Lovely

Deestoria

.

present

.

“LOVELY”©

.

Cast : Baekhyun – Chanyeol

Category : Boys Love

Rated : T

Genre : Romance

Length : Oneshot

Information: AU – OOC

 .

CAST BELONGS TO GOD AND THEMSELVES

 STORY BELONGS TO DEESTORIA

October – 2013

.

Selama ini aku hanya mampu menatapmu, tanpa mampu berbuat lebih, apakah selamanya akan seperti ini? Karena dalam hatiku, aku ingin sekali bisa memelukmu

.

Another random epep by Dee. Theheee. Ini epep remake sih, cast aslinya Shindong sama Nari, epep jadul, tapi ga papa lah dibikin BaekYeol. Pernah di post di FFn juga, buat BaekYeol shipper pokoknya, semoga suka

.

DON’T LIKE

DON’T READ

DON’T BASH

HAPPY READING

ENJOY

.

Chanyeol tengah duduk di kantin kampus, dia menunduk, matanya sesekali mencuri pandang ke depan, ke arah Baekhyun yang duduk tepat di meja depannya. Dilihatnya namja mungil itu tersenyum, tertawa renyah dengan candaan teman-temannya. Chanyeol terus menatap namja itu dengan sesekali mengutak-atik kameranya.

Baekhyun yang merasa diperhatikan menatap Chanyeol, namun namja bertubuh tinggi dan berkacamata itu menunduk. Baekhyun sendiri tersenyum kecil dan kembali larut dalam canda teman-temannya. Selepas itu, Chanyeol masih sesekali menatap Baekhyun, mata mereka sempat beradu sejenak, ya, hanya sejenak, kurang dari 5 detik karena Chanyeol terlanjur beranjak. Meninggalkan Baekhyun yang menatapnya heran. 

###

Chanyeol selalu mencari kesempatan untuk menatap Baekhyun, entah dari dekat atau dari jauh. Bahkan bagi Chanyeol yang adalah mahasiswa jurusan fotografi, Baekhyun adalah objek favoritnya. Setiap ada event kampus atau kesempatan apapun dan ada Baekhyun terlibat di dalamnya, Chanyeol selalu mengambil gambar namja cantik itu. Di studio Chanyeol, terpampang seorang Baekhyun dalam berbagai ekspresi. Foto-foto itulah yang menjadi penawar Chanyeol ketika dia tidak bisa menemukan Baekhyun dalam jarak pandangnya.

Orang mungkin melihatnya sebagai sebuah obsesi, tapi sesungguhnya apa yang dirasakan Chanyeol hanya sebuah perasaan cinta yang tulus, kekaguman yang teramat pada seorang Baekhyun yang merupakan seorang mahasiswa populer, tanpa sedikit pun keinginan untuk memiliki. Chanyeol menyadari kecil kemungkinan atau bahkan tidak ada kesempatan bagi dirinya untuk bisa memiliki Baekhyun karena dia adalah seorang mahasiswa biasa, sangat biasa.

Selama ini, Chanyeol hanya berani menatap, dia belum punya kepercayaan diri untuk menyapa Baekhyun, apalagi lebih dekat dengannya. Dia takut Baekhyun menolaknya. Lebih baik cukup dia yang tahu tentang perasaannya kepada Baekhyun. Ya, cukup dia dan Tuhan yang tahu.

###

Sore ini, Chanyeol duduk di kursi taman kampus. Dia melihat jam tangannya. Sebentar lagi. batinnya. Dia menatap lurus ke sebuah gedung yang memiliki banyak pintu. Tak lama salah satu pintu terbuka, mahasiswa pun berhamburan keluar.

Chanyeol mengawasi satu per satu mahasiswa itu, tangannya bersiap dengan kamera. Ketika dia melihat sosok Baekhyun, Chanyeol langsung membidik dengan kameranya. Baekhyun terlihat tengah bercanda dengan teman-temannya. Belum puas Chanyeol mengambil foto Baekhyun, dari balik lensa, dia mendapati Baekhyun menatap dirinya. Chanyeol terpaku sejenak ketika Baekhyun tersenyum padanya, namun dia bergegas pergi. Dan Baekhyun menatap kepergian Chanyeol dengan penuh tanda tanya.

###

Baekhyun melangkah pulang, namun langkahnya terhenti di depan sebuah tempat yang sedang ramai. ‘Sepertinya ada pameran lagi.’ batin Baekhyun seraya masuk ke dalam tempat itu. Dan benar, tempat yang adalah sebuah galeri foto ternama itu tengah mengadakan pameran fotografi yang menampilkan karya-karya terbaik dari para fotografer profesional dan amatir. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari.

