Talking To The Moon (Chapter 5)

Title : Talking To The Moon

Author : Yoora Hwang

Genre : Romance,Friendship,Sad Maybe (?)

Length : Chaptered

Rating :G

Main Cast :-Im Yoona (SNSD)

-Xi Luhan (EXO)

Other Cast:-Kim Jongin (EXO)

-Jia

Chapter 5

PicsArt_1379526771965

Author POV

Pandangan yoona terhenti seketika melihat namja yang sangat dikenalnya sedang menemani seorang yeoja yang sedang memilih baju untuk dirinya sendiri.

Tubuh yoona menegang saat mengetahui namja dan yeoja yang ada didalam toko tersebut.mereka adalaah…..

LUHAN! JIA!

‘Sedang apa mereka disini? Kenapa Luhan lebih memilih Jia daripada aku? Kenapa dia mau menemani Jia sedangkan menemaniku tidak  mau?’Yoona menyesal dalam hati telah memaafkan Luhan,dan sepertinya yoona akan menarik kata-katanya tempo hari.

Air mata telah mengenang dipelupuk mata yoona tanpa instruksi dari dirinya.”Dasar mata pengkhianat”Yoona tersenyum sinis lalu lari sekencang-kencangnya setelah Luhan mendapati dirinya sedang melihat adegan didepannya tadi.Yoona tidak perduli,sepanjang jalan yoona hanya diperhatikan oleh semua orang bahkan sebagian orang ada yang berbisik entah apa yang dikatakan mereka.

