Miracles In December (Chapter 1)

1521981_652698698115778_1536433705_n

Tittle : Miracles In December

Subtitel : First Snow

Author : KimYH (@husnAinun_)

Web: https://husnafauzi88.wordpress.com/

Genre : Angst,  Sad Romance, Friendship, School Life

Leght: Chapter

Rating : G

Main Cast :

*Park Chanyeol

*Han Ye Jin ( OC)

 

Other Cast :

*Byun Baekhyun

*Kim Hye Ri (OC)

 

Disclamer:

 

FF ini murni ide author, terinspirasi dari song of EXO, Miracles In December. Di mohon untuk tidak mencopy tanpa izin. Terimakasih.

 

Author’s Note:

 

Annyeong..

kali ini author bawa FF dengan genre yang (agak) berani dan jujur ini bukan style author. Ini the first fanfict from author dengan cast Chanyeol oppa.

 

So, author mohon bantuan dan tanggapannya. Terimakasih.

 

 

Happy Reading~~ ^_^

 

 

Miracles In December #Chapter 1

Butiran putih dingin itu kini turun dengan lembutnya, seperti tetes air matamu yang mengalir, tak terasa. Dingin menyentuh kulit. Terlampau dingin hingga membuatku membeku. Beku sampai ke hati, tak terasa. Beku hingga akhirnya hancur dan terasa sakit. Hatiku,dimana gerangan kau sekarang? Mencarimu, mencoba menemukanmu, dirimu yang telah jauh dariku.

_________________[ Miracles In December]_________________

Author POV

“Ye Jin ! Apa kau tak ingin tau kelanjutannya?”

Pria itu mencoba menarik perhatian gadis yang  duduk dihadapannya. Seorang gadis manis berkacamat bulat itu sedari tadi sibuk dengan buku-bukunya, dia tampak frustasi. Sementara si pria sibuk bercerita dihadapnnya.

“Ye Jin? Apa kau akan meneruskan ini?”

“Yee.. “ jawab gadis itu datar.

Sekarang giliran si pria yang terlihat frustasi. Dia pun beranjak dari duduknya, menarik pergelangan tangan Ye Jin dan menutup buku-bukunya.

“Chanyeol?” gerutu Ye Jin.

“Cepat masukan bukumu. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

Dengan wajah yang misterius Chanyeol menggandeng Ye Jin dan menariknya keluar perpustakaan.

Mereka Akhirnya sampai di suatu tempat . Sebuah taman dengan pohon dan lampu-lampu yang indah. Karena terlalu terburu-buru Ye Jin lupa tak memakai jaket tebalnya padahal cuaca sangat dingin di luar.

Di salah satu bangku di taman mereka duduk. Mereka diam untuk beberapa saat, sampai akhirnya mereka saling menatap dan kemudian tersenyum. Namun Chanyeol tiba-tiba beranjak dari duduknya dan melepaskan jaketnya, menegnakannya pada Ye Jin dan tersenyum. Dan saat itu butiran salju dingin itu turun, tepat jatuh di pelupuk mata Ye Jin membuat Chanyeol tersenyum lagi.

[FLASHBACK]

Di bangku taman, seorang gadis kecil berumur sekitar 10 tahun duduk dengan kedua kakinya yang menggantung dan dia gerak-gerakan menyentuh tanah. Gadis itu terlihat murung, dia selalu menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan terus melihat ke bawah. Dia hanya berdiam, membiarkan orang berlalu lalang di hadapnnya. Sudah lebih dari satu jam dia berada disana, sampai telinganya merah.

Sampai beberapa waktu seoarang anak laki-laki yang tamapaknya seumuran dengannya muncul  dan menghampirinya. Berbanding terbalik , anak laki-laki ini tampak ceria dan selalu tersenyum. Anak laki-laki itu duduk di samping si gadis cukup lama dan terus memperhatikannya.Namun, gadis itu malah terus menundukan kepalanya seolah tak memperhatikan anak laki-laki itu. Sampai akhirnya si anak laki-laki itu berdiri, dia melepaskan jaketnya dan mengenakanya di bahu gadis kecil itu.

