Imagine With You (Chapter 1)

Imagine With You……

Imagine With You

Tittle: IMAGINE WITH YOU…..

Author: Shifa.

Twitter: @shifamaulia171

Facebook: Shifa maulia choirunnisa

Cast:

  • San Song Ju (OC)
  • Byun Baekhyun.
  • Lee Tae Jun

Support Cast:

  • Exo Member
  • Lee Taemin (Shinee)
  • Hwang Daeyeon (OC)
  • Han Minjung

Genre: Romance, Comedy.

Writers note: Annyeong readerdeul. Shifa imnida, line 01 (masih muda) fanfict ini murni hasil dari otak aku yang hamper karatan gara-gara nungguin pengumuman pendaftaran SMP kemarin ^^. Oh iya, karena ini fanfict pertaman jadi aku masih berteman sama yang namanya typo wkwk. Happy Reading~

San Song Ju Pov~

Apa ini? Pekerja Dorm? Aish jinjja!! Aku memang sedang butuh pekerjaan.Tapi kenapa dia se’enaknya menjadikan’ku pekerja Dorm tanpa sepengetahuanku huh? Lee Taemin! Matilah kau!!!

“Bagaimana?Kau setuju tidak?” Tanya seorang pria di depan’ku yang tak lain adalah Taemin Shinee. Sahabat kecil’ku hingga sekarang.

“Apanya yang setuju!!! Kenapa tak tanya padaku dulu?! Dasar Se’enaknya!!!” Aku meninggikan sedikit suara’ku.Membuat seisi Bakkery ini melihat ke arah kami.

“Aish, pelankan suaramu.Nanti penyamaran’ku terbongkar!”Perintahnya sambil menaikan sedikit kaca mata hitam’nya dan sedikit menarik topi yang sedang dia pakai.

“Habis kau yang salah. Siapa suruh se’enaknya memberikan pekerjaan tanpa tanya dulu!” Aku menyeruput Mochacino yang sejak tadi berdiri manis di hadapan’ku.

“Kan kau yang minta di carikan pekerjaan!kenapa sekarang malah marah?” Jawab’nya dengan se’enaknya —Lagi—.

“Tapi seharusnya kau tanya dulu’kan? kenapa se’enaknya minta bertemu dan bilang lusa aku harus sudah bekerja!” Ku hentakan pelan kakiku ke lantai.

“Karena pekerjaan itu sangat mendadak!Bahkan aku sampai mengejar Lee Sooman agar mau memberi pekerjaan itu pada’mu!”Lihatlah, wajahnya sangat menyebalkan saat ini.Dasar artis se’enaknya —Lagi—.

“Aish!” Aku hanya mendengus kesal sambil memakan Tiramisu yang ada di hadapan’ku.

“Siapa suruh belaga sok mandiri!Biasanya biaya makan’mu itu’kan di tanggung orang tua’mu!”  Aku bersumpah akan mengutuk setiap perkataan yang keluar dari mulut si Taemin itu.

“Setidaknya’kan aku sudah mau belajar mandiri!Memang biaya apartemen dan Kuliah masih di tanggung orang tuaku.Tapi mereka’kan di Ilsan, sedangkan aku di Seoul.Aku ingin mereka tau jika hanya biaya makan saja aku masih mampu.”Aku kembali menghentak-hentakan kakiku ke lantai.

“Ckckckck. Lalu untuk apa kau minta bantuan’ku jika menolak?”Dia menggeleng gelengkan kepalanya belaga sok benar.

“Karena kau sahabat’ku.Ingatkah kau saat kau masih tinggal di Ilsan dan bertetangga dengan’ku. Waktu itu kau bukanlah artis atau apapun! Bahkan tak ada yang percaya akan cita-citamu itu! Siapa satu-satunya orang yang percaya dan menyuruhmu ikut audisi saat itu?Siapa satu-satunya adik kelas yang selalu menjemput ke kelasmu untuk mengajak latihan?siapa adik kelas yang rela bolos bersamamu untuk menemanimu audisi?” Tantang’ku padanya.

“Iya, memang kau yang menyuruh’ku ikut audisi dan memberi semangat saat itu!”Haha.Wajahnya memelas.

“Untung kau masing ingat.”Aku mengangguk dan kembali menyuap tiramisu yang sisa setengah itu.

“Jadi kau mau tidak?”  Tanya’nya sambil melihat ke arah jam.

