Back To December ; Chanyeol Version (Days Without You)

Back To December ; Chanyeol Version (Days Without You)

  back-to-december-chanyeol-version

Title : Back To December ; Chanyeol Version (Days Without You)

Author : Heena Park

Lenght : Oneshoot

Genre : Romance,Angst,Drama

Ratting : PG

Recomended Song :

♫ Taylor Swift – Back To December

♫ Raisa – Firasat

My Blog : http://heenaliciousworld.wordpress.com/

Author Note : FF ini aku bikin ketika sedang mendengarkan lagunya Taylor Swift yang Back To December,sebenernya gak tau juga kenapa tiba-tiba kepikiran bikin FF ini.Tapi ya sudahlah nikmati saja.Apabila ada typo mohon di maklumi,karena nulisnya agak ngebut dan nanti ada 12 versi dengan cerita yang berbeda namun masih berhubungan/?

 

OoOoO

 

Ada yang bilang,ketika seseorang sedang mengalami coma maka orang itu bisa melihat setiap potongan-potongan kejadian dalam hidupnya.

Lalu apakah dia melihatku?

Apakah aku ada dalam potongan-potongan kisah hidupnya?

Ku harap aku ada,walau hanya terlihat sehelai rambutku saja

Chanyeol masih belum mau beranjak dari tempat duduknya.Matanya yang sayu memandang seorang gadis yang sedang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit,sedangkan kedua tangannya menggenggam erat tangan kanan gadis itu seolah ia tidak ingin melepaskannya.

Ia hanya terdiam,tidak memberikan respon apapun terhadap yang dilakukan oleh Chanyeol,selang oksigen terpasang rapi di hidungnya,sedangkan cairan infus masih mengalir dengan mulus di dalam tubuhnya.Hidupnya kini hanya setengah saja,hidup tapi juga mati.

“Pulanglah,ini sudah larut malam” Perintah seorang pria paruh baya berkaca mata.Wajahnya terlihat lelah,ia menepuk pundak Chanyeol pelan dan kemudian menatap pintu

Chanyeol tidak bergerak,ia masih terus memandangi Park Ji Hyun,tunangannya—

“Sebentar lagi ahjussi,sebentar lagi” Jawabnya untuk mengulur waktu.Ia benar-benar tidak ingin pergi sekarang,ia hanya ingin menemani Ji Hyun di saat seperti ini.Hanya itu saja,tidak lebih.

Sebenarnya masih banyak tugas kantor yang harus dikerjakan oleh Chanyeol,tapi apa boleh buat hatinya berkata bahwa ia harus menemani Ji Hyun,tentu saja karena ia tidak mau di masa-masa yang mungkin saja adalah saat terakhir pertemuannya dengan Ji Hyun ini berlalu begitu saja.

“Aku tidak ingin kau dipecat hanya karena menemani Ji Hyun,ingatlah masa depanmu yang masih panjang” Komentar pria bernama Park Si Hoo,orang tua Ji Hyun

Chanyeol menghembuskan nafasnya keras kemudian bangkit dari duduknya dan mengecup kening Ji Hyun sebentar lalu berpamitan pada gadisnya “Aku pulang dulu,aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan menjadi orang yang sukses” Gumamnya lalu berlalu pergi meninggalkan Ji Hyun dan ayahnya.

Begitu keluar dari Rumah Sakit,Chanyeol langsung dihadapkan oleh kenyataan pahit ketika mengingat perkataan dokter tadi sore tentang kemungkinan hidup Ji Hyun yang tinggal 30% tentu saja itu bukan hal yang baik.

Ia sangat-sangat belum siap untuk kehilangan Ji Hyun,gadis itu sangat berarti baginya.Chanyeol bahkan tidak pernah berpikir bahwa suatu hari nanti maut akan memisahkan mereka,ia tidak sanggup untuk sekedar membayangkan saja.

Samar-samar terlihat taksi yang akan melintas tepat di depan Chanyeol,dengan cepat Chanyeol mengayunkan lengannya berharap taksi itu akan berhenti dan segera mengantarkan dia untuk pulang ke rumah,berberes dan mengerjakan seluruh pekerjaan kantor yang sudah menumpuk.

