Untouched Girl (Chapter 1)

ug 1

Title : Untouched Girl

Author : Aera

Genre : little bit Comedy, Friendship, Family, Romance, gaje (?), dll

Rating: (gatau T_T) PG-15 (?)

Length : Multichapter

Main Cast:

  • v  Oh Sehun [EXO]
  • v  Oh Harra  [OC]

Support Cast: Find by yourself^^

Warning: TYPO BERTEBARAN T_T

 

NB:

Woaaaaaahhhhh sebenernya bener-bener gugup ngirim FF kesini, karena baru pertama kalinya aku ngirim FF ke blog orang, karena aku sendiri ga punya blog T_T mian kalau ff ini banyak kekurangannya, mian kalau penokohan cast disini ga sesuai sm para readers, ini bener-bener asli jernih, murni dari pemikiran aku sendiri, sebenernya sih ini ff aku buat untuk temenku, tuh yg jadi OC-nyaa sebenernya namanya, temenku yg request karena saking cintanya sm sehun hehe, yaaa gatau juga kenapa ada pikiran buat ngirim kesini, yaaaa pokonya lanjut baca aja deh, mian ya mian, miaaannnn juga kalau kata-katanya belepotan XD

DON’T BE A PLAGIATOR!!

ENJOYED guys~ *bowbarengbaekhyun* ^^

 

 

Hah….. apakah aku seorang pengecut? Atau seorang penakut? Aku tidak bisa mendefinisikan aku itu seorang apa, kenapa nyaliku selalu ciut saat sedang berhadapan dengannya? Kenapa adrenalinku selalu terpacu saat aku meliriknya? Kenapa dadaku selalu bergemuruh hebat saat dia tersenyum padaku? Oh God, I’m speechless

Itulah aku, seseorang yang kurang percaya diri untuk menyatakan cinta kepada ciptaan Tuhan yang paling sempurna, indah dan spesial yaitu yeoja, ya yeoja, aku sangat menghargai mereka dan tak berani sama sekali menyakiti diri mereka, kalaupun itu untuk masalah cinta dan sedikit demi sedikit menyiksaku…

Aku Sehun, Oh Sehun, namja yang paling tampan, cool, dan yang paling disegani di sekolahku *atciah*, karena ketampananku seolah-olah aku menyihir semua yeoja yang aku temui di sekolah, namun aku tak sombong, aku tetap baik, dan rajin menabung (?) kalaupun terkadang aku ketakutan karena pernah segelintir yeoja mengejar dan menembakku X_X

Walaupun begitu, itu tak berefek pada yeoja yang menurutku yaahh sangat sulit untuk didapatkan, banyak yang mengincarnya, sampai sunbae yang sudah lulus pun, aku saja tak percaya, sebelumnya akan ku ceritakan sedikit, hanya sedikit seputar kehidupanku, kuharap kalian tak bosan untuk mendengarnya….

Aku tinggal di Busan dan akhirnya pindah serta menetap di Seoul, Eomma dan Appa-ku tetap bekerja disana dan aku tinggal di Seoul bersama noona dan saeng-ku, noona-ku Oh Seyoon, aku anggap ia sebagai pengganti eomma karena ya statusnya juga sudah menikah sekarang dan ia mengurusiku dan saeng-ku, sedangkan saeng-ku Oh Seyeo, yeoja yang paling imut dan aku sayangi di dunia ini, (berharap kalau itu author XD) itu yang membuatku untuk selalu menyayangi dan melindungi yeoja karena aku sendiri mempunyai saeng perempuan dan kewajibanku adalah melindunginya, haft…

Dan yang terakhir, sekarang aku naik ke kelas 3 SMA, mmm… dan mungkin itu untuk sekian (?) dari ceritaku, untuk yeoja special-ku itu, kalian pasti akan tau.

_____

 

Takut, takut bahwa aku tak bisa, tak akan bisa……

-Sehun

 

-Sehun Pov-

“OPPAAA!! BANGUUUNN!! Yakkk dasar tukang tidur!”