Yoona mendengar Luhan berkali-kali memanggil namanya dan itulah yang membuat langkah Yoona semakin cepat dan air matanya pun ikut mengalir deras.

~~~

“Bagaimana dengan ini?”Yeoja dihadapan Luhan ini sibuk sendiri memilih pakaian dan meminta pendapatnya

Yeoja ini bukanlah yoona,tapi Jia.Dia memaksa Luhan untuk menemaninya,alasannya hanya ingin membeli kado untuk eommanya tapi ternyata dia juga membeli keperluannya sendiri dan membuat Luhan pusing setengah mati diajak berkeliling dengannya.Untung saja dia ini tidak menyerahkan barangnya kepada Luhan.

“Tadi bukannya kau ingin membeli kado untuk eommamu?”

“Ehh..mm..ne,nanti kita ke butik yang disana”Jia menunjuk butik yang terlihat ‘girly’

Luhan hanya mendesah pasrah,ternyata menemani yeoja berbelanja itu sangat membosankan.

Luhan menyapukan pandangannya keseluruh penjuru butik ini,dan tak sengaja mata Luhan  menangkap sosok yeoja yang sangat ia kenal.Yeoja itu mengenakan baju kaos putih dan jeans dongker…dan…yeoja itu menangiss!!! Yoona !!

Kenapa dia menangis? Apa aku membuatnya cemburu? Ini semua karena Jia!! Sial!.Dengan sigap Luhan berlari untuk mengejarnya yang sudah cukup jauh didepannya.Luhan berusaha berteriak sekuat-kuatnya,tidak perduli apa tatapan orang kepadanya,yang penting dirinya bisa menjelaskan semuanya kepada Yoona.Dibelakangnya Luhan dengar juga Jia memanggil dengan keras.Tapi tidak diperdulikan,karena Luhan hanya ingin Yoona,hanya dia!

“Yoonaa!!”Yoona tidak berbalik bahkan terus mempercepat larinya

….

Luhan semakin mempercepat langkahnya untuk cepat mendapatkan Yoona yang sudah jauh didepan.

Setelah cukup jauh berlari,yoona berhenti berlari karena didepannya tepat berada segerombolan orang untuk mengantri ‘ATM’ sehingga yoona tidak bisa lewat.Melihat itu Luhan pun langsung berlari sekuat-kuatnya untuk membawa yoona kemanapun dan menjelaskan semuanya.

Yoona seringkali memberontak saat Luhan membawanya paksa ke tempat sepi yang kemungkinan kecil dapat ditemukan dengan Jia.

“Lepasakan aku! Aww! Sakit!”

“Diam,kumohon.Aku tidak mau orang berfikir macam-macam”

Akhirnya Yoona terdiam dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Luhan.

“Apa kau sudah puas?…menyakitiku?”Ujar Yoona masih terisak

“Yoon…”

“Apa kau tidak tau,betapa sakitnya aku setelah kau bohongi? Dan sekarang,kau malah menambah kesalahanmu”

“Yoon,deng….”Lagi-lagi ucapan Luhan terputus karena yoona yang masih terus nyerocos tanpa memberikannya kesempatan untuk berbicara.

“Apa kau tau? Aku sudah sepenuhnya memaafkanmu,menerima perjodohan itu.Tapi inikah balasanmu? Kau pergi dengan perempuan lain yaitu Jia,sahabatku? Kenapa kau tidak bilang kalau kau menyukainya.Jadi dari awal aku tidak pernah mau memaafkanmu bahkan melihat wajahmu”Yoona berkata dengan nada datar tapi jujur itu membuat hati Luhan seakan teriris.Sakit,sangat sakit.

“Yoona!!!”

Kulihat Yoona menghentiakan pembicaraanya saat mendengar Luhan meneriaki namanya.Sungguh,saat ini emosinya sangat tidak bisa terkontrol.

“Apa?! Apa?! Kau mau bilang kalau kau mulai menyukai Jia karena dia lebih cantik dariku? Apa kau puas sekarang,hah?”Yoona menghela nafas lalu melanjutkan dengan nada lirih.

“Sekarang kau bebas Luhan,kau bebas dengan siapapun.Aku akan bilang ke eomma kalau aku membatalkan perjodohan ini..”

“Tapi yoon…”

“Aku tidak akan membawa namamu”Yoona berkata Lirih lalu pergi meninggalkan Luhan yang sedang terperangah hebat.

Ingin sekali rasanya berlari mengejar yoona yang belum cukup jauh dari tempatnya berdiri,tapi Luhan tidak bisa.Sekilas saja melihat wajahnya,luhan akan selalu teringat dengan kata-kata yang menusuk hatinya saat ini.

“Lu-luhan..”Panggil seorang yeoja bersuara lembut tepat dibelakang Luhan.

“Hei,apa sudah selesai membeli kado untuk eommamu?”Luhan berusaha tegar didepan Jia,luhan tidak mau Jia merasa bersalah terhadap hubungannya dengan Yoona.Bagaimanapun juga Jia adalah sahabat yoona.

“Sudah”Jia mengangguk kaku lalu Luhan menggandeng legan Jia untuk segera pulang.

Disini.Dari kejauhan,yoona masih melihat kejadian yang baru saja terjadi.Bukannya memarahi Jia karena sudah membuat Yoona salah paham,dia malah menggandeng tangan wanita itu sambil tersenyum.Senyum yang terlalu dipaksakan.

Langit mulai menghitam,dan setetes air pun jatuh mengenai punggung Yoona yang masih menunduk menyembunyikan isakannya.”Kenapa kau tega denganku,luhan-ah”Yoona kembali terisak.Bukannya berlari,yoona malah berjalan sambil saling memegangi kedua sikunya.Bajunya sudah sangat basah kuyup.Yoona sudah sampai dimobil,tapi alangkah beratnya kaki yoona untuk sekedar memijak gas,pergi lalu tidur melupakan semua yang terjadi.

