Gone, Dark

Gone, Dark

Cast : baekyeol // member exo // genre : sad,angst,

brothership,family // rating : t // oneshoot // luhanupa

sumarry :

I drown, no matter how deep I do not know. It was dark, so dark, that light can come back?

 Recomendeted song :

 Jin- gone

 ****

 

Udara dingin menyentuh permukaan kulitnya. Dingin. Itu yang baekhyun rasakan. Oh, tentu saja. hal itu juga yang membuat baekhyun sedikit mengeratkan mantel bulunya. Sesekali chanyeol menawarkan mantel yang ia pakai, tapi baekhyun hanya diam, tak menjawab. Dan akhirnya ia hanya akan menghela nafas.

 

Hidung baekhyun memerah, bahkan bibirnya juga. chanyeol tahu itu. mungkin karena udara ini yang membuatnya seperti itu. tapi baekhyun merasa, ada sesuatu yang aneh, apa itu ?

 

“ aku tidak merasakan hal aneh apapun baek, mungkin itu hanya perasaanmu saja “

 

Chanyeol tersenyum. Ia bisa melihat baekhyun ikut tersenyum disampingnya. Ia suka itu. tapi sedetik kemudian senyuman baekhyun menghilang.

 

Baekhyun memejamkan matanya. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Tidak seperti dulu. Entah ini keberapa kalinya baekhyun merasakan hal ini. Baekhyun tak tahu. Tapi, kenapa ia berusaha kuat untuk mencari tahu ? baekhyun tak mengerti. sungguh.

 

“ ini sama sekali tidak berbeda baek, kau memang selalu datang ketempat ini. Semenjak aku menemanimu “

 

“ tapi kenapa aku merasa ini berbeda ? sangat berbeda “

 

“ kau sudah mengatakan kalimat itu ribuan kali baek ! aku bosan ! “ chanyeol menjedanya “ bisakah kau mengatakan hal lain ? seperti.. “ ia mulai berpikir “ ayo kita pergi ke taman bermain ! kau tahu, kau mengacuhkanku sejak kemarin baek ! “

 

Baekhyun tak menjawab. Chanyeol merasa frustasi. Apa hanya kalimat itu yang bisa baekhyun katakan padanya ?

 

baekhyun merasa seperti kehilangan sesuatu. Bukan benda. Bukan sesuatu yang penting. Tapi sesuatu yang sangat penting. Lalu chanyeol akan mengatakan ‘ kau kehilangan sesuatu ? tidak. kau tidak kehilangan apapun baek.’ tapi baekhyun tetap bertanya kepada ibunya. Apa ia kehilangan sesuatu ? apa itu ? ibunya hanya tersenyum, lalu mengelus kepala baekhyun dengan lembut. dan berkata bahwa ia tak pernah kehilangan sesuatu. Baekhyun percaya. Tapi, kenapa ia masih belum mau mengerti bahwa ia memang tak kehilangan sesuatu apapun ?

 

“ apa aku kehilangan sesuatu ? “

 

“ aku bilang TIDAK baek ! kau TULI ! “ chanyeol berdiri dari kursi coklat panjang itu “ kau sama sekali tak kehilangan sesuatu apapun. Kau tidak juga kehilanganku. Aku disini. Disampingmu baek. Yang kau acuhkan semenjak aku menemuimu “

 

Baekhyun tak menjawab. Chanyeol lelah. Sungguh. Tapi, kenapa ia masih berada disamping baekhyun sampai sekarang ?

 

Entah ini hari keberapa, baekhyun tak tahu. Baekhyun hanya tahu bahwa ia hanya harus menjalani hari-harinya. Orangtuanya mengatakan bahwa ia selalu datang ketempat ini, setiap hari. tapi baekhyun tak ingat ia pernah datang ke tempat ini. Ia hanya tahu bahwa ia selalu datang ketempat ini dua minggu yang lalu. Atau mungkin sebulan yang lalu. Baekhyun tak tahu.

 

“ kau selalu datang ketempat ini. Kau menjadi manusia aneh yang pendiam sejak kejadian itu. Semenjak aku menemanimu baek, berapa kali harus kukatakan ? “

 

Baekhyun tak menjawab.

