Can’t You See Me? Just Once (Chapter 6)

Title                 : Can’t yousee me? Just once…

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Xi luhan (EXO-M)

Extended cast : Kim jong in (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Kris (EXO-M)

Genre              : Romance, sad, married

Disclaimer       : Sorry..sorry banget kalo FF ini keluarnya telat banget ;( abis author lagi sibuk banget.. maaf jg karena di chapter ini aku nggak jadi bikin yang terakhir.. mungkin 1 sampe 2 chapter lagi baru FF ini berakhir.. oke dari pada lama lama mending..

Let’s check this out!!

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

Luhan dan joon hee baru saja tiba di bandara.Mobil yang disewa luhan selama mereka berada di jeju pun sudah menunggu. Luhan mneyewanya tanpa sopir dia ingin mneyetir sendiri karena waktu 1 minggu ini ingin dia manfaatkan dengan berduaan saja bersama joon hee, lagi pula luhan sudah hafal jalan-jalan yang berada di jeju karena dia sering sekali datang ke pulau jeju ini hanya untuk berlibur atau hanya sekedar untuk melihat pemandangan.

Luhan sedang menyetir saat joon hee membuka kaca jendela mobil untuk menikmati udara dan pemandangan yang mereka lewati.

“Indah..” itulah kata yang joon hee ucapkan tanpa sadar

“Kau menyukainya?” Tanya luhan dengan senyum mengembang

“Tentu saja.Udara dan pemandangan di pulau jeju memang yang terbaik.”Jawab joon hee. Luhan semakin melebarkan senyumnya begitu mengetahui bahwa istrinya sangat menyukai liburan atau lebih pantas di sebutnya honeymoon mereka kali ini.

“Tunggu saja masih akan ada yang lebih dari ini.”Kata luhan.

“Apa itu?”Tanya joon hee penasaran.Luhan terkekeh dan mengacak rambut joon hee.

“Sabarlah waktu kita masih panjang disini chagiya…” kata luhan lembut

Mereka tiba di sebuah vila milik kris. Tempat yang indah dengan pemandangan yang langsung mengarah pada laut pulau jeju yang sangat menakjubkan. Sebenarnya vila itu hadiah dari kris untuk mereka berdua, kris sengaja membelikan mereka sebuah vila agar setidaknya mereka memiliki tempat kenangan yang indah untuk bulan madu mereka.

Joon hee berdiri di balkon kamar dan membiarkan rambutnya diterpa oleh angin sejuk yang berhembus.Luhan yang baru saja meletakan semua barang-barang yang mereka bawa langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Saranghae..” ucap luhan lembut tepat di telinga kanan joon hee. Sedikit membuat joon hee bergidig dengan lembutnya suara dan nafas luhan yang menerpa daun telinga kanannya.

“Nado.”Joon hee memalingkan wajahnya kearah sebelah kanan dan tepat saat dia menoleh bibirnya tepat berhadapan dengan bibir luhan.

Mereka saling berpandangan dalam dan memikat mungkin itu yang akan di lihat orang-orang jika melihat mereka saling memandang. Luhan mendekatkan bibirnya dengan bibir milik joon hee.Menempelkannya dan mengecupnya dengan lembut.Sangat lembut yang membuat joon hee hampir melayang dibuatnya.Luhan tersenyum melihat joon hee terbawa oleh suasana yang dia buat.

“Jadi apa kau siap?” Tanya luhan seduktif

“Kau yakin akan melakukannya?” Tanya joon hee sedikit khawatir

“Wae?Apa kau takut huh? Atau kau memang sangat menunggu-nunggu hal ini?” goda luhan, tangannya kini sudah bertengger di pinggan joon hee.Joon hee memukul dada luhan manja.

“Yak oppa!Jangan menggodaku!” seru joon hee.Wajahnya sudah memerah akibat digoda oleh luhan.

Luhan pun menautkan kembali bibirnya dengan bibir joon hee. Merasai bibir joon hee yang manis yang membuatnya selalu jatuh kedalam dunia yang indah menurutnya. Joon hee pun mulai membalas setiap perlakuan dari bibir luhan tangannya juga sama tidak diamnya dengan luhan saat ini. Mereka saling merabai satu sama lain. Saling merasakan kehadiran satu sama lain lewat sentuhan. Tangan luhan mulai berani menelusup kebalik dress yang dipaki joon hee entah kapan luhan membukanya tapi joon hee sadar permainan mereka ini akan berkhir seperti apa nanti. *STOPPP author gak kuat nerusinnya! 😀

Sinar matahari masuk melalui jendela kamar yang ditempati luhan dan joon hee.Joon hee yang masih terlarut dalam dunia mimpinya menggeliat karena merasakan sinar matahari yang menyegat.

“Selamat pagi” alunan naada indah itu menyapu pendengaran joon hee yang masih mengerjapkan matanya.Joon hee tersenyum mana kala mendapati luhan tengah duduk disamping tempat dirinya berbaring.

“Selamat pagi oppa” jawab joon hee dengan senyum mengembang.

“Kajja bangun aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

“Eodi?”Tanya joon hee penasaran.

“Rahasia.Cepat bangun dan mandi. Atau kau ingin aku yang memandikanmu?” goda luhan

“Yak oppa!” pekik joon hee dengan wajah yang memerah

Luhan POV*

Aku mengajak joon hee jalan jalan menikmati pemandangan. Sesekali mengambil foto untuk kenang-kenangan kami dan mampir kebeberapa toko souvenir yang kami lewati hanya sekedar melihat-lihat saja dan kami akan membeli jika ada barang yang menurut kami bagus. Aku senang melihat joon hee tersenyum seperti ini, senyum yang mengembang bahagia bukan karena tersenyum untuk menutupi perasaannya.