Dia menyusuri tiap sudut galeri, menikmati satu demi satu foto yang tersaji. Foto yang dipamerkan memang karya yang luar biasa, setiap foto yang ditampilkan mampu menceritakan sebuah kisah dan memberikan pesan dan kesan tersendiri. Langkah Baekhyun berhenti di sebuah foto yang membuatnya terhenyak.

Terpotret seorang namja yang duduk dengan memangku seorang anak kecil, disampingnya terlihat seekor anjing Golden Retriever yang tengah bersantai, keduanya dikelilingi oleh banyak anak kecil lainnya, tangan namja itu terlihat memegang sebuah buku. Wajah si namja tampak sangat bahagia dengan tawanya yang lepas dan tanpa beban bersama anak-anak kecil itu. Daun-daun yang berjatuhan menambah kesan damai bagi siapapun yang melihatnya. Tangan Baekhyun meraba foto itu. Dia berhenti ketika melihat sebuah sign, PCY.

“Foto yang sederhana dan menakjubkan bukan?”. Sebuah suara membuat Baekhyun tersentak. Dia mendapati seorang pria tua dengan pakaian formal berdiri di sebelahnya. Pria itu tersenyum ketika melihat ekspresi Baekhyun, “Maaf aku mengejutkanmu.”

Baekhyun tersenyum dan membungkuk, “Tidak. Anda tidak perlu minta maaf.” ucap Baekhyun.

Pria itu menatap Baekhyun lekat, “Kau namja yang ada di foto ini kan?” tanya pria itu memastikan. Baekhyun tersipu dan mengangguk kecil.

“Ah, kau rupanya yang bernama Baekhyun. Chanyeol sering sekali memamerkan fotomu di sini.”

Baekhyun terhenyak, “Eh? Chanyeol?”

“Iya, Chanyeol. Dia salah satu fotografer yang sering memamerkan koleksi fotonya di sini. Dan pasti di antara sekian koleksinya, selalu ada foto dirimu di sana.” tutur pria itu.

“Benarkah?” tanya Baekhyun memastikan.

Pria itu mengangguk, “Chanyeol bilang, kau adalah objek favoritnya. Dia sering sekali bercerita tentangmu. Saat bercerita tentangmu, dia terlihat sangat bahagia.”. Rona merah tersirat di wajah Baekhyun. Ternyata selama ini dugaannya benar bahwa Chanyeol selalu memperhatikannya.

“Aku rasa dia memang benar-benar mengagumimu.” lanjut pria itu tersenyum.

“Apa dia ada di sini sekarang?” tanya Baekhyun.

“Ah, tadi dia sempat kemari. Tapi dia hanya sebentar, dia bilang ingin mencari objek foto. Mungkin kau bisa mencarinya di taman, dia sering sekali mencari objek di sana. Oh ya, aku tinggal dulu. Selamat menikmati pamerannya.” tutur pria itu seraya pergi meninggalkan Baekhyun.

Namja itu tersenyum dan membungkuk, “Iya. Terima kasih.”. Lepas menatap kepergian pria tua itu, Baekhyun kembali menatap foto yang tadi membuatnya terhenyak. Sekali lagi Baekhyun meraba foto itu dan berhenti di sign yang bertuliskan PCY. Dia tersenyum dan beranjak pergi.

###

Baekhyun berhenti di sebuah taman yang luas di tengah kota. Keadaan taman sangat ramai sore itu. Beberapa tampak tengah bersantai, di sudut lain ada yang tengah bercengkrama, banyak aktivitas yang terjadi di taman itu. Baekhyun berjalan dengan melihat sekeliling seolah mencari sesuatu. Dia tersenyum ketika menemukan yang dia cari.

“Hai.” sapa Baekhyun.

Chanyeol yang tengah membidik dengan kameranya tersentak ketika mendapati Baekhyun berdiri di dekatnya. Dia menatap namja itu, jantungnya berdegup kencang, syarafnya serasa mati dan tidak bisa digerakkan. Dia tidak pernah berada sedekat ini dengan Baekhyun.

Baekhyun tersenyum lebar, namun senyumnya memudar ketika Chanyeol beranjak pergi. Baekhyun mengikuti namja jangkung itu, “Hei tunggu. Aku ingin bicara denganmu.” ucap Baekhyun berusaha mengejar langkah Chanyeol yang cukup cepat.

Karena Chanyeol tak kunjung berhenti, Baekhyun pun berlari melewati Chanyeol dan menghadangnya, “Berhenti!” seru Baekhyun seraya merentangkan tangannya yang sontak membuat Chanyeol mendadak menghentikan langkahnya. Jarak mereka sekarang sangat dekat, tidak lebih dari setengah meter. Chanyeol menatap Baekhyun, begitu juga sebaliknya.

“Bisakah kau tidak menghindar dariku lagi? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” pinta Baekhyun.

