Kris Kiss

Title                : KRIS KISS

Casts              : All Member EXO, Kang (OC) Suan, Lee jiyeon (OC)

Length           : one shoot

Genre             : Romance, School Life.

Suan POV     

Kehidupan gue jauh dari apa yang sering diceritakan dalam drama drama TV. Gue gk dilahirkan menjadi super bodoh sepeti di drama TV, gue juga gk dilahirkan menjadi super pintar yang punya otak kelewat encer. Gue biasa biasa aja. Dan gue juga gk terlalu berharap apa apa. Gue anak SMA normal pada umumnya. Kehidupan sekolah gue sama kayak biasanya. Ada idola sekolah yang setiap dia lewat selalu bikin histeris semua siswi di sekolah.  Ne ne ne gue akui dia memang pantas lah jadi pujaan sesekolah toh dia memang memilki wajah yang cukup tampan dan ketenaran yang ajip pula. Pasti semua nyangka gua gk tertarik sama idol di sekolah gua, dan itulah yang membedakan gue dari orang lain. Semua salah ! Gue gk akan munafik, iya gue emang tertarik sama idol yang ada di sekolah gue tapi gue mikir buat apa gue suka sama orang yang gk suka sama gue terus emang mustahil kalau seandainya dia suka sama gue. Secara, di sekolah gue ada seorang model cantik. Lee Minmi. Model dari agensi SM itu juga satu sekolah dengan gua. Jadi, gue bersikap wajar aja.

“kyaaaaaa, kyeopta !” suara jiyeon memecahkan lamunan gua. Ne, dia teman gue.

“Ya ! Suan-ah, cepat kemari. lo akan bakal nyesel nanti” ajaknya dengan menarik-narik lengan gue. Dengan malas gue pun menghampiri nya. Memandang ke jendela persis seperti apa yang dia lakukan.

“  lo liatkan, Kris Sunbae makin cakep aja” jiyeon bicara sambil senyum senyum sendiri kayak orang gila yang telat makan obat. “Ne. dia tampan karena dia memang member sebuah boyband kan ?” gue jawab dengan sekenanya. Jiyeon mendelik kearah gue “ gk semua boyband  punya tampang bening kayak kris sunbae, lo gk liat wajahnya yang mirip cowok ganteng di manga manga Jepang ?” jiyeon bicara dengan sungguh-sungguh “lo bener, dia terlihat kayak anjing ninja di serial naruto” jawab gue, “ mata lo aja yang abnormal. Orang cakep dibilang anjing ninja. Apalagi orang jelek, lo mau bilang ee nya ninja ?”  gue ketawa dengernya, temen gue yang satu ini emang suka ceplas-ceplos, gue sempet mikir mungkin karna ceplas ceplos nya ini yang bikin Baekhyun Sunbae kepicut sama dia, di samping wajah jiyeon yang emang imut.

“andai aja yang suka sama gue itu Kris Sunbae, mungkin gua bakal seneng setengah mampus ! gue ini fans beratnya “ jiyeon bicara sambil menyembunyikan wajahnya dimeja.

“kemaren, terakhir lo bilang lo fans nya Xi Luhan. Sekarang lo bilang fans nya Kris. Jadi yang mana yang bener ?” gua basa basi agar dia mikir gua masih mendengarkannya, dia suka marah kalau gue gk dengerin semua keluhannya.

“gua suka semuanya. Gue suka semua member EXO kecuali orang itu” jiyeon bicara dengan penekanan yang berarti . gue langsung tau maksud dari orang itu, pasti Byun Baekhyun. Jiyeon mengomel lagi “ dia itu kurang ajar, gila aja gue disamain sama strawberry, strawberry kan bintik-bintik. Emang muka gue bintik-bintik banyak jerawatan apa ? Pabo !” gue Cuma bisa mengangguk ngangguk dengerinnya. Karena jika jiyeon sudah membicarakan tentang Baekhyun sunbae maka tidak akan ada habis-habisnya. Untuk menghilangkan rasa jenuh gue, gue biasanya suka nulis kata-kata indah. Gue nulis disembarang tempat, terkadang di buku pelajaran gue, disampul belakang buku perpus. Gue nulis semuanya yang terlintas di pikiran gue begitu saja. Dan dimana saja. Sekarang gue nulis di bangku sekolah. Gue menuliskan sepenggal kalimat yang terlintas dipikiran gue.

***

Kris POV

Sekarang sudah larut malam, jam pulang udah lewat beberapa jam yang lalu. Tapi gue dan temen-temen gue masih diem disekolah. Gue ngerjain tugas sekolah untuk seminggu kedepan. Karena kesibukan gue sebagai member sebuah Boyband yang mengharuskan gue lebih ekstra dalam belajar. Waktu kami terbagi antara sekolah, latihan dan tampil di stage.

“siip. Gue udah beres ! ah lelahnya “ suara Luhan yang berteriak kegirangan. Gue cuma bisa tersenyum simpul, pekerjaan gue masih banyak. Luhan memang cerdas dia bisa menyelesakain tugasnya dengan cepat. Beberapa menit kemudian Kai, Sehun, D.O, Tao, Chanyeol, Chen dan Baekhyun mendatangi kami. Mereka adalah siswa tingkat 2  berbeda dengan gue, Suho, Xiumin, Luhan dan Lay yang merupakan murid tingkat 3. Mereka menyapa kami. Ternyata mereka juga telah menyelesaikan pekerjaan nya dan yang bikin gue seneng mereka datang gk cuma dengan tangan kosong mereka bawa makanan di tangan mereka.

“moment lo pada, emang pas banget. Para hyung mu ini memang sedang menantikan makanan” celoteh Suho yang langsung nyambar itu makanan

“ne hyung, gue ngerti ngerjain tugas emang butuh tenaga ekstra. Gue yang ngusulin buat bawain makanan buat kalian” jawab chen dengan sibuk membuka makanan nya.

“xiexie, chenchen !” jawab Luhan dengan girang. Bukan hanya para hyung saja yang kelaparan tapi para murid tingkat 2 juga mereka sama-sama lapar. Mereka makan bersama di situ.  Mereka menikmati jajangmyun dengan lahapnya, termasuk gue. Gue makan jajangmyun itu dengan ganasnya. Tapi keganasan gue makan gk seganas Baekhyun. Dari tampangnya yang imut itu ternyata kalau makan dia terlihat seperti gembel yang baru nemu makan setelah berhari-hari.

“baekhyun-ya, kau makan jangan terburu-buru. Kau akan tersendak” kata gue, secara gue ini hyung mereka jadi gue harus care sama mereka.

“ne, hyung. Gwaenchana. gue sedang bersemangat makan !” jawab nya sambil terus nyeruput jajangmyun miliknya, dia tak peduli ada noda disekitaran mulutnya. Kai pun memberikan tissue padanya.

“waeyo?” Tanya Suho singkat tanpa melihat Baekhyun dia terus sibuk sama makanan nya

“gue sedang makan di kelas yeojachinggu gue. “

“jinjayo ? memang ini kelas apa ?” Tanya suho lagi, sekarang dia sedang membuka minum nya.

“ini kelas tingkat pertama hyung !” Baekhyun bicara dengan makanan yang penuh di mulutnya.

“aaaah” suho hanya menjawab segitu, dia langsung meminum air mineralnnya. Gue hanya dengerin obrolan mereka aja. Gue udah selesai makan dan diam ngasih kesempatan buat makanan yang gue makan tadi untuk menempuh perjalanan nya di dalam perut gue. Gue ngeliat kesekeliling kelas. Ini adalah kelas tingkat pertama, kelas yeojachinggunya Baekhyun. Gue duduk sambil memerhatikan seisi kelas ada yang menarik perhatian gue. Yaitu bangku yang sedang gue duduki ini. Di meja nya ada sebuah tulisan. Sepintas gue baca itu itu lisan

Kenyataan adalah apa yang tidak pernah terlihat

            Sampai seseorang mengungkapkannya

            Dengan sederhana

(kata kata Khalil Gibran)

Gue tertegun dengan kata-kata itu. Cukup menarik kata gue, gue baru tau kalau sebuah kenyataan bisa di gambarkan dan didefinisikan seperti itu. Gua sedikit tersenyum, kata-kata sederhana namun bagi gue itu cukup cerdas untuk menghakimi seseorang.

***

Suan POV

“Andwe ! “ gue teriak di telinga jiyeon dengan keras.

