Dorespresso (Chapter 1)

BeFunky_BeFunky_Untitled-1.jpg

Title: Dorespresso.

Author: Chang! (u/n twitter: @giust96)

Genre: Fluff, Romance, School Life.

Length: Multichapter. (1/?)

Rating: G.

Main Cast: Hwang Jeeya, Park Chanmi, Byun Baekhyun, Oh Sehun.

 

Jeeya POV.

 

“Jeeya!” sapa Chanmi yang baru masuk kekelas dengan suara riang, entah apa yang membuatnya se-semangat itu pagi ini.

 

Aku menoleh padanya dengan tatapan malas dan mengantuk, dia menceritakan hal-hal yang tidak penting sama sekali tentang Oh Sehun. Sesekali pipi Chanmi terlihat memerah dan dia tersenyum malu, aku hanya mengangguk sambil sesekali menguap, mencoba memberi kode pada Chanmi agar dia segera menutup mulutnya.

 

“Dan juga… Ehm, oh! Apa kau tau café baru yang ada di Hongdae? Dia akan mengajakku ke sana nanti malam! Dia bilang aku boleh mengajak temanku karena dia akan mengajak temannya juga, jadi… Kau mau ikut kan?” tanya Chanmi dengan mata berbinar. Aku menopang daguku di meja lalu berpikir sejenak, walaupun sudah jelas bahwa jawabanku adalah, “No.”.

 

Author POV.

 

Bel tanda jam istirahat berbunyi,  Jeeya segera berlari menuju loteng sekolah sambil membawa kotak makan siangnya. Ini adalah yang pertama kalinya dia membawa bekal ke sekolah, dan Jeeya sungguh merasa beruntung. ‘Semoga Chanmi tidak mengikutiku…’ pikirnya sambil tetap berlari.

 

“Huaah, akhirnya aku sendirian juga!” teriak Jeeya setelah menendang pintu loteng dengan kasar. Dia tersenyum sambil mencari tempat yang bisa membuatnya nyaman. Namun sedetik kemudian dia segera menutup mulutnya saat mengetahui bahwa dia tidak sedang sendirian di sini.

 

“Kau berisik sekali.” ucap seorang pria yang sedang duduk bersandar di dinding loteng, dia menguap sejenak lalu beranjak bangun.

 

“Ah, ma-maaf Baekhyun sunbaenim! Aku tidak tau kalau ada orang di sini.” ucap Jeeya sedikit gugup. Pria yang ternyata bernama Baekhyun itu mengernyitkan dahinya sejenak, “Bagaimana kau tau namaku?”

 

Jeeya menelan ludahnya dengan berat, dia benar-benar tidak pernah terpikir akan bertemu dengan senior yang telah menarik perhatiannya sejak lama. “Kurasa seluruh murid di sekolah ini mengenalmu.” ucapnya singkat sambil tersenyum, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.

 

“Oh, kau benar.” Baekhyun berjalan dengan santai melewati Jeeya yang sedari tadi masih mencoba menstabilkan detak jantungnya. “Semoga kita bisa bertemu lain waktu.” sahut Baekhyun sebelum menuruni tangga, membuat seulas senyum tipis nampak di wajah cantik Jeeya.

 

Detik demi detik berlalu sangat cepat bagi Jeeya, terkadang bayangan wajah Baekhyun yang sedang menguap terlintas dipikirannya. Tanpa sadar dia mencoret-coret buku catatan matematika miliknya dengan tulisan hangul yang sangat berantakan namun ternyata masih bisa di baca.

 

“Byun Baekhyun?” tanya Chanmi tak yakin setelah membaca coretan di buku Jeeya. Dengan cepat Jeeya merobek lalu meremas kertas itu karena shock. Chanmi menarik ujung bibirnya sambil menatap kedua mata Jeeya dengan intens.

 

“A-apa yang lakukan di sini? Nanti Mr. Kim akan membunuhmu!” bisik Jeeya kemudian mendorong Chanmi agar segera duduk di bangkunya. Namun bukannya segera pergi, Chami malah tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan sahabatnya itu. “Bel pulang sudah berbunyi, pabo!” ucapnya sambil masih tertawa.

 

“Hah? Uh…” Jeeya menatap seisi kelas yang sudah sepi sebelum menyelesaikan kalimatnya, “…Kurasa kau benar.”.

 

“Aku tau kau mempunyai perasaan terpendam pada Baekhyun sunbaenim.” ucap Chanmi yang berhasil membuat Jeeya membulatkan kedua matanya. Jeeya mencoba tidak menghiraukan Chanmi dan memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dengan terburu-buru.

 

“Kurasa kau harus ikut nanti malam, aku yakin kau tidak akan menyesalinya…” lanjut Chanmi sambil tersenyum cerah. “Terserah kau saja. I don’t care.” gumam Jeeya dengan nada kesal kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kelas.

