Misi EXO (Chapter 3)

MISI EXO

 

 

Author : 1243

Main cast : EXO member

Choi Nyra

Lee Anhri

Kim Rae

Other cast : artis SM lainya

Genre : action, romance

Length : 3/4

 

Semoga tidak bosan dengan author apalagi dengan FFnya

Langsung saja pada inti cerita

 

 

 

“Annyeonghaseyo, Lee Anhri imnida” Anhri memperkenalkan diri di depan EXO tak lupa senyum.

“Annyeonghaseyo, Choi Nyra imnida” Nyra juga ikut memperkenalkan diri dan hilang sudah wajah juteknya karena mendengar penjelasan dari D.O serta kabar mengejutkan dari temannya sendiri Anhri yang juga memiliki kekuatan. Makanya dia bersedia membantu.

Member EXO juga turut memperkenalkan diri mulai dari Kris sampai pada Sehun si maknae. Tetapi ada satu orang yang hilang.

“Baek Hyun kemana, Chanyeol?” tanya Kris pada namja yang tingginya kurang sedikit dari dirinya.

“Entahlah, tadi dia bilang ada urusan sebentar tetapi berjanji akan pulang saat kedua yeoja ini datang” jawab Chanyeol.

“Jangan-jangan dia kabur karena akan bertemu yeoja?” tanya Kai.

“Ngapain pake kabur? Mau bertemu dewi cantik begini kok malah kabur?” Sehun berkata dengan polosnya.

“Dia kan phobia ma yeoja” Luhan berbisik pada Sehun.

“Sudahlah, kita tunggu saja sebentar lagi. Silakan duduk dulu” Kris mempersilakan Anhri dan Nyra untuk duduk.

Baru saja semuanya mendaratkan pantatnya di kursi masing-masing. Datang Baek Hyun dengan napas kamis, jumat, sabtu dan wajah pucat. Semua menjadi heran tetapi menunggu namja bertubuh mungil itu (kalau disandingkan dengan Chanyeol) menenangkan diri.

“Aku baru saja melihat kejadian janggal” baru kalimat itu yang keluar.

“Nih, minum dulu” Chanyeol menyodorkan air dingin pada Baek Hyun yang langsung diminumnya sampai habis.

“Aku tadi jalan-jalan di bukit sebelah sana. Aku lihat ada tiga mobil dengan orang-orang berjas hitam. Aku melihat ada seseorang yang pernah kutemui sebelumnya. Ternyata benar, setelah kudekati ada Kibum sedang dibekap oleh salah seorang berjas hitam itu. Baru saja aku mau menolongnya. Kesepuluh orang sudah mati dengan darah bercipratan seperti habis ditebas benda tajam. Orang yang membekap Kibum ketakutan dan langsung kabur, tetapi belum jauh jarak dari mobil-mobil. Orang itu juga mati seperti ditusuk. Yang aku herankan, kenapa pembunuh itu tidak terlihat sama sekali sosoknya. Apakah dia juga memiliki kekuatan seperti kita?” Baek Hyun menceritakan apa yang dilihatnya dan membuatnya pulang terlambat.

“Mwo? Membunuh sebelas orang dong jadinya?” tanya Anhri memecah suasana tegang.

“Bagaimana keadaan Kibum?” Lay bertanya cemas.

“Kibum baik-baik saja karena setelah itu dia pulang ke rumah karena aku membuntutinya. Tetapi wajah anak itu tenang-tenang saja seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Seperti tidak ada kejadian sebelas orang dibunuh di depannya” jelas Baek Hyun.

“Siapa sebenarnya Kibum? Kenapa sampai terlibat hal mengerikan begitu?” tanya D.O pada semuanya yang tentu saja tidak muncul jawaban karena mereka semua sama-sama tidak tahu.

“Kenapa tidak tanya pada peramal Sulli saja?” cetus Sehun.

“Iya, tanya saja pada Sulli-ssi. Apakah di bumi ada musuh kita yang dikirim oleh raja “Yang”” perintah Kris pada Suho karena hanya dia yang bisa sesuai dengan instruksi peramal sebelum mereka berangkat.

Xiumin mengambil air di baskom, kemudian bagian Suho menghubungi peramal kerajaan. Lama mereka belum terkoneksi dengan sang peramal, hingga akhirnya.

“Akhirnya aku dapat menghubungi kalian” sang peramal berteriak senang.

“Sulli-ssi, ada yang mau kami tanyakan” Suho tidak memperhatikan nada senang si peramal.

“Apakah kalian sudah menemukan yeoja perisai dan yeoja pembaca pikiran?” tanya Sulli.

“Ne. Mereka sekarang sedang bersama mereka” jawab Suho menunda pertanyaan yang akan dilontarkan.

“Bagus. Sekarang kalian perlu menemukan seorang yeoja lagi. Yeoja dengan kekuatan menghilang” kata sang peramal diikuti tatapan heran para member karena mereka pikir misi mereka sudah selesai untuk menemukan bantuan yang diperlukan.

“Kenapa kau baru bilang sekarang, Sulli-ssi?” tanya Kris.

“Mian, dalam penglihatanku yeoja itu baru saja muncul. Yeoja itu terlalu sering menghilangkan auranya serta kekuatannya sehingga baru muncul beberapa saat lalu ketika dia mengeluarkan kekuatannya. Setelah mencari yeoja itu kalian boleh kembali ke EXO planet. Selamat berjuang” gambar Sulli di air depan member EXO dan kedua yeoja itu sudah menghilang.