Setelah taksi tersebut berhenti,Chanyeol segera membuka pintu dan duduk di samping kiri.Ia selalu duduk di samping kiri,karena Ji Hyun selalu duduk di samping kanan,gadis itu tidak pernah mau berubah tempat.Sama sekali—

 

Flashback

 

“Ji Hyun-a,kau ini bisa cepat sedikit atau tidak?” Teriak Chanyeol pada Ji Hyun yang sedang berjalan pelan ke arahnya,gadis itu nampak kesusahan membawa barang belanjaan yang baru saja ia beli

“Bagaimana aku bisa berjalan cepat? Coba kau lihat tas di tanganku ini? Ini menyulitkanku” Jawabnya pada Chanyeol diiringi gerutuan kecil

Chanyeol menggelengkan kepalanya dan membiarkan pintu taksi terbuka begitu saja lalu berlari ke arah Ji Hyun dan mengambil setengah barang belanjaan Ji Hyun

“Sekarang apakah kau sudah bisa berjalan lebih cepat?” Sidiknya

Ji Hyun mengkerutkan keningnya dan menggerutu “Kenapa tidak sejak tadi kau membantuku? Menyebalkan” Protesnya pada Chanyeol lalu meninggalkan pria itu dan memasukkan belanjaannya di bagasi taksi yang di susul oleh Chanyeol

“Salah sendiri kau tidak meminta tolong padaku” Sergah Chanyeol ketika Ji Hyun hendak masuk ke dalam taksi

“Kau berjalan meninggalkanku tadi” Bela-nya

Kembali Ji Hyun hendak masuk ke dalam taksi,namun Chanyeol secepat kilat mendahuluinya dan duduk di pinggir kanan.Seketika Ji Hyun meronta dan menarik Chanyeol keluar dari taksi

“Kau,keluarlah! Siapa suruh kau duduk di sana,aku tidak mau duduk di samping kiri” Pinta Ji Hyun menyuruh Chanyeol segera keluar

“Kenapa? Duduk di kanan atau di kiri kan sama saja” Jawab Chanyeol ringan

“Apanya yang sama? Cepat kau keluar,atau aku akan mencari taksi lain” Ancamnya pada Chanyeol sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.Tidak mau kekasihnya marah,akhirnya Chanyeol menyerah dan menpersilahkan Ji Hyun untuk duduk di samping kanan.

 

Flashback End

 

Mengingat saat-saat itu Chanyeol hanya bisa tersenyum pahit sambil berharap bahwa hari itu akan terulang kembali,rasanya aneh ketika ia harus duduk sendirian di dalam taksi tanpa Ji Hyun.Mengesalkan memang,namun memang inilah hidup.Mungkin sudah saatnya Chanyeol mulai berusaha untuk hidup sendirian,walaupun Ji Hyun belum benar-benar pergi tapi ia bisa sedikit mencoba untuk menjalani segalanya sendiri tanpa Ji Hyun hingga pada saatnya nanti ia sudah benar-benar siap untuk sendiri.

Baru saja ia hendak menyuruh sopir taksi untuk belok di pertigaan,tiba-tiba ponselnya berbunyi.Sepertinya ada sebuah pesan masuk dan benar saja ternyata sebuah pesan dari Kim Hyena,rekan kerja-nya di salah satu perusahaan ternama di Kota Seoul.Tentu saja ia belum memiliki kedudukkan yang tinggi,tapi setidaknya pekerjaannya itu bisa menjadi pegangan ketika ia menikah nanti.

From : Kim Hyena

“Sepertinya kau lupa pada berkas-berkasmu,segera ambilah sebentar lagi Kantor akan di tutup”

 

Bodoh,Chanyeol lupa pada berkas-berkas yang akan ia lemburkan.Segera Chanyeol menyuruh sopir taksi berbalik arah dan menuju ke kantornya.Tak sampai lima belas menit,ia sudah berdiri di depan kantor,dan benar saja kantor tersebut sudah sepi,hanya ada beberapa motor yang sepertinya adalah milik petugas keamaan kantor ini.

Chanyeol mulai mencari berkas-berkasnya yang ternyata berada tepat di atas meja kaca dan entah secara kebetulan atau tidak begitu berkas tersebut di angkat,sebuah foto milik Chanyeol dan Ji Hyun terpajang indah di balik kaca.Chanyeol sengaja memasang foto tersebut agar ia selalu bisa mengingat Ji Hyun dan ternyata ia benar.Sekarang ia teringat lagi pada gadis itu,dan pada kenyataan bahwa kesempatan hidupnya semakin berkurang.

Tak ingin terlarut dalam kesedihan Chanyeol segera beralih kembali untuk pulang ke rumah,tugas ini harus selesai besok siang dan dengan begitu berarti ia harus kerja lembur malam ini..

 

*****

 

Chanyeol duduk santai di kursi kerjanya,mencoba merelekskan badan yang sedari tadi sudah dipaksa bekerja sambil menyesap kopi panas kesukaannya.Ia menatap berkas-berkas pekerjaannya,sudah lebih dari setengah yang ia kerjakan padahal ini baru saja pukul sepuluh malam.Biasanya jika ada Ji Hyun yang menemani ia melembur,mungkin saja pukul sepuluh ini Chanyeol belum mengerjakan sedikitpun berkas-berkas tersebut.

Bagaimana mungkin ia bisa bekerja,Ji Hyun selalu mondar-mandir di dekatnya dan melakukan hal-hal konyol yang membuat Chanyeol gemas hingga akhirnya mereka malah mengobrol dan melupakan berkas-berkas tersebut.

