Being Used is So… Amazing (Chapter 3)

a91_zps1e6e8b06

Judul : Being Used is so… Amazing (1/20)_chap 2-5

Nama author : aliceninelovegazette

Genre : G

Main Cast : Luhan, Sehun, minor!EXO member

Foreword : Luhan memanfaatkan Sehun untuk memperoleh kepopularitasan pribadi di Korea karena di sana perhatian para fans akan lebih terpusat pada EXO-K daripada EXO-M. Somehow, Sehun mengetahui itu namun fan service begitu… menakjubkan?

Chapter 3

“Wah, KaiHun benar-benar epik!” teriak Baekhyun, menuju ruang ganti. Ia menggelayut di bahu Chanyeol, memonyongkan bibirnya. Berteriak kecewa karena perhatian BaekYeol sukses direbut sepenuhnya. Pertanyaan yang diajukan MC lebih mengarah pada KaiHun, satu-satunya couple yang jadi bintang hari ini. BaekYeol hanya diminta menjelaskan singkat bagaimana nama ‘BaekYeol’ didapatkan. Jawabannya klasik nan retoris, bukankah itu singkatan dari Baekhyun dan Chanyeol?

 

“Ey, cari sandaran lain sana!” komentar Chanyeol sambil mengenyahkan Baekhyun dari bahunya.

 

Baekhyun memukul bahu Chanyeol. “Yah, karena kekeraskepalaan, keengganan, ketidakpedulianmu, dan kekakuan sikapmu inilah BaekYeol kekurangan peminat! Kau tak menjawab pancinganku dengan benar!”

 

Chanyeol berteriak balik pada Baekhyun yang bertingkah seperti gadis pemarah pengidap PMS.

 

Suho muncul di samping dua orang yang sedang bersitegang itu. Sambil memisahkan bahu mereka berdua, Suho mengingatkan kembali mengenai kesuksesan yang baru mereka capai. Ada yang lebih penting daripada meributkan sesuatu yang… artifisial. “Yah, yah! Jangan bersikap kekanakan! Kenapa kalian tak bersitirahat sejenak? Kalian tak lelah?”

 

Baekhyun menjulurkan lidah pada Chanyeol sebelum pergi ke duluan ke ruang ganti.

 

Singkat cerita, fan signing berakhir sukses. Di hall, penonton masih bertahan di tempat mereka, menggaungkan nama-nama anggota EXO, berharap salah satu dari mereka muncul kembali ke panggung mengulang penampilan memukau selama 1 jam sebelumnya. Sayang sekali, fan signing benar-benar sudah berakhir, sekeras apapun fans berharap yang sebaliknya. Yang tersisa di perjalanan menuju ruang ganti sekarang adalah wajah-wajah lelah bercampur senyum kepuasan karena sudah menggelar fan signing dengan baik.

 

Satu orang tak menampilkan senyum yang sama meski ia merasakan kelelahan dan kepuasan sama besarnya seperti yang lain. Karena satu hal, satu hal saja demi Tuhan, Lu Han kesulitan mengembangkan bibirnya. Chen dan Lay memberinya tepukan bahu yang berarti ‘terima-kasih-atas-kerja-keras-mu’, dibalas Lu Han dengan seringai.

 

Mata sipitnya mengarah pada Sehun yang berjalan di samping Kai.

 

KaiHun. Begitukah Sehun menyebut couple-nya sekarang?

 

“Aish!” teriak Lu Han gusar setengah mati. Di sesi bincang-bincang, ia ditempatkan di antara Xiu Min dan D.O. Berjarak cukup jauh dari Sehun, diselang Lay, Chanyeol, Baekhyun, dan Kai. Kegusaran Lu Han bertambah banyak akibat ulah MC yang terus menyinggung KaiHun-KaiHun-KaiHun. Apa ia tak melihat banner HunHan bertebaran di depan mata? Berulang kali mendengar KaiHun membuat telinga Lu Han iritasi. Dalam sekejap ketenaran yang ia banggakan terenggut begitu saja?

 

Xiu Min menyenggol lengan Lu Han. Ia mempertanyakan kekeruhan ekspresi vokalis utama EXO-M itu. “Ada apa, uh?”

 

Lu Han mengindahkan pertanyaan Xiu Min, berjalan mendekati Sehun dan menggamit lengan pemuda langsing itu, mengagetkan Sehun sendiri dan juga Kai. Penolakan sempat Lu Han rasakan dari tarikan balik pertanda perlawanan. Lu Han menatap Sehun tajam. “Ikut aku sebentar” katanya.

 

Diiringi tatapan bingung dari Kai, Xiu Min, dan trio Kris, D.O, dan Lay yang berjalan di belakang, Lu Han menarik Sehun ke toilet. Agar tak ada yang menganggu, Lu Han mengunci pintu utama. Pembicaraan mereka kini bisa berlangsung tenang dan private.

 

Sehun masih tak mengerti maksud Lu Han. Otot tubuhnya terasa lelah dan perlu istirahat di ruang ganti, bukan di toilet dan… ehem, berdua saja bersama Lu Han. Ia berdeham. Kerongkongannya mendadak kering. “Hyung, ada apa ini?”

 

“Kita sudah membuat perjanjian HunHan, bukan KaiHun!”

 

“Ah~” Jadi ini semua menyangkut masalah itu.

 

Respon datar Sehun menambah kekesalan Lu Han. Begitu entengnya Sehun menanggapi kemarahannya. Kemurkaannya!

