Hate or Love (Chapter 3)

Title : Hate or Love (Chapter 3)

Author : starLinn (@StellaW_)

Genger : Romance, family, …

Rating : G

Main cast : Yoon Hagun (OC), Oh Sehun, Kim Jongin

Sub cast : Yoon Joonmyeon, Yoon Bora, Xi Luhan, ……

Length : Chapter

Annyeong, author kembali dengan chapter 3! Typo bertebaran di mana-mana, harap dimaklumkan. Jangan lupa RCLnya readers. Author membutuhkan saran kalian ^^

Selamat membaca~

PYONG!!

********

 

Srekk..Srekk..

 “Roo? Apa itu kau?” Hagun membalikkan tubuhnya.

“AAAAAA!!!  SIAPA KAU??” tanya Hagun dengan teriakannya.

Chapter 3

“Ohh, kau sudah pulang rupanya” ucap seorang namja, tanpa menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan Hagun.

“YA! Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau ini siapa? Dan bagaimana kau bisa masuk? Roo? YA! Jangan sentuh dia!”

“Aku tak menyentuhnya, aku menggendongnya babo.”

“Kau yang babo, kalau kau tak menyentuhnya bagaimana bisa kau menggendongnya? Cepat kembalikan Roo padaku! Atau..”

“Atau apa hmm?”

“Atau, aku akan memukulmu!” Hagun mengambil sapu yang letaknya tak jauh darinya.

“Dengan ini!” lanjutnya.

 “Aishh, ya sudah aku kembalikan.” Orang yang belum diketahui Hagun ini, melempar Roo dan dengan sigap Hagun menangkapnya.

“YA! KAU GILA EOH?? KALAU SAMPAI TERJADI SESUATU PADA ANJING INI, KAU AKAN MATI!!” teriak Hagun lalu berlari meninggalkan namja asing itu sendiri.

“Aishhh, bagaimana bisa dia memiliki suara mengerikan seperti itu? Gendang telingaku bisa pecah.” Ucap namja asing itu lalu menekan-nekan telinganya. Dia berharap teriakan Hagun dapat melompat keluar dari telinganya.

*******

“Aishhh, eomma tega-teganya kau meninggalkanku dengan namja seperti itu.” Ucap Hagun yang sedang menelpon eommanya.

“Hanya beberapa hari saja, eomma dan appa ada pekerjaan mendadak disini.”  Jawab Bora dari seberang sana.

“Tapi kenapa eomma tidak memberitahuku terlebih dahulu? Aku tidak mau tinggal dengan namja itu. Aku mohon eommaa!!” rengek Hagun.

“Mianhae chagi, eomma kira kau akan dengan senang hati menerima namja tampan seperti dia, kkkkk~”

“Apa?? Tampan kata eomma??? Dia sama sekali tidak tampan dan dia itu namja paling menyebalkan yang pernah aku temui. Kau tau, tadi dia melempar Roo, untung saja aku bisa menangkapnya. Kalau tidak, mungkin sekarang Roo sudah tiada.”

“Benarkah?? Eomma tidak percaya dia melempar Roo.”

“Ne?! Eomma tidak percaya dengan anakmu sendiri dan malah percaya dengan orang asing? Huaaa, eomma kau jahat!”

“Ya! Bukan itu maksud eomma, sudahlah jangan bahas itu lagi. Oiya, dia itu memiliki nama, Oh Sehun. Jangan memanggilnya dengan sebutan orang asing. Karena mulai detik ini, dia menjadi bagian dari keluarga kita, Sudah yaa.. Eomma lelah, annyeong chagi~. Jaga dirimu dan bersikap manislah pada Sehun!!” detik kemudian Bora memutuskan sambungan telponnya dengan Hagun. Hagun menatap layar ponselnya dengan kesal dan melemparnya ke ranjang.

“ARGGHH!!! KENAPA HIDUPKU SESIAL INI???” teriak Hagun lalu mengacak rambutnya frustasi.

“Hey! Yeoja mengerikan! Jangan berteriak malam-malam begini dan cepat turun, habiskan makananmu!” ucap Sehun dari bawah dengan sedikit berteriak. Dengan amara yang masih menyala-nyala, Hagun turun dan menatap tajam ke arah Sehun.

“Wae? Jangan tatap aku seperti itu, kau terlihat sangat mengerikan.”

“Kau.. Benar-benar membuat kesabaranku habis!!!” Hagun berlari ke arah Sehun dan menjambak rambutnya.