 

Flashback

 

“Chanyeol-a.Apa kau tidak memiliki makanan di rumah ini?” Rajuk Ji Hyun yang sedang memegangi perut.Tatapannya kecewa begitu melihat kulkas di dalam rumah Chanyeol hanya berisi beberapa minuman kaleng bersoda

“Aku sudah menghabiskan mie instan terakhir tadi pagi,belilah makanan di Supermarket jika kau mau” Jawabnya tanpa mengalihkan perhatian dari laptop sambil terus mengetik

Ji Hyun menaikkan bahunya dan melirik ke arah jam dinding,sudah pukul sepuluh malam dan ia merasa kelaparan karena sejak tadi tidak diberi makanan oleh Chanyeol.Ia menarik jaket coklat di sofa lalu memakainya “Baiklah,aku ingin membeli makanan.Aku segera kembali” Pamitnya pada Chanyeol yang tidak mendapatkan respon apapun.

Ji Hyun sadar bahwa Chanyeol sangat sibuk,mungkin pria itu tidak mendengar ia berpamitan,jadi tanpa menunggu respon dari Chanyeol,Ji Hyun segera melangkah pergi untuk membelik sekedar mie instan di Supermarket yang berjarak sekitar 200 meter.

Cuaca musim dingin begitu terasa malam ini,tentu saja ini adalah Bulan Desember saat-saat di mana salju akan segera turun,dan Ji Hyun suka salju.Ia bilang salju itu halus dan menyenangkan,sungguh presepsi yang kekanak-kanakkan.

Ia berjalan cepat ke arah Supermarket lalu mengambil beberapa bungkus mie instan dan segera membayarnya ke kasir,namun tunggu baru saja ia keluar dari Supermarket angin besar melanda begitu saja.Terlihat butiran-butiran salju mulai turun.

Lucu sekali,ia tidak bisa kembali ke rumah Chanyeol atau ia akan terperangkap dalam badai ini sendirian.

Akhirnya Ji Hyun memutuskan untuk menunggu badai usai,ia terduduk di dalam Supermarket sambil memandang beberapa orang lain yang juga sedang menunggu badai berlalu.Ia benar-benar tidak menyukai badai,karena badai membuat semuanya menjadi kacau.

Hampir satu jam berlalu,badai belum juga usai.Rasa kantuk mulai menggerayangi Ji Hyun,gadis itu beberapa kali terlihat menaikkan kepalanya karena mengantuk,sampai tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya dan merebut dompet miliknya.

Segera Ji Hyun tersadar dan begitu ia berdiri penjahat itu sudah berada di luar Supermarket.Orang-orang yang berada di sekitarnya berusaha untuk menangkap orang itu namun tidak berhasil.Dengan segala kekuatan yang ada Ji Hyun berlari mengejar pria itu menembus badai yang sedang melanda

Ia melihat dengan samar pria itu berbelok pada sebuah gang kecil dan tanpa ragu Ji Hyun mengikutinya,namun betapa kagetnya ia begitu melihat lima orang pria bertubuh besar termasuk pria yang menjambret dompetnya.

“Lihat siapa yang datang?” Gumam seorang pria berkemeja hitam bertubuh besar pada kawannya.Mereka semua menyeringai seperti singa yang siap untuk menerkam hasil buruannya

“Berhenti,apa yang kalian inginkan!” Ji Hyun meninggikan suaranya mencoba terlihat tidak takut pada orang-orang tersebut.

Namun bukannya menjauh orang-orang itu semakin mendekat dan hendak menarik Ji Hyun dalam kumpulannya “Nona,bergabunglah bersama ka—“

Bug!

Sebuah pukulan mendarat mulus di wajah pria itu hingga terpental ke tanah.Benar saja Chanyeol yang datang,pria itu masih mengatur nafasnya karena lelah berlari.Namun dengan cepat ia menarik tangan Ji Hyun dan berlari kembali menjauh dari para kerumunan penjahat tadi.Bukannya apa tapi Chanyeol tidak mungkin bisa menang melawan lima orang itu,hingga akhirnya ia memilih untuk kabur saja.

Samar-samar dibelakang terlihat kawanan penjahat itu mengejar mereka.Ini tentu bukan hal yang baik,apalagi melihat Ji Hyun yang sudah kelelahan untuk berlari

“Chanyeol-a pelan-pelan kakiku sakit” Gerutunya pada Chanyeol

“Tidak bisa,kita bisa tertangkap dan di siksa habis-habisan oleh mereka” Balas Chanyeol sambil masih memegang erat tangan Ji Hyun

“Tapi aku lelah Chanyeol-ah”

Mendengar Ji Hyun yang mengeluh seperti tadi Chanyeol menjadi tak sabar,ia menyambar tubuh Ji Hyun dan menaikkannya di punggung lalu berlari secepat yang ia bisa.Ini bukan perkara gampang,pasalnya ia berlari sambil menggendong Ji Hyun sekarang.

