3 Days for Love (Chapter 3)

5

Author:

Quidie (@qui1291)

Cast:

Kris (Exo)

Lay (Exo)

Oh Remi

Genre: Romance comedy

Length: Multichapter

 

“Tempat asal..?”

“Iya, tempat asalku adalah disini. Aku dulunya adalah salah satu anak dari panti asuhan ini.”

“Ap..apa?!” Tanya Remi terbata, seolah tak percaya dengan yang didengarnya.

“Kau pasti tidak menyangka kan?! Setiap anak di panti asuhan pasti akan sangat senang saat tau ada seseorang yang akan mengadopsi mereka, tidak terkecuali aku. Saat itu aku sangat bahagia saat tau sebuah keluarga berniat mengadopsiku, aku sangat bangga karna sudah memiliki orangtua. Tapi aku lupa kalau dalam hidup ini seseorang tidak selalu dapat merasa bahagia. 2 tahun setelah aku berada di keluarga tersebut, kedua orang tua angkatku bercerai dan aku ikut dengan Ayah. Awalnya semuanya baik-baik saja, Ayah sangat menyayangiku dan selalu ada saat kubutuhkan. Sampai saat itu tiba, dimana ia sudah menjadi pengusaha besar. Ayah tidak pernah lagi menghubungiku apalagi terlihat berada dirumah. Rumah yang begitu besar tapi serasa tak berpenghuni..” Kris menghentikan ucapannya sesaat, Remi bisa mendengar nada suara pemuda itu mulai aneh.

“Kau tau? Sejak saat itulah aku selalu kembali ke tempat ini. Karna aku merasa bahwa aku…sudah kembali menjadi anak yatim piatu saat ini.” Tepat setelah mengatakan itu Kris menundukkan kepalanya. Remi bisa melihat tubuh Kris yang kini gemetar. Pemuda itu sedang menangis.

Remi menatap dalam kearah Kris yang masih tertunduk. Ia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata perjalanan hidup pemuda itu sampai seperti ini. Apa yang dialami Kris hampir sama dengan dirinya, sejak 2 tahun lalu Mamanya juga mulai jarang berada di rumah karna kesibukannya. Tapi beruntung karna sang Mama masih sering menelpon dan menanyakan keadaannya. Berbeda dengan Kris yang sama sekali sudah hampir tidak pernah melihat Ayahnya, ditambah lagi kenyataan bahwa ia adalah seorang anak yatim piatu. Semua ini pasti terasa begitu sulit dan menyakitkan baginya. Ternyata seperti inilah pemuda itu, dibalik sikap dingin dan seriusnya terdapat seorang Kris yang kesepian dan juga rapuh.

Melihat Kris seperti sekarang ini entah kenapa membuat tubuh Remi seolah tergerak dengan sendirinya hingga perlahan memeluk Kris. Remi bisa mendengar isakan kecil sekaligus merasakan tubuh Kris yang masih gemetar. Tanpa disangkanya airmata gadis itu kini ikut menetes. Remi tau apa yang dirasakan pemuda itu saat ini, dan ia hanya dapat berharap hal itu bisa segera berhenti.

♥:♥:♥

Hari sudah malam saat Kris dan Remi sampai di rumah. Keduanya nampak cukup lelah setelah bepergian seharian ini.

“Remi~ya!!” Tegur Kris saat Remi baru saja berniat berjalan masuk kedalam rumah.

“Waeyo?” Tanya Remi seraya berbalik

“Lay itu..pemuda yang kau sukai, kan?!”

Remi menatap Kris cukup lama lalu akhirnya mengangguk pelan. “Benar. Dia adalah orang yang kusukai. Aku menyukai kekasih sahabatku sendiri.” Tuturnya

“Sejak kapan..?”

“Sejak awal masuk SMA. Aku, Lay dan Sani adalah sahabat sejak SMP. Tapi aku baru menyadari perasaanku padanya saat masuk SMA. Hanya saja waktu itu aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya padanya, aku takut jika nanti aku menyatakan perasaanku dan ternyata dia tidak menyukaiku yang ada itu malah bisa merusak persahabatan kami bertiga. Jadi aku memilih untuk terus memendamnya. Hingga kemarin saat aku berniat pulang ke rumah Sani tiba-tiba saja mengatakan sesuatu. Sesuatu yang membuatku begitu terpukul hingga tidak mampu mengatakan apa-apa saat mendengarnya. Sani mengatakan kalau dia dan Lay sudah resmi pacaran sejak seminggu yang lalu. Hanya saja mereka baru berani mengatakannya saat ini padaku. Sani bilang kalau dia yang pertama kali menyatakan perasaannya dan Lay ternyata bersedia menerimanya. Apa kau tau? Seperti apa yang kurasakan saat mendengar semua itu..?Aku..” Remi menghentikan kalimatnya, gadis itu sulit melanjutkannya.