“Hmmmm,,, Baiklah, berhubung aku malas mencari pekerjaan.”  Jawab’ku polos sambil meminum Mochacino.

“YAK!!! Untuk apa ber’debat dengan’ku jika memang begitu?!”  Aigoo, dia menyeramkan.

“Memang siapa artis itu?” Tanya’ku.

“Hoobae’ku. Exo!”Jawabnya.

“Exo?Exo yang mana ya?”Aku bersumpah tidak ingat dengan orang bernama exo itu.

“Exo, Mama! Kau ingat Jong In teman’ku yang ku kenalkan padamu? Dia sekarang anggota Exo dengan Name Stage Kai”  Mama? Jong in?Kai?Eo, aku ingat!
“Iya, iya aku ingat.oh ya, kapan aku akan bekerja.”  Aku menaruh sendok yang tadi baru bersemat di mulutku.

“Kau tak mendengarkan’ku nona San Song Ju?Aku sudah bilang kau berkerja lusa.” dia memutar bola mata’nya yang ingin sekali ku congkel.

“baiklah….”

“besok kau ku jemput ke SM. minta kontrak’nya ke Lee Soo Man ok?”

“Sopan’lah sedikit padaku.” ucap’ku dengan penekanan di setiap katanya.

“kau bahkan tak sopan padaku yang lebih tua satu tahun darimu!”

“apa peduli’ku?”

“hah….. sudah’lah, aku harus pulang ke dorm.” dia merapikan beberapa buku yang tadi dia baca ke dalam tas’nya.

“Tunggu, siapa yang mengantar’ku pulang?” aku hendak berdiri mengikutinya.

“kau bisa pulang sendirikan?”

“antarkan sebentar saja, ini sudah malam tak baik jika membiarkan seorang wanita pulang sendiri kan?” aku memasang wajah memelas’ku.

“Jadi kau wanita?Baiklah kalau begitu.kajja!”

“Aiisshh… apa harus menghina dulu?”

“Aku hanya merasa menghina’mu itu lebih menyenangkan dari pada mencuri krim wajah Minho hyeong atau memakan ayam Onew hyeong.”

“Kau ini!”

“Sudahlah kajja~”

>>>>

“Haaaaaa……. melelahkan!!!!!” aku menjatuhkan diriku di atas kasur king side yang empuk ini.

“Teman-teman’ku pasti akan berteriak jika aku tau alamat seorang artis.Kau bodoh Song Ju, mana boleh memberi alamat mereka.ckckckck……” aku melirik sekilas jam yang ada di samping tempat tidurku dan mengambilnya.

“Besok adalah hari penting Song Ju…” aku menyeting alarm pada jam weker pororo’ku. Bukan aku tak bisa bangun pagi, bahkan aku selalu bangun jam 3 pagi. Tapi setelah aku bangun jam 3 pagi, aku pasti tidur lagi dan kesiangan -.-

“Selamat malam…” Ucap’ku seraya memejamkan mata.

>>>>

Author pov

TING TONG…… TING TONG….. TING TONG……

Suara bel menggema ke penjuru ruangan apartemen bernomor 903 itu.

TING TONG….

“HHmmmm……”  Bukan berarti sinar matahari yang menembus kaca jendela di tambah suara bel berbunyi dapat membangunkan gadis ini.

TING TONG……

“HEY BOCAH JELEK!!!CEPAT BUKA’KAN PINTU PABO!!!!”Bahkan suara itu bisa membangunkan tetangga lainnya.Suara yang masih saja tak bisa membangunkan gadis itu.

“Hmmmm….” Jawabnya sebagai tanda menanggapi teriakan pria tadi. Jam weker yang sudah tenggelam di dalam segelas air sejak satu jam lalu, adalah bukti bahwa gadis itu bukan gadis yang rajin.

“HEY!!”

“Siapa???……..” Tanya’nya setengah sadar.

“HEY !!!!GADIS MALAS INI SUDAH SIANG!!!!”

“iya iya baiklah!!” Jawabnya setengah ikhlas.

Cklek

Pintu di buka menandakan sang pria yang berada di depan pintu itu tak harus memencet tombolatau berteriak lagi.

“Sudah teriaknya?”Tanya Song ju dengan nada malas, lengkap dengan piyama dan rambut yang berantakan.

“hey!! sekarang jam berapa!? Kau harus ke SM!!”

“OMONA!!!” dia menepuk jidadnya sendiri dan berlari masuk menuju kamar.

