Unexpected Surprise

Unexpected Surprise

Author : @indahwonwon | Genre : Romance, Teen, Fluff | Length : Oneshot

| Rating : PG-16 | Main cast : Meifan (OC), Kris / Wu Yifan (EXO’s Kris) |

Author’s Notes :

Annyeooooooooong~ thanks for publishing my story. I’m back again guys!!  This is it! Kali ini aku bawa edisi spesial ulang tahun uri lovely dduizzang Kris ^^ Ceritanya masih soal couple MeiKris dan aku juga udah posting tulisan ini tepat di hari ulang tahun Kris di personal blog aku, ayo yang mau lihat-lihat boleh mampir ke blog aku. Like usual, I need your comment because your comment like Oxygen, guys. And don’t be a silent reader please ^^

Enjoy!!

.

.

.

Unexpected Surprise

            “Kris cepatlah, semua hanya tinggal menunggumu. Jadwal hari ini dimulai kurang dari empat jam lagi!”

Suara pria setengah baya yang tidak lain sang manager menggema di ruang tengah dorm yang tampak sedikit lengang karena kini hampir seluruh penghuninya sedang menuju basement menuju kendaraan mereka.

“Kau duluan saja hyung, sedikit lagi aku selesai membereskan barang-barangku,” Kris masih sibuk memasukkan keperluannya kedalam tas kulit hitam yang selalu ia bawa kemanapun. Masih sambil mengepit ponsel diantara telinga dan bahunya berusaha menghubungi seseorang, sudah nyaris satu jam dan hasilnya masih sama seperti seminggu kebelakang. Ponselnya tidak aktif.

“Aish! Mei what’s wrong with you? You already make me go insane,” Kris menggeram, mengusap wajahnya gusar. Mengacak-acak rambutnya yang sudah susah payah dirapikan coordi noona. Kris memasukkan ponselnya kedalam kantung jeansnya, menenteng tas miliknya dengan sebelah tangan dan memilih melupakan sejenak ‘hal’ yang sudah membuatnya uring-uringan seminggu kebelakang. Ia meninggalkan dorm setelah menekan tombol kombinasi dan memastikan dorm sudah terkunci dengan benar.

 

.

.

.

 

Seperti hari-hari biasanya saat ia bersama grupnya sedang dalam masa comeback mereka selalu punya setumpuk jadwal yang memaksa mereka untuk meninggalkan dorm pagi buta dan kembali saat malam sudah sangat larut. Itu sudah menjadi rutinitas bagi mereka. Sama halnya dengan hari ini, mereka juga harus menjalankan setumpuk jadwal. Tetapi hari ini juga menjadi hari yang istimewa untuk Kris. Ya, hari ini usianya kembali bertambah. Dalam hati ia sangat bersyukur karena masih diberi Tuhan kesempatan untuk menjalankan kehidupannya bersama orang-orang yang ia sayangi.

Ge, kau melamun lagi?” Kris kembali mendapatkan kesadarannya saat seseorang yang duduk persis di sampingnya memukul bahunya tiba-tiba.

“Hmm.. aku hanya merasa sedikit lelah. Kau tahukan semalam aku tidur larut lagi,”

“Kau yakin baik-bak saja, Ge?” Lay kembali menanyai Kris yang memang terlihat aneh seminggu belakangan ini.

I’m okay, thanks for worried about me, Xing!” Kris menepuk pelan bahu Lay sebelum berjalan meninggalkan ruang ganti menuju toilet.

 

Ia kembali menghela napas berat lalu menghidupkan kran dan membasuh wajahnya. Berusaha mendinginkan kepalanya. Kris meletakkan kedua tangannya di pinggiran wastafel, menatap pantulan bayangannya di kaca besar di hadapannya. Ia terlihat kacau juga menyedihkan. Kris kembali mengeluarkan ponsel miliknya, kembali menghubungi gadisnya─ siapa lagi kalau bukan Mei. Sudah ketiga kalinya hingga pagi ini ia berusaha menghubungi ponsel Mei dan masih tidak aktif. Pertama, saat ia baru bangun karena ibunya yang berada jauh di Kanada menghubunginya pagi-pagi sekali khusus untuk mengucapkan selamat ulang tahun juga menyampaikan untaian doa untuk putra tercintanya. Kedua, saat sebelum ia bersama grupnya akan meninggalkan dorm untuk memulai jadwal hari ini. Dan ketiga, detik ini.