PLAK

“Yak… appo…sshhh”, siapa lagi kalau bukan saengku tercinta, Seyeo yang membangunkanku, perih… kenapa harus memukul lenganku sih…

“Mangkanya oppa bangun, hari ini MOS-ku (duh gatau kalau MOS di korea kayak begimana) yang kedua, aku tidak sabar oppa, yak… kau bau sekali, palliwa! Sana mandi, aku tidak mau terlambat”,

“Aishhh…. Yasudah sana pergi, ne oppa mandi”, ujarku beranjak seraya mengucek mataku dan bangkit menghampiri kamar mandi.

@Dining Room

“Sehun sudah bangun, Yeo?”

“Sudah eon, yak… dasar tukang tidur dia, susah sekali dibangunkannya…”, keluh Seyeo sambil melahap roti lapisnya.

Beberapa menit kemudian…

 

“PAGIIIII!!! Si tampan Sehun sudah mandi, hemm… wangi lho, mau cium? Mau cium?”, akupun muncul dan berjalan angkuh kearah noona dan saeng.

“Cih, ada juga aku ingin muntah…”, Seyeo menjulurkan lidahnya dan tak lupa aku mencubit kedua pipinya sampai merah, “Appo….”, “Mangkanya jangan melawan oppa-mu ini haha”

“Heee? Mau kemana kau? Sekolah? Padahal kan sekolah libur…”, noona bertanya seraya menuangkan teh ke cangkirku, aku meneguknya sebentar dan menjawab, “Kan aku ingin mengantar Seyeo MOS”, “Ya tapi kenapa harus serapih itu?”, noona menaikkan salah satu alisnya. “Ya..ya, eum… ya sekalian bermain basket bersama teman-temanku lah noon, bosan dirumah…”, aku gelagapan, sepertinya noona tau niat tersembunyiku ini,

“Ahh…. Moduser, bilang saja kalau kau ingin bertemu Har-“

“YAAAA NOONAA!”, aku memotong ucapannya, aku memang sudah menceritakan pada Seyoon noona kalau aku menyukai Harra, ketua osis di sekolahku, kalau hari ini aku ke sekolah, otomatis aku akan bertemu dengannya, hahaha

“Hah? Mwo? Ada apa?”, Seyeo tersadar dari lamunannya, segera aku menarik tangannya keluar rumah, “Ya! oppa, seharusnya aku yang bersemangat, kenapa jadi oppa?”

“Ishh cerewet, sudah pakai ini….”, aku menyerahkan sebuah helm padanya dan tiba-tiba ia berlari ke dalam rumah, aku bingung…. “Huh… hampir saja tasku ketinggalan”, Seyeo merampas kasar helm yang aku pegang dan aku hanya bisa mendecak, segera aku menstater motorku, “Hati-hati ya!” teriak noona, ternyata noona ada di depan pintu, “Ne, eon… kami berangkat…”, teriak Seyeo balik, akhirnya pun kami berangkat, entah kenapa hari ini sangat cerah…

School….

Dan benar saja saat aku masuk ke gerbang sekolah, sudah banyak anak-anak MOS yang berkumpul untuk menunggu pembinanya masing-masing kelompok, “Oppa, aku kesana ya…”, Seyeo pun berlalu, aku hanya tersenyum, tiba-tiba…

“DOR! Heee…. Ternyata kau juga datang kesini, kukira hanya aku yang akan bermain di sekolah…”

“Ya! Kau bisa tidak, datang tanpa mengagetkanku?!”, ternyata Kai juga datang ke sekolah, dasar kau Jongin, pasti selalu begitu.

“Hehehe… kajja kita masuk, aku tau niatmu datang ke sekolah bukan hanya untuk bermain kan? Tapi untuk-“, “Sudahlah, kau membuatku badmood…”, lalu aku berjalan mendahului Kai, lama-lama menyebalkan juga orangnya, “YA! Oh Sehun!!”

