Coincidence?

SURONG

Author : awanderingwonder | @syupeojunio

Title : Coincidence? | [ONESHOT]

Genre : Romantic, comedy

Cast : Kim Junmyeon/Suho (EXO-K) & Park Chorong (A Pink)

Length : Oneshot

Disclaimer : Plot is mine.

Happy reading!

 

***

Dari semua orang yang kulayani setiap hari, ada satu gadis cantik yang menarik perhatianku. Awalnya, aku tertarik pada rambut hitam kemerah-merahannya. Tapi lama-kelamaan aku lebih suka menlihat wajah cantiknya. Tawa dan senyumnya mampu membuat pinggir bibirku juga naik keatas. Intinya, dari ribuan orang yang datang ke kafe ini, dialah yang paling menarik.

Akhir-akhir ini, cerita tentangku yang menyukai gadis itu menjadi bahan pembicaraan paling lucu diantara para rekan kerjaku. Jika kalian penasaran, aku, Kim Junmyeon atau yang lebih akrab dipanggil Suho adalah seorang CEO muda dari Kim Enterprise. Umurku baru menginjak 22 tahun. Sebenarnya alasanku mau menjadi barista di kafeku sendiri adalah karena untuk melihat gadis cantik itu. Yang hampir setiap hari mampir kesini. Disini ada 11 orang lain yang bekerja bersamaku. Mereka bisa dibilang sahabat sekaligus teman masa kecil mulai dari sewaktu kami dilahirkan. Mereka-mereka ini juga berasal dari keluarga yang berada dan cukup-sangat-mampu.

Kami dibagi menjadi dua bagian. Satu untuk shift pagi dan satunya untuk shift malam. Karena gadis itu selalu datang pada waktu jam 5 sore, maka kuputuskan untuk mengambilshift malam. Selain menjadi pimpinan di kafe ini (tentu saja), aku juga ikut melayani pelanggan. Bersama si-badut Chanyeol, si-wajah-menyeramkan Tao, sexy Kai, si-polos Kyungsoo dan si-penggemar-bubble-tea Sehun. Karena aku yang paling tua disini, anak-anak kurang ajar itu selalu menggangguku habis-habisan. Dan mereka tidak akan pernah capek mem-bully. Tidak akan pernah.

Hyung!! Dia datang!!” Tiba-tiba Sehun menyikut lenganku ketika aku sedang menghias wafel pesanan. Sehun juga berteriak kepada yang lain. “Semuanya!! Dia datang!!”

Sehabis Sehun berteriak seperti itu, anak-anak langsung menghentikan aktivitas malas mereka. Chanyeol yang dari tadi hanya menonton komedi di televisi langsung berpura-pura mengelap kaca jendela yang pada awalnya sudah bersih. Sehun dengan amat-sangat-terpaksa harus meninggalkan bubble tea pujaannya. Kai langsung bangun dari tidur siangnya dan berpura-pura menyapu lantai. Kyungsoo yang sudah selesai mencuci gelas dan piring, tiba-tiba mencuci barang-barang itu kembali. Dan aku yang melihat itu langsung memasang wajah datar. “Kyung, apa kau gila? Kenapa harus mencuci barang-barang itu lagi?!” tanyaku tidak sabaran. Kyungsoo hanya tersenyum lebar dan melanjutkan aktivitas favoritnya.

Tao yang bertugas membukakan pintu, merapikan bajunya yang kusut. “Action!!”

Bel diatas pintu berbunyi. Aku melirik jam dinding dan waktu menunjukkan pukul 17.00, seperti biasa. Tanpa melihatpun, aku sudah bisa menebak bahwa gadis itu sedang berjalan ke tempat favoritnya. Di pojok ruangan yang terdapat rak buku. Aku baru sadar kalau ia tidak sendirian kali ini. Ia mengajak temannya, kurasa. Perempuan berambut coklat tua dan bergelombang.

Aku mencoba memfokuskan pandanganku ke wafel yang ada didepanku, tapi.. gagal. Aku diam-diam meliriknya. Dan tanpa kuketahui juga, dia menangkap pandanganku kemudian tersenyum manis. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat dan aku memutuskan untuk memfokuskan kembali ke wafel yang sedang kukerjakan. Sungguh, senyumannya adalah hal paling indah yang pernah kulihat. Bayangannya terekam sempurna di memoriku dan aku mengingat-ingat kembali bagaimana senyumannya tadi, seperti film.

“Dia disini, hyung,” bisik Sehun sambil kembali menyeruput bubble tea-nya.