Mengapa ia harus susah-susah menghubungi ponsel Mei jika ia bisa berlari menuju lantai lima─ apartemen milik Mei, dan menanyainya banyak hal. Jika ia bisa mungkin sudah sejak lama ia lakukan, tapi sekarang keadaan tidak begitu. Mei tidak ada. Sepuluh hari yang lalu Mei sudah berpamitan pada Kris kalau ia harus ke Manchester selama dua minggu atas permintaan ibunya karna neneknya sedang sakit. Sepuluh hari yang lalu bahkan Kris memaksa akan mengantar Mei ke bandara, namun Mei menolak karena ia tahu Kris sangat sibuk dan ia tak ingin Kris bertambah sibuk. Kris sudah mencereweti Mei dengan banyak hal sebelum gadisnya berangkat seperti harus mengabarinya tiga kali sehari─ pagi siang dan malam, memastikan Mei baik-baik saja pergi sendirian, meyakinkan Mei kalau ia tidak lupa memberikan surat izin ke sekolahnya, apakah ia yakin Kris tak harus mengantarnya ke bandara, apa Mei sudah membawa cukup baju hangat juga obat-obatan ringan miliknya. Dan sekali lagi Mei berhasil membungkam kecemasan Kris dengan memberinya sebuah pelukan hangat.

“I’m gonna be alright, Kris. Thanks for protect me..”

Kris sangat ingat kata-kata terakhir sebelum Mei memasuki taksi menuju bandara.

“Mei, should I go to Manchester now just to know that you alright there?

 

.

.

.

 

“Terima kasih atas kerjasama yang luar biasa, EXO fighting!!” Suara seorang PD terdengar dari samping backstage tepat setelah lighting di redupkan dan EXO meninggalkan panggung. Semua membungkuk berterima kasih dan satu lagi jadwal terselesaikan hari ini.

Private party akan di mulai sekitar dua jam lagi, kalian masih punya cukup waktu untuk berganti pakaian,” Manager hyung mengkoordinasikan kedua belas pemuda itu sambil masih berkutat dengan jadwal mereka untuk besok.

“Kris, this is your day. Please stop make that pity look, can’t you?” Manager hyung menyadarkan Kris yang kembali terlihat kosong.

 

“Kris hyung. Ini sudah kesekian kalinya aku melihatmu bertingkah aneh. Ada apa?” Chanyeol yang baru saja selesai menukar kostum panggungnya dengan pakaian santai untuk private party mendekat pada Kris. Sedangkan Kris masih sibuk berkutat dengan ponselnya.

“Biar ku tebak! Kris hyung, kau pasti merindukan gadismu kan? Bagaimana, apa ponselnya sudah bisa di hubungi?”

“Chanyeol-ah, apa aku terlalu berlebihan mengkhawatirkan Mei?”

Hyung aku tahu, menurutku wajar saja kau bereaksi seperti ini. Hyung berbahagialah untuk hari ini. Jangan kecewakan fans yang akan datang ke private partymu,” Seperti biasanya Chanyeol selalu memperlihatkan senyum cerahnya yang selalu menular kepada siapapun.

Kris bisa sedikit tersenyum.

 

.

.

.

 

Private party Kris telah usai setengah jam yang lalu sekitar pukul sembilan malam dan kini kedua belas mereka sedang dalam perjalanan menuju dorm. Semua terlihat kelelahan tak terkecuali Kris. Walaupun selama pesta ia sangat-sangat merasa bahagia dan begitu di cintai oleh banyak orang tetapi hatinya tetap tak bisa tenang. Ia berusaha tertidur di sisa perjalanan menuju dorm dan ia berhasil.

 

“Seluruhnya, beristirahatlah dengan baik. Ingat kalian masih memiliki beberapa jadwal untuk besok.” Manager hyung hanya mengantar mereka hingga depan pintu lift karena masih ada beberapa hal yang harus ia urus sebelum menuju dorm.