Akhirnya gadis kecil itu mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca. Anak laki-laki itu membalas senyumanya. Dan butiran putih itu pun menetes dari mata gadis kecil itu, tepat saat salju pertama turun.

“Apa itu air matamu ?”

“Bukan, ini hanya butiran salju yang jatuh di pelupuk mataku dan mencair, karena kau memberikanku jaket. Terimakasih.”  Ucapnya tersenyum.

[FLASHBACK END]

Chanyeol POV

Seperti de ja vu, aku mencoba menerawang sebentar ke masa lalu dan mencairkan suasana. Aku mencoba mengawali pembicaraan dan akhirnya melontarkan sebuah pertanyaan untuknya.

“Apa kau ingat hari itu?”

“tentu.” Ucapnya sembari tersenyum.

“Hari itu, kau terlihat berbeda dengan sekarang.

Dia kembali tersenyum. Untuk beberapa menit kami duduk berdampingan menikmati suasanan dingin ini. Sampai aku kembali mengingat sesuatu.

“Sudah akhir tahun, apa kau berencana untuk mengunjunginya? Bukannya 1 tahun sekali?” tanyaku ragu.

“hmm.. benar. Aku hampir saja lupa, pekerjaan-pekerjaan itu hampir membuatku melupakanya. Terimakasih Chanyeol sudah mengingatkannku.”

“jadi kapan kau akan ke sana?”

“Mungkin minggu ini.”

“boleh kah aku ikut?”

“Tentu, tapi kau harus mengantarku.” Ucapnya tertawa.

“Tentu aku pasti akan mengantarmu, gadis tengil.”

Aku pun mengacak-acak rambutnya dan bisa di tebak ekspresi wajahnya berubah dan itu sangat lucu. Ye Jin terlihat kesal dan dia membalas perlakuanku. Namun aku segera berdiri, sehingga gadis kecil ini pun ke sulitan menggapai rambutku karena tinggi badanya. Dia kembali terlihat kesal dan akhirnya aku mengalah. Dia sukses mengacak-acak rambutku dan itu membuatnya tertawa, aku beralih menjadi korban.

Namun saat mengacak-acak rambutku, dia terlihat bahagia. Jarang melihatnya seperti ini, Ye Jin yang sibuk dengan pelajaran, pekerjaan sampingan dan jurnalistik. Sekarang tersenyum seperti ini, Bisakah dia selalu tersenyum seperti ini?

_________________[ Miracles In December]_________________

 

Ye Jin POV

Kelas terasa sangat jauh dari kata tenang. Semua anak saling mengobrol satu sama lain, entah itu menggosip, berdiskusi tentang pelajaran, membahas tentang kegiatan mereka, atau hanya sekedar bercanda. Aku tak terlalu peduli, karena berkutat dengan obrolan tak penting hanya membuang waktuku saja. Mengerjakan makalah ini jauh lebih penting dan berguna. Setidaknya, aku harus segera menyetorkan makalah ini  agar aku mendapat uang jajan dari ekskul jurnalistik.

Sebenarnya mengerjakan makalah ini di sini juga sedikit membuang waktuku. Karena berulangkali aku terus mengganti tulisanku, pikiranku tak bisa fokus. Jujur, kelas bukan tempat favoritku untuk menulis. Aku lebih suka duduk di perpustakaan yang tenang atau taman dengan suasana yang nyaman.

“Dreeet..”

Suara pintu itu. Bisa ku dengar langkah kaki seongsengnim. Beliau memasuki ruang pertanda pelajaran akan segera di mulai.

“Hey, Ye Jin ! Dia siapa ya? Dia terlihat tampan. ” Hye Ri menepuk bahuku antusias.

Aku hanya mengangkat wajahku sekilas. Ku lihat seongsaengnim bersama seorang anak laki-laki di belakang beliau. Anak laki-laki yang tenang dan dingin dari sorot matanya. Namun aku tak ingin terlalu memperhatikan laki-laki itu. Sesegera mungkin ku alih kan pandangan mataku. Hye Ri kembali menguangi pertanyaan yang sama dan aku hanya bisa mengendikan bahuku. Seolah takk teralalu memperhatikan.