“luas juga” Taemin bergumam kecil dan duduk di sofa tv di depannya. Dia menyalakan tv dan melakukan ritual setiap paginya yang tertunda karena ulah Songju, yaitu menonton Larva. Serial kartun asal korea yang menceritakan cacing dalam selokan, Huahahaha…..  >.<

1 menit…..

5 menit…..

10 menit…

15 menit…

30 menit…

“SONGJU KAU SEDANG APA EOH?!KENAPA LAMA SEKALI?!”Sikap Taemin yang suka berteriak-teriak kembali meradang.

“iya sebentar…..!!!!” Dia keluar dari dalam kamar dan berlari kecil ke arah Taemin.

“Sudah?kenapa lama sekali?” Taemin menurunkan kakinya yang tadi dia naikan ke atas meja lengkap dengan bungkus snack yang berserakan di mana-mana.

Flip…

“Bukankah kau bilang ini sudah siang?”  Song Ju mematikan Tv yang sudah berubah channel. Kali ini Taemin menonton Pororo, kartun penguin asal korea yang sering dia tonton bersama Minho -_-.

“Eo? Geurae ~ kau ini, padahal aku sedang asik nonton Tv.” Taemin dan Song Ju kini sudah berada di depan pintu apartemen’nya.

“Apa serunya menonton penguin yang kerjaan’nya hanya bertengkar dengan katak?”Mereka berjalan beriringan menuju lift.Tentu saja Taemin menyamar dengan topi dan kaca matanya.

“Dari pada menonton acara cari jodoh tapi tak pernah dapat, lebih baik menonton pororo’kan?” Taemin melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift di ikuti Songju di belakangnya.

“Ya ya ya…. terserah apa katamu saja minie.” Songju sedikit menahan tawanya saat mengingat panggilan taemin dengan embel-embel manja ‘ie’.

“YAKH!apa katamu eoh?! MINIE?!KAU KIRA AKU PACARNYA MIKIE MOUSE?!”Dia berteriak tapat di samping telinga Songju.

“Ne ne, arrasseo captain!” Songju menirukan gaya orang yang sedang hormat pada kaptennya.

“Kau ini apa bisa menjadi pengurus Dorm?Hidupmu itu sudah bagus kenapa malah jadi pembantu?”

“Tenang saja, aku ini bisa di andalkan.”Songju mengikat rambutnya yang tadi tergerai menjadi ikatan yang tinggi.

“Tapi kau ini’kan pemalas, apa kau sanggup bangun pagi dan mengurus pekerjaan rumah sendiri?Rumahmu saja berantakan!”

“Benar juga ya, apa aku harus bolak-balik dari apartemen’ku ke Dorm mereka terus menerus?”

“Bodoh!Kau akan tinggal di sana selama kau masih bekerja.”Taemin memukul kepala Song Ju dengan keras.Itulah kebiasaan mereka setiap bertemu, yaitu bertengkar.Bertengkar marahan lalu berbaikan.Seperti kekasih?Tentu bukan, seperti adik kakak baru iya.

“akhh…. Ini sakit kau tau? Aiiisshh…..” Songju mengusap kepalanya dengan kedua telapak tangannya.

“Hahaha….. Aku suka melihatmu menderita.”Taemin mengusap usap kepala Songju yang tadi dia pukul.Benarkan mereka berbaikan?

“Iya iya iya……”

“Hey adik!Aku harap kau tak membuat masalah di sana arra?”

“Cih, apa katamu?adik? Kau selalu menyiksaku masih berani memanggilku adik?”

“Kau tau?bertengkar denganmu itu menyenangkan. Saat trainee aku selalu ingin pulang hanya untuk sekedar bertengkar denganmu.”

“Tapi aku tak suka dengan panggilan oppa.”

“Aku tak menyuruhmu memanggilku oppa bodoh!”Taemin kembali memukul kepala Songju dengan keras.

“Ouch!! Hey!!”

“Hahahahaha…………….” Dan pertengkaran itu kembali berlanjut -_-

>>>>

“Waaaaa……… Jadi ini gedung SM?” Songju sedang berputar putar di depan gedung SM. Menatap gedung SM seperti tatapan anak kecil saat di ajak ke tempat wisata.

“Hey, kau jangan berputar-putar.” Taemin sudah melepas topi dan kacamatanya, beruntung saat ini tak ada fans atau reporter.Hanya ada security, staff, menejer, pelatih, beberapa artis, musisi, model, penyanyi, anggota boy group dan girl group dan para Trainee.