 

I feel lost

 

I don’t understand

 

Why ?

 

 

Kyungsoo melihat dari kejauhan, ia merindukan baekhyun. Sangat merindukannya. Ia hanya ingin melihatnya. Ia hanya ingin memastikan bahwa baekhyun baik-baik saja. Ia tak mau hal itu terjadi lagi. Hal yang membuat ia kehilangan, begitu kehilangan. Cukup hanya sekali ia merasakan hal menakutkan itu. cukup sekali saja. Walaupun kyungsoo tahu, masih banyak hal yang harus ia lakukan. Tapi, kenapa ia berdiri disini sekarang ? kyungsoo bersumpah, ia tak akan pernah bisa menjawab pertanyaan itu.

 

Tapi, Kyungsoo bersyukur baekhyun masih sama. Tak berubah. Itu baekhyun yang dulu. Itu baekhyun yang kyungsoo lihat terakhir mereka bertemu. Rambutnya. Cara berpakaiannya. Tak berbeda. Tak berubah. Bahkan detail wajahnya juga. tidak ada yang salah. Tapi, kenapa mereka begitu membedakannya. kyungsoo tak mengerti. Ia tak suka itu.

 

kyungsoo melihat baekhyun berdiri dari tempat ia terduduk tadi, melangkah pergi. Kyungsoo dengan sigap mengikuti baekhyun, ia berada sepuluh meter dibelakangnya. kyungsoo sesekali melihat baekhyun tersandung. ingin kyungsoo menggenggam tangannya lalu menuntun baekhyun untuk mengikutinya. Tapi kyungsoo tahu. Ia tak boleh lagi menyentuhnya, tak boleh lagi menyentuh hidupnya. Itu yang mereka janjikan. Tapi kyungsoo tak pernah setuju dengan perkataan mereka. Sama sekali tidak. Itu egois. Itu ironi. Kyungsoo tak suka itu.

 

“ JANGAN PERNAH MENEMUINYA JONGIN ! BERAPA KALI KUKATAKAN !! JANGAN PERNAH MENEMUINYA LAGI !! “

 

“ tapi hyung.. aku tak bisa “

 

Mata jongin memerah. Kyungsoo bisa melihatnya. Mungkin juga semuanya.

 

“ aku tak bisa, aku tak bisa “

 

Jongin mulai menangis, air matanya mulai terjatuh. Kyungsoo melihat mata joomyeon memerah. Kyungsoo tahu. Joomyeon juga tak bisa melakukan hal itu. tapi kenapa ia berusaha keras untuk tetap melakukan hal itu ? ah, kyungsoo mengerti.

 

“ ini yang harus kita lakukan jongin. Membiarkannya. Biarkan semua ini terjadi. Aku tak mau lagi merubah skenario. Aku tak mau hal itu terjadi lagi jo, Biarkan baekhyun seperti itu, baekhyun tak boleh mengingatnya. Ia tak boleh tahu apa yang terjadi. Karena itu kau tak boleh bertemu dengannya jongin. Aku tahu ini berat untukmu. Untuk kita. “ joomyeon memejamkan matanya beberapa saat “ Tapi kau tahu ? ini sangat begitu berat untukku jongin, mengertilah “

 

Joomyeon melangkah pergi kekamarnya. Mungkin setelah ini joomyeon akan menangis. Luhan menepuk pundak kyungsoo, tersenyum. Pembohong. Kyungsoo tak suka senyuman palsu itu.

 

“ jangan pernah menyentuh hidupnya, jangan pernah kyung “

 

***

 

Joomyeon bisa memarahinya jika ia tahu kyungsoo menemui baekhyun lagi. Tapi ia sudah berjanji. Ia tidak boleh mengingkari janjinya, bukan ?

 

Kyungsoo tahu baekhyun sudah hafal jelas arah untuk pulang kerumahnya. Tapi, mengapa kyungsoo masih berusaha keras untuk mengikutinya ? Ia hanya takut terjadi sesuatu. Tapi.. Sampai kapan ia akan terus melakukan hal ini ? kyungsoo hanya tahu, sampai ia tak sanggup untuk melangkah lagi.