“Sial! Kenapa kaki ini tidak bisa digerakkan”Yoona kembali terisak setelah bersusah-payah untuk memijak gas.Akhirnya setelah cukup lama mencoba,yoona menjalankan mobilnya dan berlalu meninggalkan parkir mall tersebut.

 

Yoona berusaha berjalan cepat agar sampai kedalam kamar dan mengganti baju agar tidak ketahuan eommanya.Tapi dugaan yoona salah,daritadi eomma sudah berada dibelakangnya.

“Astaga! Kenapa kau basah kuyup seperti ini? Cepat mandi dan ganti bajumu setelah itu jelaskan kepada eomma”Ujar eomma yoona yang tampak khawatir dengan kesehatannya.

“Ne..eo..hacihhh..mma..”

“Ya! Cepat mandi dan minun obat flu”Eomma mendorong yoona sampai kedepan kamarnya.

“Pasti ini ada hubungannya dengan Luhan…Dasar anak muda”Eomma hanya menggeleng memperkirakan kejadian apa yang terjadi lagi dengan mereka berdua.

Setelah selesai mandi yoona menggunakkan piyama kebesaran berwarna hijau mudanya dengan handuk yang masih diatas kepala.Yoona turun kedapur,mengambil obat flu dan duduk disebelah eomma untuk menceritakan semuanya.Menceritakan bahwa Yoona ingin membatalkan perjodohan itu ‘lagi’.

“Ada apa?”Eommanya bertanya dengan mata yang masih tertuju pada majalah keluaran bulan ini.

“Aku ingin membatalkan perjodohan ini”Ucap Yoona to the point yang membuat eomma menoleh seketika.

“MWO!!”Pekik eomma dan tidak dihiraukan oleh Yoona.

Yoona mengangguk mantap lalu menelan obat flu yang tadi diambilnya dari dapur.

“Kenapa lagi hah? Kenapa tiba-tiba sekali?”

“Aku hanya merasa bahwa ternyata Luhan memang bukan jodohku eomma”

“Bagaimana kau bisa tau kalau Luhan bukan jodohmu? Jodoh ditangan tuhan sayang…Apa kalian bertengkar?”

Yoona terdiam seketika saat pertanyaan eomma tepat sekali dengan yang dialaminya beberapa jam yang lalu.

“A-aniyo”Jawab yoona gugup

“Kotjimal!”

“Ne,aku tidak bertengkar!”

“Oke..baiklah,tidurlah sana.Eomma akan menelpon Luhan untuk menanyakan yang sebenarnya”

Ingin sekali memberontak dan merebut ponsel eomma.Tapi yoona tidak ingin semuanya terbongkar.Jika yoona mengambil ponsel eomma,tentu saja eomma akan curiga.

Luhan POV

Aku berjalan gontai sambil sesekali menguap karena kondisi fisikku yang down setelah kejadian tadi,dimana Yoona mengatakan bahwa dia akan membatalkan perjodohan ini.Ini semua salahku,andai saja aku tidak menemani Jia berbelanja,yoona tidak akan mau membatalkan perjodohan ini.

Arrgghhh!

Tok..tok..tok

Ketukan pintu menyadarkanku yang baru saja hendak memejamkan mata.Dengan langkah gontai aku kembali membuka pintu yang telah kukunci rapat-rapat.

“Ada apa bi?”

“Tuan muda dipanggil sama Nyonya besar di ruang kerja”

“Baiklah bi,aku kesana”

“Baik tuan”

Tok..tok..tok..

Aku mengetuk ruang kerja ‘Appa’ bukan eomma,tapi kenapa tadi bibi bilang dipanggil eomma? Ahh sudahlah.

“Masuk”Suara eomma samar-samar terdengar dari dalam.Ternyata juga ada eomma di ruang kerja appa.

“Ada apa eomma,appa?”

“Begini…”Appa melanjutkan kalimatnya “Kau taukan Appamu ini sudah tua? Jadi apa sudah tidak sanggup lagi melihat berkas-berkas yang menumpuk di kantor dan di ruang kerja ini”

“Maksud Appa?”

“Appa ingin kau mewarisi perusahaan Appa,appa ingin kau mengurus perusahaan ini bersama istrimu nanti Im Yoona..”

Aku tertegun mendengar kata-kata Appa tentang Im Yoona..Yeoja yang sangat kucintai,tapi dengan begitu mudahnya melepaskanku dengan membatalkan perjodohan yang sudah dipersetujukan olehnya.Dan eomma tidak boleh tau tentang batalnya perjodohan ini,apalagi Appa.Bisa-bisa Jantung Appa kembali kambuh.

“Tapi Appa….”

“Appa yakin,kau bisa mengurus semuanya”Appa dan eomma berlalu meninggalkanku di ruang kerja Appa.Sebelum pergi Appa menunjuk tumpukkan berkas-berkas yang sama sekali aku tidak tau apa.Membayangkan pulang larut malam,kantung mata yang mulai menghitam dan yang lainnya seperti Appa saat masih bekerja cukup membuat ku bergidik ngeri.

Drrtt…drtt..

Ponsel di saku celana ku bergetar panjang tanda telpon masuk.Dengan segera aku meraih ponselku dan melihat nama penelponnya.Jia.Kenapa lagi dia menelpon? Hufftt….

“Yoboseyo?”

“……..”

“Baiklah aku kesana,sepertinya aku akan terlambat.Tidak masalah kan?”

“……”

Dengan malas aku berjalan kekamar dan mengganti baju lalu pergi ke café yang sudah dijanjikan oleh Jia.Semoga disana aku tidak bertemu Yoona.Aku tidak mau dia melihat Jia bersamaku lagi.

