Survive! (Chapter 1)

survive

Judul                 :   Survive!

Author              :   jiyeonjung

Cast                   :

  • Lee Ahra
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol

Other Cast      :   ( belum akan muncul di chapter ini)

  • Jung Seomi
  • Kim Jongin

Genre               :   Hurt, Sad, Angst

Length              :   1/?

Rating               :   NC-17

Disclaimer       :   All characters belong to God, agency and their parents. But the OC and storyline belongs              to me. Please don’t plagirism and bash. Bila terjadi kesamaan tokoh, tempat, kejadian,    itu merupakan kebetulan belaka.

Author Note :   FF ini mengandung sedikit kekerasan. Dan kata-kata yang ditulis merupakan kata-kata   frontal yang menurut author sih kurang baik untuk anak-anak U-13…..

 

DON’T BE SIDERS, DON’T BE PLAGIATOR, LEAVE COMMENTS AFTER READ! THANK YOU J

Annyeong~ author Jiyeon kembali lagi menyapa pemirsa sekalian..*dadah bareng Kai* kali ini aku nyoba keluar dari zona nyaman menulis ff romance dan menerjunkan diri ke FF kekerasan. Semoga ini cerita pada bisa ngerasain feelnya, terus pada comment deh.. *YAY* Now, let’s check out the whole story I’ve presented to you… Enjoy!

*****

Ahra POV

Kurasa tidak ada orang yang lebih sial dariku. Rasanya hidupku sudah tidak berharga lagi. Ingin rasanya kuakhiri semua penderitaan ini, dengan cara BUNUH DIRI! Namun sayangnya aku memiliki seorang “anak”. Semua orang pergi menjauhiku, menghindariku dan yang paling menyakitkan,menatapku dengan tatapan jijik. Semua ini hanya karena perbuatan seorang namja bejat dan tidak tahu diri bernama OH SEHUN.

This is the beginning of the story :

Siang itu aku keluar kampus seperti biasa. Pulang kuliah, nongkrong dulu di caf’e dekat kampus. Dulu aku merupakan supernova di kampus. Banyak pria yang menggilaiku. Berkali-kali aku mendapat ungkapan cinta, berkali-kali pula aku menolaknya. Semua namja bersikap biasa saja setelah aku tolak. Aku menganggap mereka teman, begitu pula mereka menganggapku teman. Namun tidak dengan namja ini. Ia mengejarku tanpa kenal lelah. Seorang yang sangat-sangat amibisius menurutku. Aku hanya menganggapnya angin lalu. Bosan sudah aku menolakanya. Toh ia akan selalu mengejarku. Hingga pada suatu hari…

Flashback

“aish kenapa kuliahnya harus sampe malem sih?!” gerutuku seraya melangkah keluar dari gedung kampus dan berjalan menuju mobil yang kuparkir indah di lapangan parkir khusus mahasiswa.

“aduh, mana ngantuk banget lagi.. HOAM” aku kembali menggerutu dan menguap.

Author POV

Ternyata, tanpa Ahra sadari seorang namja memperhatikannya dari mobilnya.

“Lee Ahra, mari kita hitung countdown. Beberapa detik lagi dan kau akan segera ambruk” desis namja itu licik. Dan benar saja, tak lama kemudian Ahra terjatuh ke tanah. Saat ia bangun, ia sudah berada di sebuah kamar yang sangat luas. Namun, itu bukan kamarnya..

Ahra POV

Hah dimana ini? Aku mengangkat tubuhku sedikit dan menjelajahi keseluruhan kamar berwarna light brown ini. Namun, saat melihat kearah lemari, aku melihat namja yang sangat familiar, OH SEHUN!

“You know this place right? Yeah, now we’re on hotel and I’ve been waiting for this time for very long time if you want to know. Finally you’ll be mine, dear..”

Sesudah berkata demikian, ia berjalan kearah tempat tidur. Reflex, aku bergerak mundur sampai punggungku menabrak kepala kasur.

