Go Sarang! (Chapter 9)

GO SARANG! (4)

Judul : GO SARANG! Chapter 9

Author : Xoxo_baekhun

Genre : Romance, Family, Relationship, Sad

Length : Chapters

Main Casts:

1. Elaine Lee

2. Park Chanyeol

3. Oh Sehun

Supporting Casts:

1. Lee’s Family

And others..

Rating : PG-15

Summary : Apa yang terjadi jika kecemburuan bisa membutakan segalanya? Dari kecemburuan kecil, hingga besar, bisa menimbulkan sebuah masalah. Masalah yang ditimbulkan bisa kecil, namun bisa juga besar. Semua itu tergantung dari keadaan dan diri sendiri.

LET’S GET STARTED ^^

SM Entertainment Building

Apgujeong, Seoul

“Noona, annyeonghasseyo.” Sapa Chanyeol kebeberapa perempuan cantik dan sexy di dalam studio rekaman.

“Chanyeol-ah, annyeong.” Balas perempuan cantik itu sambil tersenyum.

Ya, kali ini Chanyeol memang sedang melanjutkan kerjasama-nya dengan SM Entertainment untuk membuat lagu baru Girl Band populer di Korea Selatan bentukan SM, yaitu Girls Generation.

Maka dari itu, tak heran jika sekarang Chanyeol sedang dikelilingi wanita-wanita cantik dan seksi. Kini di studio sudah ada 7 anggota Girls Generation (minus Sunny dan Yoona yang sedang melakukan aktivitas pribadi mereka).

Sementara itu, El yang tidak mengetahui sosok artis dihadapannya hanya bisa tersenyum canggung saat anggota-anggota Girls Generation menatapnya. Ada yang menatapnya dengan tatapan bingung, ada pula yang memberikan senyuman pertemanan.

“Chanyeol-ah, siapa nona manis ini?” Tanya Tiffany sambil tersenyum.

Anggota Girls Generation yang lain pun ikut memasang mata dan telinga mereka.

“Noona-deul, kenalkan, ini kekasihku.” Jawab Chanyeol sambil tersenyum malu.

“Oh, jinjja??” Ucap seluruh anggota Girls Generation.

Sementara El yang berada satu langkah dibelakang kekasihnya pun hanya tesenyum kaku dan membungkuk sopan.

“Ne, namaku Elaine. Kalian bisa memanggilku El. Senang bertemu kalian.” Ucap El, kemudian tersenyum manis.

Seluruh anggota Girls Generation pun ikut membungkuk sopan dan satu persatu memperkenalkan diri mereka.

Kemudian Chanyeol tersenyum, lalu menatap kekasihnya sekilas sebelum duduk disebuah bangku empuk yang terletak di depan ruang take vocal.

Ketika Chanyeol sedang memberikan beberapa arahan kepada Main Vocal, Taeyeon. El hanya memperhatikan punggung Chanyeol dengan tatapan datar. Sungguh, Ia merasa bosan. Setiap kali Ia menemani Chanyeol ke studio, Ia hanya bisa duduk diam dan menunggu kekasihnya selesai melakukan pekerjaannya.

“So, you are not Korean?” Tanya Jessica dengan logat Amerika nya yang baik, ketika dirinya sudah duduk disamping El.

El pun segera membalikkan wajahnya menatap Jessica yang tengah tersenyum padanya.

“I would say I am Korean. My parents are Korean, but I was born and raised in England.” Jawab El menggunakan aksen inggrisnya yang tak kalah sempurna.

Jessica pun mengangguk mengerti.

“You have a good accent.” Puji El kepada Jessica.

Sangat jarang El menemukan orang-orang di Korea yang bisa berbicara inggris dengan jelas.

“Because I was born in America.” Jawab Jessica bangga.

El pun mengangguk sambil tersenyum kecil.

‘Tak jauh berbeda denganku rupanya.’ Pikir El.

“Are you a Singer?” Tanya El lagi.

“Yes, I am. This is my group, called So Nyuh Sih Dae or Girls Generation in English.” Jelas Jessica, sambil memperhatikan teman-teman se group nya yang sedang asik mengobrol dengan Chanyeol.

