He’s an Ahjussi [Chapter 1]

 New Picture (2)

|Tittle: He’s an Ahjussi|Author: hyofoods|Length: Chaptered [1] |

|Genre: Arranggedmarriage, romance, a little bit comedy|

|Main Cast: Jo Yeonhee (OC/You)& Xi Luhan|

Author Note: Hello! hyofoods disini mwah! Cuma mau bilang, ide cerita asli dari pikiran saya sendiri. Mungkin, kalo dari tittlenya emang mirip sama beberapa fanfic yang lebih bagus dari fanfic saya ahaha^^ Maaf untuk typo atau kata-kata yang kurang enak dilihat, saya masih author baru, hehe. No bash&No silent reader!

Kunjungi blog aku ya: hyofoods.wordpress.com ^o^

©hyofoods

Author Point of View

Yeonhee melempar tasnya asal.Tubuh mungilnya yang sudah tidak kuat untuk berdiri tegak kini telah berada di atas kasur.Yeonhee memejamkan matanyasambil menggumam tidak jelas.Sampai beberapa menit kemudian, ia tertidur.

Belum lama ia tertidur, pintu kamarnya terbuka; menampilkan sosok kakak laki-lakinya –Jo Youngmin, “Yeonnie~  kau tidak makan huh? Makan malam sudah siap, loh.” Youngmin mendekati Yeonhee yang samasekali tidak merespon perkataannya, “Yeonnie? Kau sakit huh?”

Youngmin menyentuh dahi Yeonhee.Keningnya mengkerut, “Hey! Badanmu bahkan tidak panas! Yeonnie~ kau kenapa huh?”  Youngmin mengguncang-guncang badan Yeonhee dan menepuk-nepuk pipinya sampai–

“YA!! JO YOUNGMIN!! KELUAR DARI KAMAR KU SE-KA-RANG!”

Yeonhee langsung terbangun –berdiri dan mendorong Youngmin dengan kasar untuk keluar dari kamarnya.Yeonhee bahkan mengabaikan omelan Youngmin karena teriakan Yeonhee yang berimbas pada telinganya.

“Yeonnie kau benar-benar– “

BLAM

“ –menyebalkan.”

©hyofoods

“Mana anak itu?

Mr. Jo melipat koran yang tadi sedang di bacanya. Ia menatap ke arah Youngmin yang mendapat perintah untuk memanggil Yeonhee. Sedangkan yang ditanya hanya mengedikkan bahunya dan duduk di sebelah saudara kembarnya sekaligus kakak Yeonhee –Jo Kwangmin.

“Pasti ia sedang tidur dan tak ingin dibangunkan. Sejak tadi moodnya jelek, sepertinya ia mendapat masalah.” ujar Kwangmin,

Mrs. Jo yang terlihat sedikit khawatir pun bertanya pada Kwangmin, “Ada apa?Masalah apa?”

Kwangmin mengendikkan bahunya, “Entahlah, aku juga tak tau.“ Tak lama kemudian Kwangmin menjentikkan jarinya, “Ah! Mungkin dia baru saja putus dengan pacarnya?!”Celetukkan Kwangmin membuat Youngmin melotot dan menyenggol bahu saudara kembarnya itu.

“Bodoh! Yeonhee tidak mungkin mempunyai pacar! Lagipula, Yeonhee kan sudah mempunyai –“

“Mempunyai apa?”

Tanpa mereka semua sadari, Yeonhee sudah berada di ruang makan Keluarga Jo.Tangannya menggenggam gelas kaca berisi air mineral yang tinggal setengah, alisnya mengkerut bingung.

Oh! Yeonnie~ kemarilah~! Eomma  sudah memasakkan sup kesukaan mu,dear.” Mrs. Jo tersenyum semanis mungkin, tetapi sepertinya usaha ‘tersenyumlah-untuk-menutupi-sesuatu’ itu gagal,

Yeonhee makin mengkerutkan alisnya, ‘ada yang tidak beres disini’ batinnya.

Hey!Aku bertanya kepada kalian. Aku mempunyai apa?”

“Sepertinya itu bukan urusan yang penting, Yeonnie.”Kwangmin berbicara sambil tertawa aneh.

“Oh ya?Sepertinya itu urusan yang penting.”  Yeonhee membalas perkataan Kwangmin dengan menyipitkan matanya

Suasana di ruangan itu pun menjadi sedikit tegang.Tak ada yang berbicara maupun melanjutkan makan lagi.

Diam-diam Kwangmin menggerutu kesal pada saudara kembarnya –Youngmin.

‘Yak, dasar bodoh!Ini semua gara-gara kau Jo Youngmin!’

Gerutuan Kwangmin atau yang lebih pantas disebut bisikan itu hanya ditanggapi Youngmin dengan raut wajah bersalahnya.

Hallo? Mengapa kalian semua diam?Apa salahnya menjawab?”