‘tuhan biarkan aku membahagiakannya kali ini’ ucapku dalam hati

“Yeppeuda” ucap joon hee terkagum.Saat ini kami berada di tepi laut untuk melihat matahari terbenam.Indah.Itulah kata yang bisa mengukirkan semuanya.

“Kau suka?” tanyaku

“Mmm, ini indah..oppa dari mana kau tahu ada tempat seindah ini?” tanya joon hee penasaran

“Sudah kukatakan aku sudah menyiapkannya sebelumnya.”Aku memeluk pinggang joon hee dari belakang.Memejamkan mataku untuk menghirup setiap wangi dari helaian rambutnya.Mencoba merasakan perasaan cinta dari kami melalui angin yang berhembus.Langitpun seakan ikut tersenyum melihat kebahagiaan kami berdua. Sungguh aku merasakan ini adalah kebahagiaan yag tuhan berikan untuku rasakan sekaligus ku jaga.

“Joon hee-ya..

“Mmmm”

“Aku ingin mempunyai baby luhan dan baby joon” ucapku

“…..”

Hening.

“Chagiya kenapa kau diam saja?” tanyaku

“Ani. Hanya saja apa tidak terlalu cepat untuk kita oppa?” tanya joon hee balik.

Aku tersenyum.Aku sadar betul bagi rumah tangga kami yang baru saja diperbaiki ini mungkin terlalu cepat untuk menghadirkan seorang bayi ditengah-tengah kehidupan kami.Tapi aku benar-benar menginginkannya kali ini.Sepertinya memiliki baby luhan dan bbay joon ide yang sangat bagus untuk saat ini. Mungkin itu juga cara yang terbaik untuk membuat joon hee percaya kalau aku sungguh-sungguh mencintainya dan akan menjaganya sepenuh hatiku.

“Ani kurasa tidak.Bukankah kai bilang saat pulang nanti kita harus membawa kabar bahagia?” tanyaku mengingatkannya dengan ucapan kai saat mengantarkan kami ke bandara kemarin.

Wajah joon hee bersemu merah saat aku mengingatkannya dengan perkataan kai kemarin. Aku tahu dia masih ragu, tapi aku akan menghilangkan keraguannya itu dan saat kembali ke seoul nanti aku jamin semua orang akan mendengar kabar bahagia dari kami. Aku tersenyum penuh kemenangan.

“We we wae? Kenapa kau tersenyum seperti itu oppa?” tanya joon hee gugup

“Aniya!Gwaenchana.”Jawabku sambil menyunggingkan senyum manisku.

AUTHOR POV*

Sudah hampir 2 minggu luhan dan joon hee menikmati masa bulan madu mereka di pulau jeju dan hampir setiap hari juga luhan berusaha membuat joon hee hamil.:D *di tabok luhan gue HAHA* tapi pagi ini wajah joon hee terlihat pucat *ya iyalah gimana gak pucet orang setiap hari… luhan yang memperhatikan istrinya sejak tadi sedikit khawatir melihatnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya luhan

Joon hee menjawabnya dengan senyum dan sebuah anggukan.Tapi jelas luhan tidak percaya jika istrinya itu baik-baik saja.

“Tapi wajahmu hari ini terlihat pucat.” Ucap luhan lagi

“Nan gwaenchana oppa.Mungkin hanya kelelahan saja.”

“Benarkah?” tanya luhan menyelidik

“Mmmm nan..” belum sempat joon hee menjawab dia sudah keburu menutup mulutnya karena merasa mual. Joon hee segera berlari kekamar mandi dan menumpahkan isi perutnya.

HUEK.. HUEK..

Tapi tidak ada yang keluar selain air.Luhan yang khawatir segera menghampiri joon hee dan memijat tengkuk joon hee.

“Sebaiknya kita ke dokter aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.” Ucap luhan tegas

Joon hee hanya bisa pasrah jika luhan sudah bicara tegas seperti itu.

Mereka berdua pergi ke dokter yang terdekat dengan vila mereka. Luhan yang sudah sedari khawatir dengan keadaan joon hee hanya bisa pasrah saat istrinya diperiksa oleh dokter tersebut.Dia hanya bisa berdoa semoga saja istrinya itu tidak menderita suatu penyakit.Dokter itu selesai memeriksa joon hee dan mempersilahkan joon hee untuk duduk disamping luhan.

“Istri saya sakit apa uisa-nim?” tanya luhan tidak sabaran

Sang dokter hanya tersenyum mendengar pertanyaan luhan yang tidak sabaran.

“Tenanglah.Istri anda tidak sakit apapun itu hanya gejala morning sicknes saja.” Jawab sang dokter dengan tenang

Hening.

Tidak ada yang berbicara dalam lima detik. Luhan dan joon hee masih sama-sama berfikir.Morning sickness?

“Ma maksud dokter istri saya..” luhan menggantung pertanyaannya

Dan dokter itu hanya mengangguk sebagai jawabanya.

“Dia hamil?” tanya luhan tidak percaya

“Ne. istri anda hamil 1 minggu. Anda harus menjaga istri anda dengan baik tuan xi. Mungkin dalam satu sampai dua bulan kedepan istri anda akan mengalami gejala morning sickness. Dan itu berarti istri anda akan sulit menerima makanan tapi anda harus tetap menjaga asupan gizi dan nutrisi istri anda karena biasanya kehamilan muda itu sangat rentan.” Ucap sang dokter panjang lebar

Luhan tersenyum lebar dia sangat bahagia mendengar berita ini luhan uga mendengarkan setiap perkataan dokter itu sebaik-baiknya. Sedangkan joon hee dia masih tidak percaya jika didalam perutnya kini ia mengandung anak luhan. Diam-diam joon hee tersenyum penuh arti dia berjanji akan menjaga kandungannya ini sebaik mungkin.