El pun menangguk seadanya. Sejujurnya Ia tidak tahu apa itu Girls Generation, tapi karena sikap hormat, Ia hanya menangguk.

“You don’t know us?” Tanya Jessica lagi. Kali ini El sempat diam sejenak, hingga akhirnya menggeleng.

“I just got back here, and I don’t know a lot about korean.” Jelas El.

“That’s okay.” Jawab Jessica.

Setelah melakukan percakapan singkatnya dengan El, Jessica segera bergabung dengan teman-temannya. Mereka semua duduk didekat Chanyeol yang sedang menjelaskan sesuatu mengenai lagu baru yang sudah Ia siapkan.

Sementara El memilih untuk diam di tempat duduknya, sambil sesekali memainkan ponselnya.

Tampak anggota-anggota SNSD begitu akrab dengan Chanyeol. Bahkan tak jarang dari mereka melemparkan candaan-candaan untuk menghidupkan semangat mereka. Chanyeol pun ikut tertawa bahagia.

Sementara itu, dibelakang mereka, El sudah sedaritadi memasang wajah kesalnya. Ani, maksudnya cemburu. Bagaimana tidak? Kekasihnya kini sedang tertawa bahagia ditengah perempuan-perempuan cantik. Dan yang lebih menyebalkannya lagi adalah sedaritadi Chanyeol tidak menoleh kebelakang tempat El sedang menunggunya.

Karena kesal, El pun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan setenang mungkin.

‘Benar-benar menyebalkan!’ Batinnya.

Setelah menenangkan hati dan pikirannya, Ia langsung menuju cafeteria yang berada di lantai bawah. Ia memang sudah sempat makan siang tadi, tapi entah kenapa setelah melihat kedekatan Chanyeol dengan perempuan lain, perutnya seakan meraung kelaparan.

Maka dari itu, El segera memesan sebuah sandwich, dan duduk di salah satu kursi yang tersedia di dalam cafeteria.

Banyak pria tampan dan perempuan cantik yang berada di dalam cafeteria. Kebanyakan dari mereka sedang asik bercengkrama sambil meminum Americano nya.

Tapi ada juga yang sedang duduk diam mendengarkan musik lewat iPod nya.

Setelah cukup lama memperhatikan sekitarnya, pesanannya akhirnya datang.

Sebelum memasukkan sandwich itu kedalam mulutnya, El sudah terlebih dahulu berdoa.

Baru sekitar dua gigitan, Ia mendengar ponselnya berdering, tanda ada telepon masuk. Dan dengan segera, El meletakan kembali sandwich yang sedaritadi Ia pegang, dan beralih memegang ponselnya.

Pikirannya langsung kesal ketika melihat nama Chanyeol Oppa terlihat di layar ponselnya, tetapi hatinya merasakan senang luar biasa.

Setelah mengatur suaranya, kemudian Ia mengangkat telepon dari Chanyeol.

“Kau ada dimana, El?” Tanya Chanyeol diseberang sebelum El menyapanya.

“Aku sedang di cafeteria, Oppa.” Jawab El singkat.

“Kenapa tidak bilang dulu? Aku khawatir.” Ucap Chanyeol.

Mendengar ucapan Chanyeol, bibir El langsung menampilkan senyuman bahagia. Jujur, El merasa sangat senang karena Chanyeol mengkhawatirkannya.

Sebelum El membalas ucapan Chanyeol, Chanyeol sudah lebih dulu melanjutkan perkataannya.

“Yasudah, sekarang aku turun. Tunggu aku ya.” Ucap Chanyeol.

“Ne.”

Setelah mematikan sambungan teleponnya, El kembali tersenyum hingga beberapa orang di cafeteria menatapnya dengan tatapan aneh dan bingung.

Tapi El hanya membalas tatapan mereka dengan bungkukan kepala sopan. Kemudian kembali memakan sandwich-nya dengan senang.

Setelah kira-kira 5 menit, akhirnya Chanyeol sudah sampai dihadapan El. Tampak rambutnya sedikit berantakan dan sedikit keringat mengucuri wajah tampannya. Sementara El hanya tersenyum saat Chanyeol duduk didepannya.

“Kau habis berlari?” Tanya El yang kini sudah tidak tersenyum.

