Foreigners (Chapter 6)

Foreigners Part 6// End

 

Author : pradesi

Cast : Baekhyun, Sunghyo/Woo Youngmin, Sehun and member EXO

Genre : Fantasy, Romance

Length : Chapter

–          pradesidavinci.wordpress.com

“kau sudah siap?” Suho menepuk pundak Baekhyun. Baekhyun mengangguk. Ia mengambil semua persiapannya. Dibelakangnya sudah banyak yang menanti. “tak apa , semuanya pasti akan selesai”

“benar” Baekhyun menguatkan dirinya. Hari ini , adalah hari yang paling membuatnya tegang. Baekhyun menatap langit, apa langit masih akan terus bersamanya? Apa sinar matahari akan terus meneranginya? Karena waktu hanyalah waktu, semuanya pasti akan berlalu bukan?

“Baekhyun-a” Chanyeol memukul pelan lengannya. “kau tidak usah khawatir, Sunghyo pasti akan aman” ucap Chanyeol walaupun begitu Baekhyun masih menyimpan kekhawatiran pada Sunghyo.

“gomawo” ucap Baekhyun sambil tersenyum, senyuman yang sangat manis namun dipaksakan olehnya. Hatinya berkata lain.

“aku harap kalian bisa melakukannya” mereka sontak menatap pada Dennis. Laki laki itu tersenyum hangat. “aku akan terus berdoa pada langit” lanjutnya. “terima kasih, appa” kata Baekhyun tersenyum. “ah..bagaimana bisa aku melupakan tunangan anakku” tawa Dennis.

Ia mengambil sesuatu di sakunya. “apa ini?” tanya Baekhyun saat Dennis menaruh sebuah benda di tangannya. “kau pasti akan memerlukannya” ucap Dennis.

Baekhyun menatap lekat cermin itu, ia mengangkat wajahnya. “gomawo” ucapnya tulus.

Sedangkan Kai yang juga ada disana hanya bisa menghela nafasnya. Kali ini ia menjadi bingung, setelah kejadian itu pikirannya tidak tenang. “Sekuat apapun dia, aku pasti akan menyelamatkanmu, Seryung-a” Batin Kai.

“cha..sudah selesai” Kyungsoo menatap cincin yang ada di jarinya. Dan semua perlengkapannya. “kau kenapa Kai?” tanya Kyungsoo. “ah tidak apa apa” ucap Kai tersenyum hambar. “apa benar? Apa kau tidak sakit?” tanya Suho juga.

“gwaenchanna hyung, aku bisa”

_

“kau darimana saja?” tanya Luhan. Ia menatap Sehun yang baru datang ke kastil itu. “ah itu ada sesuatu yang harus aku lakukan, bukankah sebentar lagi kita akan melakukan pertarungan itu hyung?”

Luhan masih menatap Sehun curiga, akhir akhir ini Sehun memang sering pergi tanpa sepengetahuannya, dan itu membuatnya sedikit harus berhati hati dengan gelagat Sehun. “ah begitu, yasudah, persiapkanlah dirimu”

Sehun mengangguk. Ia masuk ke kamarnya.

“kau yakin akan mengajaknya?” tanya Xiumin, laki laki itu menyesap sedikit winenya. “tentu, itu akan menjadi pukulan terbesar untuk mereka” Luhan tertawa sinis. Sedangkan Xiumin terlihat sedikit gelisah.

“ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu”

“ada apa?” tanya Luhan.

“aku baru saja ke sekolah itu” Luhan membulatkan matanya. “apa katamu? Ke sekolah itu? untuk apa?” tanyanya menuntut.

“tenang, jangan marah dulu padaku. Awalnya memang aku ingin melihat lihat, sudah lama aku tidak kesana”

Xiumin menarik nafasnya. “tapi ternyata ada kejadian yang bahkan aku tidak bisa menyangkanya” “apa yang terjadi?” tanya Luhan dengan kebingungan yang ada di benaknya, melihat raut wajah Xiumin yang ketakutan.

“aku…membunuh seorang siswa”

“mwo?? Apa katamu? Michin-bagaimana bisa?” Luhan terlihat tidak tenang, dan tidak bisa mengatur emosinya. Ia menarik kerah baju Xiumin membuat Xiumin memaksakan senyuman jokernya-lagi.

“tenang, tenang. Lepaskan dulu ini, itu juga bukan sepenuhnya salahku” Luhan menyerah, ia melepaskan kerah Xiumin, mengurut keningnya yang terasa sakit. “jelaskan padaku, SEKARANG”

“saat itu aku sedang menyusup untuk masuk, tapi..ada salah seorang murid yang datang, dia mengagetkanku dan tanpa sengaja aku..mengeluarkan kekuatanku. Gadis itu membeku dan aku panik, aku spontan meninggalkannya, dan aku rasa dia….sudah tiada”

__

Seryung mengerang tertahan, perutnya terasa sakit sekali. Sudah sejak 2 hari belakangan ini ia tidak makan itu membuatnya menderita. Kriettt… ia menatap sosok di hadapan pintu yang baru saja terbuka, menemukan seorang gadis disana.

“kenapa kau datang lagi?” tanyanya dingin. Gadis itu memandangnya sinis. “aku hanya ingin melihatmu disini” kata gadis itu terduduk di kursi yang sepertinya memang sengaja disiapkan untuk orang orang yang ingin menyaksikan penderitaannya.

“cih, kau..sama saja dengan kakakmu itu”

“hahaha, apa kau baru tahu? Jika aku dan Luhan oppa memang berhati dingin” jawab gadis itu entang. Ia melipat kakinya , wajahnya memang menampakkan jika gadis itu jauh dari kesan polos, teralu arrogant.

Kulitnya yang putih dan matanya yang selalu menatap seseorang tajam membuat orang orang bisa saja mati ketakutan atau bahkan ada juga yang memuja karena gadis itu sangat cantik, lebih cantik dari manusia biasa.

“aku perjelas, namaku Sierra, terserah kau ingin memanggilku apa” ucap gadis itu. “baiklah, aku akan memanggilmu nenek sihir”

“hahaha” tawa Sierra lagi. “bukan hanya kau yang memanggilku dengan nama itu, mungkin..uhm aku akan sedikit bangga”

“gadis gila” desis Seryung. “sebenarnya, ah..aku sudah pernah mengatakan padamu untuk menjauhi Kai oppa, tapi sepertinya hal itu tidak perlu, mengingat kondisimu yang sekarang ini..huh aku hanya bisa prihatin”

“mwoya?” Seryung membulatkan matanya. “apa yang sedang kau katakan?”

“Shin Seryung, kau tahu? Kau tak lebih baik denganku. Begini..Kai oppa, dia adalah namja chinguku, dan aku minta kau…untuk jangan pernah mendekatinya, arra?”

Seryung terkekeh. “kau datang kesini untuk mengatakan hal itu? tidak kusangka usahamu sia sia”

Sierra mendelik. “apa maksudmu?” “aku, tidak ada hubungan apapun dengan si jelek Kai itu, jangan memfitnahku dengan hal yang tidak mungkin, michin –“

“yakkk…jangan kira aku tidak tahu tentang semua yang kau lakukan dengannya di sekolah itu” bentak Sierra tidak terima. Gadis itu berdiri dan menghampiri Seryung. “jangan kira aku bodoh, aku cukup tahu bagaimana perasaanmu padanya, dan bagaimana hubungan kalian”

“cih” Seryung menjauhi wajahnya yang terpaut cukup dekat dengan Sierra. “aku hanya ingin mengatakan hal itu, Ingat dan camkan baik baik” Sierra keluar dari ruangan itu, sementara Seryung mengomel pelan.

Bagaimana bisa gadis menyebalkan dan kejam itu mengatakan hal itu padanya. Kenapa tiba tiba mengungkit tentang hubungannya dengan Kai. Ia sedikit terkejut menyadari bahwa perkataan Sierra padanya bukan main main, apa benar Sierra sudah mengetahui perasaannya sekarang?

Dadanya menjadi sesak tiba tiba, ada aliran aneh yang langsung membekukan hatinya. Mendengar nama namja itu membuatnya lepas kendali. Seryung masih mengingat bagaimana hubungannya yang tidak baik dengan Kai. Bahkan bisa dikatakan bahwa ia adalah musuh dari namja itu.