Luhan dan joon hee segera kembali menuju vila mereka. Mereka berencana kembali hari itu juga menuju seoul tapi mengingat keadaan joon hee yang masih lemah luhan ingin sekali menunda kepulangan mereka menjadi besok tapi joon hee memaksa agar mereka pulang sekarang.

“Apa tidak lebih baik besok saja kita kembali ke seoul chagi?Aku masih khawatir dengan keadaanmu.”Tanya luhan saat mereka tiba di bandara pulau jeju. Ya saat ini mereka sedang menunggu pesawat mereka menuju seoul.

“Aniya. Aku ingin memberitahu eomma secepatnya oppa” rengek joon hee

“Geuraeso” luhan pun hanya bisa mengangguk pasrah dengan kemauan istrinya tersebut.

AT SEOUL Joon hee House>>

Luhan dan joon hee baru saja tiba eomma joon hee pun langsung mneyambut kedatangan mereka dia sedikit terkejut tadi saat luhan menelfonnya dan mengatakan kalau mereka hari ini kembali dari jeju. Karena sebenarnya masih 2 sampai 3 hari lagi mereka kembali ke seoul.

“Kalian sudah datang?” sambut eomma joon hee

“Ne eomma” jawab joon hee

“Tapi bukankah masih 2 sampai 3 hari lagi kalian baru kembali?” tanya eomma penasaran

“Mungkin mereka buru-buru kembali karena membawa kabar gembira.” Celetuk kai yang baru saja menuruni anak tangga terakhir

“Benarkah?” tanya eomma tidak percaya

“Kabar gembira apa?” tanya kris yang muncul tiba-tiba

“Oppa..kau disini?” tanya joon hee antusias

“Ne. aku merindukan rumah ini” jawab kris dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari joon hee

“Dan tentunya dirimu joon-ya” lanjut kris

“Tunggu tunggu tunggu..kenapa wajahmu pucat joon?” tanya kris sambil menelisik wajah joon hee saat pelukan mereka sudah terlepas.

“Itulah kenapa dia meminta kembali hari ini juga.” Sahut luhan yang sejak tadi keberadaannya di acuhkan *kasian:p HAHA Di gigit penggemar luhan nanti authornya

“Wae? Apa kau membuatnya…” kris segera menutup mulut kai yang sepertinya akan keceplosan. Eomma yang melihatnya menjadi bingung.

“Aniya.Hanya saja joon hee ingin mengatakan sesuatu.” Ucap luhan dengan senyum mengembang

“Mwo?” tanya kris penasaran

Huek..

joon hee segera menutup mulutnya dan berlari kearah dapur saat rasa mualnya kembali.

“Kalian lihat sendiri kan?” ucap luhan dengan santainya

“Jadi..” kai menggantung kata-katanya

“Maksudmu joon hee..” kris juga sama menggantungkan kata-katanya

“Hamil” ucap eomma dengan senyumnya

“Benarkah?” tanya kai dan kris secara bersamaan. Dan mereka berdua mendapat jawaban sebuah anggukan kepala dari luhan.

“Wow! Kau hebat hyung!” seru kai

“Jadi kau berhasil membuatnya hamil huh?” tanya kris tidak percaya

“Lalu siapa lagi jika bukan aku.” Jawab luhan dengan dengusan kesalnnya mendengar pertanyaan kris

“Mungkin saja kan orang lain.” Dan sebelum luhan menjawabnya kris sudah mendapatkan jitakan dari sang eomma.

“Appoooo” ringis kris

“Jangan sembarangan bicara kris.”Ucap eomma. Eomma segera menghampiri joon hee yang masih berada didapur

Sedangkan kai dan luhan hanya tertawa melihat sang perfeksionis dijitak oleh sang eomma karena perkataan bodohnya barusan.

“Kau membuktikannya hyung.” Ucap kai

“Mmm sepertinya kau benar-benar memperbaikinya dengan joon hee.” Lanjut kris

“Bukankah aku sudah berjanji jadi aku akan menepatinya dan terimakasih untuk hadiah mu kris.”Ucap luhan dengan senyum mengembangnya.

Ya dia bahagia saat ini. Dia berharap baby luhan ataupun baby joon yang saat ini dikandung oleh joon hee akan lahir dengan selamat dan membuat kehidupanya dan joon hee semakin bahagia.

###

 

8 months letter…

Kehamilan joon hee sudah memasuki bulan ke delapan dan hanya tinggal menunggu satu bulan lagi untuk melihat kehadiran baby luhan. Ya, sebulan yang lalu saat melakukan USG ternyata yang dikandung joon hee adalah baby luhan dan betapa senangnya joon hee dan luhan saat itu mengetahui bahwa calon anak pertama mereka adalah laki-laki.

Hari ini Joon hee sedang merapihkan meja kerja luhan, dia terlihat sangat antusias. Karena saat luhan berada dirumah semua pekerjaan diambil alih oleh luhan dan luhan sama sekali tidak mengizinkan joon hee mengerjakan pekerjaan rumah kecuali memasak. Itupun luhan harus berada disampingnya untuk menemaninya.Ya selama joon hee hamil luhan menjadi orang yang sangat over protective terhadap dirinya. Tapi karena saat ini luhan sedang berada di kantor diapun mencoba membereskan hal-hal kecil yang menurutnya bisa ia rapihkan.