Ia bahkan hampir tidak melihat jalanan mana yang ia lewati,sekarang yang ada di fikirannya hanya sampai di rumah dan selamat.Hanya itu saja.

Sunggu tidak di sangka mereka bisa sampai di rumah Chanyeol dengan selamat,namun sayang dompet Ji Hyun tidak sempat ia dapatkan kembali.Namun tak masalah,yang penting mereka berdua selamat dari kejaran para penjahat itu.

“Ah..kau tidak apa-apa kan Ji Hyun-a? Mereka tidak menyentuhmu kan?” Tanya-nya khawatir sambil mengatur nafasnya dan duduk di sofa

Ji Hyun menggeleng “Tidak,mereka belum sempat menyentuhku”

Chanyeol mengelus dadanya bersyukur lalu menyodorkan segelas minuman pada Ji Hyun yang kelihatannya masih trauma “Ini minumlah,lagipula kenapa kau mengejar mereka? Biarkan saja dompetmu menghilang asal nyawamu tak menghilang” Marah Chanyeol pada Ji Hyun,gadis itu benar-benar nekat.Hampir saja nyawanya melayang

“Tidak bisa Chanyeol-a,dalam dompet itu berisi 30 won!” Sergahnya

“Apa? Hanya karena 30 won kau mempertaruhkan nyawamu? Jangan bodoh kau Park Ji Hyun,Ya Tuhan.Seharusnya aku tadi mengantarmu ke Supermarket”

Ji Hyun mengkerutkan keningnya dan menaikkan telunjuknya tepat di depan wajah Chanyeol “Kau sendiri yang tidak menghiraukanku tadi dan menyuruhku untuk ke Supermarket”

“Baiklah,lupakan.Ku akui aku yang bersalah karena tidak memperhatikanmu tadi”

“Baguslah kalau kau sadar”

Ji Hyun beralih meninggalkan Chanyeol dengan tatapan kesal,ia mengambil sebuah mie instan di dalam kantong plastiknya dan memasaknya sendirian di dapur”

 

Flashback End

 

Kejadian tadi,gara-gara hal itu Chanyeol dan Ji Hyun tidak berbicara satu sama lain selama dua hari.Hingga pada akhirnya Chanyeol tidak tahan dan meminta maaf pada Ji Hyun,walau sebenarnya mereka berdua sama-sama bersalah.

Chanyeol meletakkan cangkir kopi yang tinggal berisi tidak lebih dari setengah itu di meja kemudian kembali mengerjakan berkas-berkas yang harus jadi besok siang itu.

Namun sebelum ia benar-benar kembali bekerja,Chanyeol menyempatkan dirinya untuk mengambil foto Ji Hyun dan dirinya lalu bergumam “Selamat malam,tidurlah dengan nyenyak bersama bintang” Ujarnya sambil menyentuh pipi Ji Hyun di dalam foto.

 

*****

 

Pagi menjelang dengan lambat.Chanyeol berdiri di depan kaca dan menatap dirinya yang sudah rapi menggunakan kemeja juga dasi bewarna biru tua mengalung indah di kerahnya.Ia sudah siap untuk menyetorkan hasil kerja lemburnya malam tadi.

“Pagi Chanyeol-ssi” Sapa Kim Hyena yang baru saja melintas.Chanyeol tersenyum simpul “Pagi juga,hari yang cerah bukan?” Balasnya sambil memandang awan dari balik jendela kaca.Ji Hyun mengangguk “Tentu saja,semoga hidupmu secerah hari ini” Balas Hyena kemudian beranjak pergi.

Chanyeol menaikkan bahunya dan mengabaikan kata-kata Hyena barusan,secepat mungkin ia memberikan berkas-berkas tersebut pada atasannya lalu kembali mengerjakan berkas-berkas lain yang sudah menumpuk.Rasanya lelah sekali,tapi ia harus cepat karena sebentar lagi sudah waktunya untuk menjenguk Ji Hyun.

“Sudah satu Minggu ya?” Ujar seseorang ketika Chanyeol sedang mengerjakan berkas-berkas baru yang menumpuk.Samar-sama terlihat Yixing berjalan dari luar,ia memakai syal biru-putih dan sebuah topi di kepalanya.

Chanyeol tersenyum tipis “Aku yakin dia akan segera terbangun” Harapannya begitu besar akan kesadaran Ji Hyun.

“Oh ya Chanyeol-ssi. Ada yang bilang,ketika seseorang sedang mengalami coma maka orang itu bisa melihat setiap potongan-potongan kejadian dalam hidupnya”

Chanyeol berdiri dan menepuk pundak Yixing “Lalu apakah dia melihatku?” Tanyanya penasaran.Yixing hanya mengkerutkan keningnya “Tergantung seberapa pentingnya kau baginya” Jawabnya sedikit tidak yakin

“Aku tidak yakin,tapi apakah aku ada dalam potongan-potongan kisah hidupnya?”

