Sleep Paralysis (Chapter 2/End)

new-picture-3

Sleep Paralysis Two

Cast : Do.kyungsoo/kim.jongin// genre : angst,sad,

broken,BROMANCE (ugh,sorry!)// twoshort (endpart)//

rating : T // luhannupa

UNTUK YANG BELUM BACA PART PERTAMA SILAHKAN SEARCH

SLEEP PARALYSIS

***

 

 

If I can not see you again tomorrow, I will never be sleep forever –

 

Sleep Paralysis

 

 

“ kyungsoo ? “

 

“ kau tidak sopan jongin “

Jongin mengernyitkan dahinya. Maksudnya ?

 

“ kau harus memanggilku hyung mulai dari sekarang “

 

“ hei! “

 

Jongin membantah, dan apa ini kyungsoo masuk kedalam apartementnya. Dia yang tidak sopan. Tapi, oh ayolah jongin.

 

Jongin melihat kyungsoo mengelilingi sekitar apartementnya. Apa yang ia cari ?

 

“ aku bosan, jadi aku kesini tak apa, kan ? “

 

Jongin memutar bola matanya. Ia gagal. Ya. Untuk mencoba obat yang diberikan sehun padanya. Yeah, tadinya sebelum kyungsoo mengetuk pintu. Ia berniat untuk bunuh diri. Dan ia benci kyungsoo mulai dari sekarang. Tapi, oh! Jongin mulai menyukainya. Tidak mungkin.

 

“ tidak kau harus pergi sekarang aku sedang-

 

“ panggil aku hyung! “

 

Kyungsoo membentaknya.

 

“ kenapa aku harus memanggilmu hyung ? “

 

“ karena aku lebih tua darimu jongin “

 

Jongin menatap kyungsoo, bingung.

 

“ hem.. “ kyungsoo memainkan jarinya “ aku melihat profilmu di kantor, dan mulai dari sekarang panggil aku hyung. Kau tak boleh menolak, oh! APA INI??!!! “

 

Damn.

 

“ KAU MENCOBA BUNUH DIRI LAGI ?!! “

 

Jongin melihat pil itu.

 

“ tidak “

 

“ JONGIN! “

 

Jongin terdiam. Wajah kyungsoo memerah. Kyungsoo tak suka itu.

 

Jelas kyungsoo melihat pil yang sama. Itu saat kyungsoo melihat jongin berbicara pada oh sehun si pecandu. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Jongin terlalu sering mencoba untuk bunuh diri. Kyungsoo hanya tak mau kehilangannya. Sungguh.

 

Kyungsoo mengambil pil itu, bersiap untuk memakannya.

 

“ HYUNG ! APA YANG KAU LAKUKAN !?? “

 

Jongin segera menjauhkan pil itu dari lengan kyungsoo. Membuang semuanya kesisi lain. Kyungsoo bisa mati jika ia memakan pil itu. jongin tak mau itu terjadi. Ia tak mau lagi kehilangan orang yang ia cintai. Lagi.

 

“ bagaimana rasanya ? “

 

“ hyung “

 

“ bagaimana rasanya jika aku memakan pil itu dan aku mati ? “

 

Jongin terdiam. Tak bisa menjawab. Ia memeluk kyungsoo. Menenggelamkan wajah kyungsoo dileher hangatnya.

 

“ jangan lakukan itu lagi, hyung “

 

Bahu jongin bergetar. Ia menangis. Kyungsoo bisa merasakannya.

 

“ aku tidak akan melakukan hal itu lagi, jika kau tidak mencoba untuk bunuh diri jongin “

 

Jongin semakin mengeratkan pelukannya. Lalu mereka berciuman.

 

Sleep Paralysis

 

 

 

Jongin tak mau berbaring diranjangnya. Ia tak mau tertidur. jongin berpikir, jika lebih baik ia tidak tertidur untuk waktu yang lama. Tapi jongin tahu ia manusia, dan ia butuh tidur. Tapi bisakah jongin tidak tertidur selamanya ? ia punya seseorang yang tidak bisa ia tinggalkan walau hanya untuk tidur.

 

Ia tak mau tertidur. Jongin takut dirinya makin sekarat nanti. Dan itu berarti jongin akan cepat mati. Jongin tak mau itu terjadi. Ia tak mau. Tapi kantuk membuatnya tertidur, jongin tak bisa menahannya.

 

Bagaimana jika ia bangun bukan dihari esok ? bagaimana jika ia bangun semua berubah ? bagaimana jika ia bangun suara jeritan, lengkingan, ledakan dikepalanya kembali ia rasakan. Jongin takut. Tapi alam mimpinya membawanya pergi. Cukup jauh.

