Getting Jealous

2014-01-02_20.53.08

Author : Kunang | Main Cast : Kim Jong In/Kai (EXO-K), Honey Lau/Han Hee (OC)| Support Cast: Lu Han (EXO-M), Henry (SJ-M), Taemin (SHINee), D.O (EXO K)| | Length : One Shot (2904 words)/KaiHee series | Genre : Family, romance, fantasy , business entertainment ,comedy| Rating  : PG-15

Warning         : Seriously this story is mine! Plagiat jauh jauh sebelum dibikin jadi bubble tea ama hunhan

Summary        : Aku adalah Kim Jong In, kalian bisa memanggil ku ‘Kai’. Seperti yang banyak manusia tahu, aku adalah main dancer dari boyband terkenal EXO, dan hanya segelintir yang tahu kalau aku adalah adik dari Lee Tae Min SHINee sekaligus pangeran dunia angle. Aku rasa aku bisa menjalankan peran ku dengan baik, tapi sejak aku menjalin hubungan dengan Han Hee –gadis yang sekarang menjadi pusat dunia ku– hidup ku menjadi penuh kejutan, sure..she’s really something

Buat yang belum tahu, disini henry lau adalah kakak kandung Han Hee, sedangkan Chanyeol dan Luhan adalah kakak tirinya

@@@@

@Lagretta Café

Awal Januari 2014, Winter

Sekali lagi ada yang aneh dengan Han Hee…

Aku menatap penuh selidik gadis mungil di depan ku, mencoba mengadakan kontak dengan bola matanya. Sudah beberapa hari ini gadis di hadapan ku ini membuatku agak frustasi dan hampir gila. Bagaimana aku tidak kacau kalau beberapa hari ini Hanhee, kekasihku, seperti selalu menghindari ku?

Han Hee – Gadis bermata besar, dengan manik mata berwarna cokelat almond dan rambut berponi, agak ikal berwarna cokelat kemerahan membingkai wajahnya yang berbentuk oval. Tubuh mungilnya membuatku bisa menenggelamkan seluruh tibuhnya di dadaku saat aku memeluknya, dan aku menyukainya. Suaranya yang memang indah, bagai dentingan piano jernih di telinga ku walau terkadang akan terdengar seperti salah satu symphony yang dimainkan oleh Chopin, ramai tapi menyenangkan dan menularkan rasa bahagia ke sekitarnya. Bagi ku dia bagai magnet yang menarik banyak orang mendekat padanya dengan sifat supel dan cerianya, tak terkecuali aku. Seorang pemuda dingin yang awalnya hanya bisa melihat dan menjaganya dari jauh.

Tapi dibalik itu dia bagaikan kado misterius yang diberikan Tuhan padaku. Dengan caranya yang unik, dia selalu bisa membuat ku merasakan berbagai emosi di hidup ku yang biasanya datar-datar saja. Dia bisa membuat ku terenyuh saat malam hari nekat ke rumah ku hanya untuk memetikkan gitar dan menyanyikan ku lagu ulang tahun, tapi dia juga bisa membuat ku shock ketika tiba-tiba datang ke fansign EXO untuk meminta tanda tangan ku di gitarnya karena aku menolak menandatangani gitarnya karena tidak ingin Henry hyung mengamuk gitar kesayangan untuk adiknya terdapat goretan tangan ku. Aku juga sering dibuat cemas karena sifat cerobohnya, kebiasannya yang sering tidak menyadari situasi sekeliling dan selalu berpikir positif pada semua orang membuat ku was-was. Aku bertaruh bahkan dia tidak akan menaruh curiga jika ada seseorang yang baru ditemuinya mengajaknya berkenalan.

Meskipun begitu aku menyukainya, mencintainya-sangat. Jika kau tanyakan alasannya, aku yakin tidak bisa menguraikan dengan pasti karena aku tidak tahu harus mulai dari mana.

Back to reality

Aku menghembuskan nafas berat saat menyadari Han Hee sama sekali tidak mau menatap mata ku. Akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk karena Schedule EXO sedang padat-padatnya sehingga aku jarang bisa menemuinya. Walau begitu setidaknya dia bisa menerima telepon ku atau sekedar menjawab pesan ku kan? tapi dia sama sekali tidak melakukannya atau hanya menjawab dan membalas seperlunya. Aku sebagai kekasihnya merasa tidak dianggap, bahkan tadi aku harus meminta bantuan Chan rin, saudara tirinya untuk menyeret gadis ini agar mau menemui ku.