“Semoga saja”

“Ku harap aku ada,walau hanya terlihat sehelai rambutku saja”

“Bersemangatlah Chanyeol-ssi,Ji Hyun pasti kembali”

Yixing mengucapkan kalimat penyemangat tersebut sambil menepuk-nepuk pundak Chanyeol,tidak lama kemudian pria itu mendapat sebuah pesan dari calon istrinya.Benar saja,Yixing adalah calon suami dari Kim Hyena.Entah apa yang terjadi sampai mereka bisa menjadi sepasang kekasih dan akan segera menikah.Ada kabar beredar bahwa Yixing dan Hyena dijodohkan,namun entahlah.

Chanyeol mengerjapkan matanya beberapa kali dan kembali larut dalam kesibukkannya hari ini.Bukan hanya hari ini,setiap hari Chanyeol selalu sibuk.Ia hampir tidak memiliki waktu untuk memikirkan dirinya sendiri.

Beberapa kali ia sempat menghubungi ayah Ji Hyun untuk sekedar menanyakan apakah Ji Hyun sudah baikkan atau belum,dan jawaban yang sama selalu ia dapatkan “Ia masih menutup matanya” Selalu saja kata-kata itu yang menghiasi inboxnya.

Ia benar-benar masih mengingat kejadian dua Minggu lalu,tepat pada tanggal 24 Desember,ketika Ji Hyun ia dapat melihatnya untuk terakhir kali.

 

Flashback

 

Chanyeol duduk termenung di atas sofa,ia baru saja pulang dari kantor.Matanya menatap lekat ponsel putih di atas meja kaca yang sedari tadi tidak berbunyi.Merasa sebal akhirnya Chanyeol meraih ponselnya dan menekan nama Ji Hyun pada layar

“Kau kemana saja? Kenapa tidak menghubungiku sama sekali?” Ia melepaskan dasi yang masih mengalung di lehernya

“Benarkah? Maafkan aku,aku terlalu sibuk membantu keluargaku hari ini”

“Kau sedang di mana sekarang?”

“Sedang di rumah nenekku,kenapa?”

“Keluarlah dari rumah lima belas menit lagi,aku akan segera ke sana”

“Ha? Chanyeol-a untuk apa kau…tut—“

Chanyeol menutup panggilannya lalu berdiri dan mencari taksi,untung saja tidak perlu waktu yang lama sebuah taksi melintas di depan rumahnya yang sederhana,sehingga Chanyeol tidak perlu menelfon agen taksi.

Ia segera menyuruh supir taksi menuju tempat nenek Ji Hyun tinggal.Sekitar lima belas menit berlalu,seperti yang dikatakan Chanyeol.Ji Hyun sudah berdiri di depan rumah sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.Chanyeol tersenyum kecil dan menyuruh Ji Hyun untuk masuk ke dalam taksi,seperti biasa gadis itu duduk di samping kanan

“Ada apa?” Selidiknya

“Tidak ada apa-apa,aku hanya ingin mengajakmu berjalan-jalan di malam natal” Jawab Chanyeol santai lalu menyuruh supir taksi untuk berjalan,hanya saja Chanyeol tidak memberitahukan tujuan mereka pada Ji Hyun.Pria ini bersikap sok romantis.

“Kita mau kemana?” Tanya Ji Hyun lagi,ia melihat keadaan sekitar

“Ke suatu tempat yang sangat indah” Balas Chanyeol misterius

Ji Hyun mengkerutkan keningnya,jarang sekali ia melihat Chanyeol seperti ini.Apa pria itu sedang kerasukkan jin? Hah entahlah.Tapi Ji Hyun sangat menyukainya,ia suka Chanyeol yang penuh kejutan.

Ketika hampir sampai di tempat tujuan,Chanyeol mengambil sebuah kain dan menutup mata Ji Hyun,awalnya Ji Hyun menolak tapi akhirnya ia menyerah dan mengikuti perkataan Chanyeol juga.Ia mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Chanyeol.

Hingga akhirnya sampailah mereka dia Yeojwacheon Stream.Sebuah tempat yang indah,terlihat pohon Sakura di kanan dan kiri,walaupun tidak sedang berbunga,tapi pohon itu terlihat indah karena dihiasi oleh salju dan beberapa lampu hias.

Sebuah sungai juga mengalir begitu tenang,banyak wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.Ji Hyun tidak bergumam apapun,ia hanya tertawa dan memeluk Chanyeol.Mereka kini berdiri tepat di tengah jembatan kecil bewarna coklat dan tepat di depan mereka.Ya,beberapa huruf terlihat mengapung di atas air dan Ji Hyun bisa membacanya.