Chanyeol sendiri tak menjawab. Baekhyun menghela nafas melihat sikap diam Chanyeol, “Tidak usah kau jawab. Ikut aku saja.”, Baekhyun menarik tangan Chanyeol menuju sebuah kursi di taman itu.

Namja itu hanya menurut. Matanya menatap tangan mungil yang tengah menuntunnya. Dia sangat gugup tapi juga bahagia. Ini adalah kali pertamanya dia bersentuhan dengan Baekhyun, kali pertamanya dia berada dalam jarak sedekat ini dengan Baekhyun. Hal yang tak pernah dia duga, bahkan tidak pernah dia harapkan.

Tidak ada yang membuka pembicaraan. Chanyeol menundukkan wajahnya, sementara Baekhyun menatap namja di sampingnya.

Namja itu menoleh pelan dan mendapati Baekhyun tersenyum kepadanya, “Ada apa? Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Chanyeol.

“Bukankah kau juga sering menatapku seperti aku menatapmu sekarang kan?” balas Baekhyun.

Chanyeol terdiam.

“Kau ternyata tampan ya.” puji Baekhyun kemudian membuat level kegugupan Chanyeol merangkak menuju titik maksimum. Dan tentu saja membuat jantungnya berdegup sangat cepat.

“Maaf jika sikapku tadi kurang menyenangkan.”, Baekhyun masih menatap Chanyeol lekat, “Salahmu kau selalu menghindar setiap kita bertatap muka.” lanjut Baekhyun dengan mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

Chanyeol tidak menjawab, dia masih tertunduk, walau sesekali matanya melirik ke arah Baekhyun. Bagaimana pun juga dia harus bisa mengontrol dirinya dan bersikap sebiasa mungkin.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Chanyeol akhirnya. Baekhyun kembali menatap Chanyeol, “Aku ingin mengucapkan terima kasih.”

Chanyeol mengernyitkan keningnya, “Terima kasih untuk apa?”. Namja itu sudah bisa mengendalikan dirinya.

“Karena telah menjadikanku objek favoritmu.”. Jawaban Baekhyun membuat Chanyeol tersentak.

“Tadi aku mampir ke galeri, sebenarnya aku hanya datang untuk melihat-lihat, hingga aku menemukan fotoku di sana dengan sign namamu, PCY. Kemudian ada seorang pria tua yang mendekatiku dan bercerita bahwa kau sering memamerkan koleksi fotomu di sana dan diantara itu semua, pasti ada aku. Dia bilang, aku itu adalah objek favoritmu. Jadi aku ucapkan terima kasih.” tutur Baekhyun.

Chanyeol menunduk, “Bagaimana mungkin kau bisa menebak kalau itu aku? Kau bisa saja salah orang kan?”

“Di sekelilingku, di setiap hariku, hanya kau yang aku lihat selalu ada di dekatku dengan kamera kesayanganmu itu. Jadi, aku tidak punya tersangka lain. Lagi pula PCY itu singkatan namamu kan? Park Chanyeol.”, Baekhyun kembali menatap Chanyeol, “Kalau kau menganggap aku tidak pernah mengetahui keberadaanmu yang selalu memperhatikanku, itu salah.” lanjut Baekhyun.

Chanyeol mengalihkan pandangannya ke arah Baekhyun dan membuat mata mereka saling beradu.

“Jadi kau tahu selama ini aku memperhatikanmu?” tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk, “Bukan hanya memperhatikan, aku pun tahu kau selalu mengambil fotoku diam-diam. Dan hal itu diperkuat dengan bukti fotomu di galeri tadi. Katakanlah aku terlalu percaya diri tapi aku yakin, kau menyukaiku kan?” selidik Baekhyun dengan senyum.

Deg!

Chanyeol terhenyak. Semua yang dikatakan Baekhyun benar. Dia memang menyukai, ah bukan, lebih dari sekedar menyukai, Chanyeol mencintai Baekhyun, sangat mencintainya. Dia tidak mungkin mengelak lagi, setidaknya kini dia punya kesempatan untuk mengutarakan perasaannya pada Baekhyun, apapun jawabannya nanti, itu urusan belakang. Setidaknya dia sudah mencoba selangkah lebih jauh.

Baekhyun menunggu jawaban Chanyeol, akhirnya namja itu mengangguk, “Iya, aku memang menyukaimu.” jawab Chanyeol. Baekhyun terdiam memperhatikan Chanyeol.

“Lebih dari sekedar menyukai. Jika aku boleh jujur, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Selama ini aku memilih diam untuk tidak menunjukkan perasaanku karena aku sadar siapa aku. Dan aku hanya melampiaskan perasaanku dengan memperhatikanmu diam-diam, mengambil fotomu karena itu yang menjadi penenangku saat aku tidak berani berharap untuk memilikimu, saat aku tidak bisa melihatmu. Tapi maaf jika itu menganggumu. Kalau kau mau marah padaku dengan semua sikapku, aku akan menjauh. Setidaknya aku sudah lega karena kau tahu apa yang aku rasakan.” tutur Chanyeol.