“You don’t have any spaces for run again” Sehun berkata lagi, “Diamlah sayang”

Lalu ia menempelkan bibirnya ke bibirku. Tak ada ketulusan yang kurasakan, yang ada hanya keinginan untuk memenuhi nafsu. Sehun, dia mulai turun menciumi leherku, menciptakan banyak kiss mark disana. Sekuat apa pun aku mencoba melepaskan diri, maka cengkraman tangan Sehun di lenganku semakin menguat. Sambil menciumi leherku, Sehun mulai membuka kancing kemeja putih ku dan menampakkan bra hitam ku. Lalu ia mulai menjilati bagian nipple ku yang sudah tidak tertutup apapun lagi. Ia pun menghisap nipple ku. Memaju-mundurkan kepalanya di nipple ku, seperti bayi yang kehausan. Tangan yang kiri dia gunakan untuk memelintir nipple sebelah kiriku. Sedangkan tangan yang kanan ia gunakan untuk mengelus punggungku.  “You’re damn so sexy, Ra-ah” kudengar Sehun bergumam seperti itu. Aku hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba Sehun sudah melepas rok dan celana dalam ku. Lalu perlahan, satu demi satu jarinya ia masukkan ke dalam miss V ku. Sontak, aku pun memekik keras. Namun sepertinya pekikan ku bukannya membuat Sehun berhenti malah membuatnya semakin menjadi. Kudengar dia berkata “Mendesahlah untukku sayang.” Karena tak kunjung mendesah, Sehun pun meremas dadaku keras yang cukup membuatku mengeluarkan suara “Ahh”. Segera setelah mendengar suara desahanku, Sehun melepas semua pakaian yang melekat di badannya dan dapat kulihat juniornya yang sudah berdiri tegak. Perlahan, ia mulai memasukkan juniornya kearah miss V. Sontak, aku pun langsung menangis sambil berkata, “Jebal, jangan lubang itu. Habisi saja semuanya, tapi jangan lubang itu.” Namun balasan Sehun hanya, “Sayang sekali kita sudah sampai tahap ini. Sayang sekali jika tidak dimasukkan.” Maka Sehun pun melanjutkan aktivitasnya memasukkan junornya. Sehun menggesek-gesekkan juniornya disekitar dinding miss V ku. GOD! Rasanya perih sekali. Tak sadar, aku mengeluarkan air mata. Menangisi nasibku seperti ini. Yeoja apa aku? Mau saja diajak melakukan sex oleh namja yang bahkan bukan siapa-siapa ku.

JLEB!

Akhrinya junior Sehun tertanam sempurna di lubangku. Aku merasa seperti ada yang sobek dibwah sana. Kurasa ada yang mengalir di sekitar rahimku. Aku tahu itu. Itu cairan namja brengsek itu. Perlahan Sehun mulai menggerakkan juniornya maju-mundur. Rasa sakitnya tak dapat tergambarkan. Saking sakitnya, aku sampai jatuh tertidur. Esok paginya, aku terbangun mendapati diriku sendiri di kamar itu. Kasur putih itu ternodai setitik warna merah. Bajuku entah terlempar kemana. Diatas TV kulihat terbaring sebuah kertas. Kuambil dan kubuka kertas yang ternyata surat. Didalamnya tertulis,

 

“ Lee Ahra…. Apa jadinya jika fans-fans namja mu itu tau kau sudah hamil? Oh, jangan hanya fans mu, orang tua mu pasti kaget sekali! Aku akan sabar menunggu waktu itu tiba! Omong-omong, tadi malam kau liar sekali. Tau tidak, banyak goresan macan mu di punggungku. Baiklah, gomawo yang semalam! Kapan-kapan mari kita ulangi lagi!

Tertanda : Oh Sehun “

 

Brengsek! Namja itu! Sudah mengambil milikku yang paling berharga, dia tidak mau bertanggung jawab. Nasi sudah menjadi bubur. Aku pun berusaha mencari baju-bajuku, namun tidak ada satu pun bajuku yang ada di kamar itu. Entah dibawa kemana oleh namja brengsek itu! Yang ada hanya dress sepaha berwarna orange soft dan putih. Karena tidak ada pilihan lain, yasudah aku memakai baju itu. Lalu aku memikirkan apa yang akan kuperbuat setelah ini.

*****

–3 Bulan Kemudian—

Aku bersikap seolah kejadian itu tidak pernah terjadi. Namun, tak bisa kupungkiri perutku yang semakin hari semakin besar. Tak jarang juga aku bolak-balik mall untuk membeli baju yang dapat menutupi perut buncitku. Semua pertanyaan orang-orang juga kujawab dengan, “Iya.. hehe aku semakin gendut yaa…”

Namun semakin lama eomma dan appaku mulai curiga. Karena aku sering mual-mual dan tidak nafsu makan. Suatu hari, akhirnya aku memberanikan diri berkata yang sejujurnya pada eomma dan appa.

“Eomma, appa, I want to tell you something”

“what’s that?” tanya appa

“I’m pregnant” ujarku sambil menahan takut.

