Sakura

Maincast          : – Sehun

–          Suho

–          Kai

–          Chanyeol

–          Baekhyun

–          D.o

Author             : winda-chan ( @winda_chan_ )

Genre              : Frienship

Length             : OneShoot

Note                : NO Plagiat! Semoga feelnya dapat dan ini bener-bener karya aku.. Mohon Komentarnya untuk memotivasi Aku membuat yang lebih baik lagi. Tambahan aku ambil latarnya di Jepang ya,  soalnya kalau di Korea aku belum tau banget. Oh ya,, fanfic ini udh pernah aku Pos di wordpress pribadi,, eumm,, bukan mau Promo tapi Cuma sekedar informasi ajah.. http://winda305.wordpress.com/ \(^_^)/ selamat membaca

-oOo-

_Chanyeol POV_

Laut itu masih sama, indah dan menarik. Pantulan cahaya fajar pagi memamerkan nuansa cerah. Hembusan angin mulai memasuki celah-celah jendela bus. Aku, Sehun, Suho, kai dan D.o akan pergi ke suatu tempat. Masih teringat olehku bagaimana masa-masa yang kami lewati bersama di bangku sekolah dulu.

“Hey lihatlah,, Lautnya indah”

“Mana? Sehun kau bercanda? Ini lebih dari indah”

“Benar ini memang lebih dari indah”

Iya, Laut ini memang indah. Tapi tidak untukku, Laut itu mengingatkan aku dengan sahabat terbaik yang pernah aku miliki, Baekhyun. Mengingat bagaimana dekatnya kami dan sekarang terpisah.

_FlashBack_

Musim semi telah tiba, waktunya murid baru masuk sekolah. Guguran bunga sakura tertiup angin yang menyebabkan taburan yang indah. Ini sangat indah, tertidur di bawah Pohon bunga sakura dengan sahabat terbaikku, Baekhyun.

“Chanyeol,, Bunga sakura ini Indah”

“Ne,, ini memang Indah”

“Sampai kapan kita bisa melihat guguran bunga ini? Satu tahun lagi kita akan lulus dan menjalani kehidupan kita masing-masing”

“Kita akan melihat ini selamanya Baekhyun. Saat di mana kau membawa istri dan anakmu nanti, persahabatan kita akan terus berelanjut dan bunga sakura ini jadi saksinya”

“Kau yakin kita akan bertemu di saat seperti itu?”

“Kenapa tidak? Kehidupan kita akan berlanjut sampai kita menemukan pendamping, memiliki anak dan akhirnya melihat cucu kita nanti”

Angin berhembus pelan, Helai demi helai kelopak sakura kembali gugur. Masih dalam keadaan yang sama, ku ambil segenggam kelopak bunga sakura yang jatuh dan menaburkan ke wajah Baekhyun.

“Kenapa kau tabur kelopak bunga sakura di wajahku Chanyeol?”

“Aku ingin setiap melihat bunga sakura, kau akan teringat tentangku Baekhyun”

“Ne,, aku akan mengingatmu Chanyeol”

“Janji??”

“Janji”

_FlashBack End_

Sudah bertahun-tahun kami berpisah, bagaimana kabar Baekhyun pun aku tak tau.. sekarang aku telah memiliki seorang istri dan seorang anak yang lucu dan Tampan. Begitu juga dengan yang lain. Suho menjadi direktur hebat di perusahaan EXO Entertaiment, Sehun menjadi Seorang Arsitek ahli, Kai menggapai mimpinya menjadi seorang Penulis, dan D.o menjadi seorang Pemilik Restoran yang cukup terkenal. Walau mereka sukses menjadi apa yang mereka mau, kami tetap menjunjung tinggi kesederhanaan dan tetap berbaur dengan masyarakat, tak ada yang tau kami sesukses itu.

“Chanyeol, sebentar lagi kita sampai”

“Ne D.o”

“Kau masih memikirkan dia”

“Ne, aku masih belum percaya jika kita sudah bertahun-tahun tak berjumpa dan akan kembai bertemu”

“Ya, aku pun begitu”

“Aku juga rindu Baekhyun, kita akan berkumpul lagi kan?”

“Tentu Sehun kita akan berkumpul, sama seperti dulu saat kita di bangku sekolah”

“kita tetap bersahabat walau bertahun-tahun berpisah”

“Ne, Suho. Kita adalah sahabat”

Untuk sejenak kami tinggalkan segala urusan dan kekayaan yang kami miliki. Tak ada pamer kekayaan atau apapun, yang ada hanya kesederhanaan dari sebuah persahabatan.

“Kita sampai”

“Ayo kita cari rumah Baekhyun”

Kami mulai bertanya pada setiap orang yang lewat, mencari tau di mana rumah Baekhyun. Sayangnya setiap orang yang kami temui tidak tau di mana alamat yang kami tuju, terkadang kami mendapat informasi yang salah dan menyebabkan kami berputar-putar di kota yang sama.

