Sex Addict – This is a Real Baekhyun? (Chapter 4)

Tittle                : Sex Addict – This is a Real Baekhyun? (Chapter 4)

Main Cast        :

–           Park Han Seul (YOU / OC)

–           EXO’s Byun Baekhyun (Baekhyun)

–           Kim Jong In (Kai)

 

 

 

Author             : _Autumn59  nisautari94.wordpress.com

 

Length             : Chapter

 

Rating             : NC-17

 

Genre              : Alternate Universe, School Life & Romance

Note                : Tidak sepenuhnya NC yang terlalu membawa feel, tetapi bagi yang belum berumur 17 tahun mohon berpikir ulang. Dan maaf jika ada typo dsb.

 

———————————————————————————————————————

 

– Park Han Seul POV-

 

Aku menuruni tangga menuju dapur, dapat kulihat di bawah Baekhyun sudah menungguku di meja makan.

 

Well, tampilanku kekanakan sekali. Rambut terurai dengan poni yang diikat, hot pans dan baju yang super besar. Melebihi kapasitas badanku dan membuatnya terlihat seperti menggelembung.

 

“oh, uri Han Seul sudah datang. Cepat duduk dan makan”,

 

Baekhyun menepuk tempat duduk di sebelahnya. Kepalaku hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Tanganku mulai memakan hidangan yang disajikan Baekhyun, membuat pipiku sedikit menggelembung. Menambah kesan chubby di sana.

 

Dan kudengar suara ribut di luar. Perpaduan antara angin kencang, ranting yang bersentuhan serta hujan deras. Sungguh, aku tak suka ini. Kecuali jika aku sudah bergumul dengan selimutku di singgasana ranjangku.

 

“Baekhyun ah, ayo cepat selesaikan makanmu. Di sini dingin, aku ingin tidur”

 

Tanganku dengan cepat mengambil air mineral, mengalirkan pelepas dahaga itu di gurun sahara milikku. Dan tak lupa setelahnya mengambil tisyue untuk menghapus sisa sisa makanan di mulutku.

 

Kulirik Baekhyun sebentar, dia hanya tersenyum sambil menopang dagunya di antara kedua tangannya yang terkepal. Memandangku intens, dan itu cukup membuatku tak nyaman.

 

“Ya! Bacon.. apa yang kau lihat, eoh?”

 

Sungguh, apa ada yang salah dengan diriku? Atau bajuku? Atau lekuk tubuhku yang terlihat?  tapi itu mustahil. Aku sudah membersihkan wajahku dan pakaianku juga lebar, tidak mungkin dia bisa melihat lekuk tubuhku.

 

“Bukan apa apa”, jawabnya dan beranjak. “Oh, yasudah. Aku ingin tidur, di sini dingin”. Aku ikut beranjak. Namun, kurasakan tangan hangat Baekhyun menahan langkahku. Dan otomatis aku memandangnya heran.

 

“Bagaimana kalau ku hangatkan?”,

 

A-apa?

 

“A-apa maksudmu? Baekhyun, apa kau sakit? Tolong, ini tidak lucu”, aku mencoba untuk melepas genggamannya di tanganku.

 

“Aku tidak sedang bercanda nona Park”, Baekhyun berbisik di telingaku dengan suara parau, sedikit membuatku bergidik ngeri. Sejak kapan Baekhyun jadi begini?

 

“Bacon, lepas..”, suaraku sudah seperti memohon.

 

“Kalau aku tak mau, bagaimana?”, Hell.. kali ini bulu kudukku mulai merinding.

 

Dan tanpa kusadari, Baekhyun memasukkan kepalanya di leherku. Tangannya menyusup ke helaian rambutku. Tubuh kami sudah melekat sekarang.

 

Pikiranku melayang, tanganku terjulur lemas di sebelah badanku.

 

“Baek..”

 

“Apa?”, dapat kurasakan helaan nafasnya di leherku dan sedetik kemudian dia menggigit kecil kulit leherku. Membuatku sedikit tersentak, tanganku bahkan sudah mencengkram kuat kaos Baekhyun.