“aku mohon. Sekarang gue butuh bantuan lo. Disinilah lo bisa perlihatkan rasa persahabatan lo !” jiyeon memohon mohon sama gue kayak pengemis tapi itu semua gk akan bisa meluluhkan gue. Maaf ! “suan-ah ! please ! Kang Suan gue mohon sama lo sekali ini aja. Lo tega banget sama temen lo sendiri.” Jiyeon terus memelas sama gue.

“jiyeon-ah ! kenapa harus bawa-bawa gue juga siih ?” gue sedikit kesal juga sama dia

“yaelah, harusnya lo say thanks sama gue. Kapan lagi coba kesempatan ini datang nemuin lo. Dan apa lo tau, berapa ribu cewek yang pengen kesempatan itu ?” jiyeon bicara penuuh ekspresi di wajahnya

“menurut gue ini bukan kesempatan tapi nasib sial jadi babu !” gue memalingkan muka menjauhi jiyeon, tapi jiyeon ngikutin gue.

“ah lo bener-bener deh. Gue jadi mempertanyakan kemanusiaan dalam diri lo. Kenapa lo gk respeck banget sih !” jiyeon bicara dibelakang gue. Gue berjalan menuju locker gue. Jiyeon masih ngikutin gue kayak ekor anjing.

“gue gk mau !” jawab gue singkat dan jelas. Jiyeon memutarkan bola matanya

“Kang Suan. ! tugas lo cuma bawain makanan aja sama gue. Dan udah gitu lo gk perlu ngelakuin apa apa lagi.”

“gue bukan petugas order delivery !” kata gue ketus sambil mengganti sepatu gue.  Jiyeon tiba-tiba terdiam. Gue menoleh ke arahnya dia sedang tertunduk

“apa salahnya sih temenin gue nganterin makanan ke dorm EXO. Lo juga tau kan gue ini fans beratnya mereka. Dan lo juga tau kan betapa susahnya gue ngedeketin mereka jika disekolah. Gua harus desek-desekan sama cewe laen !”  gue menghela nafas sambil melihat Jiyeon yang murung.

“ok. Ok ok.. gue bakal nemenin lo !” kata gue dengan mengikat rambut gue. Jiyeon menoleh dengan senyuman di wajannya

“jinjayo ?” dia benar benar girang. Dia berdiri dan loncat-loncat kayak kutu loncatan kepanasan.

“pertanyaan nya,  kenapa gk lo bawa sendiri aja makanan nya, kan lo bisa lebih leluasa jelalatan sama member EXO. ?”

“berat tauuu. Member EXO itu kan dada 12 termasuk orang itu. Belum gua harus bawa minum buat mereka belum harus bawa hidangan penutupnya. Lo kira gue ini hulk apa ?”  gue hanya mengangkat alis gue. Gue kembali ke kelas gue dan duduk di kursi gue. Gue menggaruk kepala gue yang gk gatal dan melirik ke meja gua ada sesuatu di sana. Ada gambar smile lebar di sana. Seingat gue, gue gk naruh gambar smile. Tapi sudahlah gk terlalu gue pikirkan. Gue kembali nulis di meja gue….

***

Kris POV

Gue berjalan menuju kelas gue dan dijalan gue berpapasan dengan D.O, dia menyapa gue dan kami pun saling TOS.

“Hyung, jangan lupa. Sekarang kita latihan !” D.O mengingatkan tentang latihan sekarang

“Ne. !  Do Kyung Soo. Gue pasti bakal inget ! lo mau kemana ?” gue bicara sesantai mungkin walau gue atau D.O tau di sekitar kami,  banyak orang yang lagi ngeliatin gue dan dongsaeng gue ini.

“gue mau ke kelas sehun, hyung, ada fans yang ngasih gue buble tea. Gue kurang suka sama buble tea , lebih baik gue kasih sama sehun aja ketimbang gue buang !”

“ah ne. arraesso !” jawab gue singkat. D.O pun pergi dengan membawa buble tea untuk sehun. Gue berjalan menuju kelas gue dan gue melewati kelas yang gua singgahi kemaren malem. Gue menoleh ke jendela tapi didalam kelas. Gk ada satu orang pun. Sepi banget kayak kuburan. Mungkin mereka sedang pelajaran olahraga. Gue pengen tau yang mana pacarnya Baekhyun itu. Tapi ya sudahlah, lain kali saja. tapi gue teringat sama tulisan yang kemaren. Gue pun iseng untuk masuk kekelas itu dan menghampiri meja itu. Gue lihat satu persatu mejanya. Mungkin aja posisi mejanya berubah. Gue nemuin meja itu. Posisinya ada didekat jendela dan ada tulisan baru disana. Gua pun membacanya

        Ingatan adalah sebuah bentuk

            dari pertemuan.

(Khalil Gibran)

            Gue  tersenyum kecil, entahlah. Orang yang menulis kata-kata ini mungkin sedikit kurang kerjaan. Gue sempet miikir gimana cara orang ini mendefinisakan sesuatu itu. Bagaimana pandangan dirinya mengenai sesuatu yang abstrak seperti ingatan, kenyataan dan hal-hal seperti itu. Gua pun menggambar sebuah smile disana. Total ada 2 smile yang gue gambar. Gue pun segera pergi dari kelas itu. Gua harus mengikuti pelajaran gue.

***

Suan POV

Sialan, berat banget ini makanan. Gue butuh tenaga ekstra buat bawanya. Pantes aja jiyeon nyuruh gue buat bawaain ini makanan sama dia, ternyata emang berat banget. Tau gini gk bakal deh gue bantuin dia. Aiiish jinja !

“sebenernya lu bawa apaan sih, berat banget !” gua bicara sambil ngos-ngosan kaya udah lari marathon.

“pan udeh gue bilang, !” jawabnya singkat tanpa menoleh ke arah gue yang merana harus bawa ini makanan. Dari halte bis, gue dan jiyeon harus berjalan beberapa meter buat nyampe ke dorm EXO.  Kami pun sampai di dorm EXO. Dan dia pun berbalik “suan-ah ! apa kita gk terlalu kepagian ?” gua menoleh ke arahnya dengan keringat yang bercucuran di kening gue “mungkin mereka masih latihan di SM Hall.” Sambil liatin gue dengan pandangan polosnya.

“Ya Lee Jiyeon. Ini peringatan buat lo, gue gk akan bantuin lo lagi. Ini udah kelewatan. Lo aaargh !” gila aja. Gue frustrasi. Udah cape-cape bawa yang berat kayak gini dan sekarang di dorm EXO gk ada siapa siapa. Gue pun ngacak-ngacak rambut gue sendiri. Namun setelah beberapa lama, ada dua buah mobil van hitam yang berhenti didepan kami. Kemudian terdengar teriakan didalam mobil itu. “Jiyeon ah !” ne gue tau suara Baekhyun sunbae. Baekhyun sunbae keluar dari van itu dan langsung memeluk Jiyeon. Pelukan nya gue rasa terlalu kuat. Gue liat jiyeon gk bisa nafas. Dia meronta ronta kayak cecunguk yang kebalik. Satu persatu member EXO keluar dari Van itu. Gue gk terlalu hapal mereka yang gue tau cuma Baekhyun sunbae aja. Itupun karena dia pacarnya temen gue.

“ah, jadi ini yeojachinggunya Baekhyun ?” seorang namja yang tinggi dan sedikit imut melihat kea rah jiyeon , jiyeon pun tersipu malu “Ne, Chanyeol sunbae ! Anyeong !” sapa nya ramah. Ya ampun, benar-benar itu bocah sama EXO dia ramah dahsyat lah giliran sama gue, boro-boro ramah. Dan pengetahuan gue tentang EXO kini bertambah namja itu namanya Chanyeol. Dan gk ada alasan lagi bagi gue buat lama-lama disini,tugas gue udah selesai. Gue mau pulang. Pulang pulang pulang. Karena jiyeon sibuk menyapa member EXO, gue pergi aja tampa pamit padanya toh mungkin gk ada yang tau disana ada gue. Gue pun pergi dengan kepegalan yang menggelayut di semua tubuh gue…..