~~~

Aku memasuki café di pinggir sungai Han (Café yang sering kukunjungi bersama Yoona).Kulihat disana telah duduk yeoja yang mengajakku bertemuan.Entah apa yang ingin dikatakannya.Apapun itu aku tidak perduli,sekarang yang kukhawatirkan hanya bertemu Yoona disini.

“Seperti yang kubilang,aku pasti terlambat”Aku langsung duduk dihadapan Jia yang sedang asik dengan ponselnya.

“Tidak apa apa”

“Jadi,kau mau bicara apa?”Tanyaku to the point

“Aku hanya ingin meminta maaf,karena akulah penyebab semua kekacauan diantara kau dan Yoona…”

Aku hanya mengangguk dan Jia melanjutkan perkataannya.

“Jujur,dulu aku menyukaimu,entahlah aku tidak tau menyukai atau sekedar mengagumi,yang jelas aku selalu merasa nyaman dan aman bersamamu.Setelah aku tau bahwa kau dan yoona dijodohkan sepertinya aku akan berusaha melupakanmu..tapi…..”

“Tapi apa?”

“Bolehkah aku memelukmu sekali saja,walaupun aku tidak bisa bersamamu paling tidak aku bisa sekali saja memelukmu”

Tubuhku menegang seketika mendengar perkataan Jia,apa dia ingin memelukku? Bagaimana jika tiba-tiba yoona datang dan melihat semuanya? Tapi mata sayu Jia telah menghipnotisku,aku hanya bisa pasrah saat Jia telah duduk disebelahku dan memelukku,mau tidak mau aku harus membalas pelukannya.Jia berjanji tidak akan mengangguku dengan Yoona lagi asalkan dia bisa memelukku sekali saja.Sekali tidak masalah.Aku menaikkan tanganku untuk mengelus kepalanya pelan.Ini hanya untuk membahagiakannya.

“Ehhmm,maaf mengganggu”

Kudengar suara deheman seorang yang kukenal.Yoona!! Oh tuhann!! Kenapa harus terjadi!!

“Yoona?”Aku membeku ditempat setelah melihat senyuman yoona,senyuman yang terkesan dingin dan tidak perduli.

“Maaf mengganggu,aku hanya ingin mengatakan kepadamu ‘Luhan-ssi’ bahwa perjodohan kita sudah batal,aku sudah bilang kepada eomma semuanya,dan aku tidak mau lagi bertemu denganmu.Terima kasih,selamat melanjutkan aktivitas kalian”Yoona kembali tersenyum kearahku.

“Yoonaa!!”Kudengar Jia berlari mengejar yoona dan aku hanya mematung ditempatku semula membayangkan yoona tidak ingin bertemu denganku lagi membuat hatiku perih,sangat perih!.

Yoona POV

Aku memarkirkan mobilku didepan parkiran café pinggir sunga Han tempat langgananku.Tak sengaja mataku menangkap sosok dua manusia yang telah mengkhianatiku,siapa lagi kalau bukan Luhan dan Jia.Dengan sigap aku langsung turun dari mobil untuk menemui mereka untuk menjelaskan semuanya.

“Ehhmm,maaf mengganggu”Aku berdehem singkat lalu langsung ke pointnya.

Kulihat disana Luhan terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba dan disaat mereka manusia berdua ini lagi berpelukan.Astaga! astaga! Kenapa mataku panas? Tidak,aku tidak boleh cemburu karena melihat mereka berdua!.

“Yoona?”

“Maaf mengganggu,aku hanya ingin mengatakan kepadamu ‘Luhan-ssi’ bahwa perjodohan kita sudah batal,aku sudah bilang kepada eomma semuanya,dan aku tidak mau lagi bertemu denganmu.Terima kasih,selamat melanjutkan aktivitas kalian”Aku tersenyum ramah diluar tapi hatiku berkata lain,hatiku seakan ingin menangis.Ingin sekali.Aku dengan cepat berlari meninggalkan manusia berdua itu yang masih melongo-longo seperti orang bodoh.

