Sex Addict – Always with Kai? (Chapter 5 END Ver.A Pilih Kai)

Tittle                : Sex Addict – Always with Kai? (Chapter 5 END Ver.A Pilih Kai)

 

Main Cast        :

 

–           Park Han Seul (YOU / OC)

–           Kim Jong In (Kai)

–           EXO’s Byun Baekhyun (Baekhyun)

 

Author             : _Autumn59  nisautari94.wordpress.com

 

Length             : Chapter

 

Rating             : NC-17

 

Genre              : Alternate Universe, School Life & Romance

 

Note                : Tidak sepenuhnya NC yang terlalu membawa feel, tetapi bagi yang belum berumur 17 tahun mohon berpikir ulang. Dan maaf jika ada typo dsb.

 

 

———————————————————————————————————————

 

– Park Han Seul POV-

 

Aku ingin sendiri, kakiku masih melangkah menjauhi tempat tadi. Namun sesuatu dalam lubuk hatiku seolah mencegatku. Bayangan tentang Kai, wajah serta air matanya tadi. Membuatku berhenti. Dan tanpa sadar, aku menoleh ke belakang.

 

Pikiranku berkecamuk, antara kembali dan tidak. Dan dengan satu tarikan nafas, aku mengangguk. Mencoba meyakinkan pikiranku, bahwa sesuatu yang akan kulakukan ini adalah benar. Aku harus kembali, ya.. Kembali.

 

Kulihat Baekhyun berlari ke arahku. Namun aku tak bisa membuang waktu lagi. Aku harus kembali, kembali ke peraduan hatiku.

 

Jong In pasti membutuhkanku sekarang. Tak mungkin aku meninggalkan dirinya yang sudah terpuruk itu di sana. Aku.. Tak tega.

 

Kakiku berlari kencang, menuju pohon tempat Kai. Dia bersandar di batang pohon, menundukkan kepalanya dan mengacak rambutnya gusar. Terlihat sangat frustasi, membuatku makin terenyuh.

 

Aku perlahan mendekatinya, berjongkok menghadap tubuhnya.

 

“Mianhe..”,

 

Kai mengangkat wajahnya, menatapku.

 

Dengan perlahan, kurengkuh tubuhnya. Memeluknya, hingga tak terasa mataku mulai ikut berkaca kaca.

 

“Han Seul”. Nada datar, aku tahu itu pasti Baekhyun.

 

“Baek..”

 

“Tinggalkan dia”

 

Aku menggeleng, aku tak ingin meninggalkan Kai.

 

“Park Han Seul!”, Baekhyun berteriak.

 

Kurasakan Kai beranjak, aku yang terkejut juga ikut beranjak.Dan semua terjadi begitu cepat. Kai yang memukul wajah Baekhyun. Serta beberapa pukulan lainnya. Aku tak tahan, sungguh.

 

“Hentikan!”, aku melerai mereka. Mencoba menahan Kai di belakangku. Kutatap Baekhyun sengit.

 

“Baek! Dengarkan aku!”, kutatap wajahnya tajam. Sedangkan ia hanya meringis, membersihkan darah yang ada di sudut bibirnya.

 

“Aku mencintai Jong In! Dan kau pasti tahu itu. Aku tak bisa meninggalkannya”.

 

“Kau yakin dia akan memilihmu? Apa kau juga yakin dia juga mencintaimu? Seorang Kim Jong In mencintai seorang gadis? Hal yang mustahil!”, Baekhyun mencoba menarik tanganku. Namun hal itu segera di hentikan Jong In.

 

Kai menatap Baekhyun tajam,”Aku mencintainya!”

 

Jantungku berdetak lebih cepat, memandang Kai tak percaya.

 

“Kai..”

 

“Aku sangat mencintainya! Jadi menjauhlah darinya! Dia milikku!”, Kai bersikukuh, lalu dengan cepat menarikku dalam pelukannya. Bibirnya melumat bibirku dengan ritme yang berbeda setiap beberapa detik.

 

Aku tak tahu bagaimana ekspresi Baekhyun melihat ini. Tapi yang kuyakin, dia sekarang melangkah kan kakinya pergi dari tempat ini. Meninggalkan kami.

 

Kai melepaskan bibirnya, menatapku sambil tangannya merengkuh pipiku.