***

Kris POV

Ah, ternyata ini pacarnya Baekhyun. Imut juga ! terlihat dia orangnya periang, dia menyapa semua member EXO dan hafal betul siapa nama-nama mereka. Tapi.. siapa yang dia ? kenapa dia tiba-tiba pergi ? bukankah tadi gue liat dia sama jiyeon? Gue menyikut lengan Kai yang ada di samping gue

“ne ?” jawab nya, gue menunjuk sama cewe yang barusan pergi tadi, Kai melihatnya “molla !” jawabnya singkat, “jiyeon ah, apa kau kesini bersama seseorang ?” Tanya Kai pada pacarnya Baekhyun itu. “ah, tadi gue sama temen. Loh, mana dia ? apa dia udah pulang? Kenapa gk pamitan dulu kek sama gue !” gerutu jiyeon “panggil dia ” kata Kai “Suan-ah !” jiyeon berteriak manggil temennya itu, berulang kali tapi temennya itu gk berbalik atau pun merespon panggil jiyeon

“Aiish, bocah tengik ! “ jiyeon marah-marah karena temennya itu sama sekali gk dengerin suaranya, tiba-tiba aja Baekhyun menutup mulut jiyeon dengan telunjuknya

“seorang gadis, gk boleh ngomong yang kasar kasar” dia bicara dengan tampang imutnya itu. Baekhyun pun mengacak-ngacak rambut Jiyeon.

“udahlah, biar gue susul aja dia” kata gue sukarela. Gue memberi kesempatan buat mereka (jiyeon-Baekhyun) untuk berduaan. Gue ini seorang hyung. Gk papalah berkorban sedikit demi mereka “kalian masuk aja dulu !” semuanya pun masuk ke dorm. Gue masukiin tangan gue ke saku celana dan berlari mengerjar cewe tadi. Setelah beberapa menit gue nyari itu cewe ternyata dia lagi duduk di halte bis, dia duduk dengan headset di telinganya dengan wajah yang blank banget. Gue mendekati dia dan menyentuhnya karena gue tau kalau gua langsung ngomong dia gk bakal denger, orang telinganya di sumpel  begitu !. dia menoleh, dan melepaskan headset nya itu

“apa jiyeon tertinggal sesuatu ?” tiba-tiba dia nanya yang gk gue mengerti. Maksudnya apa ?

“Ani.” Jawab gue singkat. Gue gk terlalu suka banyak bicara sama yang gk gue kenal.

“atau apa dia nyuruh gue buat cuci piring juga !” keluhnya sambil memasukan ipod nya dalam tas. Dia terlihat sedikit murung. “aku kemari untuk mengajakmu ke dorm kami” gue langsung to the point aja

“e?”  hanya ekspresi itu yang dia lontarkan sama gue. Udahlah gue gk ambil pusing. “kaja !” ajak gue singkat. Gue gk mau lama-lama di jalan kayak gini. Takutnya ada paparazzi yang ngeliput bisa jadi masalah besar buat gue, berduaan sama cewe kayak gini. Gue nyari jalan aman aja. Tapi anehnya cewe ini malah mikir dan kayak mikirin sesuatu. Dia malah menghela nafas. Dia nguji kesabaran gue. Untuk gue bukan tipe yang emosional. Gue masih bisa mentolerir itu. Cewe itu berdiri dan mengangguk. Gue pun berjalan menuju dorm EXO dan dia ngikutin gue.

Suan POV

Gue udah gk enak hati. Ketika salah satu member EXO nyamperin gue dan ngajak gue buat ke dorm mereka. Pasti ulah jiyeon. Dasar itu anak hobi banget sih ngerepotin gue. Gk bisa apa membiarkan hidup tenang tanpa masalah-masalah gk pentingnya yang selalu bawa-bawa gue. Gue jalan bareng sama salahsatu member EXO. Gue gk tau ini orang dari EXO mana . yang jelas tingginya sangat jauh banget dari gue. Gue kayak jalan sama tiang listrik. Kami saling terdiam, gue mencoba untuk mecair kan suasana

“maaf sebelumnya. Boleh aku tau nama sunbae siapa ?” Tanya gue, singkat kurasa itu pertanyaan lumayan cocok buat sikon kayak gini, disamping pengetahuan gue yang minim soal EXO. Dia malah menoleh kearah gue

“lo gk tau siapa nama gue ?” Tanya nya. Dasar bodoh ! kalau gue tau, gue gk mungkin nanya. Kalau gue tau gue langsung nyapa dia dan manggil namanya. Ah bego bener !

“mianheyo,” hanya kata itu yang bisa gua katakan sambil manggut-manggut

“Wu fan !” jawabnya singkat sambil terus berjalan menuju dorm EXO. “gue kira lo sama kayak temen lo. Jiyeon dia sangat hafal semua nama-nama member EXO. Jangan-jangan lo juga gk tau kalau gue member EXO ?” jawabnya santai, penting apa buat gue buat hafal semua nama-nama member EXO

“ani. Aku tau kalau sunbae adalah member EXO !” gue gk sebodoh itu juga kali. Gue tau kalau dia member EXO, ngeliat sekali juga tau. Wajah cakep begini mana mungkin berkeliaran begitu aja pasti banyak agensi yang nyari dia. Lagi pula kalau gue temennya Jiyeon bukan berarti gue bakal sama kayak jiyeon. Hah, anggapan yang abnormal menurut gue !

“lo gk usah formal gitu sama gue. Lo bisa ngomong pake basa informal !” cih ! otoriter banget. Akhirnya gue sampai di dorm EXO. Dia membukakan pintu dan mempersilahkan gue masuk. Gua manggut dan melepaskan sepatu gua. Didalam sudah rame. Gaduh banget. Mereka sedang makan. Jiyeon langsung ngasih lunchbox sama cowo yang bernama wufan tadi

“kris sunbae, ini untukmu !” dengan imutnya jiyeon memberikan lunchboxnya. Dia menerimanya sambil tersenyum. Tadi dia bilang namanya wufan kenapa jiyeon manggil dia kris. Jadi nama sebenarnya dia siapa.

“suan-ah ini untukmu.”jiyeon memberikan lunchbox sama gue. Gue ngambil itu lunchbok ketika gue buka. Anjrit banget ! isinya cuma nasi sama telur gulung. Yang lain semua berisi sushi dan sashimi kenapa gue Cuma telur gulung aja sih. Gua menatap tajam kearah jiyeon. Jiyeon hanya memberi isyarat buat memaafkannya. Gua udah menduga sebelumnya pasti ada sesuatu yang gk mengenakan. Ternyata benar aja. Gua garuk-garuk kepala yang emang gk gatal. Namun ada yang nyenggol gue. Kris sunbae menyodoran lunchbox nya sama gue

“tukeran !” katanya singkat, gue bingung apa yang harus gue lakukan. Dia gk tau kalau lunchbox gue Cuma berisi telur gulung sama nasi secuprit.

“mwo ?” bodoh kenapa gue malah bilang begitu

“gue ingin kita tukeran lunchbox! “dia menyodorkan lunchboxnya. Gue sih gk masalah kalau isi lunchbox gue sama isi lunchbox nya. Jauh disana jiyeon ngasih isyarat sama gue untuk tidak melakukan itu. Gua jadi serba bingung harus gimana ?

“isi lunchbox lo, telur gulung kan ?” yelah kenapa dia tau, apa ekspresi kekecewaan gue jelas terlihat di muka gue ? kalau iya. Gua malu banget ! dan dia langsung nyambar lunchbox milik gue dan memberikan lunchbox miliknya sama gue. Gue melihat rasa depresi diwajah jiyeon dan gue mandang jiyeon dengan sorotan [sorry, gua gk bisa berbuat apa-apa]. Dia membuka lunchbox itu

“jiyeon-ah, mianhe. gue nukerin lunchbox nya dengan milik temen lo ini. Gua alergi telur ikan. Maaf yah !” dia bicara sambil memakan telur gulung itu

“benar juga, kris hyung kan alergi telur ikan.” Namja yang berambut  hitam dan sorot mata yang sangat tajam.

“tao sunbae, jinjayo ? ah mianheyo kris sunbae. Aku tidak tau itu” jawan jiyeon panic. Nambah satu pengetahuan gue tentang EXO. Namja itu Tao.

