Happily Never After (Chapter 2)

Title     :           Happily Never After ( Part II )

Author:            Kenza12 (@alin_rizqy (XOXOpowers)

Genre  :           angst,romance,sad,and litte smuth

Cast     :           Lee shinwa ( The Princess of sad )

Oh sehun ( King of anything )

Kim jong in ( The wariors of love )

Huang zi tao ( The master shyco )

Xi luhan ( The Prince Of calm )

PG       :           17+

Disclaimer : ini adalah ff pertama aku , semoga kalian suka

poster-happily never after

* The saddest story is begin

At breakfast time

Kini shinwa dan juga keluarga kecil suho sudah berkumpul di meja makan dan sesekali shinwa maupun kai mencuri-curi pandang satu sama lain hingga akhirnya suho yang menjadi “tetua”di situasi ini memtuskan untuk membuka mulutnya .

“ ehm,aku akan pergi ke new zealend selama beberapa minggu , kuharap kalian bisa cepat akur “

Jongmyun megeluarkan suaranya hingga kai sedikit tersedak dibuatnya , dan itu kurang sopan .

“ ehm,ahjussi apa aku masih boleh untuk sesekali tinggal di rumahku yang dulu”

Shinwa bertanya dengan nada dinginya dan menatap dingin kai yang sedang menatapnya juga

“apa ada hubunganya dengan kejadian tadi malam ?” tanya jongmyun ahjussi hati-hati,ia merasa tak enak dengan shinwa akbiat kelakuan kai

“ ani,aku hanya merindukan ayah “ jawab shinwa pelan

“ shinwa onnie,kau harus semangat lee ahjusii pasti akan sedih kalau kau terus bersedih karenanya “

Hera menyemangati shinwa dengan mengepalkan tanganya ke atas dan disambut senyum kecil oleh shinwa sedangan kai yang baru tahu asal-usul shinwa hanya diam , ia tak tahu apa yang harus ia lakukan pada gadis yang berada di depanya ini .

Sarapan itu sudah berakhir dan kini suho sudah berangkat dengan sebuah koper besarnya dan sekarang shinwa bersiap untuk menuju tempat kuliahnya . ia masuk kekaamarnya dan menemukan sebuah baju yang cocok untuknya .

Ia keluar dari kamarnya dengan membawa beberapa tumpuk buku pelajarnya namun saat ia melewati kamar hera ,shinwa merasa ada yang salah dengan kamar itu , ia pun memutuskan untuk masuk dan menemukan hera sedang asyik dengan sebotol wine nya dan hal itu menyisakan sebuah pertanyaan bagi shinwa dan gadis itu pun tak tahan untuk bertanya melihat sifat hera yang berbeda drastis saat sang ayah berada di rumahnya .

“ hera “ panggil shinwa pelan dan hera menoleh dengan senyum kecil di wajahnya yang sudah merah .

“onnie , kau sudah mau berangkat “ tanya hera dengan santai seperti tak ada rasa bersalah di benaknya karena sudah berani mengkonsumsi barang yang shinwa anggap haram itu .

“ne,euhmm kau sedang apa ?” tanya shinwa hati-hati,gadis itu berusaha menahan rasa mualnya akibat bau alcohol yang memaksa masuk kedalam indra penciumanya yang sensitif.

“aku,–ehm tak ada “ jawab hera yang kini malah berbaring .

“ aku bukanlah orang yang cerewet tapi – hera,sebaiknya kau tak meminum alcohol itu “ akhirnya shinwa yang memang memunyai insting seorang dokter itu mengemukakan pendapatnya .

“ baiklah,” dengan cepat hera membuang botol wine yang sudah kosong itu ketempat sampah yang berada persis di sampingnya dan hal itu membuat shinwa lega namun baru beberapa saat ia berbalik untuk memtuskan melanjutkan kegiatanya, hera mengeluarkan sebuah kalimat

“ onnie, sebaiknya kau jangan ikut campur lagi urusanku “

Terdengar nada sinis dari kalimat yeoja yang baru menginjak kelas 2 sma ini dan shinwa melupakan sesuatu kenapa ia tak menyanyakan apa hera tak bersekolah karena ini bukanlah hari libur,tapi shinwa pun sepertinya tak mau peduli karena memang itulah sifat aslinya ia menagcuhkan perkataan hera dan beranjak keluar dari kamar hera .

Hingga gadis itu melihat sebuah mobil yang ia kenali sebagai mobil hadiah terakir kali dari sang ayah sudah betengger manis di depan rumah besar jongmyun,hingga seorang pelayan yang sepertinya bertugas di bidang garasi mendekatinya dan memberinya sebuah kunci mobil itu .

Shinwa menerima kunci mobil itu dan bersiap untuk berangkat hingga seorang pria yang juga sedang berada di dalam sebuah mobil sport berwarna merah dengan smirk nya kai menatap shinwa dengan remeh .

“ cih-gadis sepertimu bisa menyetir juga rupanya ?”

kai memandang remeh shinwa sedangkan shinwa hanya tak menanggapinya dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mobil itu namun baru beberapa detik ia berada di dalam mobilnya , kai namja itu masuk ke dalam mobil shinwa dan hal itu sontak membuat shinwa kaget dan menatap kai benci .

“ya-apa yang kalukakan hah ?” teriak shinwa dan ka hanya tersenyum

“ memangnya kenapa , kau lupa apa yang ayahku katakan , kita harus cepat akur “

“ne,tapi tidak harus seperti ini “

“sudahlah , jalankan saja mobilmu aku bisa terlambat “

Shinwa melihat jam kecil berbentuk kotak di atas dashboard moilnya dan terkejut saat melihat jarum jam di sana sudah pada angka 8 dan itu adalah angka keramat bagi shinwa ,secepat kilat gadis itu melupakan kehadiran kai di sampingnya dan melajukan mobilnya itu , kai tersneyum menang .