Karena tidak ada yang merepon pertanyaannya, Yeonhee menaruh gelas kaca itu di atas meja makan dan memangku tangannya, “Apakah ada hal yang aku tidak tau?”

Ruangan itu masih tetap hening.Tak ada yang bersuara.

“Oh! Ayolah!”Yeonhee yang merasa kesal karena tidak ada yang menanggapi perkataannya mulai berjalan menjauh dari ruang makan dan menuju ke kamarnya,

 

“Kau mempunyai tunangan!”

Perkataan Kwangmin membuat Yeonhee refleks membalikkan badannya, semua yang berada di ruangan itu melotot mendengarnya,

“Kenapa? Sudah saat nyaia mengetahui ini kan? Sampai kapan harus disembunyikan?”

Yeonhee yang mendengar perkataan Kwangmin selanjutnya malah bertambah bingung –dan kaget tentunya.

“A-apa maksudnya ini? K-Kwang, kau bercanda kan? Ha-ha” Yeonhee menutupi kekagetannya dengan tertawa aneh, ‘tunangan? Aku mempunyai tunangan?!Yang benar saja!’ batin nya.

“Yeonhee, perkataan oppa mu benar,” Mr. Jo menarik napas nya dan kembali melanjutkan kalimatnya, “Kau… mempunyai tunangan.”

Mr. Jo angkat suara, ia tak mau diam terus menerus. Dan terpaksa, ia harus mengakuinya. Sejujurnya itu membuat Yeonhee lebih kaget dari sebelumnya, “T-tunggu, apa maksudnya ini? Kalian tidak sedang bermain drama kan? Ha-ha.“

“Yeonnie~ Sebaiknya kau mandi dulu, dear.Lihatlah, rambutmu acak-acakan.Bahkan kau masih menggunakan seragam sekolah.Cepat mandi lalu makan.Setelah itu, eomma dan appa ingin berbicara denganmu.Hanya denganmu.Dan kalian, Young dan Kwang, cepat kerjakan tugas kalian.Eommatidak mau mendapat panggilan lagi dari sekolah karena kelakuan anak eomma yang jarang mengumpulkan tugas.Go! Go!

Perkataan Mrs. Jo sukses membuat Yeonhee dan kedua saudara kembar itu bungkam dan kembali masuk ke kamarnya.

Yeonhee mendengus.Berbagai macam pikiran dan tebakan mulai memenuhi kepala Yeonhee.Ia bingung.

©hyofoods

Setelah mandi dan makan malam, Yeonhee menemui orang tuanya di ruang tamu.Yeonhee merasa sedikit tidak enak.Ia meneguk ludahnya, “Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan?”

“Tunanganmu.” Mr. Jo langsung berbicara to the point, dan itu membuat Yeonhee membelalakkan matanya,

“Jadi… semua ini benar?Yang dikatakan Kwang benar?”

“Sepertinya kita memang harus menceritakan ini semua padamu.”Mrs. Jo menghela napasnya, “Kau bertunangan dengan seseorang saat usia mu 10 tahun. Terdengar konyol memang, tapi itu adalah permintaan terakhir kakekmu sebelum ia meninggal. Kakekmu ingin melihat cucunya bertunangan dengan namja  yang ia pilihkan.”

Yeonhee mendengarkan cerita eommanya dalam diam.  Otak nya masih belum bisa mencerna apa yang eommanya ceritakan.Blank.

Merasa tidak ada ‘penolakan’ dari Yeonhee, Mrs. Jo kembali melanjutkan ceritanya, “Namja yang dipilihkan kakekmu adalah cucu dari sahabat baiknya.Mereka –kakekmu dan sahabatnya, ingin saling menikahkan cucunya.Jika cucu mereka namja dan yeoja tentunya.”

“Cucu dari sahabat kakekmu ternyata seorang namja, jadi kakekmu berharap eomma akan melahirkan anak yeoja.Dan yeah, beberapa tahun setelah kakak kembarmu lahir, kau pun juga lahir kedunia ini.Kakekmu sangat senang. Obsesi menikahkan cucunya ternyata akan terjadi. Lalu…”

“La-lalu?” Yeonhee menatap eommanya sendu,

“Lalu saat kau berumur 10 tahun, kakekmu sakit keras.Dengan keadaannya yang kritis, dia tetap berpegang teguh pada obsesinya. Tidak ada cara lain untuk membuat kakekmu senang di akhir masa tuanya, kecuali dengan menikahkanmu dengan namja pilihan kakekmu. Karena mustahil menikahkan anak sekecil dirimu, kami akhirnya sepakat untuk melaksanakan pertungan saja.Kakekmu dan sahabatnya sangat senang waktu itu.Sampai beberapa hari kemudian, kakekmu sudah tertidur dengan tenang selamanya.”

Yeonhee merasa tenggorokannya tercekat, seketika ia teringat pada sosok pria tua yang selalu memanggilnya dengan panggilan, Yeonnie. ‘Kakek…

Mrs. Jo yang tadinya menatap ke atas atap ruang tamu, sekarang tatapannya tertuju pada Yeonhee, “Dan ada lagi satu permintaan kakekmu.”