“Ne, Gwaenchana !” kris sunbae menjawab singkat sambil tersenyum. Ooh, dia alergi telur ikan toh, pantes aja dia mau tukeran lunchbox dengan gue yang isi sunguh-sungguh menyedihkan. Tapi sekarang gue bisa menikmati makanan lezat yang gue dapet. Hahahahahaha

***

Kris POV

Sial ! dalam lunchbox gua ada susi yang diatasnya banyak telur ikan. Gue gk bisa memakan itu. Gue alergi sama telur ikan. Tapi ini jauh-jauh dibawa oleh pacarnya Baekhyun buat EXO. Gua gk mau mengecewakan nya, tapi juga gue gk bia makan ini. Gue lagi di sikon yang gk mengenakan begini. Gue Cuma bisa menahan nafas karena bingung. Gue memandang sekeliling yang sedang makan sushi. Dan ketika gue lihat cewe disamping gue yang tak lain adalah temennya jiyeon, dia terlihat depresi serasa mau kiamat. Gue melirik ke arah makanan yang dia pegang. Hah ? Cuma telur gulung sama nasi ? apa gk salah? Kasian banget nasibnya! Gue tert wa sedikit. Hanya karna dapet telur gulung dan nasi lantas dia murung parah seperti itu. Hahahahha

Entahlah, tiba-tiba aja gue dapet ide buat tukeran lunchbox gue. Lagian gue lebih baik makan sama telur gulung aja ketimbang makan sushi tapi ada telur ikan nya. Jadi gue dan dia sama-sama di untungkan. Gue pun nyenggol dia pake lunch box gue. Dia menoleh dengan tatapan blank nya itu. “tukeran”kata gue

“mwo ?” dia jawab seperti itu. “gue ingin tukeran lunch box”kata gue tampa basa-basi. Langsung to the point aja. Gua lihat dia terlihat gugup. Berulang kali dia melihat ke kiri dan kekanan nya “ïsi lunchbox lo, telur gulung kan ?”gua berkata jujur. Dia masih diem aja kayak burung celepuk gk liat kalau bentar lagi gua bakal mati saking lapar. Mana gue baru beres latihan lagi. Gue udah gk bisa nunggu. Gue samber aja lunch box miliknya dan membuka lunch box itu. Dan gue pun minta maaf sama pacarnya Baekhyun itu. Gua gk bisa makan makanan bawaannya yang dia kasihkan ke gue. Gue alergi. Gue pun makan telur gulung itu dan cewe itu gue lihat agak senyum sedikit karena lunch box ya udah gue tuker. Sampai segitunya ckckckckck

***

Suan POV

Keesokan harinya

“lo bener-bener deh sama gue !”gue teriak di pagi hari sama jiyeon

“mianhaeyo, gue gk tau lo juga nanti bakal ikut makan bareng EXO. Tapi untung aja kan gue bawa telur gulung !”jawabnya di depan gua.

“terserah lo ! pokoknya gue gk akan bantuin lo lagi” gue udah cukup tersiksa kemarin. Dan gue gk mau itu terulang lagi

“Ïya gue janji, gue bakal lebih hati-hati. Laen kali gue bakal bawa porsi lebih kalau-kalau lo mau ikut makan juga !”jawabnya santai tanpa dosa “yang jelas gue gk bakalan nganter lo lagi ke dorm EXO “ gua marah kali ini sama temen gue yang satu ini “harusnya lo bersyukur bisa makan bareng EXO. Lagian kris sunbae kan nukerin luchbox nya !” jiyeon mencoba membela dirinya tapi dimata gue dia tetep bersalah. Terdakwa yang harus gue kasih hukuman. “Peduli amat. Mau kris sunbae ke wufan sunbae ke. Gk ngefek sama gue. Gue bakal tetep gk bakalan bantuin lo lagi. Ribet hidup gue deket-deket sama lo” gua merca-merca jiyeon di kelas kami. Gue gk peduli semua orang yang pada liatin gue. “udah sana lo, !”gue ngusir jiyeon yang ada dihadapan gue. jiyeon manyun “ sensi banget sih Cuma masalah kayak gitu doang “gue ngelemparin buku catatan ke kepalanya “Ya ! Kang Suan !”jiyeon marah-marah sama gue. tapi gua gk peduli. Kepala gue panas. Gue butuh sesuatu yang bisa ngademin pala gue ini. Nulis. Bener nulis aja biar kepala gua adem ayem lagi.

***

Kris POV

Haah, haaah… gua abis basket di lapangan sekolah. Cape banget gue butuh yang bisa melepas lelah gue pun duduk di bangku penonton. Karena saking lelahnya gue gk sadar kalau sehun nyamperin gue

“ah, ternyata kau sehun-ah !” kata gue sambil ngelap keringat di kening gue. sehun nyodorin gue minum nya. Gue ngambil itu minuman sambil say thanks sama dia. Entah kenapa tiba-tiba dia jadi diam gk kayak biasanya

“lo kenapa ?”Tanya gue, maknae gue yang imut ini seperti menyimpan sesuatu

“enak yah jadi Baekhyun hyung !” jawabnya “waeyo ?’” Tanya gue dengan terus menghabiskan minuman milik sehun. Jarang-jarang sehun mau berbagi buble tea nya kagak gini “gue iri sama mereka(baekhyun-jiyeon) mereka bisa bertemu setiap saat jika mereka mau, sedangkan gue ?” dia memotong perkataannya gue udah tau maksud ucapannya “lo kangen sama pacar lo kan ?” sehun mengangguk dia kangen sama pacarnya yang notabene adalah orang jepang. Dia menjalani long relationship sama pacarnya “ aku kangen sama tsubaki-chan hyung !” sambil menatap gue, gue lihat wajah sehun begitu menyedihkan begitu.

“kita  idup di era modern kali. Lo bisa kan ngirim pesan, nelpon dia.” Kata gue mencoba ngasih solusi. “bukan itu hyung masalahnya. Gue ingin ketemu sama dia. Gue gk bisa membendung hasrat gue untuk selalu ingin memeluknya dan berdekatan dengan dia. Gue ini udah dewasa hyung, walau gue paling muda di EXO. Tapi gue ini tetep pria dewasa!”

“tanggung jawab, berani ambil resiko. Itulah arti dari pria dewasa. Lo jatuh cinta sama dia yang berdiri jauh dari lo maka lo juga harus mau ambil resiko ketika lo merasa kangen dan gk bisa memeluknya. Bukan kuantitas bertemu yang menyebabkan sebuah hubungan semakin kuat dan harmonis tapi kualitas dari hubungan itu. Ne, kekurangan dalam hubungan lo itu. Lo jarang ketemu sama dia, tapi bukan berarti kualitas perasaan lo juga ikut ikutan kurang. Tutupin kekurangan lo itu dengan perhatiaan yang lo punya sama dia. Sebuah perhatian kan gk perlu ngenal jarak.” Gua ngasih komentar gue sama sehun. Sehun menoleh kearah gue dan tiba-tiba memeluk gue

“gomapta hyung, lo emang bener-bener hyung kami. Lo bener-beer menjaga kami. Gomawooooooo”dia bicara sambil meluk gue

“Äaah, ne ne ne. tapi gk perlu meluk ge se erat ini. Lo bilang lo pria dewasa. Setau gue pria dewasa gk berlebihan kayak gini” sehun melepaskan pelukan nya dan tersenyum

“tapi hyung, siapa yang mengijinkan lo ngabisin buble tea gue ?”

Glek, ternyata ni anak emang buble tea maniak. “gue ingin buble tea itu kembali utuh hyung !”dia tersenyum tapi kata katanya menusuk “ne. gua bakal balikin buble tea lo. Cerewet amat !” gus bangkit dan berniat pergi ke kantin untuk membeli buble tea untuk sehun. Gua berjalan melewati koridor dan berpapasan dengan Baekhyun “änyeong hyung, mau kemana ?”Tanya nya sama gue, gue Cuma nunjukin botol minuman itu padanya. Dan Baekhyun langsung mengerti “ah, buble tea ! sehun memang sensitive jika berurusan dengan buble tea nya. Aku rasa tadi aku meyimpan buble tea di meja jiyeon. Jika keadaan mendesak lebih baik untuk sehun dulu. Sebelum dia mengamuk seperti kuda liar. Biar minuman untuk jiyeon aku yang ganti. Aku akan membelikan nya jus strawberry.” Baekhyun tersenyum sumringah. Ah, gue lega ternyata gue gk perlu nyari jauh jauh. Gue pun menuju kelas nya jiyeon kelas tingkat 1. Tak sulit bagi gue buat nyari mana meja milik jiyeon karena Cuma meja dia yang ada buble tea nya. Gue langsung mengambilnya dan hendak pergi tapi gue teringat akan sesuatu di kelas ini. Ah iya, tulisan itu. Gue mengampiri meja yang ada tulisan nya itu dan melihatnya. Sudah gue duga ada tulisan baru lagi

Kehidupan adalah sesuatu yang kita lihat melalui mata jiwa kita.