 

Kyungsoo bernafas lega saat ia melihat baekhyun memasuki rumahnya. Ia jadi ingat, itu adalah rumah yang selalu baekhyun ceritakan padanya. Saat malam tiba, saat dimana semua orang sudah berada dikamar mereka masing-masing. Dan bahkan saat suara dengkuran itu mulai terdengar. Tapi Baekhyun lebih suka mengetuk pintu kamar kyungsoo, dan menyuruh kyungsoo untuk menemaninya. Menceritakan bagaimana ia lelah dengan semua ini, dimana ia lelah saat ribuan flashlight menyirami wajahnya. Dan hei! hal itu membuatnya susah untuk melihat. Betapa ia merindukan rumahnya. betapa ia ingin tidur diranjang itu dan membaca buku kesukaannya, lalu melupakan sejenak jadwal padat mereka. Itu yang baekhyun katakan.

 

Kyungsoo ingin hal itu terjadi lagi. Ia merindukan baekhyun yang selalu mengganggunya setiap ia berniat untuk tidur. Ia merindukan setiap celotehan byun baekhyun. Ia rela jika ia harus mendengar baekhyun bercerita sepanjang malam, lalu ia akan mendapatkan kantung mata keesokan paginya. Sungguh.

 

Dan.. bukankah baekhyun berhasil ? baekhyun berhasil bisa melakukan semua hal itu sekarang. Ia tak perlu terganggu lagi dengan flashlight itu. tak merindukan rumahnya lagi. Karena baekhyun selalu datang ketempat itu, bukan ? Tapi, kyungsoo berani bertaruh, baekhyun tak akan pernah ingat hal itu. Senyuman mulai tercipta dikedua sudut bibirnya. saat ia berniat untuk kembali. kyungsoo melihat seseorang. itu jongin.

 

Ia tepat berada di depan rumah baekhyun. Ini sudah malam, apa yang jongin lakukan disana ?

 

Jongin menundukan kepalanya lalu melangkah pergi. Berlawanan arah dengan kyungsoo.

 

Jongin sama sepertinya.

 

 

Baekhyun menatap keluar jendela. Ini sudah malam. Baekhyun tahu. Lagi dan lagi. Baekhyun merasa ini berbeda. Chanyeol berdiri tepat dibelakangnya. Chanyeol lelah dengan sikap baekhyun. Sungguh.

 

“ apa kau tak suka aku menemanimu baek ? “

 

Baekhyun tak menjawab. Chanyeol mengepalkan kedua tangannya. Menahan amarah.

 

“ kalau kau tak suka, aku akan kembali menemui mereka. kau tak mau aku melakukan hal itu, bukan ? “

 

Chanyeol tertawa.

 

“ kau tahu ? aku seperti orang BODOH yang berbicara sendiri sejak kemarin ! “

 

“ aku tahu kau sendirian selama ini. maka karena itu aku menemanimu baek, aku disampingmu, bersamamu. Tapi kenapa kau selalu mengacuhkanku ? “ chanyeol menghela nafas.

 

“ bahkan kau tak pernah mau menerima bantuanku, saat kau tersandung tadi, kau tahu ?! kau mendorongku menjauh saat aku berniat untuk membantumu baek !! lalu untuk apa aku disini ?! untuk apa aku selalu menemanimu baek ?! “ chanyeol menjeda kalimatnya.

 

“ aku tahu ini salahku yang membuatmu tak bisa melihat, aku tahu ini semua salahku yang membuat kau dihina orang fansmu. tapi kau tahu kan ? aku disini. Aku disini untuk menemanimu baek. Disaat semua orang menghinamu. Disaat semua orang menenggelamkanmu. Aku disini. Berapa kali harus kukatan ? “

 

Baekhyun tak menjawab. Chanyeol tahu bahwa baekhyun berpura-pura untuk tidak mendengar. Chanyeol mendekat. Melihat wajah baekhyun dari samping. Ia mulai menangis.

 

“ kalau kau menginginkanku untuk pergi, aku akan pergi sekarang baek “

 

“ jangan “

 

Satu kalimat yang membuat chanyeol terdiam.