“Jadi dia adalah bantuan untuk kita juga” ucap Baek Hyun teringat kejadian di bukit tadi.

“Kita harus segera menemukannya” kata Suho.

“Tapi bagaimana caranya sedangkan wajahnya saja kita tidak tahu? Kita hanya tahu bahwa dia adalah seorang yeoja” ucap Sehun bertanya pada yang lain.

“Entahlah. Ini lebih sulit dari menemukan yeoja perisai dan yeoja pembaca pikiran” keluh Kyungso.

“Hei . . . Kan ada aku. Besok aku akan membaca pikiran setiap orang di kampus, mungkin dia juga sekolah di tempat yang sama dengan kita” Anhri mencoba memberikan solusi.

“Gomawo, Anhri-ah” ucap Kris senang.

“Besok kau kubantu” celetuk Chanyeol.

“Kau mau bantu apa, Chanyeol-ah?” tanya Baek Hyun pada namja yang sedari tadi tersenyum lebar.

“Aku akan membantu bertanya pada setiap orang, apa yang mereka lakukan hari ini. Anhri yang membaca pikiran mereka apakah ucapan dan pikirannya sama atau berbeda” jelas Chanyeol dan dipahami oleh yang lain.

“Baiklah, mohon bantuannya besok” Anhri senang ada yang membantunya.

“Kenapa kita tidak mencoba menelusuri orang-orang terdekat Kibum. Mungkin saja yang menolongnya adalah kenalan Kibum” Nyra memberikan gagasan dan semua member EXO menoleh pada Lay.

“Wae?” tanya Lay merasa tidak nyaman ditatap seperti itu.

“Kau kan dekat dengan Kibum, Lay-ah” cetus Luhan.

“Oh . . . Ne. Baiklah. Besok akan kucoba” Lay pasrah sekaligus ada rasa senang karena mungkin saja ada kesempatan untuk bertemu dengan Rae lagi.

“Baiklah, rencana besok seperti yang sudah disepakati. Sekarang karena sudah malam, Anhri dan Nyra harus segera pulang. Kyungso! Antarkan Nyra. Chanyeol! Antarkan Anhri. Selamat malam semua” Kris masuk ke dalam kamar setelah memerintahkan Chanyeol dan D.O

Sebenarnya D.O tidak rela disuruh mengantar Nyra, tetapi mendengar nada perintah sang leader, mau tidak mau harus mau. Beda dengan Chanyeol yang senang-senang saja disuruh mengantar Anhri.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

“Ah, Lay hyung. Masuklah” Kibum membukakan pintu setelah mengetahui siapa tamunya sore itu.

“Gomawo” ucap Lay.

“Aku senang Lay hyung main kesini lagi” Kibum meneruskan main game sambil mengajak Lay.

“Aku juga senang melihatmu sudah sehat kembali. Kamu jangan ceroboh lagi” Lay mengacak rambut Kibum dan bocah itu bertambah senang.

“Tenang saja. Aku kan anak pintar dan adik kesayangan Rae noona” Kibum tersenyum lebar dan menatap Lay.

“Oiya, mana noona-mu? Kamu sering ditinggal sendiri seperti ini?” Lay bertanya di tengah asyiknya main game.

“Noona bentar lagi pulang dari tempat dia kerja” sahut Kibum memandang ke layar televisi.

“Dia sudah kerja? Kukira dia seorang mahasiswa” pembicaraan berlanjut di tengah permainan mereka.

“Noona tidak kuliah. Dia hanya tamatan SMA karena dia tidak sanggup membiayai kuliah ditambah harus membiayai aku sekolah dan kehidupan kami. Kau lengah Lay hyung” kata Kibum yang memenangkan permainan.

Lay ingin bertanya lagi namun ada seseorang yang masuk dalam ruangan. Terhentilah perkataan yang akan keluar dari mulut Lay yang ada hanya tatapan kagum pada Rae.

“Oh? Ada Lay rupanya. Maaf aku tinggal masuk dulu. Kalian lanjutkan lagi saja mainnya” ucap Rae melihat Lay yang sedang menemani adiknya main game.

Lay menatap langkah kaki Rae yang kemudian menghilang dari pandangannya.

“Hyung suka dengan noona-ku?” Kibum bertanya namun pandangannya menatap layar televisi.

“Eh? Mwo? Apa yang kau tanyakan” Lay tersadar.

Kibum hanya tertawa melihat reaksi Lay dan tetap meneruskan permainan bersama Lay sampai Rae menemui mereka berdua dengan kondisi segar karena habis mandi.

“Kau sudah lama disini, Lay?” tanya Rae duduk di samping Kibum.

“Ani, aku baru saja datang langsung diajak main oleh Kibum” Lay sudah tidak fokus lagi pada game.

“Oh . . . Kalau begitu kau makan malam disini saja. Sebentar, akan aku masakkan” Rae berdiri tetapi sudah ditahan oleh Lay.

“Aku ingin mentraktir kalian. Kita makan di luar saja bagaimana?” ajak Lay.

“Asyik . . . Makan di luar. Aku mau Rae” Kibum menerima ajakan Lay dengan antusias.

“Tetapi . . . Apakah itu tidak merepotkanmu?” tanya Rae ragu.

