My Devil Handsome (Chapter 2)

MDH_4

My Devil Handsome

Author :

TinkerRose

 Riska normalita
@RiskaKAIIka

Judul : My Devil Handsome

 

Genre : Romance, Drama, School life, dan Marrid life.

Length :  Chapter 2

PG : 17+

Sudut pandang : Author dan Cast

Kunjungi Blog saya ^^ : http://tinkerrose.wordpress.com

Main Cast :

–          Park Jihyun (OC)

–          Oh Sehun (EXO-K)

–          Kim Taehyung (BTS)

–          Other

NB :

Annyeong!!!! Minka dateng!!! Kali ini saya membuat ff Chepter yang beda dari biasanya, Cast ffnya Sehun dan genrenya beda kali ini, okk kita cekidot aja yaa XD

SELAMAT MEMBACA

Pov Author

 

Seorang pria sedang asik memainkan PSP yang ia genggam sedari tadi, tapi jika ia boleh jujur ia tidak terlalu fokus dengan Games yang sedang ia mainkan. Ia merindukan seseorang, ia ingin bertemu orang tersebut. Ia mulai meringis pelan dan melempar PSPnya ke kasur yang ia tepati sekarang. Ia mengacak rambutnya kasar, mulai gerah dan panas tapi bukan karena suhu di kamarnya. Hei! Kamar itu sudah cukup dingin dengan AC yang hidup NonStop, yaa hatinya panas. Ia terus mengingat kejadian tadi siang di sekolah, ia benci kejadian itu.

Flashback

Taehyung mencari orang yang tadi sedang bersamanya, seluruh sudah ia sapu dengan matanya tapi ia sama sekali tidak menemukan gadis berambut pirang kecoklatan bertubuh mungil dan bermata besar itu.

“Jihyun di mana ia?”

Pria itu pun duduk di tempat terdekat dan yang pastinya kosong, ia mulai melap salah satu roti isi di piringnya. Tapi matanya masih tetap mencari di mana wujud itu berada, dan ketika ia mengalihkan bola matanya ke sisi kiri tubuhnya semua seperti jungkir balik. Taehyung melihat hal aneh di sana gadis itu di tatap serius oleh seorang pria yang tepat di atas tubuh gadis itu.

Ia berdiri, dadanya sakit dan jantungnya hampir lepas melihat pemandangan itu. Semua murid di sana tidak kalah hebohnya, pria itu bangkit tanpa mengulurkan tangan ke gadis itu. Barus saja gadis itu akan pergi, pria itu menarik tangannya hingga mereka berhadapan. Entah apa yang di katan laki-laki itu hingga gadis yang ia cari sedari tadi menamparnya.

Jihyun melangkah dengan wajah yang buruk. Ia marah, malu dan ingin menghilang. Gadis itu tau apa yang ia lakukan tadi akan membuat ia jadi sasaran perang oleh gadis-gadis gila. Taehyung tau Jihyun, ia gadis yang kuat meski terlihat seperti gadis manja. Sedang kan pria itu tersenyum misterius sambil mengelus pipinya.

“Jihyun!!!”

Teahyung berlari dan mengejar gadis itu. Ia mengikuti langkah cepat Jihyun, gadis itu menangis dalam isakan kecil. Ia terus mengumpat, dan memaki pria yang tidak sengaja ia tabrak. Ia membencinya, sangat.

“Jihyun kau tidak apa?”

Tepisan kuat Teahyung dapatkan, gadis itu menatapnya dengan wajah sisa-sisa kemarahan.

“Tolong jangan bahas dan biarkan aku sendiri”

Teahyung terdiam, ia terpaku menatap punggung Jihyun yang menjauh. Hatinya sakit, ia ingin mengejar dan memeluk gadis itu tapi, jika ia melakukan itu sama saja akan memperburuk suasana itu pikirnya. Ia hanya bisa menghela nafas berat dan pergi berlawanan arah dari gadis itu.

Flashback end

Pria pun mengambil ponselnya yang tergeletah di atas meja di sisi kiri kasurnya. Ia mencoba ingin menelpon gadis itu, ia ingin tau keadaan gadis itu, Taehyung sangat mengewathirkannya.

Tapi sama saja aku mengganggunya

Ia mengacak rambutnya kasar dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia mengambil bantal peluk dan mendekapnya. Jika ini Jihyun, aku tidak akan melepaskannya gumamnya dalam, hati.