“What? Pregnant? Please take your clothes and take out your feet from this house NOW!” apa yang akan appa katakan sudah dapat kubayangkan. Emosi nya meledak-ledak. Sementara eomma hanya dapat menangis. Aku dapat mengerti perasaan kedua orang tuaku. Bagaimana rasanya memiliki putri yang sudah tidak perawan lagi. Apalagi aku anak satu-satunya di keluarga ini. Memang ku akui aku juga kesal dengan appa. Ia tidak mau mendengarkan segala penjelasan ku dulu. Tapi aku juga merasa tidak layak lagi berada di rumah ini. Aku sudah mencoret nama baik keluarga ku. Lebih baik aku meninggalkan rumah ini.

Segera setelah aku selesai mengepack barang-barangku, aku mengucapkan kata perpisahan yang dengan berat hati harus kukatakan.

 “Eomma, appa, mianhae membuat kalian kecewa. Maaf atas segala kesalahan yang pernah kulakukan terhadap eomma-appa. Gomawo atas semua yang sudah appa berikan padaku. Sekarang sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan rumah ini. Sekali lagi, Mianhae”

Sesudah berkata seperti itu, aku segera melangkahkan kaki ku keluar rumah ini. Disertai tangisan eomma, aku pun berjalan dengan air mata yang setia menurun dari kedua mata coklatku. Dan sekali lagi ini karena perbuatan Oh Sehun.

— 2 Tahun Kemudian—

Sudah 2 tahun sejak aku pergi dari rumah. Sekarang aku telah melahirkan seorang putra yang kuberi nama Lee Jaeyoon, gabungan nama dari appa, eomma dan aku. Juga ada Chanyeol oppa yang dengan hati terbuka mau menerimaku bahkan memberikan ku tumpangan di apartemen nya yang berada di Apgujeong. Sesekali Chanyeol oppa menjengukku dan Jaeyoon. Seperti saat ini, ia tengah bermain mobil-mobilan dengan Jaeyoon. Oh, Chanyeol oppa adalah sunbae ku dulu saat masih SMA. Beruntungnya dia masih mengingatku.

“Ahjussi, ini kenapa mobil punya aku warna nya merah. Kan aku juga pingin yang warna hijau kayak punya ahjussi.” Aku yang mendengarnya hanya bisa tertawa. Sungguh bahagia rasanya melihat putra ku sendiri bahagia.

“Eoh, Jaeyoon pengen yang punya ahjussi? Minta eomma belikan dong! Hahaha”

“Eomma eomma, Jaeyoon pengen punya mobil kayak punya ahjussi. Eomma beliin ya…????” ujarnya sambil ber-aegyo-ria di depanku.

“Ne, kapan-kapan ya. Sekarang Jaeyoon tidur dulu ne? Ini sudah malam.”

“Ne! Yeol ahjussi, jaljayoo..”

“Nee… Jalja Yoon!” kudengar Chanyeol oppa membalas sapaan anak ku. Rasanya seperti anak yang memberikan salam tidur pada appa nya, dan appa nya membalas.

“Chanyeol oppa akan pulang sekarang? Ayo kuantar ke depan” ajakku pada Chanyeol oppa.

“Ne. Tapi sebentar, aku mau bicara padamu Ra-ah”

“Bicara? Bicara apa oppa?”

“Sampai kapan kau mau seperti ini? Tidakkah kau ingin memberitahu orang tuamu? Tentang Jaeyoon?”

“Ani oppa. Sooner or later, they’ll known by theirself “

“Geurae, kalau begitu keputusanmu. Aku pulang dulu. Baik-baiklah di sini. Annyeong!”

“Ne. Annyeong!”

*****

Sekarang aku tengah berada di pusat perbelanjaan bersama Chanyeol oppa dan Jaeyoon. Jaeyoon terlihat sangat bahagia.

“ahjussi ahjussi, aku mau ke sana.” Katanya sambil menunjuk toko mainan

“Ahjussi, aku juga mau ke sana” kali ini menunjuk petshop.

“Eomma, temani aku ke sana” ujarnya sambil menarik tanganku ke arena bermain.

“Aigoo… jadi Jaeyoon mau nya pergi ke mana?” tanya Chanyeol

“Hehe ahjussi. Abis aku seneng banget sih. Akhirnya aku bisa nunjukkin kalo aku punya appa walaupun ahjussi bukan appaku.”