 

Sleep Paralysis

 

“ hyung ? “

 

“ kau sudah bangun ? “

 

Kyungsoo tersenyum manis pada jongin. Sedang apa kyungsoo menggunakan celemek dan repot dengan penggorengan itu ?

 

Kyungsoo melihat jongin yang memerhatikannya, dengan tatapan aneh.

 

“ aku disini dari malam “

 

“ apa ? “

 

Jongin membulatkan matanya.

 

“ aku takut terjadi sesuatu, karena itu aku menemanimu saat kau tertidur “ kyungsoo memberi jeda “ kau memegang tanganku sangat erat selama tertidur jongin “

 

Jadi, jongin benar-benar menggenggam tangan kyungsoo. Ia kira ia hanya bermimpi, melihat kyungsoo menaiki tempat tidurnya.

 

“ makanlah, kau harus makan jongin “

 

Jongin menganggukan kepalanya.

 

Sleep Paralysis

 

Jongin melihat joomyeon sedang berbicara dengan seseorang tak ia kenal. Ugh, kenapa joomyeon merekrut banyak pegawai minggu ini ? tempat ini sudah sangat sempit. Seharusnya joomyeon memperluasnya jika ia merekrut banyak pegawai minggu ini.

 

Jongin melihat joomyeon berjalan kearahnya.

 

“ kenapa kau ada disini jongin ? “ joomyeon mengernyitkan dahinya. “ bukankah waktu cutimu belum habis ? “

 

“ Maksudmu ? “

 

“ bagaimana liburannya ? “

 

Joomyeon tersenyum pada jongin. Jongin mengernyitkan dahinya. Liburan ? apa maksudnya ?

 

“ apa ? “

 

“ oh, kau lupa ? kyungsoo memberi tahuku, dia bilang kau cuti selama seminggu untuk liburan dirumah “

 

“ tidak “

 

“ ya ? “

 

Joomyeon bingung.

 

“ aku tidak liburan joomyeon “

 

“ tapi kyungsoo bilang kau-

 

Joomyeon mendengar ketukan pintu.

 

“ pak. Yizing sudah datang “

 

“ benarkah ? “ joomyeon menjedanya, ia melihat ke arah jongin “ lain kali kita bicara lagi jongin, dan cepat kau harus mengganti bajumu kalau begitu, untung kau sudah masuk, ada pemotretan sebentar lagi. Aku harus mengganti model yang tadi kalau begitu “

 

Joomyeon melangkah pergi dari ruangannya. Jongin mengepal kedua tangannya. Kyungsoo tak memberitahunya.

 

Sleep Paralysis

 

“ kenapa kau tak memberi tahuku ? “

 

“ tentang ? “

 

Kyungsoo membenarkan posisi duduknya.

 

“ kau tahu, kenapa kau tak memberi tahuku hyung ?! “

 

Jongin berteriak kearahnya. Matanya mulai memerah.

 

“ jongin aku-

 

“ kenapa hyung ? kenapa ? “

 

Jongin mulai menangis.

 

“ kenapa kau tak bilang bahwa aku tertidur selama seminggu ? “ jongin menjedanya “ kau tahu, tapi kenapa kau tak memberi tahuku ?! “

 

Kyungsoo berdiri dari tempat ia terduduk, berjalan mendekat kearah jongin. Tapi jongin malah melangkahkan kakinya kebelakang. Tak mau membiarkan kyungsoo mendekat.

 

“ bagaimana jika aku tidak terbangun juga hyung ?! bagaimana jika aku terbangun tapi kau tidak ada ?! bagaimana jika kau pergi ?! aku tak tahu harus apa jika itu semua terjadi. Aku takut “

 

Jongin menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tapi kyungsoo segera memeluknya. Membuat jongin terisak-isak dalam pelukannya.

 

“ aku tak akan pernah mau tertidur jika aku tidak melihatmu dike-esokan hari “

 

Sleep Paralysis

 

Bayangan itu kembali mencekik lehernya. Jeritan itu kembali terdengar. Ini lebih tajam dari sebelumnya. Ledakan itu kembali menerjang kepalanya. Kali ini lebih sadis. Jongin tak bisa bernapas. Ia berusaha. Tak seharusnya ia tertidur tadi. Tapi jongin sudah empat hari ini tidak tertidur. Dan sekarang kenapa ia bisa tertidur. Dimana kyungsoo ?