Aku tak peduli…

 

Tak terasa aku sudah sampai di lapangan basket, ternyata lumayan yang datang kesini, ada Chanyeol, Kris, Luhan dan Kyungsoo… wah Kyungsoo? Tumben dia ingin bermain basket, (bayangin aja mereka seangkatan sekolah tapi….. tetep aja sehun manggilnya ‘hyung’ hihi)

“Hun, kau meninggalkanku!”, Kai tak terima dan akhirnya mengeluh, aku hanya menatap Kai nanar dan…

TAK

“Appo ah sehun…”, Kai mengusap-ngusap kepalanya, ‘haha… rasakan kau Jongin’, batinku tertawa layaknya iblis.

“eh Hun, baru sampai?”, Tanya Kris sambil mengipas-ngipas tangannya ke arah wajahnya.

“ne, kalian daritadi?”, tanyaku balik dan langsung memainkan bola basket milik Luhan hyung, Luhan dan Chanyeol hyung hanya mengangguk, mungkin karena mereka kelelahan sampai-sampai mereka tak sanggup menjawab pertanyaanku. Kyungsoo hyung pun juga ikut bermain denganku.

“hei Hun, curang kau bermainnya seperti itu!”, keluh Kyungsoo karena aku memonopoli bola basketnya sendirian, hehe karena aku kalau bermain basket pasti selalu seperti itu. Sedari tadi aku celingak-celinguk, mmm… tidak ada anak-anak osis, kemana mereka? Apa mereka tidak ada? Andwae, mana mungkin, kalau mereka tidak ada kenapa ada anak didiknya di depan gerbang tadi.

“emm… hyung, osis? Oddiga?”, tanyaku ragu sambil memberikan bolaku, Kyungsoo menerimanya, “molla, mungkin masih di depan gerbang, wae? Mencari Harra? Aku juga daritadi mencari Hyera..”, Kyungsoo juga ikut-ikutan celingak-celinguk mencari ya yeojacingunya, Kim Hyera.

“Ah itu mereka…”, lanjut Kyungsoo menunjuk kearah mereka berada,

Skakmat! Mataku tersangkut, langsung terarah pada yeoja cantik idamanku disana, sedang memberi aba-aba atau step selanjutnya yang harus ditaati para anak Mos, eoh… sangat mempesona, eh itu ada Seyeo, biarlah…

Deg

Hee… dia melihat kearah ku? Ah aniya sepertinya aku bermimpi, aigo bagaimana ini?, oke… tenangkan dirimu Sehun, jangan buat image-mu rendah di depannya, AH! Jebal tolong aku, aku sama sekali tidak bisa mengedarkan pandanganku!

“ya! Sehun, jangan melamun! Kenapa wajahmu jadi agak memerah begitu?”, tuh kan ketahuan, kalau lagi salah tingkah sih memang suka seperti itu, wajah merah? Sudah biasa, memang sangat berlebihan sih, waktu itu saja juga pernah, saat berpapasan dengannya di depan perpustakaan, tak sengaja mata kami beradu dan ia tersenyum padaku, aih… rasanya seperti yah susah untuk dijelaskan, saking malunya tak sengaja juga aku berlari kecil dan menubruk tempat sampah hingga jatuh, ah sangat memalukan.

“hun, kau kerasukan yah?! YA! OH SEHUN BERKEDIPLAH!”, ternyata Luhan hyung yang sedari tadi mengguncang-guncang tubuhku, kenapa aku tidak menyadarinya?

“YA HYUNG! Aku juga dengar, lama-lama gendang telingaku bisa pecah kalau kau terus meneriakiku seperti itu, akh!”, aku juga berteriak padanya, sekarang terdengar bunyi nguing-nguing setelah aku mengusap-ngusap telingaku berkali-kali dengan kasar.

“hahaha… kau ini, mangkanya kalau kau memperhatikannya seperti itu, namanya nafsu, kalau lihat ya lihat saja, masa iya sampai tidak terdengar ada orang yang sedaritadi berteriak di sampingmu”, aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku sembari mendecak, Karena lama-lama hyung-ku ini juga menyebalkan, masa iya memperhatikan orang saja pakai di protes.