“Hmm,” balasku, mencoba untuk menenangkan jantungku dulu. “Ambil pesanannya.”

Sehun menggelengkan kepalanya. “Wanitamu, kau yang ambil pesanannya,” kata Sehun sambil menyeringai.

Aku tak mempedulikannya dan berpura-pura tak menggubris perkataannya tadi. Berharap ia berubah pikiran. Tapi ternyata tidak, Sehun mengambil scoop ice cream yang kupegang dan tiba-tiba Kai dari belakang memberikanku notes dan bolpoin. “Nah, hyung. Pergilah.”

“Ya! Aku belum selesai dengan pekerjaanku!” bantahku.

“Kami akan menyelesaikannya untukmu,” jawab Sehun. Kai tersenyum nakal kemudian berbisik, “hyung, teman gadismu yang rambutnya bergelombang itu cantik juga. Dia tipeku. Kalau bisa, mintakan nomor teleponnya ya.”

Aku memukul lengan Kai dengan notes yang kupegang. “Aish, kau ini.”

Perlahan, aku mendekati meja yang ia tempati. Chanyeol dari pojok ruangan mengeluarkan jempolnya dan tidak lupa, his creepy smile. Aku meneguk ludah dan berpikir kata-kata apa yang harus kukeluarkan pertama kali. ‘Oh, kau lagi?’ atau ‘Ah aku sudah menunggumu.’ Atau apa?

Gadis cantik itu melihat-lihat buku menu sambil menggigit bibir bawahnya. Kebiasaan imutnya. Tapi aku bisa menebak bahwa ia akan memesan Oreo & Strawberry Crepeskesukaannya setelah ia menjadi pelanggan tetap disini.

“Boleh aku mengambil pesananmu, Nona?” tanyaku.

“Uhm.. aku Oreo & Strawberry Crepes. Dan kau, Naeun?” jawabnya sambil bertanya kepada teman yang duduk didepannya. “Oh, namanya Naeun. Aku harus memberitahu Kai,” batinku.

Gadis bernama Naeun itu menjawab, “Red Velvet Cheesecake Milkshake.”

“Ada pesanan yang lain lagi?”

“Tidak. Hanya itu saja.”

“Baiklah, pesanan Anda akan siap dalam sepuluh menit lagi.”

Gadis itu mengangguk sambil tersenyum lagi dan aku yakin jantungku akan meledak kalau ia terus-terusan tersenyum. Kulihat pandangannya pindah ke rak buku didekatnya. Ia pasti mencari buku ‘Pride and Prejudice’ yang belum lama ini sering ia baca. Aku berjalan kearah rak buku dan mengambil buku itu kemudian menyerahkannya pada gadis berambut hitam kemerah-merahan itu. Gadis itu tampaknya terkejut, tentu saja. Tetapi ia tetap mengambil buku itu dari tanganku dan menatapku dengan sedikit terpana. Aku tersenyum kecil, dan ternyata ia juga membalas senyumanku.

Dengan sangat terpaksa, aku harus kembali ke counter dan menyiapkan pesanannya. Aku mengambil dua gelas yang ada didalam rak dan mulai membuat Oreo & Strawberry Crepes dan Red Velvet Cheesecake Milkshake. Kai yang sudah selesai dengan kegiatan ‘menyapu’-nya menghampiriku dengan senyuman diwajahnya.

Hyung, bagaimana?”

“Apanya?”

“Ada kemajuan tidak?”

Aku mengendikkan bahuku, “Molla. Oh ya, gadis yang rambutnya bergelombang itu bernama Naeun,” kataku dengan suara pelan. Kai membelalakkan matanya. “JinjjaAigoo, terima kasih hyung!”

***

“Ini bill-mu, Nona,” kataku sambil menyerahkan secarik kertas. Gadis itu menaruh kembali buku yang ia baca dan mengambil uang $40 didalam dompetnya. Aku berjalan kembali ke counter untuk mengambil uang kembaliannya dan dan pada saat aku kembali kemejanya, kulihat ia kembali membaca buku yang ia pegang.

“Kau sangat menyukai buku itu ya?” aku tertawa kecil.

“Ah.. ah iya.” Dia melihat kearahku dan aku bisa menebak ia sedikit kaget dengan ucapanku. “Buku ini sangat bagus,” katanya, kemudian tersenyum. Dengan terpaksa, ia menutup buku itu dan berdiri, siap untuk mengembalikan bukunya.

“Kau boleh meminjamnya, kalau kau mau,” kataku tanpa pikir panjang. “Kau bisa mengembalikannya saat kau selesai membacanya.”

