Beautiful Tubby (Chapter 2)

Title : Beautiful Tubby (Chapter 2)

Author : DkJung (@diani3007)

Namja Casts :

# [EXO-K] Oh Sehun à stolid, cool, sometimes can be sharp, want to be a photographer

# [EXO-K] Byun Baekhyun à kind, sweet, nice

# [EXO-M] Lu Han à polite, smart, talented, cute

# [EXO-K] Kim Jongin à charismatic, sexy

# [EXO-K] Park Chanyeol à humorist, childish, funny

Yeoja Casts :

~ [OC] Shin Hyori à lazy, really loves to eat

~ [OC] Lee Haena à kind

~ [OC] Kim Yunhee à smart, sharp

~ [OC] Sung Raewoo à tomboy, charismatic

~ [OC] Park Injung à optimistic

Other casts :

> [EXO-K] Kim Joonmyeon (Teacher)

> [OC] Lim Hyerin (Teacher)

Genre : School Life, Romance, Friendship, A little bit sad

Rating : PG 13

Length : Chaptered

Disclaimer : ide ff ini terinspirasi dari berat badan aku yang sangat tidak ideal, alias gendut -__- juga ada beberapa ide dari Thai Movie ‘CLTCL’. semoga pada suka dan tinggalkan jejak apabila sudah selesai membaca, entah itu comment atau like, atau mungkin comment dan like? [NOT FOR SILENT READER AND PLAGIATOR] Hargai karya aku yaaaa^^ happy reading, chingudeul!

Summary :

Namanya Shin Hyori. Siswi kelas satu SMA yang berat badannya melebihi batas normal, atau bisa dibilang, gendut. Badannya bulat, pipinya sangat tembam. Teman – temannya sudah berkali-kali memperingatkannya agar Hyori tidak makan terlalu banyak. Namun percuma, Hyori tidak pernah mau mendengarnya. Dia tidak pernah peduli masalah tubuh langsing dan sebagainya. Dia tetap enjoy walaupun tubuhnya gendut.

Hingga suatu hari, dia bertemu seorang namja yang membuatnya jatuh hati. Dia pun mulai mencoba mendekati namja itu. Di saat dia baru memulai usahanya itu, namja yang dia sukai berkata, “Aku tidak suka yeoja gendut,” dengan ketus.

Pasca namja yang ia sukai berkata seperti itu, dia jadi semakin ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi yang namja itu inginkan.

#Chapter 2#

            Baekhyun terlihat begitu khawatir melihat Hyori yang mendadak pingsan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menerobos kerumunan orang itu lalu mencoba untuk menggendong tubuh gendut Hyori. Namun, tak sampai lima detik, Baekhyun sudah tak sanggup mengangkatnya dan tubuh Hyori kembali jatuh. Sejenak, suasana menjadi riuh oleh suara tawa.

Baekhyun pun melirik ke arah teman-temannya, mengisyaratkan mereka untuk membantunya. Luhan yang melihat langsung menyenggol kedua siku temannya, Jongin dan Chanyeol. Mereka bertiga pun segera menghampiri Baekhyun dan menggotong Hyori bersama-sama.

Semua orang menatap Hyori iri karena bisa digendong oleh anggota FB5. Di saat yang bersamaan, terasa sedikit cemburu di hati Haena saat melihat Baekhyun yang begitu semangat menggendong Hyori. Sementara teman-teman Hyori yang lain menatap iba, kecuali Yunhee yang hanya diam dengan tatapan dingin.

###

            Hyori membuka matanya. Ditatapnya langit UKS sekolahnya yang berwarna putih. Dia lalu menoleh ke sebelah kiri, ada Baekhyun di sana. Dia sedang tersenyum ramah menatap Hyori.

“Kau sudah sadar?” Tanya Baekhyun.

Hyori merasa asing dengan wajah Baekhyun, dia menyatukan alisnya sambil sedikit menyipitkan matanya. “Nuguseyo?” tanyanya.

Naega? FB5, Byun Baekhyun imnida.”

“FB5? Apa sunbae anggota FB5?”

Baekhyun hanya mengangguk lalu tersenyum. “Kenapa kau tadi bisa pingsan?”

“Aku, hanya lupa sarapan.”

“Sarapan?!” Baekhyun panik seketika. Dia lalu melihat jam tangannya, pukul setengah satu siang. Baekhyun lalu menatap Hyori.

