Sweet Enemy (Chapter 2)

sweetenemychap3 copy (1)

Author : Han Sung Young (@HSYdenisa30)

Editing By : Dea Denisa

Main Cast :

  • Oh Rin Chan (OC)
  • Kim Jong In (EXO-K)
  • Lee Tae Min (SHINee)

Other Cast :

  • Lee Jae Min (OC)
  • Oh Min Sung (OC)
  • Oh Sehun (EXO-K)
  • Park Chan Yeol (EXO-K)

Genre              : Romance, Family, Friendship.

Length             : Chaptered

Rating              :  T

annnyeeonnggggg~~……..*lambai-lambai bareng all member EXO*

author Sung Young balik lagi dengan membawa chapter ke-2, setelah sempat terkendala karena berbagai tugas yang menumpuk. Akhirnya ff ini selesai, mian kalau ada typo yang yang bertebaran dimana-mana dan alurnya yang gaje.ff ini juga udah dipost di blog temenku ^^

yasudahlah~ daripada author banyak bacot langsung saja…..

HAPPPY READING

 

 

CHAPTER 2

 

 

 

Author pov

Rin Chan masih belum percaya dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang, matanya hanya terfokus pada sosok namja yang sekarang sedang duduk di sebelah Jae Min. Ia tak pernah menyangka kalau hari ini akan bertemu dengan orang yang paling ditunggu-tunggunya. Tae min. Pangeran Rin Chan telah kembali, Rin Chan terus menatap Tae Min tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tae min membalas tatapan Rin Chan dengan tersenyum. Haahhh!! Senyuman Tae Min memang paling manis bagi Rin Chan, bahkan melebihi apa pun didunia ini. Sepertinya jantung Rin Chan berdegup dengan cepat sekarang, apalagi Tae Min menatap Rin Chan sambil terus tersenyum. Sepertinya sebentar lagi jantung Rin Chan akan melompat keluar. Rin Chan benar-benar bahagia saat ini, sampai-sampai ia tidak menyadari kalu sejak tadi Ny. Oh memanggilnya, Min Sung menyikut lengan Rin Chan yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.

“Rin Chan-a. apa kau tidak dengar kalau sejak tadi eomma memanggilmu??” kata Min Sung setengah berbisik.

“jinjjayo?? Mian aku tidak dengar” tutur Rin Chan. Bagaimana ia bisa mendengar panggilan eommanya, sejak tadi pikiran Rin Chan hanya terfokus pada Tae Min.

“Rin Chan-a. kau tidak lupa pada Tae Min, kan??” Tanya Ny. Lee

“te-tentu saja ingat ahjumma…” jawab Rin Chan agak terbata-bata. Rin Chan berusaha untuk mengontrol detak jantungnya yang semakin berdetak tak karuan.

“aku jadi ingat ucapan Rin Chan sewaktu kecil. Dulu dia pernah bilang kalau sudah besar nanti ia akan menikah dengan Tae Min” sambung Ny. Oh yang membuat semuanya yang hadir di sana terkekeh sambil memandang ke arah Rin Chan.

Rin Chan agak menundukkan wajahnya karena menahan malu atas pernyataan eommanya barusan, ingin rasanya ia pergi dari tempat itu sekarang juga. Namun tidak mungkin kan itu ia lakukan, apa nanti anggapan keluarga Lee kalau Rin Chan pergi begitu saja saat acara belum selesai, dengan terpaksa Rin Chan harus menahan malu itu sekuat tenaga karena yang pastinya ia akan menjadi orang yang paling terpojok malam ini.

“baiklah karena semuanya telah berkumpul kita langsung saja. Sebenarnya tujuan pertemuan malam ini adalah pertunangan antara Tae Min dan Rin Chan” ucap tuan Lee yang membuat Rin Chan kaget setengah mati.

Malam ini Rin Chan bagaikan terkena serangan jantung mendadak berkali-kali. Bagaimana bisa semua ini bisa terjadi tanpa Rin Chan duga, mulai dari Tae Min yang tiba-tiba hadir di hadapan Rin Chan dan sekarang Tuan Lee mengumumkan pertunangannya dengan Tae Min. Rin Chan memasang wajah bingungnya, sedangkan Tae Min hanya memasang wajah santainya sambil tersenyum pada Rin Chan.