“Tidak . . . Ayo. Sekarang kita berangkat” Lay berdiri bersiap berangkat.

“Chakaman. Aku mau ganti baju sebentar. Tunggu dulu ya” kata Rae tidak tega menolak melihat antusias Kibum dan wajah bahagia Lay.

“Baiklah” Lay sumringah.

“Aku boleh memesan dua porsi?” tanya Kibum senang melihat dirinya diajak ke warung ramen.

“Kau cukup memesan satu porsi saja. Terlalu kenyang itu tidak baik” Rae memperingatkan adiknya.

“Tapi aku sudah lama tidak makan ramen. Noona selalu memasakkan makanan sehat untukku, sekalipun tidak pernah memasak ramen” Kibum mulai cemberut.

“Tentu saja aku masak makanan sehat. Aku kan tidak mau kau sakit” Rae mencubit ujung hidung Kibum namun cemberut itu tidak mau hilang.

“Dengarkan saja kata-kata noona-mu, Kibum-ah. Kau tidak ingin membuat noona-mu khawatir, kan?” Lay mengacak rambut Kibum dan memperhatikan raut wajah bersalah bocah periang itu.

“Baiklah. Satu porsi saja. Noona . . . Mianhae. Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi” Kibum menatap wajah noona-nya dengan rasa sayang dan melihat wajah Rae tersenyum, maka tersenyum pula anak itu.

Terdengar ada sms masuk di HP Lay.

 

Pengirim: Leader Kris

Anhri tdak dpat membaca pikiran Rae

 

Setelah membaca sms itu, Lay menatap Rae heran. Tanpa disadari oleh Rae dan Kibum, member EXO telah berkumpul di warung ramen yang sama dengan mereka bertiga bersama Anhri dan Nyra. Mereka dapat berkumpul di tempat yang sama karena Lay mengirim sms agar mereka semua datang di tempat yang ditentukan saat Rae ganti baju.

“Kamu kemaren sore pergi kemana, Kibum-ah? Saat aku mampir ke rumahmu kau tidak keluar juga” tanya Lay.

Mendengar pertanyaan Lay, Rae sedikit kaget namun luput dari perhatian Lay. Di saat bersamaan pesanan ramen mereka datang.

“Mungkin waktu aku pergi membeli makanan karena Rae noona pulang malam menggantikan temannya yang tidak masuk” Kibum menjawab dengan polosnya.

“Sudah . . . Ayo kita makan. Keburu ramennya dingin” Rae mencoba mengganti topik pembicaraan.

Mereka makan dalam diam. Lay sibuk dengan pikirannya sendiri menganalisis sebenarnya apa yang terjadi karena dia tahu Kibum kemaren diculik dan dibawa ke bukit bukannya pergi membeli makanan. Kibum yang biasanya periang juga menjadi diam, apalagi Rae.

Selesai makan, Lay mengantar mereka berdua pulang ke rumah. Sesampai di rumah EXO, Lay sudah ditunggu member lain beserta Anhri dan Nyra.

“Sudah tahu siapa yeoja yang kita cari?” tanya Kris setelah Lay duduk. Lay hanya menggelengkan kepala.

“Dia adalah . . .” perkataan Kris terpotong saat seseorang memencet bel rumah.

“Tolong bukakan pintunya, Kyungso-ah” pinta Suho.

Belum jelas siapa yang datang. Sesaat setelah pintu dibuka masuklah yeoja dengan tampang kusut dan terluka.

“Kau kenapa Rae?” tanya Lay melihat siapa yang datang.

“Tolong selamatkan adikku. Aku tidak bisa melawan mereka sendirian” ucap Rae terduduk karena sudah tidak kuat untuk berdiri.

“Dimana adikmu?” Lay mencoba menanyai Rae yang sudah terlihat sangat kesakitan.

“Tadi aku melawan mereka di taman. Mereka mencoba membawa adikku ke Jepang melalui jalur air. Pasti sekarang mereka menuju pelabuhan” usai Rae mengatakan tempat adiknya berada, dia pingsan di pelukan Lay.

“Rae! Rae!” panggil Lay.

“Cepat, kita harus segera menolong Kibum” perintah Kris.

“Kajja! Kita pergi” semuanya bergandengan tangan agar bisa menuju pelabuhan dengan cepat menggunakan kekuatan Kai.

“Lay, kau sembuhkan saja Rae” perintah Kris sebelum mereka menghilang.

Lay mengangkat tubuh Rae ke sofa di ruang santai. Dia membersihkan luka-luka Rae.

“Kibum . . .” ucap Rae di tengah ketidaksadarannya.

“Adikmu akan aman, Rae. Kau tenang saja” bisik Lay ke telinga Rae.

Tetap keluar erangan dari mulut Rae yang mulai pucat. Tak menunggu lama, Lay menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Rae. Sedikit demi sedikit luka di tubuh Rae menutup. Peluru yang sudah menembus lengan, kaki, dan hampir saja menyentuh jantungnya sudah dikeluarkan oleh Lay.

“Apa-apaan ini . . .” Lay terkejut dengan apa yang dilihatnya selama menyembuhkan yeoja yang diakuinya dicintainya.

“Itu dia” teriak Baek Hyun melihat ada sepuluh mobil terparkir tidak teratur di dekat sebuah kapal yang mesinnya sudah menyala.