Chanyeol hanya menarik napasnya singkat, kemudian mengenggam tangan El dan menatap bola mata El dalam.

El pun hanya diam dalam keterkejutannya.

“Wa—waeyo, Oppa?” Tanya El gugup.

Entah kenapa tiap Chanyeol berkelakuan seperti ini, jantung El berdegup 100 kali lebih cepat dari biasanya.

“Lain kali beritahu aku dulu jika kau ingin pergi. Aku kaget setelah menyadari kau sudah tidak berada di Studio.” Ucap Chanyeol lembut.

El pun menatap Chanyeol dan melepaskan genggaman Chanyeol.

“Kukira kau tidak memperdulikanku lagi.” Jawab El sedikit kesal.

“Maksudmu?” Tanya Chanyeol bingung bercampur kaget.

“Kau tampak bahagia dengan noona-noona mu itu, sampai-sampai kau tidak melihat kearahku.” Jawab El dengan nada cemburu.

Chanyeol pun diam sebentar, kemudian tertawa. Hal itu lantas membuat El semakin kesal.

“Kenapa kau malah tertawa? Ini tidak lucu!” Ucap El kesal.

Kemudian El melipat keduatangannya didepan dadanya. Masih tetap menatap Chanyeol kesal.

“Apa sih yang ada dipikiranmu?” Tanya Chanyeol ketika dirinya sudah bisa mengontrol tawanya.

“Kau terlihat sangat senang berada didekat perempuan-perempuan cantik itu, Chanyeol-ah.” Jelas El, tanpa memanggil Chanyeol dengan sebutan Oppa.

“Kau cemburu?” Tanya Chanyeol.

El tidak menjawab pertanyaan Chanyeol, melainkan menatap Chanyeol dengan semakin kesal.

“Ya ampun. Ternyata kekasihku yang cantik ini sedang cemburu dengan idol?” Goda Chanyeol.

“Sudahlah, jangan menatapku seperti itu. Wajahmu jadi terlihat tidak cantik lagi, kau tahu?” Goda Chanyeol lagi.

“Oppa!” Protes El.

Kemudian Chanyeol pun tertawa kecil, dan menarik kedua tangan El. Ia mengenggam tangan kekasihya itu dengan lebih erat.

“Mereka itu sudah kuanggap sebagai noona ku sendiri. Lagipula aku juga harus mendekatkan diriku pada mereka, karena mereka-lah yang akan membawakan lagu-laguku.” Jelas Chanyeol lembut.

El pun menatap Chanyeol dalam diam.

“Kumohon, jangan cemburu lagi.” Sambung Chanyeol, kemudian tersenyum.

“Hanya kau kekasihku, dan hanya kau yang ada dihati dan pikiranku.” Sambungnya lagi.

“Ani, maksudku setelah Eomma, noona, dan adikku.” Sambung Chanyeol lagi, kemudian tersenyum lebar.

El pun sedikit demi sedikit menunjukkan senyumannya, hingga keduanya tertawa bersama.

“Terimakasih.” Ucap Chanyeol tiba-tiba.

“Untuk apa?” Tanya El bingung.

“Karena sudah cemburu padaku. Aku senang jika kau benar-benar cemburu.” Jawab Chanyeol, kemudian tersenyum malu.

El pun menatap Chanyeol sambil tersenyum malu, lalu memukul pelan tangan Chanyeol.

“Awas saja jika kau berani membuatku cemburu lagi.” Canda El, kemudian tertawa, dan diikuti suara tawa Chanyeol.

Seven Eleven Supermarket

Seoul

April 17th 2013

“Hyung, kau ini menyebalkan sekali! Menelponku untuk segera datang ke apartment mu, tapi ternyata kau malah memintakku menemanimu ke supermarket.” Ucap Jongin kesal pada Luhan yang tengah memilih sabun mandi.

Ya, saat ini Luhan, Jongin, dan juga Sehun memang sedang berada di supermarket. Tadi Luhan memang sengaja meminta kedua sahabatnya untuk menemaninya berbelanja keperluan sehari-hari, sekaligus ingin mengajak mereka makan malam.

“Kau ini cerewet sekali. Aku hanya minta kalian menemaniku.” Balas Luhan tanpa membalikan tatapannya dari perlengkapan mandi.