Tapi kenapa tiba tiba saja ada perasaan yang ingin ia ungkapkan. Kenapa ia tiba tiba saja ingin agar namja itu ada disisinya sekarang?

Seryung menunduk. Kai adalah teman masa kecilnya, dan dari dulu ia sudah seperti anjing-kucing. Selalu bertengkar dan jauh dari kata akur.

Meski begitu hanya Kai lah orang yang paling betah disisinya. Begitu juga dengan Donghae, Seryung adalah gadis sebatang kara, tapi dengan kehadiran orang yang begitu berharga disisinya membuatnya lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya.

Semenjak Dennis mengadopsinya , karena suatu hal yang membuatnya terkejut-putri Dennis meninggal. Dan ia cukup tahu dimana letaknya selama ini dikeluarga Dennis. Maka dari itu ia memutuskan untuk tinggal di sekolah itu.

Dan kemudian bertemu dengan Kai, seseorang yang sampai sekarang masih menjadi musuh abadinya. Dan sampai sekarang Seryung tidak tahu dimana letak Kai dihatinya, karena ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Begitu tidak jelas.

__

“aku tak menyangka kita akan ke tempat seperti ini?” tanya Kyungsoo, ia memandang seluruh interior rumah ini. Rumah yang terkesan minimalis, jauh berbeda dengan rumah kuno yang ia tempati bersama ke-4 temannya.

“ini adalah rumahku, anggap aja rumah kalian sendiri” laki laki berperawakan tinggi itu memandu mereka. Sementara Suho sibuk membereskan barang barang yang baru saja dibawanya.

“ternyata hyung, kau memiliki rumah disini” kata Suho masih terkesima. Laki laki itu, Cho Kyuhyun hanya menampakkan senyumnya. “aku memang pada dasarnya tinggal di bumi , dan memiliki rumah ini, sejujurnya bukan hanya aku yang tinggal disini, ada adikku juga” kata Kyuhyun membuat kelima orang itu kaget.

“adikmu?” tanya Chanyeol kaget. “iya benar, ah mungkin ia belum pulang sekolah” kata Kyuhyun. “ah kenapa kalian masih disana” ucap Kyuhyun masih melihat Baekhyun, dan teman temannya mematung di depan pintu.

“masuk saja dan segera pilih kamar kalian”

_

Sunghyo mengangkat kepalanya saat tiba tiba pintu kamar ini terbuka. Posisinya yang pada awalnya meringkuk di ranjang kali ini ia beranjak. “nuguya?” tanya melihat pintu itu semakin terbuka. “ini aku” Sunghyo sedikit lega, melihat Sehun yang datang.

“aku membawakan makan malam untukmu” ucap Sehun, diselingi dengan senyumannya. “gomawo” kata Sunghyo, ia melihat Sehun membawakan bubur ayam untuknya. “oppa kau tidak makan?”tanya Sunghyo melihat bubur itu hanya satu bungkus.

“aku sudah makan hyo-a”

“jeongmal?” “benar, jangan mengkhawatirkan aku” Sehun mengusap rambut Sunghyo pelan. “gomawo oppa” Sunghyo menyuapkan bubur itu. “ahh mashita” ucapnya senang. Sehun hanya bisa tersenyum tipis.

Ia merasakan sesuatu di hatinya, perasaan aneh itu lagi. Yang hampir tidak pernah ia rasakan bertahun tahun. Dan sekarang ia merasakannya bersama Sunghyo….gadis yang bahkan ia tidak tahu siapa sebenarnya.

“siapa kau sebenarnya? Apa kau benar Sunghyoku yang dulu? Kenapa tiba tiba aku mencintaimu?”Batin Sehun, ia masih memperhatikan Sunghyo yang memakan bubur itu dengan lahap.

Sunghyo menurutnya sangat cantik, tidak jauh berbeda dengan Sunghyo–teman masa kecilnya dulu. Hanya saja kenapa ia merasakan sangat jauh, semakin jauh dengan Sunghyo.

Jantungnya berdebar. Membuat keringat dingin mengucuri dahinya. “oppa gwaenchannayo?” tanya Sunghyo khawatir. Ia bahkan menyentuh dahi Sehun memastikan keadaannya. Sehun semakin gugup.

Ia memegang dadanya yang sesak. Kenapa perasaan itu begitu menyiksanya. “ah gwaenchanna, nan gwaenchanna” Sehun melepaskan tangan gadis itu di dahinya. Dan mencoba menetralkan pernafasannya yang tidak teratur.

“kenapa wajahmu memerah oppa? Apa kau sakit?” Sehun reflek memegang pipinya , apa benar ia memerah. Apa ia segugup itu. “ah tidak apa apa, hyo-ah jangan khawatirkan aku” ucap Sehun memaksakan senyumannya, mengusir pikiran pikiran aneh yang merasuki otaknya.

__

Baekhyun memandang langit malam, kali ini langit sangat cerah. Ia bisa menatap langit yang sama dengan apa yang ia lihat di exo planet. Walaupun tempatnya sekarang diBumi. Planet yang paling nyaman menurutnya.

“hey” Baekhyun mendongakkan kepalanya. “kau” ia memandang Kai yang baru duduk di tempat yang sama dengannya. “akhir akhir ini kau aneh hyung” “ada apa?” tanya Baekhyun meminta penjelasan.

“ah tidak”

“kau juga aneh” balas Baekhyun memamerkan senyuman iblisnya. “yak sejak kapan kau punya smirk seperti itu hyung? Apa kau sudah tertular dengan Kyuhyun hyung?” desis Kai. “hahaha tidak, hanya saja–eh kau lihat kenapa Kyungsoo malam malam pergi?”

Kai mengikuti arah pandang Baekhyun, benar saja terlihat jelas Kyungsoo sedang menutup pintu luar dan pergi. “mollayo, mungkin saja ia ingin mengunjungi keluarganya hyung, kau tau kan ia memiliki keluarga manusia”

Baekhyun mengangguk paham. Ia menatap langit lagi. “hyung. Sepertinya akan segera purnama” ucap Kai sambil menunjuk Bulan yang hampir sepenuhnya terlihat.

“ah benar, sudah lama kita tidak menikmati hal ini” Baekhyun menatap bulan itu, tapi pikirannya tetap tertuju pada Sunghyo, bukan sunghyonya dulu. Tapi Sunghyo gadis asing yang tiba tiba saja datang ke kehidupannya.

“kau ada dimana?” Baekhyun hampir saja meneteskan air matanya. Ia mengutuk dirinya sendiri, kenapa begitu kasar pada gadis itu. Andai saja ia tahu kalau gadis itu adalah Sunghyonya dulu, ia mungkin akan bahagia sekarang.

“mungkin kesempatan itu belum datang hyung” kata Kai, Baekhyun terlonjak kaget. “apa maksudmu?”

“aku yakin sekarang kau sedang memikirkan penyesalanmu karena Sunghyo, hyung apa yang kau rasakan sama dengan yang aku rasakan, aku bahkan lebih parah, memendam perasaanku bertahun tahun lamanya, tapi …ketika aku sadar gadis itu malah menghilang”

(#oke saya jelaskan disini, Sehun belum tahu tentang Sunghyo yang sebenarnya, sedangkan Baekhyun sudah tahu#)

__

Suho merentangkan tangannya, membiarkan hembusan angin menerpa tubuhnya. Rasanya segar sekali. Ia memejamkan matanya. Menatap pemandangan kota Seoul dari sini, kata Kyuhyun rumahnya tepat berada di area perbukitan jadi bisa melihat pemandangan kota Seoul.

Jujur saja, ini kali pertamanya Suho ke Bumi. Ia sepertinya harus berterima kasih pada Dennis, berkat misi ini ia bisa merasakan ketenangan di Bumi. (#padahal Suho belum tahu kalau dibumi itu ruwetnya bukan main#)

“ughh” Suho membuka matanya. Ia mendengar suara berisik. Yang sepertinya dari semak semak yang ada disana. Bulu kuduknya terangkat maksimal. “nugu?” tanya Suho, kali ini ia mendekati tempat itu.

“siapa disana?” tanya Suho lagi. Ia dengan keberaniannya. Menyibakkan semak semak itu. “kyaa”

__

Suara alat alat makan memenuhi ruangan ini. Terlihat jelas kelima laki laki itu menyantap makanan mereka dengan lahap, tak terkecuali Suho. Walaupun pikirannya berkeliaran entah kemana.

