Foreigners (Chapter 4)

Foreigners Part 4

 peu_20120608_32

Author : Pradesi

Cast : Byun Baekhyun, Sunghyo, Oh Sehun

Genre : Fantasy, Romance

Length : Chapter (6 chapters end)

– pradesidavinci.wordpress.com

Chapt 1 (exofanfiction.wordpress.com/2012/07/05/foreigners-chapter-1/)

Chapt 2

(exofanfiction.wordpress.com/2012/08/07/foreigners-chapter-2/)

Chapt 3

(exofanfiction.wordpress.com/2012/08/15/foreigners-chapter-3/)

Seuk..

Seryung menggeliat pelan membuat kakinya bersentuhan dengan sesuatu yang menurutnya sangat kasar. Sulit untuk bangun karena sekujur tubuhnya sangat lemah sekarang. Ia hanya  bisa mengerang pelan. “uh..” perlahan matanya terbuka, terkejut melihat dimana dia sekarang.

Kumpulan jerami kering kini menjadi alasnya. Tempatnya berada sekarang sangat tidak dikenalnya. Suasana pengap dan remang remang membuatnya bergidik. Ia hanya tau bahwa dirinya sekarang sedang tersekap. Tangannya terikat erat oleh sesuatu yang mengkilat.

“apa ini?” tanyanya jengah. Samar samar bisa dilihatnya rantai berwarna keperakan itu membelit pergelangan tangannya. Seryung mencoba melepaskan diri. Tapi ia tidak berdaya. Ikatannya sangat erat.

“dimana aku?” pekiknya kecil mengingat kondisinya belum benar benar stabil. “agrh..” Seryung mencoba menggerakkan tangannya. Nihil. Tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Rasa sakit di pergelangannya membuatnya menggigit bibir meredam agar erangannya tidak terdengar.

Seryung memutar matanya saat siluet seseorang memasuki tempatnya sekarang. Sepatu pantofel dengan jubah merah dan sedikit mengkilat membuatnya berjengit. Seryung mencoba menajamkan penglihatannya.

“kau..”

“bagaimana kabarmu saat ini nona Shin? Apa sakit?” tanya laki laki itu sambil memamerkan deretan giginya. Tersenyum mengejek kehadapan gadis yang sudah tidak berdaya di hadapannya saat ini.

“apa maumu hah? kenapa kau mengekangku disini?”

Laki laki itu tertawa senang. “kau mau tau?, ah kukira kau sudah tau ternyata perkiraanku salah”

“apa maksudmu?” tanya Seryung membentak. Tangannya masih mencoba membuka jeratan rantai itu, walaupun tidak memberikan hasil tapi ia masih terus mencoba. Laki laki itu, Luhan. Ia mendekatkan wajahnya, mengangkat sedikit dagu Seryung membuat Seryung menjauhkan wajahnya.

“cih jangan dekati aku”

“hahaha kau polos sekali nona Shin, kenapa kau sedingin itu denganku? Bukankah kita sudah saling mengenal bahkan selama ..” Luhan tampak menghitung dengan jarinya, lebih tepatnya sengaja menghitung. “berapa tahun ya? Ah sudah berpuluh puluh tahun, sampai aku lupa seberapa tepatnya”

“cepat katakan, kenapa kau mengulur ngulur waktu, kenapa kau mengurungku disini, kenapa kau agrhhh.. sakit”

Seryung membulatkan matanya saat pergelangan tangannya tiba tiba terasa panas. Saking panasnya Seryung sampai memejamkan mata. “hahaha nona Shin jangan cerewet seperti itu”

“kau…kau sudah menguasai ilmu itu..aku yakin kau..”

“benar aku menguasainya, aku mencuri buku itu. Aku pergi dari sana..ah tidak..aku diusir. Sangat miris bukan?” Seryung menatap Luhan kaget. Laki laki itu hanya terus tersenyum mengejek.

“aku mengurungmu disini karena..

.

.

