Talking To The Moon (Chapter 4)

Title : Talking To The Moon

Author : Yoora Hwang (@Lettaaakk)

Genre : Romance,Friendship,Sad Maybe (?)

Length : Chaptered

Rating :G

Main Cast :-Im Yoona (SNSD)

-Xi Luhan (EXO)

Other Cast:-Kim Jongin (EXO)

-Jia

Note : Makasih buat para reader yang udah mau baca ff gaje ini dan mau nunggu chapter-chapter selanjutnya:D.Kamsahamnida! Jangan pernah bosen yaa;;)

 Chapter 4

PicsArt_1379526771965

 

Yoona POV

“Sebenarnya sudah lama eomma dan eomma Luhan merencanakan ini……”

“Maksud eomma? Rencana ? Rencana apa ?

“Menjodohkanmu”

“MWOO?!!!”

Aku masih terpaku mendengar ucapan eomma.Apa eomma bilang tadi ? menjodohkanku? Oh tuhan! Apa salahku,sehingga banyak sekali cobaan yang datang kepadaku.Mulai dari Luhan membohongiku dan sekarang eomma malah ingin menjodohkanku dengannya?!.

“Ya! Wae? Kenapa kau berteriak?”

“Anio,tapi eomma…..”

Belum sempat melanjutkan perkataanya eomma sudah lebih dulu memotong ucapanku.

“Tapi apa?”

Setelah menyelesaikan ucapannya,eomma segera meraih ponsel didalam tasnya dan sepertinya menulis pesan singkat atau sangat singkat.Aku mengalihkan pandangan kearah yang mana saja kecuali Luhan,aku tidak mau ketahuan sedang memperhatikannya dari sini.

Tak lama setelah eomma meraih ponsel didalam tasnya,ponselku pun berbunyi tanda pesan singkat masuk.Aku mengerutkan kening setelah melihat nama orang yang mengirim pesan itu.’Eomma’! Untuk apa eomma mengirimku pesan singkat ini padahal kita duduk bersebelahan.

Aku melirik eomma yang masih sibuk mengobrol dengan eomma Luhan.”Cih”Aku mendengus lalu membuka pesan singkat eomma.

Bisakah kau sopan sedikit? Turuti saja apa yang eomma bilanng.

‘Mwo? Menuruti mau eomma? Tidak akan pernah’Aku melengos dalam hati sambil memberi eomma tatapan sebal lalu membuang muka kearah pintu depan.

Aku terus melirik jam tanganku,hari sudah menunjukkan pukul 3sore dan eomma masih saja bercerita dengan eomma Luhan,dan aku,hanya duduk manis disebelah eomma sambil sesekali menguap,walaupun eomma tidak suka dengan sikapku yang seperti itu.Aku sengaja melakukannya agar eomma sadar kalau dirinya telah bicara terlalu banyak dan membuatku tidak kuasa menahan kantuk yang melanda.

“Hari sudah sore,sebaiknya aku dan Yoona harus pamit pulang”Eomma mengakhiri obrolannya.

Ini yang daritadi kutunggu-tunggu,dengan sigap aku bangkit dari tempat dudukku dan segera pamitan kepada eomma Luhan dan Appa Luhan dan melangkahkan kaki keluar rumah Luhan,menuju mobil dan pulang.

“Eittss….kau tidak pamitan dengan calon suamimu?”Eomma menarik lenganku untuk berhenti berjalan….dan apa kata eomma tadi ? CALON SUAMI? MWOO?!!!

Aku melihat ekspresi Luhan sama seperti ekspresiku,syok berat.Eomma tidak bercanda,dia memang ingin menjodohkanku! Oh god!