“Annyeonghaseo. Jeounun Byun Baekhyun imnida.”

Hanya sebuah perkenalan singkat yang sukses membuat anak di kelasku ribut luar biasa, terutama kaum hawa selain diriku tentunya.

“Kenapa sih mereka terlalu euforia dengan pria itu? Bukannya sebelum ada dia, di kelas ini juga banyak murid laki-laki.” Batinku.

Kini anak laki-laki yang bernama Baekhyun telah duduk di sampingku, membuat berpuluh-puluh pasang mata yeoja di kelas ini memandangku tajam seolah berkata ‘kenapa-dia-memilihmu? Kenapa-tidak-aku-saja?’

Sangat menyebalkan.

_________________[ Miracles In December]_________________

“Kenapa dari sekian banyak bangku? Dia harus duduk di disini.” Itulah yang ingin aku tanyakan pada pria yang duduk di sebelahku.

Sudah hampir 3 jam kami duduk bersama dan dia tak mengeluarkan sapaan atau kata apapun sepanjang pelajaran,  dia hanya sibuk menulis atau sesekali memandang keluar jendela. Namun ini jauh lebih baik seperti ‘ucapan terimakasih’, diamnya sungguh membantuku untuk terhindar dari tatapan tajam para yeoja di kelas ini atau bahkan di sekolah. Sungguh aku paling tak suka kepada orang seperti ini.

___________________[ Miracles In December ]_______________

Author POV

Akhirnya bel istirahat berbunyi. Seperti suatu kebahagian bagi Ye Jin, dia segera menutup buku dan benar dugaannya. Bangku sebelahnya kini sudah mirip pasar obral, dimana para yeoja berebut barang yang sama. Semua yeoja mengerubuti dia, kecuali Ye Jin tentunya. Ye Jin pun langsung menghindar dari lokasi tersebut dan menari Hye Ri untuk keluar dari kerumunan. Sebenarnya yang di tarik ini tak ikhlas, dia masih ingin mewawancarai si Baekhyun itu.

Bekhyun POV

Sudah ku duga  pasti akan berakhir seperti ini. Kenapa yeoja di sini terlalu brutal. Beruntung mereka tak tau siapa aku sebenarnya. Tapi, yeoja itu.. dia berbeda siapa dia?

Sikapnya yang dingin pembawaanya yang tenag dan sorot matanya. Membuatku penasaran.

“Ada yang tau siapa yeoja yang duduk denganku?”

Seketika suasana menjadi hening, semua yeoja itu berhenti berucap. Sampai salah satu dari meraka menjawab.

“Dia, Han Ye Jin. Si penerima dana bantuan, dari gosip yang beredar dia menerima beasiswa penuh dari yayasan padahal dia tak terlalu pintar.”

“benarkah?” batinku.

Aku pun segera bangkit dari dudukku dan mengenakan earophone. Ini cara terampuh menghindari mereka semua dengan cara yang sopan.

Menelusuri setiap bagian di sekolah ini, sampai akhirnya kaki ku sampai di atap sekolah. Ya ini destinasi yang baik.

Aku duduk di sini unduk beberapa saat , sampai akhirnya seseorang muncul. Seseorang yang selama ini membuatku harus berperan antagonis dan terlihat jahat. Apa yang dia lakukan di sini ? bagaimana bisa dia menunjukan batang hidungnya disini, setelah dia membuat hidupku selama 7 tahun ini berantakan. Apa dia bersekolah di sini juga ?

Aku pun menghampirinya, sepertinya dia tak terlalu mengenaliku. Sehingga aku pun mencoba untuk menyapanya.

“Chanyeolli ? apa kau masih mengingatku?”

Dia tampak kaget wajahnya terlihat pucat. Aku kembali mengulangi pertanyaanku, namun dia hanya diam. Sampai akhirnya..

“Chanyeolli, Apa kau masih ingat Bacon yang jahat ini?”

TBC~

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “Miracles In December (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s