“Be-benarkah? Tidak apa-apa?”

“Itu bukuku. Tentu saja tidak apa-apa,” jawabku sambil tersenyum meyakinkan. Gadis itu kemudian memeluk buku itu dengan senyuman lebar seperti anak kecil yang baru saja mendapat beruang besar.

Dengan buku yang masih ia pegang, gadis itu mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu. Diikuti dengan Naeun dibelakangnya. Bisa kulihat Kai menatap Naeun dengan mata berbinar.

Sewaktu mereka sudah benar-benar keluar dari kafe ini, aku menghela napas. Ini sungguh berat. Baru saja aku akan kembali ke counter ketika kepala gadis itu muncul dan membuat Tao kaget setengah mati. Ia tersenyum manis dan menatapku dengan matanya yang bening, yang mampu membuat jantungku berdegup kencang dan pipiku menjadi panas. “Terima kasih, Suho-sshi!” sahutnya.

Aku merasakan kakiku lemas dan rasanya ingin pingsan saja. Dia, gadis pujaanku, memanggil namaku. Namaku.

***

“Ini kembalianmu, Nyonya.” Aku memasang senyum sopan dan memberikan uang kembalian kepada seorang wanita yang kira-kira berumur 40-an dan ternyata orang itu hanya mengangguk tak acuh dan pergi.

Tch, orang-orang ini. Kenapa akhir-akhir ini banyak sekali orang yang seperti itu? Aku merasa depresi jika sedang melayani orang yang sangat tak acuh. Dan disamping itu, aku juga tidak mood. Minggu-minggu ini adalah minggu yang paling sibuk menurutku. Di pagi hari aku harus selalu menghadiri meeting bersama orang-orang yang tak kukenal dan juga, gadis cantik itu menghilang. Maksudku, dia tidak pernah datang lagi. Dia biasanya akan mampir ke kafe ini setiap hari, tapi sudah seminggu ini ia tak pernah datang lagi. Aku merindukan melihat wajah manisnya, wangi tubuhnya dan juga.. merindukan dirinya.

HYUNG!!” Seseorang tiba-tiba menjentikkan jarinya didepanku dan aku langsung tersadar dari lamunanku. “Apa?”

“Kau melamun…” kata Kai dengan ekspresi sebal.

“…lagi,” sambung Sehun sarkatis.

Aku melirik kedua maknae itu tajam, dan menyuruh mereka untuk membersihkan tempat ini segera agar kami bisa pulang. Aku bertanya-tanya, kapan mereka bisa meninggalkan aku sendiri saja.

“Dia sudah tidak pernah kesini lagi, hampir seminggu,” kataku pada Kyungsoo yang sedang sibuk mengelap gelas dan piring.

“Seminggu? Aku merasa itu seperti satu tahun,” sela Chanyeol dengan suara beratnya dan membuatku dan Kyungsoo sukses terkejut. Bahkan Kyungsoo sempat kehilangan kendalinya memegang gelas dan benda itu hampir saja terjatuh.

“Yeollie-ah, berhenti bermain-main,” kataku.

“Kenapa ia jarang kesini lagi? Aku kan jadi tidak bisa melihat teman cantiknya itu,” kata Kai, muncul dari dapur membawa dua karung besar sampah.

“Mungkin dia sudah punya kekasih atau semacamnya?” sela Sehun lagi dan berjalan keluar kafe membantu Kai membuang sampah.

“Ah, mungkin karena itu dia melupakan hyung kita,” sambung Chanyeol dan mereka semua menertawaiku.

“Urgh dia akan kembali besok!” sahutku.

***

Sepertinya Tuhan mendengar doaku. Gadis itu datang pada esoknya. Tetapi yang membuatku terkejut adalah ia datang dengan seseorang. Bukan Naeun seperti kemarin, tapi seorang laki-laki. Mataku tetap terpaku pada kedua orang itu, yang kini tengah berjalan kearah meja favorit gadis itu. Gadis itu berkata sesuatu pada laki-laki yang duduk didepannya itu kemudian pergi menuju toilet.

Sebelum aku berpikir, Kai tiba-tiba mendekati meja mereka. Anak-anak yang lain juga mengikuti Kai. Kai duduk didepan laki-laki itu dan yang lainnya berdiri mengitari meja. Aku tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya menatap mereka horror. Apa yang akan mereka lakukan?!

