Melody in Our Love (Chapter 3)

Tittle/judul fanfic      : Melody In Our Love (Chapter 3)

Author                                    : Park Ha Rin / didoots (@didoots)

Length                         : Chapter

Genre                          : Romace,School life, family, friendship, love,

Rating                         : PG-15

Main cast                    :

  1. Park Yoori (OC)
  2. Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)
  3. Kai as Kim Jong In (EXO-K)
  4. Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

Support Cast              :

  1. All member EXO
  2. Choi Mian

Chapter : | 1 | 2 |

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

Hai aku datang lagi membawa chapter 3! Hati-hati kalo lagi baca jangan didepan orang nanti dianggap orang gila loh aku hanya memberikan saran. Fanficdtion ini hasil buatan aku sendiri jadi bagi plagiator jangan mencoba-coba mengambil hak cipta aku ya. gangsahamnida^^

Happy Reading Guys!^^

Pagi-pagi Chanyeol berniat membangunkan Adiknya. Dia begitu kaget saat melihat kamar Yoori masih rapih seperti kemarin ‘berarti dia belum pulang semalam’ Batinnya. Dia mecoba menelfon adiknya tapi tidak ada jawaban. Lalu dia menelfon Baekhyun tapi sayang nomor Baekhyun tidak aktif. Chanyeol sangat panik apa yang harus dijelaskan jika Yoori belum pulang sampai nanti malam atau besok, bagaimana nanti dia menjelaskan  kepada Eomma dan Appa. Sebenarnya dia hanya bercanda bilang pada Yoori tidak ingin menjemput ‘mana tega aku membiarkan adikku itu pulang sendiri’ gumannya. Niatnya dia hanya istirahat sebentar,tapi karna terlalu lelah dia tertidur dan niatnya untuk menjemput pun gagal. Dia mengacak-acak rambutnya frustasi dia memukul kepalanya karna menyesali perbuatanya.

Disisi lain….

Yoori membuka matanya perlahan lalu merenggangkan ototnya karna merasa badannya menjadi sakit, Yoori yang baru menyadari kalau dia bukan dikamarnya tapi didalam mobil menyipitkan matanya lalu melihat sekeliling dan dia hampir saja berteriak karna kaget ada Namja jelek itu. dia perhatikan baik-baik muka namja itu lalu tertawa kecil karna melihat tingkah namja itu saat tidur. ‘kasian dia , aku yakin badanya pasti sakit harus tidur sambil duduk seperti itu’ batin Yoori.

Yoori mencoba mebangunkan Baekhyun karna harus kembali kerumahnya, tidak mungkin dia meninggalkan Baekhyun yang terlah berbaik hati menjaganya semalaman.

“sunbae, ireona palliwa!” teriak Yoori sambil mengguncang-guncang tubuh namja itu.  berkali-kali yoori membangunkan Baekhyun tapi nanjam itu tetap tidak membuka matanya itu. Yoori pun tidak mau kalah dia tetapmengguncang tubuh Baekhyun lebih kencang lagi.

“huaaa…” Baekhyun menguap lalu merengangkan tubuhnya yang sakit itu.

“selamat pagi kurcaci jelek tukang tidur” Yoori menyapanya dan di dampingin dengan senyuman manisnya

“hah? jam berapa sekarang?” tanyanya tanpa membalas ucapan selamat pagi yoori yang membuat senyum Yoori menghilang dari muka imutnya itu.

“jam 7.40 “ jawab Yoori sambil melihat jam tangannya dan menatap Baekhyun binggung

“omooo! Kita kesiangann” teriak Baekhyun yang membuat Yoori tertawa geli

“kenapa kau tertawa?” tanyanya kesal lalu menatap lekat Yoori

“kau tau hari ini hari sabtu, kau lupa sekolah kita kan libur setiap hari sabtu” ledek Yoori

“aish aku lupa” dia menepuk jidatnya lalu tertawa juga

“kansa hamnida Baekhyun sunbae” aku tersenyum kearahnya

“terima kasih untuk apa?” Baekhyun mengangkat satu alisnya

“kau sudah menjagaku sampai pagi” Yoori langsung menundukan kepalanya karna sangat malu dengan apa yang di ucapkannya, tapi Baekhyun malah tersenyum melihat tingkah Yoori yang blushing seperti ini.

“jangan berlebihan aku hanya kasian dengan mu tau” ujar Baekhyun sambil menjitak kepala Yoori

“hyaak appo!” Yoori memayunkan bibirnya sambil mengelus kepalanya, Baekhyun yang melihat itu malah terkekeh lalu ikut mengelus kepala Yoori.

“sunbae, kajja kita masuk, aku yakin oppa khawatir” Ajak Yoori

“ne, tapi aku hanya mengantarkan mu saja lalu aku langsung pulang ya”

“sunbae tidak ingin sarapan bersama?” hati Yoori kini berharap Baekhyun menjawab “Iya” tapi ‘aish! Apa yang aku pikirkan kenapa aku berharap sekali’ batin Yoori.

