Babble Couple (Chapter 2)

babblecouple

 

Babble Couple

 

Starring with

 

Do Kyungsoo | Kim Jong In | Choi Ah Jung

 

|Romance*failed, Comedy*failed, Family| Teenager | Chapter

 

Scriptwritter : JungCheonsa

 

Summary : Perempuan itu seperti batu apung, keras tapi rapuh. Pria itu seperti whippy cream yang keras tapi lembut. Bagaimana jika di kitab hidup mereka, sifat kontras mereka ditakdirkan menjadi satu? Will it work? Or will it ruin over?

 

Disclaimer : all the POV is Author’s. This is my own idea. If you have met this idea before please contact me in FB : Nana Sonelf or Twitter @Fanficcokelat. Thanks for your great comments. I Hope it will clear than before. I don’t expect that you will like my fanfic. For the person that looks like bad, i’m sorry. I’m not their haters. I just want to make the story interesting with the antagonis part.  No Bashing! No Copy! Have a nice reading ^^

 

Recommended Song : Maroon 5 – Love Somebody

 

“For the rest of my life, it’s the stupid decision that I’ve ever taken. However, I love being stupid”

 

&&&

Previous <<

“Choi Ah Jung imnida.”

 

Ah Jung sebenarnya was – was apa pria ini akan menjabat tangannya atau tidak. Setidaknya dia belajar sopan santun. Tapi tanpa di duga pria itu membalasnya dan tersenyum aneh.

 

“Well, nona Choi. naega Do Kyungsoo. Calon suamimu.”

 

Ah Jung membulatkan matanya. “mworago?!”

 

Do Kyungsoo tersenyum licik. Ia cukup menikmati ekspresi perempuan itu. cukup konyol.

 

“kau gila?! Dasar byuntae!” maki Ah Jung.

 

Kyungsoo menatap tak senang dengan makian tersebut. “tunggu dulu, aggashi. kau bilang aku apa? byuntae?”

 

“lalu aku harus bilang apa pada orang yang mengaku menjadi calon suamiku setelah ku serempet mobilnya?” Ah Jung mulai mempersiapkan diri untuk menghajar pria yang membuatnya jantungnya ingin lompat dari tubuhnya.

 

Helaan nafas berat keluar dari mulut pria tersebut. “kau bisa mengganti kerusakan mobilku sekarang. mana dia pertanggung jawabanmu?”

 

Sekarang Ah Jung yang panik. Dia tidak bisa membayar apapun saat ini. ingatkan dia atas ibu pemilik sewa flat yang langsung meminta sewanya di bhari pertama gajiannya. Tapi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ahjumma beranak 3 itu. utuhpun gajinya, tidak akan cukup untuk mengganti kerusakan mobilnya itu.

 

“baiklah, katakan apa yang harus aku lakukan setara dengan penggantian mobilmu yang lecetnya tidak seberapa itu.”

 

Sesungging senyuman licik terlukis di bibir pria itu.

 

&&&

 

Kata bodoh, idiot atau tolol sekalipun tidak bisa menggambarkan keputusan yang perempuan itu ambil saat ini. bisa – bisanya dia berada di dalam apartemen pria yang baru ditemuinya beberapa jam yang lalu.

 

“hya tuan angkuh. Aku setuju untuk menjadi calon istri bohonganmu. Tapi, kenapa aku harus berada di sini?” tanya Ah Jung yang cukup gelisah memikirkan apa yang bisa saja terjadi diantara perempuan dan laki – laki single dalam satu apartemen. Oke. Kalau menceritakan pemikirannya saat ini kepada Joonmi. Joonmi akan tertawa keras dan berkata “emang kau perempuan?”

 

Sosok yang dipanggil ‘tuan angkuh’ itu melenggang keluar dari kamar dengan ponsel yang menempel ditelinganya. Ah Jung sempat mendengar kata ‘hyung’ yang menandakan dia sedang menghubungi adiknya. Ngomong – ngomong soal adiknya, setelah berdebat panjang dengan pria yang dia ragukan pria itu, dia tidak jadi menjemput adiknya tapi langsung memasukkan mobilnya ke bengkel beserta motor kesayangannya sehingga dia pulang berdua dengan pria ini dengan taxi. Faktanya, dia baru berada disini dan sudah merasa gila dengan pria itu.