Joon hee sedang membereskan beberapa berkas saat ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah file merah. Joon hee pun mengambilnya dan sebuah amplop putih dan foto  terjatuh dari dalamnya.

Betapa kagetnya joon hee saat dilihatnya foto tersebut adalah Min Hyorin mantan kekasih luhan.Tangan joon hee sedikit bergetar dan perasaannya sedikit tidak enak dia pun mencoba membuka amplop putih tersebut.

 

 

 

Annyeong oppa..

Apa kabarmu? Aku tahu mungkin tidak sepantasnya aku mengirimu surat seperti ini..tapi aku benar-benar merindukanmu…

Aku tau kau sudah bahagia sekarang, tapi tidak dengan ku

Aku masih seperti dulu mengingat dan selalu mengharapkanmu

Aku hanya ingin memberitahumu oppa bahwa aku hamil

Aku tidak tahu harus bagaimana tapi aku harap kau mau mengerti

-Min Hyorin-

 

Tanpa terasa air mata joon hee jatuh menetes. Dia tidak tahu apa maksud dari surat tersebut.

Joon hee POV*

DEG!

Perasaan apa ini? Apa maksud dari surat ini? Min Hyorin. Hamil?Siapa yang menghamilinya? Apa jangan jangan… ani..aniya.. itu tidak mungkin. Tidak mungkin bukan jika luhan oppa yang menghamilinya?

Ta tapi kenapa luhan tidak pernah bercerita jika dia mendapat surat dari hyorin? A a a apa selama ini mereka masih..

Tidak.Tidak joon hee.Berhentilah berfikiran negative terhadap luhan.Tidak mungkin luhan melakukan semua itu bukan.

“Chagiya…” panggil luhan

Author POV*

“Chagiya…” panggil luhan

Joon hee segera memasukan surat itu kembali kedalam amplopnya dan tidak lupa dia juga mengembalikannya ketempatnya semula. Dia juga menghapus air matanya yang entah kapan tanpa dia sadari menetes dan segera keluar dari ruang kerja milik luhan.

Luhan yang baru saja tiba langsung mencari joon hee.Joon hee yang menyadari bahwa luhan mencarinya segera menghampiri suaminya tersebut.

“Aku disini oppa..” jawab joon hee. Luhan tersenyum melihatnya.

“Kau sedang apa?” tanya luhan

“Aku tidak sedang apa-apa oppa” jawab joon hee berbohong

“Kau sudah makan malam?” tanya luhan.

Ya hari ini luhan memang sudah telat setengah jam dari waktu pulang tepatnya.

“Aniya aku menunggumu.”Jawab joon hee dengan nada sedikit lirih.

“Mianhae..aku telat lagi. Hari ini di kantor benar-benar sedang banyak pekerjaan.” Sesal luhan

“Gwaenchana aku mengerti.” Jawab joon hee dengan tersenyum manis.

“Cepat ganti bajumu aku akan menyiapkan makan malam untuk kita.” Ucap joon hee

“Gomawo.” jawab luhan.Tidak lupa dia juga mencium pipi kanan joon hee.

>>skip makan malemnya<< *Authornya bingung mau gimana ?_?”

Hari ini kai berjanji akan mengantar joon hee cek up ke dokter kandungan. Luhan yang meminta kai untuk menemani joon hee karena dia sendiri hari ini sedang sibuk dikantornya.Kai pun dengan senang hati menemani joon hee pergi ke dokter kandungan. Tapi ada yang lain pada diri joon hee semenjak dia menemukan surat milik hyorin yang ditujukan untuk luhan ada sedikit perubahan yang terlihat meski luhan tidak menyadarinya.

“Kau terlihat pucat.” Ucap kai

“Benarkah?” tanya joon hee

“Mmm.. apa ada masalah diantara kalian?” tanya kai

“Aniya.Mungkin belakangan ini aku hanya terlalu lelah.” Ucap joon hee lirih

“Jangan berbohong. Katakan apa luhan membuat masalah lagi?” tanya kai menyelidik

“Oppa..nan gwaenchanayo. Jangan khawatir” jawab joon hee dengan senyum manisnya

“Ara.” Jawab kai pasrah akhirnya

Setelah mereka selesai dari dokter kandungan joon hee sengaja menahan kai agar dia tidak kembali lagi kekantornya.Joon hee ingin minta ditemani oleh kai seharian ini.

“Oppa hari ini kau harus menemaniku seharian.Ah, hari ini aku ingin makan es krim, ramen, tteobbeokki, kue beras dan masih banyak lagi jadi sampai malam nanti kau harus menemaniku.” Ujar joon hee

“Ya!Kau kira aku suamimu? Kenapa kau tidak menyuruh luhan pulang lebih cepat saja agar dia bisa menemanimu?” tanya kai

“Ani.Luhan belakangan ini sangat sibuk.”Jawab joon hee dengan nada lirih kembali.

Ini kesekian kalinya untuk hari ini kai melihat joon hee tidak bersemangat saat membicarakan tentang luhan. Dan dia juga masih bertanya-tanya ada apa dengan yeodongsaengya itu.