“ani, kapan-kapan saja ne?” senyum yang tadi merekah di muka Yoori kini berubah menjadi sedih. Yoori larut dalam pikirannya sendiri dan itu membuat Baekhyun menjadi binggung. Baekhyun keluar mobil lalu membukakan pintu mobilnya untuk Yoori.

“gomawo oppa” Yoori kaget memanggil Baekhyun dengan sapaan seperti itu karna tidak seharusnya dia memanggil Baekhyun dengan Oppa.

“mianhae, sunbae” sambung Yoori sambil melarat ucapanya tadi, tanpa disadari Baekhyun tersenyum karna ulah Yoori ini.

“kajja palliwa, aku yakin Chanyeol sangat mengkhawatirkan adik kecilnya yang penakut ini” Tangannya kini langsung menarik tangan Yoori. Dan membuat Yeoja ini menjadi membulatkan matanya

“kenapa kau senang sekali meledeku hah?” Karna kesal Yoori melepas tangan Baekhyun lalu mencubit perut Baekhyun kencang lalu tertawa penuh kemenangan.

“awww appo!”

“akan ku balas kau” Dia mencubit kedua pipi Yoori yang bulat itu. Bukanya marah Yoori malah tertawa juga. Yoori terdiam melihat tawa Baekhyun, dia teringat lagi tawa itu, tawa itu sangat indah tanpa Baekhyun sadari muka Yoori merona karna ulahnya yang tiba-tiba itu. Baekhyun jalan didepan, Yoori berjalan dibelakang sambil memegang jantungnya yang berdegub cepat itu. ‘ini benar-berar tidak masuk akal kenapa jantungku berdegub kencang lagi’ pikirnya

TOKTOKTOK….

Pintu terbuka, Chanyeol yang sudah menduga siapa yang datang langsung mengarahkan matanya kearah Yoori dengan tatapan mematikan.

“kenapa kau baru pulang Park yoori?!” tanyanya pada Yoori, kalau Oppanya sudah memanggil nama lengkapnya pasti ada sesuatu dengan Oppanya.

“aku……jadi…… semalam…..” Yoori berjalan ke sisi kanan oppanya lalu menggaruk tenguknya yang tidak gatal itu. Karna dia tidak tahu apa yang terjadi, dia menjawab dengan terbata-bata.

“jangan memarahinya, dia tidak salah. semalam itu aku sudah mengantarkan dia, aku mengetuk pintu rumah mu berkali-kali tapi kau tidak membukakan pintu jadi aku memutuskan tidur dimobil sampai pagi” penjelasan Baekhyun yang panjang itu membuat Chanyeol diam karna dia berpikir bahwa dia yang salah. Kenapa kupingnya sangat tidak berfungsi sampai-sampai dia tidak mendengar ketukan pintu semalam.

“gomawo sudah menjaga adik ku yang nakal ini” sambil memukul kepala Yoori

“oppaa!!!!!” teriak Yoori sambil mengelus pelan kepalanya itu, Baekhyun hanya tertawa melihat sepasang kakak-adik yang sangat aneh ini.

“dia tidak nakal, dia sangat lucu haha” Perkataan Baekhyun tadi membuat jantung Yoori yang baru stabil tadi menjadi berdegub kencang lagi. ‘aihhh! Apa yang terjadi dengaku, kenapa jantungku berdegub kencang terus’

**

At Festival Music Korea

Lomba dimulai sekolah kami medapat urutan ke 8 dari 24 perserta, bisa dibayangkan berapa penuhnya tempat ini. Peserta ke 6 sedang tampil. Sudah ke 9 kali Yoori bulak-balik ke kamar kecil, saat Yoori demam panggung dia akan bulak-balik ke kamar kecil. Semua orang tertawa melihat tingkah yeoja ini.

Yoori ke kamar kecil lagi, Baekhyun pun mengikuti tapi dia bilang ke teman-temannya dia ingin ke kamar kecil juga. Dia merasa kasian melihat Yoori yang seperti itu jadi niatnya itu ingin membantunya agar dapat menghadapi demam panggunya itu. Dia menunggu Yoori di depan kamar kecil, saat yeoja itu keluar dia memberhentikan langkahnya

“apa itu yang kau lalukan jika sedang demam panggung?” tanya Baekhyun

“ne,aku binggung sunbae, aku sangat takut”

“mana tanganmu?”

“mwo? untuk apa sunbae?” jawab Yoori binggung lalu memegangi tangannya dan ditempelkan di dadanya.

“sudah mana tangan mu” lalu dia menarik tangan Yoori kasar dan menggengam tanganya kencang.

“eomma ku pernah bilang jika seorang wanita sedang grogi biasanya dia akan menggengam tangan seseorang agar dia merasa lebih tenang” dia tersenyum sambil menggengam tangan Yoori lebih erat.

“o-oh ne, arraseo”  jawab Yoori gugup. Bagaimana bisa demam panggung Yoori hilang jika jantungnya malah semakin berdegub kencang karna Ulah Baekhyun.