Tentu saja Tae Min bisa setenang itu, dari awal ia sudah tau tentang rencana perjodohan ini. Acara pertunangan mendadak itu pun mulai dilaksanakan, Rin Chan dengan sekuat tenaga mengontrol dirinya agar bisa se-rileks mungkin, ia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh di hadapan semua orang yang hadir malam ini. Perasaan Rin Chan saat ini campur aduk, dari mulai terkejut, gugup, dan juga senang. Entahlah, sulit untuk menjelaskan perasaan Rin Chan saat ini.

@ @ @ @ @

Rin Chan pov

Aku berjalan menuju kelas ku, masih dengan pikiran yang di penuhi kejadian-kejadian yang mengejutkan semalam. Aku terus memikirkan hal itu sampai-sampai aku tidak bisa tidur semalaman, dan bisa di pastikan aku sangat mengantuk sekarang. Atau bisa dibilang aku seperti mayat hidup yang sedang berjalan sekarang.

“Rin Chan-a………” sapa Sehun sambil merangkulku.

“wae??” Tanya ku malas.

“kenapa wajahmu begitu? Kau sakit?”

“ani, aku hanya mengantuk” tutur ku singkat

“ohh. Ku kira kau sakit. Oh ya, kau sudah menyelesaikan tugas yang di berikan jung songsae kemarin??”

“aigo! Aku lupa” kata ku sambil menepuk pelan dahi ku.

“eumm…. Cincin apa yang ada di jari mu itu??” Tanya Sehun. Aku langsung menurunkan tangan ku dari dahi ku dan menyembunyikan tangan ku kebelakang.

“hanya cincin biasa” jawab ku yang tentu saja berbohong. Bukannya aku tidak mau memberi tau tentang pertunangan ku dengan Tae Min oppa semalam, aku hanya belum siap saja kalau dia sampai tau. Asal tau saja Sehun itu mulutnya seperti seorang yeoja, bisa saja ia memberi tau satu sekolah tentang hal itu. Huuhh… tidak bisa ku bayangkan kalau semua itu sampai terjadi.

“coba ku lihat, sepertinya itu bukan cincin biasa” ujar Sehun sambil berusaha meraih tangan ku yang ku sembunyikan. Aku terus berusaha menghindar dari Sehun namun semua sia-sia dia berhasil meraih tangan kiri yang sejak tadi ku sembunyikan di belakang tubuh ku.

“Sehun-a. kau itu apa-apaan sich. Cepat lepaskan!!” kata ku berusaha memberontak sambil berusaha menarik tangankun dari cengkraman Sehun.

“aku tidak akan lepaskan sebelum kau bilang cincin apa ini??”

“sudah ku bilang ini hanya cincin biasa”

“bohong. Cepat katakan yang sejujurnya”

“eummm….. Sehun-a itu ada Jae Min!!”

“mana??” begitu sehun lengah aku pun melepaskan tangan ku dari genggaman Sehun dan segera  berlari sekencang mungkin. Hahaha, dasar Sehun pabo, mau saja dia percaya pada ucapanku.

BRUUKKK!!!

Karena terlalu kencang berlari, aku sampai tidak melihat jalan di depan ku hingga aku menabrak seseorang  dan akhirnya kami berdua terjatuh. Ahhh!! Rasanya sakit sekali, aku dan orang yang ku tabrak tadi meringis sambil mengelus pinggang masing-masing.

“hehh!! Kemana matamu? Kau buta, heoh?” kata orang yang kutabrak dan baru ku ketahui kalau yang ku tabrak adalah Kai. Huuhh!! Si manusia kkamjong lagi, bisakah ia sehari saja tidak muncul di hadapan ku.

Aku malas meladeni Kai, lebih baik aku segera pergi dari sini daripada nanti aku bertemu Sehun lagi. Aku berdiri dan langsung pergi melewati Kai yang masih terduduk di lantai, belum beberapa langkah aku melewati Kai. Langkahku terhenti saat ku rasakan sebuah tangan memegang pergelangan kakiku.