Kedua belas pemuda itu sudah memasuki lift menuju lantai dua belas─ apartemen EXO. Suho menekan angka 12 dan pintu lift perlahan menutup. Setengah perjalanan, tiba-tiba Kris menekan angka 5.

“Kris, apa Mei sudah pulang?”

“Entahlah, aku masih tak bisa menghubunginya. Aku hanya ingin mengecek beberapa hal,”

“Baiklah, terserah apa katamu. Jangan terlalu lama, segera istirahat. Mengerti?“ Suho menepuk bahu Kris pelan dengan mengulas sebuah senyum, dan Kris hanya membalas tersenyum hambar.

Kris tepat berdiri bersisian dengan Chen, hingga Chen menyikut pinggangnya pelan.

Hyung, you miss her so much right?

“Hmm..” Kris hanya menggumam menimpali.

If this night when you open the door and she standing there, what will you do?

Should I explain it to you?”

Lemme guess, you’ll come closer, hug her tighly then drop her to your room and spend all night with her, right? Make her shout your name until sunrise.” Kai dan Chen bertatapan, mulai tersenyum penuh arti pada Kris.

“YA! Byuntae! Apa yang kalian pikirkan─”

Bahu Kai mulai berguncang karena menahan tawa, namun akhirnya tawanya pecah. Ia memegangi perutnya yang mulai terasa keram. Begitu pula dengan Chen yang sudut matanya mulai berair karena tertawa.

“Jadi, selama ini ge saat kau menginap di apartemen Mei─”

We just talking,”

Are you sure?“ Kai menaikkan sebelah alisnya.

Ok, we kiss,”

Just then?“ Chen menatap sarkastis pada Kris.

What about make out?” Kai membisikannya pelan pada Kris.

“Kai, are you officially losing your mind? She still a student. I should marry her first before we do that, men.

“Woaah.. Jangan terlalu terbawa hyung aku hanya bertanya, ingat?”

Pintu lift terbuka tepat di lantai lima dan Kris beranjak meniggalkan membernya, membiarkan Kai dan Chen tertawa diatas penderitaannya. Kedua bocah itu suka sekali menggodanya mengenai hal-hal menyangkut Mei, seperti misalnya kejadian tadi.

 

.

.

.

 

“Aku kembali!” Kris melepas sepatunya dan menyimpannya di lemari penyimpanan.

“Oh Kris, kau sudah kembali. Bagaimana?” Suho menyapanya di ambang pintu.

Kris hanya membalas dengan gelengan pelan, dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamarnya.

“Apa kau ingin makan sesuatu sebelum pergi tidur, aku akan buat ramen. Kau mau?”

“Tidak, terima kasih Suho-ah aku sedang tidak selera,”

Kris menyentuh pelan kenop pintu kamarnya, lalu memutarnya perlahan. Sangat perlahan. Kamarnya masih gelap.

“Tumben sekali Yixing tidur sambil mematikan lampu?”

Ia meraba dinding di sampingnya mencari-cari tombol lampu. Lampu kamarpun hidup, seseorang muncul dari balik pintu wardrope kamar Kris. Seseorang yang paling Kris butuhkan dan paling ia rindukan juga ia khawatirkan. Gadisnya pulang.

“Mei─ ”

Saengil chukaeyo. Shēngrì kuàilè. Happy birthday Wu Yi Fan, kau sudah semakin tua saja ahjussi..” Mei berdiri tepat di hadapan Kris dengan sebuah cake cantik di tangannya. Bahkan ia masih sempat menggoda Kris dengan memanggilnya ahjussi.

“Kris kemarilah, tiup lilinnya dan buat permohonan..”

Kris mendekat perlahan, memejamkan kedua matanya merapal kembali setiap untaian doanya dalam hati lalu meniup lilin-lilin kecil perlahan hingga seluruhnya mati.

“Sebelum kau menanyaiku macam-macam juga marah padaku biarkan aku menyelesaikan harapanku untukmu,”

Mei mengulaskan sebuah senyuman pada Kris, senyuman yang sangat ia rindukan.