“apa kau merasa lebih baik?” tanyanya lagi

Yoori menggelengkan kepalanya, Baekhyun teringat lagi perkataan Eommanya jika gengaman tangan saja belum berhasil, dia harus memeluk orang itu agar dia merasa tidak sendiri menghadapi groginya.

Baekhyun yang masih menggengam tangan Yoori langsung menariknya kedalam pelukan. Yoori benar-benar kaget dengan kelakuan Baekhyun segera dia meronta agar Baekhyun melepas pelukanya, karna jika teman groupnya lihat bisa dipikir mereka mempunyai hubungan dekat.

“apa yang kau lakukan Baekhyun sunbae!!?!?!” Rontanya sambil memukul-mukul pelan dada Baekhyun.

“tenanglah, Eomma ku bilang jika hal pertama belum berhasil, kau harus memeluknya agar orang yang demam panggung merasa tidak sendiri menghadapi groginya”

Yoori terdiam mendengar perkataan Baekhyun, tapi benar setelah pelukan itu dia merasa lebih baik dan nyaman, demam panggung sedikit demi sedikit pun hilang. Dia  semakin memendamkan mukanya ke dada Baekhyun. Tanganya kiri baekhyun memegangi pinggul yeoja itu, sedangkan tangan kanannya mengelus kepala dan punggung Yoori.

Gadis ini bisa mencium wangi kopi caramel parfum Baekhyun, ada yang aneh Yoori mendegar detak jantung Baekhyun yang abnormal, detak jantungnya sangat kencang. Yoori tidak tau kenapa jantung namja itu berdegub kencang. ‘apa dia sakit? Atau karna dia memelukku? Aish aku ini terlalu pede’.

“sunbae, bolehkah aku bertanya?”

“ne, apa yang kau ingin tanya?” jawabnya

“kenapa jantung mu berdegub sangat kencang?”

Baekhyun yang baru menyadari jantungnya berdegub kencang melepaskan pelukannya tadi. Entah dia pun binggung kenapa jantungnya berdegub kencang. Tapi…… sudahlah Baekhyun menepis semua pikirannya.

“mu-ungkin grogimu pindah, kajja kita kembali ke acara mungkin kita sudah di tunggu” jawabnya terbata-bata. Mereka berjalan kembali ketempat acara tangan Baekhyun kini menarik Yoori agar lebih cepat berjalannya.

**

Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, group Yoori tampil. Sebelum mereka tampil mereka memperkenalkan diri masing-masing. Banyak sekali yeoja yang bertepuk tangan dan meneriaki namja tampan group itu. ada seorang yeoja dari sekolah lain yang meneriaki nama Baekhyun, Yoori yang sekilas mendengar sedikit memanas.

Yoori POV

Kami menunjukan performa yang sangat baik, banyak sekali yang bertepuk tangan, dan banyak juga yang meneriaki Baekhyun, huhh aku kesal melihatnya bisa kah yeoja-yeoja itu diam. Ehh… tapi kenapa aku marah melihat banyak yeoja yang mengoda Baekhyun… mungkin….. ahh tidak mungkin. Aku mencoba menepis pikiran ku yang mulai terkontaminasi oleh Baekhyun.

“baiklah 24 peserta sudah tampil semua, bagaimana apa kalian yakin menjadi pemenang?” tanya pembaawa acara

“yakinnn!!!” semua perserta menjawab termasuk Aku yang sangat bersemangat

“baiklah karna acara penggumuman masih dirundingkan, ada yang ingin tampil di depan untuk bernyanyi?” tanya pembawa acara

Aku melihat Baekhyun mengangkat tangannya, Dia mulai berdiri lalu berjalan kedepan panggung. Bacoooon!! Apa yang kau lakukan eoh? kenapa kau harus maju, kau ingin banyak yeoja meneriaki mu hah? dasar lenje. Hatiku mulai memanas melihat yeoja yang berlari kedepan saat Baekhyun sedang tampil rasanya aku ingin sekali memukul kepala mereka satu-persatu. Tapi kenapa aku harus marah, Baekhyun bukan siapa-siapa ku. Kita berdua pun tidak memiliki hubungan lebih, kami hanya teman kan. Tapi apa salah jika aku marah seperti ini, jujur saja aku pun binggung kenapa aku menjadi kesal.

“aih, cari perhatian saja dia” dengusku pelan.

“kau cemburu?” tanya Mian yang memberikanku senyum yang mengodaku

“aniii!” jawabku ketus lalu memalingkan mukaku kearah Baekhyun lagi, aku mendengar Mian tertawa kecil lalu tersenyum-senyum melihat aku yang kesal seperti ini.