 

“ jangan “

 

Baekhyun tak tahu kenapa ia bisa mengatakan hal itu. ia tak mengerti.

 

 

Baekhyun mendengar suara decitan pintu yang terbuka. ia tahu itu ibunya.

 

“ baekhyun “

 

“ ya ? “

 

baekhyun membalikan badannya.

 

“ ada yang ingin bertemu denganmu “

 

Baekhyun mengernyitkan dahinya. ia Bingung.

 

“ siapa ? “

 

“ sesuatu yang hilang, sesuatu yang kau cari sayang “

 

Baekhyun mendengar ibunya menangis. Ada apa ?

 

“ maksud ibu ? “

 

“ hyung “

 

Baekhyun mendengar suara yang sangat familiar. Tapi, bukankah baekhyun baru mendengar suara itu ? ia benci ini. Ia benci pada keadaannya sekarang.

 

baekhyun mendengar pintu tertutup.

 

Kyungsoo tak bersuara apapun. Matanya memerah. Berusaha kuat untuk tidak menangis. Baekhyun tepat berada dihadapannya. kyungsoo menggenggam kuat ujung kaos jongin.

 

“ ibu ? ibu ? itu siapa ? “

 

Baekhyun berusaha mencari seseorang yang ada disana. Ia benci kondisi ini. Kondisi dimana, ia mengingat bahwa ia tak bisa melihat.

 

Kyungsoo menangis. Ia tak bisa menahannya lagi. Jongin melangkah mendekat kearah baekhyun. Kyungsoo tahu jongin pasti sakit. Kyungsoo sama sekali tak mau mendekat. Apa karena ia tak mampu untuk mendekat ?

 

“ aku kim jongin “

 

“ aku kim jongin hyung “

 

‘ siapa kim jongin ? ’

 

Jongin meraih tangan baekhyun. Baekhyun terkejut dengan perlakuan orang yang baru dikenalnya. Tapi ini hangat.

 

“ ini tidak adil ! kita bisa menunggunya mendapatkan donor mata, kenapa baekhyun harus dikeluarkan dalam grup ini ! “

 

“ chanyeol kau tidak mengerti. Ia bisa membawa pengaruh buruk untuk kalian “

 

Chanyeol tertawa, mengepal kedua tangannya. Ia tak suka itu.

 

“ jadi menurutmu baekhyun adalah aib untuk kita semua ? “

 

“ tidak chanyeol aku-

 

“ kalau kau mau mengeluarkannya. Aku akan keluar “

 

“ CHANYEOL ! “

 

Baekhyun tak mengerti apa yang dikatakan oleh jongin. Apa ia mencoba untuk mempersulit menjadi tak mengerti.

 

“ kau merasa seperti orang gila saat kau mengetahui bahwa kau tak bisa melihat hyung “ jongin menghela nafas “ tapi chanyeol hyung berusaha untuk membuatmu bisa menerima semuanya. Ia membawamu kembali ketitik nol, dimana… semuanya berjalan dari awal “

 

“ jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menelponku baek “

 

“ aku tak mau merepotkanmu yeol, lagi pula ada ibuku disini “

 

“ tak apa, aku tak ada teman berbicara ketika di dorm “

 

“ bukankah ada jongdae “

 

Baekhyun sedikit tertawa.

 

“ dia tidak sepertimu “

 

chanyeol ingat ia pernah mengatakan hal itu. itu dua tahun yang lalu.

 

“ aku pernah mengatakan hal itu padamu kemarin baek, tapi kenapa kau malah terkejut mendengar mereka mengatakan kalimat itu “ chanyeol membantah.

 

“ aku tak ingat “ baekhyun menggelengkan kepalanya “ aku tak ingat “

 

“ kau mengalami kecelakaan setelah itu hyung, dua tahun yang lalu “

 

Chanyeol menerobos masuk kedalam rumah sakit. Air mata mulai terjatuh. Baekhyun berhasil. Baekhyun berhasil membunuhnya. Lima belas menit yang lalu. Chanyeol membenci jarum jam. Kenapa begitu cepat.

