Young [Sooyoung] (SNSD)

Note: FF ini 100% adalah bayangan author sendiri. Tak ada plagiarisme sama sekali. Kalau tak sabar melihat kelanjutannya, bisa dilihat di–> reechil.blogspot.com

=Happy reading= 😀

PART FIVE

Summary:

                Aku hanya mennganggap Baekhyun seperti adikku, tapi… perasaanku pada Chanyeol berbeda…

Tunggu… ‘BERBEDA’….?? [Yoona]

*****

Yoona’s POV

                Aku hanya sedikit penasaran dengan pertengkaran mereka, aku tak mengira Baekhyun akan mengeluarkan air matanya karena berdebat dengan Chanyeol tentang aku. Aku tahu Baekhyun mungkin menyukaiku, dan aku pun menyukainya, sebatas seperti adik kakak. Aku tak bermaksud membuatnya seperti itu.

Dan sekarang aku mengintip pertengkaran mereka dibalik tembok seperti seorang stalker. Memalukan….

“Yoona?” suara itu benar-benar mengagetkanku.

Sialnya, karena suara itu, dua namja yang sedari tadi bertengkar jadi menyadari keberadaanku dan dua-duanya memasang muka sangat terkejut. Sooyoung, kau benar-benar tak tahu situasiii!!!!

“Im Yoon Ah..!” namja berperawakan tinggi itu langsung mundur.

“Yoona sunbae!?” Baekhyun pun langsung menutup mulutnya dengan tangannya.

“Ada apa, sih?” Sooyoung menaikkan nada suaranya tanda ia heran.

Sedangkan aku? Aku bergetar hebat, tubuhku lemas seketika. Mungkin sekarang mukaku sangat pucat seperti dilapisi tepung. Kakiku mulai kehilangan keseimbangan, serta rasa sakit di kakiku sampai tidak terasa. Hanya ada rasa sakit di kepalaku yang serasa berputar-putar dan dadaku yang sesak.

Mungkin aku terkena serangan jantung…?

….

…..

…….

‘Gelap… semuanya hening…. Hanya aku sendiri di sini. Tak ada cahaya apa pun yang membantu penglihatanku. Semuanya hampa… Aku… ada di mana??’

******

Chanyeol’s POV

                Astaga, kenapa aku bergetar sebegininya? Aku tak bisa merasakan tubuhku bergerak. Kepalaku serasa dihantam palu godam. Keringat dingin mengucur dari pelupukku membanjiri wajah, leher, dan tubuhku. Dia, yeoja itu, nenek sihir yang tingkah lakunya sangat mengesalkan… dia… dia pingsan?!

“Astaga!! Yoona!” Sooyoung menahan Yoona yang sudah tak sadarkan diri.

“Bagaimana ini?! Jangan-jangan penyakit jantunya kumat?!”

“AP…?!!  Yoona!!”

Aku spontan langsung berlari ke arahnya, dan juga Baekhyun. Karena tindakanku ini, mungkin Baekhyun akan makin membenciku, tapi…

PERSETAN DENGAN ITU SEMUA!!!

PERSETAN DENGAN DIRIKU YANG BABAK BELUR!!

PERSETAN DENGAN KEPALA SEKOLAH YANG MENG-SKORS-KU!!

PERSETAN DENGAN AKU YANG AKAN DIBENCI SEMUA ORANG!!

Yang bisa kupikirkan sekarang hanya satu… Yoona harus segera ditolong!!!

Aku langsung menggendongnya dan membawanya lari keluar sekolah. Aku memanggil taksi sambil terengah-engah. Aku tak peduli lagi dengan satpam sekolah yang marah karena aku keluar sekolah tanpa ijin kepsek. Aku terus berteriak pada supir taksi untuk mempercepat laju kendaraanya. Sesampainya di RS, aku langsung berteriak pada resepsionis untuk segera membawa Yoona ke UGD.

“Yoona… bertahan…!!” aku terus berkata begitu padanya yang tak sadarkan diri.

“Maaf, batas pengatar sampai di sini. Silahkan tunggu di ruang tunggu.”

“Tapi… Yoona!!”

Ia sudah masuk ke ruangan itu. Pintunya pun terkunci rapat. Aku yang tertahan di sini hanya bisa mematung pucat. Keringat dinginku semakin mengucur deras. Kepalaku seperti mau pecah. Jantungku berdetak cepat. Napasku juga tak beraturan. Kakiku melemah dan tak bisa menopang tubuhku. Aku terduduk diam di depan pintu UGD.

