AM I ALIVE?

Judul FF : AM I ALIVE?

Nama Author : Author C

Genre : Brothership, Family, Sad.

Length : One shot

Main Cast :

  • Byun Baek hyun (EXO)
  • Kim Joon Myeon or Suho (EXO)

Other Cast :

  • Ayah

AM I ALIVE poster.

Am I alive?

       Seoul, 2010.

“Hai, Abeoji! Kau mau melihat nilai ujianku? Aku mendapat nilai sempurna, Yah!” ucap seorang anak yang sedang bergembira karena mendapat nilai 100 dalam ujiannya. Terpampang jelas diwajah anak itu senyum yang manis untuk Ayahnya.

  “Nanti saja, Baek. Ayah sedang mengerjakan penelitian yang penting.” ucap seorang lelaki berusia sekitar 42 tahunan yang sedang memegang gagang mikroskop dan memutar sekrupnya. Ia terlihat serius. Lelaki yang dipanggil Ayah ini tidak mempedulikan apa yang dikatakan anaknya tadi, menoleh pun tidak. Ia hanya terpaku pada bahan penelitiannya.

  “Oh…Begitu. Apa kau tidak mau melihat ini sebentar saja, Abeoji?” kata Baekhyun lagi. Anak itu menatap Ayahnya sekali lagi, berharap Ayahnya mau melihat hasil jerih payahnya.

  “Tidak sekarang, Nak. Sebaiknya kau tidak mengganggu pekerjaan Ayah. Belajarlah dan kerjakan tugasmu…” tolak Ayahnya dingin 

Baekhyun tentu saja sangat kecewa terhadap perilaku Ayahnya. Lebih lagi Ayahnya tak pernah menghargai semua usaha yang telah ia lakukan untuk membanggakan hati sang Ayah. Baekhyun keluar meninggalkan lab kerja Ayahnya dengan wajah yang sulit untuk dijelaskan. Ia benar-benar kecewa terhadap Ayahnya.

  Saat sampai di ruang keluarga, Baekhyun terduduk di sofa dengan lemas. Ia menghela napas panjang dan membuangnya dengan keras untuk meredakan suasana hatinya. Tiba-tiba saja….

  “WAAAAA!!” seseorang muncul di hadapan Baekhyun, berniat mengejutkan Baekhyun. Namun, usaha orang itu sia-sia. Baekhyun tidak terkejut sama sekali. Wajahnya datar seperti orang melamun. Lalu orang itu menepukkan tangannya di depan muka Baekhyun untuk menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.

  “Hei…Jangan melamun! Tidak bagus, tahu?!” kata orang itu menasihati Baekhyun yang sedang melamun. Lelaki ini terlihat 2 tahun lebih tua dari Baekhyun.

  Baekhyun menengok kearah lelaki itu. Lelaki itu berdiri di hadapannya dengan heran akan sikap Baekhyun. Ia lalu duduk di sebelah Baekhyun yang murung.

  “Suho Hyeong…, kenapa Ayah bersikap tidak peduli padaku?” tanya Baekhyun kepada lelaki yang ternyata kakaknya. Selanjutnya Baekhyun meremukkan kertas hasil ujiannya, lalu melemparnya.

  “Berarti tak ada gunanya aku berusaha untuk membuatnya bangga. Ia tidak pernah menghargai setiap usahaku…Huumm.” Lanjut Baekhyun. Suho hanya mendengarkan keluhan adik tercintanya. Lalu ia berdiri. Seketika itu juga, raut wajah Suho berubah menjadi serius.

  “Sudahlah, kau lebih baik kembali ke kamarmu.” Suho berjalan meninggalkan Baekhyun. Ia berniat untuk berbicara dengan Ayahnya tentang Baekhyun.

  Suho menuruni tangga basement, lalu berjalan kearah pintu besi berwarna abu-abu. Ia memutar nomor kombinasi untuk membuka pintu besi tersebut. GREK… Suho membuka pintu besi yang cukup berat itu lalu  masuk. Ruangan serba putih segera terlihat oleh matanya. Ia menutup pintu itu dan tetap berdiri disana. Terlihat Ayahnya yang sedang mencatat hasil penelitian.

  “Abeoji, apa yang telah kau lakukan pada Baekhyun??” tanya Suho dingin dan sinis. Ia menatap Ayahnya dalam-dalam. Ayahnya tidak menoleh.

  “Ayah hanya berkata padanya untuk memperlihatkan nilai ujiannya lain kali. Itu saja.” jawab Ayahnya. Ia menoleh kearah Suho sebentar lalu kembali pada penelitiannya lagi.