“Kita tunggu dulu” ucap Kris sebelum yang lain menyerang penculik Kibum.

“Apa yang kita tunggu?” tanya Nyra.

“Kita jangan gegabah. Aku tidak ingin kita terluka parah namun Kibum tidak kita dapatkan. Itu dia Kibum. Untung saja dia hanya dijaga di sekelilingnya bukan dibekap atau sedang dipegang oleh seseorang. Nyra, lindungi Kai dengan kekuatanmu. Kalian berdua ambil kembali Kibum” perintah Kris.

Nyra dan Kai paham maksud Kris, tanpa menunggu perintah lagi keduanya berangkat mengambil kembali adik Rae.

“Kenapa mereka belum kembali? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan mereka?” Anhri mencemaskan temannya.

“Tidak mungkin. Kita tunggu saja” Kris yakin dengan rencananya dan percaya pada kemampuan teman-temannya.

“Kenapa kalian lama sekali?” tanya Suho setelah melihat keduanya berhasil membawa Kibum lima belas menit kemudian.

“Akan kami jelaskan nanti. Lebih baik sekarang kita kembali ke rumah. Kibum membutuhkan perawatan” ucap Kai dan yang lain langsung bergandengan tangan, Kris dan Suho memegang pundak kiri dan kanan Kai agar mereka dapat kembali bersama.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

 

“Rae noona . . . Sadarlah . . . Kumohon” Kibum terisak di samping Rae yang belum sadar.

“Tunggulah sebentar lagi, Kibum-ah. Kamu makanlah dulu” ucap Lay menenangkan.

“Sirreo! Aku mau menunggu noona-ku sadar. Noona . . . Bangunlah . . . Jangan kau tinggalkan aku sendirian. Aku mau kita bersama lagi . . . Noona . . .” Kibum tidak mendengar permintaan Lay bahkan tanpa sadar telah membentaknya.

“Sudahlah Lay. Biarkan saja dia” Kyungso memegang pundak Lay.

Tak lama terdengar erangan dari Rae dan membuat semua tatapan yang ada di ruangan itu terfokus pada yeoja itu.

“Noona . . . .” panggil Kibum membuat pilu yang mendengarnya. “Ireona . . .”

“Kenapa kau menangis Kibum-ah?” tanya Rae dengan lemah dan mencoba mencubit ujung hidung Kibum namun yang ada hanya gesekan ringan.

“Noona . . .” kembali Kibum berteriak dengan sedikit rasa gembira melihat Rae telah sadar.

“Sudah dong, anak cengeng. Berisik tahu” Rae mencoba menghibur adiknya dan berhasil menimbulkan sedikit senyum di mulut Kibum.

“Ini minumlah dulu sedikit demi sedikit” Lay membantu Rae untuk minum air putih.

“Gomawo” ucap Rae.

“Tolong kau jelaskan kepada kami. Siapa kau sebenarnya?” tanya Kris setelah memastikan kondisi Rae mampu untuk menjawab pertanyaan di kepala yang ada di situ.

“Aku dan adikku dalam pengejaran mafia. Hal itu disebabkan karena orang tua kami dulu sebelum meninggal bekerja pada mafia dan ketika sudah tidak tahan lagi mereka keluar namun bos tidak ingin ada anggota yang keluar. Anggota yang keluar hukumannya adalah mati begitu pula dengan keluarganya. Kamsahamnida, kalian telah menolongku dan adikku” jelas Rae.

“Jangan ada yang kau tutup-tutupi lagi Rae. Kami sudah tahu yang sebenarnya” ucap Kris penuh penekanan.

Rae heran dengan maksud Kris dan menatap Lay yang menundukkan kepalanya akhirnya menatap adiknya dan adiknya hanya menatap ‘bukan aku yang memberitahu mereka’.

“Kami mendengar percakapan para penjahat itu” sela Kai disetujui berupa anggukan dari Nyra.

“Saat kami akan mengambil kembali Kibum. Penjahat itu menelepon seseorang. Dari percakapan yang kami dengar. Mereka ingin sekali mendapatkan Kibum karena dia istimewa. Keistimewaan yang dimilikinya adalah dapat mengendalikan pikiran orang lain” jelas Nyra dan mendapati wajah terkejut Rae.

“Dan saat aku menyembuhkanmu. Tubuhmu terkadang menghilang terkadang muncul. Aku berpikir jangan-jangan kau adalah orang yang kami cari. Yeoja dengan kemampuan menghilangkan diri” Lay ikut menambahkan.

Rae terdiam mendengar perkataan Kai, Nyra terutama Lay. Kibum hanya dapat memegang lengan kakaknya dengan tujuan menyalurkan semangat.

“Kalian benar. Aku adalah yeoja kasat mata dan adikku adalah namja pengendali pikiran. Tetapi adikku belum tahu kekuatan yang dimilikinya sampai kalian memberitahunya barusan. Orang tua kami dibunuh karena mereka berusaha melindungi kami berdua. Sejak saat itu akulah yang menjadi pelindung adikku karena tiap harinya ada saja cara mereka untuk mendapatkan adikku” Rae menceritakan dengan menatap kepalan tangannya di pangkuannya.

“Jadi . . . Benarkah apa yang kulihat sore itu di bukit. Kau . . . Demi menyelamatkan adikmu” Baek Hyun ingin kejelasan dari kejadian yang dia lihat.