 

“Jangan tinggalkan aku. Tetaplah jadi milikku. Apapun yang terjadi”, Kai menatapku lalu kembali menempelkan tubuh kami. Mengalirkan seluruh perasaannya dengan mengulum bibirku lembut.

 

‘Aku juga mencintaimu, Kim Jong In’

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

10 Years Later..

 

Baekhyun?

Jika kalian mengatakan bagaimana hubunganku dengannya sekarang, kami.. masih berteman.

Hanya saja, semenjak kejadian itu, rasa canggung selalu menghinggapi kami. Seperti ada suatu batas. Tapi kupikir, itu bukanlah hal yang buruk.

 

Itu lebih baik daripada kami hilang kontak, bahkan sampai seolah tak mengenal satu sama lain.

 

Dan jika kalian bertanya, apa yang kulakukan saat ini, itu sedikit.. ehmm..

 

Harus kalian tahu, ini adalah malam pertama bagiku. Well, walaupun keperawananku sudah diambil oleh sahabatku sendiri, tapi ini..

 

Oh ya, tentu saja ini adalah malam pertama ku bersama Jong In. Baru saja tadi siang kami mengucapkan janji suci di depan altar. Dihadapan semua keluarga, Baekhyun dan Teman teman kami.

 

Sekarang, aku hanya bisa menahan nafasku. Gigiku bahkan masih mengigit bibir bawahku sedari tadi. Aku gugup, tentu saja.

 

Apalagi, Jong In malah mengerjaiku dengan ide gilanya. Hell, ini tak lucu!

 

Dia tengah menyandarkan punggungnya di ujung kasur. Terlihat menungguku dengan mata yang tertutup kain berwarna biru malam.

 

“Kai, bisakah kita.. melakukannya dengan cara yang lebih normal? Ini.. ergh…”, aku kembali menggigit bibir bawahku.

 

“Lakukan saja, nona Kim”, kulihat bibirnya tersenyum miring.

 

Tapi, kata katanya tadi.. aku hampir melupakannya. Aku sudah resmi menjadi nyonya Kim, bukan lagi Park Han Seul.

 

Aku mengambil nafasku dalam. Perlahan kakiku menaiki kasur. Mendekati tubuhnya yang bersandar di ujung kasur.

 

Dengan lambat, aku menaiki tubuhnya. Duduk di atas pahanya yang berselonjor lurus di atas kasur. Tanganku menyentuh helaian rambutnya. Sambil mendekatkan bibirku ke bibir miliknya. Dia masih diam, tak ada reaksi.

 

Perlahan, aku melumat bibir atasnya lembut. Dan kurasakan mulutnya sudah terbuka, seolah memintaku memasukkan lidahku ke mulutnya.

 

Mengerti, ku masukkan lidahku ke dalam mulutnya. Saling bertukar saliva, menyentuh lidah berlawanan. Mengekspos setiap sisi rongga mulut satu sama lain.

 

Ciuman kami cukup memakan waktu, hingga aku mulai tak bisa merasakan oksigen di dalam dadaku. Aku melepaskan pagutan kami dengan cepat.

 

Mulutku membuka lebar, menghirup udara sebanyak banyaknya.

 

“Kai, kumohon.. lakukan sendiri. Aku..”

 

“Sekali kukatakan tidak. Tetap tidak. Kau harus memberikanku hadiah seperti ini, untuk membayar hutangmu”.

 

Yup! Hutang.. maksudku, kesalahanku. Insiden terambilnya keperawananku oleh Baekhyun, dia masih membahasnya hingga sekarang.

 

“Tapi Kai, kita sudah berhubungan badan puluhan.. tidak, tak terhitung lagi. Kupikir, itu sudah lunas”.

 

“Lunas? Hemm? Bagiku tidak, dan sampai kapanpun tidak akan pernah lunas”

 

Glek~

Aku meneguk salivaku dengan keras. Kenapa aku harus terlibat hutang menghutang seperti ini, ugh!

 

Okay, akan kucoba.

 

Aku kembali melumat bibirnya. Kakiku menelusup kebelakang tubuhnya. Melingkarkan di belakang perutnya. Menempelkan organ bawahku yang masih tertutup CD putih ke perut six packnya yang sudah tak berlapis apapun. Dia setengah toples, satu kata.. Sexy.