Jihyun merasa janggal dengan ke adaan di sekelilingnya, ia terus melirik ruangan yang bergaya kerajaan korea dahulu. Apa lagi seuasa terkesan formal dan tenang, terakhir ia di ajak metting dengan keluarga Kim Jong-dae teman sekelasnya suasana nya memang formal tapi suara orang teriak-teriak dan tertertawa masih bisa terdengar.

Makananya juga sangat mewah, bahkan sayuran bertebaran di sana. Ia benci itu, sangat membenci sayuran.

“Mereka sebentar lagi sampai”

Ujar tuan Park ketika baru masuk, ia menelpon orang yang akan mereka temui sekarang. Jihyun hanya tersenyum tipis mendengarnya, ada perasaan aneh yang menimpanya. Apa yang akan terjadi?. Jihyun termenung, ia menikmati detak jantung yang tidak biasa baginya.

Ini pertama kalinya ia mengalami perasaan janggal ini, lalu ia putuskan untuk mengambil air dan meneguknya.

“Mereka sudah sampai, sekarang berada di pintu gerbang”

Gumam sang ayah setelah membaca pesan singkat di ponselnya, itu membuat Jihyun tersedak dan batuk-batuk. Akhirnya Jihyun putuskan berlari kecil menuju jendela dan membetulkan make-up nya.

Terdengar suara ketukan pelan di balik pintu geser yang berada di ruangngan itu, Jihyun tak mau terlalu perduli ia masih asik mengelas lipstic yang menurutnya terlalu tebal.

“Silakan masuk”

Suara ramah Ayah dan Ibunya memecah konsentrasinya, tapi ia masih berusaha fokus hingga suara pangilan membuatnya terpaksa menoleh dan membulatkan mata.

“Jihyun ini yang ingin Ayah perkenalkan”

Perkataan Ayahnya membuat ia mengerutkan kening dam membuang pandangannya dari sosok yang membuat jantungnya hampir berhenti. Ia memperlihatkan wajah meminta penjelasan ke Ayah-Ibunya.

Jihyun membulatkan mata, ia hampir saja terjatuh kalau saja ia tidak memegang daun jendela itu kuat-kuat. Ia lalu melihat tatapan dingin dari pria itu, ia membenci pria itu, dan juga takut.

“Jihyun?”

Sang Ibu mendekat dan menarik pelan anaknya yang masih terlihat shock. Jihyun terlihat kaku sampai ia duduk berhadapan dengan keluarga itu lebih tepatnya dengan pria itu.

“Ayo sayang perkenalkan diri mu”

Wanita paruh yang masih terlihat cantik itu menggoyang pelan tubuh anak laki-lakinya. Pria itu tersenyum tersipu membuat Jihyun mengerutkan kulit keningnya.

Ia tersenyum???

“Saya Oh Se-Hun, nama pangilan saya Sehun”

Terdengar gumaman seperti decak kagum dari orang tua Jihyun di ikuti juga pujian-pujian dari mereka untuk Sehun.

Jika aku tau teman kerja ayah adalah keluarga Sehun!
aku takan pernah mau di ajak!

“Sayang?”

“Ehh?”

Jihyun tersentak, ia menatap ibunya yang kini menetapnya lembut. ia kembali melihat Sehun  yang menatapnya dingin.

“Perkenalkan diri mu”

Jihyun seperti anak yang berusia lima tahun di ajari berbicara dengan baik. Ia juga bingung kenapa bisa sangat kebetulan begini. Hari ini ia benar-benar bertemu Sehun dan membuat ia akan masuk dalam mulut buaya yang gelap dan menakutkan.

“I-iya … Saya Park Ji-Hyun, panggilan saya Jihyun”

Ia benar-benar gugup, ia mengingat kejadian tadi siang. Ia terjatuh karena lantai masih basah sehabis di pel, Sehun menahannya dan menangkapnya. Tapi yang terjadi malah mengerikan dari yang kelihatannya. Ia tanpa sengaja mencium pipi Sehun membuat pria itu kaku dan ia tidak bisa bergerak dan terpaksa turun ke lantai dengan posisi ia berada di atas Sehun.