“Ini sudah siang! Aku akan bawakan makanan untukmu, tunggu ya!” ucap Baekhyun segera beranjak, namun Hyori menahan tangannya. “Nan gwenchana, sunbaenim,” ucap Hyori.

Baekhyun tahu Hyori tidak baik-baik saja, dia harus makan. Baekhyun pun langsung melepaskan genggaman tangan Hyori di tangannya lalu segera pergi mencari makanan. Hyori hanya menatap kepergian Bakhyun dengan tatapan kosong. Pikirannya kembali teringat di saat dia terakhir kali menatap punggung Sehun.

“Dia biasa saja, tidak ada perubahan. Hanya Cinderella yang gendut,” ucap Sehun.

Tanpa sadar, air mata Hyori jatuh setetes yang membuat bantal UKS menjadi basah.

###

            FB5 sedang duduk-duduk santai di kelas mereka. Sehun menatap sekeliling ruangan. “Mana Baekhyun?” tanyanya. Luhan dan Jongin saling pandang. “Eodi?” Tanya Sehun lagi. “Dia di UKS, menemani Hyori yang tadi pingsan,” ucap Chanyeol.

“Pingsan?” Chanyeol mengangguk. Sehun lalu menunduk selama beberapa detik, lalu dia kembali mendongak. “Untuk apa dia menemani Hyori? Bagaimana dengan pacarnya?”

Teman-temannya hanya mengendikkan bahu tidak peduli. Sehun pun diam saja, lagipula, dia tidak terlalu penasaran.

###

            “Sillyehamnida.”

Baekhyun dan Hyori menoleh ke arah pintu UKS secara bersamaan. Yunhee. Dia berdiri di sana tanpa ekspresi sambil menatap Hyori. “Temanmu?” Tanya Baekhyun pada Hyori. Hyori mengangguk. “Arrasseo, sepertinya aku harus keluar.”

Baekhyun berdiri lalu berjalan meninggalkan UKS. Yunhee pun melangkah mendekati Hyori dengan perlahan. “Gwenchana?” tanyanya to the point.Ne,” jawab Hyori. Yunhee lalu duduk di samping tempat tidur Hyori. “Apa yang membuatmu bisa sampai pingsan seperti tadi?”

Hyori hanya mengangkat bahu lemah. Yunhee mengendus, dia lalu menatap semangkuk nasi beserta sup atas di meja yang baru saja dibawakan Baekhyun untuk Hyori. “Jangan bilang kau tidak sarapan karena ingin diet?” Tanya Yunhee. Hyori tertegun, ucapan Yunhee tidak salah, sedikitpun. Hyori menggigit bibir bawahnya, dia merasa yakin tidak lama lagi Yunhee akan marah besar padanya.

Neo michoseo?! Bukan begitu caranya diet! Diet itu sama sekali tidak mengurangi porsi sarapan, sarapan itu sangat penting! Paboya!” bentak Yunhee, lalu mengatur nafasnya. Sementara Hyori merutuki kebodohannya.

“Kalau kau tidak tahu caranya diet, kau kan bisa tanya padaku! Apa gunanya kita berteman?”

Hyori perlahan mulai tersenyum lega. Sahabatnya ini ternyata bisa memahami perasaannya.

Yunhee berdiri, “Lebih baik kau makan makan dulu supnya, besok pagi aku tunggu di depan rumah. Pastikan kau memakai jaket tebal dan celana training. Kita akan berolahraga,” ucapnya lalu pergi meninggalkan Hyori sendirian.

###

            Baekhyun baru saja mau masuk ke kelasnya, tiba-tiba, tangan seorang yeoja menahannya. Lee Haena. Yeoja itu berdiri tegak sambil menggenggam lengan Baekhyun.

Oppa!”

“Hm, waeyo?

“Ada yang ingin kutanyakan padamu. Ini soal, kejadian tadi. Uh, Oppa, apa maksudmu tadi menolong Hyori?”

Baekhyun terlihat menerwang sejenak sambil menyipitkan kedua matanya. “Bukankah dia temanmu? Temanmu adalah temanku juga kan?” ucap Baekhyun dengan santai. Haena merunduk. Dia berpikir, ucapan Baekhyun oppa ada benarnya juga. Tapi, kenapa tadi Baekhyun oppa terlihat begitu antusias saat menolong Hyori? Dia bahkan sampai menyuruh FB5 yang lain untuk membantunya mengangkat tubuh gendut Hyori.