“Ya!! Lepaskan!!” pinta Sehun sambil menahan sakit. Tapi Hagun terus manjambak rambut Sehun bahkan menjadi dua kali lipat lebih keras.

“Akhh!!! YAA! YOON HAGUN, HENTIKAN!!” bentak Sehun dengan keras dan itu membuat Hagun menghentikan aksinya. Sehun menatap tak kalah tajamnya dengan tatapan Hagun. Dia merapikan sedikit penampilannya dan pergi ke kamar yang sudah disiapkan Bora. Hagun hanya menatap kepergian Sehun, dan dia baru menyadari kalau kamarnya bersebrangan dengan Sehun.

“Benar-benar kehidupan yang menyedihkan.”

*********

“Roo, tolong bangunkan gadis mengerikan itu.” ucap Sehun pada Roo. Roo yang mengerti dengan perkataan tuan baru di rumahnya itupun berlari masuk ke kamar Hagun.

“Gukkk.. Gukkk.. *Hagun ayo bangun, ini sudah pagi*” Roo naik ke ranjang dan berputar-putar di atas tubuh Hagun.

“Eungghh, beri aku 5 menit lagi. Aku masih ingin tidur Roo..” pinta Hagun dan memeluk Roo.

“Gukk.. Gukk.. Gukk.. *Tidak bisa, ada yang menunggumu di luar*” Roo memberontak dan menggigit baju Hagun serta menarik-nariknya, berharap Hagun akan menyerah dan akhirnya mau bangun. Tapi hasilnya nihil, Hagun hanya diam dan dia kembali tertidur. Bukannya berusaha lebih keras untuk membangunkan Hagun, Roo malah ikut tertidur. 15 menit telah terlewatkan, dan Sehun hanya menunggu sambil berharap sebentar lagi Hagun akan keluar dengan pakaian lengkap untuk berangkat ke sekolah. Ya, Sehun satu sekolah dengan Hagun dan Hagun belum mengetahui itu.

“Aishh, kenapa Roo tak keluar? Apa terjadi sesuatu di dalam?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

“lebih baik aku mengechek kedalam.” Lanjutnya lalu masuk ke dalam kamar Hagun. Sehun menganga melihat dua makhluk yang tertidur dengan pulasnya. Sehun mendekat ke ranjang dan menusuk-nusuk pipi Hagun.

“Ya! Yeoja mengerikan cepat bangun, aku tak mau terlambat dihari pertamaku sekolah.”

“…..” tak ada jawaban dari Hagun

“Yaaa.. Cepat bangun!” suara Sehun meninggi dan dia mencubit pipi Hagun.

“Nghhh..” Hagun membuka perlahan matanya dan dia menatap Sehun yang berada tepat di depan wajahnya. Awalnya dia tidak sadar tapi

“APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU HAH?!” tanya Hagun yang terlihat panik. Sehun hanya mengeluarkan wajah datarnya dan berbalik badan.

“Untuk membangunkanmu, cepat mandi waktumu hampir habis.” ucap Sehun lalu dia keluar dari kamar Hagun.

“Aishhh, dasar namja asing sialan!!” Hagun melempar bantal ke arah pintu, untung Sehun sudah menghilang kalau tidak, mungkin kepala Sehun sudah menjadi tempat landasan bantal itu. Dengan muka masam Hagun bangun dan masuk ke kamar mandi. Roo? Dia mengikuti Sehun keluar sebelum Hagun mengamuk dan manjadikannya sasaran empuk.

*********

“Kau tak sarapan?” tanya Sehun tanpa melihat ke arah Hagun.

“Aku tak lapar.” Jawab Hagun singkat dan dia hilang di balik pintu.

“Dia semakin mengerikan.” Sehun mengambil tasnya dan mengikuti jejak Hagun. Sepanjang jalan Sehun memperhatikan Hagun, menurutnya Hagun memiliki wajah yang manis dan tubuh yang cukup menarik(?). Tapi sikap dan suaranya mengatakan kalau dia adalah seorang jelmaan iblis.

“Ya! Namja asing! Kenapa kau mengikutiku, eoh??” tanya Hagun sambil berbalik badan menghadap Sehun.

“Kau tak melihat seragamku?” Sehun malah bertanya balik dengan wajah datarnya.

“Seragam?” Hagun memperhatikan seragam Sehun dari atas sampai bawah dan dia melakukan hal yang sama kepada dirinya.

“Haha… Jangan bilang kalau kau satu sekolah denganku??”

“Hmmm, begitulahh.”