Sial sekali nasip ku

Ia baru teringat, ia juga sudah menampar Sehun di depan umum karena perkataan Sehun yang membuat ia sangat naik pitam. “Hei! Mau kemana kau! Kau pikir bekas seperti ini enak? Ini sangat gatal!” , ia mendengar perkataan itu tanpa basa-basi menampar Sehun membuat semua di sana ingin mengeluarkan mata mereka dan menyentuhkan bibir mereka ke lantai.

Sehun menatapnya tajam dengan wajah yang sangat dingin, tapi anehnya semua tidak menyadari hal itu. Ia menatap pria jakun itu dengan tatapanbengis, ia tidak pernah membanyakan dan kalau perli tidak mau membayangkan hal seperti ini.

“Sekarang kita mulai pembicaraan kita, sebagai calon mertua”

Jihyun membulatkan mata dan menatap Ayahnya yang menyelesaikan kalimat mengerikan itu. Itu sangat mengerikan, Jihyun berdiri dan menatap mereka. Gadis itu menatap semua ekpresi semua orang yang menatapnya, tatapan terkejut tapi tidak dengan Sehun. Ia menatap dingin gadis itu.

“Apa maksud semua ini???”

Pov Jihyun

“Jihyun!!”

Aku didak perduli, mereka mau memanggil ku samapi makanan yang mereka makan keluar pun aku tidak perduli. Bagaimana tidak, aku di jodohkan??, memangnya ini jaman apa??. Aku tidak hidup di jaman pangeran kodok kan??. Dan lebih parahnya lagi yang jadi calon suami ku adalah Pangeran Iblis!. Ini gila!!.

“Kalian! Jahat! Bagaimana bisa menjodohkan ku! Aku masih mau mengejar cita-cita ku!!”

“Sayang ini yang terbaik untuk mu”

“Terbaik?? Ini terbaik!! Kalian sudah gila!!”

Ku putar tubuh ku menjauhi mereka dan berlari. Aku tidak perduli orang-orang di jalan melihat ku sebagai orang gila, artis Drama atau apalah yang penting aku mau pergi dan meng hilang dari kejadian memuak ini.

Aku merasa di bohongi, mereka sempat berbisik pada ku sebelum mereka menjelaskan tentang pernikahan yang mereka rancang sejak lama. Keluarga Oh memang kaya raya, mereka tidak mau aku terbebani oleh hutang dan tidak bisa kuliah di jurusan Desainer seperti yang aku harapkan. Jadi Sehun melamar ku dan akan mengabulkan semuanya, aku dengar dari ayah ia sangat mencintai ku. Seketika kuping ku panas, bagaiman bisa orang yang mengatai ku bocah, gadis igusan, dan mulut ku seperti katak mencintai ku??, itu lelucon yang mengerikan.

Seketika aku merasa tangan ku di tarik kasar, aku pun tanpa sadar mengikuti tarikan itu dan memeluk si pemilik tangan kekar itu, ku lihat tatapan tajam menghujam ku. Kilat marah ada di sana. Aku tau ia merasa di lecehkan seperti tadi siang.

“Kau membuat malu orang tua mu”

“Aku tidak perduli!!! Aku lebih tidak sudih menikah dengan mu!!”

Ia tersenyum miring, lalu kembali menatap mata ku. Tatapan nya kini semakin tajam, wajah datarnya berubah menjadi wajah penuh rasa marah.

“Ku pastikan kau menyesal”

“Itu tidak akan pernah terjadi!”

Ku hempaskan tangannya dan berlari menuju jalan raya, aku berlari sekuat tenanga ku dan menangis. Aku sudah cukup sangat kecewa, aku sangat membenci laki-laki itu dan selalu berharap tidak akan pernah berurusan dengannya, meski dengan kecerobohan ku selalu saja membuat ia meneriaki ku.

“Park Jihyun!!!!”

Ku dengar suara Sehun menggemah seperti memanggil ku, aku merasa aneh dengan nadanya. Jadi aku toleh di mana arah ia memanggil, mata ku membulat dan aku terbelalak tidak bisa bergerak, aku melihat Trek ada di depan ku dengan klakson yang nyaring. Aku menutup mata dan hanya bisa pasrah.

Apa aku akan mati?

“Bodoh”

Aku seperti mendengar suara Sehun di telinga ku, ia berkata lembut seperti sedang merangkul tubuh ku. Hangat, aku juga bingung kenapa sehangat ini, yang terakhir ku lihat adalah kegelapan yang seperti menutupi mata ku dari apa yang terjadi.