 

“Hentikan ini, Baek. Aku tahu kau sedang bercanda”, dengan nafas terakhir, aku mengucapkan kalimat itu sekuat tenaga. Tenagaku sudah menguap entah kemana.

 

“Sudah kukatakan, aku tak bercanda”. Baekhyun lalu membawaku duduk di atas lemari dapur, bersebelahan dengan kompor dan tempat cuci piring. Sedangkan tubuhnya tetap berdiri. Oh GOD, apa yang harus kulakukan.

 

Tangan Baekhyun merengkuh tubuhku, bibirnya menciumi setiap inci leherku. Lalu naik ke perpotongan dagu, pipi dan terakhir bibirku.

 

Darahku mendesir, memory di ingatanku berputar. 2 Tahun lalu, Baekhyun juga menciumku. Saat acara ulang tahunku. Namun itu hanya di pipi, tapi ini? Oh, aku bahkan tak menyangka dia bisa berbuat seperti ini.

 

Tenggorokanku meneguk saliva dengan lambat, bersiap mengeluarkan kata kata. “Baek, kau berlebihan. Ini sudah panas, terlalu panas malah”.

 

“Terlalu panas? Bagaimana kalau begini?”

 

Baekhyun kembali mencium bibirku lembut, membuatku menelusupkan tanganku ke helaian rambutnya. Tanganku tiba tiba terangkat, dan aku baru sadar. Baekhyun baru saja melepaskan kaos kebesaran milikku.

 

“Baek, dingin”

 

Dua kata, hanya itu yang dapat kulontarkan. Dan aku sudah seperti gadis bodoh yang labil.

 

Tangannya merengkuhku lagi, menelusuri punggungku lalu melepas kaitan di sana. Sedangkan aku malah mengeratkan tubuhku dengannya. Sungguh, ini dingin. Dan tubuh Baekhyun adalah satu satunya penghangat di ruangan ini.

 

Aku bahkan merasa diriku terombang ambing. Seakan akan berada di gurun pasir, namun berdekatan dengan Antartika.

 

Sekilas, kulihat Baekhyun memandangku seduktif.

 

Tangannya bahkan sudah menangkup kedua dadaku. Meremasnya perlahan dan sesekali memasukkan jarinya jarinya di antara kedua nya. Perlakuannya bahkan sudah membuat kain yang menutupi tubuh bagian atasku toples. Kain braku terjatuh di lantai. Berdekatan dengan kakinya.

 

Aku semakin mengeratkan pelukanku, menempelkan kepalaku di dada bidangnya. Tubuhnya hangat, aku menyukainya.

 

Baekhyun mulai menggerakkan tangannya liar, yang tadinya hanya sekedar meremas, sekarang dia sedikit mencubit ujung dadaku serta memelintirnya perlahan.

 

Dia menarik nippleku ke atas, lalu membengkokkannya ke bawah. Aku bahkan bingung menjabarkannya. Yang pasti, aku merasakan sensasi yang campur aduk akibat ulahnya.

 

Hey, aku tahu ini salah. Hati kecilku juga berkata tidak. Namun tubuhku tidak merespon apa yang kuinginkan. Atau mungkin setengah keinginanku. Karena aku mulai merasakan kenyamanan bersamanya.

 

Yang aku pikirkan adalah, mengapa Baekhyun bisa seperti ini? Dan mengapa dia melakukannya padaku? Bukankah selama ini kita hanya, bersahabat?

 

Argh, masa bodoh dengan semua ini. Aku terlanjur menikmati setiap perlakuannya. Cuaca yang dingin menambah keinginanku untuk terus menempelkan tubuhku padanya. Kulit Baekhyun terlalu hangat untuk di lepas.

 

Kurasakan dekapanku mengendur, Baekhyun menurunkan badannya hingga kepalanya berada tepat di depan kedua payudaraku. Membuat tanganku kini beralih menelusuri helaian rambutnya.

 

Wajahnya mendekat, lidahnya menelusuri pinggiran nippleku. Tangannya menangkup kedua buah dadaku berdekatan, berimpit. Mulutnya mengulum nippleku dengan kencang berkali kali, membuatku menjambak rambutnya.