 

“ jongin ? “

 

Jongin mendengar suara kyungsoo memanggilnya. Tapi sialnya, jongin tahu kyungsoo pergi untuk beberapa hari ke prancis. Dan itu membuatnya frustasi. Tapi kyungsoo sudah berjanji ia pasti akan kembali.

 

Cekikan dilehernya semakin kencang. Jongin memegangi lehernya berusaha untuk menghentikan cekikan itu. kepalanya hampir pecah, ini sangat sakit. Kapan ia menghentikan cekikan itu ? kapan teriakan itu akan berhenti ? suara lengkingan itu, begitu menyiksanya.

 

“ hyung “

 

jongin tidak kuat. Ia menyerah. Dan disaat itu pula semua itu menghilang.

 

Jongin langsung berdiri dari tempat tidur, dan berlari kearah dapur. Mencari pil yang kyungsoo berikan padanya, sebelum ia berangkat.

 

“ jongin ? “

 

Jongin membalikan badannya. Dan ia melihat seseorang Itu kyungsoo.

 

“ hyung.. “ tubuh jongin bergetar, ia mulai menangis “ aku takut “.

 

Sleep Paralysis

 

Jongin bersandar pada pundak kyungsoo. Ia senang kyungsoo kembali. Tapi ia mengetahui satu hal, jongin kembali bukan terbangun dihari esok, tapi empat hari setelah hari esok, karena itu, kyungsoo ada disampingnya saat ini.

 

“ aku kembali bukan terbangun di hari esok hyung “

 

Kyungsoo menggenggam tangan jongin, begitu erat.

 

“ apa yang kau rasakan selama tertidur ? “

 

Kyungsoo bertanya.

 

“ apa yang kau rasakan pertama kali terbangun dari tidurmu jongin ? “

 

Jongin menjauhkan kepalanya dari pundak kyungsoo. Menyuruh kyungsoo untuk menghadapnya.

 

“ seperti ada seseorang yang mencekikku “

 

Kyungsoo terdiam mendengar ucapan jongin. Cukup untuk membuat dia tahu. Bahwa jongin memang begitu ketakutan.

 

“ kepalaku sangat sakit, suara lengkingan tajam masuk kedalam telingaku “ jongin menghela nafas “ itu sangat sakit hyung “

 

Jongin tersenyum. Kyungsoo tak suka senyuman jongin. Itu ironi.

 

“ kadang aku berpikir kenapa dia tidak mencekikku sampai mati. dia hanya mencekikku saat aku sudah mulai menyerah hyung, aku takut “

 

Jongin kembali menangis.

 

“ jongin “

 

“ kau tak tahu bagaimana rasanya hyung, kau tidak merasakannya. “ jongin menggelengkan kepalanya.

“ jongin hentikan, jangan berbicara lagi “

kyungsoo memohon.

“ tapi orang itu terlalu kejam, ia hanya membiarkanku merasakan kesakitan itu, ia tidak membunuhku hyung, kenapa ia tidak membuatku mati saja ? “

“ jongin cukup! “

Kyungsoo membentaknya. Jongin terdiam. Ia mendekatkan tubuhnya pada kyungsoo. Jongin menciumnya.

“ kau yang memintanya hyung “.

Sleep Paralysis

 

Jongin memeluk erat tubuh kyungsoo disampingnya. Tapi ada yang aneh dengan kyungsoo. Jongin mengetahuinya.

 

“ wajahmu pucat hyung “

 

“ apa ? “

 

“ wajahmu pucat “ jongin memegang dahi kyungsoo dengan tangannya. “ kau sakit ? tubuhmu panas “ jongin khawatir.

 

“ aku akan membuat teh jahe, dan mencari obat untukmu hyung, tunggu sebentar “

 

“ tidak “ kyungsoo menarik ujung kaos jongin.

 

“ jangan pergi, temani aku disini jongin “

 

“ tapi-

 

“ jangan membantah, atau kau tak akan melihatku dike-esokan harinya “

 

Jongin kembali menaiki kasurnya. Ia mulai memeluk kyungsoo lagi.

 

“ kau tak mau tidur jongin ? “

 

“ tidak “

 

“ aku tak akan pergi, sudah hampir seminggu kau tidak tidur, kau bisa mati kalau kau tidak istirahat. Dan kalau kau mati itu berarti kau tidak bisa bertemu denganku jongin “

 

“ hyung “

 

Jongin mengeluh.

 

“ shh.. tidurlah “

 

“ aku ada disini jongin, tak akan kemana-mana “

 

Jongin menatap kyungsoo. Ia takut kyungsoo berbohong. Tapi jongin tahu kyungsoo tak mungkin berbohong padanya.