“Kai oppa… kau mau makan apa? Aku pesan kan yaa~” tanya Hanhee manja dengan wajah innocent-nya, sejenak aku tertegun menatap senyuman simetrisnya yang membuat sensasi aneh di perut ku. Aku memejamkan mataku  sebentar berusaha melepaskan diriku dari pesona gaib gadis ini,merutuki diriku sendiri yang gampang sekali terpesona sihirnya.

Jebal Kim Jong In! kali ini kau tidak boleh terpengaruh dengan aegyo-nya!

“Honey Lau, aku sedang tidak ingin makan” kata ku datar setelah berhasil mempertahankan ekspresi dingin ku,  membuat Han hee yang hendak menyeruput mocchachino nya meletakkan kembali minumannya. Wajahnya menegang dan entah hanya bayanganku atau tidak bibirnya gemetar, sepertinya dia hafal betul kalau aku sudah memanggilnya dengan nama aslinya, itu artinya aku sedang serius atau kesal.

“Kai oppa, kau ada masalah?

Aku mengetuk-ngetukkan jari ku di ujung meja, sedikit frustasi karena gadis ini sepertinya tidak sadar kalau sumber masalah ku adalah dia. Setelah beberapa saat hanya diisi suara ketukan jari ku, aku tak tahan lagi.

“Honey Lau, kau mencintai ku kan?” kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut ku, sungguh aku butuh jawaban dari Hanhee sekarang. Dia memang pernah mengatakan kalau dia mulai menyukai ku, tapi kau tahulah Han Hee.. dia mengatakannya seolah sedang bercanda. Aku hanya ingin diyakinkan kalau gadis ini mencintai ku. Hanya aku.

Baiklah, aku mengaku, bahkan seseorang yang dingin seperti ku pun bisa sensitif karena masalah cinta.

“Oppa…” Han Hee membelalakkan matanya, terlihat shock, baiklah.. mungkin aku yang salah, menanyainya tiba-tiba dan dengan cara yang sangat tidak romantis

“Han Hee kalau kau—“

“Kai oppa… kau menghancurkan imajinasi ku!! Ini tidak sesuai dengan yang ku baca”

“Heoh?””

Alih alih menjawab pertanyaan ku, Han Hee mengambil ponsel dari saku jaket nya dan tak berapa lama kemudian dia seperti asyik dengan benda yang memiliki cangkang dari alumunium itu. Terkadang dia tersenyum dan kemudian dia terlihat muram, what the hell! Namja chingu nya ada di depan sekarang dan dia asyik sendiri dengan ponselnya?

“Han Hee?”

“HAN HEE…”

“PARK HAN HEE….”

“HONEY LAU!!”

Karena tak tahan lagi, aku mengambil handphone nya dengan kasar. Lagian siapa suruh dia tidak menjawab ku.

“KAI OPPA!! HANDPHONE KU!!!”

Aku menatap Han Hee –yang terkejut– dengan kesal sebelum mengambil coat ku, bergegas keluar dari café dan pergi begitu saja meninggalkannya yang masih duduk. Mata ku mengerling ke arah jam besar di salah satu gedung pencakar langit yang menunjukkan pukul 22.30 KST, pantas saja jalanan sudah sepi. Aku tak mempedulikan butiran salju yang mulai turun sehingga membuat malam semakin dingin, tubuh ku sekarang rasanya sedang panas sekali dan itu semua karena Han Hee.

“KAI OPPA!!”

Aku melangkahkan kaki ku lebih cepat dan lebar. Tangan ku mengepal. Aku tak tahu kenapa aku menjadi sekesal ini.

“YAA!! JONG IN OPPA!! JJAMKAMAN!!”

Jangan berbalik Kim Jong In! entah mengapa otak ku memerintah seperti itu, memberi impuls pada syaraf-syaraf motorikku untuk semakin menjauhinya, padahal perlahan hati ku mulai memberontak tidak terima. Ada sebentuk rasa bersalah yang mengiris dada ku saat aku mengabaikan panggilan Hanhee, tapi sayangnya ego ku menang. Aku masih kesal pada Han Hee yang mengabaikan ku sebelumnya. Mata ku menatap tanda pejalan kaki yang masih hijau dan kembali bergegas menyebrang jalan. Aku tak tahu mau kemana, yang jelas aku ingin menyendiri.

“JONG IN OPPA!!”

Diamlah Honey Lau!

“OPPA!”