Sunghyo membuka pintu kayu jati itu pelan. Mencoba meminimalisir suara yang bisa saja di timbulkan. Ia melangkah memasuki ruangan itu. Ruangan yang sangat nyaman menurutnya. Disana Dennis membelakanginya, Sunghyo bahkan baru sadar kalau di ruangan ini ada dinding kaca transparan yang langsung menghadap pemandangan luar.

“bunga itu” gumamnya lagi lagi melihat bunga matahari yang tampaknya memang sengaja di tanam di daerah ini.

“Sunghyo akhirnya kau datang” sapa Dennis memperlihatkan lesung pipinya. “kenapa kau memanggilku ke sini?” Dennis tersenyum lagi. Ia mengulurkan tangannya seakan mempersilahkan Sunghyo untuk duduk di bangku yang memang ada disana.

Sunghyo yang mengerti hal itu langsung terduduk. “ada sesuatu hal yang ingin aku katakan” kata Dennis. Wajahnya berubah menjadi serius. Sunghyo mengerutkan dahinya pelan. “ada apa Mister Dennis?”

“tentang Seryung dan kau..” Sunghyo menajamkan pendengarannya. “Seryung? Ada apa?”

“ah bagaimana aku bisa menceritakannya padamu, Sunghyo..aku yakin kalau kau sendiri tidak akan mempercayai hal ini” Dennis menundukkan wajahnya. Perlahan ia mengambil sesuatu hal di lacinya. “apa itu?” tanya Sunghyo melihat kertas lusuh yang baru saja di keluarkan Dennis.

“buka saja” ucap Dennis pelan. Sunghyo mengangguk dan perlahan membuka kertas itu. Sangat lusuh sampai sampai ia harus berhati hati membukanya. Mata Sunghyo tertahan di lukisan yang ada di dalam kertas itu. Arsiran dan sapuan yang di torehkan disana benar benar indah.

“itu adalah lukisan nona Sunghyo”

“n-n-nona Sung..hyo” Sunghyo mengamati lukisan itu. Lukisan wanita yang tampak anggun dan cantik. Walaupun itu hanya lukisan tapi ia yakin bahwa yang ada dilukisan ini pasti sangat cantik, tapi kenapa namanya Sunghyo.

“benar, dia adalah..takdir dari planet ini. Dia adalah salah satu tumpuan penting yang bisa menyelamatkan planet ini nantinya” tangan Sunghyo gemetaran. Perlahan Lukisan itu semakin nyata baginya. Ia seakan bisa membayangkan senyuman gadis di lukisan itu. “dan nona itu adalah dirimu sendiri sunghyo”

“mister..

“Sunghyo, mungkin kau belum bisa percaya 100 persen dengan perkataanku, tapi itu memang kenyataan. Bagaimanapun juga aku harus mengatakan ini padamu” Sunghyo lemas. Ia bingung dan benar benar tidak tahu apa yang terjadi padanya sebenarnya. Akal sehatnya tidak bisa menerima hal itu tapi hati kecilnya berkata lain.

Ada perasaan tenang dan di satu sisi ia tertekan. “aku..aku sangat bingung” lirih Sunghyo. Matanya tiba tiba memanas. Ia sendiri masih bingung dengan takdirnya yang begitu rumit. “Sunghyo-ah nanti, kau pasti akan mengerti hal ini, karena setelah hal ini pun akan ada banyak masalah yang akan kalian hadapi”

Sunghyo mendongakkan kepalanya , menatap Mister Dennis yang saat ini tengah mengusap pelan bahunya. “kalian? Apa ada orang lain lagi?”

Dennis mengangguk. “itu benar sunghyo, ah apa kau pernah mendengar tentang 12 kekuatan?” tanya Dennis. Sunghyo mengangguk. “ya, aku pernah membacanya, apa maksud mister dennis hal itu ada kaitannya?”

“tentu saja, 12 kekuatan, ada 2 kekuatan yang saling bertentangan. Di satu sisi 6 kekuatan memiliki sifat melindungi dan di sisi lain 6 kekuatan lain..mereka 6 kekuatan ini akan sebagai kekuatan pelengkap” Sunghyo memutar pikirannya. 6 kekuatan sebagai pelindung dan 6 kekuatan lainnya adalah pelengkap.