“Yoonaa!!”Kudengar samar-samar Jia memanggilku dari belakang dan itu yang membuatku semakin berlari kencang.Tapi aku tau Jia itu larinya cepat dan tidak butuh waktu lama tanganku telah ditangkap dengan tangan Jia.

“Apa lagi?”Tanyaku gusar dengan airmata yang masih berada di pelupuk mata.

“Aku memang menyukai Luhan,tapi itu dulu,sebelum aku tau bahwa Luhan dan  kau sama-sama saling suka!”

Aku hanya bisa terpaku menatap Jia yang masih melanjutkan perkataanya.

“Dan demi tuhan yoon! Aku tidak menyukainya lagi!…oke kau boleh bilang aku pengkhianat atau apapun,terserah yoon.Dan pelukan tadi,itu aku yang minta,karena aku tidak bisa memilikinya paling tidak aku hanya minta pelukan itu sekali seumur hidupku”Aku hanya terdiam mendengar perkataan Jia.

“Terserah yoon,Terserah!! Yang jelas aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu!”Jia berlalu meninggalkanku yang masih melongo disini.Jia kembali kedalam café untuk mengambil tasnya dan akupun langsung memasuki mobil lalu pulang,sebaiknya aku harus berkeliling dulu agar bekas airmata tidak bersisa di wajahku.

~~~

Author POV

“Mau kemana?”Luhan bertanya kepada Jia yang sudah membereskan barang-barangnya.

“Aku mau pulang,aku tidak sanggup berlama-lama disini”

“Tunggu dulu.Kau ingin yoona memaafkanmu kan?”

Jia terdiam seketika lalu mengangguk.

“Duduk dulu,tadi eomma yoona melihat semua kejadian yang barusan terjadi dan eomma yoona akan segera masuk ke café ini untuk menyusun rencana agar yoona mau memaafkanmu dan juga aku”

“Baiklah”

Taklama setelah Luhan berbicara akhirnya eomma yoona datang dengan kaca mata hitam (agar tidak ketahuan oleh yoona).

“Maaf,tadi eomma ada urusan sedikit”

“Tidak apa-apa eomma”Luhan tersenyum manis lalu eomma mulai berbicara.

“Eomma..maafkan aku”Wajah Jia terlihat penuh penyesalan.

“Gwenchana,Luhan anak yang tampan,jadi wajar jika banyak yeoja yang mengaguminya”Eomma mengelus kepala Luhan pelan

Dan Luhan hanya tersenyum malu malu sambil kembali menatap eomma dihadapanya.Luhan sangat tidak sabar untuk mengetahui rencana eomma yoona.

“Jadi apa rencana eomma?”

“Rencana eomma adalah…..”

~~~

Hari ini ulangtahun yoona,tak sama dengan anak lainnya.Dihari ulang tahun,yoona malah mengurung diri dikamar,merutuki nasibnya yang sangat tragis.

Yoona hanya menangis menatap wallpaper ponselnya,disana masih terpampang nyata *Author korban Syahrini* foto luhan bersamanya.Walaupun sakit,entah kenapa dia sama sekali tidak ingin mengganti wallpaper ponselnya.Foto saat mereka sedang tersenyum bahagia bersama.Itu hari terakhir mereka bertemu sebelum kejadian di mall itu.

“Hmmm..”Yoona berdehem panjang,kenapa di hari bertambah usianya dia malah semenderita ini?

Dengan malas yoona menuruni tangga lalu menuju dapur.

“Ini dapur seperti di film horror saja.Kenapa sepi sekali? Bibi jung dimana?”

“BIBI JUNGG??!”

“EOMMAA!!! JINRI-AH!! Dimana kalian semua?”

Tiba-tiba saja yoona meihat kertas yang tertempel di pintu lemari es.Ada dua kertas,yang satu bertuliskan ‘saranghae’ dan yang satunya lagi ‘aku ada dibelakang’

“Belakang? Belakang mana?”Yoona memikirkan seperti di film horror kebanyakan,tiba-tiba ada seseorang berwajah pucat berpakaian putih berdiri tepat dibelakang saat hendak berbalik.