“yak oppa , appooo…

Suara teriakan itu menghentikan kegiatan mereka. “itu suara siapa hyung?” tanya chanyeol dan dibalas gelengan oleh Baekhyun. “mungkin saja itu…

“maafkan aku” mereka menoleh menatap Kyuhyun yang baru saja turun dari tangga dan segera duduk di tengah tengah,  bangku paling depan sebagai tuan rumah. “aku memang susah sekali membangunkan adikku yang satu itu, mianhae” semuanya mengangguk paham.

Tiba tiba seorang gadis dengan hotpants dan baju kaos yang kebesaran di badannya menuruni tangga, berhasil menjadi sorotan karena semuanya melihat gadis itu. Suho yang melihatnya sontak saja terbatuk batuk.

“uhuk uhuk” Suho tersedak. “gwaenchanna hyung?” tanya Kai yang langsung menyodorkan minuman pada Suho. “gwaenchanna” ucap Suho, masih sesekali melihat gadis yang duduk di hadapannya kini. Disamping Kyuhyun tepatnya.

“aigo ya, Sani. Lihat penampilanmu, kau tidak memikirkan sama sekali perasaan oppamu, kau lihat ada banyak tamu dan kau berpenampilan seperti ini” Kyuhyun membentak gadis itu, sementara yang dibentak hanya bisa mendengus kesal.

“arraseo, aku baru saja bangun dan oppa mengomeliku, aku ini sudah dewasa oppa” jawab gadis itu santai. Kyuhyun hanya bisa mendecak kesal melihat kelakuan adiknya. “ah mianhae, perkenalkan dia adikku satu satunya Cho Sani”

“Cho Sani, wah ternyata hyung kau memiliki seorang adik perempuan” ucap Chanyeol , Sani hanya bisa menggerutu , ia tidak suka suasana ini. Teralu menyebalkan menurutnya. “aku akan ke atas”

“yak Sani-ya kenapa tiba tiba kau ke atas, kau bahkan belum menyapa mereka” Sani tidak mendengar omelan oppanya itu. Ia melangkahkan kakinya ke tangga , sebelum matanya menatap seseorang yang sepertinya memperhatikannya.

“kau?” batin Sani, ia membulatkan matanya. Suho, laki laki itu menjauhkan pandangannya dari Sani. Dadanya berdebar, mengingat perempuan itu yang ia temui kemarin, bahkan dalam keadaan mabuk, dan membuatnya mengalami kejadian yang tidak ia inginkan.

Flashback…

“siapa kau?” Suho terus memandangi semak semak itu. Ada bunyi berisik dari sana, dan membuatnya penasaran. “aaa mwoya?” Suho terjatuh pelan, saat menemukan seorang gadis yang tergeletak disana.

Pakaiannya sangat minim dengan highhells dan rambut yang berantakan. “nuguya?” Suho mengguncang guncang tubuh gadis itu. Tidak ada jawaban, dengan berat hati ia mengangkat tubuh gadis itu. Memapahnya.

Pikirannya berkalut, bagaimana bisa seorang gadis semalam ini, ada di semak semak dan dalam keadaan seperti ini. Mabuk, tercium jelas alcohol dari mulut gadis itu.

“oppa” gumam gadis itu tidak jelas. Suho terdiam, memandang gadis itu bingung. “apa yang dia katakan?” tanyanya kecil. “oppa..yesung oppa, ah wae? Kau meninggalkanku?” Suho semakin terperanjat, tiba tiba gadis itu menyebutkan nama seseorang. Dan gadis itu terlepas darinya, gadis itu kini berjalan gontai.

“awas” Suho reflek memegang pinggang gadis itu saat hampir jatuh. “ah andwae” gumam gadis itu lagi. Suho menautkan alisnya, gadis ini memang cantik, tapi kenapa keadaannya seperti ini. “andwaeyo, jangan tinggalkan aku..huekk”

“ah mwoya?” Suho terkejut setengah mati, memandang kemejanya yang berlumuran muntah gadis itu. Suho meringis pelan, menatap kesal gadis yang sedang tertawa kecil di hadapannya.

__

“aish” dengus Suho. “hahahhaa apa separah itu hyung? Ya..kenapa kau baru menceritakannya sekarang” Kai tertawa terbahak bahak mendengar cerita Suho. Baekhyun dan Chanyeol juga mencoba menahan tawa mereka, walaupun akhirnya tidak kuat dan tertawa sepuasnya.

“kenapa? Kalian senang?” tanya Suho kesal. “aigoo hyung, bukannya senang, tapi kami sangat kaget hyung aigoo” Baekhyun memegang perutnya yang terasa sakit karena teralu bersemangat tertawa.

“arraseo..ah bagaimana dengan Kyungsoo, kenapa ia belum juga datang?” tanya Suho membuat semuanya terdiam. “benar juga hyung, kemana Kyungsoo itu aku tidak melihatnya sejak semalam”

“mungkin dia keasyikan di rumah keluarganya, maka dari itu tidak kembali”

“ah benar juga”

“hai kalian” mereka sontak menoleh, Kyuhyun tampak melambaikan tangan. “kalian sedang membicarakan apa?” tanya Kyuhyun ketika sudah sampai disana. “membicarakan tentang suho hyung yang…yak aw sakit hyung” Chanyeol mengelus ngelus kepalanya saat sebuah buku tepat mendarat disana.

“tidak ada hyung, memangnya ada apa?” tanya Suho, memasang senyuman yang dipaksakan. “ah tidak, aku hanya ingin berbelanja, apa kalian mau ikut?” tanya Kyuhyun. Ke-empat orang itu saling menoleh dan tatapan mata mereka tidak jauh jauh dari Baekhyun.

“yak..kenapa menatapku?” tanya Baekhyun bingung. “hyung, karena Kyungsoo hyung tidak ada, maka sekarang hyung yang harus menggantikannya” ucap Kai tanpa dosa. “benar hyung, kau kan andalan bagi kami” kali ini Chanyeol memaksakan aegyonya dan itu cukup membuat Baekhyun kesal.

“arraseo”

__

Udara pagi yang masih sejuk terasa sampai ke tubuh Baekhyun. Ia memasukkan tangannya ke saku jaket dan beberapa kali mengeluarkan embun dari hembusan nafasnya. “dingin sekali” kata Baekhyun dijawab dengan anggukan Kyuhyun. “sekarang memang sedang musim dingin di Seoul” Baekhyun mengangguk paham.

Ia menatap orang orang yang berlalu lalang dengan takjub, baru kali ini ia melihat keramaian. “ini dimana hyung?” “ini di pasar, apgeujung” ucap Kyuhyun, laki laki itu mengambil beberapa sayuran dan daging serta bumbu bumbu yang harus dibeli. (#sejak kapan Kyuhyun baik begitu ya plakk#)

“ah dimana minyak goreng?” Kyuhyun menggaruk rambutnya. “Baekhyun-ah kau tunggu dulu disini, aku akan ke tempat penjualan minyak goreng” Baekhyun mengangguk, Kyuhyun berlalu meninggalkannya.

Sekilas Baekhyun menatap barang belanjaannya. Banyak sekali barang barang yang ada di keranjang itu.

Ia mengedarkan pandangan ke penjuru supermarket ini. Tiba tiba saja matanya menangkap sosok yang ia kenal. Baekhyun menyipitkan matanya, benar itu dia. Baekhyun tanpa aba aba langsung mengejar laki laki itu.

Laki laki itu baru saja meninggalkan supermarket ini, Baekhyun sedikit kelelahan saat mengetahui bahwa laki laki itu mengendarai taksi. Dan ia hanya bisa mengejarnya sampai sampai cucuran keringat membasahi keningnya.

__

“ah maaf menunggu lama, ternyata minyak gorengnya..

Kyuhyun tersontak kaget karena tidak melihat namja itu ada disana, ia hanya melihat barang belanjaannya tergeletak malang disana. “Baekhyun-ah” Kyuhyun segera mengambil barangnya dan mencari Baekhyun.

“Baekhyun-ah” laki laki itu masih tetap mencari Baekhyun. Sampai sampai matanya tertuju pada seorang laki laki yang tengah mengejar taksi. “Baekhyun-ah!!” Kyuhyun yakin bahwa laki laki itu adalah Baekhyun.