‘Ada apa lagi dengan anak ini dan luhan hyung? Kenapa sejak tadi saat aku bicara tentang luhan jawabannya selalu terdengarlirih? Apa terjadi sesuatau diantara mereka?’ batin kai

Hari ini kai memang benar-benar menemani joon hee seharian dari makan ramen, kue beras sampai jalan–jalan.Kai menuruti semua yang diinginkan adiknya itu.ya walaupun harus sedikit merasa menderita karena lelah mengikuti permintaan joon hee tapi dia tetap senang. Setidaknya dia bisa menemani joon hee yang sedang mengandung calon keponakannya tersebut.

“Oppa kajja aku ingin makan es krim” ujar joon hee

“Ya joon hee-ah baru saja kau makan tteobbeokki dan sekarang kau mau makan es krim? Apa kau tidak merasa kenyang?” tanya kai heran

“Aniya kai-ah..ini permintaan bayiku. Kajja bukankah hari ini kau berjanji menemaniku seharian eoh?” jawab joon hee sedikit manja.

Dan satu lagi yang paling menyebalkan bagi kai adalah selama joon hee mengandung tiba-tiba saja sifat manjanya muncul pada dirinya maupun kris.Dan karena kris sudah kembali ke kanada untuk mengurus perusahaannya alhasil kai lah yang menjadi sasaran dari sifat manja joon hee.

“Yak!Panggil aku oppa pabbo. Geurae..kita kekedai es krim sekarang tapi setelah ini kita pulang ne?” jawab kai pasrah

“Kita pulang setelah dari taman.” T­­­­­­­awar joon hee

“Joon hee-ya nanti kita bisa kemalaman sampai dirumah dan aku juga tidak mau jika luhan memarahiku karena membawamu pulang terlambat. Lagi pula apa kau tidak lelah seharian terus saja berjalan?” tanya kai heran

“Ayolah oppa kita ketaman dulu baru pulang.” Rengek joon hee

“Ani! Sehabis dari kedai es krim kita pulang!” jawab kai tegas

“Kai… ayolah…” rengek joon hee lagi

“Hah..baiklah-baiklah kita ketaman setelah itu baru pulang.” Lagi-lagi kai hanya bisa pasrah menuruti permintaan adiknya itu.

Joon hee dan kai pergi ke kedai es krim terdekat.Kedai itu tidak terlalu ramai tapi tempatnya cukup bagus.

Ting

Suara bel pintu dibuka berbunyi. Pandangan mata joon hee sedang berkeliling untuk mencari tempat yang nyaman untuk dia dan kai duduk tapi…

DEG!

Tiba-tiba saja debaran jantungnya berdetak lebih cepat saat melihat dua orang yang dikenalnya sedang duduk disudut ruangan kedai tersebut.

“Oppa sepertinya aku ingin membeli es krim yang dijual ditaman saja.” Ucap joon hee gugup

“Wae?” tanya kai yang masih melihat-lihat sekelilingnya. Lalu tanpa sengaja pandangan mata kai pun tertuju pada dua sosok yang sepertinya dikenalnya. ‘Luhan dan hyorin’ batin kai

“Kajja oppa nanti penjual es krimnya keburu pergi.”Ucap joon hee yang langsung meninggalkan kedai itu dengan terburu-buru.kai pun langsung berjalan mengikuti joon hee yang sudah pergi duluan menuju ketaman.

Diam.

Hanya itu yang dilakukan joon hee sejak tadi tatapannya menerawang lurus kedepan.Perasaannya sedikit campur aduk begitu dari kedai es krim tadi.Dia juga yakin pasti kai oppanya melihat luhan dan hyorin di kedai tadi dan karena tidak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan kai yang kadang suka mengintrogasi orang joon hee lebih memilih untuk diam. Sedikit untuk menenangkan hatinya juga atas apa yang telah dia lihat tadi di kedai es krim.

“Ini” kai memberikan es krim yang diinginkan joon hee

Joon hee menerima es krim tersebut dan memakannya walaupun dengan tidak semangat.

Kai POV*

Pantas saja sejak tadi sikapnya sangat aneh jika membicarakan tentang luhan.Apa luhan masih sering menemui yeoja itu?Apa mungkin luhan mneingkari janjinya?Tapi tunggu dulu sepertinya tubuh hyorin tadi sedikit lebih membesar seperti orang hamil.Apa jangan-jangan dia..? ah molla!

Dan lagipula kenapa luhan bersamanya?Bukankah luhan bilang hari ini dia sibuk tapi kenapa dia bersama yeoja itu?

Apa sebaiknya aku tanyakan saja pada joon hee? Tapi… melihat wajahnya yang berubah menjadi sendu seperti itu membuatku tidak tega untuk menanyakannya.

“Gwaenchana?” tanyaku

“Mmm” angguk joon hee

“Kau tidak ingin menceritakan sesuatu padaku?” tanyaku hati-hati. Joon hee tersenyum manis padaku dan menggeleng.

Ya tuhan bagaimana aku tega menanyakan hal yang lainnya jika dia sudah tersenyum seperti itu.aku tahu dia menyembunyikan sesuatu dibalik senyumnya yang seperti itu. dan aku juga masih ingat dulu saat hubungan joon hee dan luhan berantakan dia sering tersenyum seperti ini untuk menutupi lukanya.Meskipun diluar dia terlihat tegar tapi didalam dia benar-benar yeoja yang rapuh.Dan karena itu juga aku dan kris selalu menjaga perasaannya.

“Ara.Tapi jangan memendam sesuatu terlalu lama.Ingat kau sedang hamil tidak baik untuk kandunganmu jika terus menyembunyikan sesuatu seperti itu. Lagi pula masih ada aku dan kris hyung yang akan selalu disampingmu.” ucapku

“Nan gwaenchana oppa-ya. Oppa bisakah kita pulang setelah melihat matahari terbenam?”tanya joon hee dengan nada manja.