“Sampai jumpa,Ahjussi,Ahjumma,Luhan”Aku membungkukkan tubuhku 900 lalu beranjak menuju mobil eomma yang terparkir rapi.

~~~

“Eomma”Akhirnya aku membuka mulut setelah dari tadi keheningan tercipta didalam mobil

“Hmm”

“Eomma serius akan menjodohkanku?”Aku mengubah posisi dudukku menghadap eomma yang masih fokus dengan jalanan.

“Untuk apa aku bohong”

“Tapi eomma….”

“Yoon,kau pernah menjadi kekasihnya kan? Jadi kau tau Luhan itu orangnya seperti apa,jangan tanyakan lagi kepada eomma”

“Aku tau eomma,aku tau.Tapi yang baik itu Minwoo bukan Luhan eomma,bisakah eomma mengerti? Aku cukup sakit dibohongi olehnya,aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi”Aku meninggikan volume suaraku agar eomma tahu kalau aku sedang marah.Biasanya eomma tidak akan peka disaat aku marah.

Eomma hanya terdiam mendengar ucapanku,selama perjalanan aku hanya memandang malam Seoul dari jendela mobil dan melihat titik-titik air yang jatuh mengenai kaca jendela.

Talking To The Moon :

Aku mencintainya bulan,sungguh.Aku ‘sangat’ senang mendengar bahwa eomma akan menjodohkanku dengan Luhan dan itu artinya aku dan Luhan akan segera menikah,menjalani kehidupan bersama,mempunyai anak yang lucu dan menikmati masa tua bersama.

Tapi rasa sakit akan terus membekas,tidak akan pernah hilang,walaupun aku memaafkannya tetap saja kesalahan yang pernah dibuatnya tidak akan hilang dari hati ini.Rasa sakitnya sungguhlah permanen.

Bulan,berilah aku jawaban bagaimanapun dan apapun itu.Rasa bimbang menyerbu hatiku,ingin sekali aku menolak rencana perjodohan itu tapi aku tidak bisa,sebesar apapun kekesalanku,aku masih tetap cinta kepadanya.

 

~~~

Drrt…Drtt

Ponselku yang terletak diatas tempat tidur bergetar tanda pesan masuk.Aku segera berlari menghampiri ponselku lalu membaca pesan singkat yang ternyata dari Jongin.

“Mau apa lagi dia”Aku mencibir lalu menekan ponselku kasar

“Noona,bisakah kau turun sebentar aku ada didepan rumahmu”

Aku segera menuruni anak tangga dan menuju ke pintu depan.Ternyata benar Jongin ada didepan rumah dan….untuk apa dia kesini?

Aku menghampiri Jongin yang daritadi senyum-senyum sendiri setelah melihat aku keluar dari rumah.

“Ada apa?”

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu noona”

“Apa? Cepatlah katakan”

“Tidak disini…emm”

“Lalu dimana?”

“Sungai Han,ayo ikutlah bersamaku,dan disungai Han malan ini ada pesta kembang api,itu pasti sangat seru”Jongin tersenyum penuh kemenangan setelah tawarannya aku terima dan sekarang aku sudah berada diatas motornya setelah berpamitan dengan eomma.

Setelah sampai di sungai Han,Jongin memarkirkan motornya di tempat khusus parkir motor dan menarik lenganku pelan.

“Kajja”

Aku mengikutinya pasrah karena cengkraman tangannya yang tentu lebih besar dan kuat dibandingkan lenganku.

“Mau kemana sih”

“Ikut saja noona”

Setelah cukup lama Jongin menarik tanganku,akhirnya Jongin melepaskan tanganku dan menyuruhku bediri didepannya melihat kebang api berwarna-warni menghiasi malam Seoul yang cukup dingin ini.

Luhan-ah,aku ingin sekali melihat pemandangan seindah ini denganmu.Andai saja orang yang berada dibelakangku ini dirimu bukan Jongin.

Aku memaksakan tersenyum setelah beberapa lama pikiranku menghayal entah kemana.

“Yoona!”Seorang namja bersuara berat memanggil namaku,aku tau sekali suara itu,suara Luhan! Iya itu Luhan!

Aku membalikkan badan dan ternyata benar,dia Luhan,t-tapi bagaimana dia tau aku ada disini?

“Yoon,ayo pulang,eommamu khawatir sudah malam seperti ini kau belum juga pulang”Luhan menarik lenganku pelan.

“T-tapi….Kau ingin ngomong apa Jongin-ah?”

“Anio,noona,aku hanya ingin menunjukkan pemandangan indah tadi,hanya itu”Kulihat Jongin tersenyum sinis.

“Ahh,baiklah,aku pulang duluan ne?”