“Hari itu aku kerja sampai malam karena temanku ingin aku menggantikannya untuk hari itu saja. Aku terima saja, karena kebetulan aku butuh uang lebih untuk membelikan adikku seragam baru. Tetapi firasatku sungguh tidak enak. Aku minta ijin pada bos dengan alasan pulang ke rumah sebentar untuk menengok adikku yang sedang sakit. Untung saja bos memberikan ijinnya. Benar saja, kulihat adikku diculik saat akan masuk rumah sepulang dia membeli makan malamnya. Aku ikutin ternyata terjadi transaksi di bukit. Adikku akan diserahkan kepada kelompok itu, tapi aku segera bertindak dan membunuh mereka semua. Karena apabila mereka tidak kubunuh, jumlah mereka tidak akan berkurang” cerita Rae dengan ekspresi datar.

“Rae-ssi, maukah kau ikut dengan kami?” tawar Kris.

“Pergi kemana?” Rae menatap datar pada Kris.

“Ke sebuah tempat yang tidak kau kenal. Jauh, jauh sekali dari bumi” ucap Kris.

“Tempat yang tidak akan ada lagi mengganggu aku dan adikku?” tanya Rae seakan melihat secercah harapan.

“Tidak akan ada lagi yang mengganggu, namun kau harus membantu kami dulu” ucap Kris.

“Bantu? Bantu apa?” tanya Rae belum patah semangat.

Kris menceritakan alasan kedatangan mereka di sini. Setelah itu masing-masing member memperkenalkan diri serta menunjukkan kekuatan masing-masing tak lupa juga Anhri dan Nyra.

“Baiklah, aku mau membantu” Rae memberikan persetujuannya.

“Ehm . . . Rae. Boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Anhri tiba-tiba.

“Ne” Rae tersenyum sekarang setelah mengetahui identitas masing-masing.

“Kenapa hanya pikiranmu saja yang tidak dapat kubaca. Padahal adikmu masih bisa kubaca bahkan melalui pikiran adikmu aku bisa tahu kalau kau adalah yeoja yang sedang kami cari” kata Anhri sedikit stres karena baru kali ini bertemu dengan orang yang tidak dapat dibaca pikirannya.

“Owh . . . Mungkin karena aku adalah yeoja yang dapat menghilang baik menghilangkan wujudku atau auraku bahkan tanpa kusadari isi dalam otakku juga ikut kuhilangkan” kata Rae.

“Ehm . . . Araseo” Anhri manggut-manggut.

“Mungkin karena itu pula peramal Sulli juga baru melihat Rae baru-baru ini saat dirinya menolong Kibum dalam penglihatannya” celetuk Chanyeol.

“Baiklah, hari ini kita istirahat. Besok kita berangkat ke EXO planet” Kris menuju kamarnya.

Anhri, Nyra, Rae, dan Kibum tidur di rumah EXO malam itu dan keesokan paginya berangkat ke EXO planet.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

EXO planet

“Ini kamar kalian” tunjuk Kyungso pada dua kamar dekat pintu utama.

“Gomawo” ucap Anhri, Nyra, Rae, dan Kibum.

Belum selesai keempat orang itu mengatur barang karena baru saja pindahan, datang kehebohan yang dapat didengar orang seisi dorm EXO.

“Yuhu . . . Aku datang. Kalian dimana?” teriak gembira Key yang menjadi kebiasaannya langsung saja menerobos masuk tanpa mengetuk pintu.

“Key hyung . . . Aku kangen padamu” Sehun menyambut kedatangan pembuat kehebohan.

“Aku juga kangen kalian. Mana tamu agung kita?” tanya Key sambil memandangi sekeliling dan menatap keempat orang yang juga menatap dirinya heran di depan pintu kamar.

“Perkenalkan. Mereka adalah . . .” Sehun akan memperkenalkan tetapi dipotong.

“Yang rambut ikal namanya Lee Anhri, rambut sepunggung sedikit bergelombang itu Choi Nyra, rambut dikuncir itu Kim Rae dan namja imut itu Kim Kibum adik Rae” ucap Key sambil menunjuk orang sesuai dengan apa yang dikatakannya.

“Hebat . . . Key memang almighty” Chanyeol bertepuk tangan dan keluar bersama member lain dari kamar masing-masing kecuali BaekYeol dan KaiDo. Kedua pasangan itu mengungsi ke kamar HunHan dan KrisLay karena kamar mereka dipakai oleh Nyra, Anhri dan Rae serta adiknya. Baekyeol ke kamar HunHan sedangkan KaiDo ke kamar KrisLay.

“Biasa aja, tidak ada rahasia yang tidak kuketahui sekalipun topik tersebut termasuk dalam jajaran TOP Secret” Key bangga dengan dirinya sendiri.

“Bilang aja kamu tahu dari raja” Onew nyelonong masuk dorm EXO bersama Jong Hyun, Minho, dan Taemin.

“Aish . . . Kau ini. Tak senang melihat aku senang” Key sedikit cemberut namun tersenyum saat mendekati Kibum.

Kibum sedikit takut saat didekati oleh Key dan bersembunyi di belakang Rae. Rae tersenyum melihat tingkah adiknya.

“Annyeong Kibum-ah. Key imnida” Key mensejajarkan diri dengan tinggi badan Kibum.

“Beri salam Kibum-ah, tidak sopan kalau kau tidak membalas salam seseorang” bujuk Rae.