“tapi apa maksudnya dengan kegelapan?” tanya Sunghyo bertanya tentang apa yang ia baca saat itu. “kegelapan adalah 6 kekuatan itu. kau tahu jika ada Yin maka ada juga Yang. Kau tahu kenapa keduanya diciptakan? Mereka diciptakan untung saling melengkapi. Tapi sayangnya 2 kekuatan itu sekarang tidak bisa saling melengkapi satu dan lainnya. Satu dari kekuatan itu harus hilang Sunghyo.”

“harus hilang?” tanya Sunghyo bergetar.

“ya, satu dari kekuatan itu harus hilang. Ini semua dikarenakan kesalahan tetua kami sehingga 6 kekuatan di samping kekuatan pelindung itu menyalahi kodrat mereka. Planet ini tidak bisa lagi menerima kekuatan mereka”

.

.

“dimana Sunghyo?” Baekhyun berlari tidak jelas arah. Ia sampai sampai menanyakan hal yang sama pada banyak orang yang ia lewati. Namun yang ia terima hanya gelengan-tidak tahu. Baekhyun mengarahkan pandangannya menelusuk segala penjuru sekolah ini.

“dimana kau hyo-ah?” Baekhyun lemas. Sudah berjam jam ia mencari Sunghyo. Harusnya gadis itu sekarang sudah pulang bersamanya dan yang lain. Namun Sunghyo benar benar menghilang. Baekhyun benar benar khawatir. Terlebih setelah berita menghilangnya Seryung. Ia takut..

Takut Sunghyo akan mengalami nasib yang sama. Ingatannya kembali terulang, ia meremas rambutnya pelan. “arghhh..” ingatan itu kembali lagi. Saat ia benar benar melihat gadisnya berada di dalam peti. Tertidur dalam keheningan dan wajahnya sangat pucat.

“Sunghyo..” Baekhyun berjalan gontai. Ia tidak sadar sedang berjalan ke arah mana. Ia seperti kembali ke masa lalu. Saat dirinya mendekati peti itu. “hyo-ah” lirihnya pelan. Air matanya menetes begitu saja. Dadanya tiba tiba menjadi sesak.

Perlahan kesadarannya kembali lagi. Siluet seorang gadis perlahan menjadi nyata untuknya.Tidak memerlukan waktu lama bagi Baekhyun mengenali siluet itu. Ia berjalan pelan, sampai sampai gadis di hadapannya melihatnya heran.

“Oppa..” suara itu terasa nyata baginya. Baekhyun merasa tenang, setidaknya ia yakin itu benar benar Sunghyo. Baekhyun heran, kenapa tiba tiba saja ia bisa ada di tempat ini. Seperti ada sebuah petunjuk yang diberikan padanya .Sunghyo ada di hadapannya saat ini. “oppa apa yang terjadi. Oppa?” Sunghyo kaget melihat air mata di pelupuk Baekhyun.

“gwaenchanna” ucap Baekhyun. “kenapa kau disini?”

“ah aku. Hanya ingin menyendiri” ucap Sunghyo sambil tersenyum. Baekhyun menatap mata Sunghyo intens. “oppa , kau sendiri?” tanya Sunghyo. Baekhyun malah menjabat tangannya dan membawanya ke tepian tempat ini. Seperti jurang hanya saja tempatnya tidak terjal dan hanya ditumbuhi rerumputan dan bunga matahari –tempat favorit Baekhyun.

Hening.. Sunghyo masih mengatur nafasnya dan perasaannya. Sementara Baekhyun, ia bingung apa yang tadi ia lakukan. Secara tiba tiba perasaannya memandunya untuk melakukan hal itu. Baekhyun sadar ia terlihat konyol, sangat konyol.

