December

December poster

Maincast         :

–         Zi Tao

–          Lian

–          Chanyeol

Author            : Winda-chan ( @winda_Chan_ )

Genre             : Romance, Fantacy

Note                : No Plagiat! Aku bikin FF ini karna aku lahir di bulan desember, bulan di mana salju banyak turun dan banyak kesedihan di bulan ini. Tapi, aku ingin Bulan desember adalah bulan Keajaiban. Selamat baca (^_^)

-oOo-

            Dingin dan beku, dua kata untuk melukiskan bulan ini, bulan dimana semua terlihat putih. Dari kejauhan terlihat seorang namja berdiri di samping sebuah pohon besar yang tertutup salju, matanya menatap intens seorang yeoja di balik jendela kamar yang tertutup. Seulas senyum terukir dibibir namja itu saat yeoja tersebut membuka jendela dan menatap awan serta benda putih yang turun.

*Tao POV

“Selamat datang Desember”

Deg’

Tiga kata yang membuat jantungku berdegub hebat, Senyum manis serta tawa lepasnya membuatku sulit untuk pergi dari tempat ini. Seorang yeoja yang membuat setiap musim terasa indah.

“Hei! Siapa di sana?”

Deg’

‘Gawat’

Bersembunyi di balik pohon besar yang tertutup salju adalah cara yang tepat untuk tidak di ketahui olehnya. Belum saatnya kita bertemu sampai aku tau Keinginanmu dan mengabulkannya. Ku lirik lagi jendela itu, terlihat tertutup dan lampunya mati, mungkin dia sudah tidur.

“Huh,,” aku hanya bisa mendesah.

“Kau sedang apa di sini? Apa kau tersesat atau sedang melihatku?”

Deg’

‘D-dia di depanku?’

“Hei?! Kenapa kau diam? Apa kau kedinginan? Ayo masuk ke rumahku, akan ku buatkan coklat hangat”

“E-Eh..?!”

Tangan hangatnya menarikku masuk ke dalam rumah yang selama ini ku lihat dari kejauhan. Sebuah rumah kecil dengan dua kamar dan dapur yang jadi satu dengan ruang tamu, Ornamen kecil dan aksesoris kecil menambah daya tarik ruangan yang kecil ini.

“Duduklah di sini, akan ku ambilkan jaket dan sarung tangan untukmu sambil kita menunggu coklatnya panas”

“N-Ne,,”

Dia tersenyum dan masuk ke kamarnya, lihatlah dia sangat baik dan ramah bahkan dengan orang yang baru ia kenal. Seharusnya kita bertemu saat aku mengetahui Keinginanmu dan mengabulkannya di bulan ini.

“Maaf membuatmu menunggu, pakailah jaket dan sarung tangan ini, aku harap ukurannya pas denganmu, karna ini ukuran kakak laki-lakiku”

“Terima kasih”

“Ne, sama-sama. Oh ya,, namaku Lian. Nama kamu siapa?”

“Namaku Tao”

“Oh Tao, nama yang hebat”

“Terima kasih, oh ya, tadi kau bilang kau punya kakak laki-laki ne?”

“ne aku punya kakak laki-laki, dulu dia sering mengunjungiku tapi dia sudah lama tak mengunjungiku karna dia banyak pekerjaan,,,”

Kemana senyum indahnya? Lihatlah sekarang ekspresi wajahnya yang sedih, aku benci ekspresi wajah Lian sekarang, tak ada menampakkan kebahagiaan terpancar darinya. Tanpa sadar tanganku menyentuh pipinya dengan lembut dan senyum manis mulai mengukir bibirnya.

“M-Maaf”

“Tak apa, eum,, sepertinya coklat hangatnya sudah jadi. Sebentar aku ambilkan untukmu”

“Ne,,”

Tangan mungilnya bergerak dengan lembut. Menuang secangkir coklat hangat dan membawa ke arahku. Tak sedikitpun gerakan tubuhnya yang terlewat, semuanya terekam jelas dan tersimpan di memori otakku.

“Ini Coklatnya”

“Terima kasih”

“Hahaha, kau aneh. Sedari tadi terus berterima kasih padaku, anggaplah ini rumahmu sendiri”

“Ne,, akan ku coba”

“Oh ya, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Ne, tentu saja”

“Apa yang kau lakukan di pohon itu? Apa kau sedang melihatku?”