Aku memperhatikan ponsel HTC One milik Hanhee masih sambil berjalan cepat, ponsel itu meminta password saat aku menyalakannya, tanpa ragu aku mengetikkan kata ‘KaiHee’ dan..

Password incorrect, please try again

Aku menelan ludah dan mencoba memasukkan tanggal lahir ku dan tanggal lahirnya tapi gagal, lihat bahkan Han Hee merubah password ponselnya? Apa yang dia tak ingin aku ketahui? Apa mungkin ada laki-laki lain?

Apa jangan-jangan Jung kook BTS yang aku lihat pulang bersamanya kemarin?

Apa Choi Jun Hong BAP , kakak kelasnya yang Han Hee bilang sering mengusilinya?

Atau kah….

Aku menggelengkan kepala ku kuat saat teringat bagaimana akrabnya Hanhee dengan Kyungsoo hyung akhir-akhir ini. Aku sering memergoki gadis ku itu sering memperhatikan Kyungsoo hyung dengan tatapan aneh, atau malah mungkin tatapan penuh cinta?

Sial! lihatlah bagaimana gadis itu sudah berhasil membuat ku berpikiran yang aneh-aneh

 

CKIIITTTTTTT………….

DUAKKKK……………..BRUGGG…….

 

Suara decitan panjang ban mobil yang di rem, diiringi suara berdebam keras membuat hatiku mencelos. Dan ketika aku berbalik, saat itu lah rasanya dunia ku runtuh seketika, gelap.  Sesaat aku hanya bisa berdiri kaku menatap pemandangan di depan ku. Tak percaya.

Han Hee… dia….tergeletak di aspal… dan darah.. menggenangi rambut ikal panjangnya, merembes ke dress putihnya

Kesadaran menampar ku keras begitu menyakitkan, Han Hee tertabrak mobil saat mengejar ku

“HAN HEE!!!”

Aku berlari seperti orang kesetanan, aku tak peduli jika ada orang yang mengenali ku sebagai member EXO. Yang kupedulikan hanya Han Hee. Bagaimana mungkin ini terjadi? Aku benar-benar merasa benci pada diri ku sendiri. Aku pernah kehilangan orang yang kucintai, harus kah kali ini aku kehilangan gadis yang kucintai? Dan kali ini karena kebodohan ku sendiri? Lalu apa artinya hidup ku ini?

“HANHEE!! SADARLAH!! HONEY LAU!” Aku mengguncangkan tubuh Han hee yang berada dalam pelukan ku. Cairan berwarna merah kental perlahan membasahi dahinya yang putih pucat. Aku terus memanggil nama Han hee, tidak mempedulikan jeritan dan suara orang-orang yang mulai mengerumuni kami. Rasanya semua buram. Air mata menghalangi pandangan ku.

“Kai oppa….”

“Han Hee ya?” rasanya aku mendapat sedikit oksigen untuk paru-paru ku saat Han Hee membuka matanya, aku menyeka air matanya yang mengalir.

“Saranghae…”

“Han Hee bertahanlah!”

“Uljima.. Kai oppa” Lidah ku tercekat saat Han Hee menghapus air mata dipipiku dengan ujung ibu jarinya, dan sedetik kemudian tangannya jatuh bersamaan dengan mata indahnya yang menutup rapat

@@@@

 

“Sampai kapan kau mau seperti ini oppa?”

“Selamanya” aku memeluk pinggang ramping Han Hee lebih kuat, sementara gadis di pelukan ku malah terkekeh kecil. Aku masih trauma dengan kejadian beberapa jam lalu, Han hee tertabrak mobil! Untung saja dia masih bisa bertahan, hal terburuk dia bisa meninggal di tempat saat itu juga sebelum sempat aku menyelamatkannya. Tapi untunglah aku tidak terlambat dan dengan kekuatan kaum angle yang ku miliki aku bisa menyembuhkan sebagian besar lukanya.

“Maaf kan aku … maafkan aku… maafkan aku…” lagi aku membisikkan kata-kata itu di telinga nya, aku benar-benar merasa bersalah, kalau saja aku tidak mengabaikan panggilannya tentu kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya tidak akan terjadi. Untunglah Tuhan masih sayang pada kami sehingga aku masih bisa mendengar tawa gadis ku sekarang.

“Oppa… apa kau tak bosan meminta maaf?” Han Hee melonggarkan pelukan kami, mulutnya membentuk pout, lucu sekali. Ya sejak aku berhasil menyembuhkan Han hee dan mengantarnya pulang, aku tak mau melepaskan gadis itu. Bahkan aku nekat menyusup ke kamarnya tanpa sepengetahuan kakak-kakaknya yang sister complex.