 

“hah, betul dugaanku. Dia mengomeliku gara – gara tidak menjemputnya. Seharusnya dia belajar mengemudi hingga tidak merepotkan siapapun.” Omelnya sendiri.

 

Ah Jung hanya melirik sosok yang sedang berjalan ke arahnya itu dengan tatapan tajam. Sementara yang ditatap seolah tak mengerti.

 

“hey, apa kau tadi berbicara padaku nona jadi – jadian?”

 

Pertanyaan Kyungsoo jelas menyulut emosi yang langsung tertangkap jelas lewat pancaran mata dan perubahan raut wajah.

 

“dan hebatnya nona jadi – jadian ini calon istri ‘pura – pura’mu. Hah, sudahlah. aku bisa gila. Aku pulang saja. akan ku pikirkan cara lain untuk mengganti kerusakan mobilmu.” Ah Jung beranjak dari pantry dan melangkah keluar. dia sudah tidak perduli. Sepertinya meminta bantuan kakak perempuannya akan lebih baik daripada terjebak dengan orang gila seperti pria ini.

 

Lengannya tertahan. Ah Jung menahan nafas saat pria itu menahan lengannya tanpa berbicara apapun.

 

“kau kesal aku panggil nona jadi – jadian?”

 

Astaga. Apa boleh Ah Jung melempar granat ke pria ini?

 

Ah Jung menepis lengan itu dengan kasar hingga dia melanjutkan langkahnya tertunda.

 

Kyungsoo tidak berpikir panjang untuk menahan kepergian perempuan itu. tidak, perempuan itu tidak bisa meninggalkan dia dan kesempatan yang dijanjikan ayahnya. Jadi tanpa berkompromi dengan logika, Kyungsoo memeluk perempuan itu dari belakang saat perempuan itu sudah berada di depan pintu keluar.

 

Rasa gugup menjalar ke seluruh tubuhnya. Ini tidak benar. bagaimana bisa pria itu memeluknya dari belakang seperti ini. apalagi parfum pria itu mulai menusuk hidungnya.

 

“hya, lepaskan. Kau pikir kau siapa? Dasar byuntae!” Ah Jung sudah tidak tau lagi makian apa yang harus dilontarkan ke pria tidak sopan ini.

 

Lingkaran di pinggang Ah Jung bukan semakin melonggar malah semakin sempit. Ditambah dengan pria itu menenggelamkan kepalanya di leher Ah Jung membuat dirinya tidak bisa berkutik. Sial, pria ini benar – benar.

 

“nona jadi – jadian, kenapa aku suka aroma tubuhmu ya?”

 

Terkutuklah Do Kyungsoo. ternyata byuntae tidak cukup untuk mendiskripkan pria yang dikenalnya selama 2 jam ini.

 

Sudah merasa kesal menguasai tubuhnya, Ah Jung menginjak kaki Kyungsoo dan melangkah pergi.

 

Kyungsoo meringis kesakitan. Memang gadis jadi – jadian. Mungkin jika dia benar gadis normal, tidak mungkin memaki seorang Do Kyungsoo dan tidak senang dipeluk seperti itu.

 

Sedetik kemudian dia tersadar. dia mengejar perempuan itu keluar dari aparte. Saat jarak sudah dekat, dia menarik lengan tangan itu dan memeluknya. Ekspresi terkejut perempuan itu membuatnya tersenyum.

 

Perempuan itu meronta – ronta sembari memukul dada Kyungsoo. entah mengapa Ah Jung harus memukul dada Kyungsoo. entah mengapa dia tidak bisa meninju wajah Kyungsoo seperti dia meninju wajah paman – paman yang menggoda Joonmi 3 bulan lalu.

 

Kyungsoo langsung mengangkat tubuh perempuan itu dan menggendongnya. “saat kau berkata kau setuju dengan hal yang kutawarkan, tidak ada penyesalan dan penolakan setelah persetujuan. Camkan itu.”

 

Ingin rasanya Ah Jung mencakar wajah pria itu. tapi diurungkannya. Dia dan otak bodohnya telah membuat hidupnya sendiri semakin kacau.

 

Mereka kembali ke dalam aparte itu. Kyungsoo menurunkan Ah Jung di dalam kamarnya dan mengunci kamarnya.

 

“aa.. pa yang akan kau lakuukaan?” tanya Ah Jung mulai bersikap waspada.