“Baiklah noona,hati hati”Jongin melambaikan tangannya kepadaku dan kulihat ekspresinya begitu berubah drastis setelah melihat aku pulang dengan Luhan.

Entahlah,malam Seoul sangat indah malam ini,aku melihat jalanan Seoul yang tidak terlalu ramai.Lampu jalan yang menghiasi sepanjang jalan.

Drttt..Drttt…

Ponsel Luhan yang terletak tepat disebelah tanganku bergetar panjang tanda telepon masuk.Luhan segera meraih ponselnya dan menempelkannya kepada telinganya.

“Yoboseyo,ahj…eomma”

“……”

“Ne,Yoona sudah bersamaku”

“……”

“Baiklah eomma”

Luhan menekan tombol merah dan kembali meletakkan ponselnya ketempat semula.

“Eommamu sangat khawatir,kau pergi malam-malam”Akhirnya Luhan membuka suara memecahkan keheningan didalam mobil.

“Tadi itu eommaku,kenapa kau memanggil eommaku dengan sebutan ‘eomma’?”

“Tidak boleh?”

“TIDAK!”

“Baiklah”

“Cihh..”

 

Setalah sampai didepan rumah,aku melihat eomma telah menungguk didepan rumah dengan wajah yang sesumringah mungkin.

“Tumben sekali eomma mau menungguiku seperti ini”

“Siapa bilang dia menungguimu? Eommamu menunggu calon menantunya yang tampan ini”Luhan tersenyum meledek.

“Cihh…Oke kita liat,eomma menunggu siapa”

Aku berlari kecil untuk sampai ketempat eomma diikuti Luhan dibelakangku.

“Eomma menunggu siapa? Menungguku kan?”

“Aniyo,aku menunggu calon menantuku”

Kulihat disebelahku Luhan tersenyum mengejek sambil  menjulurkan lidahnya mengikuti eomma masuk kedalam rumah.

-didalam rumah-

“Luhan…”Eomma memanggil dari belakang sofa tempat Luhan duduk sambil memainkan ponselnya.

“Tadi aku sudah menelpon eommamu,beliau bilang tidak apa-apa.Bisakah kau menunggui Yoona sampai aku pulang,kebetulan aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan”

“Tentu eomma”

Darisini,bar kecil didekat dapur dan tak jauh dari sofa tempat duduk Luhan,aku melihat eomma mulai menjauh dan kudengar mobil eomma telah melaju dengan cepat.

“Bukankah,eommamu menyusun rencana untuk mendekatkan kita?”Luhan tersenyum menggodaku dan aku hanya menatapnya jijik.

“Siapa juga yang mau dijodohkan dengan manusia pembohong sepertimu!”Desisku kejam.

Kulihat tatapan Luhan yang tadinya mengejekku berubah drastis menjadi tatapan bersalah,sangat bersalah.

“Bisakah kau tidak membahas itu lagi,aku sungguh sudah capek mendegar kata bohong,pembohong….”

Luhan menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya pelan lalu melanjutkan kata-katanya.

“Aku sudah berusaha untuk menjelaskan,tapi kau sama sekali tidak pernah mau mendengarkanku!”

Aku terperangah kali ini mendengar ucapan Luhan.Seumur-umur baru kali ini aku melihatnya marah.

“Kenapa jadi kau yang marah-marah?”

“Terserah…!”

Luhan mengibaskan tangannya lalu meninggalkanku kembali ke sofa tempat duduknya semula.

Dia marah ? Cihh..biarkan saja dia marah.Lagipula itu bukan salahku,aku mengatakan yang sebenarnya,bahwa dia telah membohongiku.

Selama 1jam eomma pergi,dan selama itu pula Luhan mendiamiku.Pemandangan seperti apa ini? Biasanya dia paling heboh jika bertemu dengan Jinri,mereka akan bercerita tentang Bulan lah,bintang lah atau apapun yang mereka ketahui,mereka akan berbagi cerita.Melihat sikapnya yang seperti itu,Jinri menghampiriku dan berkata.

“Dia kenapa eonni?”Aku hanya mengangkat bahu dan terus mengunyah cemilan ku yang sengaja disiapkan eomma agar aku tidak bawel dirumah.