(kata kata Khalil Gibran)

            Untuk kesekian kalinya gue tertegun. Semua tulisan tulisan ini membuat gue terkesima. Gue jadi tertarik sama orang yang nulis semua ini. Melalui tulisan-tulisan ini oraang yang nulis itu secara tidak langsung mengenalkan dirinya , tentu saja melalui tulisan ajaib ini. Gue seneng. Ini menjadi permainan yang menarik. Gue ngegambar smile lagi kali ini smile nya gue tambahin gambar hati. Kekekeke memalukan juga, tapi gue terlanjur tertarik .

***

Suan POV

Hah ? ada gambar baru lagi, kali ini ada gambar hati segala. Siapa yang ngelakuin ini semua ? gue mengangkat alis gue. jadi ada yang baca tulisan-tulisan gue ini ? ah paling paling jiyeon, dia iseng sama gue makanya dia ngegambar yang beginian segala. Dia mau menganggu ketenangan gue lagi. Gue mengkerutkan alis gue mau nulis yang lebih frontal ah ! gue mau nulis…

Kris POV

            Ciuman pertama menyatukan panca indra

yang saling diam dengan kesendirian

wuah, gila ! kenapa tiba-tiba dia menulis tetang sebuah ciuman pertama. Hahahaha apa mungkin dia ingin dapet sebuah ciuman. Ciuman yang fantastis ? gue terkekeh sendiri di kelas ini sendirian. Gue udah geram gue mau ikut ngomentar, gue pun nulis

Suan POV

Tidak pernah berciuman ? apa anda ingin berciuman ? J

MWOYA ! IGE MWOYA ! dasar orang terbelakang. Berani beraninya. Ah Jiyeon-shi lo nyalain api di atas bensin sekarang. Lo maen-maen sama gue. tanggung sendiri kalau tangan lo juga ikut terbakar nantinya. Gue ngebalas itu tulisan

Kris POV

            Itu pernyataan terbodoh di abad ini.

Gue menunggingkan senyum. Gue gk tau respon nya bakal seperti ini

Suan POV

ciuman pertama itu adalah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jari khatulistiwa membelai mulut mawar dan menyisakan nafas panjang kegembiraan dan tangis manis yang lirih. 🙂

Gue terus baca berulang ulang kalimat itu, sejak kapan Lee Jiyeon jadi pinter encer kayak gini. Tapi kata-kata ini bener-bener dalam. Gue ngaku gue gk bisa mendeskripsikan sebuah ciuman dengan sempurna dan tepat. Faktanya gue emang belum pernah. Apa Jiyeon udah ciuman sama Baekhyun oppa. Kenapa dia bisa tepat banget mengilustrasikan nya. Gue mikir gimana ngebalesnya karena gue gk amau kalah sama Jiyeon. Jiyeon aja bisa sepinter ini, kenapa gue kagak.

Kris POV 

            Ciuman pertama adalah pengantar pada dua nafas yang menyatu,

Suan POV

Ciuman petama adalah pembuka sebuah bait puisi kehidupan bathin.  🙂

Kris POV

Ciuman pertama adalah penggabungan bunga yang berbentuk bintang bintang kecil.

Gue ketawa setelah baca tulisan nya, gue geleng-geleng kepala. Seru juga ternyata. Gue mikir dengan keras gimana caranya biar gue bisa ngebales tulisan ini, dan gue juga penasaran gimana gelgat orang yang nulis di meja ini ? kenapa slalu ada aja yang dia tulis. Udah beberapa menit gue mikir gk ada satu pun ide yang muncul dalam kepala gue. hari udah senja dan gue masih gk tau apa yang harus gue tulis. Ternyata ini lebih sulit dari yang gue bayangkan sebelumnya. Ciuman…ciuman… ada satu yang terlintas….

Suan POV

“MWOYAAA !” gue tepekik kaget saat baca balesan nya. Apaan apaaan ini. Apa jiyeon udah gk waras. Ah bener-bener deh. Gue jadi merinding kalau gitu. Apa dia sakit atau salah minum obat atau stress mikirin Baekhyun sunbae mulu ? yang jelas ini udah menyimpang, otak nya udah abnormal yang akut. Butuh pertolongan lebih lanjut. Gue garuk-garuk kepala yang emang gk gatal. Jiyeon pun datang dan menaruh tas nya. Gue langsung menghampiri dia dan gue rasakan keningnya, kali aja bener kalau dia sakit dan bersikap aneh. Tapi kondisi fisik nya gk ada yang nunjukin tanda tanda dia terkena penyakit gila.

“Ya ! Kang Suan. Apa yang lakukan padaku ?”

“apa pencernaan lo akhir-akhir ini lancar, apa lo susah tidur atau ada gangguan lain pada kesehatan lo ?” gue nanya bertubi-tubi “sama kayak kemaren, tiap hari gue ngeluarin si kuning ?” jawabnya polos tanpa dipikir dulu, gk ada gelagat dia sakit tapi… “tapi kenapa tingkah lo jadi aneh ?” Tanya gue serius “aneh gmana ?” dia malah balik nanya, gue mendekatinya “kenapa tiba-tiba lo jadi pinter gitu sih ?” jawab gue jujur “maksud loh, gue ini bodohh gitu ? dari dulu gue emang udah pinter. Bawaan sejak lahir !” jawabnya dengan narsis tingkat dewa. “ini beda. Kenapa tiba-tiba aja lo pinter ngerangkai kata sih ?” gue nanya lagi sama dia “ngerangkai kata apa ?” jawabnya yang malah kelihatan bingung “ ngerangkai kata indah dan lo tulis di meja gue !” “gue ? nulis di meja lo ?” gue cuma ngangguk kayak burung celepuk “ untuk apa gue nulis di meja lo. Gk ada kerjaan banget !” jawabnya ketus, gue nyureng kenapa dia ngomong kayak gitu jelas jelas dia nulis kan.”liat deh di meja gue, lo yang nuliskan Lee Jiyeon !?” kata gue sambil narik ke meja gue dan memperlihatkan tulisan tulisan itu sama dia. Meja gue sekarang udah penuh sama tulisan tulisan. Untung aja gue dudud dibelakang jadi tiap guru mungkin jarang liat bangku gue

Jiyeon membaca nya satu satu “sumpah deh, demi apapun gue gk nulis barang setitik pun” gue liat ekspresinya emang meyakinkan. Tapi jika bukan jiyeon lalu siapa. Gue gk punya temen selain dia. “omona, apa ini ?” jiyeon membaca kalimat terakhir dari aksi balas membalas kalimat di meja gue ini. Itulah yang bikin gue terpekik satu kalimat terakhir itu. Gue pikir jiyeon udah gila. Tulisan nya

Ciuman yuk  🙂

Gue pikir jiyeon udah sedeng ngajakin gue ciuman. Ternyata bukan dia. Lalu siapa Nuguseyo ?

“ udalah, nanti gue bantuin nyari siapa yang nulis di meja lo itu. Tapi sekarang bantuin gue dulu yah ?” BRUK, mulutnya manis tapi beracun. Dia pasti ada mau nya sama gue.

“sekarang gue gk bakal nyuruh lo buat bawain makanan lagi tenang aja. Gue masih ada rasa prikemanusiaan kok ! justru gue mau ngajak lo party. EXO kan dapet penghargaan sebagai artis pendatang baru se Asia. Dan mereka mau ngadain party kecil-kecil di dorm mereka. Baekhyun ngajak gue ikut. Gue gk bisa pergi sendiri. Makanya gue ngajak lo. “ jawabnya dengan enteng

“shiro ! lo pasti bakal ngerepotin gue !” jawab gue jujur “yaelah, lo bener-bener deh ! pokoknya temenin gue ke party didorm EXO  besok ! “ gue Cuma mencibir nya dan pikiran gue tertuju pada si penulis di meja gue itu. Gue diem. Gue gk bisa bales dari kalimat itu. Atau mungkin gue harus ganti meja kali ya. Soalnya meja gue udah banyak coretan coretan nya.