Apa aku di surga?

Tercium aroma madu yang menenangkan jiwa, aku merasanyaman dengan sentuhan halus bak kain sutra di sekeliling ku. Aku mengeliat merasa sentuhan listrik di perut ku, nyaman dan geli. Leher ku juga seperti di sentuh benda lembab dan basah, entah apa tapi aku sangat menikmatinya.

“Hmmmp”

Suara? Suara siapa itu?, seperti suara seorang pria. Tunggu? Bukannya aku di surga. Kenapa aku bisa mendengar suara pria?. Tak lama aku merasa punggung ku di elus pelan membuat ku mendesah kecil. Ohh tidak, ini tidak benar. Perlahan meski susah aku buka mata ku, terlihat kamar berwarna soft yang rapi dan arsitektur bergaya pertengahan menyapa penglihatan ku. Tapi bukan itu yang membuat ku merasa ada hal janggal.

Aku terbelalak merasakan bibir ku sedang di permainkan. ku kerjapkan mata ku dan membulat kannya, setelah aku melihat sepasang kelopak mata dengan alis yang tegas berada di hadapan ku. Siapa ia??. Aku mulai berontak, ia segera menangkap tangan ku dan menggengamnya di atas kepala ku. Ia menindih ku dan memasukkan lidahnya dan bermain di dalam mulut ku. Kegiatan itu ku nikmati, sampai akhirnya ia mengangakat kepanya dan menatap ku lembut.

“Morning Honey”

Aku membulatkan mata, jantung ku ingin lepas, nafas ku sekejam hampir hilang dan tubuhku kaku, tunggu! Tubuh ku? Ku lihat apa yang aku pakai. Baju tidur tipis dan sexy berwarna merah darah??. apa-apaan ini??, ku lihat lagi wajahnya yang ehmm tampan dan polos. Tapi segera ku hilangkan pikiran bodoh itu dan,

“APA YANG YANG KAU LAKUKAN OH SEHUN!!!!!!”

Pov Author

Sehun berkali-kali menggosok pelan daun telinganya, matanya memejam erat dan mendesah berat. Ia menatap pihatin gadis yang dengan berisiknya menangis sambil menimbun dirinya dengan selimut. Ia tidak bermaksud melakukan hal itu dan hanya mengerjainya saja, tapi bukan laki-laki namanya jika tidak tergiur oleh tubuh wanita.

“Hiks hiks Ayah!!! Ibu!!! Kalian tega!!!”

Gadis itu terus menangis sepeti seorang anak kecil barumur lima tahun yang di tinggal ke pasar oleh ibunya. Sehun?, ia terdiam memandangi selimut yang bertumpuk itu. Ia menatap nanar, selimut putihnya.

Apa aku keterlaluan?

Ia tersentak, matanya membulat. Ia menyentuh perlahan dadanya, ia merasa aneh dengan dirinya. Sejak kapan ia perduli dengan orang lain?, sejak kapan ia merasa kasihan sejak kapan?. Mungkin semenjak hari itu, hari yang merubah hidup, perasaan, dan jalan pikiran si Iblis Oh Sehun.

Aku mulai gila

Ia tersenyum sambil meneyentuh kepalanya, ia tau itu. Ia gila, sangat gila. Mungkin dengan kasat mata, pria jakun ini baik-baik saja. Tapi jika di telusuri, ia hancur. Jiwanya hancur tak bersisa. Tapi hari itu merubah segalanya, ia mulai memikirkan semua hal yang ia anggap Aneh . Ia kembali menatap tumpukan selimut tebal yang menyembunyikan tubuh gadis itu.

“Hiks hiks”

Ia pun duduk di tepi ranjang dan menatap nanar benda itu. Ia ingin menyingkap dan memeluk tubuh mungil itu, tapi niatnya ia tunda. Ada beberapa hal yang jadi pertimbangannya, ia mengerang. Ia merasa sakit di dadanya yang sangat familiar itu datang.

Aku iblis, iblis sangat membenci malaikat

“MANA BAJU KU???”

Sehun membalikkan tubuh dengan malas, kupingnya sudah sangat panas mendengar Jihyun yang menutupi dirinya dengan selimut. Ia sudah mengenakan jas sekolah dan bersiap berangkat, tapi ia menghentikan kegiatan memakai dasi ungunnya untuk melihat ke belakang di mana Jihyun menatapnya dengan wajah yang cukup mengerikan.