Kai menopang dagunya dengan tangannya dan berbicara sesuatu kepada laki-laki itu. Sebelum benar-benar melakukan sesuatu, aku ingin menghampiri mereka dan menyuruh mereka meminta maaf kepada laki-laki itu. Tetapi langkahku terhenti saat Tao memukul meja dengan tangannya dan menatap laki-laki itu dengan pandangannya yang sangat mengerikan, membuat laki-laki didepannya takut. Sementara aku memandangi mereka dengan perasaan campur aduk, tiba-tiba mereka menatapku dan mengembalikan pandangan mereka ke laki-laki itu.

Untungnya, mereka kembali setelah gadis itu keluar dari toilet. Aku bernapas lega. Terima kasih Tuhan…

Saat mereka kembali ke counter aku segera menceramahi mereka. “Apa yang kau lakukan?!” Aku setengah berbisik dan menyentak kearah mereka.

Kyungsoo menepuk-nepuk bahuku dan tersenyum. “Tenang hyung, kami hanya membantumu.”

Aku meliriknya tajam. “Apa yang baru saja kau lakukan.”

“Laki-laki disana itu adalah seniornya di universitas. Kebetulan mereka bertemu dijalan dan gadismu itu menawari laki-laki itu untuk mampir kesini sebentar untuk mendiskusikan acara tahunan universitas mereka,” jelas Sehun kemudian tersenyum manis.

“Kau masih punya harapan, hyung,” kata Tao sambil menunjukkan seringainya kepadaku.

Belum sempat aku berbicara, Kai menyelaku duluan. “Apa yang kau tunggu hyung? Pergi kesana dan ambil pesanannya,” perintah Kai dan aku merasa akulah yang menjadi maknae disini.

“Tapi..”

“Pergi!!” mereka semua berteriak padaku dan membuatku sedikit terkejut. Bahkan beberapa pelanggan menoleh kearah kami dengan wajah heran. Aku dengan canggung mengangguk dan mengambil notes dan bolpoin yang sudah disiapkan Kai, seperti biasa.

Aku berjalan mendekati gadis itu. Ia memandangiku dengan ekspresi heran juga. “H-hai,” sapaku, mencoba menghilangkan suasana awkward. “Hai!” balasnya dengan senyuman manisnya seperti biasa.

“Aku tidak melihatmu akhir-akhir ini,” ucapku tanpa berpikir.

Gadis itu menanggapi perkataanku dengan biasa dan memasang wajah cemberutnya. Aku menahan tawaku. Dia benar-benar sangat lucu. “Uhm-huh. Aku ada ujian di universitas dan tugasku sangat banyak jadi aku tidak bisa mampir kesini,” jelasnya.

Aku tersenyum menanggapinya. “Jadi, Oreo & Strawberry Crepes seperti biasa?”

Dia mengangguk lucu seperti anak kecil. “Iya.”

Saat aku sudah selesai melayaninya, aku teringat sesuatu. Sial, aku lupa menanyakan namanya.

***

Aku memarkir mobilku tepat didepan kafe, dan pada saat aku membuka pintu, terdapat tulisan ‘H A P P Y  B I R T H D A Y’ berukuran besar dan aku mendapati Chanyeol, Tao, Sehun, Kai dan Kyungsoo tersenyum lebar kearahku dan berteriak, “SURPRISE!!”

Mereka membawa sebuah cake berwarna merah kearahku dan ada angka 23 diatasnya. Kadang, anak-anak nakal ini bisa membuatku terharu juga. Aku berjalan kearah mereka kemudian meniup lilinnya sampai padam. “Terima kasih semua.”

Aku memberi mereka pelukan satu-satu dan Tao yang wajahnya kelihatan tidak bahagia. “Gege, ehm.. maaf tapi kau kurang beruntung ge,” katanya dengan nada sedih.

Aku mengernyitkan keningku. “Kenapa? Ada apa?”

“Uhm.. dia barusan saja pergi dari sini sekitar 5 menit yang lalu,” sambung Kyungsoo sambil menaruh cake yang ia pegang dimeja.

“Dia? Dia siapa?”

“Gadis rambut merah kesukaanmu itu,” jawab Kai. Kemudian ia membawakan dua kotak kepadaku. “Ini dari gadis itu. Yang ini cake ulang tahunmu. Yang satunya hadiah darinya.”

“Oh..” Jujur, aku sangat kecewa dan juga sangat sedih. Aku berharap aku bisa bertemu dengannya di hari ulang tahunku. Tapi, tidak apa-apa. Ia masih memberiku sesuatu di hari spesial ini.

“Dia menyuruh kami memberikanmu ini.”

“Nah, hyung. Kau boleh pulang sekarang,” kata Sehun kemudian memberikanku bubble tea dan tersenyum manis. “Kami akan menggantikan shift-mu.”