“Woooaaa…….. Ini gedung pertama atau kedua?”Songju mengingat bahwa temannya pernah bilang bahwa SM memiliki dua gedung.

“Ini gedung baru, jadi kebanyakan yang datang ke sini adalah Trainee.”

“Eo……….. wah lihat apakah itu Jung hajung? Artis terkenal itu?”Songju menunjuk ke arah artis bernama hajung yang sedang mengobrol dengan beberapa Trainee, mulutnya tak pernah terurup saking kagetnya.

“Tutuplah mulut’mu itu nona.Kau bahkan tak pernah mengeluarkan wajah seperti itu saat bertemu denganku.Aku ini juga artis tau!”Taemin mengacak-acak rambut Songju seperti biasa.

“Aku sudah terbiasa denganmu. Omo!! kyaaa….. Itu Siwon!!”  Songju menunjuk salah satu anggota Boy group super junior dan berjingkrak-jingkrak kegirangan.

“Eeeiiiyyhhh….. Jangan norak nona Songju! Sudahlah cepat.” Taemin menarik tangan Songju karena frustasi akan sikap kampungan orang ini.

>>>>

“Direktur Lee bilang apa?” Taemin segera menghampiri Songju saat dia keluar dari ruang CEO.Sebelumnya Taemin sudah bertemu dengan menejernya untuk memeriksa jadwal.Jadwal hari ini hanya intervieuw untuk majalah ceci magazine.Jadi dia bisa bersantai dahulu.

“Eo, itu…. Dia bilang besok aku sudah bisa datang ke sana. Dia hanya menyuruhku membawa beberapa baju dan barang-barang.”

“Eo, begitukah?Kalau begitu, ayo pulang!”

“Aku mau ke toilet dulu ya.”Songju melihat sekitar untuk mencari di mana letak toilet.

“Baiklah, kalau begitu aku tunggu di parkiran.” Taemin berlalu memasuki lift, sedangkan Songju kembali mencari letak toilet.

>>>>>

Drrttt……. Drrrttt…….

Getaran ponsel di saku Songju membuat dia menghentikan aktivitas mencuci tangannya.Dia sedikit bercermin untuk merapikan rambutnya sebelum mengambil benda persegi panjang itu.

“Lee….. Taejun.” Songju sedikit mengeja nama sang pemanggil. Seorang kakak kelas di kampusnya.

“Yeobseo…..”

‘Eo.Songju kau dimana?’

“Aku sedang di luar”

‘Dimana?aku akan menyusulmu?’

“Kau mau apa sebenarnya?Cepat katakanlah.”

‘Ayolah…… Teman’ku ingin bertemu denganmu.’

“Jangan berusaha menjodohkanku Taejun.” Songju masih berada di depan westafle sambil memeriksa kuku-kukunya. Taejun adalah seorang Ulzzang dan cassanova di kuliahnya.Sebenarnya dia adalah kakak kelas, tapi mereka sangat dekat karena sering berpatisipasi dalam beberapa acara di kuliahnya.

‘Aku tak menerima penolakan kau tau? Jam 4 di café biasa.”

Tuuttt……

“Aisshh… tak menerima penolakan katanya?Terserah.”Dia kembali menaruh ponsel di sakunya dan berjalan keluar.

>>>>

“Pintunya di mana ya?”Songju sedikit kebingungan setelah beberapa menit mencari pintu keluar.Dia juga lupa di mana ruang CEO, dan dia tak kunjung menemukan di mana lift.

“Kenapa temnpat ini luas sekali?”Dia mengeluarkan handphonenya dan berniat untuk menelfon Taemin.

Tuuutt…….. Tuuttt……..

Tak terhubung, sekali lagi, dua kali, bahkan sampai tiga kali tak ada jawaban.

“Bagaimana ini….” Dia mengacak rambutnya frustasi dan…..

BRRUUUKK……

“Aaaawwww……..” Dua orang terjatuh secara bersamaan ke lantai.

“Hey! Kau bisa melihat tidak.”Songju tak menghiraukan perkataan orang tadi, dia terus mencari kemana handphonenya terjatuh.

“Hey! Aku bicara padamu!!”Pria itu berdiri dengan sedikit usaha karena kakinya terkilir.

“Handphone’ku?!”Songju mengambil handphonenya yang berserakan di lantai.