 

Tanganku perlahan mencari telapak tangannya. Meletakkanya di atas payudaraku yang masih tertutup kain tipis serta bra putih milikku. Tanganku membimbing tangannya meremas payudaraku.

 

Kulirik wajahnya sebentar, dia menyeringai. Oh, jadi dia sudah merasa menang sekarang? Ck!

 

Aku menghentikan kegiatanku. Ini menjengkelkan!

Dengan cepat aku beranjak dari atas tubuhnya. Duduk di tepian kasur.

 

“Han Seul”, dia memanggilku. Sedangkan aku hanya mencibir sambil melipat tanganku di dada. Kesal, tentu saja! Dia selalu mengerjaiku, aku tak tahan lagi!

 

“Kali ini, aku tak akan melakukannya! Kau selalu seperti ini, menyuruhku ini itu!”, sedikit kukeluarkan kekesalanku. Bayangkan, bertahun tahun seperti ini. Aku malu, aku lelah, aku.. ergh!

 

Kulirik sebentar dirinya. Dia melepaskan ikatan matanya. Melemparkan kain biru malam itu sembarang. Lalu mendekatiku. Mencoba memelukku. Namun aku menghindar.

 

“Han Seul-aa..”

 

“Apa?!”

 

“Ayo lanjutkan”, dia menarik tubuhku menghadapnya. Aku masih menatapnya kesal. Enak saja, setelah mempermalukanku? Tidak!

 

“Tidak!”

 

“Ya, chagiyaa~”, dia sekarang memasukkan kepalanya ke leherku, mencoba memberikan tanda di sana. Tapi aku bergerak ke sana kemari. Mencoba menghindarinya.

 

Tanganku mencoba mendorongnya, namun mungkin itu adalah kesalahan besar. Tangannya menahan pergelangan tangaku. Lalu menarik tubuhku menindihnya. Dia menyeringai seperti setan. Menyebalkan!

 

“Ya! Lepaskan aku!”, aku menatapnya kesal, meronta.

“Tidak”, sekarang dia malah menyunggingkan senyuman kemenangan di wajahnya, ugh!

 

“Lalu kau mau apa, hah? Memperkosaku?”, tanyaku sarkastis.

 

“Apa kau bilang? Memperkosa? Hey hey hey, kau lupa kau siapa sekarang? Kau nyonya Kim. Dan itu menandakan, kau adalah milikku. Aku berhak atas dirimu sepenuhnya”, dia tersenyum miring.

 

Dan aku mencerna setiap kalimatnya.

Hell! Aku benci situasi seperti ini. Aku tak bisa berkutik. Dia benar, aku sudah miliknya seutuhnya. Ergh!

 

“Lalu apa, kalau kau berhak atas diriku, hemm??!”, kata kataku penuh penekanan.

 

“Oh, kau menantangku nyonya Kim? Lalu.. seperti ini”.

 

Dia menggerakkan tubuhnya sedikit ke atas. Lututnya menyentuh bagian bawah tubuhku. Oh tidak, jangan seperti ini.

 

“Kai, jangan”,titik kelemahanku, aku menatapnya takut takut.

 

Ini adalah hal yang aku tak ingin dilakukan olehnya. Aku selalu merasa seperti, eumm.. entahlah. Terangsang? Aneh memang.. Maksudku, saat dia menyodokkan ujung lututnya di daerah vitalku. Di vaginaku lebih tepatnya.

 

Dia menyeringai lagi, sedangkan aku menatapnya memohon.

 

Terlambat, dia menahan pinggangku. Lalu dengan gerakan perlahan menyodokkan lututnya di vaginaku. Aku yang merasakan darahku berdesir, serta hampir mendesah lebih memilih menggigit ujung bibirku. Tanganku sekarang malah mengeratkan pelukan ku ke tubuhnya.

 

Lagi dan lagi, dia tak berhenti melakukannya. Dia tahu kelemahanku, sial!

 

“Kai… shh..”, tanganku semakin merapatkan tubuhku dengan tubuhnya. Bahkan jika tanpa dorongan tangan Kai pun, aku juga mendekatkan tubuh bagian bawahku ke ujung lututnya.

 

“Kena kau, Kim Han Seul”, Jong In berkata pelan. Dan aku hanya pasrah mendengarnya.