 

Aku tak bisa menahan mulutku untuk tersentak, ketika giginya sesekali menggigit nippleku. Membuat tanganku mendorong kepalanya semakin dalam mengulum ujung dadaku.

 

Baekhyun melakukan ini berkali kali, membuat tubuhku merasakan hawa panas.

 

Ini gila, ini membingungkan, ini hangat, ini memabukkan dan ini membuatku tak bisa lepas dari sosoknya, Byun Baekhyun.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Aku menggeliat pelan, lalu kulitku merasakan seperti bersentuhan dengan sesuatu yang hangat. Dengan terpaksa, aku membuka mataku perlahan. Ugh! Tubuhku serasa remuk, pinggang dan selangkanganku terasa sakit, kenapa ini?

 

Baekhyun, nafasku seketika terhenti melihat wajahnya di depanku. Dan sekelebat kejadian kemarin berputar di otakku. Desahan desahan itu, kehangatan itu. Aku mengingatnya, mengingatnya dengan jelas. Namun, ada beberapa bagian yang aku lupa.

 

Bagaimana caranya Baekhyun membawaku dari lantai bawah ke atas sini? Dan, ugh! Kenapa dia membiarkan juniornya masih menancap di dalam tubuhku.

 

Aku ingin mendorong tubuhnya yang memeluk pinggangku. Namun sesuatu di bawah sana tergerak. Membuat mataku melotot, dan kurasakan Baekhyun mulai bangun. Dengan cepat, kututup kembali kedua mataku. Berpura pura tidur.

 

Baekhyun membelai pipiku dan mau tak mau aku membuka mata. Menatap mata indahnya.

 

“Sudah bangun, hem?”, Suatu kalimat tanya yang mungkin tak penting karena dia bisa melihat jawabannya dengan sendiri.

 

Aku mengangguk lalu menempelkan tanganku ke atas kulit tangannya yang membelai pipiku. Menghentikan aktifitasnya bergerak di sana.

 

Kami terdiam, menatap satu sama lain. Jarak kami begitu dekat, deru nafasnya dapat kurasakan, hangat.

 

“Jadi, nona Han Seul.. ada yang ingin kau tanyakan?”, Baekhyun tersenyum, sangat manis!

 

“Banyak”, jawabku pelan.

 

“Umm, kenapa kau tiba tiba melakukan ini padaku? Kenapa kau seperti ini? Aku tahu ini bukan dirimu.  Kita hanya bersahabat, benar? Dan kenapa kau kelihatan tenang sekali setelah melakukan ini?”.

 

“wow wow.. tenang Han seul-aa. Kau bertanya dengan bertubi tubi”.

 

Baekhyun mengecup bibirku singkat, tersenyum dan membuka mulutnya.

 

“Kau masih belum mengerti? Aku mencintaimu, Park Han Seul, sejak lama”, Baekhyun memeluk pinggangku, menempelkan tubuh kami tanpa celah sedikitpun.

 

“Dan kau bertanya kenapa aku seperti ini? Well, inilah diriku. Aku mungkin sudah menahannya sejak lama, sejak bertemu denganmu. Dan tadi malam, adalah ambang batasku”.

 

Aku menatapnya tak percaya. Wajah sepolos Baekhyun? Ambang batas? What The Hell!

 

“Sahabat? Oh, bagaimana kalau melakukannya dengan maksud lebih? Kau tahu, lebih dari sahabat. Tenang? Aku juga tak tahu. Ini mengalir begitu saja”

 

Bersamaan dengan jawaban terakhirnya, dia melepaskan kontak tubuhnya dengan tubuhku. Dia bersingsut ke atas, membuat kepalaku sekarang berada di dekapan dada bidangnya.

 

“Sekarang, kau milikku. Park Han Seul. Bukan milik orang lain, entah itu Jong In atau siapa. Kau, seutuhnya milikku. Dan aku tak akan membiarkanmu pergi setelah ini”

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Aku mengeratkan syal di leherku. Tak ingin seisi sekolah tahu ada beberapa bekas di sana. Dan ugh! Tanganku, seluruh tubuhku apalagi selangkanganku terasa sakit.