“Baiklah kita lihat matahari terbenam setelah itu baru kembali.”Ucapku dengan senyum mengembang. Joon hee pun membalasnya dengan sebuah senyuman manis.

 

###

Luhan POV*

“Aku pulang” ujarku sedikit berteriak.

Tapi kenapa lampu rumah belum menyala juga?Apa joon hee belum kembali? Tapi bukankah dia hanya pergi ke dokter kandungan tadi pagi?

“Chagi..aku pulang” aku mnecarinya kekamar kami. Tidak ada dikamar mandi pun tidak ada.

“Chagiya kau dimana?” tanyaku sedikit berteriak

Apa mungkin dia di dapur? Tapi kalau dia di dapur tidak mungkinkan dia tidak mendengar panggilanku. Aku mencoba mencari joon heeke seisi apartement ini tapi nihil! Dia tidak ada disini.Apa dia dirumah eomma?

Aarrghh! Tidak seharusnya tadi aku menyuruh kai menemaninya.Seharusnya akulah sebagai suaminya yang menemaninya kerumah sakit untuk memeriksakan kandungannya bukan malah oppanya.Dan lagi aku juga merasa bersalah karena lagi-lagi hari ini aku harus menemani hyorin yang sedang menyidam ingin makan es krim.

“Mianhae joon hee-ya..” ucapku lirih

CEKLEKK

Suara pintu dibuka.Mungkin itu joon hee. Aku segera menuju pintu untuk  melihatnya dan benar dia baru saja pulang diantar oleh kai.

“Kau dari mana saja?!Aku khawatir mencarimu.” Ujarku dengan nada sedikit tinggi begitu dia mengganti sepatunya dengan sandal rumah

“Mianhae tadi aku melihat matahari terbenam dulu.” Jawabnya lirih dengan kepala menunduk dan tunggu..kenapa dengan wajahnya? Kenapa wajahnya berubah menjadi sendu seperti itu.

“Jangan memarahinya hyung dia tidak salah lagi pula itu keinginan bayinya.”Sela kai yang berdiri dibelakang joon hee. Tatapan mata kai pun sangat dingin.

“Masuk dan istirahatlah.Aku pulang dulu.” Ucapa kai pada joon hee

Joon hee mengangguk dan menuruti perintah kai.Sebelum membuka pintu kai berbalik dan berkata padaku.

“Sebaiknya kau meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan istrimu yang aneh-aneh itu hyung..jangan hanya sibuk dengan pekerjaanmu sendiri. Biar bagaimanapun joon hee sedang mengandung calon anakmu dan dia butuh banyak perhatian.” Ucap kai dingin

Kenapa dengan anak itu?kenapa nada bicaranya seperti itu?

“Oh ya sepertinya tadi aku melihatmu dikedai es krim” ucap kai lalu pergi begitu saja.

MWO?Apa dia bilang tadi? Dia melihatku di kedai es krim? Jangan-jangan joon hee tadi….

Aku segera menyusul joon hee masuk kedalam kamar.Saat aku masuk joon hee baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya.Wajahnya sedikit terlihat lelah mungkin karena seharian ini dia pergi bersama dengan oppanya.

“Kau dari mana saja? Kenapa baru kembali saat malam seperti ini?” tanyaku dengan nada lembut

“Hanya jalan-jalan saja dengan kai.” Jawab joon hee dengan nada kecil

“Mianhae..hari ini aku tidak bisa menemanimu ke rumah sakit untuk cek up.” Sesalku

Joon hee berjalan menghampiriku yang duduk dipinggir ranjang.Dia memegang pipiku dan tersenyum hangat.

“Nan gwaenchana.Aku tau kau sibuk di perusahaan dan aku mengerti itu.bukankah kau juga melakukannya untuk menghidupiku dan anak kita nanti?” jawab joon hee lembut. Aku hanya dapat tersenyum.

‘Kau wanita yang baik joon-ah..seharusnya aku bersyukur memilikimu dan menepati janjiku untuk tidak menemui wanita itu lagi. Tapi..dia juga saat ini sedang kesulitan. Mianhae chagiya..’

“Oppa..kenapa kau melamun?” tanya joon hee menyadarkanku dari lamunan sesaat ku.

“Ani.Kau sudah makan malam?” tanyaku.Joon hee mengangguk.

“Kai mentraktirku makan ramen tadi. Hari ini dia benar-benar bersikap manis.” Jawab joon hee senang

“Benarkah?”

“Ne hari ini kai mengajakku jalan-jalan dan dia juga banyak mentraktirku makan.” Cerita joon hee panjang lebar

‘Mianhae aku harus berbohong lagi padamu’ batinku

Author POV*

Joon hee bercerita tentang hari ini dia berjalan-jalan bersama kai.Tapi tanpa luhan sadari sejak tadi joon hee memperhatikan raut wajah luhan yang berubah menjadi sendu.Tapi joon hee terus saja bercerita untuk melupakan kejadian tadi sore.Sebenarnya bukannya joon hee tidak ingin menanyakan hal tersebut pada luhan, hanya saja joon hee tidak mau jika saat menanyakan hal itu membuat luhan terbebani. Mungkin suatu saat nanti luhan akan menceritakan semuanya padanya dan saat ini yang bisa joon hee lakukan adalah mempercayai luhan sepenuhnya bahwa luhan tidak akan menghianati ketulusannya dan berharap bahwa luhan menepati janjinya.