“tapi… bisakah kau lihat betapa cantiknya Sanghee disana? Ahh apakah kau lihat tadi? Sanghee melambaikan tangannya padaku, ahahaha sepertinya aku harus menggati status lajangku, hahaha!”

“biasa saja hyung! Katanya disuruh biasa-biasa saja, tapi jangan sampai kau menarik-narik bajuku juga kali hyung, kalau robek bagaimana?!”, aku mendorong pipi Luhan hyung agar menjauh, takut lama-lama di dekatnya, lama-kelamaan bisa ada kekerasan fisik kalau dia sedang nge-fly­…

_____

Setelah bermain ria selama dua jam lebih, anak-anak Mos pun belum selesai juga, hah…. Lelah juga lama-lama bermain basket.

“hyung! Kajja kita istirahat dulu”, ajakku, Kris hyung pun hanya mengangguk dan mengikuti langkahku untuk duduk di bawah pohon besar dan rindang tak jauh dari lapangan basket.

“hyung, ahh diam saja… hem, yah pantas saja daritadi senyum-senyum sendiri, lagi berbalas pesan dengan siapa sih”, aku menggoda dan menyenggol tangan Chanyeol hyung pelan, lalu meneguk sedikit air yang aku bawa di dalam botol.

“aih kau ini, ingin tahu urusan orang saja!”

“hehehe”, kulihat Chanyeol hyung hanya memutar bola matanya dan menggeleng-geleng tidak jelas. “hei hyung, aku serius, kau itu berbalas pesan dengaannn….”

“Kyoeun”, tanggap Chanyeol hyung cepat.

“ish hyung, kurang kerjaan, kenapa harus sms-an? Kyoeun kan osis”

TAK

“HYUNG!”, karma… beberapa menit yang lalu kan aku menjitak Kai T_T

“entahlah, sepertinya ia tidak ada”

“oddiga?”

“itu sebabnya, sms-ku yang terakhir belum dibalas olehnya… ck”, Chanyeol hyung mendecakkan lidahnya, “ehh chankkaman, dia membalas, dia tidak ada karena pergi ternyata”, lanjutnya setelah itu mendesah.

“hah… bogoshipeo”, celetuknya sangat-sangat-sangat pelan tapi aku masih bisa mendengarnya.

“NAH! Hahaha…. Sudah kuduga dari awal Chanyeol hyung menyukai Kyoeun noona, hahaha iya kan?! Jujur saja padaku hyung!”, ”hah? Kau suka Kyoeun, yeol?”, ”omo, chanyeol-ah, kenapa kau tidak bilang?”, ”haha… chukkae ternyata kau bisa juga menyukai yeoja”, ternyata aku tidak sengaja membesarkan volume suaraku, sehingga Hyung-ku yang lain pun mendengarnya dan ikut serta dalam percakapanku dan Chanyeol hyung.

“ish, kalian ini apa-apaan sih?! Tentu saja aku menyukai yeoja, aku masih normal!”, Chanyeol hyung menggertak karena serangan pertanyaan yang bertubi-tubi tadi, “sudah hyung, jujur saja… lagi pula kita kan sudah jujur kalau masing-masing dari kita menyukai seorang yeoja….”, kai menggantungkan kata-katanya, “….kecuali Kris hyung….”, tersadar namanya disebut, Kris membela, “Ya! Bukan berarti aku tidak menyukai yeoja saat ini karena aku tidak normal, tapi…. Aku hanya belum menemukan yeoja yang tepat, huh!”, Kris langsung berkomat-kamit tidak jelas, Chanyeol hyung pun menarik nafas panjang, melihat kearah kami secara bergantian, lalu menarik nafas panjang –lagi.

“oke, aku mengaku, aku menyukainya….”, sedetik kemudian Chanyeol hyung pun menunduk.

“menyukai siapa?”, Kyungsoo hyung bertanya dengan nada meledek.