“Harapanku hanya ingin melihatmu selalu bahagia, sehat, dan sukses dengan baik. Bahagiakan setiap orang tersayangmu dan buat mereka bangga. Sekali lagi selamat ulang tahun, sayang.”

Kris masih tidak berekspresi apapun. Ia terlalu terkejut dan terlalu lelah hingga otaknya sulit untuk memerintahnya membuat ekspresi-ekspresi lain selain terlihat datar. Perlahan senyuman Mei luntur karena Kris sama sekali tak membalas senyumannya.

 

Secara tiba-tiba Kris menarik Mei kedalam pelukannya. Memeluknya seerat yang ia bisa. Menumpahkan bermacam rasa yang berkecamuk dalam hatinya.

“Kau kemana saja, kenapa seminggu kebelakang ponselmu tak bisa dihubungi? Kenapa kau tak bilang kalau kau pulang hari ini? Kenapa kau tak menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padaku saat aku bangun?  Dan siapa yang mengajarimu memanggilku ahjussi? Aku tidak setua itu Mei..” Kris langsung saja menghujani Mei dengan banyak pertanyaan.

Mei yang awalnya terkejut akhirnya membalas pelukan Kris. Ia tertawa dalam pelukan Kris mendengar Kris kesal karena ia menggodanya.

“Kris, ponselku rusak karena hujan tiga hari setelah aku sampai di Manchester dan aku tak sempat mencari gantinya karena aku memang tak sempat kemanapun.”

“Kau kan bisa menghubungiku dengan telpon disana atau ponsel ibumu mungkin?”

“Kris kau lupa kalau aku sangat buruk dalam hal mengingkat nomor penting,”

“Jangan bilang kau lupa membawa buku saku berisi catatan pentingmu, baby?

Mei hanya mengangguk sambil terkekeh pelan, Kris dapat merasakan tubuh Mei berguncang pelan dalam pelukannya karena tertawa. Kris hafal sekali kalau Mei sangat buruk dalam mengingat nomor penting, bahkan nomor ponselnya sendiri saja ia tidak pernah hafal.

“Dan aku memang sengaja mempercepat kepulanganku, karena aku tahu kau pasti akan merajuk seperti anak kecil kalau aku tak pulang di hari ulang tahunmu,”

“YA! Siapa bilang─”

“Tentu saja aku, Kris.”

“Lalu pertanyaanku yang terakhir?”

“Aku tahu aku bukan orang pertama yang memberi ucapan padamu, aku minta maaf. Being the first or the last is too mainstream but I hope I can be the special once in your heart,”

“Bodoh! Tanpa kau mintapun kau selalu jadi yang spesial untukku, baby.

Kri melepas pelukannya dari Mei. Lalu sedikit membungkukkan tubuhnya menatap wajah Mei.

I love you, thank you for stay beside me for long time. Thank you for loving me and carrying me..” Kris mengecup lembut kening Mei, seperti menyampaikan bentuk cintanya pada Mei.

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Mei, kemudian berubah menjadi tangisan.

“Kris, thank you for your love. Thank you for understand me. I love you more than you know and I’m sorry about your surprise─” Mei berusaha menghapus air matanya menggunakan lengannya. Mei masih tak berubah, ia masih menangis seperti anak lima tahun yang kehilangan mainan kesayangannya. Kris tersenyum lalu menepuk-nepuk puncak kepalanya lembut.

“Aku minta maaf karena cake itu bukan buatanku padahal aku sudah pernah janji padamu, aku minta maaf karena aku tidak bisa hadir di pestamu, aku minta maaf karena aku tak memiliki kado apapun untukmu. Aku benar-benar minta maaf Kris, bahkan sekarang aku terlihat sangat menyedihkan. Banyak hal yang akan aku jelaskan padamu,” Mei berusaha menjelaskan sambil sesenggukan.

“Yang penting sekarang, kau sudah pulang dan itu sudah menjadi kado terbaikku, baby!” Kris kembali mendekat, menarik pinggang Mei. Menyentuhkan bibirnya pada bibir Mei. Mereka berbagi sebuah ciuman lembut. Hingga tamu tak di undang muncul di depan pintu.