  “Apa Ayah tahu kalau perbuatan Ayah itu menyakiti hati Baekhyun? Apa Ayah tahu itu? Dia hanya anak berumur 14 tahun!! Cih…Aku tahu ini semua karena Ibu yang pergi meninggalkan Ayah. Ya kan? Karena kau memang tidak peduli padanya, ataupun kami. Semoga saja Ibu mendoakan Ayah dari surga sana.” Mata Suho mulai berkaca-kaca. Ia berusaha menahan air matanya lalu keluar.

GREK…CLEK !! pintu tertutup.

***

2 tahun kemudian…

Abeoji!! Selamat atas keberhasilan proyek pembuatan robot serba bisa mu…Aku sangat bangga padamu, Ayah.” Suho memberikan selamat pada Ayahnya yang telah menyelesaikan proyeknya bersama dengan rekan-rekan yang ia pilih.

Ayahnya tersenyum pada Suho dan memeluk anak sulungnya tersebut. Suho sudah lama tidak merasakan pelukan hangat dari orangtua selain Ibunya yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Tanpa sadar Suho menitikkan air mata gembira dalam pelukan Ayahnya.

Saranghae, Abeoji.

“Aaah…Hari yang melelahkan.” Baekhyun menaruh badannya di sofa ruang keluarga dengan tas yang masih terpasang pada pundaknya. Tiba-tiba muncul dalam pikirannya akan keberhasilan proyek Ayahnya. Ia segera pergi ke lab kerja Ayahnya. Sekaligus ia ingin memberitahukan sesuatu yang penting.

“Ayaaah….Cukhae atas keberhasilan proyekmu!!” teriak Baekhyun seperti anak kecil dan memeluk Ayahnya. Ayah Baekhyun menyambut pelukan itu dengan hangat. Suho langsung memeluk Ayahnya dan Baekhyun.

“Terimakasih anak-anak… Ayah sangat senang.” ucap pria itu dengan nada gembira. Pria tua berambut acak-acakan dan berkacamata minus 5 itu sangat senang atas keberhasilan proyeknya.

“Ng…Abeoji, aku ingin menunjukkan sesuatu yang penting.” tutur Baekhyun pelan. Ayah dan kakaknya pun memperhatikan. Lalu Baekhyun mengeluarkan selembar kertas dari balik punggungnya. Ia memberikan itu kepada Ayahnya.

Ayah dan kakaknya membaca selembar kertas dari Baekhyun yang ternyata adalah undangan. Ayahnya terutama, membaca undangan itu dengan teliti. Terdapat tulisan “BIG MUSIC FESTIVAL 2012” dalam undangan itu. Pria itu membacanya lagi, dan tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah nama yaitu “Byun Baek hyun” sebagai salah satu pengisi acara.

“Waah…Kau ikut mengisi acara ini, Baekhyun? Ayo kita tonton acara Baekhyun bersama, Ayah!!” tutur Suho memberi apresiasi terhadap adiknya. Suho juga berencana akan menonton festival itu. Namun Ayah mereka terdiam.

“Tidak. Ayah tidak akan menonton acaramu Baekhyun.” tolak pria itu tegas dan menyakitkan. Ia berpaling dari undangan itu, menaruhnya di meja kerjanya. Ia duduk dikursinya lalu menaikkan kacamatanya yang tebal. Suasana yang semula menyenangkan, berganti menjadi hening.

“Ta..tapi ini kan penampilan perdanaku, Ayah. Apa Ayah tidak mau melihatnya?” bujuk Baekhyun lagi pada Ayahnya.

“Dari dulu Ayah sudah bilang, kalau Ayah tidak suka apabila kau berkecimpung dibidang musik, Baekhyun. Sudahlah, lupakan saja tentang festival ini. Yang terpenting, Ayah tidak akan datang. Maaf.” Kata Ayahnya berterus terang. Hati Suho menjadi panas mendengar perkataan Ayahnya pada Baekhyun.

Muka Baekhyun benar-benar kisut sekarang, ditambah lagi badannya yang sangat lelah. Ia merasa sudah mati raga.

Akhirnya Suho membawa Baekhyun keluar lab, sambil memegangi pundak Baekhyun. Hati adiknya mungkin sudah hancur berkeping-keping saat ini. Tapi ia akan mencoba memunguti pecahan hati Baekhyun dan merangkainya kembali, bahkan menjadi hati yang lebih kuat lagi.

Tenang adikku, Aku kakakmu yang akan menjadi perisai bagi dirimu…. batin Suho.

***

  “Annyeong haseyo, Baekhyun-ah!!” Sapa seorang yeoja yang ternyata adalah teman sekelas Baekhyun sekaligus host di festival tersebut. Baekhyun menyambut sapaannya dengan senyum.

“Waktumu 30 menit lagi… Bersiaplah, Baek! Fighting!” lanjut yeoja itu lalu memberi semangat pada Baekhyun.

***

Suho dan Baekhyun berjalan menuju tempat parkir. Wajah Suho terlihat senang, namun Baekhyun masih memiliki wajah murungnya tersebut.