 

Tanganku semakin sakit setelah membersihkan sprei kasurku agar bersih kembali dari darah yang berasal dari perbuatan Baekhyun kemarin malam.

 

Dan untungnya, Baekhyun sedang ada urusan sekarang. Aku masih sedikit gugup jika berada di dekatnya.

 

Yang harus kulakukan sekarang adalah, menghindari seseorang bernama Kim Jong In. Entah mengapa, ada perasaan takut membayangkannya.

 

Baru saja aku ingin melewati pintu kelas, sebelah tangan sudah menarikku kasar kearah belakang sekolah. Dan ini adalah hal yang menakutkan. Mengingat siapa pemilik tangan yang menarikku ini.

 

 

“Jong In, lepas!”, aku sedikit berteriak. Membuat kami berhenti di depan pohon besar di sini.

 

“Kau! Sudah kubilang kau adalah milikku! Tubuh ini milikku! Apa kau tak mengerti juga?!”

 

 

Jong In berteriak, wajanya merah padam. Dia marah, aku tahu itu. Dan dengan kasar dia mendorongku ke batang pohon. Membuat punggungku sedikit nyeri.

 

 

“Bagaimana..”

 

“Kau bertanya bagaimana aku bisa tahu?! Demi Tuhan, Park Han Seul! Aku tahu semua tentang ini. Syalmu! Dan caramu berjalan terlihat berbeda!”

 

“Kai..”

 

“Aku sudah menduga ini! Baekhyun tidak mungkin hanya menjagamu tadi malam. Dia juga laki laki Park Han Seul! Tidak mungkin dia bisa menahan nafsu jika tahu kalian hanya berdua di dalam rumah!”

 

Nafas Kai tersengal, dia lelah. Lelah memerahiku dan meluapkan amarahnya. Aku mencoba menggapai tangannya. Namun dia menghempaskannya.

 

Dan malah beralih melumat bibirku kasar. Membuatku sekarang merosot duduk di akar pohon dan bersandar di sana.

 

Tangannya tak tinggal diam, dia meremas kasar payudara kananku. Ini sakit, sungguh. Aku tak tahu harus apa sekarang. Ada seberkas rasa bersalah padanya. Namun aku juga ingin membela diri. Aku hanya diam, merasakan perlakuannya.

 

Dan nyeri itu datang lagi, di bawah bagian tubuhku. Kai baru saja mendorong lututnya ke selangkanganku. Sakit, nyeri dan aku takut jika di bagian sana bisa saja robek. Ini, complicated..

 

“Kai, sakit”, aku berbicara di sela sela lumatannya. Dan dia malah semakin mendorong lututnya ke arah vaginaku, tangannya juga semakin kencang meremas tubuh bagian atasku. Dan cairan asin mulai kurasakan, sepertinya bibirku berdarah.

 

 

Namun bukan hanya itu, pipiku seperti juga terkena cairan. Dan aku sadar sekarang, Kai menangis. Tapi kenapa?

 

Oh, aku tak perlu tahu kenapa sekarang. Yang penting, aku harus bisa pergi dari sini sekarang. Ini terlalu menyakitkan!

 

Dengan sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya, berdiri lalu berlari meninggalkannya mematung di sana.

 

 

Aku perlu sendiri, ya sendiri.

___________a_u_t_u_m_n__________

 

TBC~

Gimana? Disini Part Baekhyun serasa lebih banyak..

Dan aku ngerasa konfliknya udh mulai muncul. Apa masih kurang?

Well, need your coment guys.

Kalau enggak, aku gk terlalu bersemangat melanjutkan FF ini.

‘coz your coment is my oxygent ^^

Okay, Nisa Utari / Autumn / Park Hye Na *bow*

Iklan

153 thoughts on “Sex Addict – This is a Real Baekhyun? (Chapter 4)

  1. byun baekhyunnn apa kau sekarang berani dengan permainan yadong 😱😨 apalah itu semua terserah authorr 😍😍
    hai author aku pembaca baru disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s