“Apa?”Baekhyun, orang itu hanya mendecak saat Songju menatap tajam dirinya.Tangan kanannya di pakai untuk bersandar di tembok sedangkan tangan kirinya sedang memegang pergelangan kakinya.

“Kau merusak handphoneku!!!”

“Kau membuatku jatuh!!!”

“Kau yang berlari tak menentu!!”

“Hey!! Aku ini artis!! Jika kakiku patah aku tak akan bisa menari!!” Dia mengeraskan rahangnya dan menatap Songju penuh kobaran api.

“Ck! Aku harus menelfon seseorang……..” Songju tak peduli akan perkataan Baekhyun dan mencoba memasang handphonenya kembali.

Drrrtt……..

Handphone itu bergetar saat Songju menekan tombol turn on.

“Eotte?Menyalakan?”Baekhyun makin memasang wajah yang membuat semua orang ingin memukulnya.

“Kau……..”

“Lihatlah, kakiku terkilir karenamu!!”

“Hah….. Sudahlah aku harus pergi!” Dia melirik jam tangannya setelah berhasil menemukan letak lift yang sebenarnya ada di belakangnya.

“Hey! Apa kau sungguh tak mengenalku?!” Orang itu sedikit memasang wajah sombongnya.

“Cih!Siapa kau?! Boy band? Apa kau anggota dengan jumalah fans terendah? Model?Aku tak pernah melihat wajahmu di majalah.Artis? Film apa yang sudah kau bintangi? Hah, lihat saja eyeliner’mu. Berapa lapis eyeliner yang kau pakai?” Songju menekan tombol lift yang sebenarnya berada di belakang dari tempat tragedy tadi.

“Lalu siapa kau?Trainee? Bakat apa yang kau punya, bahkan suara’mu saja seperti terompet! Model? Tubuhmu itu tak mendukung!! Rata seperti itu siapa yang mau?Tak ada yang menarik untuk di lihat.Atau jangan-jangan kau saesang fans.” Adegan selanjutnya adalah tatapan api yang berkobar di mata Songju -_-

“Hah! Terserah apa katamu. Aku tak mengenalmu dan aku bukan seorang ‘Saesang fans’” Songju melihat pintu lift terbuka, namun dia tidak masuk.Dia berjalan ke arah Baekhyun. Dan…..

DUUKKK…..

DUUKKK…..

“Aaaawww……..” Baekhyun jatuh terduduk dengan tangan yang memegangi kakinya. Songju menendang kaki Baekhyun dengan keras tepat di bagian kaki yang terkilir dan tulang keringnya hingga  membiru.

“Selamat tinggal tuan tak terkenal……” Songju berlari seperti anak kecil dan memeasuki lift yang hampirt tertutup itu.

“Hey Kau!!”Baekhyun mencoba untuk bangun, namun kedua kakinya benar-benar sakit.

“Pai pai…..” Songju melambaikan tangannya sebelum pintu lift benar-benar tertutup.

>>>>

“Na na na na……..”Songju berjingkrak-jingkrakan sepanjang perjalanan seperti anak kecil.Setelah turun di halte bus tadi dia terus bersenandung sambil berjingkrak-jingkrakan.Sepertinya dia melupakan sesuatu.

Cklek…

“Selamat datang nona….” Seorang maid yang terlihat ramah membungkuk setelah membukakan pintu untuknya.Seperti yang tadi Taejun perintahkan, jam4.Café biasa.Meskipun dia sudah telat satu jam, tapi tak apalah.Suasana café ini hangat, banyak pengunjung dari kalangan anak SMA dan kuliahan.Café keluarga yang biasa dia kunjungi bersama teman-temannya.

“aaahhh…. Kau ini.Aku ini teman’mu.Jangan begitu.”Songju menepuk pundak maid itu.

“Iya, iya.Aku hanya kebetulan melihatmu mau masuk, jadi aku bukakan pintu.”Orang itu bernama Han Minjung.Seorang yang hangat dan cocok di jadikan teman.

“Taejun eodiga?” Songju celingak-celinguk berusaha menemukan seorang Taejun yang sama sekali tak kelihatan.

“Eo.Kau mencarinya?Kau tau?dia sedang marah. Apa kau mengempeskan ban mobilnya lagi kemarin?”

“mwo? Hari ini bukan jadwalku untuk mengempeskan ban’nya. Ini’kan bukan hari minggu! Lalu kenapa dia marah?”