“Sepertinya semua karenamu,lebih baik kau minta maaf”

“Aniyo”

“Atau aku bilang eomma”

Aihh..dia pintar sekali membuatku kehilangan kata-kata.Beraninya dia mengancamku.

Dengan terpaksa aku melangkahkan kakiku yang terasa berat ini menuju sofanya.Dari belakang kulihat dia masih sibuk dengan ponselnya.Entah apa yang dilakukannya.Aku menghela nafas panjang lalu duduk disampingnya.

“Kau marah?”

“Aniyo,wae?”

“Hanya memastikan,aku hanya takut kau melaporkan ini ke eomma”

“Kalau aku laporkan?”

“Jangaaann!!!”Aku merebut ponsel dari tangannya dan tak disangka sekarang aku telah berada tepat diatasnya.

Luhan menatapku dalam dengan mata sayunya tapi terkesan tajam.Ditatapnya seperti ini saja sudah cukup membuat hatiku ingin berontak keluar.Tidak yoona,kau tidak boleh seperti ini! Dia bukan siapa-siapamu,jangan sampai kau jatuh dalam pesonanya,jangan sampai!.

Kulihat Luhan kembali mengacungkan ponselnya seperti ingin memberitahukan sesuatu…APA! EOMMA MENELPON!!!

Dengan pelan Luhan menekan tombol hijau dan mulai becakap-cakap dengan eomma.

“Ahh,Yoona hanya bertingkah sedikit eomma”

“…..”

“Ne,eomma”

Luhan tersenyum setelah mematikan ponselnya lalu menatap Yoona dengan tatapan mengejek.

“Apa kata eomma?”

“Eomma mu bilaangg…”

“Mwo?! Malhae!!”

“Eommamu bilang dia akan menghukummu jika kau terus bertindak kasar terhadapku”

“Aku tidak bertindak kasar! Itu semua karanganmu saja kan! LUHAANNN! AWAS KAU YA!”

Setelah cukup lama berkejar-kejaran,kami berdua kembali duduk dengan nafas yang terengah-engah.Diam..sunyi..itulah yang tercipta setelah kami asik berkejaran.

“Luhan-ah…”Akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan hal yang dari tadi kuperimbangkan.

“Hmmm…”Luhan berubah posisi menjadi tepat menghadapku lalu menatapku lama.

“Apa kau ‘masih’…emm.. mencintaiku?”Kulihat ekspresinya berubah menjadi serius

“Memang sejak kapan aku tidak mencintaimu lagi?”Luhan menjawab santai

“Aniyo…Apa kau menyetujui perjodohan itu?”

“Selagi itu bersamamu,kenapa tidak?”

“Hmm…”

“Wae?”

“Aku hanya sudah mempertimbangkan…”

“Mempertimbangkan apa?”

“Mempertimbangkan bahwa…sepertinya aku sudah sepenuhnya memaafkanmu dan aku mau menerima perjodohan itu…”Aku tau pasti sekarang wajahku sudah seperti kepiting rebus sangking groginya.

“Jinjja? Kau yakin? Kau sudah memaafkanku?”Luhan membelalakkan matanya dan memelukku erat.

Aku mengangguk dalam pelukannya,pelukan yang terkesan singkat tapi membuat sensasi yang sangat luar biasa.Hangat tubuhnya seakan berpindah ketubuhku.

Tuhan..semoga keputusanku ini benar…

CKLEK!

Pintu utama terbuka lebar dan memperlihatkan sosok eomma yang sedang senyum-senyum tidak jelas.Aku yang baru sadar kenapa eomma menatap kami berdua seperti itu langsung melepaskan pelukan Luhan dan menggaruk tengkukku gugup.

“Lanjutkan saja aktivitas kalian,eomma hanya menumpang lewat”Kulihat eomma berjalan cepat menuju kamarnya sambil menenteng entah apalah itu namanya.

“Aktivitas? Aktivitas apa coba? Eomma ada-ada saja”Aku menggelengkan kepala dan melihat Luhan sama seperti ekspresiku saat eomma datang dan memergoki kami yang sedang berpelukkan.Gugup.

“Mmm..eommamu sudah pulang kan? Aku pulang dulu ne..Ehh,See ya.Good night”Lalu Luhan melambaikan tangannya dan keluar dari rumahku.