“Annyeonghaseyo, Kim Kibum imnida” dengan sedikit takut dan sedikit dorongan dari kakaknya, Kibum berani membalas salam Key.

“Aigo . . . Kau manis sekali” Key mengelus kepala Kibum dengan sayang.

“Annyeonghaseyo, Kim Rae imnida. Maaf terlambat memperkenalkan diri” Rae memberi salam pada tamu yang baru saja datang.

Nyra dan Anhri juga memperkenalkan diri mereka dibalas dengan perkenalan dari kelima namja yang baru saja mereka temui.

“Kibum suka makan apa?” tanya Key masih dalam posisi jongkok.

“Suka makan sushi” ucap Kibum riang.

“Baiklah, hari ini aku akan memasak kesukaan Kibum, Taemin, dan Sehun. Aku pinjam dapur kalian ya. Kyungso aku mohon bantuannya” Key melenggang pergi ke arah dapur diikuti oleh Kyungso disambut gembira oleh Sehun.

“Kenapa hanya makanan ketiga orang itu saja?” tanya Chanyeol sedikit tak terima.

“Karena mereka adalah maknae” Key menjawab sambil tertawa dan menghilang ke arah dapur.

“Hyung yang aneh” celetuk Tao.

“Silakan duduk” Kris mempersilakan keempat namja yang baru saja datang itu.

Di tengah ruangan sudah ada EXO kecuali Kyungso, SHINee kecuali Key, serta Anhri, Nyra, Rae, dan Kibum.

“Aku ucapkan selamat datang di EXO planet. Semoga kalian betah disini” ucap Onew memberi kata sambutan.

“Aku ingin tahu kekuatan apa yang kalian miliki?” tanya Minho pada keempat tamu mereka.

“Aku adalah yeoja perisai, Anhri adalah yeoja pembaca pikiran, Rae adalah yeoja kasat mata, dan Kibum adalah namja pengendali pikiran orang lain” ucap Nyra mewakili yang lain dan diingat oleh Minho untuk mengatur strategi guna menghadapi penyerangan ”Yang”.

“Apakah ada senjata khusus yang kalian gunakan?” tanya Taemin.

“Aku tidak ada” ucap Anhri.

“Aku juga tidak” lanjut Nyra.

“Biasanya aku memakai samurai untuk melawan musuhku, tapi samurai itu patah saat terakhir kali aku bertarung dan adikku belum sama sekali menggunakan kekuatannya. Dia baru tahu kemaren” jelas Rae yang membuat bengong seluruh ruangan.

“Kau bisa bertarung?” tanya Jong Hyun tidak percaya.

“Ya, aku telah mempelajarinya sejak umur lima tahun” sahut Rae santai.

“Kukira orang dengan kekuatan seperti kalian hanya cukup menggunakan kelebihan itu tanpa harus bersusah payah mempelajari cara bertarung dengan menggunakan alat” ujar Onew manggut-manggut.

“Kekuatanku akan menjadi sia-sia apabila aku tidak dapat bertarung” kembali Rae mengatakan dengan santai.

“Baiklah, aku akan membuat samurai khusus untukmu. Akan aku berikan satu minggu ke depan” Taemin mulai memikirkan bahan yang cocok untuk samurai yang akan digunakan yeoja kasat mata.

“Aku ingin tahu sudah sejauh mana kekuatan kalian?” ucap Onew dan semua mata memandang pada ketiga tamu mereka karena Kibum jelas masih pemula. “Seberapa banyak orang yang dapat kau lindungi selain dirimu sendiri” Onew menunjuk Nyra.

Nyra mencoba berkonsentrasi untuk melindungi semua yang ada di ruangan itu tetapi baru seperempat orang yang ada di situ dia sudah kelelahan.

“Ini minum. Tarik napas dalam. Hembuskan. Tarik lagi. Hembuskan” Kai yang ada di sebelah Nyra langsung menepuk punggungnya karena Nyra sempat terbatuk kecil.

“Coba Rae” pinta Onew.

Rae mencoba menghilangkan dirinya, adiknya, dan kedua yeoja itu. Sedikit demi sedikit merambat pada separuh orang di ruangan itu. Dalam sekejap semua kembali terlihat karena Rae langsung pingsan di sebelah Kibum. Lay refleks berlari mendekati Rae dan membopongnya ke kamar tidur Rae.

“Apakah dia tidak apa-apa?” tanya Onew cemas dan ditatap khawatir oleh yang lainnya saat Lay keluar dari kamar Rae.

“Tidak apa-apa. Dia hanya kelelahan karena kejadian kemaren, ditambah perjalanan kemari yang langsung menemui raja Yunho dan pangeran Changmin, puncaknya dia terlalu keras pada dirinya sendiri untuk mencoba kemampuan kekuatannya” jelas Lay dan dipandang lega oleh yang lain.

“Kenapa aku juga tidak dipinta untuk menunjukkan kemampuanku?” tanya Anhri.

“Karena aku tidak ingin apa yang ada di dalam otakku kau bicarakan di depan semuanya” jawab Onew dengan tawa khasnya namun disambut cemberut oleh Anhri.

“Paling paling isi otakmu hanya ayam, hyung” goda Minho.

“Aish . . . Kau ini” Onew menunjukkan gerakan seakan akan memukul Minho.