“Bisakah kau tidak berteriak?”

“Mana mungkin aku tidak bisa berteriak jika pakaian ku kau curi MANIAK!!!”

Mata Sehun menajam, ia ia berdecak kesal. Lalu ia mendorong Jihyun hingga gadis itu terkapar di kasur dan kembali menindihnya. Jihyun membulatkan mata dan mencoba memberontak, bukan Sehun kalau ia tidak bisa mengehentikan gerakan Jihyun.

“Jika kau katakan itu sekali lagi, kau tidak akan turun dari kasur ini sampai pagi berikutnya tiba”

Jihyun menganga, ini dia si moster yang sering di gosipkan seantreo se gedung sekolah Jang-Sang High School , ok Jihyun mulai tidak meragukan gosip yang beredar bebas di sekolah setelah ini. Sehun mengarahkan matanya ke selimut itu, Jihyun mulai panik, ia menebak apa yang terjadi.

“Cepat mandi”

Dengan enteng pria itu menarik dan melempar selimut yang lumayan tebal dan berat. Jihyun berlari dan menyembunyikan dirinya di balik gorden besar di kamar Sehun. Pria itu menatap dingin gadis itu yang kelihatan ketakutan.

“Kau tadi dengar aku apa bicara?”

“Ke-keluar dulu”

Sehun menghela nafas berat, ia lalu melangkah pelan dan menarik handuk yang berada di antara gantungan di dekat pintu kamarnya yang tertutupdan terkunci rapat. Ia pun melempar nya hingga berada di dekat Jihyun, gadis itu yang mengerti segera mengambil dan kembali bersembunyi.

“Ku beri kau waktu sepuluh menit, jika tidak aku yang akan melakukannya untuk mu”

“KAU GILA!!!”

“Waktunya di mulai dari sekarang”

“Kau keluar dulu!!!”

Sehun kembali mengela nafas dan melangkah pelan menuju pintu, ia memutar kunci itu lalu membukanya. Ia sempat melirik sedikit gadis itu yang tetap pada posisinya dengan ekpresi yang lucu bagi Sehun.

Dasar

Pintu tertutup, Jihyun segera melompat dan mendekati pintu itu. Ia menguncinya, gadis itu berteriak frustasi. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi hingga ia berada di sini dan memakai baju terkutuk ini, apa lagi Sehun tadi membelai dan menciumnya.

Itu ciuman pertama ku

Gadis itu, meloncat-loncat kesal, apa yang terjadi ? ia terus bertanya dalam dirinya dengan rasa takut dan sedih yang mendominasi. Hingga ketukan pelan terdengat.

“Ini sudah tiga menit, kau mau aku yang melakukannya?”

Mata Jihyun membulat, ia segera mencari handuk dan memakainya. Dasar sialan! Umpat Jihyun kesal. Ia pun berlari ke kamar mandi dan menutup pintu hingga suara nya terdengar sampai luar kamar. Sehun yang mendengar itu pun tersenyum, beberapa asistennya terdiam dan menampakan ekpresi bingung.

“Nona muda sudah bangun tuan?”

Sehun menganguk dan tersenyum, pria itu ramah hanya pada Ibu dan Asistennya saja. Selebihnya hanya wajah Datar dan dingin yang ia perlihatkan. Ia tidak suka tersenyum pada orang yang tidak terlalu ia kenal, tapi khusus gadis itu ia masih memikirkannya. Ia sudah mengecap terlalu banyak rasa sakit akibat rasa cinta, tapi entah mengapa ia yakin seratus persen gadis ini akan menyelamatkan hidupnya.

“Siapkan ia pakain dan make up seadanya, dan berikan apa pun yang ia mau”

“Baik tuan muda”

Sehun berjalan santai meninggalkan pintu itu, ia akan memulai permainnya. Selayaknya permainan ular tangga, ada suatu hal yang akan membuat ini menyenangkan dengan naik tangga tapi juga akan ada konflik yang membuat permainan ini menguras hati dan otak dan mengharuskannya terperosot ke bawah karena ular untuk memikirkan rencana selanjutnya. Sehun tau itu, tapi baginya ini akan sangat menyenangkan. Dan tidak meutup kemungkinan ia akan lepas kendali apa pun bentuknya. Ia memiringkan sudut bibirnya,

Game this play

“Apa?? Ia sudah berangkat duluan???”