Baekhyun selesai bernyayi, hatiku sedikit tenang. Tapi dari kejauhan aku melihat seorang yeoja menghampirinya lalu memberikan “sebungkus Coklat”. Aihhh kenapa yeoja itu sangat menyebalkan. Ingin sekali aku menarik rambut yeoja itu. yeoja tadi menarik Baekhyun ketempat duduk terdekat lalu mereka sedikit berbincang. perlahan Baekhyun mengangkat duduknya sambil membungkukan kepalanya lalu  berjalan kembali ke arah tempat duduk kami. Aku yang duduk paling belakang melihat Baekhyun berjalan kearah tempat dudukku

“cie, bagaimana rasanya diteriaki banyak yeoja cantik?” tanyaku kesal

“mwo? Kenapa mukamu seram sekali eoh?! biasa saja” jawabnya santai

“jangan bohong sunbae, pasti kau sengaja kedepan supaya kau bisa tebar pesona ke semua yeoja disini”

Dia tersenyum, lalu mendekatkan kepalanya ke telingaku, baiklah Byun Baekhyun kau tau? Kau membuat tubuhku menjadi dingin saat merasakan nafasmu itu di telingaku. bisakah kau tidak melakukan itu.

“apakah kau cemburu nona yoori?” Mendengar pertanyaan Baekhyun aku terdiam. Aku menundukan kepalaku, apakah benar aku cemburu dengan Baekhyun? Aigooo!! Tidak mungkinnnnn! Dia mengankat tanganya lalu menyetuh dagu ku dan mengarahkannya menghadap muka Baekhyun yang sedang tersenyum menang sekarang. Dia menatapku tajam dan tetap memberikan senyumnya itu.

“kenapa kau diam? Jawablah pertanyaanku” sambil terus menggodaku

Aku langsung menepis tangannya yang berada di daguku.

“ani!!!!” jawabku singkat sambil mendorong tubuhnya menjauh dariku.

Dia yang melihat kelakuan ku yang aneh itu malah tersenyum-senyum. Rasanya aku ingin sekali memukul kepalanya sekarang. Aku menutup mataku lalu mengatur nafasku agar amarahku tidak memuncak. Saat Aku mebuka mata melihat sebungkus coklat dihadapanku, segera aku menoleh kearah Baekhyun dengan tatapan aneh.

“apa ini?”tanyaku

“kau tidak tahu ini apa? ini coklat pabo”jawabnya sambil tertawa

“aku tau, tapi kenapa kau memberikan coklat ini?”

“agar kau tidak marah lagi tersenyumlah, kau terlihat cantik jika tersenyum” dia tersenyum kearahku

Hatiku seperti diterbangi 70 juta kupu-kupu sekarang. Aku tidak tau mukaku sekarang seperti apa yang jelas mukaku sudah merah merona sekarang.

Baekhyun POV

Aku sangat bangga mendengar namaku dipanggil oleh yeoja-yeoja labil itu. ada yang aneh, aku binggung mengartikan muka Yoori. Mukanya seperti kesal tapi kenapa dia bisa kesal seperti itu ya. Dasar yeoja aneh.

Aku mengangkat tanganku saat pembawa acara memberikan kesempatan kepada peserta untuk tampil didepan. Aku maju bukan karna ingin tebar pesona tapi aku hanya ingin menunjukan bahwa aku memiliki bakat yang indah. Saat aku bernyanyi aku sedikit bahagia melihat yeoja-yeoja kedepan panggung hanya untuk melihatku. Tapi sekilas mataku mengarahkan ke Yoori, mukanya seperti tadi merah,kesal dan tatapannya itu sangat mematikan. Sungguh aneh tapi nyata, aku sangat menikmati mukanya yang merah kesal seperti itu. kalian tau mukanya semakin imut saat seperti itu.

Saat aku turun panggung, seorang yeoja memberiku sebuah coklat.

“oppa! Kau keren sekali tadi, suaramu tidak berubah sampai sekarang aku sangat merindukanmu oppa, ini coklat untuk mu” ucap yeoja itu lalu menarikku ketemat duduk dibelakangnya

“apa yang kau lakukan disini?” tanya ku kepada yeoja tadi

“aku  sedang menemani eomma bertemu temannya di cafe didepan, lalu aku melihat ada acara lomba menyanyi. Karna aku yakin eomma pasti akan lama jadi aku kesini” ujar yeoja itu sambil tersenyum lebar

Aku melihat sekelilingku Ya aku memergoki Yoori menatapku saat bersama yeoja ini. Mukanya terlihat sangat kesal

“ne, aku harus kembali kesana, bagaimana obrolan kita disambung lain waktu” aku memberikan senyum di akhir kata-kataku

“ne oppa, nanti jika ada waktu aku akan kerumahmu ya”

“baiklah, gomawo atas coklatnya” aku membungkukan kepalaku lalu berjalan pergi kearah tempat duduk Yoori. aku sengaja duduk disampingnya, Aku ingin bertanya kenapa mukanya sangat kesal melihat aku dengan yeoja tadi.

“cie, bagaimana rasanya diteriaki banyak yeoja?” tanyanya kesal

“mwo? Kenapa mukamu seram sekali hah? biasa saja” jawabku santai

“jangan bohong sunbae, pasti kau sengaja kedepan supaya kau bisa tebar pesona ke semua yeoja disini”

Yakk aku bisa menyimpul kan bahwa dia cemburu kepada ku. Aku semakin menjadi-jadi aku mencoba mengggodanya. Aku mendekatkan wajahku ke telinganya, baru seperti itu saja mukanya sudah merah. Tapi aku sangat menyukai mukanya yang merona seperti ini.