“apa yang dikatakan mister dennis?” tanya Baekhyun mencoba memecah keheningan. Walaupun dari nada suaranya terkesan canggung. “tentang Seryung..” kata Sunghyo. Ia masih tidak bisa memberi tahu Baekhyun  tentang nona Sunghyo yang ada di lukisan itu, tentang dirinya yang sebenarnya.

“Seryung?”

“ne, menurut mister Dennis, Seryung di culik” Baekhyun dapat melihat kesedihan di mata Sunghyo. “tenanglah ini bukan salahmu” ucap Baekhyun pelan sambil mengusap pelan rambut gadis itu. Sunghyo sontak menjadi kaget tapi tidak menghalanginya. Susah untuk tidak menerima itu semua sementara dirinya menginginkan usapan itu.

“oppa”

“hem?” tanya Baekhyun. “oppa kenapa kau dan yang lainnya tidak bersama Sehun oppa? Ah maksudku kenapa kalian tidak berenam kembali” Seryung menggigit bibir bawahnya, ia takut salah melontarkan pertanyaan.

“kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Baekhyun balik membuatnya sedikit gugup. “aku..hanya bertanya oppa, ah lupakan saja” Sunghyo memaksakan senyuman, berusaha menghindari tatapan Baekhyun yang seakan menyudutkannya. Jujur saja, ia sangat malu bertanya hal itu. Tidak ada jawaban dari Baekhyun membuatnya merutuki dirinya sendiri

.

.

“Seryung dia mempunyai kekuatan membaca masa depan, jamais vu, aku yakin kalian sudah tahu hal itu”

Perkataan Mister Dennis terngiang di pikirannya. Sunghyo memeluk bantalnya, ia ingin sekali menangis, mengingat kasus yang menimpa Seryung adalah kesalahannya juga. Walaupun ia tidak tahu pasti kenapa Seryung diculik dan siapa yang menculiknya, apa penyebab hal itu. Semuanya membuatnya bingung.

Terlebih lagi tentang 12 kekuatan yang masih menggerogoti setengah isi otaknya. “ah..” desahnya pelan. Sunghyo menghempaskan tubuhnya. Memandangi langit langit kamar. Kenapa dia bisa ada disini? Pertanyaan yang selama ini sering dipikirkannya. “apa ini adalah takdir” gumam Sunghyo pelan.

Sunghyo terbangun, ia mengambil kertas lusuh itu ..lukisan yang tadi diberikan Dennis. Sunghyo benar benar menyimpannya.

“siapa sebenarnya aku?” tanya Sunghyo , ia menatap lukisan itu intens. Sekilas lukisan itu sangat cantik. Wanita itu-nona Sunghyo- dia sangat cantik. Mana mungkin Sunghyo dengan gampangnya menyamakannya dengan gadis yang ada di lukisan itu. Bukankah mereka sangat kontras?

“apa benar, dia..adalah aku?” tanyanya tak menentu. Teralu banyak pertanyaan yang saat ini mengisi otaknya. Dan Sunghyo sangat penasaran. Sunghyo perlahan melangkahkan kakinya, ia mungkin akan menanyakan langsung hal ini pada-Suho.

Sunghyo yakin Suho pasti akan memberikannya informasi secara lebih detail.

.

.

(Baekhyun Pov) – Flashback

“hyunnie oppa” gadis itu berlari kecil menuju tempatku. Gaun putih selututnya membuatnya terlihat cantik. Ditambah dengan rambutnya yang perlahan terbawa hembusan angin. Aku yakin dia adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat. “oppa” katanya menggerakkan tangannya di wajahku membuatku tersadar.

“ah ada apa kau kemari?” tanyaku padanya. “oppa aku ingin memberikanmu ini” ia menyerahkan bunga itu. Bunga matahari. Aku Tidak tahu kenapa gadis ini sangat menyukai bunga itu. Padahal jika dibandingkan bunga mawar atau melati bunga ini tidak ada apa apanya. Tapi kenapa gadis ini begitu tertarik dan senang.