“HunHan, aku minta tolong pada kalian mulai besok kalian latihan bersama Anhri” ucap Jong Hyun tiba-tiba dan berhasil membuat Anhri serta HunHan couple saling bertatapan.

Chanyeol sedikit cemberut mendengar keputusan hyung yang memang kerjaannya mengatur jadwal latihan mereka. ‘Kenapa bukan aku yang latihan bareng Anhri’ batin Chanyeol.

“Tao, kau akan latihan dengan Rae dan Nyra akan latihan dengan Kai. Sedangkan untuk Kibum dia akan latihan denganku” Jong Hyun selesai dengan pembagian partner latihan.

“Rae . . .” Lay berlari ke arah Rae yang sudah sadar dan berjalan ke tengah orang yang sedang berkumpul itu.

“Kau istirahat saja dulu” Kris memberikan saran.

“Tidak usah. Aku sudah merasa lebih baik. Maaf membuat kalian cemas” Rae duduk dibantu Lay dan Kibum.

“Makanan sudah siap . . .”teriak Key di tengah orang berkumpul itu.

“Asyik . . .” Sehun berteriak gembira.

“Kalian membutuhkan baju yang sesuai dengan kekuatan yang kalian miliki. Dalam tiga hari aku akan membawakannya untuk kalian” ucap Key di tengah makan bersama itu.

Mereka makan dengan bercanda tawa hingga akhirnya saatnya SHINee kembali ke dorm mereka sendiri dan memberikan tamu mereka waktu untul beristirahat.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

‘Ngapain yeoja itu ada disini? Mengganggu kesenanganku saja’ batin seorang namja ketika berada di atap rumah untuk melihat bulan purnama kesukaannya. Ketika akan berbalik kembali ke kamar pengungsiannya yeoja itu menundukkan kepalanya hingga yang dapat dilihat oleh namja imut hanya punggungnya saja. Namja itu menghentikan langkah dan terus memandangi apa yang ada di depannya.

Terlihat kepalanya terangkat kembali disertai gerakan pundak naik sedikit dan diturunkan dengan keras seakan membuang semua kepahitan yang ada.

“Aku bisa!” kata yeoja itu lirih namun mantap menyemangati dirinya sendiri.

“Sedang apa kau disini?” namja itu sudah tidak sabar ingin mengetahui alasan yeoja itu ada di tempat kesukaannya, namun terhenyak ketika mendapati mata yang sedikit sembab pertanda dia baru saja menangis.

“Baek Hyun!” seru Rae kaget karena dirinya mengira tidak ada orang lain di atap saat ini langsung membuang muka dari tatapan ingin tahu Baek Hyun dan mengucek matanya ingin menunjukkan bahwa dirinya baru saja kelilipan bukan menangis.

“Aku tanya kau sedang apa disini? Bukannya tidur” Baek Hyun kembali bertanya sambil mendekati Rae.

“Kau sendiri sedang apa? Kukira kau hantu dengan selimutmu itu” kata Rae tetap tidak mau memandang namja yang sudah ada di sebelahnya.

“Aku ingin melihat bulan purnama dan alasan aku memakai selimut karena atap adalah tempat yang bagus untuk melihat bulan purnama namun dinginnya itu aku tidak tahan makanya aku pake selimut biar nggak sakit. Kau sendiri?” Baek Hyun semakin yakin bahwa yeoja di sebelahnya baru saja menangis mendengar suaranya yang tidak senyaring biasanya.

“Aku juga ingin melihat bulan purnama” sahut Rae lirih seakan ada kenangan pahit sehubungan dengan bulan purnama sambil menatap ke atas sedangkan Baek Hyun memperhatikan dari samping wajah Rae.

Keduanya terdiam memandang bulan purnama. Cukup lama mereka menikmati indahnya bentuk bulat itu hingga akhirnya Rae berdiri ingin kembali ke kamarnya.

“Kau mau kemana?” tangan kanan Rae diraih oleh Baek Hyun membuat langkah yeoja itu terhenti dan terlihat dia menahan tangis yang akan tumpah.

Rae tidak sanggup berkata karena dia takut dengan sedikit saja membuka mulutnya, tangis yang berusaha tidak ditunjukkan di depan orang lain akan gagal.

“Duduklah. Menangis disini saja daripada membuat cemas adikmu” ucap Baek Hyun mengalihkan perhatiannya dari bulan ke mata Rae.

Rae tersentak alasan sebenarnya dia ada di atap ini dapat diungkapkan dengan jelas oleh namja yang terlihat pendiam di dekat yeoja. Dirinya kembali duduk di sebelah Baek Hyun dan sudah tidak dapat menahan air matanya lagi.

“Apakah kau selalu menangis seperti ini? Menangis tanpa suara?” tanya Baek Hyun.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Rae. Kakak Kibum itu hanya dapat mengangguk tanpa memikirkan apa yang menanti mereka atau bagaimana mereka sebelum saat ini.

“Bukankah lebih sakit bila tanpa suara seperti itu? Kenapa tidak kau keluarkan saja suara hatimu?” ucap Baek Hyun lembut dan berhasil menembus pertahanan yang dibangun tinggi oleh Rae.

Suara tangis Rae terdengar pilu, menyayat hati yang mendengarnya. Baek Hyun merasa tak kuat menahan hatinya untuk menenangkan yeoja itu. Seakan Baek Hyun ingin mengangkat beban berat yang dipikul oleh Rae selama ini.