 

‘piiip… drrrt! drrrt! piiip…’

 

Jeeya membuka kedua matanya perlahan, merasakan ada sesuatu yang bergetar di bawah bantalnya. Dia segera duduk lalu mengambil benda kecil itu.

 

[1 Received Text.]

 

From: Chanmi Fapfap.

                Heeyyy lazy girl! Nanti jadi kan? Aku jemput sejam lagi!! Pakai pakaian yang feminin, pakai make up, pakai aksesoris dan jangan memakai hoodie! Okay? ;;)

 

Oh my… Bagaimana bisa aku berdandan kalau waktunya mepet begini! Aish.” gerutuk Jeeya sambil melirik jam wekernya sejenak. 17:21 PM. Dia menghela nafasnya pelan lalu mulai membalas pesan dari Chanmi dan berlari ke kamar mandi.

 

Geez. Kau terlihat awesome! Terkadang aku iri padamu…” ucap Chanmi yang baru saja sampai di halaman rumah Jeeya. Jeeya tersenyum tipis, baru kali ini dia mendengar sahabatnya mengutarakan pujian langsung terhadapnya, biasanya dia hanya menyindir Jeeya kalau dia sedang memakai dress.

 

“Haha, thanks buddy! Ayo kita langsung ke halte!” sahut Jeeya kemudian menarik lengan Chanmi. Namun Chanmi segera menghentikan langkah kaki sahabatnya yang terlalu cepat itu. “Waeyo?” tanya Jeeya heran. Chanmi menggelengkan kepalanya pelan lalu menunjuk sebuah mobil sport yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.

 

“Kita… berangkat naik mobil Sehun opp—

 

“Hah? Uh… O-okay.”

 

Chanmi dan Jeeya berjalan sedikit cepat menuju mobil Sehun, karena langit mulai terlihat mendung dan suara gemuruh mulai terdengar. Chanmi mendudukkan tubuhnya di kursi depan agar bisa bersebelahan dengan Sehun, sedangkan Jeeya harus merutuki nasibnya duduk sendirian di kursi tengah.

 

“Sehun oppa, kau bilang akan mengajak temanmu?” tanya Chanmi dengan nada imut. Sehun tersenyum sejenak lalu mulai menjalankan mobilnya, “Dia menunggu kita di café.” ucapnya tanpa mempalingkan pandangan dari jalanan.

 

Di sepanjang perjalanan Chanmi dengan semangat mengobrol bersama Sehun, sesekali Sehun menceritakan gurauan yang menurut Jeeya garing namun dapat membuat Chanmi tertawa nyaring. Jeeya menghela nafasnya dengan berat, dia membuka jendela di sisi kanannya dan melihat tetes demi tetes air hujan mulai membasahi distrik Hongdae yang semakin malam akan semakin ramai. Tak jarang dia melihat orang asing yang berjalan di daerah sekitar mulai mencari tempat berteduh.

 

“Jeeya-ssi, kau dan Chanmi bisa mengenakan payung yang ada di bawah kursiku.” ucap Sehun tepat setelah mesin mobilnya dimatikan. Jeeya mengangguk singkat lalu mengambil payung yang disebutkan Sehun tadi dan keluar dari mobil.

 

Eodisseoyo?” gumamnya sambil melihat sekeliling. Chanmi yang baru menyadari bahwa Sehun sudah berjalan beberapa meter dari mereka dengan segera menarik lengan Jeeya, “Ayo cepat ikuti Sehun oppa!”.

 

Aroma kopi yang hangat langsung tercium ketika Sehun, Jeeya dan Chanmi memasuki sebuah café yang bernama Dorespresso. Jeeya sedikit tertawa setelah membaca papan nama café itu, ‘Dorespresso? Aku belum pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya.’ pikir Jeeya.

 

“Hey, hyung!” sapa Sehun pada seorang namja yang sedang duduk tepat di samping jendela kaca. Dia dan Chanmi dengan segera duduk di meja yang sama dengan namja tadi, dan Jeeya hanya mengikutinya saja tanpa melirik wajah namja yang sepertinya adalah teman Sehun itu.

 

“Chanmi-ya, Jeeya-ssi, perkenalkan ini temanku, Byun Baekhyun.”

 

Jeeya yang sedari tadi memandangi seluruh isi café langsung tersedak air ludahnya sendiri setelah mendengar 2 kata terakhir yang terlontar dari bibir tipis milik Sehun. Dia memandang Baekhyun yang duduk di samping Sehun dengan tatapan horror.

 

Annyeong haseyo, Byun Baekhyun imnida.” ucap Baekhyun dengan formal. Chanmi terlihat memperkenalkan dirinya dengan antusias, membuat Jeeya ingin mencakar-cakar wajah sahabatnya itu. Dia baru menyadari bahwa ini ‘jebakan’ yang dibuat oleh Chanmi, karena dia sudah tau kalau Jeeya memiliki perasaan tersendiri pada Baekhyun.