“kenapa kau menyukai bunga matahari?” tanyaku padanya. Gadis ini menoleh padaku, ia tersenyum tulus. Senyuman yang hampir setiap hari bisa aku lihat. Mengingat ia adalah tunanganku ah tidak, dia calon pendampingku nantinya. Keluarga kami sudah melakukan perjanjian itu.

Awalnya memang aku sedikit menolak, tapi lama kelamaan gadis ini membuatku mencintainya. Dia sangat lembut, berbeda sekali denganku yang kasar,keras kepala dan dingin. Gadis ini bahkan sangat hangat dan periang.

“karena bunga ini mengingatkanku padamu oppa” kata gadis ini tertawa kecil. Aku hanya bisa terkekeh. Dasar Sunghyo..dia bisa saja menjabarkan sesuatu dengan begitu mudahnya. “hyo-ah kau tau itu alasan yang sangat konyol” kataku dan sukses membuatnya cemberut.

Ia beranjak, dan aku terkesiap dengan sikapnya saat itu. Air wajahnya sangat berbeda. Apa ia kesal? Ah yang benar saja , aku Cuma mengatakan hal itu.

.

Hari demi hari aku tidak melihatnya lagi. Sunghyo seperti menghilang begitu saja. Jika aku kerumahnya bahkan ia tidak ingin bertemu denganku. Apa begitu besarnya efek dari bunga itu?

Dan perlahan satu hal yang aku ketahui, mungkin baru aku ketahui selama ini. Orang tua kami menjodohkan kami bukan semata mata menjalin kekeluargaan semakin erat atau apa. Tapi karena ini memang takdir kami. Kalian pasti bingung kan? Oke, ini memang aneh.

Di Planet ini memang aku memiliki kekuatan ‘solar kinesis’ , itu adalah kekuatan cahaya. Dan sepertinya hanya aku yang memilikinya di Planet ini. Begitu juga dengan Sunghyo, ia memiliki kekuatan ‘Lunar Kinesis’. Aku bisa dengan jelas melihat itu dari sikapnya, ia sangat lembut, sopan dan periang. Sunghyo juga gadis yang sangat hangat menurutku. Persis seperti bulan.

Belum ada yang mengetahui hal itu, kecuali aku dan Suho hyung. Aku yang memintanya untuk merahasiakan hal ini. Jika ada orang lain yang mengetahuinya maka hal ini akan menjadi bencana.

Hari ini tepat saat Sunghyo menjauhiku selama 1 minggu. Kata orang tuanya Sunghyo mendadak sakit. Aku tidak tahu apa penyakit yang dideritanya. Sunghyo tiba tiba saja muntah darah dan tubuhnya memutih-pucat seperti kekurangan pigmen.

Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku mengkhawatirkannya. Tapi Sunghyo tidak mengijinkanku bahkan untuk melihatnya.

“hyung sepertinya kau harus pergi dari sini, kau tau kan Sunghyo..dia tidak mau bertemu denganmu” aku mendengus kesal. Sudah berapa lama laki laki ini menghalangiku melihat Sunghyo. Dia adalah Sehun, dia donsaengku sendiri. Walaupun tidak satu keluarga dengannya, setidaknya kami sudah tinggal dalam 1 rumah dengan 4 orang lainnya.

Sehun adalah pengendali angin, aku bisa saja melenyapkannya sekarang. Mengingat kekuatanku jauh di atasnya. Tapi aku masih bisa bersabar. Aku yakin Sehun menyukai Sunghyo, terlihat jelas dari perhatian yang di curahkan darinya untuk Sunghyo, cara pandangnya. Dan yang lebih miris selama ini Sehun lah yang merawat Sunghyo selama ia sakit.

.

“Baekhyun..baekhyun-ah” aku mengusap mataku, mengerjapkannya melihat Chanyeol mencoba membangunkanku. “ada apa?” tanyaku kaget. “ada sesuatu yang harus kau ketahui sekarang cepat..”

Aku mengikutinya, ia sangat tergesa gesa mengatakan hal itu membuatku penasaran.

.