“kau tidak mau tanggung jawab??” Tanya Kai dengan posisi yang masih terduduk di lantai.

“memangnya kau pernah bertanggung jawab atas perbuatanmu padaku??” tanyaku dengan nada suara yang terkesan sinis karena emosi ku yang semakin tersulut.

“ck jadi kau masih mengingat semua itu??”

“tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan semuanya Kim Jong-In”. Kai terkekeh mendengar ucapanku, entah kenapa dia bisa tertawa ku rasa tak ada yang lucu pada kalimat ku barusan. Atau mungkin otaknya yang sudah mulai terganggu, dengan kata lain sudah mulai GILA.

Aku berusaha melepaskan kakiku dari tangan Kai, namun bukannya lepas genggamannya makin terasa kuat setiap kali aku berusaha untuk melepaskannya. “hehh!! Pabo. Cepat lepaskan kakiku”

“kalau aku tidak mau, bagaimana??” kata Kai yang membuat amarahku semakin terpancing.

“yakk!!! Pabo. Cepat lepaskan atau aku–”

“mwo?? Mau beteriak? Silahkan. Aku tidak peduli”. uughhh~~ aku tahu kalau pun aku berteriak itu percuma, aku pasti akan ditertawakan satu sekolah hanya karena masalah seperti ini. Jadi aku harus bagaimana?

“Rin Chan-a….” teriak Sehun dari kejauhan. Haissh!! Belum selesai masalah ku dan Kai sekarang timbul masalah baru, sepertinya hari ini hidup ku benar-benar sial.

Sehun berlari menghampiriku dan ku lihat Jae Min mengekor di belakangnya, haduuhhh~ ku rasa hal yang paling ku takutkan akan segera terjadi detik ini juga. Ya Tuhan, kenapa semuanya menjadi rumit begini?. Aku yakin Sehun pasti akan menanyakan hal itu lagi, dan bisa dipastikan jika dia akan semakin penasaran dengan hal itu. “Rin Chan-a. Benar kau sudah tunangan dengan Tae Min hyung?” Tanya sehun to the point. Ku rasakan seluruh tubuh ku melemas karena mendengar pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan yang dilontarkan Sehun, anak ini selalu saja berbicara tidak pernah mau dipikir terlebih dahulu. Apa dia tidak sadar kalau dia sedang berada di sekolah?. Ku tatap Jae Min yang berada di samping Sehun dengan tatapan membunuh, pasti dia yang telah memberi tahu Sehun. Dasar pasangan mulut ember.

“Rin Chan-a. Cepat jawab pertanyaan ku??” lanjut Sehun dengan suara keras. ughhh~ kalau saja dia itu bukan sepupu ku, mungkin sejak tadi sudah ku pukul dia hingga babak belur. Bisa-bisanya dia bicara sekeras itu. “hehh!! Kai. Apa yang kau lakukan di sana??” sambung Jae Min. Kai melepaskan genggamannya pada kakiku dan kemudian berdiri. Karena Kai telah melepaskan kakiku, aku mencoba untuk kabur. Tapi dengan cepat Sehun menahan langkahku dengan mencengkram lengan ku.

“kau tidak akan bisa kabur lagi Oh Rin Chan. Sekarang cepat katakan apa benar kau—”

“yayaya. Aku memang sudah tunangan dengan Tae Min oppa. Puas kau?” kataku yang langsung memotong ucapan Sehun dan kemudian berlalu menuju ke kelasku. Argghh!! Kenapa hari ini semuanya jadi kacau begini membuat ku pusing saja.

@@@@@@

Author pov

Rin Chan, Sehun, dan juga Jae Min sedang berada di kantin sambil menikamti minuman dan beberapa makanan ringan mereka. Sebenarnya Rin Chan sangat malas jika harus bersama Sehun dan juga Jae Min, alasannya tak lain karena Rin Chan merasa dirinya bagaikan obat nyamuk diantara Sehun dan juga Jae min. Awalnya Rin Chan sudah menolak ajakkan Sehun dan Jaemin, tapi apa boleh buat Sehun dan Jae Min terus memaksa dengan menarik tangan Rin Chan secara paksa. Kekanakan memang, tapi tulah pasangan yang paling berisik menurut Rin Chan ini. Memang tidak salah jika Rin Chan menjodohkan mereka berdua.