Aku berbalik dan melangkahkan kakiku kekamar.Kulirik jam didekat tangga menunjukkan jam setengah 10.”hooaamm!”Aku menguap sebesar-besarnya sebanding dengan rasa kantuk yang tiba-tiba melanda.Haruskan tidur jam segini di malam minggu yang seindah ini? Sepertinya iya.Aku melanjutkan langkahku ke kamar dan merebahkan badanku keatas tempat tidur king size ku.

Hendak menutup mata,tiba-tiba suara pintu kamar terbuka.Daaann..jreng..jrengg..eomma sudah berdiri didepan pintu dan perlahan masuk lalu duduk diujung tempat tidurku.

“Aisshh,aku baru saja mau tidur,coba saja tadi aku menutup pintunya agar eomma tidak mengganggu tidurku”

“Ya!!”Eomma memukul kepalaku pelan.

“Apa kau sudah berbaikkan dengannya?”

“Ne”Jawabku singkat

“Dan kau mau menerima perjodohan ini?”

“Ne”Jawabku lagi

“Ok,baiklaahh”Eomma ngeloyor pergi begitu saja dengan wajah yang luar biasa senangnya lalu menutup pintuku keras.

“Jadi eomma hanya ingin bertanya itu? Jinjjayo? Aissshh!”

Aku kembali menarik selimut sampai menutupi seluruh badanku.

~~~

Hari ini Luhan mengajakku untuk dinner bersama,dan tentu saja eomma menyetujuinya selagi itu bersama Luhan.Setelah perjalanan yang merenggut waktu 20menit,Luhan memarkirkan mobilnya diparkiran yang telah disediakan dari restoran tersebut.

“Sudah sampai”Ucapnya sambil menarik kunci dari lubangnya.

Aku hanya mengangguk pelan dan segera turun dari mobil Luhan sambil memberbaiki dress selututku.Hari ini aku menggunakan dress putih dengan renda sedikit dibagian pinggirnya.Terkesan simple tapi enak dipandang.

Aku membuntut dibelakang Luhan sambil ber’wow’ ria melihat dekor restoran yang bisa dibilang mewah ini.Restoran ini tampak remang-remang dan dihiasi dengan lampion berukuran sedang berwarna pink yang membuat restoran ini tampak romantis,jadi wajar kalau restoran ini isinya sepasang kekasih.

Luhan memilih kursi dipojok ruangan besar ini dan menyuruhku duduk dihadapannya.Entahlah,aku hanya merasa kurang nyaman seperti ini,aku lebih senang duduk bersebelahan daripada harus berhadapan.

Aku hanya berdiam diri tidak tau apa yang harus kukatakkan dan tak lama pelayan datang membawakan buku menu.Astaga! buku menu saja kelihatan mewah!.Aku sibuk memilih makanan yang ada didalam meu dan menyebutkannya kepada pelayan setelah selesai memilih dan Luhan pun sama sepertiku.

“Hei…”Luhan menegur sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku yang membuatku terkesiap seketika.

“N-ne?”Jawabku gugup.Entah kenapa sejak kejadian tempo hari aku merasa canggung didekat Luhan.

“Kenapa melamun?”

“Aniyo,aku hanya melihat air hujan”

“Lebih baik kau lihat wajah tampanku ini daripada kau melihat air hujan itu”Luhan menunjuk air hujan yang jatuh mengenai kaca jendela dengan bibirnya.

“Pede sekali,kau itu cantik bukan tampan,bahkan kau lebih cantik daripada aku…..aku akui itu”Aku hendak melepaskan tawaku yang sudah mencapai puncak melihat Luhan hanya cemberut karena aku menyebutnya cantik.

Tapi aku benar kan? Luhan itu cantik,lelaki cantik yang tak kalah cantik denganku.Hahahaha! Aku hanya terkekeh geli memikirkannya.

Tak lama,pelayan yang sama datang sambil membawakan pesananku dan Luhan.Aku pun tersenyum manis saat pelayan itu mengucapka ‘terimakasih’ dengan sangat ramah kepadaku dan Luhan.

“Kenapa tiba-tiba kau mau menerima perjodohan ini?”Tanya Luhan disela makannya.

“Apa kau tidak mau aku menerima perjodohan ini?”

“Bu-bukaan,bukan seperti itu,aku hanya ingin tau”Luhan mulai gelagapan

“Itu rahasiaku,hanya aku dan tuhanlah yang tau”Aku menyunggingkan senyum manis tapi Luhan hanya menatapku dengan bibir yang mengkerut.Wajahnya yang cute tambah cute seperti itu,seperti saat dia ngambek.Tingkahnya sungguh seperti anak kecil yang tidak dikasih permen kesukaannya.

“Hmm…Luhan-ah!”Panggilku saat Luhan telah selesai dengan makanannnya.

“Hmm?”

“Aku punya satu permintaan”

“Apa itu?”

“Ahh..hmm…”Aku menimbang-nimbang antara memberitahu atau tidak,akhirnya aku memutuskan untuk tidak membertahunya dulu.Karena aku tidak mau dinner romantis ini dikacau dengan permintaan gila ku ini.

“Apaa! Katakan padaku!”

“Aniyo,aku berubah pikiran”Aku nyengir tanpa dosa tidak memperdulikan wajah Luhan kembali memberengut dan aku hanya bisa terkekeh geli melihatnya.Lagi-lagi dia bertingkah manja seperti anak kecil.