***

Kris POV

Gue berjalan agak cepat menuju kelas tingkat satu ini, jujur aja gue penasaran sama balesan nya. Gue nyibakin rambut gue sambil senyum-senyum. Ah gue gila kali. Entahlah mungkin iya gue udah jadi orang gila. Karena tulisan tulisan itu yang bikin gue jadi gini, terkadang gue suka jadi salah tingkah kalau inget tulisan tulisan itu. Itu semua karena gua menyukainya. Gue menyukai tulisan-tulisan dan gue berharap gue bisa lebih menyukai nya bukan sekadar tulisan tetapi orang yang menulis. Gue dengan riang masuk ke kelas tingkat 1 itu. Sekarang kan jam pulang jadi kelas udah kosong dan gk ada siapa siapa. Gue langsung menghampiri meja itu. Tapi … setelah gue cari-cari gk da balesan nya. Orang itu gk ngebales. Kenapa dia gk ngebales tulisan gue. apa kata-kata gue ini sedikit berlebihan ? atau penulis ini adalah seorang namja ? ah kalau itu tidak mungkin karena pernah suatu ketika dia meninggalkan beberapa barang miliknya, cutex dan ikat rambut. Jadi gue yakin penulis ini dalah seorang yeoja tapi kenapa dia gk ngebales tulisan gue ? pdahal gue mau ngajak dia untuk datang ke party di dorm. Gue mau ketemu dia. Pokoknya gue harus tau siapa cewe ini.

“hyung ternyata lo ada disini ?” suara Lay memecahkan lamunan gue

“Ne, whats up ?” gua masih melihat meja itu

“apa yang sedang lo kerjain ?” lay melihat kiri kanan nya. Gue Cuma diem sambil terus liat itu meja “apa lo tau siapa yang duduk di meja ini ?” kata gue datar “ e?” lay terkesiak dia pun melihat meja itu “molla, kenapa memang ?” Tanya nya “gue mau mencium nya !” jawab gue singkat gue bangkit dan meninggalkan ruangan itu. Lay gk ngikutin gue mungkin dia syok dengan apa yang gue katakan. Entahlah, gue sendiri juga bingung. Bisa bisanya gue dikacaukan dengan sebuah tulisan tulisan itu. Sial ! tulisan itu bikin gue.. bikin gue jatuh cinta sama penulisnya. Gue terlihat bodoh yah ? gue suka sama seseorang sementara gue sendiri gk tau siapa orang itu. Gue ini bodoh ! benar-benar bodoh!

Suan POV

Gaduh, iya itulah keadaan sekarang ini. Sekarang gue lagi ada di party yang diadain oleh EXO di dorm mereka. Mereka lagi bikin samgyupal. Tapi gue cuma duduk di sofa sambil memegang softdrink. Gua Cuma memerhatikan kekocakan member EXO di depan. Mereka sedang memasak samgyupal mereka. Xiumin Sunbae mendekati gue

“gue liat minuman lo habis, mau gue tambahkan lagi ?” jawabnya ramah. Gue Cuma tersenyum sambil memandang nya. Alamaaak gue ini cewe normal kok ! Xiumin itu emang cakep. Semua member EXO itu cakep cakep. Gua gk menapiknya. Xiumin Sunbae menuangkan minuman ke gelas gue. gue Cuma menundukan kepala memberi hormat padanya “ternyata kau manis juga yah !” dia memuji gue, entahlah apa itu basa-basi atau emang bener gue ini manis. Gue gk terlalu memusingkannya. Seseorang pun duduk disamping gue dengan memegang sebuah bir kaleng. Gue kaget ternyata itu Kris Sunbae ah bukan Wufan Sunbae. Pokoknya itu deh. Dia duduk dan meneguk bir nya. Agak sedikit kasar sih kalau kata gue. dia pun menoleh ke arah gue

“ah, kau gadis lunch box yang waktu itu ya ?” Tanya nya sama gue. gue cuma bisa mengangguk sambil tersenyum kecil. Gila dia manggil gue dengan sebutan gadis lunch box. Baiklah kalau gue gadis lunch box, dia pria tiang listrik. Cukup adil bagi gue. “mau bir ?” dia menyodorkan birnya padaku

“anio. Terimaksih “ gue menolak minumannya. Terang aja gue ini masih anak sekolah belum cukup umur untuk meminumnya berbeda dengan dia yang sudah ada di tingkat 3, tapi menurut gue, dia juga belum cukup umur. Karena dia masih sekolah.

“ya sudah !” dia menarik minumannya dan meneguknya. Gue meliriknya, dia terlihat depresi. Ternyata seorang bintangpun bisa terlihat depresi. Dan gue gk tau setan mana yang masuk ke dalam diri gue. kenapa gue juga memerhatikan bibirnya. Bibirnya basah oleh bir. Anio anio anio apa yang sudah terjadi sama gue. apa mungkin gara gara tulisan di meja gue itu yang tentang ciuman. Kata-kata ciuman itu terngiang-ngiang di kepala gue. ah, kenapa harus kata ciuman sih ? tanpa gue sadari gue melirik bibir kris sunbae lagi. Masih basah. Bibirnya yang agak tebal lembut itu. Chakaman chakaman sejak kapan gue tau soal bibir. Oh tuhan apa yang terjadi sama gue….. gue gk mau gila kayak gini. Gue gk mauuuu. Gue nepuk nepuk jidat gue sendiri, mencoba mengusir setan setan yang ada dalam diri gue.

***

Kris POV

Harusnya sekarang gue udah tau siapa cewe penulis di meja itu, tapi dia gk ngebales tulisan gue lagi. Ne, gue akui gue emang berlebihan gue gk pernah berpikiran kesana. Gue terlalu ceroboh. Gue nyesel udah nulis itu. Rasanya gue ingin minta maaf sama dia gue melirik gadis lunch box itu, dia sedang mukul mukul kepala nya sendiri. Apa yang sedang dia lakukan. Dia terlihat depresi. “ waeyo ? apa ada masalah ?”  Tanya gue sama dia, dia berhenti juga mukul-mukul kepalanya. Dan menoleh kearah gue

“anio, tidak ada apa-apa!” jawabnya dia merapikan rambutnya yang lumayan berantakan. “tenang saja kau bisa menceritakannya padaku, mungkin aku bisa memberikan solusi” gue bicara manis padanya sambil mengedipkan sebelah mata gue. dia memandang gue “anio, gwaenchana !” gue pun mengangguk padanya dan kembali terdiam. Gue memerhatikan member EXO yang lain tengah sibuk bikin samgyupal. Sebenranya gue sama sekali gk berselera makan. Gue Cuma ingin kepenatan yang melanda gue ini tiba-tiba bisa ilang. “ dasar bocah tengik !” gue mendengar seseorang mengumpat, gue menoleh ke samping gue. gadis lunch box itu yang mengumpat. “dasar jiyeon bodoh ! bocah itu benar benar “ cewe itu mengumpat lagi, gue pikir cewe lunch box itu adalah cewe manis yang lumayan agak pendiam ternyata dia bisa mengumpat juga, bahkan mengumpat temannya sendiri. Ekspresi wajahnya benar-benar sedang kesal. Bahkan dia meremas gelas yang sedang dipegan nya.

“ harusnya gue nolak ajakan dia, buat datang kemari. Dia berjanji mau bantuin gue. tapi malah gini caranya. Rasanya gue ingin melempar kimchi padanya “ mata  cewe lunch box itu terus mandangin temennya yang sedang bersama baekhyun dan suho di luar. “dia benar-benar penjilat. Gue tertipu olehnya” dia terus menggerutu setengah berbisik tapi gue masih bisa denger suaranya dengan jelas.

“gadis lunch box !” gue mencoba memanggilnya

“BERHENTI MANGGIL GUE DENGAN SEBUTAN ITU, PRIA TIANG LISTRIK !” entah kenapa dia langsung membentak gue. tapi apa ? dia manggil gue dengan sebutan tiang listrik ?

Gue melihat gadis lunch box itu menutup mulutnya dengan tangannya dia langsung melihat gue. dan langsung panic. “mi..mianheyo. aku tak bermaksud untuk” dia tak melanjutkan kata katanya

“jeongmal, mianhe !” dia langsung merasa bersalah sama gue karena udah membentak gue lalu menggil gue dengan sebutan pria tiang listrik. Gu gk bisa bilang apa-apa yang gue rasain setelah dengerin itu adalah ketawa. Gue ketawa keras.

***

Suan POV

Ada apa dengan orang ini ? kenapa dia ketawa ? gue bingung jadinya. Dia ketawa semakin keras, sontak aja mengundang perhatian orang lain. dia menoleh kearah gue dan gue langsung menunduk. Gue ngerasa bersalah sama dia. Mungkin karena saking syoknya gue ngatain dia, dia tiba-tiba jadi gila seperti ini, mianhe sunbae !

“hyung lo kenapa ?” Tanya Tao sunbae padanya.