“Molla….”

“Dimana?”

“Itu……” Minjung menunjuk seorang pria yang sedang duduk di pojok ruangan.Menatap lurus keluar jendela.

“Gomawo….” Songju membungkuk dan berlalu pergi menuju tempat Taejun duduk.

“Annyeong!”Sapa Songju dengan senyum yang tak pernah lepas sejak pulang dari gedung SM tadi.

“…….” Tak ada respon.Taejun masih menatap keluar jendela.

“Kau marah ya hehehe…. mian.”Songju hanya menyengir kuda dan berdecak kesal karena masih tak ada respon.

“Hey! Lee Taejun! Aku kan sudah minta maaf kenapa kau masih ma-”

“Tentu aku marah!!”Taejun langsung berbalik dan memarahi Songju.Ekspresi marahnya malah mirip seperti ekspresi cengo yang membuat orang ingin tertawa. Dia memanyunkan bibirnya dan menyeruput bubble teanya.

“Maaf……..” Tak ada wajah penyesalan, yang ada hanya cengiran bodoh seorang Songju.

“Kau tau ini jam berapa? Teman’ku marah karenamu! dia sudah pergi sejak sejam tadi.” Dia menunjuk nunjuk wajah Songju dengan sedotan’nya.Mulai menggerutu seperti penggerutu tua yang tinggal di sebelah apartemen Songju.

“Iya maaf….. Tadi saat Taemin mengantarku pulang aku sudah bilang antarrkan ke café ini, tapi dia malah mengantarku ke rumah. Jadi aku harus naik bis lagi untuk sampai di sini.” Songju membuat symbol peace di kedua tangannya.Selalu seperti ini, seperti saat bersama Taemin.Bertengkar?tentu.

“Taemin? Cih! Kenapa kau bisa bersamanya?”Taejun dan Taemin adalah teman dekat saat SMA. Alasan konyol mereka bisa berteman hanya karena nama mereka yang hampir sama. Bahkan mereka menyebut diri mereka Twins Lee.

“Jangan begitu…. dia hanya  membantuku mencari pekerjaan. Sebagai gantinya kau akan ku traktir bubble tea ya.” Songju menepuk tangan’nya satu kali sambil tersenyum sumringah.

“Benarkah?”Mata Taejun mulai berbinar.Lucu, itulah yang dapat menggambarkan wajah si ulzzang ini.Dia mulai bisa melupakan betapa bosannya dia dan temannya menunggu Songju selama satu jam di café ini. Songju mengangguk dengan semangat menandakan dia bersedia mentraktir temannya itu.

“kalau begitu….. MINJUNG!!! AKU MINTA 4 BUBBLE TEA LAGI……!!!”Taejun teriak ke arah Minjung yang sedang duduk di kursi kasir.

‘Matilah aku……’ Rutuk Songju dalam hati.

>>>>

“aaww….. pelan-pelan ini sakit!” Pria itu terus saja merengek saat kakinya di obati oleh temannya.Siapa lagi kalau bukan Baekhyun?

“Kau bisa diam tidak?”Omel seseorang yang sedang mengobatinya.

“Ckckck…. Kau ini, kaki kanan terkilir kaki kiri membiru.Bagaimana kau bisa kalah oleh seorang wanita?”Cibir seseorang bertubuh tinggi dengan mata elangnya.

“Kau jangan bicara seperti itu hyung! Gadis itu gadis gila! Kenapa security bisa membiarkan gadis gila seperti itu masuk?”Baekhyun terus mengumandangkan hal itu tanpa berhenti.

“Jika dia ada di SM itu berarti dia tidak gila.” ucap satu orang lagi.

“Terserah saja, jika aku bertemu dengannya lagi.Akan ku pelintir tangannya. Aaaawww….” Baekhyun kembali merengek kesakitan saat obat merah mengalir di kakinya yang membiru.

>>>>

Dengan gugup Songju mengetuk pintu rumah yang akan menjadi tempat kerjanya.

Cklek…..

Pintu terbuka sempurna memunculkan seseorang dengan wajah tampannya.

“KAUUUU…..”

-TBC-

Mian readerdeul…. Akhirnya ngegantung, bagian Baekhyun masih dikit ya?Namanya juka chapt1. Ini fanfict pertamaku jadi maklumin aja agak abstrak ya hehehe……… ^^

4 pemikiran pada “Imagine With You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s