__

“Oppa” lirihan itu masuk ke telinga Kyungsoo. Laki laki itu perlahan membuka matanya. “Hyojin, itu kau?” tanyanya menatap sosok gadis yang sedang berdiri di hadapannya. Sinar matahari menembus jendela kamarnya. Sudah pagi.

“apa yang kau lakukan disana?” tanya Kyungsoo heran, “oppa, tolong maafkan..aku” gadis itu menunduk dalam. Kyungsoo hanya bisa kebingungan. “apa yang kau katakan?” ia menatap Hyojin, tubuh gadis itu pucat. Matanya menatap Kyungsoo kosong, namun ada kesedihan disana.

“Hyojin-ya” Kyungsoo beranjak, ia menatap gadis itu. Mengangkat dagunya. “katakan padaku, apa yang terjadi, kenapa kau sesedih ini?” gadis itu terdiam. Kyungsoo memeluknya. “Hyojin” “jangan lepas aku oppa”

Kyungsoo tersentak , gadis itu menangis di bahunya. “mworago?” “tolong, jangan tinggalkan aku” hening. Kyungsoo masih memeluk gadis itu. Adik angkatnya, ya Hyojin adalah adik angkatnya. Tapi entah kenapa perasaannya pada gadis itu bahkan lebih dari sekedar saudara.

“oppa..aku mencintaimu”

“akhhh” erangan panjang itu lepas begitu saja dari mulut Kyungsoo. Darah berceceran menggenangi tangannya. “Hyo.. lirihnya pelan. Ia melepas pelukannya, gadis itu menatap jengah pisau yang ada di tangannya. Pisau yang telah banyak terkena darah.

“mianhae..mianhaeyo..” gadis itu menangis. Sedangkan Kyungsoo berusaha mati matian menahan perih di tangannya. Tangannya baru saja tertusuk. “hyung” Kyungsoo menatap seseorang yang tiba tiba masuk ke kamarnya.

“urusanmu sudah selesai Hyojin” ucap laki laki itu dingin. Hyojin mengangguk, ada lelehan air mata di pipinya , namun dengan cepat Hyojin meninggalkan kamar Kyungsoo. Meninggalkan laki laki itu mengerang merasakan sakit dan terduduk di lantai.

“apa yang terjadi hyung?” Kyungsoo menatap laki laki itu dalam, Kim Jongdae. Laki laki dengan jas hitam dan kalung perak berbentuk kalajengking di lehernya menatap Kyungsoo, matanya menyiratkan kebencian.

“permainan”

“apa?” “permainan, jangan kira aku ini tidak tahu semuanya kyungsoo-ya, aku adalah bagian dari ‘m’ kau tahu kan?”

Kyungsoo menatap Jongdae tidak percaya. “’m’ , hyung apa ini? Kenapa kau lakukan ini padaku?”

“kita ditakdirkan untuk bertarung bukan, ah dengan lukamu ini, aku kira bertarung denganmu akan mengasyikkan bukan, tenang saja, racun itu akan menyebar dalam hitungan jam, jadi kau tak akan mati dengan mudah” Jongdae tersenyum bahagia dan meninggalkan Kyungsoo yang tergeletak merasakan sakit di tangannya.

__

BUG

Satu pukulan tepat mengenai pipi Sehun. Laki laki itu terhuyung dengan darah di rahangnya. “wae? Kau sudah menculiknya sehun-ah , kenapa kau lakukan hal itu?” Baekhyun menarik kerah Sehun. Mengunci pergerakannya. Sehun hanya tersenyum sinis.

“hyung, apa hubungannya gadis itu denganmu, bukankah kau mencintai Sunghyomu, itu berarti gadis itu tak ada apa apanya bukan?” bug… lagi lagi Sehun terjatuh, kali ini memar memenuhi hampir semua wajahnya.

“apa yang kau katakan hah?” Baekhyun menyulutkan amarahnya. Ia menatap donsaengnya itu tajam. “tidak berarti? kau tahu, dia..gadis itu..dia Sunghyo, dia masih hidup” Sehun menatap Baekhyun terkejut.

“apa maksudmu hyung?” tanya Sehun tidak percaya. “gadis itu, sunghyo yang selama Ini kau kira orang asing, dia Sunghyo, Sunghyo teman masa kecilmu, Sunghyo tunanganku, dia masih hidup”

Mata Sehun berkaca kaca. “hyung, apa..itu benar?” Sehun memegang keningnya. Apa benar Sunghyo masih hidup. Apa benar semua perasaannya saat ini, perasaan aneh yang menjalari tubuhnya saat bersama gadis itu, dadanya yang berdebar dan otaknya yang seakan tersumbat saat bersama gadis itu.

Apa gadis itu benar benar Sunghyo?

Belum sempat Sehun bertanya Baekhyun telah mengangkatnya. “dimana kau sembunyikan dia?” tanya Baekhyun kasar. “hyung dia. Ada di kamar itu” tunjuk Sehun pada lantai 2 rumah itu.

Baekhyun berlari ke lantai 2, tempat yang dikatakan Sehun. “Sunghyo-ah” panggilnya. Membuka seluruh isi ruangan. “Sunghyo” matanya tidak menangkap keberadaan Sunghyo. Hanya ada tempat tidur yang sepertinya baru habis ditempati, tempat tidur itu berantakan.

“Sunghyo-ah” Baekhyun memanggil Sunghyo, gadis itu tidak kunjung datang. “Hyung” Sehun menghampirinya. “sunghyo ada di..

Sehun menggeleng, ia menatap isi kamar yang kosong. Tidak ada Sunghyo disana, padahal ia yakin baru tadi ia meninggalkan gadis ini disini. “dimana dia?” Baekhyun memegang kerah Sehun, “aku tidak tahu hyung, tadi dia ada di sini, tapi sekarang..

Baekhyun baru saja ingin melayangkan pukulannya saat sebuah suara menghentikannya. “hentikan!!” suara itu berasal dari luar. 2 orang laki laki menghampiri mereka.

“lepaskan Baekhyun” kata salah satu laki laki itu, Kyuhyun. Dengan sangat terpaksa Baekhyun melepaskan Sehun. “apa yang kau lakukan?” tanya Suho menatap Sehun-Baekhyun bergantian. “Sunghyo, dia ada bersama Sehun selama ini” “benar seperti itu?” tanya Suho, Sehun mengangguk.

“hyung, maafkan aku, aku hanya ingin..menyelamatkan gadis itu” kata Sehun lemas, tenaganya banyak terkuras akibat pukulan Baekhyun. “menyelamatkan?” tanya Kyuhyun kaget. “ah itu..

“itu tidak penting hyung, sekarang ini keadaan Sunghyo yang terpenting, ia menghilang, dan kami tidak tahu dimana dia” ucap Baekhyun , laki laki itu terlihat sedih. “menghilang? Sehun-ah katakan pada kami apa kau tahu sesuatu?” tanya Suho menuntut.

Sehun tampak berfikir. Tatapannya terlihat aneh, ada sesuatu yang ia sembunyikan.

“tidak ada hyung, aku tidak tahu, semalaman ia bersamaku disini, tapi pagi ini sunghyo sudah tidak ada” Suho mendesah putus asa. Banyak sekali permasalahan yang harus ia hadapi. “Baiklah, baekhyun sebaiknya kita kembali, nanti kita akan bicarakan lagi” Kyuhyun menepuk bahu laki laki itu.

Baekhyun hanya bisa mengangguk, padahal ia yakin akan menemukan Sunghyo dan bisa bersamanya lagi, tapi kenapa justru keadaan tidak mendukungnya. Kenapa Sunghyo justru semakin jauh dari jarak pandangnya.

.

.

..o0o..

 

Sehun terduduk di ranjang itu. Pikirannya sekarang hanya tertuju pada Sunghyo. Gadis yang baru ia sadari adalah gadis yang ia cintai selama ini.

Sesaat ia merasakan menjadi orang paling bodoh. “arggghhh” Sehun meremas rambutnya, terlihat frustasi. Ia bukan hanya bodoh, tapi juga kotor.

“aku akan ke tempat itu” gumamnya tidak jelas. Ia beranjak dan keluar dari tempat persembunyiannya.