“Hyung, tapi tadi aku sedang mengobrol bersama Kwangmi. Kau tahu, dia itu gadis paling cantik di kelasku.” Ucap Jongin semakin kesal setelah mengingat kencannya gagal.

Sementara itu, Sehun hanya memperhatikan pertengkaran kecil Jongin dan Luhan dengan tawaan kecil.

“Sehun saja tidak masalah, benarkan Sehun-ah?” Ujar Luhan kemudian menatap kearah Sehun yang sedaritadi mengekorinya saja.

Sehun pun mengangguk sambil tersenyum, kemudian menatap Jongin yang sedang cemberut.

“Jangan tekuk wajah jelekmu. Kau ini terlihat semakin jelek, kau tahu?” Ledek Luhan, yang dibalas dengan pukulan kecil Jongin.

Kemudian Luhan dan Sehun tertawa cukup keras melihat aksi Jongin.

Lalu setelah membeli seluruh keperluan Luhan, ketiganya menuju cashier dan Luhan membayar seluruh belanjaannya.

“Sebagai ucapan terimakasihku, aku akan mentraktir kalian makan mala mini, bagaimana?” Tawar Luhan ketika sudah keluar dari supermarket.

Sehun dan Jongin pun mengangguk.

Namun, belum sempat ketiganya masuk kedalam mobil Luhan, Jongin menghentikan langkah kedua sahabatnya.

“Tunggu!” Ucap Jongin.

Hal itu lantas membuat Sehun dan Luhan menghentikan langkah mereka dan menatap Jongin penasaran.

“Ada apa, Jongin-ah?” Tanya Luhan penasaran.

Jongin pun diam sebentar, kemudian memperhatikan sosok perempuan yang benar-benar Ia kenal. Saat ini perempuan itu sedang bermesraan bersama seorang pria di sebuah tempat duduk yang disediakan untuk umum.

“Kau kenapa, Jongin-ah?” Tanya Sehun ketika menyadari Jongin masih saja diam.

“Itu! Kau lihat itu!” Ucap Jongin ragu, sambil menunjuk kearah tempat perempuan dan pria itu sedang duduk sambil sesekali tertawa bahagia.

Sehun dan Luhan pun membalikan badan mereka mengikuti arah tunjukkan jari Jongin. Dan betapa kagetnya Sehun ketika menyadari bahwa El dan Chanyeol sedang duduk bermesraan. Tangan kiri Chanyeol sedang merangkul pundak El, sementara salah satu tangan El mengusap lembut wajah Chanyeol. Keduanya bahkan terlihat sesekali berbagi kecupan hangat.

Sehun menahan semua amarah dari dalam dadanya, Ia mengepalkan kedua tangannya kuat. Hingga tanpa sadar kakinya bergerak maju.

Luhan pun segera menahan langkah Sehun. Hal itu sontak membuat Sehun menatap Luhan.

“Sehun-ah, tenangkan pikiranmu.” Ucap Luhan memberi nasihat.

“Lepaskan aku, hyung.” Ucap Sehun berusaha melepaskan tangan Luhan dipundaknya.

“Sehun-ah! Dengarkan aku dulu! Jangan buat kekacauan ditengah keramaian seperti ini.” Jelas Luhan tegas.

Sementara itu Jongin sudah berada disebelah Sehun dan Luhan sambil mengangguk menyetujui ucapan Luhan.

“Benar, Sehun-ah.” Ucap Jongin.

“Aku tidak bisa tenang! Mana bisa aku tenang ketika melihat perempuan yang kucintai sedang bermesraan dengan pria lain!” Ucap Sehun. Kali ini Ia sudah menaikkan suaranya dari yang sebelumnya.

“Mungkin mereka hanya berteman.” Ucap Jongin asal. Jongin hanya ingin menenangkan sahabatnya itu. Meski Ia tahu, hubungan El dengan pria itu pasti lebih dari sekedar teman. Mana mungkin teman akan bermesraan dan berbagi kecupan ditengah keramaian seperti ini.

Sehun hanya tersenyum sinis menatap Jongin dan Luhan bergantian.

“Biar aku selesaikan sekarang juga!” Ucap Sehun, kemudian melangkah kearah El dan Chanyeol yang sepertinya belum menyadari keberadaan dirinya.