Keunde, Oppa–“

KRIIIING

“Ah, sudah bel! Lebih baik kau pergi ke kelasmu sebelum guru datang,” ucap Baekhyun tanpa mempersilakan Haena meneruskan kata-katanya yang terpotong oleh ucapannya. Haena hanya mengendus kesal. Sikap Baekhyun seolah-olah menghindarinya.

###

            Pagi yang begitu cerah menyambut hangat kota seoul. Pukul tujuh pagi. Di hari minggu, mustahil bagi Hyori bisa bangun pukul tujuh pagi. Dia terlalu malas untuk bangun. Hyori yang saat itu sedang menikmati mimpi indahnya harus terbangun oleh suara pintu yang dibuka paksa bagitu keras.

BRAKKK

Pintu pun terbuka lebar dan sontak Hyori terbangun. Yunhee membuka selimut Hyori lalu menarik tangan Hyori keluar kamar. Hyori yang masih setengah membuka mata itu hanya mengikuti langkah Yunhee.

BYURRRR

Yunhee mendorong Hyori hingga terjebur ke dalam kolam renang di rumahnya. Ya, rumah Hyori memang besar dan memiliki kolam renang. Hyori kaget dan langsung berenang ke pinggir kolam. Yunhee hanya melihatnya dengan tatapan datar. Setelah keluar dari kolam, Hyori justru kini yang mendorong Yunhee hingga terjebur. Hyori terlihat tidak terima diperlakukan begitu tanpa sebab. Yunhee hanya mengendus kesal lalu berenang ke pinggir dan menarik kaki Hyori hingga terpeleset dan pada akhirnya jatuh juga ke kolam.

Ya, Kim Yunhee!” bentak Hyori. Yunhee hanya menoleh sekilas.

“Ide, bagus. Berenang di pagi hari boleh juga.”

“Maksudmu?”

“Kau lupa? Tujuanku ke sini kan untuk mengajakmu berolahraga! Dan ini perlakuanmu terhadapku? Aku basah kuyup begini!”

“Kau duluan yang mulai!”

“Aku melakukannya karena kau tidak juga membuka matamu! Aku kesal tahu! Aku sudah berada di depan rumahmu sejak pukul enam pagi! Aku sudah menelponmu berkali-kali tapi kau tidak juga mengangkatnya! Makanya aku melakukan ini! Apa kau masih belum mengerti maksud dari kata ‘pagi’?”

Hyori diam saja. Kini mereka berdua basah kuyup. Mereka saling bertatapan lalu kembali diam. “Arrasseo! Lebih baik kita ganti baju sekarang, baru kita berolahraga,” ucap Hyori kemudian.

###

            Baekhyun dan Haena sedang jogging bersama. Rumah mereka satu komplek, jadi mereka bisa jogging bersama di sekitar taman atau lapangan komplek. Ya, komplek yang sama dengan Hyori. Dan, oh! Mereka melihat Hyori dan Yunhee sedang jogging juga, berlawanan arah dengan mereka. Ada sedikit perasaan tidak enak di hati Haena ketika melihat Hyori yang tidak seperti biasanya itu mau berolahraga. Dan benar saja, ketika Haena menoleh ke arah wajah Baehyun, dia sedang tersenyum melihat Hyori.

Baekhyun pun mempercepat larinya lalu menghampiri Hyori. Haena terlihat kesal sekaligus kaget melihat Baekhyun yang tiba-tiba menghampiri Hyori. Akhirnya, dia pun menyusul Baekhyun.

“Hyori-ssi!” panggil Baekhyun. Hyori mendongak, begitu juga Yunhee.

Oppa! Kenapa kau meninggalkan aku?” Tanya Haena yang baru menyusul.

“Jadi, kau juga suka jogging ya?” Tanya Baekhyun pada Hyori. Haena semakin kesal, ucapannya tidak direspon sedikitpun oleh Baekhyun. Hyori hanya mengangguk kaku sambil sesekali menatap Haena. Dia merasa tidak enak. Sedangkan Yunhee menatap heran sikap Baekhyun.

Oppa!” panggil Haena lebih keras.

“Hm?” balas Baekhyun tanpa menatap Haena sedikitpun.