“Tapi sekarang dia sudah bersama dengan Sani. Bagaimana mungkin kau bisa tetap menyukainya? Apa kau tega merebut kekasih sahabatmu sendi..”

“Kata siapa aku ingin merebutnya?!” Sergah Remi cepat. “Aku..hanya ingin tetap menyukainya. Dan aku..tidak akan mengganggu hubungan mereka.”

“Selalu memanggilmu Doremi, membawamu ke panti asuhan dan menceritakan kisah hidupku yang sebenarnya serta selalu memberikan tatapan seperti saat ini. Apa kau tidak menyadari semua itu..?!” Tutur Kris

Remi sendiri memandangnya heran. Tidak mengerti apa sebenarnya maksud dari perkataan pemuda itu.

“Joahaeyo.” Satu kata yang terucap dari bibir Kris sontak membuat Remi seolah terpaku di tempatnya.

“Mwo..mworago?! Jangan bercanda..” Ucap Remi tak yakin

“Apa aku terlihat seperti seseorang yang sedang bercanda?” Ucap Kris lagi. Kali ini Remi bisa melihat keseriusan dari mata pemuda itu.

“Tap..tapi bagaimana mungkin? Ini sama sekali tidak masuk akal! Kita baru saja saling mengenal sejak 2 hari yang lalu.”

“Kau tau..seseorang pernah berkata padaku, jangankan untuk sehari,sebulan ataupun setahun. Perasaan itu bisa hadir bahkan dalam hitungan detik, hanya saja ada beberapa orang yang butuh waktu untuk menyadarinya. Dan aku bisa segera menyadarinya, karna apa yang kurasakan ini hanya terjadi saat aku bersama denganmu.”

Remi menatap Kris dalam. Gadis itu seolah kehilangan kata-kata, ia sama sekali tidak mengerti harus melakukan apa. “Kenapa seperti ini? Bukankah kau tau kalau didalam hatiku sudah ada Lay. Dan tidak mudah bagiku untuk melupakannya begitu saja.”

“Tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan?!” Ucapan Kris sempat membuat Remi tertegun. Kalimat yang sama dengan yang dikatakan oleh Ibu kepala panti tadi. “Berikan aku waktu 3 hari. Biarkan aku menjadi kekasihmu selama itu. Dan jika setelah 3 hari ternyata aku tidak bisa membuatmu menyukaiku. Aku akan kembali ke Kanada dan berjanji tidak akan pernah muncul dihadapanmu lagi.”

“Kenapa kau harus melakukan semua ini..?”

“Karna aku menyukaimu. Aku ingin kau bisa tersenyum tanpa ada beban yang tersimpan dalam hatimu.”

Remi hanya dapat terdiam ditempatnya sambil menatap Kris dalam. Ia tidak tau lagi harus menjawab apa saat ini. Semua ini begitu mendadak baginya. Dan ia sama sekali tidak pernah menyangka semuanya akan jadi seperti saat ini.

♥:♥:♥

Hari ini adalah hari minggu, itu sebabnya Remi sengaja bangun sedikit terlambat. Gadis itu baru saja tiba di depan ruang makan saat mendadak melihat Kris yang ternyata lebih dulu sampai disana.

“Sudah bangun rupanya..” Ucap Kris yang baru saja selesai menghidangkan makanan diatas meja. Remi pun mendekat dan lumayan terkejut saat melihat sudah ada beberapa makanan diatas sana.

“Apa kau yang memasak semua ini?!” Tanya Remi memastikan

Kris lalu mengangguk pelan sambil tersenyum.”Kenapa? Kaget? Tidak menyangka kalau aku bisa masak?” Tanyanya membuat Remi menggigit kecil bibir bawahnya lalu mengangguk pelan “Ya sudah! Ayo makan. Aku sudah lapar menunggumu sejak tadi.” Kata Kris lalu duduk di salah satu kursi

“Memangnya sudah berapa lama kau menungguku?”

“Hmm..sekitar 2 jam yang lalu mungkin?” Ucap Kris santai membuat Remi menatapnya terkejut

“Mwo?! Ya!! Kalau lapar kenapa tidak makan saja duluan? Kenapa harus menungguku segala?!”