Sementara itu Jongin dan Luhan hanya bisa menghembuskan napas mereka pasrah, lalu mengikuti langkah Sehun.

Sementara diposisi El dan Chanyeol berada, Chanyeol sudah lebih dulu menyadari keberadaan Sehun.

“Ada temanmu, El.” Ucap Chanyeol, kemudian membenarkan posisi duduknya.

El pun menoleh kebelakang dan menyadari keberadaan Sehun, Jongin, dan Luhan. Ia bangkit berdiri sambil tersenyum, dan diikuti oleh Chanyeol.

Ia menyapa Sehun setelah Sehun sampai dihadapannya, tapi Sehun hanya menatapnya datar, bahkan seakan menahan amarahnya.

Hal itu sontak membuat El bingung, terlebih ketika Chanyeol menyapa Sehun, tapi tak juga dibalas oleh Sehun.

Tanpa berbicara apapun, Sehun menarik tangan El kasar.

“Ya! Sehun-ah, kau kenapa?!” Tanya El sambil meringis kesakitan karena tarikan kasar Sehun.

Sementara itu Chanyeol berusaha menahan tarikan Sehun dari tangan kekasihnya

“Ya! Lepaskan!” Teriak El.

Sehun masih terus menarik tangan El. Sungguh, Ia benar-benar marah dan juga kecewa saat ini. Ia benar-benar tak menyangka bahwa El melakukan semua ini padanya, bahkan disaat dirinya sudah benar-benar mencintai gadis itu.

“Ya! Lepaskan tangan kekasihku!” Ucap Chanyeol tegas.

Kali ini mereka bertiga sudah menjadi tontonan gratis orang-orang. Banyak diantara mereka yang sudah menyiapkan kamera mereka, bahkan merekam. Tapi ada juga yang hanya membicarakan mereka.

“Kekasihmu?” Tanya Sehun setelah Ia menghentikan langkahnya. Ia pun melepaskan genggamannya ditangan El, dan menatap Chanyeol dengan sinis.

Sementara El masih berusaha mengurangi rasa sakit ditangannya, kemudian menatap Sehun dan Chanyeol bergantian.

“Iya. El memang kekasihku.” Jawab Chanyeol.

Kemudian tanpa aba-aba, Sehun langsung menghampiri Chanyeol cepat, dan memberikan tinju di wajah Chanyeol. Hal itu sontak membuat semua orang disana kaget, termasuk El, Jongin, dan Luhan.

“Sehun-ah! Apa yang kau lakukan?!” Teriak El cukup keras.

“YAA!!! HENTIKAN!” Teriaknya lagi setelah melihat Chanyeol membalas pukulan Sehun.

Namun teriakan El tidak didengar oleh Sehun dan Chanyeol. Sehun tetap memberikan pukulan-pukulan pada Chanyeol, dan begitu pula dengan Chanyeol.

Keduanya saling menghantamkan pukulan-pukulan tanpa memberikan cacian. Chanyeol meninju wajah Sehun cukup keras, hingga akhirnya Jongin dan Luhan menghentikan perkelahian mereka. Luhan menahan tubuh Chanyeol, sementara Jongin menahan tubuh Sehun yang kini tampak sangat berantakan. Wajah keduanya benar-benar tampak buruk.

El segera menghampiri Chanyeol dan memeluk kekasihnya itu. Sesekali El mengecek keadaan Chanyeol. Ia benar-benar khawatir setelah melihat luka-luka diwajah Chanyeol. Matanya berkaca-kaca, tapi airmatanya segera Ia hapus sebelum mengalir dipipinya.

Sementara Sehun sudah melepaskan tangan Jongin yang sedaritadi menahan pergerakannya. Ia menatap El dan Chanyeol secara tak suka. Kemudian Ia pergi.

Jongin dan Luhan saling bertatapan. Jongin sudah lebih dulu pergi mengikuti langkah Sehun. Sementara Luhan membantu Chanyeol berdiri, dan mendudukannya di sebuah kursi yang tadi Chanyeol dan El duduki.

“Maafkan Sehun.” Ucap Luhan.

TBC……………

5 pemikiran pada “Go Sarang! (Chapter 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s