 

“Ya! Hwang Jeeya! apa yang sedang kau pikirkan? Cepat perkenalkan dirimu!” sahut Chanmi sambil mencolek pinggang Jeeya. Dia menghela nafasnya dengan saaaaaangat  pelan sebelum akhirnya berani mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, “Hwang Jeeya imnida.”.

 

Chanmi terlihat sweatdrop mendengar apa yang baru saja Jeeya ucapkan. Singkat, padat, dan jelas. Ya, seperti itulah Jeeya. Tapi Chanmi mengerti kalau Jeeya sedang mencoba merealisasikan siapa yang ada di hadapannya saat ini— Byun Baekhyun. Tanpa sadar sebuah senyum misterius terpampang di wajah imutnya.

 

“Sehun oppa, psst!” bisik Chanmi mencoba memberi sinyal pada Sehun. Sehun melihat pergerakan mulut Chanmi yang sedang memberitahukannya sesuatu, sebelum akhirnya dia mengangguk tanda mengerti.

 

“Baekhyun hyung, aku dan Chanmi pergi keluar sebentar, ne? Kau tunggu di sini saja bersama Jeeya-ssi!”

 

Wae? Tapi kan kau—“ belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, Sehun dan Chanmi sudah bergegas pergi dari café itu. Jeeya menghela nafasnya dengan pelan ‘lagi’. Diliriknya Baekhyun sejenak lalu menopangkan dahinya di meja.

 

Mereka berdua tenggelam dalam pikirannya masing-masing selama beberapa menit, sebelum akhirnya seorang pelayan datang menghampiri meja mereka sambil membawa sebuah buku catatan dan memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti Jeeya dan Baekhyun. “Ada yang bisa saya bantu?” ucapnya sopan.

 

“Eum… Entahlah. Aku sedang tidak ingin makan atau minum apapun…” gumam Jeeya sedikit tak yakin. Dia kembali melirik Baekhyun yang ternyata sedang meliriknya juga, untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu.

 

“Bagaimana kalau mencicipi secangkir Café au lait? Itu akan membuat pasangan dapat saling berkomunikasi dengan baik.”

 

“Hah? Uh… Pasangan? Tapi kami bu—“

 

“Ah ne, kalau begitu aku pesan 2 cangkir Café au lait, 2 Dacquoise, Whoopie pies, dan 2 Panettone, juseyo.” ucap Baekhyun memotong kalimat Jeeya. Pelayan tadi mencatat pesanan Baekhyun sambil tersenyum kemudian berpamitan dengan sopan dan pergi entah kemana.

 

“Kau memotong kalimatku… Uh, kenapa pelayan tadi mengatakan kalau kita adalah pasangan.” gumam Jeeya seraya memanyunkan bibirnya karena kesal, membuat Baekhyun tertawa kecil melihatnya.

 

“Mungkin karena kita terlihat cocok.” sahut Baekhyun seraya tersenyum manis. Jeeya menatap wajah Baekhyun tanpa berkedip, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Hingga akhirnya semburat merah nampak terlihat menghiasi pipi putihnya.

 

Tak terasa mereka mengobrol cukup lama, sesekali Baekhyun menggoda Jeeya dengan memanggilnya ‘Gee’ atau ‘Jagiya’, tapi Jeeya tidak merasa terganggu dengan panggilan itu, malah dia merasa sangat bahagia, karena panggilan itu hanya di tujukan untuknya, dan dia merasa teristimewakan oleh Baekhyun.

 

Tepat saat pesanan Baekhyun sudah diantarkan, Sehun dan Chanmi memasuki café sambil membawa 2 kantung belanja yang cukup besar. Mereka dengan segera mengambil posisi duduk dan ikut menikmati beberapa dessert yang sudah tersedia di atas meja.

 

“Malam yang sangat menyenangkan! Kapan-kapan kita hangout lagi, ne?” ucap Chanmi semangat. Sehun tertawa pelan melihat ada coklat yang menempel di sudut bibir Chanmi, kemudian dia mengusap coklat itu menggunakan ibu jari kanannya, membuat pipi Chanmi sedikit merona. Baekhyun dan Jeeya yang melihat hal itu hanya menatap satu sama lain lalu menggelengkan kepala, pasangan Love Bird – a.k.a Sehun dan Chanmi terlihat sangat manis dan serasi, sehingga perasaan iri sedikit terbesit di hati Jeeya. ‘Kapan aku bisa seperti mereka?’ batinnya. Tanpa dia sadari Baekhyun yang sedang menyeruput Café au lait miliknya diam-diam memperhatikan Jeeya nyaris tanpa berkedip.

14 pemikiran pada “Dorespresso (Chapter 1)

  1. Nggak sabarrr untuk part selanjutnya!!!
    Cerita nya bagus, apalagi ada kakak ku *rangkul baekhyun *digebukin fans baekhyun *abaikan -_-
    Lanjut ya thorrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s