“apakah kau cemburu nona yoori?”bisiku pelan

Tanganku memegangi dagunya baru beberapa detik aku menatapnya mukanya pun sudah memerah lagi. Menatap mukanya dari dekat seperti ini membuat jantung ku berdegub kencang, mukanya yang memerah membuat ku menjadi semakin gemas.

“kenapa kau diam? Jawablah pertanyaanku” tanyaku lagi, lalu dia menepis tanganku.

“ani!!!!” jawabnya aku semakin senang mengodanya. Dia sangat sangat sangat imut kalau sedang marah seperti ini. dia menutup matanya, entah apa yang dilakukan mungkin menahah rasa marahnya. aku yang merasa bersalah sengaja menaruh coklat yang diberikan oleh yeoja tadi didepan mukanya.

“apa ini?”tanyanya.

“kau tidak tahu ini apa? ini coklat pabo”jawabku sambil tertawa.

“aku tau, tapi kenapa kau memberikan coklat ini?”

“agar kau tidak marah lagi tersenyumlah, kau terlihat cantik jika tersenyum” ujarku sambil sedikit mengodanya.

Dan lagi mukanya memerah, ini benar-benar pemandangan yang sangat indah. Ingin sekali aku memeluknya agar muka merahnya itu tidak dilihat siapa-siapa hanya aku saja.

**

Author POV

“bagaimana kalau kita main siapa berani?” tanya pembawa acara, para peserta yang setuju langsung merapat kearah pembawa acara.

“jadi seperti ini, setiap peserta akan mengambil kertas kecil yang isinya tantangan yang sudah diacak. Setiap peserta ditutup matanya lalu berjalan kearah yang kalian mau, lalu jika nanti musik berhenti. Kalian harus memegang orang yang di depan kalian, setelah itu kalian buka penutup mata kalian dan baca pesan yang kalian ambil dihadap orang yang kalian pegang tadi, arrachi?”

Semua peserta mengerti, panita menyuruh peserta untuk mengambil kertas dan penutup matanya lalu kertas itu dibaca. Yoori dipanggil untuk mengambil pesan tersebut dia binggung membaca isinya, dan dia berdoa agar orang yang didepannya itu bukan orang aneh. Giliran Baekhyun mengambil kertas itu, dan dia lebih kaget lagi melihat isinya.

“baiklah, pakailah penutup mata kalian” intrusksi dari pembawa acara

“ha na, dul, ses nyalakan musiknya…. ayo kalian jalan dan jangan berhenti sampai musik berhenti”

Musik pun berhenti, Yoori segera memegang tangan seseorang yang di depannya, dia berharap agar orang didepanya jika laki-laki agar setampan Oppanya jika wanita agar sebaik Mian. Pembawa acara menyuruh peserta membuka penutup mata, tapi dengan keadaan mata para peserta masih ditutup.

“baiklah buka lah mata kalian”

Yoori kaget sejuta kaget namja yang di hadapnya sekarang adalah Baekhyun what the……… Baekhyun pun sama kagetnya melihat Yoori.

“baiklah peserta sudah siap mebaca pesan kalian?kita mulai dari kiri dahulu”

Waktu berjalan sangat cepat, Yoori yang masih kaget melihat Baekhyun hanya diam sepanjang permainan. Saat nya mereka membaca pesan tantangannya.

Baekhyun menarik nafasnya sangat dalam dan menghembuskanya kasar. tangannya menarik tangan Yoori lembut. Yoori yang kaget dengan ini memasang muka seperti D.O Oppa.

“kita sudah mengenal satu sama lain, sudah lama dekat juga, mungkin ini waktu yang tepat untuk membicarakan ini, kau sangat manis, kau baik jujur saja aku sangat mengilaimu, aku yakin Tuhan sengaja mempertemukan kita agar kita bisa membagi kasih sayang, jadi apakah kau mau menjadi yeojachinguku?” dia tersenyum setelah membaca itu

‘dugdugdug…tutt’ begitulah bunyi Jantung Yoori,  rasanya seperti berhenti saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Baekhyun tadi. Seketika dia terdiam, meskipun itu tantangan tapi muka Baekhyun seperti menunjukan bahwa dia benar-benar merasakan hal itu, dan bersungguh-sunggung saat mengatakan itu. Yoori berharap waktu berhenti sekarang, lalu dia akan mengulang kata-kata Baekhyun tadi.