 

Kegugupan Ah Jung membuat Kyungsoo geli. Ayolah, dia tidak cukup tertarik dengan perempuan. Apalagi Ah Jung yang seperti jadi – jadian ini. tapi ekspresi Ah Jung sangat menghibur dirinya.

 

“kau ingin aku melakukan apa padamu?” goda Kyungsoo yang semakin mendekatkan tubuhnya pada Ah Jung. Ah Jung mulai mundur perlahan – lahan. Oke, byuntae tidak cukup. Mungkin bisa menambah julukan super mesum pada pria ini.

 

Kyungsoo menyentil dahi perempuan itu. “aku tidak akan melakukan apapun padamu. Kau tidak cukup menggoda untukku. Dasar perempuan mesum!”

 

Imajinasi Choi Ah Jung yang begitu tinggi menyerang dirinya sendiri. Sialan kau Do Kyungsoo! dirinya hanya berani menatap dan melipat dadanya di tangan. Menunggu apa yang dikatakan selanjutnya oleh pria di depannya karena dia tidak mau kata – katanya akan menyerang dirinya lagi.

 

Kyungsoo menjauhkan tubuhnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia memandang ke langit – langit kamarnya. Dia melihat Ah Jung yang duduk sembari menunggu kata – katanya.

 

“kita buat sedikit aturan disini.” Ucapnya. Ah Jung masih tidak bergeming.

 

“hana, kau akan tinggal di sini selama 2 bulan sampai kita benar – benar mengenal satu sama lain..”

 

“ige mwoya? Tinggal serumah?” potong Ah Jung. Astaga. Bulan pasti berwarna hijau. Dia yang ‘bertamu’ selama 2 jam saja  tidak kuat apalagi 2 bulan. Tuhan pasti menghukum keras dirinya karena durhaka pada kakaknya.

 

“hei nona. Aku tidak suka di potong!” pria itu melemparkan guling ke arah Ah Jung. Meski tidak sakit. Ah Jung hampir limpung.

 

“kita harus saling mengenal satu sama lain agar tidak dicurigai. Kalau aku sampai tidak jadi ke prancis, habislah hidupmu.” Lanjutnya lagi.

 

‘Dasar angkuh! Mentang – mentang kaya!’ batin Ah Jung. Bahkan dalam batinpun Ah Jung memaki pria itu.

 

Pria itu tersenyum tipis. Dia tahu perempuan itu sedang memakinya dalam hati. Itu terlihat jelas dari wajahnya yang ditekuk seperti itu.

 

“dul, kau akan menjadi guru pembimbing adikku untuk pelajaran matematika dan literature korea.”

 

Literature korea? Apa dia tidak bisa gila? Itu pelajaran yang dia benci semasa sekolah menengah. Kenapa dia harus bertemu hal itu?

 

“set, sebaiknya kau tidak memakai warna make up yang hitam – hitam itu. mending polos saja atau tidak usah memakai warna seperti itu. penampilanmu yang seperti sekarang langsung membuat ayahku memutuskan untuk tidak membuatku pergi ke prancis.”

 

Bagus sekali pria ini. yang punya beban dia kenapa harus menjatuhkan semua bebannya ke seorang Choi Ah Jung? Apa perempuan itu juga gak punya masalah pribadi?

 

“jika aku tidak mau menuruti semua itu, otte?” tanya Ah Jung. Dan sepertinya Choi Ah Jung harus memikirkan kembali keselamatan dirinya saat sebuah senyum seperti smirk tersungging di wajahnya.

 

“itulah alasan mengapa motormu ku letakkan di bengkel. Jika kau macam – macam, motor itu ku jual”

 

Kurang ajar pria ini. dia baru mengenal beberapa jam dan mengapa ia bisa tahu bahwa motor itu barang paling berharga yang ia punya?

 

“arraso.. arraso. Terserah padamu. Hanya 2 bulan dan tidak lebih. Jika lebih, ku beberkan semua rencanamu ke ayahmu itu.” ujar Ah Jung yang mulai menyerah. Dia sudah tidak perduli dengan semua syarat gila itu. yang terpenting, motornya selamat.

 

Ah Jung melangkah ke depan dan memegang kenop pintu tersebut. Dia menyadari bahwa pintu itu di kunci.

 

“hey, buka dulu pintunya.” Titah Ah Jung panic sembari menatap Kyungsoo yang tersenyum jenaka. Sial, pria ini benar – benar..