“Oppa aku lelah.” Ucapan joon hee menyadarkan luhan dari lamunannya

“Eh..kalau begitu istirahatlah. Bukankah seharian ini kau sudah banyak berjalan.” Ucap luhan lembut

“Mmm.. selamat malam”

“Selamat malam” ucap luhan sambil mencium kening istrinya itu.

Joon hee memiringkan tubuhnya dan membelakangi luhan.Dia mencari posisi yang enak untuk tidur mengingat kandungannya yang semakin membesar terkadang membuatnya sulit untuk tertidur dengan nyenyak.Luhan juga ikut berbaring disampingnya dan memeluk pinggang joon hee.Tapi tanpa luhan sadari sebenarnya joon hee masih terjaga dia tersenyum miris mengingat luhan yang melamun saat dirinya bercerita tadi.

‘Luhan-ah aku tau kau masih mencintai hyorin.Tapi tidak bisakah kau sedikit saja melihatku?Apa aku harus menyerah sekarang? Saat anak ini akan lahir ke dunia ini? Bolehkah aku menutup mata dan telingaku dengan semua kebohonganmu?Tapi sampai kapan?Aku benar-benar lelah dengan keadaan ini…’ batin joon hee sebelum menutup matanya untuk menyatu dengan mimpinya dan tepat saat matanya terpejam bulir bening air mata itu jatuh membasahi pipinya.

 

###

Hari ini luhan berada dirumah.ya karena hari ini adalah weekend. Dan hari ini juga luhan sengaja meluangkan waktunya untuk menemani joon hee seharian.Tapi tiba-tiba saja sekertarisnya memberitahunya bahwa ada rapat penting dengan seorang clien.

“Chagiya… neo eoddiseo?” panggil luhan

“Aku disini oppa..” teriak joon hee dari arah dapur

Luhan menghampiri joon hee yang sepertinya sedang berada didapur.Dan ya joon hee memang berada didapur sedang mencuci piring bekas sarapan mereka tadi.Luhan tersenyum melihatnya.

“Bukankah sudah kubilang jangan melakukan apapun biar aku saja yang melakukan semuanya.” Ujar luhan sambil ikut membantu mencuci beberapa piring yang belum di bilas.Joon hee tersenyum mendengarnya.

“Aku hanya mencuci piring bukan melakukan pekerjaan yang berat.” Ucap joon hee

“Tetap saja selama aku yang berada dirumah kau hanya boleh memasak.” Ucap luhan dengan nada sedikit di tegas-tegaskan

“Arasaeo..”

“Kajja..” luhan mengajak joon hee duduk diruang tamu setelah menyelesaikan cucian piringnya.

“Joonie-ah mianhae hari ini aku harus pergi kekantor sebentar ada clien yang ingin bertemu dan menandatangani kontrak.” Kata luhan dengan nada kecil

“Kenapa harus meminta maaf?Bukankah itu memang sudah tugasmu? Kau adalah calon CEO dari perusahaan XI ENTERPRICE jadi bukankah hal semacam itu wajar?” ucap joon hee dengan senyum menenangkan

“Aku tahu.Tapi seharusnya hari ini aku mengajakmu dan baby luhan jalan-jalan.”

“Aku rasa baby luhan bisa menunggu untuk hal itu..kita bisa berjalan-jalan sore disekitar taman sini. Jadi pergilah sekarang dan jangan buat clienmu menunggu.” Kata joon hee sedikit semangat

“Araseo. Tapi ingat jangan melakukan hal apapun dirumah dan aku pastikan aku akan kembali saat jam makan siang.” Ucap luhan tidak kalah semangatnya. Dan sebelum pergi tidak lupa dia mencium pipi joon hee

“Aku pergi…”

Joon hee tersenyum sendiri.Mengingat bagaimana luhan memperlakukannya dengan baik luhan juga sepertinya sangat menyayangi anak yang dikandung olehnya.

Joon Hee POV*

Aku tersenyum mengingat bagaimana luhan selalu memperlakukanku dengan sangat baik.Dia juga begitu menyayangi anak yang kukandung.Tapi biar bagaimanapun aku harus mengingat kebaikan yang luhan berikan selama ini adalah bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.

Tapi memikirkan bagaimana perasaannya pada hyorin membuatku ingin menyerah.Tapi bagaimana dengan bayi yang ada didalam perutku?Bagaimana aku harus menjelaskan padanya nanti jika aku menyerah sekarang?

TING TONG

Bel pintu yang berbunyi menyadarkanku dari alam bawah sadarku tadi.Sepertinya ada tamu tapi siapa?

Aku membuka pintunya.

“KEJUTAN!!” teriak sehun

“Sehun-ah…” jawabku sedikit terkejut

“Bogosipoyo joon hee-ah….” Teriak sehun sambil memelukku

“Nado bogosipoyo sehun-ah.sehun-ah bisa kau lepaskan pelukanmu ini membuatku sesak” jawabku dengan nada tercekat

“Hehe, aku terlalu merindukanmu jadi lupa kalau kau sedang mengandung keponakanku.” Sehun menggaruk kepalanya yang aku yakin tidak gatal.

“Kajja masuk.”

Author POV*

Joon hee meletakan 2 gelas orange juice yang dibawanya dari dapur tadi di meja ruang tamu.Sehun sedang sibuk melihat keluar balkon apartement miliknya dan luhan.

“Minumlah” ucap joon hee

Sehun tersenyum dan masuk.Dia benar-benar merindukan sahabatnya yang satu ini mengingat mereka sudah hampir satu bulan ini tidak bertemu karena sehun yang sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya.Sedangkan joon hee saat kehamilannya menginjak bulan ke-5 dia memutuskan untuk mengambil cuti.