__

“hahaha bukankah kau sangat bodoh hyung, kau hampir saja ditipu oleh bocah itu?” suara tawa Xiumin menggema diruangan ini. Luhan menatapnya sambil menyunggingkan senyuman sinis. “benar” ucapnya pelan.

Dihadapan mereka sudah tergeletak seorang gadis. Wajahnya sangat pucat, dan ia tertidur. “kenapa kau tak hilangkan ingatannya saja ? kurasa ia cukup cantik, kalau kau tidak mau, biar aku saja yang mengambilnya”

“apa yang kau katakan?” tanya Luhan dingin. Ia menatap Xiumin yang tampak terkejut. “jangan katakan hal yang bodoh, jangan melihatnya sebagai gadis cantik , ia adalah tawanan kita, ah–kau masih ingat bukan misi kita?”

Xiumin mengangguk malas, “ne, tentu saja aku ingat. Jangan dianggap serius , aku hanya bercanda” kata laki laki itu. Luhan menatap gadis itu lagi, ia menyunggingkan senyuman aneh. “sebentar lagi, kita akan menang”

__

“hyung, kau sudah datang?” Chanyeol menghampiri Suho, Kyuhyun dan Baekhyun yang baru sampai. Wajahnya terlihat panik. “ada apa?” tanya Kyuhyun. Ia terhenyak melihat ceceran darah yang ada di lantai rumahnya. “ada sesuatu yang buruk”

Mereka langsung memasuki rumah itu. Melihat seseorang yang terduduk di sofa, wajahnya tampak pucat dan banyak kehilangan darah. “Kyungsoo-ah” Suho melihat donsaengnya itu terkejut.

“apa yang terjadi?” tanya Baekhyun yang juga sama kagetnya. Kyungsoo sedikit membuka matanya, “hyung…akh ‘m’

’m’ ?” Kyungsoo mengangguk. Suho terlihat jengah, ‘m’ apa maksudnya ini. “apa yang terjadi Kyungsoo? Kenapa dengan tanganmu, chanyeol-ah bawakan handuk dan P3K” suruh Kyuhyun, Chanyeol mengangguk , ia segera beranjak mencari apa yang Kyuhyun perintahkan.

“hyung…jongdae hyung..ia adalah salah satu dari ‘m’” Suho terlihat terkejut, ‘m’ adalah sebutan untuk ke-enam kekuatan yang selama ini melengkapi kekuatan mereka. Ia masih ingat tragedi dimana ‘m’ diusir keluar dari planet EXO. Dan tidak menyangka bahwa sepertinya mereka akan melakukan pembalasan.

“dia..meman..akh ..mereka memanfaatkan Hyojin hyung, dia melukaiku” Kyungsoo memegang erat tangannya. Chanyeol segera datang. Kyuhyun mengambil handuk, perban dan obat obatan. “bertahanlah Kyungsoo, bertahanlah” Suho miris menatap donsaengnya itu.

__

Kai bersembunyi di balik semak semak. Ia masih menatap kastil ini, kastil yang terasa mencurigakan baginya. Apalagi kastil ini terletak di tengah hutan lebat, dan tak ada seorangpun yang tahu.

Ia tersontak kaget melihat Sehun yang datang lagi ke tempat itu, matanya menatap lekat Sehun. Sehun terlihat sangat marah, ia tidak tahu pastinya. “ada apa dengan Sehun?” tanya Kai pelan. Ia mencoba mendekat ke arah kastil itu.

Mengendap ngendap.

“Kai”

Kai terhenyak. Ia menghentikan langkahnya saat sebuah tangan memegang bahunya, dengan pelan kai menoleh. “Sierra??” matanya tidak berkedip menatap gadis itu. “oppa. Kau ada disini?” gadis itu juga terlihat kaget.

“ah itu..aku” Kai gelagapan, ia tahu Sierra. Gadis itu adalah mantannya, dan adalah adik dari Luhan. “oppa kenapa kau tidak masuk?”

“eh?” Kai menggaruk rambutnya. “kau tidak ingin bertemu Luhan oppa, ada Xiumin dan Lay oppa juga di dalam” gadis itu berkata santai. “ah aku..aku tidak ingin merepotkan mereka, lagipula aku hanya sebentar…yak Sierra”

Gadis itu menarik lengan Kai. “oppa kau tidak perlu lewat depan, kamarku ada di belakang kastil jadi kau bisa lewat sana” Sierra tersenyum, membuat Kai sedikit gugup. “jeongmal?” “ne”

__

“kita harus bergegas” Kyuhyun melemparkan semua peralatan yang langsung diterima Chanyeol dan dimasukkan ke dalam tas. “kenapa kau baru memberi tahunya sekarang?” tanya Baekhyun kesal , Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya.

“itu, sebenarnya Dennis sudah memberi tahuku tempat persembunyian ‘m’ hanya saja, aku tidak ingin membuat sesuatu yang bisa mencelakai kalian, ingat kalian tidak boleh gegabah” Kyuhyun mengingatkan. Suho hanya bisa mengangguk. “bagaimana dengan Kyungsoo?”

“aku tidak apa apa hyung” jawab Kyungsoo. Laki laki itu terduduk lemas sambil memegang tangannya yang sakit. “aku bisa” Kyungsoo berdiri membuat Baekhyun menghentikannya.

“kau harus tetap disini Kyungsoo-ah, kau masih belum sehat” lanjutnya khawatir. Kyungsoo hanya bisa tersenyum. “aku bisa hyung, aku harus ada disana, menyelamatkan hyojin” Kyungsoo tersenyum lirih.

Baekhyun dan yang lainnya hanya bisa miris melihat Kyungsoo, Kyungsoo tidak pernah menyatakan apa yang ia alami selama ini. Bagaimana perasaannya terhadap Hyojin, adiknya sendiri, dan bagaimana sakitnya dia sekarang.

“kau yakin?” tanya Kyuhyun. Kyungsoo mengangguk. “aku yakin”

“baiklah, sebaiknya kita segera ke tempat itu sebelum matahari terbenam, Baekhyun-ah setelah matahari terbenam itu akan menyulitkanmu? Bukankah kekuatanmu akan menghilang?” Baekhyun menunduk. “benar hyung, tapi itu semua tidak penting, kita tetap harus menyelamatkan yang lain”

Kyuhyun mengangguk. Mereka semua keluar dari rumah itu.

Sementara tidak jauh dari sana, Sani melihat segerombolan laki laki itu. “apa yang oppa dan temannya lakukan?” tanyanya bingung. Ia memutuskan untuk mengikuti oppanya.

__

Kai menatap kamar ini, ia sekarang sudah berada di kamar Sierra. Gadis yang dulu pernah menjadi yeoja chingunya. Walaupun sekarang perasaannya telah berubah, tapi ia tetap merindukan gadis itu.

“oppa kau mau minum apa?” tanya Sierra, Kai tersenyum menatapnya. “tidak usah, aku hanya sebentar disini” Sierra mengerucutkan bibirnya. “kenapa hanya sebentar?” tanya Sierra kesal. “waeyo? Bukankah kita tidak memiliki hubungan apapun”

Sierra berdiri. “tidak memiliki?” ucapnya kaget. “oppa, aku ini masih yeoja chingumu, kau tak ingat?” Kai menautkan alisnya. “yak. Kita ini sudah berpisah. Bukankah kau yang memintanya?” Sierra tersenyum aneh.

“arra, aku ingat. Kenapa kita tidak mencobanya lagi?” tanya sierra membuat Kai tersentak. Gadis itu kini telah duduk di hadapannya, sangat dekat. “kenapa oppa ? kau tidak mau menjadi namjachinguku lagi? kau tidak mencintaiku?”

Gadis itu kini membuka blazernya pelan, membuat Kai membulakan matanya terkejut. “i-itu a-ku”

“waeyo? Jangan takut oppa, aku tak akan menyakitimu” Kai menahan dirinya sebisa mungkin. Gadis itu sangat agresif, kalau saja bukan karena rencananya ia tak akan mungkin ke tempat ini, apalagi ke kamar Sierra. Ia tahu gadis itu menakutkan.

“Sierra, andwae? Apa yang kau lakukan?” bentak Kai ia berdiri, namun Sierra dengan cepat memeluknya. “oppa, apa kau tidak mencintaiku?” tanya gadis itu sedih. Kai hanya bisa mendengus, “Sierra untuk apa kau tanyakan hal itu?”