Aku menggeleng dan mencium dahinya lalu menatap sedih sisa darah kering yang masih menempel di rambutnya “Apa kau masih merasa sakit?”

“Anni! Aku sudah benar-benar sehat berkat oppa!!” kata Han hee sambil tertawa dengan caranya yang khas, mau tak mau aku tersenyum.

“Baguslah… oh ya Han Hee ya..” kali ini aku merangkul tubuhnya agar bersandar di dada ku “Berjanjilan pada ku, teruslah berada di samping ku. Aku berjanji akan meyakinkan ayahku agar merubah mu menjadi angle seperti ku dan kita akan hidup bersama selamanya”

Han Hee tidak menjawab apapun, membuat kecemasan menghinggapi hati ku “Wae? Kau diam saja”

Han Hee bergerak dalam pelukan ku, berusaha bangun tapi aku keras kepala menahannya.

“Sebenarnya aku hanya sedang berpikir…” aku mendengar nada sedih di nadanya, bahkan dia sekarang sudah mendorong dadaku ringan agar bisa duduk tegak menghadap diri ku “Katakan sebenarnya, bukan kah ada ‘orang lain’ oppa? Aku.. tidak tahu apa ini khayalan ku saja atau bukan, tapi jika benar, aku tidak yakin kita bisa bersama—“

Orang lain? Apa yang gadis ini bicarakan???!!!

Aku melebarkan mata saat mengingat beberapa hari lalu saat salah satu media mengatakan bahwa aku dan Krystal f(x) sangat serasi, selain itu banyak fans juga yang salah mengartikan kedekatan kami, mengira kami berhubungan diam-diam bahkan sering menyebut kami KaiStal couple. Apa mungkin Han hee mengira aku menyukai Krystal? Jadi dia cemburu?

“Han Hee-ah.. ke.. kenapa kau jadi menangis? Hei.. kalau kau mengira aku menyukai Krystal, kau salah! Kami hanya berteman!”

Han Hee menggelengkan kepalanya “Bukan.. aku bukan membicarakan Krystal eonni”

“Lalu siapa??” Aku memegang wajah Han Hee dengan kedua tangan ku, sengaja menghadapkan wajahnya langsung  ke arah ku “Dengar Park Han Hee.. satu-satunya yeoja yang kucintai hanya kau, harusnya kau tahu itu!”

“Tapi.. tapi dia bukan yeoja, dia namja…”

DZIINGGG

“Maksud mu… bukan aku, tapi kau yang menyukai namja lain?” Tanya ku hati-hati, rasanya sekarang jantungku hampir copot menunggu jawaban dari gadis ini. Jika dia memang menyukai namja lain, aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kulakukan.

“Bukan.. bukan seperti itu!” Han Hee menggeleng dan mendorong tubuhku dan berdiri “Oppa.. oppa dan Kyung soo oppa saling mencintai kan?

 

“….”

“A.. apa kau bilang?”

Aku membeku. Terlalu shock. Tampar aku jika pendengaran ku tadi salah.

“Kai oppa pura-pura mencintai ku agar tidak disangka gay dan dijauhi oleh Kyungsoo oppa kan?, Aku tahu oppa, sebenarnya Kyungsoo oppa juga menyukai mu, jadi berhentilah berpura-pura”

“HAAAHHHHH??” Aku benar-benar tidak mengerti satu patah kata pun hal yang sedang dikatakan oleh gadis ini, Kyung Soo hyung dan aku? What The…

“Jawab! Kai oppa.. siapa yang sebenarnya lebih kau cintai? Aku atau Kyungsoo oppa?”

Oke.. sepertinya ada yang tidak beres dengan gadisku, dengan agak kesal aku menarik tangannya agar kembali duduk.

“Kai oppa, jawab aku siapa yang—“

Shut up!”

Aku mendiamkan gadisku dengan mendaratkan ciuman di bibirnya yang lembut, melumatnya. Aku bisa melihat matanya terbelalak tapi kemudian dia menutup matanya, membuat ku lebih berhasrat untuk menciumnya.

“Han Hee…apa dengan ciuman ini sudah jelas?” kata ku setelah melepas ciuman kami, sedetik saja lebih lama aku menciumnya bisa gawat karena kami hanya berduaan saja ditempat tertutup “Sekarang jelaskan, kenapa kau berpikir kalau aku menyukai Kyungsoo hyung?”