“ne, aku mau oppa” Yoori menganggukan kepalanya dengan yakin dan tersenyuum

Baekhyun menari Yoori kepelukannya, sebenarnya Yoori tak tau apa isi tulisan itu tapi kenapa dia harus memeluknya……..’dasar bodoh bisa-bisa orang disini berpikir kita berpacaran’ Katanya dalam hati

“kau tau mukamu sangat merah sekarang” bisiknya pelan

Yoori yang menyadari itu langsung melepas pelukannya, gadis ini  melihat sekelilingnya semua orang menatapnya tajam apa lagi yeoja yang memberikan Baekhyun coklat tadi. Tatapannya seperti ingin membunuhnya.

jadi isi pesan Baekhyun itu tantangan

“nyantakan cinta kepadanya dengan romantis”

Sedangkan kalau Yoori

“jawablah “iya” jika dia bertanya kepadamu”

**

Sekarang Yoori dan Baekhyun menjadi pusat perhatian, semua teman-temannya mentertawakannya. Jujur saja Yoori kesal tapi dia juga senang. Dia pun binggung kenapa perasaan dia senang. Tapi Jong In tidak seperti lainnya muka sangat kesal pada Baekhyun.

“haha hyung itu sangat keren” puji Tao, Baekhyun yang mendapat banyak pujian menjadi sedikit bangga dengan apa yang dia lakukan, tapi mukanya tetap datar  menanggapi semua pujian.

“jadi sekarang kalian resmi jadian kan?” goda Suho, tatapannya menuju Baekhyun dan Yoori

“Ani oppa! Itu hanya permainan, lagian aku benci sekali dengannya, mana mungkin aku mau dengannya” sangkal Yoori sambil melipat tangannya.

“benci kan bisa menjadi cinta, jadi siapa tau kalian bisa saling suka setelah kejadian ini” sambung Suho dan disambut tawa dari semua group.

Semua orang tertawa sekarang ke arahku dan Baekhyun, aku memajukan bibirku lalu menatap Baekhyun, aku binggung kenapa Baekhyun hanya diam, dan kenapa dia biasa saja oh mungkin karna dia muak dengan ini semua.

Waktunya penggumuman pemenang lomba, semua perserta duduk di tempat masing-masing mereka. Awalnya Yoori duduk dibelakang sendiri, Baekhyun yang baru saja kembali dari kamar mandi melihat bangku yang kosong hanya di sebelah Yoori. Apa boleh buat pikirnya, dia melangkahkan kakinya menuju kursi kosong sebelah Yoori.

“apa yang kau lakukan disini?” Yoori menatap Baekhyun dengan tatapan binggung.

“kau tidak lihat bangku yang kosong hanya disini!” Baekhyun duduk di kursi sebelah dengan Yoori, karna merasa risih Yoori menggeser duduknya sedikit agar jarak mereka sedikit berjauhan. Tapi Baekhyun malah menggoda Yoori dengan mendekatkan tubuhnya dengan yeoja itu.

“jauh-jauh lah kau dengan ku, aku tidak mau orang berpikir kalau kita berpacaran” tangan Yoori kini mendorong tubuh namja lucu itu.

“waeyo? Memangnya aneh kalau kita berpacaran hah?” dia menggangkat satu alisnya lalu tersenyum.

“t-idak a-apa sih” jawab Yoori terbata-bata.

“nah, kenapa kita tidak pacaran saja?” godanya sambil memajukan sedikit wajahnya kearah Yoori.

Aihhh! Jantung Yoori kini berdegub lagi. ‘Tuhan bisakah kau jelaskan kenapa jantung ini selalu berdegub jika dia melakukan hal seperti itu’ batinya. Yoori langsung mendorong muka Baekhyun menggunakan kedua tangannya.

“diamlah! Pemenang lomba akan di umumkan” Yoori langsung mengalihkan pembicaraan agar Baekhyun tidak bisa macam-macam dengannya.

Baekhyun hanya diam lalu kembali memperhatikan pembawa acara. Mereka mulai me review ulang penampilang masing-masing kelompok dan waktunya pengguman. Perasaan Yoori kembali tegang.

“baiklah pertama-tama saya umumkan pemenang ke tiga..”

“juara tiga……adalahh…..Exotic High School”

“juara ke dua adalah……….SM Town Internasional High School”

“baiklah waktunya pemenang pertama….. pemenang pertama adalah……….”

Yoori menutup matanya dan menggiggit bibirnya , butiran keringatnya pun mulai keluar dan menetes, tangannya pun kini sudah merah karna cengkraman yang dilakukan dirinya sendiri. Tapi Yoori merasakan tangannya di genggam orang lain.

“tenanglah, kita akan menang….” Baekhyun tersenyum manis lalu melepaskan cengkaram tangan Yoori, dan menggantinya dengan tangannya.

“jangan kau cengkram tangamu seperti itu, lihat tanganmu merah. Jika kau mau genggamlah tanganku”sambungnya lagi dengan lembut.

Yoori hanya diam tanpa memberikan ekspresi muka kepada Baekhyun, tapi Yoori menuruti permintaan Baekhyun untuk menggengam tanganya, dia tidak menyadari bahwa dia menggengam tangan Baekhyun dengan kencang, sangat kencang malah.