 

Ia melihat semua orang yang ada disana. Kyungsoo segera berdiri melihat chanyeol datang sambil menangis. Kyungsoo menggigit bibirnya.hatinya sakit. Tapi kyungsoo tahu. Mereka semua juga sama sepertinya. Begitu sakit.

 

“ ia hilang ingatan “

 

Kyungsoo menangis. Ia menundukan kepalanya. Bahunya bergetar.

 

“ kau bohong kyung “

 

“ hyung, mengertilah “ Kyungsoo membujuknya.

 

Chanyeol memejamkan matanya.

 

“ ia berhasil “

 

“ hyung.. “

 

“ ia berhasil menghancurkan memorinya “ chanyeol menjedanya “ itu yang ia inginkan “

 

Chanyeol terjatuh. Ia tersenyum. Baekhyun kejam. Begitu jahat padanya.

 

“ kau hilang ingatan hyung “

 

Baekhyun mendengar suara lain selain lelaki bernama jongin itu.

 

“ kyungsoo ? “

 

Baekhyun menjawab. Ia mulai mengingatnya. Kyungsoo menggenggam erat tangan jongin.

 

“ kita punya sebuah keluarga. Kau punya seorang yang sangat penting dalam hidupmu hyung. Kita. Kita semua. “

 

Baekhyun mulai menangis. Kenapa ia baru mengingatnya. Kapan ia hilang ingatan ? kapan ia mulai melupakan chanyeol ?

 

“ dimana chanyeol ? “ baekhyun berusaha mencarinya, bangkit dari tempat tidur yang ia duduki tadi “ apa ia ikut bersama kalian ? jongin ? dimana chanyeol ? aku harus menemuinya ? “

 

Chanyeol berlari menjauh. Ia bisa mendengar joomyeon yang berteriak memanggilnya. Suaranya serak. Mungkin karena joomyeon menangis terlalu banyak. Tapi chanyeol menghiraukannya. Ia tak peduli.

 

Chanyeol tertawa. Ia tertawa pada hidupnya. Ia benci hidupnya. Apakah harus ada akhir ? apa harus ada kesedihan diakhir bahagia ? ia tak suka itu. ia tak suka drama yang tuhan berikan padanya.

 

“ kau berhasil baek !! kau berhasil !! “

 

Ia berteriak.

 

“ kau bilang kau hanya bercanda, kau bilang kau..”

 

Chanyeol terjatuh. Lagi. Klakson mobil berbunyi beberapa kali. Tapi kenapa chanyeol tak mau mendengar ?

 

Gelap. Begitu gelap.

 

“ baek.. aku akan berusaha membuatmu mengingatku. Apapun caranya “

 

“ ada apa denganmu baek !! aku disini. Dua tahun aku disini baek !! lihat aku ! aku tepat berada dihadapanmu “

 

Kyungsoo bangkit dari tempat tidur, ia memeluk baekhyun. Ia harus menenangkannya bukan ?

 

“ kyungsoo dimana chanyeol ? “

 

Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya. Jongin menundukan kepalanya. Tak sanggup untuk menjawab.

 

“ katakan padanya aku disini jongin, katakan padanya “

 

Chanyeol tak tahu apa yang terjadi. Ia tak mengerti.

 

“ ia sudah pergi. Mendahului kita semua hyung, dua tahun yang lalu, maafkan aku “

 

Dan saat itu chanyeol mendengar tangisan baekhyun semakin kencang. Menjerit. Sakit. Begitu sakit.

 

Fin.

 

Iklan

6 pemikiran pada “Gone, Dark

  1. ceritanya mirip dgn FF Chase Away, pemenang FF contest itu ya. bahkan kalimat “membunuh memori/ingatan” juga sama. Intinya sih sama, sama2 hilang ingatan krna sebuah kecelakaan dan mrka jga jenuh dgn kehidupan selebriti. Adegan di rumah sakit jga hampir sama. Dan ada beberapa hal yang hampir mirip lainnya. cuma bedanya di FF Chase Away, Chanyeol yg hilang ingatan dan di FF ini Baekhyun yg hilang ingatan. Alur dan gaya penulisan jga sedikit berbeda. dan endingnya jga beda sih tp ttp aja rada sama. Apa ini author yg sama?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s