“Bagaimana kabarmu?” tanya sehun

“Bukankah kau sudah melihatnya sendiri? Aku masih baik-baik saja” jawab joon hee santai

“Baguslah..aku kira sebulan tidak bertemu akan ada yang berubah dari dirimu.” Canda sehun

“Lalu bagaimana keadaan keponakanku?” tanya sehun lagi

“Dia juga baik-baik saja.Baru saja kemarin aku dan kai pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan.”Suara joon hee sedikit terdengar lirih saat mengucapkan kalimat terakhirnya.

“Kau pergi dengan kai?” tanya sehun sedikit tidak percaya

“Mmmm.” Joon hee menggangguk membenarkan pertanyaan sehun

“Kenapa bukan luhan hyung yang menemanimu?” tanya sehun

“Dia sedikit sibuk kemarin.” Jawab joon hee asal

“Hei kenapa kau tidak mengajak yejin kesini? Aku juga merindukannya.” Ucap joon hee

“Ah itu..dia bilang harus kerumah pamannya dulu tapi nanti dia juga akan datang.” Jawab sehun

“Hahh..aku merindukan kebersamaan kita dulu.” Ucap joon hee dengan wajah sendu

“Aku juga” timpal sehun

“O iya kemana luhan hyung? Kenapa dia tidak kelihatan?” tanya sehun penasaran

“Dia bilang akan pergi menemui cliennya.” Jawab joon hee lirih

“Aisshh orang itu selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.Joon hee-ah bagaimana kalau nanti kita pergi ke kedai es krim? Sudah lama kita tidak pergi bersama.” Ajak sehun antusias

“Geurae sepertinya itu ide yang bagus.” Setidaknya dia tidak bosan karena harus menunggu luhan pulang dari kantor.

Sehun dan joon hee terus berbincang mengenai apapun. Terutama tentang kehamilan joon hee yang sudah menginjak bulan ke Sembilan dan sebentar lagi joon hee akan melahirkan itu semua membuat sehun antusias menyambut kelahiran keponakannya.

TING TONG

“Ah mungkin itu yejin..akan ku buka pintunya..” ucap joon hee dengan nada senang

“Ne.. kalau begitu aku akan ke toilet sebentar.” Jawab sehun

Joon hee berjalan menuju pintu.Dia melihat dari intercome sebelum membukakan pintunya. Dugaannya salah..ia kira yejin lah yang datang tapi ini bukan yejin melainkan seperti petugas pengiriman barang. Tanpa berfikir lama joon hee pun membukakan pintu.

“Selamat siang..benar ini apartement milik tuan xi?” tanya petugas itu

“Ne itu benar. Ada apa?” tanya joon hee

“Ini ada paket kiriman untuk istri dari tuan xi.” Petugas itu memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada joon hee

“Untuk ku? Siapa pengirimnya?” tanya joon hee penasaran

“Nona min hyorin.” Jawab petugas itu

DEG

“Arasoyeo. Gamsahamnida.” Ucap joon hee dengan senyum tipis dibibirnya.

Joon Hee POV*

Min hyorin..untuk apa dia mengirimiku paket? Apa ini ada hubungannya dengan luhan? Hah! Itu tidak mungkin! Singkirkan fikiran bodohmu itu joon hee-ah..

Aku membuka amplop berwarna coklat tersebut untuk melihat isinya.

DEG

Udara disekitarku tiba-tiba menguap begitu saja saat aku melihat isi dari amplop itu.jantung ini juga seperti ditusuk oleh ribuan pisau yang sangat tajam dan nafasku tiba-tiba menjadi sesak dan Kristal bening itu kini juga membubuhi mataku.

Entah kenapa melihat gambar-gambar itu begitu menyakitkan bagiku.Duniaku seakan berputar menuju sebuah kehancuran yang amat menyakitkan. Kehancuran yang aku tahu akan selalu membayangi rumah tanggaku dan luhan.

Lututku tiba-tiba menjadi lemas tidak kuat menopang berat tubuhku.Pandangan ku juga menjadi sedikit buram.

BRUKKK

 

 

To be continoue

 

Maaf banyak skipnya dan sedikit terlalu cepat alurnya. But.. you still have leave a comment 🙂

Iklan

28 pemikiran pada “Can’t You See Me? Just Once (Chapter 6)

  1. Itu mantannya Luhan ga ad abisnya yah bikin Joon hee menderita, bener-bener ga bs di percaya. Lanjut thor, jangan lama-lama ya.. *ditimpuk author*

  2. Thorr ink keren pake bgt
    Dan cinta itu emang menyakitkan..huekk
    Next chap nya cepet ya thorr
    Im seriously kefo apa yg di berikan hyorin kpd joon hee
    Aduh bhs gue lebe bgt.mohon dihiraukan…maaf baru bisa koment di chap iniㅠ.ㅠ

  3. Hweeee penasaran hiks”( syedih baca akhir2nya. Penasaran juga tapi._. Duh author yang baik hati, author yang cantik, author yang rajin menabung(?) publishnya jan kelamaan ya. Keburu lumutan nungguinnya ntar. Yayayayaaa *puppy eyes* ~mian baru sempet coment di chap ini ‘.’vv

  4. widiiw.. ini mah bukannya sedikit, tapi jelas bgt ceritanya.menurut aku nih isi amplopnya klw ga foto si bayinya hyorin, bisa juga foto pas masa mereka dulu. pokonya ceritanya ditunggu nextnya yah.
    fighting author ! 😀

Tinggalkan Balasan ke Yeogjachingu Chanyeol Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s