 

Aku pasti sudah gila sekarang, tanpa kuinginkan. Aku melepas gaun tidur tipis milikku. Panas, tentu saja.

 

Setelah merasa puas, Kai kembali mensejajarkan tubuh kami. Matanya yang melihat aku yang hanya memakai CD dan Bra putih hanya tersenyum. Tangannya tentu saja mulai menjamah tubuhku.

 

Kurasakan salah satu tangannya menelusup ke dalam CD ku, mengelus vaginaku. Lalu mencubit sesekali klitorisku. Hingga membuatku menjambak kecil helaian rambutnya.

 

Kini tangannya keluar, lalu melipat sisi kanan dan kiri CDku, membuatnya tipis seperti tali. Menyatukannya, memasukkan ke dalam jalur yang ada di Mrs.V ku.

 

Mrs. V ku yang sedikit terbuka akibat dimasukkan CD ku, lalu di dempetkannya. Ada sensasi yang aneh kurasakan. Aku bahkan bingung menjelaskannya.

 

Aku masih ingin bertahan. Aku tak ingin Kai merasa menang lagi jika aku mengeluarkan desahan seperti yang diinginkannya.

 

Oh, aku bahkan sekarang tak mau membuka mataku. Aku tak mau melihat tampangnya yang menjijikkan itu. Dia pasti merasa bangga telah memperlakukanku seperti ini. Ish! Dasar mesum!

 

Jong In melepaskan tangannya dari bagian bawah tubuhku. Sekarang tangannya berada di pinggangku. Menarik tubuhku sedikit ke atas. Tangannya lalu melepaskan Bra putihku. Dan dengan cepat melahap payudaraku kencang. Menghisap perlahan, lalu menggigit kecil.

 

Kini tangannya menyatukan kedua payudaraku agar bersentuhan. Dengan cepat dan kencang, dia kembali menghisap ujung payudaraku. Sensasi ini, aku menyukainya.

 

“Kai…”, pikiranku sudah melayang. Tanganku dengan tanpa di kontrol lebih memilih mendorong kepala Kai lebih dalam lagi. Seakan ingin dia melumat habis payudaraku.

 

Dan aku menikmati semua ini. Semua perlakuannya. Aku tak akan menjabarkannya, kalian bayangkanlah kelanjutan nya.

 

Intinya, jangan pernah terlalu lama mengambil keputusan. Suatu saat, kalian harus memilih salah satu. Setiap keputusan pasti ada untung ruginya. Itu semua tergantung kalian.

 

Kulirik Kai, kami tersenyum satu sama lain penuh arti. Dan dia menempelkan tubuh kami semakin erat, seakan tak ingin terpisahkan.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

THE END

 

Makasih yang udah mau RCL ^^

Dan maaf jika endingnya tidak seperti yang di harapkan.

Jangan lupa untuk membaca ENDING VERSI BAEKHYUN nya ^^

 

 

1)      Aku gak dapet ide lagi, hanya sedikit yang aku dapet ide

2)      Ngerjainnya gak sepenuh hati, gak tau kenapa mood hati gk muncul2

3)      Ini dikerjakan dengan ngebut dan memaksimalkan waktu yang aku punya. Tau sendiri kan dari info sebelumnya? Di WordPress pribadi. Kalo aku lumayan sibuk

4)      Kalau mau minta SEQUEL, aku mikir dulu. Liat komen banyak yang mana, biar bisa milih sequel yang versi Kai atau yang versi Baekhyun.Tapi dikerjainnya pas aku ada waktu^^

 

Masalahnya, kalo aku gak bikin END sekarang, takutnya nanti malah jadi gk di selesei in karena semakin gak ada waktu, Daripada terbengkalai, lebih baik aku selesaikan seadanya kan?

Well, thanks^^

Maaf jika kurang memuaskan

/bow/

 

Iklan

81 pemikiran pada “Sex Addict – Always with Kai? (Chapter 5 END Ver.A Pilih Kai)

  1. Sequel versi Kai thor!!!
    Kalo Kai gatau knp lebih dapet aja feelnya,
    Mungkin karena dia sexy/?
    Yesh,dia seksi thor.
    Aku harap sequelnya kai hehe.
    Nice thor!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s