“oppa , kenapa? Kenapa kau terus memperhatikan gadis itu dibandingkan aku? Apa kurangnya aku dibandingkan gadis itu?” Kai terhenyak, Sierra tahu tentang Seryung. Bagaimana bisa?

“SIERRA” teriakan itu membuat pelukan keduanya terlepas. “Luhan oppa?” kata Sierra membuat Kai gugup. “Luhan hyung?” tanyanya. “benar, oppa kau bisa kan disini saja, aku akan menemui Luhan oppa, oppa lebih baik kau tidak kemana mana, disini berbahaya”

Gadis itu meninggalkannya. Kai hanya menatap kepergian Sierra dengan lega. Akhirnya ia bisa mengetahui isi kastil ini.

Kai membuka sedikit pintu kamar Sierra, melihat keadaan diluar dan memastikan apa pergerakannya aman. Suara ribut itu langsung membuatnya penasaran. Kai bersembunyi di belakang pilar besar. Benar, disana ada Luhan, Xiumin, Lay dan Sehun.

Kai sontak terkejut, benar selama ini Sehun berkerja sama dengan ‘m’. “apa yang kau lakukan hyung?” tanya Sehun masih bisa ia dengar. “ani, aku hanya menjalankan misiku” ucap Luhan santai. “hyung, kau tak minta ijinku untuk mengambilnya? Aku bahkan belum sempat meyakinkannya”

Luhan menatap Sehun, senyuman itu masih terlihat diwajahnya. “kenapa harus minta ijinmu Sehun-ah? Itu adalah rencanaku, aku rasa semuanya juga sudah baik, tak perlu meyakinkannya, karena ia hanya tawanan kita”

“tawanan?” batin Kai. Ia masih mengawasi keadaan disana. “hyung, walaupun begitu kau seharusnya memberitahuku, agar aku tidak bingung mencari Sunghyo?”

Kai sontak kaget. Sunghyo? Gadis itu benar benar ada disini. Ia menatap Sehun tajam, selama ini donsaengnya itulah yang ternyata menyembunyikan gadis itu. Jika bukan karena rencananya mencari Seryung disini, ia pasti akan langsung menghajar Sehun, mengingat betapa menderitanya Baekhyun setelah Sunghyo menghilang.

“arraseo, maafkan aku Sehun-ah, lebih baik kau persiapkan dirimu, karena sebentar lagi kita akan melakukan peperangan besar” Luhan menepuk nepuk bahu Sehun. Kemarahan dimata Sehun berangsur padam. “peperangan?”

“benar, sekarang aku yakin mereka juga tahu apa yang kita pikirkan, aku hanya memberitahumu bahwa peperangan ini bukan peperangan biasa, Sehun-ah kuharap kau jangan menyesal”

Luhan meninggalkan tempat itu, Sehun masih syok. Ia menatap Xiumin, Lay yang menatapnya dengan sinis. Ada perasaan aneh yang menjalari otaknya, ia menjadi bingung.

Kai yang ada disana mengepalkan tangannya, masih menatap Sehun dengan benci, mengapa Sehun mengkhianati mereka hanya untuk membela ‘m’.

Kai baru saja  berbalik ketika seseorang tiba tiba datang dari arah berlawanan. “Kris” gumamnya dan seketika itu ia menggunakan kekuatan teleportasinya untuk pergi dari tempat itu.

###

“Kris”

laki laki itu mengedarkan pandangannya, baru saja ia sampai di tempat ini ia merasa ada yang memanggilnya.  Tapi tak ada seorangpun disana, ia mencoba masuk. Melihat Xiumin dan Lay yang tampak mengobrol.

“ada apa?” tanya Xiumin. “apa kau memanggilku?” tanya Kris membuat Xiumin terkekeh. “tidak ada yang memanggilmu, apa kau mabuk lagi huh?” ucap Xiumin mengejek, sementara Kris menggelengkan kepalanya. Aneh, kenapa ia merasa ada yang memanggilnya.

“sudah jangan dipikirkan Kris, aku yakin kau mabuk” Lay menimpali masih dengan nada mengejek. Kris hanya bisa mendengus pelan. “kau sudah tahu kan apa yang Luhan inginkan?”

“sudah, berperang. Bukankah kita akan berperang hari ini?” Xiumin mengangguk. “benar, sebaiknya siapkan dirimu baik baik”

__

Bughh.. “akhh” erang Kai pelan. Ia bangun dan mendapati dirinya berada di ruangan yang cukup gelap. Sinar remang remang dan satu satunya hanya berasal dari lampu neon ruangan ini. “Seryung??” ucap Kai kaget. Ia mendekati seseorang yang tergeletak tak jauh dari sana.

“aigo. Seryung-ah , kau disini?” Kai mengguncang badang Seryung. Gadis itu sedikit membuka matanya. “ya! Nuguya?” pekik Seryung kaget melihat laki laki asing di ruangan itu. “ini aku, Kai kau ingat kan?”

“Kai? Bagaimana bisa kau ada disini?”

“itu aku, mengikuti Sehun” ucap Kai berbohong. Sebenarnya ia sudah mengetahui keberadaan Seryung tapi ia menyangkalnya. “cepat bukakan ikatakanku” “mwo?” “ini, cepat bukakan” Seryung sedikit membalikkan badannya dan menunjukkan letak rantai ditangannya.

“cih, kau tak bisa pelan pelan menyuruhku”

Kai menggaruk rambutnya pelan. “itu. bagaimana caranya aku membuka ini?” Kai menatap miris rantai di tangan Seryung. “yak..neo pabo, kau lihat ada banyak kayu disini, tidak bisakah kau ambil salah satunya dan membuka rantai itu dengan kayu”

Kai mengangguk, walaupun ia kesal setengah mati tapi berdebat dengan Seryung akan banyak menghabiskan waktunya. Beberapa saat kemudian rantai ditangan Seryung terbuka. “gomawo” ucap Seryung tulus.

“lebih baik kita bergegas” kata Kai menarik tangan Seryung. “chankaman, apa yang kau katakan aku tidak mengerti”

“aish, begini sebentar lagi mereka akan berperang. Kita harus membantu Suho hyung dan yang lainnya” Seryung menautkan alisnya. “berperang?” “ne, kau mau ikut tidak. Aku akan segera keluar dari kastil ini”

“kalau begitu kenapa masih disini. Kita harus cepat kesana” Kai membulatkan matanya menatap gadis disampingnya ini. Kenapa malah dia yang dibentak pada saat seperti ini, padahal sebelumnya Kai yang telah mengingatkan Seryung.

“chankaman” ucap Kai. “mworago?” “tentang Sunghyo, apa kau tahu dia ada disini?” Seryung mengernyit. “sunghyo ada disini? Jinjjayo?”

“benar, sepertinya dia ada di kastil ini. Begini, kau mencarinya dan aku akan segara keluar” Seryung mengangguk. “ah, kalau begitu kau bawa saja ini” Kai memberikan sesuatu pada gadis itu. “KAI!! Kau gila” ucap gadis itu kesal.

“aku tidak gila, kau pasti akan membutuhkannya”

“tapi Kai, KAI” Kai sudah menghilang dari ruangan itu. Sementara Seryung masih menatap barang yang diberikan Kai.

__

“kalian ada disini” ucap suara itu. Mereka sontak menoleh ke atas. “Suho, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, ah lama tidak bertemu” ucap laki laki itu sinis. “Xiumin” Suho memicingkan matanya. Laki laki itu segera melompat.

Tidak berapa lama datang satu lagi laki laki. Dia Kris. “lama tidak bertemu” ucap Kris. Baekhyun, dan yang lainnya hanya bisa menghela nafas. Belum berapa lama mereka dihutan ini mereka sudah bertemu dengan anggota ‘m’

“bagaimana kabarmu?” tanya Suho, walau bagaimanapun juga Kris adalah temannya dulu. “aku baik, seperti yang kau lihat kini”

“aku tidak menyangka akan melawanmu” ucap Suho, ia mencoba memendam perasaannya. “aku tidak akan pernah melupakan hal ini, aku tak akan melawanmu” Suho tersentak kaget.