Kajja!” Haena menarik paksa tangan Baekhyun pergi.

Sementra Yunhee masih terlihat tidak mengerti, tapi lagipula dia juga tidak terlalu ingin tahu. Tujuan dia saat ini hanya membantu Hyori berolahraga supaya kurus.

###

            Keesokan harinya, Raewoo datang pagi sekali ke sekolahnya. Dia sengaja datang pagi agar bisa latihan dance dulu di dance room di sekolahnya. Raewoo memang sangat mahir dalam dance. Guru seninya selalu menampilkan Raewoo dalam acara-acara khusus sekolah. Ketika dia sampai di depan pintu dance room, dia berhenti. Pintu itu tidak tertutup rapat, apalagi terkunci. Padahal ini masih pagi. Karena penasaran, Raewoo akhirnya berjalan perlahan mendekati pintu, lalu membukanya perlahan. Dan…

“AAAAA!”

Teriak Raewoo dan seorang namja bertelanjang dada di dance room itu bersamaan. Raewoo sontak menutup kedua matanya dengan tangannya. Jantung Raewoo berdegup sangat cepat melihat tubuh sexy namja itu. Namja yang sedang dalam keadaan topless itu segera memakai kemeja seragamnya. Sesekali dia mengumpat kesal. Perlahan, Raewoo mulai membuka mata dan tangan yang menutupi matanya. Dan ternyata, namja yang tidak sengaja ia pergoki itu adalah Jongin, anggota FB5 yang paling berkarisma dan sexy. Memang, karena dia sudah memiliki six pack.

Jeongmal jeosonghamnida, sunbaenim!” ucap Raewoo sambil membungkuk sekilas lalu segera membalikkan badan.

Chankaman!” ucap Jongin lalu berlari pelan ke arah Raewoo yang sudah menghentikan langkahnya terlebih dulu namun belum membalikkan badan.

“Apa yang membuatmu datang ke sini?” Tanya Jongin.

“Aku memang selalu berlatih di sini,” jawab Raewoo tanpa membalikkan badan.

Jeongmal?” Raewoo mengangguk. “Aku juga suka berlatih di sini. Keunde, kenapa kita baru bertemu sekarang? Ah, keurigu, mianhe, kau pasti kaget melihatku tidak pakai baju tadi. Aku memang selalu topless jika sedang berlatih sendirian di dance room. Aku yakin jika aku mengajakmu berlatih bersama, kau tidak akan mau. Baiklah, aku yang akan pergi. Selamat berlatih!” ucap Jongin diakhiri dengan senyuman. Raewoo hanya membungkuk kaku lalu menatap kepergian Jongin.

Jongin sunbae memiliki tubuh yang bagus dan… senyum yang manis.

###

            KRRRIIIIIIIIIINNGGG

Bunyi bel mengringi langkah Injung menuju gerbang sekolahnya.

BRUK!

Tubuhnya hampir jatuh. “Jeosonghamnida!” ucap orang yang menabraknya. Orang itu lalu kembali berlari mendahului Injung. Sementara Injung hanya menghela nafas lalu kembali berlari kecil, tenaganya hampir habis. Sesampanya di lobby sekolah, Lim sonsaengnim sedang berdiri tegak di hadapannya sambil membawa sebatang kayu yang kelihatan baru diambil (?) dari pohon. Injung pun mengerem mendadak langkah larinya yang begitu cepat itu. Injung menggigit bibir bawahnya.

Sonsaengnim, jebal jeosonghaeyo!” ucap Injung sambil membungkuk. Lim sonsaengnim memutar bola matanya dengan malas. “Tidak biasanya kau datang terlambat seperti ini!” bentak Lim sonsaengnim sambil menunjuk-nujuk wajah Injung dengan kayu di tangannya. “Sonsaengnim,” Injung memelas. “Kau kuhukum!”

###

            Rerumputan hijau tumbuh tinggi dan liar di taman belakang sekolah. Di sanalah Injung dan Lim sonsaengnim berdiri. Injung menatap lemas rerumputan yang begitu tinggi dan lebat itu.

Aigoo… sonsaengnim,” panggil Injung. “Hm?” Lim sonsaengnim merespon tanpa menoleh ke arah Injung. “Kenapa rumputnya bisa setinggi ini? Apa tidak ada yang merawat? Dan, ini kan luas sekali?” Tanya Injung.