“Oh, maaf ge. Aku pikir kau tadi sudah tidur─ ” Lay terlihat gelagatan melihat pemandangan di depannya. Kedua pipi Mei bersemu merah karena kedapatan sedang bermesraan dengan Kris. Sedangkan Kris, ia masih enggan melepas rengkuhannya dari pinggang Mei.

 

.

.

.

 

Kini keduabelas member beserta Mei sudah berkumpul di ruang tengah. Sekali lagi merayakan ulang tahun Kris yang terakhir untuk hari ini. Kali ini Kris benar-benar bisa tersenyum dengan lepas karena sesuatu yang membuat hatinya mengganjal sudah berada di dekatnya dan ia bisa menggenggam tangannya dengan hangat.

“Ayo Hyung, cepat potong first cakenya dan suapi pada seseorang!!”

Kris memotong sebuah cake dan menaruhnya diatas piring kecil. Ia menatap sekeliling sebentar lalu berjalan ke arah pintu depan.

Hyung, ini untukmu. Terima kasih sudah menjadi kakak dan manager yang luar biasa untuk kami berduabelas,” Manager hyung yang baru saja datang cukup di buat terkejut.

Hyung, aku pikir kau akan memberikannya pada Mei─ ”

Kris kembali ke ruang tengah lalu duduk di sebelah Mei.

“Bagaimana kalau sebagai ganti untuk Mei aku memberikan─ ” Kris menghadiahkan sebuah kecupan singkat di bibir Mei di hadapan semua orang. Pipi Mei kembali bersemu seperti kepiting rebus. Demi apapun ia benar-benar malu karena ulah Kris.

Hyung, kau benar-benar membuat iri saja!!”

.

.

.

 

Perayaan ulang tahun Kris bersama Mei sudah berakhir semenjak lima belas menit yang lalu. Semua kekacauan juga sudah di bereskan oleh Mei di bantu Baekhyun dan Xiumin. Dan sekarang sambil membawa secangkir teh hangat ia menyesapnya di balkon. Cuaca malam yang cukup dingin membuatnya sedikit bergidik menahan terpaan angin. Ia kembali menyesap tehnya sedikit demi sedikit, sambil memandangi Seoul di malam hari yang tak Nampak lelah sedikitpun.

“Jadi, sekarang kau punya hobi baru baby?” Kris cukup mengagetkan Mei, tiba-tiba saja muncul dan memeluknya hangat dari belakang.

“Oh, Kris. Kau mengagetkanku,”

Kris menyandarkan dagunya di atas puncak kepala Mei. Ia semakin melingkarkan lengannya di sekeliling pinggang Mei.

Baby, kau masih berhutang penjelasan padaku. Hmm.. apa aku bisa mendapatkannya sekarang?”

Mei meletakkan cangkit tehnya di pinggiran balkon. Lalu meletakkan kedua tangannya bertumpukan dengan tangan Kris.

“Hmm.. sebenarnya aku sudah mempersiapkan segalanya bahkan dari hal terkecil, mulai dari cakemu. Aku sudah susah-susah membuatnya sehari sebelum kepulanganku. Saat di bandara semuanya masih sesuai rencana. Aku sengaja memilih penerbangan paling pagi agar bisa sesegera mungkin tiba tetapi cuaca buruk membuat penerbangan Manchester-Incheon harus tertunda sampai dua jam dan aku lupa menitipkan cake untukmu di lemari pendingin di bandara. Itu benar-benar buruk, kau mungkin akan mentertawakanku saat melihat wujud cake untukmu!” Mei menghela napas sejenak.

“Dan asal kau tahu aku menghabiskan sekitar sepuluh jam di udara dan tanpa bisa tertidur sedikitpun ditambah selama setengah jam harus berputar-putar di udara karena cuaca buruk. Aku semakin merasa buruk saja Kris,”

Kris sesekali menelusupkan hidungnya ke helaian rambut Mei, membiarkan aroma bubble gum itu kembali menelusup kedalam indra penciumannya.

“Mungkin ini bagian terburuknya Kris, tas berisi kado untukmu tertinggal di rumah nenek! Aku baru mengingatnya setelah boarding dan mustahil seseorang bisa membawakannya untukku.”