Baekhyun menatap namja itu lekat, begitu juga Chanyeol. Dia tahu Baekhyun pasti menolaknya, setidaknya dia sudah mengatakan apa yang seharusnya dikatakan bukan? Setidaknya Baekhyun tahu bahwa ada seseorang yang mencintainya.

“Terima kasih.” ucap Baekhyun dengan tersenyum, “Dan tolong jangan menjauh. Tetaplah berada di dekatku. Jangan membuatku merasa kehilangan ketika kau tidak ada di sekitarku.” pinta Baekhyun.

Chanyeol menatap Baekhyun penuh tanya, “Maksudmu?”

“Aku tidak tahu sejak kapan, tapi yang jelas, aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu. Dan aku menyukainya, begitu juga dirimu. Entahlah, saat aku tidak bisa melihatmu di sekitarku, aku merasa ada yang kurang dalam hariku. Ada sesuatu yang hilang. Tapi ketika aku tahu kau ada di sana, aku selalu merasa hariku jauh lebih baik.” tutur Baekhyun.

Chanyeol menyimak setiap kalimat yang terucap dengan seksama.

“Jadi tetaplah di dekatku. Dan biarkan aku belajar untuk mencintaimu.”

“Kau ingin belajar mencintaiku?” tanya Chanyeol memastikan. Baekhyun mengangguk, “Iya, aku ingin belajar mencintaimu. Karena Tuhan belum tentu akan memberiku kesempatan kedua untuk bertemu dengan seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus sepertimu.”

“Kau yakin ingin bersamaku dengan kondisiku yang begini? Maksudku, kau mahasiswa populer dan aku mahasiswa biasa. Temanku pun bisa dihitung dengan jari, berbeda denganmu yang sangat populer dan memiliki banyak teman. Keluargaku pun keluarga biasa, tidak sepertimu yang memiliki perusahaan besar. Terlalu banyak perbedaan antara kita. Aku tidak mau ada pihak yang kecewa.” tutur Chanyeol.

Baekhyun tersenyum tulus, ” Tidak akan ada yang kecewa Park Chanyeol. Aku ingin mencintaimu karena ketulusanmu, bukan karena hal lain. Dan tentang semua perbedaan itu, semua akan menyatu seiring berjalannya waktu. Asalkan kau tetap dengan hatimu yang seperti ini, itu sudah cukup bagiku. Tetaplah seperti ini, jadilah dirimu sendiri, karena itu yang membuatku menyukaimu.”, Baekhyun mengecup bibir Chanyeol lembut dibawah langit yang mulai beranjak jingga. Menjadi saksi awal perjalanan cinta muda yang masih akan bersemi.

.

END

.

Huh hah huh hah! Timpuk aja Dee kalo epepnya jelek, Dee siap nampung kok, theheee. Anyway, Dee pengen nambah temen EXO stan terutama biasnya Baekhyun sama BaekYeol shipper, let’s be friend ya, follow twitternya Dee, @dee6289. Plus buat yang mau baca-baca epepnya Dee yang lain, terutama buat yang BaekYeol shipper, feel free buat visit blognya Dee #promo ya min#, deestoria dot wordpress dot com. See you there

.

STOP PLAGIARISM

APPRECIATION OF OTHER PEOPLE’S WORK

.

DON’T BE A SILENT READER

LEAVE A REVIEW

THANK YOU

GOD BLESS AND TAKE CARE

9 pemikiran pada “Lovely

  1. Aku2 Thorr Dee BaekYeol2…ahahaha
    Bagus kok ffnyaa…manis banget jadi ikutan deg2 an bacanya.ahahha.
    Nanti Aq mampir ke blognya dehh….
    Sering2 posting ff yaa thor Dee biar Aq ada bacaan^3^

  2. Say “Aku ingin mencintaimu karena ketulusanmu, bukan karena hal lain. Dan tentang semua perbedaan itu, semua akan menyatu seiring berjalannya waktu. Asalkan kau tetap dengan hatimu yang seperti ini, itu sudah cukup bagiku. Tetaplah seperti ini, jadilah dirimu sendiri, karena itu yang membuatku menyukaimu.” like baek like yeol

  3. aih…
    Manisss bangett ceritanya!
    Yah, walopun ooc (krna biasanya BaekYeol kan kyk anjing-kucing), tpi untuk ukuran oneshoot, jadi wajar.. Iya kan? Dan aku SUKA pake GILA!
    YEHETT OHORATT!!!
    lanjutkan karyamu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s