“Kyoeun…”, jawab Chanyeol hyung sangat pelan.

“Nugu?”, sekarang Kai yang bertanya seperti meledek.

“Kyoeun…”, Chanyeol hyung menjawab lagi dengan volume suara sedikit keras.

“Nuguseyo?”, Ledek kami kompak agar Chanyeol hyung malu.

“APAKAH KALIAN TULI??? SUDAH KUBILANG, AKU MENYUKAI SEO KYOEUN, HAH!!! SEO KYOEUN! AKU MENYUKAINYA!!”, teriak Chanyeol hyung dengan sangat keras dan nge-bass, mungkin karena sudah muak mendengar pertanyaan kami yang berulang-ulang hahaha, dengan sesegera mungkin Chanyeol hyung menutup wajahnya yang sudah menjadi kepiting rebus (?) dengan kedua tangannya.

“sudah? Apa kalian sudah puas? Sudah puas menyudutkanku hah? Puas hah? Puas?”, Chanyeol hyung membuka tangannya dan memberikan serangan yang tak kalah bertubi-tubi dengan hal yang terjadi beberapa detik yang lalu. Kami semua hanya menahan tawa karena ekspresi berlebihan yang diberikan oleh seorang Park Chanyeol. Karena tak tertahankan, tawa kami pun meledak, “BWAHAHAHAHAHA”,

“Yasudah, sana kalian jangan mengerubungiku seperti ini, apa kalian tidak punya pekerjaan hah?! Tinggalkan aku sendiri!”, Chanyeol hyung menggerutu dan merampas kasar ponselnya yang sedari tadi tergeletak di pangkuannya. “bilang saja ingin berbalas pesan lagi….”, Luhan hyung masih tak henti untuk meledek Chanyeol hyung, “Ani! Aku ingin mendengarkan lagu juga, wee”, Chanyeol hyung tak terima dan akhirnya memeletkan lidahnya kepada Luhan hyung, aku hanya bisa mendecak dan yang lainnya hanya bisa terkikik karena tingkah mereka berdua.

 

-Yeoja’s Side | Author Pov-

“hah…. Melelahkan sekali, apalagi besok yah, hah tinggal satu hari lagi, Fighting!”, ucap salah satu teman dari Harra, Yuki, terdengar seperti bukan orang korea, bukan? Nama panjangnya Agata Yukimoto, siswa pindahan dari Jepang semenjak ia kelas satu SMA yang fasih berbahasa korea, sedetik kemudian yeoja manis itu mengelap keringatnya dengan jarinya yang lentik itu,

“Aih, baru segitu saja kau sudah mengeluh, itu gara-gara Kyoeun tidak ada, jadi anak didiknya aku yang ambil alih, gara-gara juga osis lain menolak, hah”, Sanghee mengibaskan kipasnya kearah wajahnya, “haaa…. Ngomong-ngomong aku pulang duluan yah, sepertinya oppa sudah menunggu, bye”, tiba-tiba Hyera muncul dan berlalu dengan girang, “aishhh…. Tadi sampai mana yah? kok jadi hilang, yahhh… aku pusing!”, Harra meremas-remas kepalanya hingga membuat rambutnya sedikit berantakan.

SLEPP

“Sudah… sudah, kau duduk dulu, kau itu terlalu serius Harra-ya, santailah sedikit, lagi pula waktu Mos hari ini sudah selesai,” Sanghee berbaik hati merapihkan rambut Harra dengan jari-jemarinya, “Sanghee betul, santailah sedikit, kau butuh refreshing! Tuh, kau bisa lihat kan? Disana ada Sehun, aku yakin sedari tadi dia memperhatikanmu, hihi.” Yuki terkikik sambil menunjuk kecil kearah namja basket (?) yang sedang berkumpul di bawah pohon untuk beristirahat,