“Baek, ayolaah…Tersenyum! Sepertiku.” Suho mencubit kedua pipi Baekhyun seolah ingin membuatnya tersenyum.

Baekhyun melepaskan tangan Suho dari pipinya.

“Penampilanmu tadi sangat bagus, kok! Aku bahkan merekamnya. Jadi kita bisa melihatnya lagi bersama.” Hibur Suho dengan memegang pundak Baekhyun. Namun karena sepertinya Baekhyun merasa lelah, Baekhyun pergi meninggalkan Suho. Tanpa senyum.

“Terima kasih, hyeong. Sudah menonton penampilan perdanaku.” Ucap Baekhyun berhenti sebentar membelakangi tubuh kakaknya. Ia lalu melanjutkan langkahnya.

Suho menatap adiknya sampai bayangan itu menyusut dan menghilang dari hadapannya.

Ia lalu mengambil kunci mobil dari saku jaketnya, lalu memencet sebuah tombol pada benda itu.

***

Malam itu sekitar pukul 11, terlihat seorang namja mengendarai motornya dengan cepat. Helm dan jaket kulit hitamnya mengilat terkena cahaya lampu kota. Kondisi jalan saat itu cukup sepi karena sudah larut.

Dari dalam helm pengendara, terdapat wajah lelaki yang sedang menangis. Air mata terus mengalir dari matanya yang memerah. Napas yang tak teratur melengkapi kesedihannya.

Lalu ia mempercepat laju motornya, menjadi sangat cepat. Kebetulan jalan disitu sedang kosong melompong.

Tapi siapa sangka, momen itu akan menjadi momen terakhir dalam hidup lelaki tersebut. Tangisan itu akan menjadi tangisan terakhir dalam hidup lelaki tersebut.

Sebuah truk besar lewat dari arah barat, sementara lelaki tersebut berada di selatan jalan. Karena terlalu cepat, peristiwa tragis pun tak terelakkan.

Motor yang dikendarai si lelaki menabrak badan truk bagian depan. Ia dan motornya terpental sejauh 30 meter karena saking cepatnya laju motor lelaki itu.

Sekarang mungkin tubuh si lelaki sudah remuk, dilihat dari seberapa jauh ia terpental. Helm yang ia pakai, sudah pecah bagian depan dan retak pada bagian belakang . Darah pun mulai mengalir deras dari kepalanya.

Wajah korban terlihat dari dalam helmnya yang sudah pecah. Namun sayang, wajah korban terbalut darah segar yang mengalir dari kepalanya.

Nasib supir truk tidak terlalu buruk. Ia hanya terbentur pada bagian kepala dan hanya berdarah sedikit.

Supir truk yang masih shock itu turun dari truknya lalu berlari kecil kearah lelaki korban kecelakaan.

“Tolooong…Seseorang tolong! Ada korban kecelakaan…” teriaknya sambil memegangi korban yang bersimpuh darah tersebut.

Dengan sigap, ia mengambil telepon dari sakunya, lalu menelpon ambulance.

Ia lalu meraba-raba badan korban kecelakaan, sekaligus pelaku. Lalu tangannya berhenti setelah itu mengambil sesuatu dari dalam jaket kulit. Ternyata itu SIM dan telepon korban. Supir itu langsung melihat Surat Ijin Mengemudi si korban.

***

RS Incheon Selatan

“Y..Yeoboseyo.”

“Yeoboseyo..??” ucap seseorang dari seberang telepon

“Ng..A..Adik anda yang bernama Byu..Byun Baek hyun!! mengalami kecelakaan. Ia menabrak truk yang saya bawa. Banyak darah yang keluar dari kepalanya. Sekarang adik anda se…sedang dirawat di RS Incheon Selatan. Sayaa.. minta maaf atas kecelakaan adik anda.” Ia berbicara tergagap-gagap, lalu telpon di tutup.

Suho hanya bisa terdiam setelah pembicaraan tersebut. Hatinya tak kuasa menahan perasaan terkejut, sampai handphone yang ia pegang terjatuh. Ekspresinya tak terbaca, pandangannya kosong untuk sesaat. Matanya pun berkaca-kaca.

***

Apa ini benar terjadi, Tuhan? Jangan ambil dia Ya Tuhan. Aku mohon… Aku berjanji akan melengkapi ruang kosong dihatinya. Jangan ambil dia.

Disinilah Suho, duduk di samping ranjang rumah sakit yang di atasnya tertidur Sang adik tercinta, Baekhyun. Ayahnya duduk di samping Suho. Pria tua itu terlihat membenamkan wajahnya pada kedua tangannya. Ia merasa sangat bersalah pada Baekhyun.