 

“Hyung, ini hanya permainan MC-sshi. Ia ingin memancing kehisterisan fans, itu saja. Kita tetap HunHan…”

 

“Menjadi KaiHun bila kau melakukannya bersama Kai! Kenapa kau mengikuti permainan MC-sshi? Jika itu hanya pemancing, kenapa kau berlakon dengan begitu baik? Kau sukses menghidupkan KaiHun!”

 

Sehun mengigit bibir bawahnya. Lu Han ternyata lebih serius dari dugaannya. Kemarahannya bukan main-main. Ia benar-benar marah akibat aksi KaiHun di atas panggung. Well, Sehun tak punya pilihan sejak Kai yang duduk di sampingnya terus-menerus memancing reaksinya dengan meletakkan tangan di atas pangkuan Sehun sambil mengajaknya bicara, merebahkan kepalanya ke pundak Sehun, atau membelai rambut Sehun yang berantakan. Tak ada pilihan lain selain membalas perlakuan itu dengan jawaban yang sepatutnya. Menimpa tangan Kai dengan tangannya, ganti merebahkan kepala ke bahu Kai, dan tersenyum penuh makna setiap kali jemari Kai mampir ke rambutnya. Apalagi MC-sshi terus menggodanya.

 

Posisi Lu Han terlalu jauh, tak memungkinkan untuk menjadi lawan mainnya, sementara suasana perlu dihidupkan. Di sana hanya ada Chanyeol dan Baekhyun yang hanya saling tatap dan bertukar senyum. Terlalu lamban menyalakan kehisterisan penonton. Maka Sehun menyambut penawaran Kai dan-

 

“Hyung, kenapa kau menganggap ini serius? Ini hanya urusan bisnis, kan?” tanya Sehun.

 

“Kau-“ Kata-kata Lu Han tertelan kembali. Sehun benar 100%. Ini hanya urusan bisnis, artinya, hanya sekedar untuk meningkatkan rating ketenaran EXO. Sehun melakukannya dengan baik bersama Kai. Histeria penonton berhasil disulut hingga berkobar hebat. Ketenaran EXO naik beribu-ribu kali lipat.

 

Lalu, kenapa ia harus marah sungguhan sampai sudut alisnya berkedut-kedut menahan emosi?

 

“Karena KaiHun makanya…”

 

Omong kosong!

 

Buang kenaifanmu itu dan akui kebenarannya, Lu Han! Kau frustasi menginginkan Sehun sebagai alat bantumu menembus hati fans Korea dan kehilangan Sehun berarti ucapan selamat tinggal pada semua ketenaran itu. Setelah ini kau akan setara dengan yang lain, sama sekali tak spesial.

 

“Ka-Karena aku butuh dirimu…”

 

Sehun terpana beberapa detik. Lu Han membutuhkan dirinya?

 

“A-aku pikir… a-aku membutuhkan dirimu…”

 

“H-Hyung…” panggil Sehun. “Maksudmu… kau cemburu pada Kai?”

 

Cemburu? YA.

 

Dalam konteks apa? Ha?

 

“Bi-bisa dibilang begitu” Lu Han tak tahu mengapa ia mengatakan itu. Pikirannya terlalu sulit diajak kompromi saat ini. Ia mengatakan apapun yang tercetus begitu saja tanpa dipikir dua kali. Ia terpaksa. Ia benar-benar membutuhkan Sehun, maka ia perlu sebuah penegasan agar Sehun paham maksudnya. “A-aku pi-pikir… a-aku…”

 

Sehun menempelkan jemarinya di bibir tipis Lu Han untuk membungkam lanjutan perkataan yang sudah ia ketahui. Ia tak akan membiarkan Lu Han mengatakannya karena ia terlihat kesulitan merangkai kata-kata. Terutama, karena ini adalah kesalahan pabo Oh Sehun. Dirinya. Ia akan melakukan ‘penebusan dosa’. “Tidak, Hyung. Jangan katakan itu! Aku tahu maksudmu” kata Sehun sambil mengulum senyum.

 

Lu Han berharap ia bermimpi saat melihat pipi Sehun merona kemerahan.

 

“Jadi selama ini Hyung bersandiwara menyembunyikan semua ini. Urusan bisnis hanya sebuah alasan, begitu? Ah, aku terlalu bodoh tak membaca tanda-tanda yang kau berikan. Nega paboya, jintja!” Sehun menghukum dirinya dengan memukul dahinya beberapa kali. “Harusnya aku tahu sejak awal!”

 

Sehun-ah, a-apa yang coba kau katakan?

 

“Hyung…” Sehun meraih jemari Lu Han dari samping tubuhnya, menjalinnya rapat di antara miliknya dan tersenyum malu-malu. Persis sikap seorang gadis di depan sang kekasih. Eh, begitukah? “Lu Han hyung, mianhae. Ke depannya, tak akan lagi ada KaiHun. Selamanya… hanya ada HunHan. Aku berjanji karena… aku pikir… aku… juga membutuhkanmu. A-aku… aku menyukaimu, Hyung…”

 

Mong.

 

Mong. Mong.

 

Mong. Mong. Mong.

 

MwoMWORAGO?!

 

 

 

 

 

 

 

4 pemikiran pada “Being Used is So… Amazing (Chapter 3)

  1. woaa, ini bagus… harusnya agak sedih karena kelihatannya sehun di sini salah paham (luhan belum sadar perasaannya atau memang belum punya perasaan apa-apa ya)… tapi ngebayangin reaksinya Luhan malah jadi lucu ^_^

    karakterisasinya Luhan beda dari yang biasa… aku selalu ngebayangin Luhan seorang yang super baik dan pengertian sih. tapi karakter yang kayak gini refreshing sih.. nice story, ditunggu kelanjutannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s