Kini mereka sama-sama terdiam. Membiarkan suara-suara malam mengisi kekosongan kata-kata.

“Penjelasannya sudah selesai?”

Mei hanya balas mengangguk.

Baby─ terima kasih ternyata kau melakukan banyak hal untukku. Seharusnya aku yang minta maaf karena sempat memikirkan kemungkinan buruk tetang dirimu,” Kris melirik jam tangannya dan sudah menunjukkan tengah malam.

“Hei ini sudah malam. Tidak baik untuk anak kecil tidur terlalu larut! Ayo biar ku antar kau kembali ke apartemen,”

“Hei! Aku sudah besar dan aku sudah delapan belas tahun Kris Wu!” Mei menatap sebal kearah Kris sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tak jelas.

“Sepertinya aku bisa meminta ibu untuk mengirimkan kadomu. Bagaimana?” Mei sambil mengambil mantel berwarna peach miliknya dan menyampirkannya di lengan kiri.

“Terserah padamu baby, kira-kira kali ini kau memberiku apa ya?” Kris membukakan pintu dorm untuk Mei sambil membawakan koper milik gadisnya.

Sedangkan Mei, ia hanya tersenyum kecil.

 

.
.

.

 

Mereka berjalan bersisian. Kris membawakan koper milik Mei dengan sebelah tangannya dan yang satunya menggenggam hangat tangan Mei.

“Sudah sampai, rest well baby. Ingat besok kau harus sekolah hmm..” Kris mengacak puncak kepala gadisnya lembut.

Arra! Kau juga istirahatlah. Sampai jumpa besok..”

“Kau cantik sekali malam ini, aku suka dressmu baby..

Mei masih menggunakan dress berwarna baby blue selutut kesayangannya, sama sekali tak sempat menggantinya semenjak keberangkatanya dari Manchester.

“Bahkan aku tak sempat mengganti bajuku atau sekedar bersiap-siap, asal kau tau,”

“Bagaimanapun kau selalu cantik dimataku, baby..” Kris mengedipkan sebelah matanya sedangkan Mei hanya bisa mengeluarkan ekspresi yang sulit di gambarkan.

“Sana, cepat kembali ke dorm dan istirahat! Bye bye~” Mei mendorong punggung Kris hingga di depan pintu lift. Mei melambai saat Kris mulai berjalan dan masuk ke dalam lift.

Kris balas melambai, “I Love You baby..

 

.

.

.

 

4 Days Later..

 

Tepat setelah menyelesaikan soal terakhir quiz fisika untuk hari ini ponsel Mei yang berada di kantung jas sekolahnya bergetar.

 

You got a new message’

 

From: My Love

Baby, aku sudah membuka kado darimu. Terima kasih kau memberikanku anak yang lucu. Bagaimana kalau kita namai ‘Boo’? Akhirnya Ace punya adik ^^

 

“Kau memang idiot, Kris!” Mei tersenyum sambil mengetik pesan balasan pada Kris.

To: My Love

Kris, kau mengganti nama kontakmu lagi? Siapa yang mengizinkanmu mengotak-atik ponselku?

Dan Kris kau idiot! Terserah apa katamu, ahjussi kkk~

 

Hanya berselang beberapa menit ponsel Mei kembali bergetar,

From: My Love

Makanya cepatlah lulus lalu menikah denganku dan kita punya anak yang banyak, have a good day baby~ Aku masih ada jadwal hingga sore jangan rindu padaku, arra? ^^

 

To: My Love

Kris jangan mulai! Sudah sana kembali bekerja. Have a good day, too Kris. Jangan mimpi aku rindu padamu, kau idiot lol ^^ Berhenti membalas pesanku atau ku adukan pada manager hyung?

 

.

.

.

 

Kkeut!

Happy birthday to my Kris kkk~ dan sejujurnya isi wish Mei itu curhatan aku lol

Oke, thanks for reading my story till the end guys. Hope you enjoy it ^^

Komentar, kritik dan saran yang membangun dari seluruh reader-deul sangat ditunggu.

RCL ya guys kkk~

*deep bow*

 

Iklan

22 pemikiran pada “Unexpected Surprise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s