“Ah,, aku sudah lelah. Sebaiknya kita makan siang, sedari tadi kita mencari tapi belum ada hasil”

“Kau benar Sehun, kita cari restoran untuk makan siang”

“Tentu saja Kai, ayo kita cari restoran di dekat sini”

Kami mencari restoran terdekat dan di sudut jalan yang tak jauh dari tempat kami berdiri, Terlihat sebuah restoran yang lumayan mewah dengan nuansa bunga sakura. Kesan kelopak Sakura begitu indah dan mengingatkan aku tentang Baekhyun. Tunggu, nama restoran itu Bacon Baekhyun. Mungkinkah?

“Ayo kita restoran itu, aku yakin Baekhyun di sana”

“Kau yakin?”

“Aku yakin Kai, lihat nama restoran itu menggunakan nama Baekhyun”

“Benar, ayo kita kesana”

Kami bergeas menuju restoran itu, begitu memasukki restoran Bacon Baekhyun semua mata terkesima dengan pemandangan di dalam ruangan. Aneka aksesoris kelopak sakura menghias seluruh ruangan. Tak hanya itu, gelas, piring dan peralatan makan juga berbentuk kelopak sakura. Pelayannya pun mengenakan seragam Sekolah kami dulu, tak salah lagi, ini pasti Restoran milik Baekhyun.

“Selamat datang di Restoran Bacon Baekhyun, silahkan masuk”

“Ne,,,”

“Mari saya tunjukkan Mejanya”

“Terima kasih”

Restoran ini sungguh luar biasa, pelayanannya sangat menarik dan sangat berbeda dengan restoran yang penah ku datangi sebelumnya. Baekhyun memang hebat bisa membuat Restoran semewah ini, dia juga sukses seperti kami.

“mau pesan apa Tuan?”

“Em,, sebelum pesan boleh aku bertanya sesuatu?”

“Ne, silahkan Tuan”

“Siapa pemilik restoran ini?”

“Oh, pemiliknya bernama Byun Baekhyun tuan”

“Baekhyun?!”

“Ne,, Ta-“

“Wah Baekhyun memang hebat bisa membuat restoran sebagus ini”

“ya, kalau gitu kita pesan makanan dulu, setelah itu kita cari tahu tentang Baekhyun dan restoran ini”

“Ne,, aku setuju”

Kami memesan makanan yang ada di menu, kami sangat lega mengetahui restoran ini milik Baekhyun. Menakjubkan makanan yang ada di restoran ini, cita rasa yang menarik dan lebih dari sekedar enak.

“Pelayan…”

“Berapa total semuanya”

“Ini tuan, jumlahnya sudah tertera”

“Terima kasih”

“ya sama-sama”

“Oh ya, boleh kami bertanya lagi?”

“Mau tanya apa tuan”

“Bisakah kami bertemu dengan pemilik restoran?”

“Oh,, pemilik restoran ini sedang tidak ada di kantornya tuan”

“Bolehkah kami minta informasi alamat rumahnya?”

“Maaf, peraturan mengatakan kami para pelayan tidak di ijinkan memberitahu alamat pemilik”

“Oh kalau begitu kau tau alamat ini”

“Oh ini,, saya tau”

Syukurlah, pelayan itu tau di mana alamat itu dan ternyata tidak terlalu jauh dari restoran ini. Setelah membayar makanan tadi, kami berlima menuju rumah Baekhyun. Ntah seperti apa dia sekarang, masih samakah atau berbeda?

Tok,, tokk,, tokk..

“Permisi”

“Ya,,,”

Cieeetttt

“Permisi nyonya, apa benar ini Rumah Byun Baekhyun?”

“Iya benar, kalian siapa?”

“Perkenalkan, aku Suho, ini Sehun, Kai, D.o dan Chanyeol. Kami sahabat Baekhyun sewaktu di bangku sekolah dulu”

“Oh,, silahkan masuk”

“Terima kasih”

Rumah Baekhyun terkesan sederhana tapi tetap terlihat mewah, foto-fotonya berjejer di setiap ruangan. Baik foto waktu dia menikah, memiliki anak dan juga foto-foto sewaktu kami sekolah dulu, dan yang membuat aku tersenyum adalah sebuah foto ku bersama Baekhyun yang cukup besar terpampang di ruang tengah.

‘Kau masih sama Baekhyun’ gumamku

Setelah mempersilahkan kami duduk dan memberikan minuman serta cemilan ringan, wanita tadi membawa sebuah buku. Ntah itu buku apa tapi wajahnya terlihat ‘sedih’

“Nyonya kau kenapa?”

“Maaf, aku tau kalian pasti mencari Baekhyun kan?”

“Ne Nyonya, kau pasti tau di mana Baekhyunkan?”