“juara pertama diraih oleh……… Intrnational Art School Seoul”

Semua tersontak kaget, Yoori yang kaget langsung memeluk Baekhyun yang sedari tadi disebelahnya, jujur saja Yoori tidak menyadari dengan apa yang dia lakukan sekarang, tapi kini hatinya sangat bahagia sekarang Yoori tidak memikirkan apa yang orang pikirkan nanti. Baekhyun pun tidak melepas pelukan ke gadis itu tapi dia malah mengusap-usap rambut Yoori.

“ehemm!” tiba-tiba suara berat seseorang membuat kami melepas pelukan yang sangat erat itu.

“hehe…” yoori tersenyum seringai ke arah Jong In

Jong in yang memang dari tadi mukanya sangat kesal, sekarang melihat kelakuan kami menjadi  semakin kesal. Dia menatap Baekhyun dengan tatapan tajam seperti macan yang ingin memangsa buruannya. Baekhyun pun menatap jong in dengan tatapan santai tapi matanya seperti berbicara ‘kenapa? Kau berani denganku’. Yoori yang menyadari suasana panas disini langsung pindah ke tempat duduk Jong In lalu bersenda gurau dengan Mian dan Sehun. Meskipun Jong In masih kesal tapi Yoori mencoba membuat dia mengalihkan pikirannya dari kekesalannya kepada Baekhyun.

“baiklah perwakilan masing-masing maju” perintah pembawa acara

Kris sunbae pun maju lalu berfoto-foto. Lalu dia berlari ke arah kami semua lalu tersenyum lebar

“ini masih awal, masih banyak lomba yang menunggu kita menjadi pemenang diluar sana” tegasnya semua member laki-laki tersenyum lalu saling berpelukan. Kami semua berfoto dan pergi kesekolah lagi.

**

Yoori POV

Semua orang disini sibuk berfoto-foto. Aku mengeluarkan iPhone ku dan ikut berfoto-foto ria. Tangaku seperti ditarik seseorang, benar saja, tanganku memang di tarik oleh Jong In

“Yoori kajja kita berfoto” ajaknya ramah

“ne” aku mulai mengelurkan poselku. Aku menggunakan aplikasi action cam dan berfoto sampai 4 kali

“Jeprett….” Pertama,kami sama-sama senyum. Kedua, mulut kami manyun. Ketiga kami saling bertatap-tatapan. Keempat, dia mencubit pipiku

Aku tersenyum lebar melihat hasil foto ku dengan Jong In.

“kau sangat lucu…” katanya sambil menunjuk muka ku di foto

“aku pulang duluan ya, jangan lupa istirahat” Jong In berkata sambil mengelus puncak kepala Yoori lembut. Yoori hanya mengganguk dan tersenyum membalas kata-kata Jong In.

Sudah pukul 8 malam sekarang, semua orang pulang kecuali Oppaku dan Baekhyun. Chanyeol Oppa ingin mengerjakan tugas sebentar untuk besok.

“Yoori, tunggu sebentar aku ingin melihat jawaban pr dulu” katanya

“ne, Oppa. Jangan lama-lama ya”jawabku

Aku duduk di bangku pojok belakang. Bosan sekali menuggu seperti ini

“hufft…. bosan sekali” dengusku

“kalau kau bosan kenapa kau tidak tidur saja” tiba-tiba Baekhyun menghampiriku dan duduk disamping bangku ku.

“aku tidak bisa, tidak nyaman” jawabku

Suasana semakin membuat ku bosan, aku membuka posel ku lalu bernarsis ria. Baekhyun yang masih disebelahku tertawa melihat tingkahku.

“kenapa kau tertawa?” tanyaku kesal.

“tidak, pose mu sangat lucu” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku.

“aish kau ini, jangan mengacak-acak rambutku. Aku ini sedang foto nanti jelek tau!” dengusku kesal

“kau ini, mau di apa-apain juga kalau sudah cantik, pasti cantik diacak-acak pun tetap cantik” jawabnya sambil tertawa

“sunbae, mari kita foto” ajaku manis

“foto? Shirreo, Aku tidak suka foto”

“ayolaahh! Aku mohon sunbae” aku memohon sambil menarik-narik bajunya

“baiklah…baikk, tapi berhentilah menarik-narik bajuku” pintanya

“jeprettt….”

Pose pertama, kami sama-sama tersenyum. Kedua, dia memegang kepalaku. Ketiga kami menjulurkan lidah sambil menatap. Keempat, dia menyentuh hidungku sambil bertatap tadi. Kami benar-benar akur sekarang, kami terbuai oleh keasik berfoto sampai tidak sadar sudah hampir 7 foto lebih.

“andai kau ini yeojachinguku mungkin ini sangat lucu” sambil mengelus kepala Yoori lembut

Jantungku yang tadinya normal kini seperti sehabis maraton, Mendengar perkataanya tadi membuat ku memalingkan kepalaku beserta tubuhku ke hadapanyanya. Mukakupun kini menyemburkan merah merona karna kata-katanya.

“maksud sunbae?”aku mengangkat satu alisku pura-pura tidak mengerti, agar mencairkan isi hatiku.

