A Letter (Chapter 1)

Title    :  A Letter [‘this is LOVE’ Sequel]

Author: yosa lee (@yosalee93)

Main Cast    :  –    Baekhyun (EXO-K) as Baekhyun

–        Hyemi (OC)

Genre             : Romance

Length : 3 stories

Previous :       –    Marry me http://flowerislove.wordpress.com/2013/09/21/marry-me/

–          This is LOVE https://exofanfiction.wordpress.com/2013/10/18/this-is-love/comment-page-2/#comment-93317

 

Summary :

I LOVE you, byun baekhyun.

A Letter poster

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Senja hari ini tak akan pernah sama lagi seperti senja ku dulu, aku menemukan mu disisiku. Walaupun kau selalu ada di sini dalam waktu yang cukup lama, entah mengapa aku merasa kalau kau benar-benar ada sekarang. Di sini, di ruang kosong dibagian hatiku yang telah kusiapkan cukup lama.

Saat itu kau bilang “Menikahlah dengan ku”

Kau tahu,  melimbungkanku dengan pesona mu yang tak pernah pudar sejak 20 tahun lalu. Ah, Kini sudah menjadi 40 tahun.

Aku tak pernah paham arti cinta sehebat rasa yang kau punya, kau terlau istimewa walaupun kau sering menyebut aku yang istimewa. Namun tanpa kau sadari kau bahkan lebih,lebih dari sekedar istimewa.

Aku mencintaimu, selamanya.

Aku mencintaimu seperti rasa haus seekor rusa terhadap air.

Hujan mungkin bisa menyapu debu dan dedaun kering dari jalanan dan membawa mereka menghilang  menjadi partikel kecil. Seperti cinta itu, cinta yang kau berikan padaku jatuh seperti hujan, tapi tak sama, hujan itu tak hanya akan membawa debu dari sisi hidupku menjauh tapi juga membuat sekumpulan bunga bermekaran disana.

Aku mencintaimu, selamanya.

Kau membuat ku mengerti kalau cintamu tak butuh alasan, rasa yang kau tebar untuk ku setelah semua kepedihan yang ku berikan kau bungkus rapat dengan sebuah kasih tak terperi. Kau membuat ku sakit, sakit karena semua yang kau berikan terlalu tulus. Terlalu memabukkan ku, sampai aku tak lagi paham untuk alasan bodoh apa aku meninggalkan mu kala itu.

Ah… Maaf,

Aku tahu, itu sebuah kata paling tak ingin kau dengar, namun aku tak bisa menahannya. Aku menyakitimu terlalu dalam, membuat permukaan hatimu terluka hebat. Luka yang semakin lama semakin mengoyak seluruh hidupmu. Maaf.

Aku mencintaimu, selamanya.

Kau tahu, aku tak pernah suka membaca dongeng. Aku tak pernah ingin tahu apakah seorang cinderella benar-benar akan menikah dengan pangeran kalau dia tak memakai gaun indah. Aku tak pernah perduli. Tapi, entah mengapa kau membuatku percaya kalau itu mungkin saja. Aku, aku yang telah begitu menyakitimu dan memalukan masih kau beri dengan rasamu itu.

Kau membuat seluruh hidupku menjadi bagian dalam lembar-lembar ceritamu yang menakjubkan. Kau mengukir dengan setiap tinta di permukaan kertas itu dengan cintamu yang membuatku gila. Kau masih terus bernafas dengan hangat di tengkukku bahkan saat aku mulai keriput dan tak lagi bisa berdiri dengan kedua kakiku.

“aku tetap mencintaimu bagaimanapun kau sekarang” ah, kata itu. kata-kata dari bibirmu membuatku mati-matian menahan airmata ku. Aku tak akan menangis, karena kau akan menangis setelahnya. Kau begitu tulus.

Aku akan menunggumu seperti seorang puteri menunggu pangerannya.

Aku tak akan memaksamu untuk datang dengan cepat, aku akan menulis sajak-sajak dalam botol-botol kaca. Akan ku berikan nanti jika kau sudah tiba.

Aku mencintaimu, mencintaimu, sunggung mencintaimu. Selamanya

***

Epilog

Hyomin menyelimuti tubuh baekhyun yang mulai mendingin. Dia menaikkan suhu di kamar itu agar baekhyun dapat terelap. Dia baru saja akan meninggalkan baekhyun, saat jemari lelaki itu memegang tangannya dengan lemah.

“Biarkan aku ketempat hyemi sebentar” baekhyun berusaha agar suaranya terdengar biasa. Namun, kenyatannya suara nya tak lagi sama. Dia serak.

Hyomin menggenggam tangan baekhyun dan meremasnya lembut. Tangan itu dingin, padahal suhu ruangan sudah sangat hangat.

Salju mulai turun di luar sana.

“appa, jika appa sembuh nanti. Kita akan pergi kesana” sendu. Suaranya terdengar sendu.

“Biarkan aku kesana, kumohon. Sekali saja. Hyemi sangat merindukanku” baekhyun menahan sesuatu yang akan tumpah dari matanya.

Hyomin menyerah.

Kemudian disanalah mereka, di senja yang dingin dengan salju yang mulai jatuh satu-satu. Di pemakaman umum, rumah hyemi sekarang.

Hyomin berdiri tepat di belakang baekhyun, takut-takut kalau ayahnya itu tak sanggup berdiri. Gadis itu melipat kedua tangan di sisi bahunya yang mulai bergetar .

 ‘Tak ada yang boleh menangis’  jeritnya dalam hati.

Baekhyun beringsut di tepi makam hyemi yang masih lembab, hyemi telah meninggalkan dunia 1 minggu yang lalu.

“sayang aku datang” baekhyun meletakkan seikat bunga lyly di atas gundukan tanah itu.

“kau tak suka bunga. Iya kan? Tapi kau tak akan bersin, jadi tak apa kan?” baekhyun mengusap nisan itu dengan jemarinya yang mulai membeku.

“Mengapa kau pergi sendiri kesana, sayang? Mengapa kau tak mengajakku? Kita bisa pergi bersama. Apa kau takut sendirian disana?” baekhyun menyeka air matanya.

Baekhyun kemudian terbatuk beberapa kali. Hyomin dengan sigap mengangkatnya untuk berdiri.

“tidak, biarkan aku disini sebentar lagi” suaranya parau. Dia limbung, kepalanya mendadak pusing dengan dahsyatnya.

“ahk..” suaranya tercekat saat sebuah hentakan kuat menghantam setengah kesadarannya.

“appa, kau baik-baik saja. Ayo kita kembali kerumah sakit” hyomin memegangi lengan baekhyun dengan gusar. Dia baru akan mengangkat tubuh itu ke mobil saat sebuah rasa mengerikan menyentakkannya sekali lagi.

“Appa sadarlah. Jangan tinggalkan aku!”

 

Aku akan membawa cintamu bersama ku.

***

 

Thank’s for comment

Sorry kalau feelnya gak dapet  #hehe

 

Iklan

22 pemikiran pada “A Letter (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke marinizuu Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s