“Happy 1st Year Anniversary! Ji Hyun-ssi Saranghae ♥”

Ji Hyun benar-benar tak habis fikir,ia lupa bahwa ini adalah tanggal 24 Desember.Tepat di mana Chanyeol mengatakan bahwa ia mencintai Ji Hyun,ia benar-benar lupa,dan bodohnya sekarang ia mendapat kejutan seperti ini.Park Chanyeol,kau benar-benar lelaki sempurna!

Ji Hyun semakin memeluk Chanyeol dengan erat,ia menitikkan air mata bahagia layaknya pasangan yang baru saja bertemu setelah lama tak berjumpa.Chanyeol membalas pelukkan Ji Hyun,namun ia tak menangis.Ia tertawa begitu lebar dan menepuk-nepuk pundak Ji Hyun

“Kau memang pengingat yang buruk” Umbar Chanyeol yang masih tertawa

Ji Hyun melepaskan pelukkannya dan memukul dada Chanyeol sekali hingga berbunyi ‘bug’

“Berhenti mengolok-olokku,dasar kau menyebalkan.Kenapa tak mengingatkanku?” Kesalnya

Chanyeol menaikkan pundaknya “Dasar kau bodoh,kalau aku mengingatkanmu maka kejutan ini tidak akan terjadi”

Ji Hyun menghembuskan nafasnya,ia berfikir sebentar berusaha mencerna kata-kata Chanyeol barusan,kemudian mengangguk “Benar juga,ah tetap saja kau menyebalkan” Ji Hyun kembali memukul-mukul dada Chanyeol,namun dalam sekejap pria itu menarik Ji Hyun dalam pelukkannya dan mendekatkan mulutnya pada telinga Ji Hyun

“Ji Hyun-ssi” Bisik Chanyeol

“Apa lagi?” Jawab Ji Hyun sedikit ketus

“Aku mencintaimu”

 

Flashback End

 

Chanyeol mengacak-acak rambutnya pusing karena mengingat kejadian itu,rasanya frustasi sekali.Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Ji Hyun akan terbaring di rumah sakit.Ini benar-benar seperti mimpi.

Kejadian satu minggu lalu ketika Ji Hyun akan pergi ke kantornya untuk mengantarkan sebuah bekal,ia baru saja tidak di pertigaan dan hampir menyeberang jalan sebelum akhirnya ia ditabrak sebuah mobil sedan hitam hingga terpental dan menabrak pagar pembatas jalan.

Dan sejak saat itu Ji Hyun tidak pernah membuka matanya,sampai sekarang.

Chanyeol baru saja akan berdiri,namun tiba-tiba ponselnya kembali berdering,ia begitu kaget tidak biasanya ayah Ji Hyun menelfon,pasti sesuatu telah terjadi.Semoga saja ini adalah hal yang baik.

“Chanyeol-ah” Panggil ayah Ji Hyun yang nafasnya terdengar tak beraturan

“Ahjussi,ada apa?” Chanyeol menjadi khawatir

“Ji Hyun..Keadaannya semaki kritis,kau harus kemari sekarang juga!” Perintahnya

Chanyeol membelalakkan matanya bingung “Baiklah ahjussi,aku akan segera ke sana” Chanyeol memasukkan ponselnya ke dalam saku dan segera berlari ke luar dari kantor sambil berharap Ji Hyun tidak pergi sebelum ia sampai di sana.

Ya Tuhan..

Jaga Ji Hyun..

Jangan ambil dia sekarang..

Chanyeol semakin berlari kencang,sampai akhirnya ia menemukan sebuah taksi yang sedang berhenti di pinggir jalan,tanpa permisi Chanyeol langsung masuk dan menyuruh supir taksi untuk pergi ke Rumah Sakit tempat Ji Hyun dirawat.

Semoga ia tidak terlambat,semoga saja.

Waktu terasa berjalan lambat,sampai akhirnya ia sampai juga di Rumah Sakit.Chanyeol segera berlari ke kamar nomor 173 tempat Ji Hyun di rawat,terlihat dokter,suster,dan ayah Ji Hyun berada di dalam.Namun ia aneh,Ji Hyun terlihat membuka matanya,namun tubuhnya kejang-kejang,gadis itu seperti akan tercabut nyawanya.

Ketika melihat Chanyeol datang,tim medis dan ayah Ji Hyun segera menyingkir.Mereka menyuruh Chanyeol untuk mendekat pada Ji Hyun.Tanpa pikir panjang Chanyeol menghampiri Ji Hyun,berdiri tepat di sampingnya dan menggenggam erat tangan gadis itu

“Ji Hyun-a..” Ujarnya lirih

Ji Hyun berusaha membuka mulutnya “Chanyeol-a…se..nang..bi..sa..me..li..hat..mu” Jawab Ji Hyun terpotong-potong

“Tidak,jangan bicara Ji Hyun-a,kau belum cukup sehat”

Ji Hyun mengibaskan kecil lengannya “A..ku..ti..dak..a..kan..se..hat..” Ia berhenti sejenak,kemudian setetes air mata keluar dari matanya “A..ku..ha..nya..ingin..me..ngu..capkan..se..lamat..tinggal..”