Tidak! Yoona ! itu hanya hayalanmu saja! Dengan perlahan yoona membalikkan badan dan tidak mendapati siapapun dibelakangnya.Dengan cepat yoona berlari kearah taman belakang.Berarti ditaman belakang kalu bukan dibelakangku Yoona terkekeh memikirkan tingkah anehnya.

“Tidak ada apa-apa disini”Yoona mengangkat bahu lalu berbalik badan.Tiba-tiba saja lampu taman menyala membuat yoona berbalik kembali dan memperlihatkan Eomma,Bibi Jung,Jinri dan….JIA!

“Saengil chukka hamnida eonniii…”Jinri mencium pipi yoona lalu menyuruh yoona meniup lilin diatas kue ulang tahun bergambar gitar.

“Jeongmal kamsahamnida Eomma,Jinri-ah,Bibi Jung….Jia!”Yoona memeluk satu-persatu dari mereka dan berhenti saat hendak memeluk Jia.

“Jika kau tidak mau memeluk temanmu yang pengkhianat ini,tidak apa-apa,aku bisa mengerti”Jia mendadak lesu setelah yoona ragu untuk memeluk dan menyebut namanya.

“Aku tidak pernah mempunyai teman yang sensitive sepertimu,aku sudah memaafkanmu”Yoona tersenyum lebar lalu memeluk Jia hangat.

Satu yang dicarinya saat ini,Luhan! Kemana dia? Astaga! Astaga! Kenapa aku mencarinya? Aku tidak membutuhkannya lagii!!!

Dengan sedikit bekas krim diwajahnya,yoona segera berlari ke lapangan basket tak jauh dari taman belakang karena disana ada keran air untuk membersihkan wajahnya.Daripada harus ke dalam,bisa bisa yoona kena marah eomma karena kaki kotornya mengijak karpet bulu kesayangan eomma.

Tak jauh dari tempat yoona berdiri,dia melihat sosok luhan.APA! LUHAN!!.

Tiba-tiba saja,Luhan mendekat kearah yoona yang sama sekali tidak bisa berpindah dari tempatnya berdiri sekarang.Tubuhnya menegang seketika,saat melihat senyum tulus dari wajah Luhan,senyum yang dulu sering dilihatnya.Senyum yang bisa menghipnotisnya,senyum yag bisa membuat yoona mabuk kepayang.Astaga astaga!! Ada apa denganku!

“Aku tidak yakin kau akan menerima ini atau tidak,paling tidak aku sudah mengungkapkan semuanya”

“Will you marry me Im Yoona”Luhan bersujud dihadapan yoona sambil memperlihatkan cincin bermata satu yang tampak cantik.

Yoona hanya membeku ditempatnya,tidak menyangka bahwa Luhan sesabar ini menunggunya.Sabar menghadapi yoona yang manja,yoona yang sering ngambek karena hal sepele.

Tanpa aba-aba dari otaknya,setetes bulir airmata jatuh membasahi pelupuk mata yoona dan mengenai krim yang masih tersisa di pipi dan sudut bibirnya.

“Uljimaaa..Yoona jangan menangis”Luhan memohon kepada yoona agar tidak menangis bukannya berhenti menangis yoona malah memeluk luhan erat menangis di pelukan luhan menangis bahagia.

“Aku mencintaimu”Yoona melepaskan pelukanya tapi tangan Luhan masih berada dipinggang Yoona dan tanga Yoona masih berada di leher Luhan.”Posisi saat ini sangat pas untuk menjalankan misi eomma yoona”Luhan menimbang-nimbang dalam hati,antara melakukannya tau tidak.

Luhan melirik eomma yoona yang berada didalam rumah tapi kelihatan dari tempat mereka berdua,mata eomma menyarankan bahwa Luhan harus melakukannya.

Baiklah,baiklah….Luhan,jalankan misimu dengan baik,luluhkan hati yoona,sekarang juga

Dengan sigap Luhan mendekatkan wajahnya kewajah yoona sehingga yoona dapat mencium parfum milik Luhan dan merasakan hembusan nafasnya yang semakin terasa dekat.Dalam hitungan detik saja,bibir Luhan telah mendarat tepat dibibir mungil yoona.Yoona yang tadinya ingin memberontak hanya bisa pasrah dan saat itu juga hati yoona luluh

“Sepertinya saran eomma sangat berhasil” Gumam Luhan dalam hati

Setelah cukup kehabisan oksigen,bibir mereka yang saling berpautan akhirnya terlepas.