Suho sedang berdoa demi kesembuhan adiknya tersebut. Matanya yang tertutup, perlahan mengeluarkan tetesan air mata. Ayahnya yang sedari tadi menangis itu, mengelap air matanya dan merangkul Suho yang sedang menangis.

“Ma..maafkan Ayah ya, Nak. Ka..karena selama ini Ayah tidak peduli padamu, Baek. Maafkan Ayah, Suho. Aku ini memang tidak pantas hidup. Bisanya hanya membuat kalian kesepian.” Tangis Pria tua sambil memegang tangan kedua anaknya.

“Tak apa, Ayah.”

Tiba-tiba Ayahnya merasakan gerakan dari tangan Baek hyun.

“A..Ayah. Kakak..” ucap mulut Baekhyun tanpa suara. Matanya hanya terbuka sedikit.

“Iya, Baek. Aku dan Ayah di sini untukmu….” Ucap Suho. Kekhawatirannya hilang seketika karena Baek hyun sadar. Ia seakan mengerti apa yang Baek hyun katakan.

“Bertahanlah, Anakku. Ayah tak mau kehilangan kamu.” Ucap Pria itu menguatkan hati Baek hyun. Air mata pun segera mengalir dari mata Suho, dan Ayah.

“Saranghamnida…” tutur Baek hyun tanpa suara. Lalu ia tersenyum kecil dan matanya menutup.

KREEK…

“Permisi, operasinya akan segera dimulai. Dimohon Bapak menunggu diluar. Kami akan berusaha semaksimal mungkin.” Kata dokter yang baru masuk tersebut. Kehadirannya diikuti oleh beberapa perawat.

***

Kurang lebih, 9 jam telah berlalu…..

Suho dan Ayahnya masih dengan hati yang cemas menunggu operasi selesai.

Kemudian, pintu ruangan terbuka dan keluarlah dokter yang mengoperasi Baek hyun. Ayahnya langsung berdiri begitu melihat pintu terbuka. Suho pun melakukan hal yang sama.

…..

“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” Tanya Pria tua itu pada dokter, dengan penuh harapan. Suho merangkul pundak Ayahnya.

“Keadaan saudara Byun Baek hyun….” Dokter itu terdiam.

“Bagaimana keadaan adik saya dok!!” ucap Suho sedikit keras.

“Kami mohon maaf, nyawa Baek hyun tidak tertolong. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuknya. Tapi, pendarahan di otaknya tidak bisa dihentikan. Ia kehilangan banyak darah.” Dokter itu tertunduk.

Hening….

“Sekali lagi kami minta maaf…Sekarang kalian bisa melihatnya.” Kata dokter itu mempersilakan mereka masuk.

Namun sebaliknya, mereka berdua kembali duduk lalu menangis. Air mata mengalir dengan sangat deras dari mata kedua orang tersebut.

***

Suho memandangi sejenak wajah Baekhyun yang mulai memucat. Ia lalu mengelus kepala Baekhyun. Air matanya mulai mengering. Ia mengelus rambut Baekhyun dengan penuh kasih sayang karena ini yang terakhir kali baginya.

Lalu Ayahnya datang membawa beberapa orang. Suho terkejut atas kedatangan orang yang tak dikenalnya.

“Mereka ini siapa, Yah? Dan kenapa mereka mengangkat Baekhyun?” Tanya Suho sambil menatap mata Ayahnya. Ayahnya diam.

Suho memegang kertas itu erat-erat lalu pergi mengikuti empat orang itu masuk ke dalam sebuah ambulance, diikuti oleh ayahnya.

“Ayah!! Jawab aku!! Untuk apa Baekhyun ayah bawa ke tempat ini?”

“Tenang saja, nak. Ayah akan membuat mu bahagia.”

Suho hanya bisa diam mendengar perkataan Ayahnya.

***

SEOUL, 2015.

“Ayah, apa sudah selesai? Ayolaah…” Tanya seorang pemuda. Ia terlihat tidak sabar karena sudah menunggu selama bertahun-tahun.

“Sabarlah sebentar… Tinggal memasukkan ini. Langkah terakhir.”

KLIK!

“Nah ini dia…”

Beberapa detik kemudian, matanya berkedip, tangannya bergerak. Perasaan puas terlihat pada wajah kedua pria itu. Mereka tersenyum lebar ketika sosok itu melihat ke arah mereka.

“Ayah? Kakak?”

“Baekhyuuun…!!” Teriak kedua pria itu bersamaan lalu memeluk seseorang yang baru saja berbicara.

Akhirnya, dalam pelukan Ayah dan kakaknya, Baekhyun pun tersenyum. Mereka bisa tertawa bersama sekarang. Walaupun semuanya sudah berbeda, tapi hati Baekhyun bisa memulai yang baru lagi….

Sebagai robot manusia, yang bernama Byun Baek hyun…

…THE END…

Iklan

17 pemikiran pada “AM I ALIVE?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s