“apa yang kau katakan?” tanya Xiumin jengah. “aku akan melawan Park Chanyeol, dia lawanku” Chanyeol yang dipanggil merasakan kebencian di mata Kris. “aku tahu, kekuatanku akan bertarung dengan kekuatan Xiumin bukan?” tebak Suho. Mereka beradu pandang sampai ketika seseorang memasuki daerah itu. Luhan.

“kau….

__

Baekhyun meringis pelan. Lengan kanannya terkena sabetan logam, darah mengucur dari sana. “Baekhyunnie, apa sakit?” tanya Luhan dengan tatapan mengejek. Baekhyun tersenyum pahit. “Sebenarnya aku tak ingin melawanmu” ucap Baekhyun terengah, tangannya terasa sakit.

Sementara, Chanyeol, DO , Suho dibantu dengan Kyuhyun berjuang mati matian menyelamatkan hidup mereka. ‘m’ memang sangat hebat. Kyuhyun memundurkan tubuhnya saat bertarung dengan Lay, laki laki itu walaupun tak memiliki kekuatan untuk bertarung tetap saja tenaganya tak pernah habis.

Kyuhyun mengamati Baekhyun dan Luhan. Manik mata Luhan memerah sempurna. Kyuhyun mengernyit. Ia bahkan tak tahu jika Lay mendaratkan pukulan di keningnya. “akh” Kyuhyun meringis. Ternyata bukan hanya Luhan yang memiliki mata berwarna merah, semua kelompok ‘m’ memilikinya. Ini aneh. Pikir Kyuhyun.

~~o0o~~

.

.

Seryung berjalan di tempat ini. Ia sendiri tak tahu ingin kemana. Lorong lorong panjang dengan cahaya redup membuat bulu kuduknya berdiri. Pada akhirnya ia berhenti di sebuah ruangan. Seryung masuk, ia hampir saja berteriak saat melihat seorang laki laki sedang terduduk disana. Matanya terpejam.

Seryung mengalihkan pandangannya ke kasur disana. ‘Sunghyo..’ pekiknya dalam hati. Dengan penuh cekatan Seryung melepaskan ikatan di tubuh Sunghyo. Ikatan yang tidak teralu erat karena tubuh Sunghyo–pun sudah lemas.

Seryung membopong Sunghyo. Pelan pelan keluar dari ruangan ini. Tapi…ia tak hati hati sehingga menyenggol guci disana. Laki laki itu terbangun, ia Tao. “Siapa kau?” bentak Tao. Seryung berlari tapi ia tertangkap.

“YAA lepaskan aku..” ucap Seryung. Sunghyo terhuyung ke bawah. “lepass…” Bruss.. “AKHHH” erangan Tao. Seryung baru saja melemparkan sejumlah pasir ke matanya. Seryung membopong Sunghyo lagi dan berhasil meninggalkan ruangan ini. Ternyata barang yang diberikan Kai ada gunanya juga.

“Sunghyo-ah” Seryung menepuk pelan pipi Sunghyo. Sunghyo tak bergeming. Seryung menjadi cemas. “Siapa kau?” Seryung menoleh. Seorang laki laki menemukannya lagi. Jantung Seryung berpacu keras.

Seryung baru saja ingin lari, tapi laki laki itu dengan cepat menghentikannya. “aku Sehun, jangan takut padaku” ucap laki laki itu. Seryung sedikit lega. Sehun memperhatikan Sunghyo, ia mendudukkan Sunghyo di rerumputan, mereka sudah cukup jauh dari kastil.

“Sunghyo–ah” gumam Sehun. Ia memeluk Sunghyo dengan hangat, Seryung yang melihat itu hanya bisa membelalakkan matanya, tak mengerti. “dia kekurangan nafas” ucap Sehun. Seryung hanya mangut mangut. “lalu? Bagaimana cara–

Seryung membalikkan tubuhnya saat Sehun dengan cepat memberikan nafas buatan kepada Sunghyo. Jujur ini bukan kali pertamanya Seryung melihat Sunghyo dicium oleh laki laki.

“maaf–sebentar lagi Sunghyo akan sadar, tapi–aku harus pergi” baru saja Seryung ingin bertanya laki laki itu sudah berlari kencang bersamaan dengan angin yang mengikutinya. Seryung kembali pada Sunghyo.

..

Suara riuh yang memekakkan telingan mengalun di seisi hutan ini. Baekhyun sibuk menghadapi Luhan, Chanyeol yang berperang dengan Kris, Suho yang sibuk mengeluarkan sisa sisa kekuatannya untuk melawan Xiumin dibantu dengan Kyungsoo dan Kyuhyun yang adu kekuatan dengan Lay.

Seseorang datang lagi ke tempat itu. Kyungsoo membulatkan matanya. “Hyojin-ah” lirihnya pelan. Kyungsoo berlari menuju Hyojin. “jangan..dia bukan Hyojin, itu hanya jebakan” ucap Suho. Kyungsoo seakan tak mendengarnya, ia terus mendekati Hyojin yang tengah tersenyum padanya.

“Hyojin…akhh” erangan Kyungsoo saat sengatan listrik mengalir di tubuhnya. Kyungsoo jatuh ke tanah. Matanya menatap Hyojin kabur yang perlahan digantikan oleh sosok laki laki berjubah hitam. “Hyung” lirih Kyungsoo.

Baekhyun tak bisa menahan semuanya. Ia tak kuat menatap satu persatu kawan kawannya terluka hanya karena pertempuran ini. Sress… sebuah kayu menghantam kepala Baekhyun membuatnya jatuh berlutut ke tanah.

“Baekhyun..” Chanyeol memanggilnya untuk tetap bertahan. “aku akan memberikannya Luhan, tapi..hentikan semua ini” Luhan terkejut. Chanyeol dan yang lainnya terdiam mendengar ucapan Baekhyun.

“aku akan memberikan krystal itu padamu, krystal ‘k’ yang kau inginkan” Luhan tertawa dengan licik. “jadi kau sudah menyerah?” tanya Luhan. Baekhyun menggigit bibir bawahnya.

“jangan memberikannya baekhyun, apapun yang terjadi sudah janji kita untuk melindungi krystal itu” teriak Suho. Luhan menatap Baekhyun tajam. “baiklah, akan kuberi kau waktu 2 menit untuk mengeluarkan krystal itu dalam tubuhmu”

..o0o..

“akh” Seryung tersentak. Ia membalikkan badannya saat erangan tertahan seseorang. “siapa kau?” tanya Seryung mengambil ancang ancang. “aku..Hyojin” Seryung melihat seorang gadis bermata sipit tersenyum padanya.

“kau terluka” ucap Seryung , ia membasuh luka di kaki Hyojin. “aku berlarian ke tempat ini, ada hal yang sangat penting” ucap Hyojin. Ia menatap wajah Seryung. “ah, aku tahu ..kau pasti Shin Seryung kan? Kyungsoo oppa sering menceritakan tentangmu, kau yeoja chinggunya Kai oppa kan?”

Seryung membelalakkan matanya. “Mwo?? ani–aniya. Kau salah orang”

“benar, itu kau. Berarti kau tahu ada peperangan disini?” tanya Hyojin. Seryung mengangguk. “aku ditugaskan untuk menjaga Sunghyo” Hyojin menatap gadis yang sedang tertidur di bawah pohon.

“ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu” ucap Hyojin. Ia mengeluarkan sesuatu disakunya. “apa ini?” tanya Seryung. “Krystal ‘m’” Seryung mengernyit. “aku menemukannya di laci Jongdae oppa, aku yakin ini bisa menghentikan pertarungan itu.

“kau bicara apa?” tanya Seryung tak mengerti.

“aku pernah mendengar jika darah bulan murni bisa menghentikan kekuatan dari krystal ‘m’, karena krystal ini sudah dibaluti oleh kekuatan merah, dan tak akan pernah bersatu dengan krystal ‘k’” Seryung mencoba mencerna perkataan Hyojin.

“lalu? Siapa pemilik darah bulan murni itu?” tanya Seryung. “aku rasa dia” tunjuk Hyojin pada Sunghyo. “Sunghyo??” Seryung hampir tak percaya. “benar” Seryung menatap Sunghyo, apa benar Sunghyo? Lalu bagaimana caranya?

Disaat itu Sunghyo perlahan mengambil kesadarannya. “dia bangun” pekik Hyojin. “Sunghyo” Seryung menghampiri Sunghyo. “apa yang terjadi?” tanya Sunghyo bingung. Yang ia tahu kepalanya terbentur dan tak ingat apa apa lagi.