Molla, keunde, aku harap kau bisa memotong rumput – rumput ini dengan rapi dan benar. Selamat bekerja,” ucap Lim sonsaengnim lalu pergi meninggalkan Injung sendirian. Lutut Injung serasa lemas dan rasanya ingin ambruk saat itu juga. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari alat pemotong rumput. Tiba-tiba suara mesin yang begitu bising mengganggu telinganya suara itu semakin keras dan kali ini ditambah suara seseorang.

“Woohoooooo!!!! Ini menyenangkaaaannn!!” teriak orang yang sedang terlihat begitu asyik mendorong mesin pemotong rumput. Injung menatap orang itu heran. Sementara orang yang diperhatikan itu mulai sadar dan berhenti melakukan aktifitasnya lalu menghamiri Injung.

“Datang terlambat? Kena hukuman? Kajja, kita kerjakan bersama! Eh, chankaman! Kita pernah bertemu! Tapi kapan ya? Ah, tadi! Aku tidak sengaja menabrakmu di gerbang. Benar kan? Kau belum tahu namaku kan? Joneun Park Chanyeol imnida! Mianhamnida! Aku sangat terburu-buru tadi! Neo gwenchana?” ucap orang yang bernama Chanyeol itu bertubi-tubi tanpa jeda. Injung tak berkedip dan mulutnya menganga mendengar ucapannya.

Chanyeol kebingungan. Dia menyatukan alis sambil mengerutkan dahi dan melipat kedua tangannya di bawah dada. Dia memperhatikan Injung lalu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Injung.

Ne, s…su…sunbae?! Nan gwenchana,” ucap Injung yang baru sadar.

###

            “Tahu tidak?” Tanya Jongin pada teman – temannya. Semuanya menggeleng.

“Tadi pagi, ada seorang yeoja yang memergokiku sedang topless!”

Jinjja? Nugu?” Tanya Baekhyun.

Molla! Aku tidak sempat bertanya siapa namanya, sayang sekali!”

“Bukankah, selama ini kau selalu latihan pagi-pagi? Bagaimana mungkin ada yeoja yang datang saat kau latihan?”

“Aku sendiri juga bingung, dia datang sama paginya denganku. Akau sampai tidak jadi latihan.”

“Dihukum lagi?” Tanya Baekhyun yang melihat Chanyeol memasuki kelas dengan lemas. Chanyeol yang mendengar pertanyaan Baekhyun hanya mengangguk lemah. Sementara FB5 yang lain hanya geleng-geleng kepala.

“Kau ini! Kebiasaan! Makanya, jangan suka bangun kesiangan!” ucap Luhan.

Ne, kau ini bikin malu kita saja!” tambah Jongin. Di saat yang lain memaki Chanyeol, Sehun seperti biasa selalu asyik sendiri dengan kameranya. Ya, dia memang ketua FB5, tapi justru dia yang terkesan paling tidak ingin ikut camput masalah gengnya itu.

Keunde, kali ini aku tidak terlalu menyesal datang terlambat,” ucap Chanyeol sambil tersenyum, menarik perhatian teman – temannya. “Memangnya kenapa?” Tanya Luhan. “Aku ditemani seorang yeoja cantik!”

Jinjja? Pasti kau sudah menjadi musibah baginya,” ledek Baekhyun. Saat itu juga Chanyeol dengan teganya mendorong Baekhyun yang sedang duduk di atas meja hingga nyaris terjatuh. “Ya, Park Chanyeol!” teriak Baekhyun. Chanyeol hanya melipat tangan kesal.

“Sudahlah, kalian ini,” lerai Luhan. Dia memang yang paling dewasa di antara teman – temannya. Setelah Luhan bicara, semua menjadi diam, hening. Semuanya memperhatikan Sehun yang serius dengan kameranya.

“Sehun-ah! Kau sedang apa?” Tanya Baekhyun. Sehun mendongak. Dia menatap teman – temannya satu per satu. Semua menatap ke arahnya. “Mwo?” Sehun malah bertanya. “Kau ini dari tadi sedang apa?” Tanya Luhan. Chanyeol yang tidak bertanya apapu justru kini menghampiri Sehun lalu melihat ke kamera. Banyak sekali foto anak-anak kelas satu yang sedang latihan pementasan drama. Dan yang mendominasi kamera Sehun adalah foto Shin Hyori.