Dari sini,dari kejauhan terlihat eomma,Jinri,bibi jung dan jia sedang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.Saat Luhan mendekatkan wajahnya kewajah yoona,eomma segera menutup mata Jinri yang masih terlalu polos untuk melihat itu semua.

“Eomma!! Aku mau lihaatt!”

“Kau masih terlalu kecil Jinri-ah”

“Aku sudah 19 tahun eommaaa!! Aku sudah besarr!!”

“Tetap saja tidak boleh”

Jia dan bibi Jung hanya tertawa melihat kelakuan eomma dan Jinri barusan.

(Kembali ke Luhan dan Yoona)

Luhan dan yoona mendengar teriakan Jinri yang sangat cempreng hingga terdengar dari tempat Luhan dan Yoona berdiri.

Yoona yang melihat eomma sedang menyaksikan kejadian tadi,langsung berteriak sangking malunya.

“Eommaa!!!”

“Ini memalukan sungguh!!”Yoona menepuk-nepuk kepalanya dan Luhan yang melihat tingkah aneh yoona hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kepala.

“Kenapa geleng-geleng?”

“Anio..”

“Bohong..”

“Anio..”

“Malhae!!”

“Anio,aku hanya merasakan sudut bibirku yang manis akibat krim kue disudut bibirmu”Luhan terkekeh saat melihat wajah yoona yang merah padam.

“Kenapa kau genit sekaliii!!! NAPPEUN NAMJA,Nappeun Nappeun,Nappeeuuunn!!”

“Berhenti bilang nappeun namja atau aku akan menciummu lagi?”

Yoona hanya terdiam saat Luhan mengatakan akan menciumnya lagi.

“ANIO!!”

“Ohh wahai mulutku,kenapa kau munafik sekali? Padahal kau sangat ingin merasakan bibir lembut itu lagi”Yoona berkata dalam hati.

*flashback café ON*

“Jadi apa rencana eomma?”

“Rencana eomma adalah…Kau harus luluhkan hati yoona”

“Luluhkan hati yoona? Bagaimana bisa? Dia kan lagi marah”

“Ya ampunn!! Maka dari itu kau harus meluluhkan hatinya agar dia tidak marah lagi!”Eomma mulai gemas

“Tapi bagaimana caranya eomma?”Tanya Luhan bingung

“Kau harus melamarnya secara langsung daannn….”

“Mwo?”

“Apa yang bisa membuat hati yoona luluh”Luhan berfikir sejenak mengingat masa saat mereka berada dirumah sakit.Iya! itu cara meluluhkan hati yoona.Tapi bagaimana cara aku bilang kepada eomma? Bisa-bisa aku di cap sebagai Nappeun namja.

“Bagaimana kalau kau mencium yoona!”Kali ini Jia mengeluarkan suara dan sependapat dengaku.

“M-m-mwooo?!! Menciumnya?! Apa kau gila?!”Luhan sedikit bergidik ngeri saat harus melihat ekspresi eomma saat Luhan berusaha mencium anak gadisnya didepan matanya.Tapi pemikirannya salah,eomma malah sangat mendukung cara Jia.

“Benar! Kau harus menciumnya! Kurasa itulah titik kelemahan yoona”

“T-tapi eomma,jika aku terbawa nafsu bagaimana? Jika aku kelewatan batas bagaimana?”

“YA! Jangan macam-macam,dia anak gadisku! Kalian belum sah menikah jadi jangan macam macam”Eomma memberikan tatapan ingin menerkan kepada Luhan.

“Tapi eomma…”

“Tidak ada tapi-tapi!”

*Flashback café Off*

TBC

*Mian ceritanya makin gaje haha,saya akui itu*

 

 

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “Talking To The Moon (Chapter 5)

  1. Eomanya yoona kocak banget sih ,, masa dia lbih ngebela luhan ktmbang yoona yg anaknya , mntang2 luhan ganteng ,, ooohhh aku kira smua emang rncana jia supaya yoona sama luhan pisah , trnyata itu emang murni slah paham toh , 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s