“Tidak Ji Hyun-a..kau tidak boleh pergi! Aku mencintaimu Ji Hyun-a..kau berjanji akan bersamaku bukan?”

Ji Hyun menggeleng “Maaf..maaf…ma..af…”

Bersamaan dengan Ji Hyun mengucapkan kata maaf yang ketiga kalinya,alat pengukur detak jantung yang berada di samping Ji Hyun berbunyi panjang serta garis yang sebelumnya naik-turun itu berubah menjadi garis lurus.

Chanyeol melepaskan pegangannya dari Ji Hyun dan terjatuh di lantai,matanya menatap ke bawah.Air mata yang seharusnya tidak keluar itu-pun meluncur mulus begitu saja di pipinya,ia benar-benar tidak bisa berfikir jernih sekarang.Ia tidak percaya Ji Hyun benar-benar pergi.

Dan bahkan Ji Hyun mengucapkan selamat tinggal untuknya,Ya Tuhan.Bangunkan Chanyeol dari mimpi buruk ini,jika memang ini hanyalah sebuah mimpi.Bangunkanlah dia—

Namun sayangnya ini bukan mimpi.Karena tidak akan pernah ada mimpi sesedih ini,tidak akan pernah ada mimpi se-menyedihkan ini.Ini nyata,ini benar-benar terjadi.

 

*****

 

Pagi yang cerah,namun sayang perasaan Chanyeol begitu kelam sama seperti baju yang ia kenakan.Hari ini jasad Ji Hyun akan di kremasi,gadis itu bilang ia tidak ingin menyisakan kesedihan ketika ia pergi.Maka dari itu ia menginginkan agar jasadnya di kremasi.

Kayu pembakaran sudah terlihat,Chanyeol hanya duduk lemas di kursi bersama dengan saudara perempuannya.Ketika api dinyalakan,Chanyeol seolah merasa kehidupannya hilang.Wanita yang sangat ia cintai sudah pergi bersamaan dengan api yang berkobar tersebut.Ia harus rela,harus.

Semakin lama,api semakin mengecil.Abu dari pembakaran terlihat dengan jelas.Abu tersebut dimasukkan ke dalam wadah kecil dan diberikan pada Chanyeol.

Seketika pria itu kembali menangis,ia berharap ialah yang meninggal,bukan Ji Hyun.Gadis itu terlalu berarti baginya.Ia tidak pernah benar-benar tahu apakah Ji Hyun membutuhkannya,tapi ia sangat tahu.Bahwa dirinya sangat membutuhkan Ji Hyun.

“Chanyeol-a,kuatkanlah dirimu! Kau ini pria” Tegur ayah Ji Hyun.Chanyeol menggeleng “Apakah seorang pria tidak boleh menangis?” Tanyanya tanpa membutuhkan jawaban

“Menangis membuatmu terlihat lemah!”

“Tapi memang aku sedang lemah”

“Bukan begini caranya Chanyeol-a”

“Lalu bagaimana ahjussi? Bagaimana? Apa aku harus ikut pergi bersama Ji Hyun?”

Park Ji Soo mendorong-dorongkan bahu Chanyeol “Sadarlah Park Chanyeol! Kau harus merelakannya,ini adalah kehendak Tuhan”

“Aku tahu ini kehendak Tuhan,aku tahu” Chanyeol terjatuh ke tanah,ia memeluk abu Ji Hyun “Tapi kenapa harus secepat ini? Apa Tuhan tidak tahu jika aku sangat membutuhkan Ji Hyun?”

Park Si Hoo mengikuti Chanyeol yang terduduk,ia memegang pundak Chanyeol “Tuhan tahu kau membutuhkan Ji Hyun—Tapi Ji Hyun lebih membutuhkan Tuhan,apa kau mau Ji Hyun terus sekarat seperti kemarin? Tidak bukan?”

Chanyeol menggelengkan kepalanya,ia menatap foto Ji Hyun yang tepat berada tidak jauh dari tempatnya sekarang.Gadis itu seolah sedang tersenyum pada Chanyeol dan mengatakan bahwa ia bahagia sekarang.

Chanyeol menunduk “Jika memang itu yang terbaik,pergilah..Aku rela kau pergi asal kau bahagia.Aku mencintaimu Park Ji Hyun,sangat mencintaimu”

Akhirnya Chanyeol mau berdiri dengan dibantu oleh Park Si Hoo,ia mengalungkan lengan kirinya pada leher Park Si Hoo sedangkan lengan kanannya memeluk erat wadah abu Ji Hyun.Mereka akan pergi menuju Sungai Han,abu Ji Hyun akan dialirkan di sana.

Selama di mobil tidak terjadi percakapan antar Chanyeol dengan siapapun.Ia hanya terdiam melamun dengan pandangan kosong sambil mengingat-ingat setiap potongan kejadian ketika ia bersama Ji Hyun.