[Tes… Tes..]

Air mataku tumpah begitu saja. Aku semakin membungkukkan tubuhku hingga akhirnya kepalaku menyentuh lantai. Tanganku mengepal keras, tangan kananku spontan mengayun dan menggebuk lantai dengan kencang sampai lantai keramik yang kupukul retak. Air mataku membasahi lantai keramik yang tadinya kering. Aku sudah kehilangan akal sehatku. Bahkan tangan kananku yang sekarang berdarah pun tak terasa sakit. Tapi hanya sakit di dadaku yang terasa. Dan baru kuakui…  baru kusadari… betapa bodohnya aku yang hina ini… betapa hinanya aku yang angkuh ini…

 

                Aku… aku mencintainya……

 

                Aku… aku cinta mati padanya…

 

Yoona…

 

Sekarang aku benar-benar menyukaimu…

 

Sekarang aku benar-benar ingin kau terus ada di sisiku…

 

Aku ingin kau selalu ada dan memasang wajah cantikmu di depanku…

 

Jadi tolong…

 

Tolong jangan tinggalkan aku yang mencintaimu sampai ingin mati rasanya…

 

Tolong jangan tinggalkan aku yang hina di matamu itu…

 

Tolong jangan tinggalkan aku yang menyedihkan ini…

 

Jangan… Kumohon… Yoona…

 

Kumohon jangan….

 

Tolong teruslah hidup….

 

Jangan biarkan aku kembali sendiri….

 

IM YOON AH…..!

******

Baekhyun’s POV

                Ketika Chanyeol pergi membawa Yoona, aku langsung menyusulnya bersama Sooyoung. Tapi sialnya dia sudah pergi duluan naik taksi ke RS. Aku segera mncari taksi lain dan aku berteriak tak sabar pada si supir untuk benar-benar mengikuti taksi yang Chanyeol dan Yoona sunbae tumpangi.

Ketika kami berdua sampai di RS, Yoona-ssi sudah masuk ke UGD. Dan betapa terkejutnya aku dan Sooyoung mendapati orang yang notabene sebutannya itu Happy Virus, bisa menangis sampai membuat retak lantai keramik dengan ayunan tangannya. Dan sadarlah aku, tentang penyebab semua kejadian ini…

Semuanya salahku….

.

..

Sejak kapan aku jadi seperti ini…? Kenapa aku jadi sekeji ini…?

 

Demi mendapatkan orang yang kucintai… Sahabatku jadi menderita…

 

Kenapa aku sampai buta akan perasaannya?

 

Aku terobsesi pada cinta buta pada sunbaemin-ku…

 

Sampai-sampai aku tak pernah melirik ke sebelahku…

 

Kenapa aku tak pernah melihat pandangan itu…?

 

Pandangan yang menunjukkan cinta yang ditahan dan dikunci begitu rapat…

 

Pandangan yang menunjukkan rasa cinta yang sangat rapi tertutup karena dia tahu akan perasaanku, perasaan sahabatnya….

 

Pandangan yang seakan-akan ia telah menelan pahit dan asam yang seharusnya dirasakan olehku.

 

Dan ketika orang yang kusukai tak sadarkan diri, aku malah panik dan tak bisa berpikir…

 

Tapi… Dia… Malah dia yang menolongnya…

 

Sedangkan aku hanya terdiam kaku…

 

Orang macam apa aku ini..?!

 

“Baekhyun..?”

“Sahabat macam apa aku ini..?? Coba bilang Soo… Sahabat macam apa aku ini…?”

“Baekhyun….”

“Aku bahkan tak sadar akan penderitaan sahabatku sendiri…”

“Tenang Baekhyun… “

“Kenapa aku tak sadar..? Kenapa aku tak sadar dia juga menyukainya…?”

“…”

“Soo… Aku sudah menyakiti semuanya…. Aku juga sudah menyakitimu…”

Air mataku tumpah seketika. Sooyoung langsung memelukku dengan kencang. Perasaanku begitu tercampur aduk. Antara rasa bersalah, marah pada diriku sendiri, dan juga khawatir. Semuanya membuat otakku menjadi beban untukku saat ini.