Jihyun tidak bisa menutupi ekpresi kesalnya. Ia sudah selesai dan berharap pria itu mengantarnya pulang dan memberikannya kehidupan tenangnya seperti dulu.

“Tuan muda menitipkan beberapa perlengkapan untuk anda istrinya”

Jihyun tersedak, ia terbatuk-batuk tanpa mengecap apa-pun di daam mulutnya. Ia membulatkan mata, jika ia adalah gunung berapi sekarang pasti akan meledak dan mengeluarkan larva yang akan menghacurkan apa-pun tanpa sisa.

“APA???”

Ada lima asisten menggunakan pakaian layaknya pelayan cosplay jepang, mereka semuanya menutup kuping dan menutup mata. Jihyun kau akan terserang darah tinggi di usia sangat muda, siapa yang perduli tentang penyakit itu juka berada di posisi Jihyun. tapi jika kau membenci si pangeran Iblis.

“Bukannya nona sudah melakukan pernikahan dua hari yang lalu”

Jihyun membulatkan mata dengan sempurna, ia terduduk. Ia mengingat, ia bermimpi. Ia berpikir itu hanya mimpi dan ia tidak perduli saat itu.

Flashback

“Aku menerima Park Jihyun menjadi istri ku dan menjaganya hingga maut menjemput”

Jihyun menatap Sehun tak yakin, tapi perhatiannya tetap pada raut wajah pria itu yang terlihat sangat bahagia. Seumur hidupnya, aah tidak selama dua tahun ia hidup di lingkungan sekolah elit itu dan belajar selama sepuluh jam tidak seditik pun melihat raut wajah si iblis sebahagia ini.

“Nona Jihyun?”

Gadis itu tersentak, ia menatap pastur yang memanggilnya tadi dengan tatapan bingung.

“Apa anda bersedia?”

Jihyun mengaga, pertanyaan macam apa itu?. Ia masih mau menjawab pertanyaan soal Matematika yang membingungkannya ketimbang pertanyaan ini. ia kembali tersentak dan mengeluarkan umpatan yang membuatnya menyesal hingga mati, itu menurut Jihyun.

“Iya!!!”

Jihyun merasa sakit di bagian kakinya. Ia ingin sekali membalas perbuatan Sehun yang menginjak kakinya.

“Kalau begitu saya sahkan kedua insan ini menjadi suamu-istri”

Jihyun mengaga, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia menggelengkan kepalanya dan menyakinkan dirinya kalau ini hanya mimpi. Ini pasti mimpi buruk gumamnya di dalam hatinya. Ia tersentak saat Sehun menggendonya dan mencium bibirnya. Pria ini menghisap pelan dan menatap tajam Jihyun.

“Kau milik ku”

Flashback end

Jihyun terduduk di lantai dengan wajah seperti orang yang kehilangan uang segudang. Ia bengong dan tidak bisa bicara. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Pertanyaan itu terngian di pikirannya secara otomatis. Tentu saja wajar ia bertanya seperti itu. Para asisten memandangi jihyun dengan wajah khawatir.

“Nona muda?”

Jihyun tersentak pelan, ia mulai memikirkan suatu hal. Ia ingin memastikan suatu hal pada pria itu. Ia bangkit, dan mengambil baju yang sedari tadi di pegang asistennya.

“Mana pria itu?”

“Tuan Sehun sudah berangkat duluan”

Jihyun mengerang pelan, ia memang suami yang tidak bertangung jawab! Meninggalkan istrinya sendiri, ehh tidak untuk apa aku peduli tentang status sial ini. Jihyun mengumpat dalam hatinya.

“Ok, aku akan ganti baju dan tolong siapa-pun yang meu menolong ku, antar aku ke sekolah”

Jihyun berbalik dan berlari kecil menuju kamar yang tadi ia tempati. Ia akan melabrak Sehun dan membuat pria tampan itu malu seumur hidupnya, itu rencananya.

“Jihyun kemana ya?”

Taehyung terlihat membaringkan kepalanya di meja, pikirannya melayang entah kemana. Ia mulai merindukan seseorang,bagaimana tidak Jihyun sudah ijin tidak masuk selama tiga hari tanpa kabar yang jelas.