Ia mengingat ketika pertama kali bertemu Ji Hyun di perpustakaan kampus tahun lalu.Ketika mereka bertukar nomor ponsel,ketika mereka pertama kali berkencan,dan ketika akhirnya Chanyeol memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Ji Hyun.

Chanyeol begitu hafal akan kejadian itu.Masih terngiang dikepalanya ketika Ji Hyun berkata bahwa ia bahagia bisa bersama dengan Chanyeol tidak perduli apapun yang terjadi.Ia akan selalu bahagia,sampai kapanpun.

Ketika pada akhirnya mereka sampai di Sungai Han.Chanyeol berjalan paling belakang dituntun oleh saudara perempuannya.Pria itu terlihat sangat down dan lelah,setelah apa yang ia lakukan selama ini.Rela bekerja lebih cepat dan pulang malam demi Ji Hyun ternyata gadis itu tak bisa bertahan.

Lagipula untuk apa menyalahkan keadaan? Toh inilah takdir.Tidak ada seorangpun yang bisa mengingkarinya.Ini adalah garis hidup yang sudah di tentukan sebelum kita terlahir di dunia,dan tidak ada yang bisa memprediksinya sama sekali.

Mereka menaiki sebuah speed boat dan berhenti di tengah Sungai,perlahan tapi pasti Chanyeol membuka abu Ji Hyun dan mealirkannya ke air.Bersamaan dengan larutnya abu tersebut,semua kenangan,impian,dan janji ikut pergi tanpa jejak yang bisa di angankan lagi.Kisahnya dengan Ji Hyun telah usai,dan ia berharap Ji Hyun bahagia karena permintaannya bisa dikabulkan.

Ia pernah meminta agar abunya dialirkan di Sungai Han.Ketika tepat pukul 10.00 siang.Seperti saat ini.

 

 Flashback

 

Chanyeol membungkuk di hadapan Ji Hyun,ia tidak membawa cincin,bunga atau apapun.Di tangannya hanya ada dua buah permen.Satu permen warna merah di tangan kanan,dan satu permen warna biru di tangan kiri.

Ia menatap Ji Hyun lekat-lekat “Katakan padaku,jika saat ini aku memintamu untuk menjadi kekasihku,apakah kau akan menerimaku?” Ucapnya hati-hati dan terdengar sedikit kaku.

Ji Hyun tidak bereaksi,ia tetap terdiam sambil menatap Chanyeol

Chanyeol kembali berucap “Jika kau menerimaku,maka ambilah permen yang bewarna merah,dan jika kau menolakku..”

“Aku pilih yang warna biru!” Ujar Ji Hyun buru-buru

Chanyeol menggeleng pelan,ia menatap permen warna biru di tangan kirinya kemudian menatap Ji Hyun “Kau menolakku?” Tanyanya tak habis pikir

Ji Hyun buru-buru menggeleng,ia meraih permen warna merah dan berucap “Aku memilih permen warna biru itu untuk kau makan,jadi biar yang merah untukku” Gumamnya menjelaskan kemudian membuka bungkus permen warna merah tersebut dan memakannya.

Sebuah senyuman lebar membentuk dari bibir Chanyeol,ia menarik Ji Hyun dalam pelukkannya dan memberikan gadis itu sedikit kecupan di keningnya sambil berterima kasih

“Terima kasih Ji Hyun-a..terima kasih”

Ji Hyun mengangguk,ia melonggarkan pelukkannya dan berkata pada Chanyeol “Bolehkah aku meminta sesuatu?” Tanyanya penuh harap

Chanyeol mengangguk “Ya?”

“Jika suatu hari nanti aku harus pergi,aku ingin disinilah abu-ku di alirkan” Jawabnya mudah

Chanyeol menaikkan alisnya “Di sini? Di Sungai Han?”

Ji Hyun tidak menjawab,ia hanya tersenyum kecil dan kembali memeluk Chanyeol “Chanyeol-a kau tahu?”

Mendengar perkataan Ji Hyun yang misterius,Chanyeol mengkerutkan keningnya “Apa?”

Ji Hyun tetap memeluk Chanyeol,ia menutup matanya kemudian kembali berbicara “Celana belakangmu robek karena tergores paku di bangku taman tadi”

Chanyeol membelalakkan matanya dan buru-buru memegang bagian tubuh belakangnya “Hah!” Teriaknya yang berhasil membuat mata semua orang tertuju padanya.

 

Flashback End

 

-TAMAT-

 

22 pemikiran pada “Back To December ; Chanyeol Version (Days Without You)

  1. Bener2 bikin nangis fanfictnya
    Kenapa mesti buat genre yang sad thor, lelah bacanya menguras hati dan air mata/?
    Total bagus banget, pemilihan kata sama cast cocok, alur bagus, ceritanya detail ga ada kelewatan
    Salut sama authornya
    Next ff ditunggu loh ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s