“hahaha, kau benar Yuki-ah, seharusnya kau merasa beruntung bisa melihat namja charming­-mu itu, syukur dia datang kesini untuk melihatmu,” Yuki dan Sanghee kembali terkekeh, “Ish, kalian ini, apa yang sedang kalian bicarakan hah?” Tanya Harra dengan sinis sambil menyilangkan tangannya,

“Sudah! Kau tidak seharusnya membalikkan fakta, bahwa kenyataannya selama ini kau menyukai Sehun, itu sudah jelas terlihat dari gerak-gerikmu, cara bicaramu berbeda dengan berbicara dengan namja lain, kau memperhatikan Sehun lebih intens dan berbeda dari biasanya, kau itu sahabat kami Harra-ya, jadi kami lebih tahu kebiasaanmu di banding orang lain, yah… menurutku hanya orang yang tidak waras saja yang tidak menyukai namja setampan Sehun.” Ujar Yuki panjang lebar.

“Ya! Kau ini, berarti aku tidak waras begitu kalau aku tidak menyukai Sehun?! Lalu kau sendiri?!” dengus Sanghee kesal,

“haha, aku memang tidak waras karena aku menyukai Kai oppa, bukan Sehun, nanti yeoja yang sedang melamun di sampingku ini marah lagi, ups!” goda Yuki dengan sengaja,

“YA! Apa yang kau maksud hah? Aku? Selama ini menyukai Sehun? Andwae!” Harra membela diri seraya membuang muka,

“ish! Kau ini, lagipula tidak ada salahnya kan kalau kau menyukai Sehun! Tidak akan cintamu itu berat sebelah, percayalah… jangan sia-siakan orang yang mencintaimu, karena pada suatu saat kau akan merasa kehilangannya, ingat itu Harra-ya!” Harra terdiam, apa mungkin yang dikatakan Sanghee itu benar? Apa benar Sehun mencintai Harra? Ah… rasanya tak mungkin karena Harra sering mengacuhkan Sehun,

“ah, apa benar yang kau katakana Sanghee-ah?” Sanghee pun tersenyum lalu mengangguk dengan semangat.

“aku tak yakin kalau Sehun menyukaiku, lagipula apa kata namja lain kalau seorang-yeoja-yang-sangat-jutek menyukai seorang namja yang seperti itu, yah ku akui, Sehun memang tampan, tapi-“

“Tapi apa?” Yuki memotong dengan cepat.

“Tapi aku yeoja yang biasa-biasa saja, tak mungkin seorang Sehun menyukai yeoja yang sangat biasa sepertiku, lagipula aku tak pernah bersikap hangat di depan namja, aku juga gengsi kalau harus berbicara dengan lawan jenis, aku hanya, hanya, kurang terbiasa, aku risih, ya kecuali namja yang sudah dekat denganku.” Harra menunduk,

“Ohh jadi selama ini hal itu yang membuatmu ragu? Ya mungkin kau kurang terbiasa, haha aku bingung ya seorang ketua osis bisa kalah dengan namja yang menurutku biasa-biasa saja!”

Sanghee sedikit menyinggung Harra, Harra pun mengangkat wajahnya dan sesegera menoleh kearah Sanghee, “Tenang Harra-ya, aku akan membantumu agar lebih terbiasa berinteraksi dengan namja, tapi sedikit aneh karena kan ada segelintir namja yang menjadi osis tapi kau kelihatan tidak pernah malu untuk berbicara dengan mereka, ya walau begitu mungkin berbeda dengan namja selain osis.” Suara Yuki melembut, Harra hanya tersenyum hangat.

“jangan dengarkan kata-kata Sanghee, walaupun kiasannya bermakna, kadang-kadang menyakitkan,” bisik Yuki sangat pelan,

“Hei! Aku masih bisa mendengarnya! Haha, mian Harra-ah, aku hanya bercanda, aku juga ingin membantumu, biar kau bisa tambah dekat dengan Sehun… hahaha au appo!!” Harra menjitak kepala Sanghee dengan cukup keras.