“eh itu,,”

“Tak perlu sungkan menjawab pertanyaanku, aku sering melihatmu berdiri disana dan di jam yang sama. Apa yang kau lihat?”

“T-Tidak ada”

“Kau jangan berbohong, aku senang melihatmu berdiri di sana”

“Benarkah?”

“Ne”

“Aku Cuma ingin melihatmu dan tau keinginanmu di musim ini”

“Kau yakin?”

“Ne,,”

“Tapi aku tidak percaya jika kau Cuma ingin tau keinginanku di musim ini, sebaiknya kau berkata jujur”

“Jika kau ingin aku jujur, kau harus katakan keinginanmu dulu baru akan ku beritahu apa yang ku lakukan di sana”

“Ternyata kau namja cerewet, baiklah. Aku ingin salju ini hilang, kemudian aku ingin memiliki seorang namja tampan yang selalu menemaniku dan menyayangiku apa adanya. Apa kau bisa kabulkan?”

“Kau yakin itu keinginanmu?”

“Hahaha,, kau terlalu menganggapku serius Tao. Untuk apa aku meminta hal seperti itu, aku cukup bahagia dengan hidupku sekarang”

“J-Jadi apa keinginanmu sebenarnya?”

“Aku ingin waktu berhenti dan berputar ke tiga tahun lalu saat Chanyeol Oppa datang mengunjungiku, Aku ingin memberikan sesuatu padanya tapi Oppa tidak punya banyak waktu sebelum dia pergi, Lagi pula ada pesan yang belum ku sampaikan. Apa kau bisa kabulkan keinginanku?”

“Memutar waktu ya? Baiklah, tutuplah matamu”

“Hah? Untuk apa?”

“Kau ingin bertemu Chanyeol Kan?”

“Ne, aku sangat ingin bertemu dengannya”

“Nah, tutuplah matamu”

Dia menutup mata dan membawanya ke dalam pelukkan hangatku, dengan menganggakat tangan kanan, aku mengendalikan waktu dan memutar ulang semuanya. Aku berhenti di waktu yang Lian inginkan. Berdiri di depan pintu rumah yang sama dan tak ada yang berubah kecuali benda putih yang dibentuk menyerupai boneka tersusun di sekitar rumah. Bisa ku lihat dari jendela, seorang namja tampan sedang menyusun beberapa pakaian dan memasukkannya ke dalam sebuah koper. Mungkin dia yang di cari Lian,

“Lian, bukalah matamu”

“I-Ini?”

“Ne, sesuai dengan keinginanmu. Kita kembali ke tiga tahun yang lalu, apa namja itu yang kau cari?”

“C-Chanyeol Oppa? B-Bagaimana mungkin?”

“Sebaiknya kau temui dia sebelum terlambat seperti waktu itu”

“N-Ne,, Tapi B-bagaimana bisa?”

“Sudahlah, kau hanya perlu menemuinya sekarang”

Dia mengangguk dan masuk ke dalam rumah, aku memandangnya dari luar melalui jendela kamar yang transparan. Lian terlihat sangat bahagia bertemu dengan Chanyeol, Ekspresi kebahagiaan begitu terpancar saat Lian memberikan sebuah topi rajutan dan gantungan kunci dengan boneka lucu sebagai aksesorisnya. Bisa ku dengar dengan jelas percakapan antara mereka berdua.

“Oppa, aku senang bertemu denganmu lagi”

“Kau kenapa Lian? Bukankah kita bersama selama dua minggu ini”

“Ne Oppa, aku tau. Oh ya Oppa, ku mohon tahun depan kau pulang ne? aku kesepian tanpamu”

“Aku tidak tau Lian, tergantung tugasku ne?”

“Tapi Oppa?”

“Maaf Lian, Oppa banyak tugas. Jika Pekerjaan Oppa selesai, Oppa akan pulang”

“Janji Oppa?”

“janji”

“Oh Ya Oppa, jika ada yang memberimu pekerjaan baru jangan kau terima ne?”

“Kenapa?”