“Apa itu?”

“Kakekmu ingin kau dan ‘calon suamimu’ menikah disaat kau sudah berumur lebih dari 17 tahun. Ini mungkin adalah waktu yang tepat.”Mr. Jo melanjutkan perkataan istrinya. Dan iya tahu, putrinya ini pasti akan–

“APA?!”

Yeah, pasti akan seperti ini.

“T-tapi aku bahkan–“

“Tidak bias membantah.”Mr. Jo membenarkan letak kaca matanya santai, “Kau akan bertemu dengannya besok.”

Dan mereka –Mr & Mrs Jo selalu tahu kelakuan putrinya yang–

“APA?!”

Yang seperti ini.

©hyofoods

“Baiklah aku mau tapi…” Yeonhee menghela napasnya sebentar dan kembali melanjutkan kalimatnya, “Siapa ‘namja-pilihan-kakek’ itu?”

Mrs. Jo tersenyum simpul, “Kau akan mengetahuinya besok, dear.”

“La-lalu, kenapa aku tidak bisa ingat dengan err- ‘pertunangan’ itu?”

“Kecelakaan itu.” Perkataan appanya membuat Yeonhee bingung,

“Kecelakaan apa?A-aku?”

“Ya.Saat kau berumur 12 tahun, kau mengalami kecelakaan.” Mr. Jo mengangkat kepalanya keatas –berusaha mengingat ‘peristiwa’ tersebut, “ Kata dokter, kecelakaan itu berimbas pada ingatanmu. Itu  semua dikarenakan benturan yang cukup keras pada kepalamu. Dan mungkin, peristiwa ‘pertunangan’ itu sudah menghilang dari ingatanmu.”

Hening.Semuanya berada pada pikiran masing-masing.Termasuk Yeonhee tentu saja.

“Ah! Kau sudah bertanya pada appa dan eomma.Sekarang giliran eomma yang ingin bertanya padamu.” Perkataan Mrs. Jo membuat keheningan di ruang tamu keluarga Jo memudar, ia menatap Yeonhee sambil tersenyum.

“Memangnya eomma ingin bertanya apa?”

“Kata Kwang, sejak pulang sekolah tadi moodmu jelek. Sebenarnya ada apa? Kau terkena masalah, huh?”

Yeonhee membelalakkan matanya saat mendengar perkataan eommanya, ‘Oh tidak. Aku harus menjawab apa?! Awas saja kau, Kwang!’

“A-aku…” Mr. dan Mrs. Jo menatap Yeonhee bingung,

“Kenapa?”

“Aku mendapat remed di ulangan Kimia hari ini…” Yeonhee menatap appa dan eommanya takut-takut.Well, Yeonhee memang bukanlah seorang gadis pintar dan rajin yang selalu mendapatkan nilai maksimal dalam ulangan. Itu sama sekali bukan Yeonhee.  Yeonhee tahu, mungkin appa dan eommanya akan memarahinya dan menyita playstation maupun gadget-gadget miliknya. Oh, itu mimpi buruk bagi Yeonhee. Bahkan teramat buruk.

Lagi-lagi ruang tamu keluarga Jo kembali hening. Sampai beberapa saat kemudian, terdengar tawa yang menggema dari sana,

Yeonhee hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Err- kenapa?”

“ –Hahaha oh, dear. Tidak apa-apa, hari ini mood eomma dan appa sedang baik karenamu.Tak perlu takut-takut begitu haha.Kau selamat hari ini.”Mrs. Jo berdiri dan duduk disebelah Yeonhee.Ia mengelus puncak kepala putrinya sayang.

‘Yeah, aku selamat.’

“Nah!Sudah malam, waktunya tidur. Kau masih ada jadwal sekolah dan… ada acara yang  teramat penting besok.” Mrs. Jo mengedipkan matanya –bermaksud untuk menggoda Yeonhee.

‘oh please…’

Yeonhee hanya memutar bola matanya malas dan segera pergi kekamarnya.

©hyofoods

Mrs. Jo mengantar Yeonhee ke kasurnya dan mematikan lampu kamarnya, “Tidurlah.”

Setelah melihat Yeonhee memejamkan matanya, Mrs. Jo berjalan keluar dan akan menutup pintu kamar Yeonhee,

“Tunggu, eomma!”

Mr.Jo membalikkan badannya dan menatap anaknya bingung, “Yes, dear?

Yeonhee menghela napasnya, “Apa aku akan baik-baik saja?Apa ini pilihan yang terbaik? Dan… apa kakek bahagia diatas sana?”

Mr. Jo tersenyum simpul dan menghampiri ranjang putrinya, “Ya.

To be continued

© Copyright; 2013, hyofoods All Rights Reserved. 

DO NOT PLAGIARIZE.

 

 

 

Iklan

31 pemikiran pada “He’s an Ahjussi [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s