~~~

Author POV

Yoona melangkah gontai menuruni anak tangga satu-persatu.Setelah sampai di meja makan,yoona mengucapkan ‘selamat pagi’ kepada eomma yang telah menyiapkan sarapan untuknya.Tumben sekali.

“Appa kemana?”Tanya Yoona setelah melirik kesana-kesini tidak menemukan appanya.

“Appa ada urusan di Cina”

“CINA! Kenapa appa tidak mengajakku,aku sangat rindu dengan negara itu”Yoona mengerutkan bibirnya,membayangkan betapa senangnya dia bisa kembali ke negara dimana dia dibesarkan bukan dilahirkan.Walaupun yoona dari kecil di Cina,tetap saja dia lahir di korea.

“Eomma hari ini aku mau ke mall mencari kado untuk temanku…”

“So?”Jawab eomma cuek

“Aku minta kunci mobil eommaa”Yoona mulai gemas dengan eommanya yang pura-pura tidak tau bahwa mobil yoona telah disita selama 2minggu,entah apa alasannya eommanya.

“Baiklah,ambil di tas eomma”

“Okee”

Setelah seleai mandi,yoona segera masuk kekamar eomma,mengambil kunci dari tas eomma dan pergi.”I miss you”Gumam yoona setelah masuk kedalam mobilnya.Katakan yoona berlebihan,tapi inilah yang dirasakan yoona,cinta yoona sudah sangat permanen pada mobil silvernya ini.*kayanya author yang lebay hihi*

Perlahan yoona menjalankan mobil silvernya pelan menyusuri kota Seoul yang lembab karena cuaca yang sangat ekstrim.Setelah berapa lama menjalankan mobilnya akhirnya yoona sampai disalah satu mall besar di Seoul.

Yoona masuk kesalah satu toko pernak-pernik kecil didalam mall tersebut.Temannya memang suka aksesoris seperti ini.Yoona memandangi aksesoris yang dianggapnya lucu tersebut sambil tersenyum.Dia yakin temannya akan suka dengan ini.

“Kamsahamnida,silahkan datang kembali”

Yeoja penunggu kasir itu tersenyum ramah kepada Yoona dan memberikan barang yang dibelinya.Dengan langkah yang pelan-pelan,yoona berjalan sambil melihat-lihat toko kiri-kanannya.Yoona melihat toko wedding dress dengan manekin yang menggunakkan dress putih panjang,terkesan seksi dan elegant,entah kenapa yoona sangat ingin menggunakkannya.

Setelah selesai menatap manekin itu dari luar,yoona melanjutkan perjalanannya.Pandangan yoona terhenti seketika melihat namja yang sangat dikenalnya sedang menemani seorang yeoja yang sedang memilih baju untuk dirinya sendiri.

Tubuh yoona menegang saat mengetahui namja dan yeoja yang ada didalam toko tersebut.mereka adalaah…..

LUHAN! JIA!

TBC

Iklan

2 pemikiran pada “Talking To The Moon (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s