“MWOO??!!!” teriak Hagun depresi. Sehun mendekat dan menutup mulut Hagun.

“Jangan berteriak seperti itu babo.” Ucap Sehun lalu melirik kesana kemari, dia takut ada yang mengira Sehun ingin mencelakai Hagun. Hagun menendang kaki Sehun. Dan otomatis Sehun melepaskan tanganya dari mulut Hagun.

“Rasakan itu!” ucap Hagun lalu dia berlari meninggalkan Sehun yang tampak kesakitan.

“Ya!! Aishh, kakiku! Hey! Tunggu aku yeoja mengerikan!” Sehun mengejar Hagun dengan langkah tertatih-tatih. Hagun terus berlari tanpa memperdulikan Sehun. Kalau saja Sehun sudah mengetahui letak sekolah barunya, dia tidak perlu mati-matian mengejar Hagun. Sehun mengerahkan seluruh kekuatannya sampai pada akhirnya dia tiba di sekolah. Hagun itu pelari yang buruk, walaupun kaki Sehun masih sakit dia tetap bisa mengejar Hagun.

“Gomawo telah mengantarku.” Ucap Sehun lalu berjalan melewati Hagun.

“Ba-bagaimana bisa dia mengejarku? Padahal tadi aku menendang kakinya.. Hahhh, sudahlah aku tak mau tahu. Yang penting dia tak sekelas denganku, wajahnya terlihat jauh lebih tua dariku.” Ucap Hagun lalu masuk ke dalam sekolah dan berjalan menuju kelasnya.

“Jongin-ahh!!” panggil Hagun saat masuk ke dalam kelas.

“Ehh?? Dimana dia? Tumben sekali dia belum datang.” Hagun berjalan ke tempat duduknya yang terletak di baris kedua paling kiri. Dan mejanya percis berada di sebelah jendela. Hagun duduk dan meletakan kepalanya di atas tangan. Dia memejamkan mata dan mulai masuk ke alam mimpi.

 

KRINGG!!

Bel tanda pelajaran dimulai berbunyi, Hagun masih tertidur sampai Baekhyun, temannya membangunkan dia.

“Hagun! Cepat bangun, sebentar lagi Luhan Seongsanim akan datang.” ucap Baekhyun sambil menguncang-guncangkan tubuh Hagun. Kalau tak ada Jongin, maka Baekhyunlah yang menjadi alarm Hagun.

“Hmmm, aku sudah bangun.” Ucap Hagun pelan dengan posisi yang tak berubah. Tak lama Luhan masuk dan memperkenalkan murid baru. Sayangnya Hagun  kembali tertidur dan melewatkan sesi perkenalan itu. Luhan sudah mengetahui sifat Hagun dan dia tidak perduli kalau Hagun tertidur.

“Apa kau tak lelah tidur terus menerus hmm?” tanya orang yang berada di sebelah Hagun.

“Tidak, dan itu bukan urusanmu.” jawab Hagun setengah sadar.

“Itu urusanku, karena kau teman sebangkuku, kalau kau tidur terus itu akan menggangguku.” ucap orang itu lagi. Perlahan Hagun menegakan posisi duduknya dan menghadap orang di sebelahnya. Dia menajamkan penglihatannya,

“Ohhh.. kau rupanya namja asing.” Ucap hagun lalu kembali pada posisi awalnya. Tapi detik selanjutnya,

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI??” tanya Hagun dengan teriakan khasnya, tapi teriakan itu keluar disaat yang tak tepat. Orang disamping Hagun yang bukan lain adalah Sehun, hanya menatap Hagun.

“Ya! Hagun! Kenapa kau berteriak eoh??” tanya Luhan.

“Oppa! Bagaimana bisa namja ini ada di sebelahku??”

“Siapa suruh kau tidur tadi, dia itu murid pindahan dari Busan. Bukannya kau sudah mengenal dia? Oiya, jangan panggil aku dengan sebutan ‘oppa’ kalau ada di kelas!” ucap Luhan panjang lebar.

“Aku mohon pindahkan dia dari sini!”

“Tidak bisa!! Sudah keluar kau dari kelasku, kau itu selalu saja menggangu.” Suruh Luhan lalu mendorong Hagun keluar dari kelas. Murid-murid yang lain terlihat menahan tawanya sedangkan Sehun tetap dengan wajah datarnya. Mungkin karena dia sudah tahu kalau hal ini akan terjadi.