Langit tertutupi awan. Sangat gelap padahal aku tahu sekarang ini seharusnya purnama. Tapi cahaya bulan seakan termakan oleh awan awan yang menutupinya. Hembusan angin yang dingin menusuk sampai tulang.

Gubuk itu sekarang sudah berada di hadapanku. Butuh beberapa saat lagi maka kami akan sampai. Aku- Chanyeol-Kai-Kyungsoo-dan Suho Hyung. Suasana sangat mencekam, dan aku bisa melihat orang tua Sunghyo disana. Mereka menunduk dan badan mereka bergetar.

“ajhussi, ajhumma ada apa?” tanyaku kaget. Mereka mengusap bahuku pelan. Aku mencoba menetralkan pernafasanku yang sedari tadi tidak stabil. Mataku menatap peti disana. Ah tidak..itu pasti bukan. Aku mencoba menepis pikiran pikiran buruk yang dengan tiba tiba masuk.

Aku mendekat..langkahku tertahan melihat kain satin membungkus tubuh gadis yang sudah tidak berdaya di dalamnya. Kakiku seakan lemas dan membuatku terjatuh bebas ke lantai gubuk ini. Jantungku seperti berhenti, rasanya sangat..menyakitkan.

Gadis itu sangat cantik disana, ditangannya aku melihat bunga itu. Bunga yang tempo hari selalu ia berikan padaku. Bunga yang selalu membuatnya senang. Bunga yang dengan –ketidak sengajaanku- menjadi awal dari pertengkaranku dengannya.

“Sunghyo-ssi” panggilku pelan. Panggilan saat pertama kali aku mengenalnya. Berharap gadis ini akan tersipu malu dan gugup saat bersamaku. Berharap ekspresi itu akan muncul di wajahnya saat ini.

Ia diam.

Akal sehatku mengatakan kalau gadis ini memang sudah tidak ada tapi..hati kecilku selalu merasakan kehadirannya. Tidak bisa menyangkal bahwa sampai sekarang aku masih mencintainya, merindukan suaranya yang bisa membuatku semangat. Membenci senyuman tulusnya yang bisa membuatku semakin jatuh dalam dunianya.

End of Flashback…

.

.

“siapa itu?”

“ini aku Sunghyo oppa” Suho menaruh bukunya. “masuk saja hyo-ah” Sunghyo masuk. Membuat Suho berjengit pelan menatap kehadiran Sunghyo malam malam begini. “apa ada yang ingin kau katakan?” Sunghyo mengangguk.

“ada yang ingin aku tanyakan” ucap Sunghyo. Ia menarik nafas dan menghembuskannya. “oppa , apa kau bisa menjelaskanku tentang 12 kekuatan?”

.

.

“aku?” Seryung membulatkan matanya. Ia tidak yakin semua itu kekuatannya. Walaupun akhir akhir ini ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Yang tidak bisa ia deskripsikan. “benar, apa Dennis tua bangka itu tidak memberitahumu? Benar ia tidak memberi tahumu? Sebenarnya apa yang ia inginkan”

“apa maksudmu mengatakan mister dennis seperti itu?”

Luhan menyesap winenya sedikit , dan saat ia beranjak Luhan terkekeh mendengar erangan Seryung. “le..pass..ahk”

“apa sakit?” tanya Luhan mengejek, memperlihatkan smirknya. Ia puas melihat gadis di hadapannya yang terlihat lemah. “kau tidak ingat bertapa kejamnya Dennis itu mengusirku dan yang lainnya, betapa angkuhnya ia mengatakan bahwa kami tidak pantas berada di planet ini?”

Seryung menatap Luhan, ia masih merasakan sakit. Pergelangan tangannya sangat sakit saat ini. “tidak seperti itu”

“ahh..sudah kuduga. Kau pasti akan membelanya kan? Kau sama saja seperti mereka nona Shin? Apa kau tidak ingat bahwa aku memiliki satu diantara mereka, itu akan menjadi pertarungan seru bukan?”