Aku menatap mereka tidak percaya. “Benarkah?”

Mereka mengangguk secara bersamaan. “Kau juga pasti capek kan hyung dari pagi bekerja terus-terusan. Nah this is a day-off!” kata Kyungsoo.

“..baiklah. Terima kasih semua!” kataku.

***

Aku membuka pintu rumah sedikit tak sabaran, sampai-sampai tak menghiraukan sambutan selamat datang dari penjaga rumahku. Aku mengunci pintu kamar rapat-rapat dan meletakkan tasku disembarang tempat. Aku menaruh kotak hadiah dari gadis itu diatas tempat tidurku kemudian melepas pitanya dan juga kertas kadonya.

Ada surat diatas hadiah itu. Sebuah surat berbentuk hati. Entah dia sengaja atau tidak tapi ini berhasil membuat jantungku berdegup lebih cepat. Aku membuka surat itu perlahan.

To: Suho-sshi
Hai! Happy birthday Suho-sshi! Apa kau terkejut darimana aku mengetahui hari ini adalah hari ulang tahunmu? Hehe apa kau ingat buku yang kau pinjamkan kepadaku? Di akhir buku itu ada namamu dan tanggal lahirmu. Bukunya sangat bagus.
Maaf kalau aku tidak bisa menyerahkan kado ini sendiri. Seperti yang kubilang, aku ada banyak tugas dan juga ujian. Minggu ini keluargaku pindah rumah dan aku benar-benar repot. Kalau sempat, aku janji akan mampir lagi ke kafemu.
Oh ya, hadiah yang kuberikan tidak terlalu mahal dan bagus. Ini hanya sekedar syal. Tapi syal ini kurajut sendiri. Sebentar lagi musim dingin, btw. Karena aku tidak tahu warna favoritmu, maka aku menjadikannya warna hitam. Semoga saja kau suka ^^;;
From:
Park Chorong.

Setelah membaca surat itu, tanpa kusadari aku tersenyum lebar. Aku tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaanku saat ini. Gembira, terharu dan banyak lagi. Gadis ini memangadorable.

“Jadi.. namanya Park Chorong?” gumamku sambil tersenyum dan menyimpan surat itu baik-baik didalam laci meja kecil disebelah tempat tidur.

Aku mengambil syal berwarna hitam itu dan menyadari ada namaku tertulis disana. ‘S U H O’ aku tersenyum lagi dan memakai syal itu di leher. Memikirkan Chorong merajut syal ini khusus untukku membuat senyumku makin lebar.

Baru saja aku melepas syal itu dan berniat ingin mandi, ketika salah satu pembantu di rumah kami mengetuk pintu kamarku dan berkata bahwa ada seseorang sedang menungguku dibawah. Aku mengerang dan segera menuju ke bawah. Jangan bilang tamunya adalah orang dari kantor. Akan kuhancurkan tempat ini.

Saat menginjak anak tangga terakhir, aku bisa merasakan mulutku terbuka lebar dan mataku terbelalak melihat siapa tamuku. Jantungku berdegup kencang lagi. Seorang gadis, tersenyum manis kearahku sambil melambaikan tangannya. Aku menghampiri Chorong dan hampir tidak percaya bahwa dia ada didepanku.

“Hai Suho-sshi! Aku baru pindah kesebelah, kuharap kita bisa menjadi tetangga yang baik. Senang bertemu denganmu!”

“Ya Tuhan…”

– the end-

[A/N] Cuman sekedar mengingatkan aja, FF-ku ini pernah kupost di FFI dan aku cuman ngubah judul FF-nya aja 🙂

17 pemikiran pada “Coincidence?

  1. Ya tuhaaaan eon ! >< lucuuuu sumpaaah !!! #lebaygppyaah
    Haha gak tau nih kenapa, feelnya dapaat banget. Kai masak sama Naeun sih TT gak suka couplean itu . Tapi suhocorong pas banget coupleannya#? cocok bangeet . Ceritanya bagus eon cuman tulisannya agak dirapiin lagi 🙂
    Ini ada sequelnya ada gak yaa HaHaHa xD bikin dong yaaaaa !!! FIGHTING (pensberatsamaffeon:)

  2. eciee suholangkaya yang hatinya lagi berbunga-bunga~~ haha
    nice story 🙂
    aku mau dong dapet kebetulan pindah rumah disebelah dorm exo *eh? ga pindah rumah doang itu mah, pindah negara juga-.- hehe
    ayo, buat lagi ff romance kaya gini thor, aku tunggu.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s