“aku tidak pernah mau berfoto dengan yeoja, kalau pun berfoto mungkin dia adalah yeojachinguku” jawabnya

“o-h ohh” jawabku terbata-bata

keheningan pun menyelimuti kami, aku yang masih menghadap kearahnya,kaget melihat dia menghadapkan badannya ke arahku juga. Dia menatapku lagi, aku yang tidak berani menatapnya lalu menundukan kepalaku sambil memainkan ponselku.

“yoori-ah…” panggilnya, pertama kali Baekhyun memanggilnya dengan panggilan seperti itu, apakah dia sudah mau berdamai denganku? Bagus kalau begitu.

“ne?” aku masih memainkan ponselku.

“yoori-ah…” sapanya sambil mengangkat daguku.

Kalian tau mukanya sudah ada dihadapanku beberapa cm sekarang, aku yang kaget hanya menatap matanya dan mukanya yang semakin dekat. Aku pun memundurkan kepalaku saat kepalanya semakin dekat. Sialnya aku sudah menabrak tembok jadi, aku tidak bisa berkilah lagi sekarang. Wajahnya semakin dekat lalu aku yang takut hanya menutup mataku. Aku merasakan tangannya halusnya itu mulai memegang pipiku, aku juga mencium bau parfum khasnya dan……………. aku mendorongnya pelan mejauh dari tubuhku, kalian tau kan diruangan ini tidak hanya aku dan Baekhyun tapi ada “oppa” apa yang oppa katakan jika mellihat ku dicium oleh temannya hah? untungnya oppa sedang asik dengan tugasnya sambil mendengarkan lagu aku menahan mukanya dengan tanganku.

“waeyo?!” tanyanya

“ada oppa”jawabku

“terus?” dia menatapku lalu tersenyum nakal dan memajukan mukanya lagi

“jangan disini aku tidak mau oppa melihatnya” jawabku spontan tanpa dipikirkan oleh otakku.

“eh bukannn! Kita kan tidak memiliki…….” sambungku lalu dia menahan ocehanku dengan telunjuknya.

“apa kau mau pindah? Agar oppamu tidak lihat?” godanya dengan senyum yang mematikan

Aku mendorong tubuhnya menjauh dari tubuhku. Tapi dia tetap memajukan kepalanya lagi. Aihhh! Kau ini kenapa Baekhyun.

“stop sunbae! Jangan lakukan itu! Kita tidak memiliki hubungan apa-apa!”tegasku

“siapa bilang? Kau tidak ingat tadi siang aku mengatakan perasaaku kepadamu, dan kau pun menerimanya kan? Jadi kita resmi berpacaran kan?” jawabnya tersenyum sambil mengangkat satu alisnya.

“aihh! Itu kan hanya permainan”tegasku lagi

Dia mulai memajukan mukanya lagi, tanganku yang sedari tadi mencoba mendorongnya, di pegang erat olehnya agar aku tidak berontak. Aku benar-benar pasrah dengan kelakuannya ini. anehnya kenapa aku hanya melakukan itu, kenapa aku tidak marah lalu teriak ke oppa dan meminta tolong kepadanya. Aish aneh sekali aku ini. perlahan tapi pasti dia semakin mendekatkan kepalanya, jadi aku menutup mataku lagi, aku merasakan nafasnya sekarang ada ditelingaku

“kau benar, aku pikir kita tidak bisa melakukannya disini, mungkin di suatu tempat nanti, jadi kau harus siap” bisiknya lembut dan pelan. Aku mulai membuka mataku, dia tersenyum lagi ke arahku membuat hatiku semakin berdegub cepat.

Baekhyun berdiri lalu berjalan ke arah oppa yang masih mengerjakan tugasnya itu. Baekhyun menepuk punggung oppa karna oppa mendengarkan musik jadi akan sia-sia jika memanggilnya.

“wae?” tanya Oppa

“apakah kau sudah selesai? Adikmu kelihatanya sangat lelah, lebih baik kau pulang” pintanya lembut.

“Kenapa kau jadi perhatian seperti ini? biasanya kalian bertengkar” goda oppa

“tidak dia tadi marah-marah dibelakang kepadaku, jadi aku hanya menyampaikan saja kepadamu” jawabnya

“baiklah, yoori ayo kita pulang” teriak oppa

Aku berdiri menghampiri dua namja itu, karna kejadian tadi, perasaanku kini setiap melihat baekhyun, bersebelahan denganya, bersentuhan dengannya membuat jantungku menjadi berdegub lagi….

TBC………

kepo ga sama kelanjutannya? Semoga pada kepo. Jangan jadi silent readersnya chingu kasih comment sedikit ya<3 supaya aku bisa evaluasi lagi mana yang aneh dan kurang baik. Sampai bertemu di Chapter selanjutnya dapet kecup paling basah nih dari all members EXO!<3 gomawo………~(^_^~) ~(^_^)~ (~^_^)~

Iklan

22 pemikiran pada “Melody in Our Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s