“Sudahlah . . . Jangan menangis. Ada aku disini” kata Baek Hyun tanpa sadar memeluk Rae.

Rae merasakan kehangatan dalam pelukan Baek Hyun sehingga membuat tangisnya semakin keras. Baek Hyun semakin mengetatkan pelukannya mendengar tangisan yang serasa tiada henti itu.

“Pada bulan purnama . . .” Rae berusaha menceritakan dari awal sambil terisak karena merasa yakin dengan kehangatan yang dia dapatkan seakan memberikan jaminan kedamaian untuknya. “Aku melihat orang tuaku terbunuh di depan mataku. Untung saja saat itu Kibum sedang tertidur lelap. Untuk pertama kalinya pula aku membunuh orang dengan kedua tanganku demi menyelematkan orang tuaku. Tetapi tetap saja, aku ditinggalkan oleh mereka berdua” Baek Hyun mengelus punggung Rae berusaha menenangkan cerita penuh emosi itu.

“Pada bulan purnama pula aku mengetahui kekuatanku. Ingin aku tidak mencabut nyawa orang lain, namun apa daya. Ketika tidak kubunuh malah orang itu datang lagi dengan jumlah orang yang lebih banyak. Maka dari itu, janjiku pada diriku sendiri di bulan purnama aku akan menghabisi semua orang yang akan merenggut Kibum dari sisiku. Namun . . .” ucapan Rae terpotong karena isakannya semakin kuat tidak tahan menahan sakit hatinya.

“Bulan purnama pula yang mengingatkanku bahwa masih ada hal paling indah dalam hidupku selain dosaku yang sudah membunuh banyak orang. Bulan purnama menjadi cermin hidupku, cermin pengingat ada orang yang harus kulindungi meski kedua tanganku harus berlumuran darah orang lain. Tidak peduli seberapa kotornya aku asalkan adikku dapat menjalani kehidupan normal. Aku akan menjalankan peran itu sampai aku mati” isakan itu terdengar miris, lama kelamaan mengecil dan menghilang.

Tersadar sudah tidak ada lagi suara tangis itu, Baek Hyun menghadapkan wajahnya pada wajah Rae. Baek Hyun takut yeoja itu kembali pingsan seperti saat tadi berusaha menunjukkan kemampuannya.

“Zzzzz . . .” terdengar suara khas orang tidur dari Rae.

Baek Hyun tersenyum lega mengetahui yeoja yang masih dalam pelukannya ternyata tertidur bukannya pingsan.

“Pabbo” ucap Baek Hyun tersenyum lebar memandang wajah tenang Rae.

Baek Hyun menggendong Rae menuruni anak tangga, dengan perlahan tapi pasti Baek Hyun meletakkan Rae di samping Kibum yang sudah tertidur lelap.

“Kkumkaji arumdawo” bisik Baek Hyun pada Rae dan juga Kibum.

Baek Hyun menutup pintu Rae dengan perlahan takut pemilik kamar akan bangun. Berjalan dengan tenang kembali ke kamar sementaranya tidak menyadari tatapan kaget dari sebuah kamar di seberang kamar HunHan.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

“Kenapa kau diam saja dari tadi?” tanya Nyra saat mereka akan berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Ani, aku hanya heran kenapa Kris menyuruhku berbelanja denganmu” keluar juga kalimat pertama D.O sejak diperintahkan oleh Kris.

“Oh? Karena aku bilang pada Kris aku ingin jalan-jalan mengetahui situasi kerajaan” ucap Nyra tetap tersenyum riang.

“Yang aku herankan lagi kenapa harus denganku?” masih belum puas untuk menyalurkan kekesalannya.

“Mwolla, tadi Kris hanya bilang untuk ikut denganmu saja karena kebetulan kamu akan berbelanja di desa terdekat dengan meminjam naga kris. Baru kali ini aku naik naga beneran. Biasanya aku hanya naik permainan Kora-Kora di taman bermain. Itu tu, permainan yang ada motif naga di ujung-ujung kapal, terus kapalnya akan digerakkan maju mundur sampai tingkat derajat ketinggian tertentu” kata Nyra yang baru kali ini panjang.

‘Bisa ngomong juga anak ini ternyata. Kupikir dia tidak suka bicara. Sial. Pake senyum lagi. Nggak usah senyum kamu udah manis? Eh? Kok aku muji dia? Bukannya aku masih kesal padanya karena aku dua kali dijutekin? Aish . . . Jjinja, mwolla, mwolla’ perang batin dalam otak D.O yang untung saja tidak ada Anhri.

“Kau diam lagi? Kau sakit?” Nyra menoleh untuk melihat apakah wajah namja yang duduk di belakangnya itu pucat atau masih . . . Eh? Kenapa pipinya merah?

“Sudah lihat depan sana” D.O sedikit membentak tanpa sadar karena mengira yeoja di depannya itu tahu apa isi dalam otaknya tadi.

Nyra yang merasa namja bisa masak ini sehat saja setelah melihat rona merah di pipinya. Dengan riang Nyra menikmati perjalanan itu sedangkan D.O kesal pada dirinya sendiri karena baru kali ini merasa seperti itu.

 

^_^ ^_^ ^_^

 

Tetap mohon kritik dan sarannya

Sampai jumpa di chapter terakhir

 

Iklan

3 pemikiran pada “Misi EXO (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s