“ah anio, anio. Gwaenchana !” dia bicara dengan masih tertawa.

“lo yakin hyung, ?” Tanya tao sunbae skali lagi

“ne. gue gk papa ! percayalah” tao sunbae kemudia pergi dan kembali membuat samgyupal. Gue terheran heran. Apa yang menyebakan dia ketawa keras kayak gitu. Tapi apapun alasannya. Jangan bawa-bawa gue. sunbae, mianheyo ! jeongmal mianhe !

“gadis lunch box !” akhirnya dia bicara sama gue. tuhan tolong selamatkan gue. gue menoleh padanya dengan wajah yang gue gk bisa deskripsiiin pokoknya gue kacau banget. “apa gue terlihat seperti tiang listrik ?” tuhkan, dia nyinggung-nyinggung soal itu ! gue harus jawab apa !!

“jeongmal mianhe !” hal yang harus gue lakukan adalah memelas maaf darinya. Walaupun itu sedikit menjatuhkan harga diri gue.

“anio. Lo gk perlu minta maaf. Tadi itu benar benar lucu !”  dia tersenyum dan memperlihatkan sederet giginya. LUCU ? dia pikir itu lucu, sumpeh bagi gue itu kayak sambaran petir wiro sableng (anggap di korea ada wiro sableng). “baru kali ini ada orang yang manggil gue dengan sebutan seperti itu” dia kembali tertawa gue Cuma ngeliat dia heran plus ngeri juga sih ! tapi gue baru sadar ternyata kris sunbae kalau tertawa jauh lebih cakep. Mwo ? ngomong apa sih gue ini !

“seperti gue yang udah tau nama lo tapi masih tetep manggil lo dengan sebutan gadis lunch box. Lo juga udah tau nama gue dan manggil gue dengan sebutan pria tiang listrik. Itu cukup mengggelikan bagi gue.” dia tersenyum lebar dan mengedipkan matanya lagi sama gue. sebenernya kris sunbae mau ngomong apa sih ?

“gue menyukainya, gue suka panggilan itu.” Katanya dengan nada agak lirih

“gomapta ! makasih udah bikin gue ketawa terpingkal-pingkal kayak gini. Ini sangat membantu. !” dia membalikan badannya kearah gue “jinjayo ?”hanya kata itu yang terlempar dari mulut gue. dia mengangguk “tadinya gue lagi tertekan. Pikiran gue lagi penat! Dan lo baru aja ngehibur gue. thanks ya !” jawabnya ramah “gue suka panggilan itu. Really !” dia tersenyum ke arah gue. dan terlihat sangat tampan.

***

Kris POV

Gue suka. Gue suka. Gue suka panggilan itu. Pria tiang listrik lumayan cocok buat gue. gue bener-bener nyaman sama gadis lunch box ini. Banyak hal yang tak terduga dari gadis ini. Gue pikir dia itu cewe pendiem yang lembut ternyata dia cukup sangar juga. Hahahahaha dan yang paling gue suka dari dia adalah sejenak dia bisa lupain gue sama sipenulis di meja itu. Dia bisa nemenin gue nge gantiin si penulis meja itu. Gue gk sendirian. Tuhan ternyata cukup adil. Dia gk bisa ngehadirin si penulis meja tapi ngehadirin gadis lunch box ini. Gue memandang gadis lunch box ini dan gue gk tau kenapa mata gue tertuju pada bibirnya yang kini menungging senyum. “lo tau, kenapa sekarang gue tertekan ? “ gua mencoba menshare nya. Karena gue udah ngerasa cocok sama gadis lunch box ini “gue suka sama sesorang yang gk gue ketahui orangnya, cukup aneh memang ! tapi itulah kenyataannya !” gua menyibak rambut gue

“anio. Menurutku itu gk aneh sunbae ! perasaan suka itu adalah fitrah manusia. Sesuatu yang muncul begitu saja tanpa bisa kita kendalikan, kita hanya bisa mendiamkan perasaan suka itu atau memerjuangkan perasaan suka itu sendiri” ucapan nya itu membuat terkesima. Gue gk bisa memungkiri gue sedikit kagum padanya. Gadis lunch box ini, cewe yang gk terduga !

“lo tau, semuanya berasal dari sebuah tulisan yang dia tulis di sebuah meja. Gue tertarik akan tulisan itu, gue iseng untuk ngegambar smile disana. Itu tanda kalau gue menyukai tulisannya” gue menoleh kearah gadis lunch box. Dia terdiam. Mungkin dia sedang  mendengarkan, gue pun melanjutkan cerita gue “dia nulis lagi dan gue gk sengaja baca lagi tulisan nya. Gue suka lalu gue gambar lagi smile. Sampai suatu saat gue ikut berkomentar. Dan dia membalasnya dengan kata-kata yang mengagumkan dan semakin membuat gue menyukai tulisan itu. Kami saling tulis menulis kata kata indah. Kau tau apa yang kami bahas ? tentang ciuman. Benar benar sangat manis dan fantastis. Namun ketika itu gue nulis kata yang terlintas dipikiran gue. gue ngajak dia ciuman “  gue terdiam dan gadis lunch box tak memberikan respon apa-apa. Dia diam mematung. “dan dia tak membalas tulisan gue. padahal kalau dia ngebales gue akan ngajak dia buat ikut party disini. Harusnya dia ada disini.!” Tiba-tiba gadis lunch box berdiri dia terlihat gugup. “sunbae, aku harus pulang sekarang. Aku pamit. Anyeonghigasseyo !” dia membungkuk lalu terburu-buru pergi. Gue gk tau kenapa tiba-tiba dia berubah menjadi seperti itu. Padahal party masih berlanjut. Dia pergi tanpa memberikan kesempatan buat gue untuk mengantarkannya pulang.

***

Suan POV

Ini gk mungkin !argh gue ngacak ngacak rambut gue, kamar gue dan seisi rumah gue. rasanya gue ingin hilang dari muka bumi ini. Ngubur diri dan gk akan mucul lagi dipermukaan. Gue mengertakan gigi-gigi gue. gua garuk kepala gue yang emang gk gatal. Gue jungkir balik dikasur, teriak-teriak sendiri. Nonjokin bantal. Gigit selimut. Gue ngelakuin hal gila secara liar dan urakan. Gue kayak haraimau ganas kelaparan dan di lepas di pusat perkotaan atau mungkin sekarang gue lebih mirip kingkong yang ngamuk atau hulk yang tengah marah atau… atau.. atau…. Gue gk tau ! MOLLA ! MOLLA ! MOLLA, jaebal.

Kenapa bisa, kenapa bisa ini terjadi sama gue. gue udah gk bisa berpikir jernih. Semuanya berputar kayak komedi putar di amusement park, gua jambak rambut gue sendiri dan terasa sakit, itu tandanya gue gk mimpi. Gue gk pernah mikir sampe kesana ! Kris sunbae ? sunbae ? kris ? Kris EXO ? gua ngomongin tentang ciuman sama seorang sunbae ? sama seorang idola sekolah ? sama seorang penyanyi yang lagi naek daun itu. Kiamat sedang datang sama gue. kenapa harus ciuman siih ? kenapa harus dia pula ? ciuman kan sesuatu yang sangat… sangat. Apalagi aaaah, dia itu Kris EXO –M . Gue bisa mati sama seluruh fans nya jika mereka tau. Gua gk tau harus ngomong apa, bahkan apa harus gue masih idup kayak gini. Gue mengigit bibir bawah gue. hari ini gue gk bisa pergi sekolah. Sama sekali gk bisa. Gue belum siap nerima kenyataan. Gua kirim pesan sama jiyeon kalau sekarang gue absen sakit. Gue mana mungkin pergi ke sekolah. Itu sangat mustahil. Gue gk bisa bertemu sama kris sunbae, dan gue gk mungkin bisa belajar dengan tenang sementara di bangku gue banyak tulisan tulisan dia tentang ciuman. OOOOH ANDWE ! gue inget ketika semalam gue merhatiin bibirnya kris sunbae. Gue menutup muka gue dengan bantal dan meronta ronta di kasur. Hari ini gue benar-benar abnormal. Aaah, bibirnya terngiang-ngiang dikepala gue. kris kris kris nama itu tadi tranding topic di twitter kepala gue.. gua masih terbayang wajahnya yang tertawa itu. Aaaah kenapa sosok itu gk lepas dari pikiran gue. kenapa juga gue harus kenal sama orang bernama kris itu, kenapa harus kenal sama Wu Yi Fan. Gue ngejedotin jedotin kepala gue ke tembok. Gua serasa kayak ABG bloon yang kelewat sarap.