 

“ aku akan “ jongin menggantung kalimatnya “ tidur hyung “

 

Kyungsoo tersenyum disampingnya. Lalu, ia mulai menekan tengkuk jongin.

 

Sleep Paralysis

 

 

jongin berjalan dikamarnya, ia mencari seseorang. Kyungsoo. Jongin tak tahu ini hari keberapa. Ia tak mau mengetahuinya. Ia menjalani hari-harinya seperti biasa. Tidur dimalam hari dan kesakitan dike-esokan harinya. Ini biasa.

 

Tapi joomyeon jadi sering memarahi jongin, karena jongin tidak menaati aturan kantor dan selalu bolos dari pekerjaannya. Dan akhirnya ia dipecat. Tapi jongin punya tabungan. Lumayang banyak. Cukup untuk dirinya sendiri. Untuk beberapa bulan. Dan jongin sekarang, makin sekarat.

 

Ia berjalan kearah balkon, sambil membawa pil yang diberikan oleh oh sehun sipecandu.

 

“ lihat hyung ! aku akan memakan ini “

 

Jongin berteriak. Ia mulai menangis.

 

“ aku akan makan ini dan akan segera mati. Tapi kau tak mau itu terjadi bukan ? “

 

Jongin tertawa. Ia menjatuhkan pil itu. tubuhnya ikut terjatuh. Ia tak kuat lagi.

 

“ hyung.. “

 

Jongin mencari kyungsoo disekitar apartementnya. Tapi ia tak menemukan kyungsoo. Kyungsoo ada dimana. Ia berusaha mencari nomer orang terdekat yang dekat dengan kyungsoo. Tapi jongin tak menemukannya.

 

Hingga akhirnya ia berlari ketempat ia berkerja. Masuk kedalam ruangan joomyeon. Joomyeon terlihat terkejut melihat jongin berada dihadapannya. ini sudah 495 hari dari sejak jongin menghilang secara tiba-tiba.

 

“ dimana kyungsoo ? “

 

Joomyeon berjalan mendekat kearah jongin.

 

“ jongin ? darimana saja kau ? “

 

“ dimana kyungsoo!!? “

 

Joomyeon terkejut dengan perkataan jongin. Dia atasannya. Kenapa jongin sekasar itu pada atasannya sendiri ?

 

“ apa yang kau maksud jongin ? “ joomyeon memberi jeda “ ia sudah meninggal satu tahun yang lalu “

 

“ apa ? “

 

“ ia sudah meninggal jongin, ada apa denganmu ? “

 

Jongin melihat tanggal yang ada di handphonenya.

 

12 desember 2014

 

Tidak ini baru sehari setelah jongin tertidur disamping kyungsoo. Kyungsoo pergi disaat jongin sedang tertidur. Tidak. Jangan.

 

Fin.

 

a/n

dan ohalo aku kembali dengan ending yang gak menyenangkan. Maaf ya aku gak bermaksud bikin kyungsoo mati disini tapi salahkan ide yang muncul dipikiran aku hoho. Komen plisssssss! Part pertama judulnya juga sleep paralysis yaaaa makasih.

 

9 pemikiran pada “Sleep Paralysis (Chapter 2/End)

  1. oh mann (or woman?)
    wae?? wae?? wae?? knp author bikin uri kyungsoo meninggal sih?
    serius.. kaget aku pas joonmyeon bilang ke kai kalo kyungsoo meninggal
    kalo aku jadi kai, aku langsung minum pil yg dikasi sehun (dan knp pula dy jadi pecandu?)
    tpi dri smua keluhanku yg tak berarti ini… nih FF daebak super jjang!!

  2. Oh, ayolah kenapa akhirnya ….. aku nunggu ff ini dan bodohnya itu loh ya gak ketulungan -_- kayaknya ffmu ketutup thor makanya aku nunggu padahal udah di publishhhhhhh ini rasa sedih campur kesel. Penceritaan tentang jongin yang tidur lebih dari sehari itu keren buat aku terkejut pas pemberitahuan” tentang dia tidur berapa hari. Buat aku merasa jadi jongin yang rasanya baru kemaren eh taunya udah seminggu kemudian….

    Untuk tanda kutip biasanya setelah mengawali ucapan kalimat dengan huruf besar thor #ini semacam kasih tau doang kok bukan menggurui ._.# seperti “Ia sudah meninggal Jongin, ada apa dengamu?” Oke? Keep writing yaaa ‘-‘)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s