“Rin Chan-a. kenapa kau tega sekali tidak memberi tau ku kalau kau sudah tunangan dengan Tae Min hyung??”. Lagi-lagi Sehun menanyakan tentang hal itu, membuat mood Rin Chan semakin bertambah buruk saja.

“itu bukan sepenuhnya salah Rin Chan, oppa. Dia sama sekali tidak mengetahui acara pertunangan itu” sambung Jae Min yang berusaha memberi pengertian pada Sehun.

“iya. Tapi setidaknya kan setelah acara itu usai dia bisa memberi tau ku. Apa mungkin kau telah melupakan aku sebagai kembaranmu, Rin Chan ?”

“mwo? Siapa yang kau bilang kembaran?” tanya Rin Chan yang akhirnya angkat bicara.

“tentu saja kau. Memangnya siapa lagi?”

“atas dasar apa aku menjadi kembaran mu?”

“memangnya kau lupa. Kita kan lahir ditempat yang sama, waktu yang sama, tanggal yang sama, bulan yang sama , tahun yang sama dan dari rahim yang berbeda tentunya” kata Sehun sambil terkekeh pada kalimat terakhirnya.

“itu namanya bukan kembar, Oh Sehun…” kata Rin Chan dengan penuh penekanan pada setiap katanya.

Jae Min hanya terkekeh mendengar percakapan antara Rin Chan dan Sehun. Walau pun terkadang mereka terlihat kurang akur, tapi sebenarnya mereka saling menyayangi. Hanya saja Rin Chan paling kesal pada tingkahnya Sehun yang terkadang seperti anak kecil.

@@@@@

Rin Chan berjalan gontai masuk kerumahnya, hari ini adalah hari tersial bagi Rin Chan. Bagaimana tidak? setelah dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan tak penting Sehun, ketika di kelas tadi Kai kembali menggangu Rin Chan yang sedang tertidur dengan menyentil dahi Rin Chan dengan gelang karet  hingga membuat Rin Chan berteriak. Tentu saja karena perbuatan Kai itu, mau tidak mau Rin Chan harus menerima hukuman dari seorang songsae yang terkenal paling galak di Dongguk High School. Rin Chan dianggap telah menggangu ketenangan di dalam kelas sehingga ia mendapat hukuman membersihkan toilet yeoja hingga terlihat mengkilap. Kedengaran tidak masuk akal memang, tapi beginilah hukuman yang diberikan oleh Songsae yang paling tergalak se-Dongguk High School.

“Rin Chan-a. kesini sebentar!!” panggil Ny. Oh yang sedang duduk di sofa bersama Ny. Kim yang merupakan eommanya Kai.

“ada apa, eomma?”

“begini, tadi eomma mendapat kabar kalau nenek mu sedang sakit. Jadi eomma dan appa akan pergi ke Incheon.”

“jadi??”

“haish! Kau ini belum mengerti juga, artinya kau akan sendiri dirumah”

“tidak masalah kalau aku sendiri dirumah”

“eomma khawatir akan terjadi apa-apa pada mu jika kau sendirian”

“ya sudah. Aku akan tinggal bersama Min Sung eonni” kata Rin Chan santai.

“apa kau lupa?. Eonni mu juga akan berangkat ke Busan untuk menemui mertuanya besok”.

“jadi, aku harus bagaimana?”

“bagaimana kalau Rin Chan tinggal dirumah ku saja” sambung Ny. Kim yang berhasil membuat Rin Chan membulatkan matanya.

“ti-tidak usah ahjumma. Aku tidak ingin merepotkan ahjumma”tutur Rin Chan, sebenarnya alasan Rin Chan bukan sepenuhnya karena hal itu. Apalagi kalau bukan karena adanya Kai, apa jadinya jika ia harus tinggal serumah dengan orang yang paling menyebalkan se-dunia itu?