Aku tertegun mendengarnya. ‘apa ia terlalu kesepian?’ Memang sih, dia pernah cerita padaku kalau dia suka dibully karena tidak memiliki appa. Namun aku tidak menyangka dia akan kesepian seperti ini. Apa aku harus menerima saja lamaran Chanyeol oppa? Ahh.. nado molla..

/SKIP/ –> Shopping

Karena sudah malam dan Jaeyoon merengek sudah capai, akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke apartemen yang Chanyeol oppa pinjamkan padaku. Di dalam mobil, Jaeyoon langsung tertidur. Aku memutar ingatanku lagi, mengulang kejadian saat Chanyeol oppa melamarku.

“Ra ah, tadi Jaeyoon cerita padaku. Katanya ia sering diledek karena tidak memiliki appa”

“Ne. Dia juga sudah cerita padaku.”

“Ra ah, aku akan mengatakan sesuatu. Dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya lagi”

“Ne. malhaebwa.”

“Lee Ahra, nan neol jeongmal saranghae. Would you be mine? I promise I’ll be good father for him and good husband for you”

“Oppa, mianhae.. aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Beri aku waktu 1 minggu”

Tiba-tiba suasana di sekitar kami jadi berubah canggung.

“Ra ah? Lee Ahra? Kita sudah sampai.” Ucap Chanyeol oppa menyadarkanku dari lamunan.

“Hm? Oh ya oppa” aku berdiri dan akan menggendong Jaeyoon.

“Biar aku yang menggendongnya. Kau masuklah ke dalam”

“Gomawo oppa”

Jaeyoon room

“Nah, tidurkan sini saja oppa.” Ucapku sambil menunjuk kasur bertemakan superheroes milik Jaeyoon.

“Jaeyoon ah, jaljayoo” Chanyeol mengecup kening Jaeyoon layaknya seorang appa. Membuatku semakin yakin untuk meng-iya-kan lamaran Chanyeol oppa.

“Oppa mau pulang sekarang?”

“Ne. Ini sudah malam”

“Ayo kuantar sampai depan” kataku seraya menutup pintu kamar Jaeyoon perlahan, takut membangunkannya.

“Kajja” Chanyeol oppa menggandeng tanganku sampai depan.

/SKIP/–> otw ke depan

“Oppa gomawo untuk hari ini” kataku sambil memeluk Chanyeol oppa

“Ne. sama-sama Ra ah. Yang penting kan Jaeyeoon senang.” Chanyeol oppa balas memelukku.

“Oppa, aku sudah memikirkannya”

“Apa?”

“Lamaran oppa.”

“Lalu apa kau menerimanya?”

“Oppa, nan neol jeongmal saranghae”

“Gomawo.. my promise on you, I’ll make it true”

Lalu Chanyeol oppa mencium bibirku lembut. Tanpa nafsu seperti yang dilakukan Sehun. Kali ini ciuman yang didasari akan perasaan cinta yang tulus.

[author pov]

Mereka sangat menikmati ciuman lembut mereka dibawah terangnya sinar bulan dan bintang.

Namun mereka tidak menyadari sepasang mata yang melihat mereka dengan kilat kemarahan yang sangat luar biasa.

Don’t worry babe,

The game has just begun

 

TBC

Haloo semuanyaa….. author Jiyeon kembali menyapa anda semua. /dadah dadah sama Kai / Akhirnya ff tergajelas ini berhasil diselesaikan juga^^ tentunya dengan semangat yang teman-teman berikan lewat segala comment yang aku terima, its really help me J. Ini ff juga udah Jiyeon post di wordpress pribadi Jiyeon di htp://aquabeat.wordpress.com  . Kunjungi yaa! Tanpa banyak cing-cong gaje ini, jiyeon hanya meminta 1 hal saja buat para readers yang membaca ff ini, please tinggalkan comment kalian. Walaupun itu hanya berupa titik(.) tapi itu berarti buat jiyeon karena itu artinya masih ada yang respon dengan ff ini. Baiklah… sampai ketemu di next ff^^

40 pemikiran pada “Survive! (Chapter 1)

  1. Devil Sehun.. 😠
    Klo ngliat ff Sehun yg sifatnya kek gni psti selalu ada Chanyeol oppa yg selalu nemenin atau nolongin wanita yg udh dibuat skit oleh Sehun.. Next chingu!!

  2. Sehun wae sihhh tak bertanggung jawab, meski disini chanyeol baik pengen ngelamar ah ra tpi napa ya lebih cocok sehun, ?? Keep writng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s