“Aku tak mau kehilanganmu Oppa”

“Baiklah, Oppa tak akan menerima pekerjaan itu”

“Terima kasih Oppa karna kau menuruti keinginanku”

“Ne,,”

TAP!

“Oppa, Oppa!”

“Maaf Lian, aku harus menghentikan waktu sekarang. Aku takut terjadi perubahan waktu karna ini”

“J-Jadi kau?”

“Ne, aku punya kekuatan untuk menghentikan waktu dan mengatur waktu, sebaiknya kita kembali ke waktu kita”

“Baiklah, aku senang kau membawaku kembali ke waktu ini. Aku tak percaya keinginanku bisa kau kabulkan Tao”

“Ne, sekarang tutuplah matamu”

“Ne,”

Senyum manis kembali terukir di bibir manisnya, kembali aku menarik tubuhnya dan mendekap dalam pelukan hangat. Ku angkat lagi tangan kanan dan memutar kembali waktu.

“Lian, kau bisa buka matamu sekarang. Kita sudah sampai di waktu kita”

“Tadi itu sangat menyenangkan Tao, aku bertemu lagi dengan Cahanyeol Oppa.”

Aku hanya membalas perkataannya dengan senyuman kecil dan rasa puas di dalam dadaku. Ada getaran hebat menatapnya sedekat ini, dia terlihat sangat manis dan lebih ceria.

“Oh ya, kau masih berhutang satu jawaban untukku”

“Jawaban? Jawaban apa?”

“Jawaban dari pertanyaanku tadi”

“Oh, maksudmu apa yang ku lakukan di pohon itu?”

“Ne, jadi yang mana lagi”

“I-Itu karna aku mengagumimu”

“Cuma itu?”

“Tidak hanya itu, sebenarnya aku sudah lama melihatmu, hanya saja aku tak berani menegurmu. Kau tau, setiap musim terasa indah karnamu Lian”

“Aku?”

“Ne, aku selalu melihatmu tersenyum memandang musim yang berganti, bahkan cuaca seburuk apapun kau selalu tersenyum”

“Itu karna aku sering melihatmu berdiri di balik pohon dan meanatapku. Terkadang aku kesal karna kau terus-terusan sembunyi setiap aku berteriak ke arahmu, jadi aku berinisiatif untuk mendatangimu secara diam-diam. Dan benarkan, dengan cara ini aku mengetahui namamu dan kekuatanmu”

“J-Jadi maksud perkataanmu tadi…?”

“Ne, aku hanya berakting di depanmu agar kau mengaku padaku”

“……”

“Kau kenapa Tao?”

“Maaf, aku terlalu menyukai dan menyayangimu sehingga aku sering memperhatikanmu. Dan maaf juga karna aku selalu bersembunyi saat kau memanggilku. Aku memang namja tak berguna, memandang yeoja yang di cinta pun tak sanggup”

“Kau mencintaiku?”

“Eh? I-itu,,”

“Aku senang dengan perasaanmu dan aku juga mencintaimu sejak kau sering memandangku dari jauh, karna selama kau memandangku seperti itu, aku jadi tak kesepian lagi”

“Benarkah?”

“Ne,,”

“kalau begitu, apa kau mau menjadi kekasihku?”

“Eh? Kenapa kau langsung memintaku untuk menjadi kekasihmu? Kita baru kenal”

“Tapi aku merasa mengenalmu lebih lama”

“Apa kau yakin ingin menjadikan aku sebagai kekasihmu?”

“Ne, aku yakin!”

“Baiklah, aku juga mau menjadi kekasihmu”

Menatap matanya dengan jarak sedekat ini membuatku gugup, tapi saat melihat senyum cerianya ada perasaan gemuruh di dada dan memaksaku melakukan ini. perlahan tapi pasti aku mendekatkan wajahku kearah Lian, memiringkan kepalaku sedikit dan merasakan sesuatu yang lembut. Ntahlah, aku menikmati semua ini dan tak ingin melepasnya walau hanya sekejab. Tapi,,

Ciiieeetttt

“Lian,, Oppa Pu-,, Eh??”

“Chanyeol Oppa?”

“Maafkan aku,, maaf! Aku tidak melihat apapun, beneran aku tidak lihat apapun”

END’

5 pemikiran pada “December

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s