“kau…gadis bulan, maukah kau memberikan sedikit darahmu?” tanya Hyojin. Seryung menatap Hyojin tajam. “nu–nuguya?” Hyojin tersenyum. “aku Hyojin, jeball berikan setetes darahmu, keadaannya sangat genting”

..o0o..

.

.

“jangan lakukan itu Baekhyun” Suho baru saja ingin beranjak saat sebuah es membentur perutnya. “cepat lakukan” perintah Luhan. Baekhyun mencoba berdiri. Ia menatap langit, saat itu langit sangat cerah. Perlahan matanya memicing menatap sesuatu yang sepertinya ingin menutup matahari.

“apa yang kau lihat? Cepat keluarkan” bentak Luhan. Baekhyun tersadar. Ia mengumpulkan segala energinya. Karena selama ini krystal itu tersimpan di dalam tubuhnya, karena Baekhyunlah pusat kekuatan ‘k’

Sebuah krystal berwarna perak muncul di mulutnya. Krystal itu bercahaya menyilaukan. Sesaat kemudian krystal itu seutuhnya keluar dari tubuh Baekhyun. Luhan tersenyum menang. Ia baru saja ingin memukul Baekhyun dengan batu besar saat batu itu tiba tiba saja melayang ke lain arah.

Luhan terkejut. Ia menatap ke belakang, telambat…sebuah gulungan angin besar menghantam tubuhnya. Luhan terjungkal hebat ke tanah. “akhh”

Kai yang baru saja datang langsung menyelamatkan Baekhyun dengan teleportasinya. “apa yang terjadi hyung?” tanya Kai tak mengerti. Ia melihat krystal itu di tangan Baekhyun. “jangan katakan kau ingin menyerahkannya?”

Baekhyun menunduk. “aish, hyung..aku yakin Sunghyo sudah selamat sekarang, dia bersama Seryung , sekarang jangan bertindak bodoh lagi” Baekhyun tersenyum. Krystal itu menghilang, dan tertanam lagi di tubuhnya.

“Rupanya kalian bersekongkol?” Luhan berdiri dan mengelap darah di bibirnya. Sehun menatap hyungnya itu dengan tenang. “hyung–mau sampai kapan kau seperti ini?” tanya Sehun, matanya menatap Luhan sendu.

“Cih–sekarang rasakan pembalasanku” Luhan mengangkat sebuah pohon besar. Ia menyerang Sehun dengan itu. Sehun berusaha menghindar, walau tenaganya hampir habis, kekuatan Luhan jauh lebih besar darinya.

Luhan terus membombardir Sehun. Baekhyun yang melihat itu segera menolong Sehun dengan kekuatannya. Sedangkan Kai sibuk membantu hyungnya yang sedang terluka.

###

Tes.. “akhh” Sunghyo mengerang kecil , darahnya terus menetes membasahi krystal itu. “sebentar lagi…ahh liatlah langit” Hyojin terperangah menatap langit yang berangsur gelap. “Gerhana” Seryung juga tak dapat memungkiri ketakjubannya.

..

“akhhhh…

Erangan panjang dari Luhan dan semua anggota ‘m’. “apa ini? Apa rencana kalian?” bentak Luhan frustasi. Baekhyun juga tak menyangka. Ia menatap langit..ternyata benar. Walaupun ia tak tahu siapa yang membuat gerhana seperti ini.

“Akhhh…” Luhan memegang kepalanya. Sebuah asap hitam mengepul keluar dari tubuhnya, diikuti dengan semua anggota ‘m’. Kejadian itu cukup lama menyiksa Luhan sampai ketika ia terjatuh di tanah. Luhan pingsan.

“semuanya sudah selesai” ucap Kyuhyun. Mereka semua menatap Kyuhyun. “semuanya sudah selesai, kekuatan merah itu sudah mati”

..o0o..

.

“Suho oppa” seorang gadis mengaitkan tangannya di lengan Suho. Ia sedang berada di pusat perbelanjaan. “Aish Cho Sani..belanjaanmu sangat berat” ucap Suho kesal. Walaupun begitu ia senang melihat gadis itu menikmati liburannya.

Tiba tiba sepasang manusia mendekati mereka. Sani memberikan tatapan tidak suka. “wah Sani, sekarang kau sudah memiliki pacar rupanya?” ucap Yesung mengejek. Sani mengeratkan tangannya di lengan Suho.

“aigoo..Yesung-ssi, pacarmu itu..sepertinya aku pernah melihatnya ke klub malam bersama seorang laki laki”

“mwo?” ucap yesung tak percaya dan menatap kekasihnya itu. “ah..sebaiknya kita harus pergi dari sini, Suho oppa..bye Yesung-ssi”

..o0o..

“awww appo Kai” Seryung memegang kepalanya yang berdenyut hanya karena ia tak bisa menyelesaikan satu soal. Sekarang mereka sudah memekai seragam. Akhir akhir ini seonsaengnim menyuruh Kai untuk menjadi tutor Seryung.

“kau ini bodoh sekali…masa soal seperti ini tak bisa kau kerjakan??” Seryung mendengus kesal mendengar itu. “cepat kerjakan soal ini…kalau tidak..

“apa?” tanya Seryung penasaran. Kai mendekatkan wajahnya, “kau harus menjadi yeojaku selamanya”

“mwoya?” wajah Seryung memerah. “hahaha wajahmu merah sekali seryung-ah” Kai tertawa keras. Seryung mendesis kesal. “dasar Kai jelek” “mwoya apa yang kau bilang?” “Kau jelek. Jelek sekali” “YAA Seryung-ah”

..o0o..

Hyojin menatap bunga yang baru dibelinya. Ia memasuki salah satu bilik rumah sakit. “Kyungsoo oppa” Hyojin menghampiri Kyungsoo yang terbaring disana. “Hyojin-ya” Kyungsoo beranjak.

Hyojin memberikan bunganya pada Kyungsoo. “oppa harus cepat sembuh ya” Kyungsoo tersenyum. “ya..gadis nakal” Kyungsoo mengacak ngacak rambut Hyojin.

..o0o..

Sunghyo berjalan malas ke kelasnya. Setelah kejadian itu entah kenapa ia terdampar ke Bumi lagi. Ibu Tirinya dan Inseo sudah dipindahkan. Tiba tiba seluruh murid murid gempar. Sunghyo berbalik. Banyak gadis yang mengerubungi sesuatu.

Sunghyo mencoba melihatnya. Matanya menatap seorang laki laki yang menjadi pusat perhatian itu. Sunghyo tersentak. Laki laki itu Baekhyun. Kenapa Baekhyun ada disini? Tanyanya dalam hati. Akhir akhir ini ‘k’ memang satu persatu masuk ke sekolahnya. Sunghyo belum sempat menyapa mereka semua termasuk Seryung. Sunghyo hanya memaksakan diri untuk menganggap semua itu mimpi.

Seseorang memeluknya dari belakang. Sunghyo dapat merasakan hangatnya nafas orang itu di tengkuknya. “nuguya?” tanya Sunghyo. “aku..kau tak ingat?” Sunghyo berbalik. Ia terkaget kaget menatap Baekhyun disana.

“Baekhyun-ssi”

Baekhyun tersenyum. Untung saja mereka sedang berada di halaman belakang sekolah. Kalau tidak mungkin Sunghyo akan segera menjadi sasaran para gadis disana.

“padahal Kai dan Sehun sudah terlebih dahulu masuk sekolah ini? Lalu kenapa kau mengacuhkanku?” Sunghyo menatap Baekhyun tak percaya, ternyata semuanya bukan mimpi. “ini bukan mimpi hyo-ah, dikehidupan kedua dan berpura pura menjadi manusia aku telah ditakdirkan denganmu kan”

Mata Sunghyo berkaca kaca. Ia rindu dengan laki laki itu. Tes.. Sunghyo menangis. Baekhyun memeluknya. “tak apa, kita bisa memulainya sekarang kan?” Sunghyo mengangguk.

Dikejauhan Sehun bisa melihat itu semua. Walaupun hatinya merasa sakit. Tapi ia cukup bahagia menatap wanita yang dicintainya mendapatkan seseorang yang tepat.

END

6 pemikiran pada “Foreigners (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s