“Ne aku tau karna aku istrinya Baekhyun”

“wah Baekhyun hebat ya, bisa memiliki sebuah restoran mewah dan memiliki istri secantik anda”

“Terima kasih tapi,, Baekhyun tidak di sini”

“Eh? Tidak di sini? Memangnya baekhyun kemana?”

“Dia telah pergi untuk selamanya”

Deg’

“jangan bilang kalau…”

“Ne,, Baekhyun meninggal 8 bulan lalu karna serangan jantung mendadak”

Sesak dan sakit kini memenuhi dada kami semua, pencarian Baekhyun sia-sia sudah. Baekhyun yang kami cari telah pergi dan tak akan kembali.

“K-Kalau boleh tau, di mana Baekhyun di makamkan?”

Dia menunjukkan jalan menuju pemakaman Baekhyun. Segera kami bergegas menuju tempat itu, tempat di mana Baekhyun tidur untuk selamanya. Tak lama, kami sampai. Sebuah batu Nisan bertulis Byun Baekhyun terukir dengan rapi, walau dia telah pergi tapi dia tetap mengingatku. Lihatlah, kuburan Baekhyun tepat di bawah Pohon Sakura.

“Baekhyun,, kau terlalu cepat pergi. Aku kira kita akan berkumpul di bawah pohon bunga sakura bersama dengan istri dan anakmu sesuai perjanjian kita, tapi kau malah menunggu aku sendirian. Hem,, Baekhyun.. kau masih ingat perjanjian kita berenam? Aku, Suho, Kai, Sehun dan D.o datang kesini untuk menagih janjimu. Kau pasti lupa? Baiklah akan ku ingatkan lagi”

_FlashBack_

“Kau sedang lihat apa Sehun?”

“Aku sedang Lihat pohon Sakura ini Baekhyun”

“Kau aneh Sehun, untuk apa kau lihat Pohon itu?”

“Kau tak tau Kai, pohon ini akan jadi saksi kita di masa depan”

“Saksi? Saksi bagaimana?”

“Kau juga tak tahu Suho? Lihat ya,,”

Sehun terlihat mengukir nama kami berenam dan menggambar tautan tali di antaranya. Aku tak mengerti apa maksudnya, tapi terlihat menarik dan indah.

“Nah,, kalau ku buat seperti ini apa kalian mengerti?”

“Tidak,,”

“Ya ampun, baiklah akan ku jelaskan. Aku mengukir nama kita berenam sebagai tanda persahabatan kita dan garis ini sebagai tanda kalau kita sahabat selamanya dan akan jadi saudara”

“Saudara? Maksudmu?”

“kalian ini bagaimana? Nanti ketika kita menjadi orang yang sukses, kita akan memiliki istri dan anak. Saat itu terjadi, aku ingin anak-anak kita, kita nikahkah. Nah dengan begitu kita akan jadi saudara”

“hahahahahah,,, kau aneh Sehun. Belum tentu akan kita berpasangan, bagaimana kalau anak-anak kita nanti semuanya laki-laki?”

“eh? Iya juga,, terus bagaimana?”

“Tenanglah, walau anak kita nanti semuanya laki-laki atau semuanya perempuan kita tetap akan jadi saudara karna anak-anak kita akan bersahabat seperti kita”

“kau benar Baekhyun, kita akan tetap bersahabat dan kita akan ukir nama mereka di pohon sakura juga”

“Janji?”

“Janji!”

_Flashback End_

“Kau sekarang ingatkan? Hari ini seharusnya kita mengukir nama putra kita di pohon ini, tapi kenapa kau pergi lebih dulu?”

“Sudahlah, tak apa kita bertemu Baekhyun dalam keadaan seperti ini. Aku yakin Baekhyun senang dengan kedatangan kita”

“Kai benar Chanyeol, aku yakin Baekhyun senang dengan kedatangan kita. Dan untuk janji kita, aku telah persiapkan sebelumnya”

“Kau sudah mempersiapkannya D.o?”

“ne, aku telah bawa pisau ini untuk mengukir nama putra-putra kita”

“Tapi,, kita tak tau siapa nama putra Baekhyun”

“tenanglah Sehun, aku sudah tanyakan pada istri Baekhyun tadi”

“Siapa namanya D.o?”

“Byun Baekhyun Junior”

“Kau yakin?”

“Aku yakin Chanyeol”

Kami mulai mengukir nama kami berenam lagi, memberi garis-garis tipis dan mengukir nama Putra-putra kami. Persahabatan kami tak akan putus oleh jarak, waktu dan dunia. Karna persahabatan kami akan diturunkan oleh keturunan kami berikutnya, dan begitu seterusnya. Selama bunga Sakura masih tumbuh dan mekar, selama itu persahabatan kami selamanya walau  musim berganti dan kelopak Sakura gugur tapi akan ada penerus untuk persahabatan selanjutnya..

END

Iklan

4 pemikiran pada “Sakura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s