“Oh Sehun, kau tidak jatuh cinta pada Shin Hyori kan?” Tanya Chanyeol sambil menyipitka matanya. “Mworagu? Maldo andwae!” jawab Sehun ketus. “Lalu, kenapa di kameramu banyak sekali fotonya?” Tanya Chanyeol lagi. “Kau menyukainya, ya?” goda Jongin.

“Memangnya kenapa? Apa salah? Dia kan Cinderellanya! Masa aku lebih banyak memotret pemain figuran dibanding pemeran utama?!” Sehun kini mulai kelihatan marah.

Ya! kenapa kau marah?”

“Aku tidak marah! Aku hanya kesal!”

Sehun pun pergi membawa kamera meninggalkan teman – temannya. “Lihat kan, dia jadi marah,” ucap Baekhyun. Luhan menghela nafas lalu berlari mengejar Sehun.

“Sehun-ah!”

###

            “Yunhee-ya!” panggil Hyori sambil menghampiri bangku Yunhee.

Wae guraeyo, Hyori-ya?”

“Apa olahraga yang kulakukan kemarin masih belum benar?”

“Belum benar bagaimana?”

“Berat badanku masih belum turun! Masih enam puluh lima kilo gram!” (kok gendut amat -_-)

Yunhee menggeleng-gelengkan kepalanya. “Shin Hyori, penurunan berat badan itu perlu tahap, tidak mungkin sekaligus! Apa kau ini tidak bisa sabar?!” bentaknya.

“Apa akan memakan waktu lama?” Tanya Hyori.

“Tergantung, berapa lama kau membuat tubuhmu itu menjadi gendut?”

“Aku sudah gendut sejak SD,” keluh Hyori.

“Yasudah.”

“Apa selama itu?! Apa aku harus menunggu lima tahun lagi untuk kurus?!”

“Tidak selama itu! Asalkan kau rajin dan rutin berolahraga, kau akan cepat kurus! Dan kurangi porsi makanmu yang berlebihan itu! Kau ini bodoh sekali!”

“Kenapa kau mengejekku?!”

“Itu memang kenyataan!”

Hyori diam saja. Kepalanya tertunduk. Yunhee memperhatikannya. Sampai sekarang, dia masih belum tahu apa yang membuat Hyori sangat ingin kurus. Karena yang ia tahu, Hyori sangat menikmati kondisinya yang gendut tanpa merasa terbebani.

Ya,” ucap Yunhee. Hyori mengangkat kepalanya. “Sebenarnya, kenapa kau itu ingin sekali kurus? Ada apa sebenarnya?”

###

            “Ya, Sehun-ah! Berhenti di situ!” teriak Luhan yang sudah kelelahan mengejar Sehun sampai taman belakang sekolah. Sehun pun menghentikan langkahnya. Luhan segera menghampiri Sehun lalu menepuk pelan pundak Sehun.

“Kenapa kau lari?” Tanya Luhan. Sehun diam saja. “Jawab aku! Kenapa kau selalu diam jika ada orang yang bertanya?”

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin sendiri, makanya aku pergi.”

“Apa kau tersinggung dengan ucapan teman – teman tadi?”

Sehun kembali diam. Luhan menghela nafas berat, berkomunikasi dengan namja yang satu ini memang agak sulit.

“Sehun-ah, waeyo?

“Aku tidak suka mereka bicara seperti itu!”

“Berarti benar, kan? Kau tersinggung?”

Sehun mencengkram kamera dalam genggamannya begitu kuat. Luhan yang melihatnya agak ngeri. Ekspresi wajah Sehun sulit diartikan.

Wae gurae, Sehun-ah?”

“Apa aku terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta?”

Mwo?

“Apa aku kelihatan menyukai Hyori?”

“Sehun-ah!”

Sehun menundukkan kepalanya. Luhan menatap Sehun bingung. “Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Apa kau benar-benar jatuh cinta pada Hyori? Apa karena itu kau tersinggung?”

 

#TBC#

 

Di chapter ini, maaf kalo terlalu pendek, atau kurang memuaskan readers… di chapter berikutnya pasti akan aku perbaiki^^

Aku harap readers masih mau komen dan menunggu chapter 3! ^_^

Sekali lagi, maaf kalo ada/banyak typo ._.v

33 pemikiran pada “Beautiful Tubby (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s