“Karna kau adalah yeojachingu-ku.” Satu kalimat dari Kris sontak membuat Remi lagi-lagi terkejut mendengarnya. “Bukankah aku sudah mengatakannya semalam? Aku akan membuatmu menyukaiku dalam waktu 3 hari. Dan selama waktu itu belum habis kau harus berpura-pura menjadi kekasihku.”

“Apa aku pernah mengatakan bahwa aku setuju..?” Tanya Remi heran

Kris sendiri tersenyum kecil mendengarnya. “Mau tidak mau, kau pasti harus menyetujuinya untuk saat ini. Karna hanya itu satu-satunya alasan yang bisa kau gunakan untuk mengelabui kedua sahabatmu itu, benar kan?”

Remi kembali terpaku di tempatnya. Semua yang dikatakan oleh Kris memang benar. Satu-satunya hal yang bisa menolongnya saat ini hanyalah dengan berpura-pura menjadi kekasih pemuda itu. Ia tidak punya pilihan lain.

“Dasar namja licik.” Remi menyipitkan matanya lalu menatap Kris.

“Terserah. Sekarang makanlah!” Perintah Kris namun Remi sama sekali tidak bergeming. “Makanlah. Kau tau kan aku tidak suka makan sendirian. Lagipula..Jisuk Ahjumma sedang tidak berada diirumah.”

“Apa maksudmu? Memangnya Ahjumma kemana?”

“Semalam dia meminta ijin untuk pulang karna anaknya sakit. Mungkin baru akan kembali dalam beberapa hari.”

“Mwo?! Tapi kenapa ia tidak meminta ijin padaku lebih dulu..”Tanya Remi heran

“Bagaimana dia bisa meminta ijin padamu kalau semalam tidurmu nyenyak sekali. Pintumu juga terkunci. Lagipula dia datang ke kamarku tengah malam. Jadi dia hanya bisa mengatakannya padaku.” Terang Kris. “Oleh karna itu, sekarang makanlah.”

Remi menghela nafasnya pelan, lalu akhirnya memutuskan untuk duduk dan makan bersama dengan Kris. Mata gadis itu membulat saat mencicipi sup yang terdapat diatas meja. Sup buatan pemuda itu rasanya ternyata benar-benar enak.

“Bagaimana rasanya? Enak tidak?!” Tanya Kris khawatir

“Enak!! Aku suka sekali.” Sahut Remi sambil tersenyum lebar. Berbeda dengan Kris yang kini mematung di tempatnya. Ini pertama kalinya ia melihat gadis dihadapannya itu tersenyum seperti sekarang.

“Manis.” Ucap Kris singkat membuat Remi menatapnya terkejut.

“Eh?! Gomawo..” Kata Remi tersenyum. Sepertinya begitu senang mendengarnya.

“Maksudku jus ini. Rasanya terlalu manis.” Sergah Kris lagi saat ia baru saja selesai meneguk jus apel miliknya membuat Remi seketika melongo mendengarnya.

“Issshh~” Desisnya kesal saat menyadari bahwa telah tertipu. Meskipun begitu ia juga tetap merasa malu hingga akhirnya menundukkan kepalanya.

Melihat itu Kris tertawa kecil. “Mianhae..aku hanya bercanda!” Remi mengangkat kepalanya. “Kau memang terlihat manis saat tersenyum seperti tadi. Itulah sebabnya aku semakin menyukaimu.” Ujarnya tersenyum kecil.

Remi sendiri tidak berkomentar dan hanya menatap pemuda dihadapannya itu dalam. Ia benar-benar tidak tau harus mengatakan, orang seperti apa sebenarnya Kris itu. Kadang bersikap dingin dan menyebalkan, tapi kadang juga dapat membuat seseorang kagum dan tertawa saat bersamanya.

♥:♥:♥

“Sebenarnya kita mau kemana?!” Tanya Remi yang kini sudah berada didalam mobil bersama Kris. Tadi setelah makan pemuda itu tiba-tiba saja menyuruhnya bersiap-siap tanpa memberitahu apa tujuannya sebenarnya.

“Kita akan pergi ke suatu tempat. Tapi sebelum kesana kita akan menjemput mereka dulu..”

“Mereka? Mereka sia..” Pertanyaan Remi mendadak terhenti saat melihat sosok kedua sahabatnya Lay dan Sani yang berdiri di depan pintu kampus.

“Ayo!” Kata Kris santai lalu keluar lebih dulu dari mobil diikuti Remi dibelakangnya. Mereka berdua pun berjalan menghampiri Lay dan Sani.

“Ada apa? Kenapa menyuruh kami untuk datang kesini?”

#To Be Cont.

4 pemikiran pada “3 Days for Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s