“Handphone ku…” dengan wajahnya yang masih semerah tomat dia menunjuk ke arah kantong jaket ku, aku menganguk canggung dan mengambilkan ponselnya. Membiarkan dia membukanya sendiri sebelum menunjukkan pada ku.

“Ini…” aku memberikan ponselnya dengan enggan “Kau mengganti password ponsel mu?”

“Ohh” Han Hee tersenyum kikuk “Aku mengganti password ku menjadi ‘KaiSoo’”

“KaiSoo?”

“Singkatan dari Kai dan Kyung Soo oppa hehehhe..”Han Hee terkekeh sedangkan aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ternyata Han Hee tidak ada bedanya dengan sebagian EXOSTAN yang lain, sama-sama suka memasangkan antar member EXO.

“Ah mian oppa, ini”

Han Hee menunjukkan sebuah foto yang menunjukkan aku dan Kyungsoo hyung sedang saling berpelukkan, anni lebih tepat rangkulan, tapi bukankah itu wajar dilakukan sesama teman? Lagipula tidak hanya dengan Kyungsoo hyung aku melakukannya, maksud ku dengan member EXO lainnya juga.

“Kalau gara-gara foto ini kau—“

“Bukan ini saja!” renggut Han Hee, pipi chubbynya menggembung dan kemudian dia memperlihatkan foto-foto lainnya yang menunjukkan kedekatan ku dengan Kyungsoo hyung, dan demi Tuhan sebagian besar adalah hasil editan fans!

“Han Hee tapi ini—“

“Tapi yang paling membuatku berpikir seperti itu, sebenarnya ini” sekarang Han Hee menunjukkan link-link judul yang tak kukenal, apa kah judul film?

“Apa ini?”

“Ini link Fanfiction… KaiSoo fanfiction…disini certanya kalian saling mencintai, kau dan Kyung soo oppa!”

“Dan kau percaya?” Aku menatap Han Hee agak kesal, ternyata hanya gara-gara fanfiction dan foto-foto itu Han Hee mengira ku gay? Jadi itu alasan selama ini dia menghindari ku?

Han Hee menganguk “Sepertinya .. tapi aku sudah sadar sekarang.. itu hanya imajinasi ku dan KaiSoo shipper lainnya, just fiction…”

Aku menghela nafas panjang dan menepuk kepalanya “Bagus!! Lain kali jangan kebanyakkan bacafanfiction, belajarlah yang benar!”

“Kau seperti Henry oppa saja menyuruh ku—“

Tok tok tok

“Kakak kandung mu datang” bisikku gelisah, dan bersamaan dengan itu aku langsung bersembunyi tepat di balik lemari Han Hee yang tidak akan terlihat dari arah tempat tidurnya, sesaat sebelum seseorang membuka pintu

“Honey.. kau belum tidur?”

“Henry oppa hehehhehe…belum, aku baru saja mau tidur”

Henry hyung tersenyum lebar dan duduk di samping Han Hee yang telah pindah ke tempat tidurnya, tampaknya dia tidak mencurigai apapun. Untung saja. Sejak tahu hubungan ku dengan Han Hee dia terpaksa menyetujuinya agar Han Hee tidak uring-uringan padanya, tapi aku tahu dia langsung memperlakukan ku dengan agak keras dan sinis dalam setiap kesempatan padahal sebelumnya dia sangat baik pada ku.

“Bibir mu agak bengkak” kata Henry hyung curiga, ibu jarinya menyapu bibir Han Hee yang langsung ditepis gadis itu. Aku menggigit bibir ku cemas. Apa mungkin dia akan tahu kalau itu karna aku mencium adiknya?

“Hahahhaha ini karena aku tadi makan snack super pedas tadi” jelas Han Hee, yang dibalas ‘oh’ oleh Henry hyung.

“Baiklah kalau begitu, jangan tidur terlalu larut yah! Dan ingat, jangan terlalu banyak makan makanan pedas, maag mu bisa kambuh!” dakwah Henry hyung sebelum mencium kepala adiknya yang menganguk angguk, dia tertegun sedikit. Jangan bilang Henry bisa mencium aroma darah kering di rambut Han Hee!

“Kenapa oppa?”

“Honey… rambut mu.. berbau aneh…”

“Ah ituu.. aku hanya lupa keramas beberapa hari ini hehehhehe.. sudah, kau juga tidur oppa!”