Seryung menggeleng, “akhh..lepaskan aku Luhan..kau salah paham”

“kenapa kau terus terusan mengatakan hal itu padaku hah?” bentak Luhan. Seryung terdiam ia menunduk takut melihat Luhan seperti itu. “apa kau benar benar tidak mengerti perkataanku? Aku..tidak suka dengan cara Dennis mengatur kami, dia bukan segalanya. Dan..aku yakin kami bisa mengalahkan klan kalian” tegas Luhan.

Seryung tidak bisa berkata apapun, sisa tenaganya hanya sedikit. Setelah semua yang dikatakan Luhan , Seryung menjadi khawatir. Sebentar lagi pertarungan ini benar benar terjadi. “kau hanya perlu mengatakan padaku tentang masa depan itu,siapa yang akan benar benar menjadi takdir dari planet ini atau kau..akan kumusnahkan dengan yang lainnya”

Tubuh Seryung bergetar hebat, seiring dengan tangisannya yang semakin dalam. Luhan perlahan pergi dari tempat ini. “donghae oppa, sunghyo, kai, dennis ajhussi..” lirihnya pelan. “aku takut..aku takut ditempat ini”

.

.

“12 k-k-kekuatan?” Sunghyo mengangguk. Sedangkan Suho hanya bisa kaget, karena hal itu, bagaimana bisa gadis seperti Sunghyo mengetahuinya. “aku yakin oppa, kau adalah salah satu diantara kekuatan itu” ucap Sunghyo.

“benar, aku, Kai, Kyungsoo, Chanyeol , Baekhyun dan..”

“oppa , apa salah satu yang kurang dari kalian adalah Sehun oppa?” tanya Sunghyo tidak yakin. “bagaimana bisa kau tahu hyo-ah?”

“aku hanya menebak oppa” “ah” desah Suho lega. “kau pasti tahu kan tentang 6 kekuatan lainnya, aku yakin kau sudah tahu” tebak Suho. Sunghyo mengangguk pelan. “aku mengetahuinya dari Mister Dennis” “oh” Suho hanya bisa menghela nafasnya.

“ah oppa satu lagi yang ingin aku tanyakan padamu”

Sunghyo mengambil sesuatu dari sakunya. Ia mengambil kertas lusuh itu lagi. Membukanya. Suho yang melihat itu hanya bingung. “itu, apa Sunghyo-ah?” tanya Suho menyelidik. “ini, lukisan nona Sunghyo”

Suho membolak balik kertas ini. Ia masih tidak menyangka bahwa Dennis secara sengaja memberikan benda ini. Padahal setahunya ini adalah informasi yang berbahaya apabila diketahui orang biasa. Apa mungkin Sunghyo..

“Sunghyo bagaimana bisa benda ini ada padamu?” tanya Suho. “oppa, apa kau akan percaya bila aku mengatakan jika nona Sunghyo itu adalah diriku sendiri..aku juga sebenarnya..

Brakk..

Suho dan Sunghyo reflek menoleh kebelakang saat pintu ruangan Suho menjeblak terbuka. “Baekhyun” “oppa” pekik Suho dan Sunghyo karena tiba tiba saja Baekhyun sudah ada disana. Baekhyun yang ada disana mengepalkan tangannya. “berani beraninya kau mengatakan omong kosong seperti itu” geram Baekhyun. “Baekhyun  apa yang terjadi?” tanya Suho tak kalah bingungnya.

“bukan urusanmu hyung, ini hanya urusanku dengan gadis itu”

“BAEKHYUNN… lepaskan dia”

 

To Be Continued…

 

 

Preview next chap bakal ada pertarungan. Dan di next chap juga bakal saya keluarin semua member EXO ^^*()

Iklan

8 pemikiran pada “Foreigners (Chapter 4)

  1. Kerenn thor ^^ aku suka fantasy nya, padahal aku baru baca yang chap ini, hehe…
    aku mau nanya dong. lunar kinesis itu apa ne?
    next chap pasti makin seru, jangan lama2 ya thor, hwaiting! 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s