“Err aku bisa gila kalau begini terus”

Taehyung mengacak rambutnya gusar, ia sangat merindukan cinta pertama dan sahabat pertamanya semasa ia kecil. Ia selalu bersama Jihyun hingga ia sangat terbiasa dan menganggap Jihyun sudah bak oksigen untuknya.

“Hei! Sudahlah Jihyun baik-baik saja kok”

Jinri gadis berambut pendek dan berwarna merah marun di rambutnya ini terlihat khawatir memandangi sahabatnya yang terlihat seperti tidak makan selama bertahun-tahun, ok itu berlebihan tapi ini lah kenyataannya Look! Taehyung semakin kurus dan pucat memikirkan Jihyun yang entah kemana.

“Mudah-mudahan saja”

Jinri memanyunkan bibirnya, ia merasa memberikan pasokan semangat ke pria manis ini adalah hal sia-sia. Ia tidak ada perubahan dalam hal apa-pun setiap kali ia memberi semangat dengan kata-kata positif tentang Jihyun.

“Coba berpikir dewasa Taehyung”

“Aku mau keluar kelas, jangan ganggu aku”

Taehyung meninggalkan Jinri yang mengaga kesal itu sendirian. Ia mulai sekarang bersumpah tidak akan memberi semangat dan kata-kata membangun ke Taehyung lagi, tidak akan.

Pria itu pun keluar kelas dengan ke adaan yang mengenaskan, tidak dengan penampilannya yang sangat cool tapi wajahnya sangat murung. Ia seperti di kelilingi hawa kesedihan dan kerapuhan di sekitarnya hingga membuat siapa saja memandangnya dengan tatapan Horror.

Terdengar dari ujung koridor suara seseorang sedang berlari, Taehyung sama sekali tidak mengubris hal itu, berbeda dengan beberapa siswa yang ada di sana memperhatikan seorang gadis berlari.

“Hei!!! Berhenti!!!”

Taehyung mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk, ia mengerjapkan mata berkali-kali. Ia kenal suara itu bahkan sudah sangat familiar di telinganya. Ia pun menemukan seorang gadis menampakan ekpresi marah dan berlari sekuat tenaga dengan pandanga yang lurus. Itu Jihyun, ia sangat bahagia hingga sulit untuk mengungkapkannya.

“Hei!!! Oh Sehun berhenti!!!”

Bibir Taehyung keluh, ia tergagap-gagap tanpa mengeluarkan suaranya. Seperti ada yang memukul dadanya dengan palu, apa lagi ketika gadis itu melewatinya seperti tidak mengenalinya. Ada rasa sakit yang luar biasa di dadanya, ia tidak pernah merasakan rasa sakit ini seumur hidupnya.

Ia lalu melirik ke arah belakang tubuhnya, gadis itu menarik lengan Sehun. Pria itu juga terlihat terkejut tapi hal aneh di tangkap Taehyung, Sehun tidak pernah menatap wanita sedalam itu. Ia dan Sehun sama-sama anggota organisasi sekolah jadi wajar ia tau gelagat pria itu, karena ia wakil ketua dan Sehun ketuannya. Lalu gadis munggil itu menarik Sehun ke suatu tempat hingga menghilang. Taehyung meremas baju cukup keras dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.

“Kenapa sesakit ini … Jihyun?”

“Cepat jelaskan apa yang terjadi??”

Mereka berdua sedang di ruangan seni yang jarang di kunjungi siswa. Ruang lukisan hasil karya para siswa sekolah ini, dan salah satunya Sehun. Pria itu menatap lukisannya yang bercorak warna gelap dan beberapa gambaran-gambaran yang memperlihatkan kesan kesedihan di sana.

“Apa yang harus aku jelaskan?”

Sehun masih betah menatap lukisan itu, ia mengingat saat ia melukis lukisan itu. Moodnya kacau saat itu, tapi orang yang melihatnya malah memujinya dan memberi kata-kata sanjungan. Padahal ia ingin orang menghujatnya atas lukisan itu, seperti Ayahnya.

“Kenapa aku bisa menikah dengan mu??”

Sehun kini memalingkan pandangannya, dari balik kaca matanya ia melihat ekpresi marah dari wajah gadis itu.

“Kenap? Kau sulit mengingatnya?”

Nada itu pelan, tapi sudah sangat cukup membuat Jihyun panas dan ingin menampar pria itu.