“Emm kalau begitu, Ghamsahae ya! Memang kalian yang terbaik! Sepertinya kita harus pulang, sudah semakin siang, palliwa!” Harra menarik kedua lengan sahabatnya itu agar beranjak berdiri, setelah itu mereka pun berjalan keluar sekolah menuju Halte untuk menunggu bis.

_____

-Still Author Pov-

“Oppa, kajja kita pulang, aku sudah ke kantin…” Seyeo menghampiri kelima namja tampan yang sedang bertengkar dibawah pohon itu,

“HAH? OPPA? Kau sudah punya yeojachingu? Wah benar-benar! Kalau begitu Harra ingin kau sembunyikan dimana hah?!” Chanyeol yang tak tahu menahu dengan kenapa-yeoja-ini-memanggil-Sehun-dengan-panggilan-Oppa bertingkah seolah-olah ia tahu segalanya.

“YA! HYUNG! Neo micheosseo?! Dia adikku!” Sehun melemparkan death glare-nya kearah Chanyeol.

“hoh adikmu, yeppeo…” Kris bergumam kecil sambil tersenyum ke arah Seyeo, Seyeo hanya menanggapinya dengan anggukan pelan, “Ah sudah ya, aku duluan, pai-pai,” Sehun beranjak dan menggandeng tangan adiknya itu.

“Hei, tidak naik bis?” Luhan berteriak.

“Aniyo hyung, aku bawa motor!” Sehun membalas teriakkan Luhan dan akhirnya berlalu.

“He? Kyungsoo hyung kemana?” tiba-tiba Kai bertanya dan menampakkan wajah inconnect-nya.

“ish, kau ini, dia pulang duluan tadi dengan Hyera!” Kris memutar kedua matanya.

“Saking seriusnya memperhatikan Yuki, jadi lupa daratan, temannya pulang dia tak tahu.” Luhan menjulurkan lidahnya,

“Aih, yasudah ya, malas aku bertengkat terus, aku pulang, ingin istirahat!” Chanyeol pun beranjak dan hendak meninggalkan trio kwek-kwek yang sedang bertengkar entah karena apa, “EH! IKUTTT!!” Teriak trio kwek-kwek kompak.

_____

“Ish, lama sekali!” keluh Yuki seraya sesekali melirik ke jam tangannya, “eh? Mereka juga ingin menunggu bis?” Sanghee menunjuk kearah Luhan, Kris, Chanyeol dan Kai. “hah? Tidak ada Sehun,” gumam Harra pelan selanjutnya ia cemberut.

“Ha? Mencari Sehun? Tuh kan aku bilang kalau kau menyukai Sehun, mau aku tanya ke mereka Sehun kemana?” Yuki ingin berteriak, dengan kilat Harra membekap mulut Yuki dengan tangannya, “ssttt… kau ini!!” Yuki hanya terkekeh.

“Annyeooonggg!!” Teriak Luhan memecah suasana.

“Eh Luhan…. Annyeong juga yang lain,” Sanghee tersenyum lebar, “Eh Yuki, menunggu bis juga?” Kai mulai mendudukkan dirinya di samping Yuki, “hem…hehe, ne” Yuki menunduk dan segera merutuki dirinya bahwa ia salah tingkah gara-gara Kai.

“Sehun kemana?” Tiba-tiba Sanghee bertanya seperti itu.

“Ah… Sehun? Dia pulang pakai motor, wae?” ujar Chanyeol singkat.

“Ah ani, ada yang mencarinya… ah ah… au au… sshhh!!”

“Ssstt!! Diamlah! Kalau teman-temannya tahu, Otte?! Ah paboya!” Harra mencengkram tangan Sanghee dan berbisik tanpa membuka mulutnya, sehingga ia berbicara dengan gigi yang rapat, “Ah tuh dia bis-nya, ada yang ikut? Duluan yah”, Kris melambaikan tangannya diikuti Sanghee, Luhan, Chanyeol, Yuki, Kai kecuali Harra.

“Ya! Harra-ya tidak ikut?” Tanya Kai sebelum ia masuk kedalam bis.