 

Kyungsoo masih geli melihat ekspresi Ah Jung. Sepertinya ini pertama kalinya perempuan itu dekat dengan seorang pria karena gelagatnya mudah sekali terbaca.

 

Kyungsoo menepuk – nepuk tempat tidur di sampingnya. “ini sudah malam. Menginaplah di sini. Tidur di sampingku.”

 

Ah Jung menatapnya dengan tajam lalu mendekat ke arah pria itu. dia lalu tersenyum seduktif membuat Kyungsoo sempat terpana melihat Ah Jung yang sedang tersenyum seperti itu. sementara Ah Jung masih mendekatinya. Dia beranjak ke atas tubuh Kyungsoo yang masih berbaring membuat Kyungsoo sedikit waspada.

 

Ah Jung menatap mata Kyungsoo dengan intens dan mendekatkan wajahnya. Entah mengapa Kyungsoo punya firasat buruk soal ini. dan tak lama, tangan Ah Jung menelisik wajah Kyungsoo dengan lembut membuat Kyungsoo menahan nafas. Dia tidak percaya seorang Choi Ah Jung yang tadi sepertinya polos bisa se-liar ini.

 

Lambat laun tangan itu mengelus lehernya. Lalu mencekek leher Kyungsoo dengan kuat bahkan Kyungsoo hampir kehilangan nafasnya. “jangan mengada – ada tuan Do. Sekarang buka pintunya atau aku akan membunuhmu sekarang juga jadi kau tidak bisa pergi ke prancis atau manapun.”

 

Dengan nafas terengah – engah, dia meraba saku celananya dan mengeluarkan kunci pintu kamar tersebut dan memberikan kunci tadi. Ah Jung segera melepaskan cengkramannya lalu melangkah ke luar kamar.

 

“woaah, apa dia benar – benar perempuan?” gumam Kyungsoo saat ia memegang lehernya.

&&&

Cahaya dari arah gorden membuat sosok yang sedang terbaring itu mengerjapkan matanya. Dia akan mengumpat siapapun yang membuat matanya harus menerima cahaya silau sepagi ini.

 

“kau benar – benar perempuan jadi – jadian. Bagaimana mungkin aku bangun dahulu dan menyiapkan sarapan dari dirimu?”

 

Suara itu mengusik paginya. Dia mengerjapkan matanya berkali – kali lalu terkejut. Bagaimana bisa ada pria menyebalkan itu di kamarnya?

 

Sesuatu menghantam logikanya. Dia melihat di balik selimutnya dan dia harus bersyukur tubuhnya masih terbalut dengan pakaian yang kemarin.

 

“kurasa ‘byuntae’ itu panggilan yang pas untukmu. Kau tidak ingat jika kau berada di apartemenku? Di kamar tamu?”

 

Padahal hari ini dia tidak minum soju atau apapun. Kenapa dia bisa lupa jika dia menginap di rumah pria ini karena tidak ada kendaraan yang bisa mengantarnya? Dan bagaimana mungkin dia bisa tidur dengan nyenyak di rumah orang lain? Astaga. Tunggu dulu, di aparte nya? Bagaimana mungkin dia lupa janjinya dengan Yoon Joonmi? Demi motornya yang bakal berubah pink, ada apa dengan dirinyaa??

 

“sepertinya kau shock sekali. Lebih baik kau sarapan sekarang. aku tidak mau calon istriku ini menjadi sakit dan tidak waras.” Ucapan Kyungsoo tadi dan penekanannya pada ‘calon istri’ telah menamparnya pada kenyataan bahwa dia sudah menjadi gila.

 

Kyungsoo meninggalkan kamar itu dan pergi ke pantry sementara Ah Jung beranjak bangun.

 

Omoomo, apa dia melihat liurku tadi? Aaah, itu sungguh memalukan!!!!”

 

Ah Jung segera berlari ke kamar mandi yang berada di dekat pantry membuat Kyungsoo terkekeh pelan. Tampangnya yang dingin tidak selaras dengan sifatnya yang cukup kekanakan.

 

“Choi Ah Jung,mengapa kau jadi begitu menarik?” gumamnya pelan.

 

Ah Jung memasang wajah datarnya saat keluar dari kamar mandi. Dia sudah memastikan tidak ada hal memalukan yang menempel di wajahnya. Dia menarik kursi yang ada di pantry itu dan memandang omelette dan teh yang uapnya masih mengepul itu.