“Bukan itu saja… sepertinya aku mencium wangi parfum laki-laki” Henry hyung sekarang menyipit ke arah Han Hee “Apa yang Kai lakukan sebelum mengantar mu pulang”

“Haaahhh?? Oppa! Kau berlebihan! Aku dan Kai oppa hanya makan, sudah aku mau tidur”

Henry menganguk ragu, wajahnya jelas terlihat tidak puas “ Baiklah kalau begitu, good night my Honey, sleep tight, love you”

Love you too

 

Drakk *pintu ditutup*

“Kai oppa!”

“Syukurlah aku pikir hampir saja ketahuan” kata ku sambil keluar dari persembunyian ku. Tapi baru beberapa langkah hendak mendekati gadis ku, aku terhenti.

Aura ini

Luhan hyung! Kenapa dia harus datang di saat-saat seperti ini?! -_-

“Kenapa oppa?”

“Luhan hyung sedang kemari! Aish.. kenapa sih kakak-kakak mu tidak bisa membiar kan ku bersama mu” aku menggerutu kesal. Bersamaan dengan itu sebuah telepati masuk ke kepala ku.

Dari Taemin hyung -.- “

Kai-ya! Kau dimana? Jangan bilang ada di tempat si gadis bawel itu! Cepat ke dorm shinee, kau sudah berjanji untuk mengembalikan dvd yang kau pinjam!

“Kenapa oppa? Apa jangan-jangan telepati dari Taemin oppa lagi? Menyuruh mu pergi?”

Bingo

Aku menganguk dan bergegas duduk di samping tempat tidur Han Hee“Dengar Han Hee- sekali kali kita harus kabur dari kakak-kakak kita”

“Heohhh?? Kaburr??”

“Ya! Kabur dari Luhan hyung, Henry hyung, Chanyeol hyung, Kris hyung dan terutama Taemin hyung. Kau ingin kemana? Oh ya bukan kah dulu kau bilang ingin pergi ke Jeju?”

Han Hee menganguk semangat membuat ku tersenyum lebar “Baiklah, saat ada waktu kita akan ke Jeju, kau tidak perlu mengkhawatirkan kakak-kakak kita, mereka tidak akan tahu”

“Benarkah? ASYIKKKKK!!!! LIBURAN!! LIBURAN!!”

“Tapi jangan sampai ada yang tahu!! Bahkan Chan rin, oke??”

“SIAP BOS!!” Han Hee menganguk dan mulai melompat lompat senang seperti anak kecil yang diberi cokelat kesukaannya.

“Aku pergi sekarang” dan aku pun mencium pipi Han Hee sekilas sebelum berteleportasi ke luar kamarnya. Meninggalkan Han Hee bersama Luhan hyung yang baru saja berteleportasi ke kamar Han Hee dan memaki-maki kesal ke arah ku.

Yahh… mungkin agak kelewatan seorang pria ada di kamar kekasihnya jam 2 malam.

Aku menatap langit malam di taman kota yang sudah sepi, tak jauh dari dorm EXO. Tersenyum sesaat ke arah bintang-bintang yang bersinar seolah itu terbingkai wajah Han Hee disana. Ya.. aku tidak main-main, aku akan mengajak Han Hee ku kencan, dan yang harus kulakukan pertama kali adalah mengatur rencana liburan kami agar tidak diketahui dan dikacaukan kakak-kakak kami ! I’m seriously!

=The End=

Pendek? Emang, .. ga puas? Emang. Authornya cantik? Emang /ditendang/. Ngira ini bakal lanjut ke date mereka di jeju?*puk puk* Hahaha tenangg (?) ntar pengen bikin oneshot juga tentang trouble date mereka ke Jeju, lebih panjang dikit (?) dari ini *aku ajah udah nyengir2 bayangin di otakku (?) -.-.. betapa kacaunya saat 5 serangkai (baca : Taemin, Luhan, Henry, Chanyeol dan Kris /yang ikut2an/ mengacaukan (?) date kaihee, and belum lagi couple sehun-chanrin? Kita liat mereka pro KaiHee atau 5 serangkai…seriously, apakah ini FF udah akan bergeser ke romantic comedy *dijitak reader karna kunang kepedean T.T

Tapii… Aku ga janji kapan ngepostnya yaa… pokoknya tagih ajah, soalnya liburan uda mau abis plus ff laen terbangkailay (?)

**lanjutin the prince and ms pauper dlu.. masi terharu itu bnyak yg koment cuman blom beres truss T.T

XOXO

Iklan

26 pemikiran pada “Getting Jealous

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s