Gue manyun sendiri di kamar. Gue langsung menarik bibir gue teringat sebuah kata itu. KRIS KISS ! masalahnya dia itu seorang penyanyi agensi SM. Gue udah ada di luar batas banget. Mollasseo !

***

Kris POV

Hari ini gue mau mengunjungi gadis lunch box. Gue mau menanyakan apakah dia pulang dengan selamat. Ditambah Baekhyun yang akan mengunjungi pacarnya. Ku dengar gadis lunch box sekelas dengan jiyeon dan bukankah jiyeon juga sekelas dengan si penulis meja itu. Gue jalan bareng Baekhyun menuju kelas nya. Gue liat Baekhyun begitu riang nya akan bertemu pacarnya. Gua Cuma bisa tersenyum simpul

“jiyeon-ah !” Baekhyun berteriak dan memanggilnya terlihat mereka berdua saling menyapa dan Baekhyun memeluk Jiyeon erat. “ah, kris sunbae. Anyeong !” sapanya, jiyeon emang yeoja yang periang “anyeong jiyeon ah !” jawab gue dan tersenyum lebar padanya, gue melirik ke meja si penulis itu. Dia tidak ada. Apa dia tidak  masuk sekolah ya ? “hyung, bukankah kau kemari untuk mencari Suan ?” Baekhyun mengingatkan gue. “huh ? Kang Suan ? kris sunbae mencari Suan ? ada apa ?” Tanya jiyeon bertubi-tubi pada gue. gue juga agak aneh sama diri gue. kenapa gue nyari dia ? “ah, gue mau memastikan dia kalau dia baik-baik aja. Kemaren dia pulang buru-buru banget !” jawab gue mencoba santai “lalu mana Suan ? gue gk melihat batang idung nya ?” Tanya gue pada jiyeon “dia absen hari ini katanya dia sakit. Tuh liat meja nya aja kosong” jiyeon menunjuk dengan tangannya meja milik Kang Suan, si gadis lunch box . gue menoleh dan “MWO ?” suara gue yang besar memecahkan lamunan semua orang di kelas ini. Jiyeon dan Baekhyun terlihat kaget dengan suara gue. bagaiman enggak jiyeon nunjuk bangku yang gue yakin adalah milik si penulis meja “ mwoya ? ige mwoya hyung?” Tanya Baekhyun pada gue. gue Cuma terus liatin meja kosong itu. “jiyeon-ah apa kau yakin Kang Suan duduk di meja itu?” jiyeon mengangguk “di meja itu ?” jiyeon mengangguk “meja yang penuh dengan tulisan itu ?” jiyeon mengangguk.

“ apa kau yakin ?” jiyeon mengangguk lagi. “waeyo ?” Tanya padaku. Gua Cuma bisa mengacak ngacak rambut gue, tiba-tiba jiyeon menutup mulutnya. “sunbae, jangan-jangan kau adalah …” “NE !” perkataaan jiyeon gue potong “ GUE ORANG NYA. GUE YANG NULIS NGAJAK DIA CIUMAN SAMA GUE !”  gua hilang kendali, gue sangat kaget setelah tau ternyata si penulis meja itu adalah gadis lunch box dan itu adalah Kang Suan. Gue gk bisa ngatur nafas gue, dan gue sekarang tau alasan kenapa semalem dia langsung buru-buru pulang. Ternyata orang yang gue ceritakan adalah dia. Gua diam mematung.  Gue memejamkan mata gue dan mengambil nafas dalam…

Suan & Kris POV end

            “YA ! KANG SUAN ! KELUARLAH !”  Kris berteriak teriak di depan rumah Suan. Dia berdiri didepan rumah Suan. Dia masih memakai seragam sekolahnya. Dia sudah tak peduli lagi dengan paparazzi yang mungkin saja sedang meliput nya. Dia sama sekali tidak peduli lagi “KANG SUAN KELUARLAH ! YA, GADIS LUNCH BOX ! SI PENULIS MEJA ! LO KELUAR SEKARANG JUGA ! KITA PERLU BICARA !” Kris terus berteriak teriak di depan rumah Suan. Sementara Suan didalam tampak panic, dia mondar mandir dikamarnya tidak tau apa yang harus dia lakukan. Dan yang membuatnya semakin terpekik adalah Kris datang dengan menyeret meja yang penuh tulisan itu. Suan tak punya pilihan lain selain keluar menemuinya. Dia membuka pintu dan melihat kris didepannya sambil membawa mejanya.

“apa..apa yang sedang sunbae lakukan di sini ?” katanya dengan terbata-bata, kris menghampiri Suan dengan membawa mejanya itu. Kris tampak ngos-ngosan ada keringat yang mengucur di keningnya.

“gue suka sama lo” jawa kris singkat dengan nafas yang masih terpenggal.

“tulisan. Yang sunbae sukai adalah tulisan ku bukan aku !” jawab Suan dengan gugup

“NE, gue emang suka sama tulisan-tulisan si penulis meja. Gk ada yang bisa nandingin rasa suka gue terhadap tulisan itu. Tapi…. Gue juga suka sama gadis lunch box ! gue.. gue jatuh cinta sama tulisan nya dan gue juga jauh lebih jatuh cinta sama orang nya. Si penulis meja, gadis lunch box semua itu orang yang sama yaitu lo. Kang Suan !” kris bicara dengan penuh emosional. Sementara Suan hanya terdiam seribu kata

“tapi ….”  Suan bicara ragu ragu “yang aku suka hanya pria tiang listrik saja.. aku suka.. aku suka bibirnya”  Suan bicara dengan polosnya. Kris mengangkat alisnya dia mendekat dan membopong Suan, lalu mendudukan nya di atas meja penuh tulisan itu sementara dia berdiri didepannya

Kris pun bicara “aku takkan menulisnya. Tapi aku akan mengatakannya ciuman pertama itu adalah..” kris mendaratkan bibir lembutnya ke bibir suan. Dan mengecupnya sangat mesra. Dia melepaskan ciumannya “ ciuman itu adalah saat di mana bibirku yang kau kagumi ini, begitu ingin mengambil mawar yang ada dalam bibirmu…” kris mencium lembut lagi bibir suan dan mengecum mesra  bibir suan itu. Kris melepaskan ciuman nya “ciuman adalah dimana kau harus menutup matamu ketika seseorang sedang mencium mu !” suan tersadar bahwa dari tadi dia tidak meutup matanya. Dua kali kris mencium nya dia terus membuka matanya. Wajah suan memerah seperti kepiting rebus. Dia langsung memejamkan matanya, kris tersenyum nakal. Dia mencium suan lagi. Kali ini begitu lama kris terus menelusuri setiap sudut bibir suan. Dan tangan nya melingkar di pinggang Suan lalu mengangkat suan “jika kau ingin mencium sebuah tiang listrik kau harus ada di tempat yang lebih tinggi” kris bicara sambil menatap suan. Suan yang sedang memerah itu tak dapat berbicara apa-apa. Mata kris menjadi sayu kembali. Dia mencium Suan untuk ke sekian kalinya. Dia menciumnya tanpa ada rasa, ingin melepaskan sentuhan nya itu.

END

(semua kata-kata bercetak merah diambil dari kata kata Khalil Gibran)

Iklan

12 pemikiran pada “Kris Kiss

  1. wah ffnya daebak. klo ngebayanginny jadi senyum” sendiri
    thor saran aku sih, mendingan kata kau diganti kamu, biar lebih enak aja. trus klo lu gue, gk usah pk kau lagi. tp menurutku lebih enak lg klo pk aku kamu aja. tp ini cuma saran pribadiku, ya klo thor gk suka dan emang thor srekny lu gue sih oke oke aja. hanya nyaranin
    oh ya ngomong” ide ceritany aku suka banget, masih fresh gitu
    jinjja ffny daebak jjang!!!
    keep writing and hwaiting thor^^
    trus kata”ny bermakna banget
    segini aja deh coment abal” aku, jangan lupa siapin kantong plastik klo keracunan abis baca nih coment

  2. oh ya thor ada yg klewat. aku mau tanya. kan disitu ditulis yg warna merahkan tulisannya khalil gibran, berarti khalil ajakin ciuman dong hahaha* just kidding
    cuma aneh aja sih thor
    jangan kesinggung ne^^
    dan banyak” berkarya ne

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s