 

Dia mengambil garpu dan pisau yang tersedia di samping piring omelette dan mencicipnya. Ini enak sungguh. Meski makanan sederhana tapi rasanya bervariasi. Jadi inilah alasan pria itu sampai menariknya ke masalah pribadi pria itu. pria itu benar – benar ingin jadi juru masak yang sangat handal.

 

“bagaimana?” tanya pria itu yang sedang menatapnya sembari menopang dagunya. Ah Jung cukup kaget dengan pria yang tiba – tiba ada di hadapannya itu.

 

Ah Jung masih saja mengunyah makanan itu. “enak.”

 

Kyungsoo menatapnya dengan bengong. Sudah? Begitu saja? rasanya dia menyesal sekali bertanya pada perempuan itu.

 

Perempuan itu menghabiskan seluruh sarapannya dengan cepat. “aku mau pulang. Mengambil barang – barangku. Bagaimana caranya aku pulang?”

 

Kyungsoo beranjak ke kamarnya. “supirku tadi sudah mengantar mobil cadangan. Aku akan mengantarmu setelah kau sedikit membersihkan badanmu. Aku siapkan kaos baru dan handuk baru untukmu di kamar mandi dalam kamarku.”

 

Ingin rasanya dia berteriak di hadapan pria itu atas semua perintahnya. Tapi ia tak mampu. Ini tanggung jawabnya dan ini keputusan yang sudah ia ambil. Dia hanya mengangguk. Dan beranjak ke dalam kamar.

 

“jika kau sampai mengintip, akan ku remukkan tubuhmu”

 

Ancaman itu cukup membuat Kyungsoo bergidik ngeri mengingat perempuan itu bisa sesadis itu mencekiknya.

 

Suara bel terdengar dari ujung pintunya. Dia sedikit kesal kenapa ada orang yang bertamu sepagi ini. jika itu orang suruhan ayahnya, dia akan meledakkan perusahaan itu sekarang juga. Semenjak keputusan itu keluar dari bibir ayahnya, dia tidak ingin pulang. Itu membuatnya tertekan.

 

Dia melihat dari intercom siapa yang datang dan dia cukup terkejut dengan sosok yang tersenyum di depan pintu.

 

Sungguh dia senang jika pria itu datang. Tanpa membuang waktu dia membuka pintu itu dan mempersilahkan pria itu masuk.

 

“seperti biasa hyung. Aku menumpang sarapan.” Ucapnya dengan santai. Kyungsoo hanya terkekeh mendengar hal itu.

 

Kyungsoo mengantarnya ke pantry dan meletakkan omelette itu ke atas piringnya. Pria itu langsung menelan sarapan itu.

 

“pelan – pelan. Jangan terburu – buru” ujar Kyungsoo sembari menyerahkan segelas air hangat pada pria itu.

 

Sesosok perempuan yang sedang mengeringkan rambut keluar dari pintu kamar Kyungsoo. kedua pria itu sama – sama melihat ke arah sumber suara.

 

Nafas kedua pria itu tercekat melihat perempuan yang memakai kaus kebesaran tersebut.

 

“Jung..”

 

Ah Jung memandang ke arah sosok yang memanggilnya. Matanya membulat sempurna.

 

“Jong in-ah”

 

To Be Continue..

 

PS : apa – apaan ini???? aku ngerjain ini dua jam. Kebut sepagi bukan semalam karena ngerjainnya pagi pas libur kuliah. Aku sedang dihibahkan banyak tugas kuliah sehingga buat update aja susaah banget. *malah curcol pula*

 

Jadi bagaimana? hancur kah? Atau terkesan aneh? mian banget deh. Plese, give me respons to fix the story. Okay?

 

Ada reader yang bilang dia bolak – balik blog ini Cuma buat baca FF ini. astaga, aku terharu bangeeet.. jadi dengan mengumpulkan respon baik dari kalian di komen part 1, aku mengerjakan ini dahulu. Dan tadaaaaa, jadilah agak abal.

 

Oke deh begitu saja. aku masih harus ngerjain FF lain secepat mungkin supaya bayang – bayang aku dikejar – kejar readers bisa hilang *aku dan imajinasiku yang super tinggi. Oh iya, kemungkinan aku update 2 minggu sekali jadi you know what I mean lah ya..

 

Itu saja deh. Pai .. pai.. J

 

5 pemikiran pada “Babble Couple (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s