“kenapa bicara begitu? Kau sudah ahjumma anggap sebagai anak ahjumma sendiri” kata Ny. Kim dengan suara khas keibuannya. Sebenarnya Rin Chan mau saja tinggal dirumah Ny. Kim, tetapi jika kembali teringat pada Kai seketika niat Rin Chan itu hilang.

“tidak usah ahjumma, lagi pula aku bisa tinggal dirumah Sehun” tolak Rin Chan dengan nada bicara yang terkesan sopan, berusaha agar tidak menyinggung perasaan Ny. Kim.

“ayolah Rin Chan. Ahjumma akan sangat senang sekali jika kau tinggal dirumah ahjumma” ucap Ny. Kim, kali ini Rin Chan merasa tidak tega jika harus menolak ajakan Ny. Kim. Dengan agak berat hati Rin Chan menerima tawaran Ny. Kim, ia tidak ingin menyakiti perasaan wanita paruhbaya yang telah ia anggap sebagai eommanya sendiri.

@@@@@@

Sorenya setelah kedua orang tua Rin Chan berangkat ke Incheon, hari itu juga Rin Chan tinggal untuk sementara waktu di kediaman keluarga Kim. Tuan dan Ny. Kim sangat baik pada Rin Chan, mereka memperlakukan Rin Chan seperti anak mereka sendiri. Namun, semua itu berbanding terbalik dengan perlakuan Kai terhadap Rin Chan. Seperti biasa Kai tidak akan membiarkan Rin Chan hidup tenang dirumahnya.

“Rin Chan-a. ahjumma dengar dari eomma mu, setelah lulus sekolah kau akan segera menikah dengan Tae Min” ucap Ny. Kim disela-sela makan malam. Hampir saja Rin Chan menjatuhkan sumpit yang ia pegang karena mendengar pernyataan Ny. Kim.

“molla, eomma sama sekali belum memberi tau”

Rin Chan pov

“molla, eomma sama sekali belum memberi tau” jawab ku seadanya karena memang aku belum mengetahui tentang rencana itu.

“wah~ waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin Rin Chan dan Jong-In masuk taman kanak-kanak” sambung Kim ahjussi dengan senyumnya yang mengembang.

“kau benar yeobo, waktu memang cepat berlalu. Dan tidak lama lagi Rin Chan akan segera menikah”

Entah kenapa, setiap Kim ahjumma mengucapkan kata pernikahan jantungku berdetak semakin cepat memompa darahku. Benarkah yang dikatakan oleh Kim ahjumma tadi kalau aku akan segera menikah dengan Tae Min oppa? Tapi kalau itu memang benar, kenapa eomma belum memberitahu ku?. Haisshh!! Kenapa semuanya terasa mendadak seperti Ini? Apa mereka ingin membuat ku mati karena serangan jantung?

“Jong in-a. sebelum eomma semakin bertambah tua, eomma ingin melihat mu menikah” tutur Kim ahjumma yang terdengar serius.

“ne” jawab Kai singkat tanpa mentap Kim ahjumma. Kenapa kali ini Kai terlihat tidak bersemangat? Apa mungkin dia sakit?. Haishh!! Apa peduli kalau dia sakit, tapi entah kenapa aku merasa aneh pada sikapnya yang sekarang. Sejak tadi dia hanya diam , biasanya dia akan berisik walaupun sedang makan.

T B C

Leave Your Comment ^^

20 pemikiran pada “Sweet Enemy (Chapter 2)

  1. hahaha sie kkamjong jealous nie cerita nya..
    keke
    maka ny jgn usil dong oppa..
    sie rin chan jg knpa nggak keliatan senang hbs tunangan sama pangeran nya..
    keliatan ny cuma bingung aja..
    ato emang karakter rin chan yg emang cuek..
    ahh molla biar author yg menjawab hehe
    lanjuutt ^^

  2. Hahh, udah kebiasaan, aku yakin kalau si Kkamjong Darkkid itu sedang jealous tingkat akut!! kkk~~ #senyumevil 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s