“Ani, aku menunggu Appa-ku, gomawo,” Harra hanya tersenyum, akhirnya bis pun berjalan menjauhi Halte.

_____

1 jam lebih kemudian….

-Sehun Pov-

Ahh segarnya, kalau siang-siang gini enaknya memang minum air dingin juga cukup.

“haaahhhh”

Aku pun menghempaskan diriku ke sofa, tak lupa mencari remote televisi, siapa tahu aja ada acara yang bagus….. Ahhh ternyata tidak ada yang bagus,

Woah… lama-lama bosan juga yah, tidak melakukan apa-apa dan hanya duduk di sofa dengan kurang kerjaan seperti ini, ck, ngomong-ngomong noona kemana yah? tumben daritadi tidak kelihatan, Haft…

“Noon-“, “DORR!!”, “AH! Noona! Tadi aku hendak memanggilmu, kau sudah mengagetkanku terlebih dahulu!” Aku langsung memegang dadaku karena saking kagetnya tadi, aku memang paling tidak suka di kagetkan seperti ini.

“Hahaha, lihat wajahmu! Lucu! Hahaha, Waeyo saeng-ku sayang yang paling tampan, kenapa kau mencariku?” he? Ada apa dengan noona? Kenapa tiba-tiba ia jadi bertingkah seperti ini padaku? Ah noona, seperti baru tahu aku saja, aku memang tampan dari lahir, pakai ada acara mencubit pipiku segala lagi, haduh!

“Aishh… noona ini kenapa?! Tumben noona memperlakukanku seperti ini!” aku menepis tangan noona dan mengelus pipiku yang dicubit tadi, sakit juga ternyata.

“hahaha, Sehunnie!! Noona sedang senang karena, Minhyuk akan pulang nanti sore dan akan mengambil cuti selama empat hari mendatang, ah! Senangnya!!” yahh-_- ternyata itu alasan noona baik padaku, jangan bingung Minhyuk itu kakak ipar-ku.

“Noon-“, “Ah iya, bagaimana tadi acaramu dengan Harra?” kenapa setiap aku ingin berbicara selalu di potong?! Ish! Menyebalkan!

“Acaraku dengan Harra? Aniyo! Tidak ada acara apa-apa, hanya saja aku ingin bertanya, aku bosan dirumah, lagipula kalau osis di sekolah ku itu pulangnya selalu belakangan, hem… apakah menurut noona kalau aku kesekolah lagi aku bisa bertemu Harra?” ujarku panjang lebar.

“Mungkin saja, kenapa kau tidak coba dulu?”

“Yasudahlah, kalau nanti tidak bertemu Harra juga sekalian jalan-jalan, hehe” aku beranjak dari sofa berniat untuk mengambil kunci motorku yang tergeletak di atas meja makan.

“Aih, yasudah sana pergi!”

“OH, ngusir nih ceritanya?!”

“hahaha!”

“Sudahlah, bertengkar dengan noona tidak ada habisnya, aku pergi, bye!”

“Hati-hati!”

“Ne”

-Other Place-

-Harra Pov-

“Hah… Appa, Appa kemana? Lama sekali! Sudah 1 jam lebih ini!” aku mondar-mandir tidak jelas sambil sesekali melirik ke jam tanganku, tiba-tiba ada suara motor yang menghampiri ke arah Halte, saat aku menoleh…

“Harra?”

_____

 

 

Ciaaaaaaaatttttttttttt akhirnyaaaa selesai juga chapter 1 nya, Otte? Otte? Otte? Miaann kalau kurang bagus akhirnya karena aku juga bingung akhirnya harus kayak gimana, makluminlah masih abal-abal dan mian juga kalau support castnya juga kurang enak T_T heuu

Yasudah kalau begitu, sampai jumpa di UG chapter 2 with author Aera istrinya baekhyun XD

Sebagai readers yang baik, kalian tau kan harus bagaimana? Hehe, RCL please 🙂 ❤

Annyeong~

 

21 pemikiran pada “Untouched Girl (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s