Sooyoung yang memelukku sepertinya juga menangis. Tubuhnya bergetar dan ketika sekilas aku melihat ekspresi wajahnya yang tampak sedih, kecewa, dan tersakiti membuatku makin merasa aku tak pantas hidup di samping mereka…

Aku tahu Sooyoung menyukai sahabatku dan kukira ia juga menyukai Soo. Dan aku selalu berusaha mendapatkan Yoona. Tapi kenyataan yang ada aku malah menyakiti perasaan mereka semua. Aku sudah membuat Sooyoung patah hati dengan dukungan kosongku, aku sudah membuat Chanyeol dan Yoona-ssi jadi seperti sekarang, dan aku menghancurkan ikatan persahabatanku dengan Chanyeol.

Padahal harusnya aku tahu kalau dia hanya punya aku sebagai teman baiknya. Padahal harusnya aku tahu kalau dia akan menjadi seperti dulu jika aku meninggalkannya. Dan terjadilah seperti sekarang ini… Aku… Aku benar-benar orang yang bejat…

Aku mencoba melangkahkan kakiku mendekatinya, mendekati namja yang terduduk lemas di lantai sambil menangis.

“..Chanyeol….”

“…”

Tak ada jawaban, yang terdengar di telingaku hanyalah isakan dan kesedihannya saat ini. Tuhan, kenapa semua jadi seperti ini…

“Chanyeol…” aku mencoba memanggilnya lagi. Kali ini aku memegang bahunya.

“Lepas.”

Aku membeku ketika kata itu keluar. Suaranya yang rendah dan dingin… Aku mendengarnya lagi… Hanya saja kata ini untukku. Aku kembali teringat masa-masa kelam dulu yang menimpanya. Aku makin ciut dan tak berani memanggilnya lagi. Akhirnya aku melepaskan genggamanku dari bahunya, lalu tiba-tiba ia berdiri dan pergi meninggalkanku dan menabrak pundak Sooyoung yang terdiam kaku. Aku berusaha mengejar dan memanggilnya tapi aku kehilangan dia.

Aku takut.. Sangat takut… Apabila aku bukan saja kehilangan dia di sini, tapi kehilangan dia selamanya… Dia sahabat terbaikku. Dan dia meninggalkanku… Ini semua salahku. SALAHKU!!!

“Sudahlah Baekhyun…”

“Soo… Aku ini… Memang manusia yang nggak pantas hidup.” Kataku sambil terisak.

“….. Ayo kita tunggui Yoona… Semoga dia selamat.”

******

Chanyeol’s POV

Dia sudah tak mengejarku… Mungkin dia sudah menyerah mengejarku dan menunggui Yoona. Ya, lebih  baik begitu. Lebih baik aku hanya menjadi pengamat. Lebih baik aku melihat mereka dari kejauhan. Kalau aku terlalu masuk ke dalam lingkaran mereka, mungkin aku akan seperti dulu lagi. Jadi lebih baik begini. Lebih baik sendiri dari pada aku kembali seperti dulu.

Aku membalikkan badanku, berlari menuju tempat ruang tunggu UGD. Di sana ada Baekhyun dan Sooyoung yang menunggu dengan cemas. Aku hanya melihat dari sini. Dari balik tikungan agar mereka tak menyadari keberadaanku. Ya, lebih baik begini. Jika begini, aku takkan kembali seperti dulu. Aku yang dulu tak boleh sampai ada sekarang.

Beberapa lama setelah itu dokter keluar dan Baekhyun langsung menanyakan keadaan Yoona.

“Dok, Yoona..??”

“Keadaannya gawat. Jantungnya sudah rusak karena penyakitnya. Dia butuh donor jantung segera. Kalau tidak, nyawanya bisa melayang. “

“MWO?!! Dok.. Dokter.. ini nggak mungkin…!”

“Apa kalian bisa telpon keluarganya..?”

“Aku yang telpon..!”

.

.

.

APA KATANYA…?

“Keadaannya gawat. Jantungnya sudah rusak karena penyakitnya. Dia butuh donor jantung segera. Kalau tidak, nyawanya bisa melayang. “

Nyawanya bisa melayang…??

Nggak…

Ini nggak boleh terjadi…

Yoona harus hidup… Harus…

Tapi… donor jantung….

.

.

.

Aku….

-To Be Continued-

5 pemikiran pada “Heart Attack (Chapter 5)

  1. Yoona punya pnyakit jantung ??? Knapa disaat chaen mngakui prsaannya ke yoona , yoona justru skrat , 😦 smoga yoona bisa nemuin pndonir jantung , dan smoga ajjj chaen gaaa nekat untuk donorin jntungnya k yoona ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s