“Katakan saja!”

“Jangan emosi seperti itu”

“Bagaimana mungkin aku tidak emosi!!!”

Sehun menarik ujung bibirnya, ia merasa bangga. Ia tidak pernah merasa sebangga ini mengerjai seseorang.

“Coba kau ingat, apa yang kau pinum ketika di acara pelamaran?”

Jihyun melayangkan pikirannya ke hari itu, hari yang di klaim sudah lewat tiga hari yang lalu. Ia mengingat ada minuman yang ia minum, gelas itu memang membuat Jihyun tertarik kerena berwarna pink dan bergambar tedy bear favoridnya. Ia meminum minuman berwarna putih itu karena ia merasa tenggorokkannya kering habis berteriak-teriak kepada Sehun.

“A-apa itu? Jangan bilang itu arak??”

“Bahkan lebih parah dari arak”

“APA???”

Sehun memejamkan matanya, ia sudah cukup mendengar teriakkan hari ini. tadi pagi ia harus mendengar teriakan Jihyun yang mungkin bervolume full, lalu ketika pergi kesekolah ia harus (Lagi) mendengar teriakan fansnya yang begitu histeris melihatnya. Sekarang? ya ampun Jihyun begitu membuat ia harus memakai handset dan menghidupkan musik sekencang mungkin.

“Bisakah kau tidak berteriak?”

“Bagaimana mungkin aku tidak berteriak Oh Sehun! Kau membuat hidup ku kacao”

Sehun menaikkan ujung bibirnya dengan tatapan yang cukup membuat Jihyun merinding.

“Itu bagus namanya”

“Pria gila!”

Aku memang gila

Sehun mengambil kaca matanya lalu merogoh sakunya, ia mengeluarkan ponselnya. Jihyun yang melihat itu hanya terdiam bingung.

“Kau meminum arak yang sangat keras dari China, sumber mengatakan arak itu mampu membuat sang pengonsumsi menjadi hilang kesadaran dalam pikirannya dan menganggap bahwa apa yang ia alami mimpi, dan efek itu berlangsung selama tiga hari. Wahh tepat sekali”

“APA????”

“Pantas saja kau terlihat aneh ketika hari pernikahan kita”

“Jangan bicara yang tidak-tidak Oh Sehun!”

“Ini fakta, nama kita berdua sudah tercantum di surat negara bahwa kita … “

Sehun pun mendekat, Jihyun yang mulai panik pun mundur perlahan. Tapi Sehun malah mengikuti langkah Jihyun hingga gadis itu terpojok ke dinding.

“Kita sudah menikah”

“Itu tidak mungkin!”

“Benarkah?”

Tanpa Jihyun sadari jari lentik Sehun mulai bergerak perlahan, ia mengelus paha Jihyun sangat pelan hingga membuat Jihyun terbelalak. Baru gadis itu akan menepis tangan Sehun, pria itu dengan cepat menangkap tangan Jihyun dan mengamitnya di atas kepala gadis itu.

“Aku tidak perduli kau percaya atau tidak, yang pasti … Kau milikku”

“Hmmmtt”

Jihyun menahan suaranya, ia tau jika ia melepaskan gigitan di bibirnya sudah pasti suara aneh akan keluar dan itu sangat memalukan. Sehun yang melihat reaksi Jihyun memberikan sensasi aneh yang gadis itu tidak pernah alami. Sehun pun menaikkan tangannya melewati rok unggu kotak-kotak gadis itu, ia menemukan apa yang di carinya.

“Jangan!!!”

“Terlambat”

“SE-HUNNNN”

To be continued….

Kalau ini Drama korea Backsongnya BTS – Like its, SHINee – Dangerous , Shin go-eun – Love pop , Juniel – Pretty boy , AOA – Moya , Girls Day – Expectation dan Phantom – Like Cho yong pil,  >.< hehehe. Okk Chap 2 kagak nyambung ya?? Maaf #bow100kali. Okk komentar ya buat yang minta lanjut 😉 lalu buat jiyoo19 SARANGHAE XD. Okk pai pai …

48 pemikiran pada “My Devil Handsome (Chapter 2)

  1. Banyak banget typo nya -_- ff nya bakal bagus kalo penulisan dan bahasanya lebih rapi.. Kayanya sebelum di post, ada baiknya dibaca lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s