“Lihat saja, kau tak akan hidup tenang namja asing.” ucap Hagun pelan, sebelum benar-benar terdorong keluar dari kelas. Karena tak ada kerjaan, Hagun mengambil ponsel dari kantungnya rompinya dan menelpon Jongin.

“Yaaa, Jongin kenapa kau tak mengangkat telponku huh??” Hagun terlihat gelisah. Sahabatnya tak masuk sekolah, padahal Hagun sangat membutuhkan kehadirannya.

“Sepulang sekolah nanti, aku harus ke rumahnya.” ucap Hagun pada dirinya sendiri. Tiba-tiba Luhan keluar dari kelas, jam pelajarannya sudah selesai.

“Hagun, ikut ke ruanganku.” ucap Luhan.

“Aishh.. Mati aku…” Hagunpun mengikutin Luhan ke kantor guru dengan bibir yang berkomat-kamit. Mungkin dia sedang berdoa kepada Tuhan, agar Luhan tak marah padanya. Hagun duduk di depan Luhan yang sedang menatapnya.

“Emm, mianhae Luhan oppa… Aku tak akan mengulanginya lagi.” Hagun tertunduk karena takut.

“Aishhh, kau itu benar-benar membuatku pusing. Selalu saja kau bertindak semaumu tanpa memikirkannya. Aku ingin sekali menghukummu tapi mengingat kau itu sepupuku, kali ini akan ku maafkan.”

“Jeongmal?? Gomawo oppa, aku tahu kau memang baik!” ucap Hagun senang lalu memeluk Luhan.

“Tsk, sudah-sudah kembali sana ke kelasmu. Dan jangan membuat masalah lagi, arra?”

“Ne! Siap komandan!” Hagun memberi hormat dan hendak keluar dari ruangan Luhan, tapi

“Jamkkanman!” tahan Luhan

“Wae-waeyoo??” tanya Hagun gugup

“Ada hubungan apa kau dengan Sehun?”

“Ehh?? Maksud oppa?”

“Kenapa kau terkejut melihat Sehun di sebelahmu?” tanya Luhan yang berubah serius.

“Hmm itu… ahhh, jelas aku terkejut itukan tempat duduk Jongin, dan tiba-tiba ada namja asing itu di sana” jawab Hagun lalu keluar dari ruangan Luhan. Dia tampak gugup tapi Luhan tak menyadarinya.

“Eoh? Namja asing? Panggilan yang aneh.”

**********

Hagun Pov

“Hmm itu… ahhh, jelas aku terkejut itukan tempat duduk Jongin, dan tiba-tiba ada namja asing disana” jawabku lalu keluar dari ruangan Luhan oppa. Kenapa tadi aku gugup? Jelas-jelas itu memang tempat Jongin, tapi kenapa aku merasa tak yakin dengan jawabanku tadi? Aishhh, sudahlah aku tak mau tahu! Dengan perasaan campur aduk aku kembali ke kelas. Tapi waktu aku masuk tak ada seongsanim, tumben sekali. Aku berjalan ke arah tempat dudukku. Dan ada namja asing itu. Aishhh, aku tak mau duduk di sebelahnya.

“Ya! Namja asing, kursi yang kau duduki itu sudah ada yang menempatinya. Jadi kau pindah saja ke belakang.” Suruhku tanpa menatapnya.

“Kau tak berhak menyuruhku pindah. Lagi pula tidak ada yang memintaku pindah selain kau. Jadi menurutku tempat ini kosong.” Aishhh, menyebalkan sekali namja ini. Aku menggigit bibir bawahku, emosiku tak boleh meledak. Ayo Hagun, tenangkan dirimu.

“Hahh….” dengan berat hati aku duduk di sebelahnya. Aihhh, mimpi apa aku semalam?

“kau tahu kemana guru yang akan mengajar kita?” tanya Sehun tapi aku hanya mendiamkannya.

“Ya, kau tahu tidak?” tanya Sehun sekali lagi, dan aku tetap diam.

“Yoon Hagun!” ucapnya sedikit membentak lalu menarikku agar menghadapnya. Mata kami bertemu dan aku merasa waktu berhenti. Dia menatapku tanpa berkedip begitu juga denganku. Wajahku serasa memanas, apa-apaan ini? Baru pertama kali aku merasakannya. Sehun mendekatkan wajahnya, aku ingin berontak tapi tubuhku berkata lain. Tubuhku mengatakan untuk diam, diam untuk menikmati suasana ini. Wajahnya semakin dekat dan…

To Be Continue~

Iklan

31 pemikiran pada “Hate or Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s