Hingga beberapa menit kemudian shinwa sudah sampai di depan gerbang kampusnya dan melihat gerbang itu sudah hendak ditutup ia segera meraih tasnya dan bersiap untuk keluar hingga kai meanarik lenganya .

“ ya-lalu bagaimana dengan ku >_<?” tanya kai yang masih berada di dalam mobil shinwa .

‘pikir saja sendiri –bodoh “ jawab shinwa seraya keluar dan berlari untuk menjaga reputasi nya . sebagai murid teladan apa yang akan dikatakan orang jika manusia seperfect shinwa bisa terlambat 30 detik dari kampusnya . its not princess of goddness style.

Kai pov

Rasanya aku ingin tertawa sekarang melihat cara berlari gadis itu , astaga aku benar-benar sudah gila karena mengikuti gadis itu, ada apa dengan ku ? rasanya aku ingin selalu bersama gadis itu biarpun ia selalu menyelipkan senyum sinis nya padaku tapi itu lah yang menjadi daya tariknya, dan aku melupakan sesuatu aku harus segera berada di kampusku jika aku tak mau ketinggalan ujian semester pagi ini , dan segera kulajukan mobil BMW milik yeoja yang kuakui sedikit memiliki kemiripan dengan wajah ibuku , ibu yang sudah kuanggap seperti orang asing .

 

 

Author pov ( skip aja ya ,soalnya kepanjangan hehehe)

Setelah beberapa bulan kai dan shinwa semakin dekat,perbedaaan yang ada membuat mereka selalu bersama terlebih lagi kai yang kini makin menaruh hati pada shinwa yang kelihatnya tak mengetahui radar-radar cinta dari seoranng kai hingga akhirnya pada suatu hari,hari yang indah dan penuh makna untuk seorang kim jongin .

At a new day …………………

Kai sedang mengutak-atik smartphonenya hingga seseorang yang beberapa waktu ini menyita perhatianya menghampirinya dengan wajahnya yang ditekuk ke dalam dan kai tahu kalau shinwa sedang bosan dan ini kesempatan bagus untuk mengajak shinwa ke suatu tempat sekaligus menjalankan rencana rahasianya yang telah ia buat dengan baekhyun dan juga chanyeol .

“  aku benar-benar bosan sekarang “ racau shinwa yang sudah duduk di sofa merah milik kai

“ kau mau ikut dengan ku ?” tanya kai seraya duduk di samping shinwa,

“ kemana ?” tanya shinwa penuh semangat

“ ehmm,ke suatu tempat – siapkan pakaian mu sekarang “

Kai meninggalkan shinwa yang masih menatap nya dengan bingung dan menatap kai yang kini tengah menghadap lemari pakaianyadan mengeluarkan beberapa pakaian nya ke dalam sebuah koper

“ hei-kau mau ikut tidak ?” tanya kai yang kini diserati dengan tatapan dinginya dan hal itu membuat shinwa segera berdiri untuk menuju kamarnya ia tak ingin menyiakan kesempatan ini karena selama 2 minggu ini ia akan libur setelah berhasil meyelesaikan skripsinya .

Setelah bebrapa menit kemudian shinwa telah siap dengan perlengkapanya dan juga beberapa pakaian nya yang ia siapkan untuk liburan pertama kalinya dengan kai , namja yang sudah ia anggap seperti kaka nya ini,ya.seorang kaka itulah yang bisa shinwa tangkap dari pertemananya nya selama ini dengan kai tak ada cinta tak ada hasrat yang bisa shinwa rasakan dari kehadiran kai di hidupnya, shinwa tak munafik jika pesona yang diberikan kai cukup besar sehingga membuatya sempat hanyut di dalamnya namun ia segera tersadar dan mengingat kembali cerita cintanya yang dulu sempat menorehkan trauma mendalam di hati serta raga nya .

Shinwa keluar dengan penampilanya yang simple dan saat itu juga ia melihat kai yang kini sedang menaruh beberapa perlengkapanya ke dalam mobilnya , shinwa menghampiri kai kemudian melemparkan tas nya yang lumayan besar itu ke arah kai dan kai hanya menangkap tas itu dan tersenyum simpul setelah memasukan tas shinwa kai menghampiri shinwa kemudian ia mendekatkanya tepat pada telinga kanan shinwa .

“ we will make history “ bisik kai sebelum ia beranjak masuk kedalam mobilnya dan meninggakan shinwa yang kini sedang mengatur nafsnya sebelum akhirnya suara clakson mobil kai mengacaukan konsentarsinya dan ia langusng masuk ke dalam mobil kai yang memang hanya di desain untuk 2 oarang itu .

Perjalanan ke 2 orang itu akhirnya berlangsung dengan sangat lancar dan hal itu membuat kai semakin yakin untuk menyatakan cintanya pada shinwa tapi apakah ia tahu kalau shinwa sebenarnya tak mempunyai perasaan apa-apa pada nya yang hampir beberapa bulan ini berhasil membuang rasa sedih shinwa akibat kematian ayahnya itu .

At Kai villa

Kai dan shinwa akhirnya berhenti di sebuah rumah yang terletak tepat di pinggir sebuah bukit dengan nuansa senja yang mulai menyapa rumah itu kelihatanya sangat eksotis berdiri dengan indahnya.

Shinwa keluar dari mobil itu sambil meregangkan badanya yang tersa hancur akibat terlalu lama mendudukan pantantnya pada jok mobil kai selama 4 jam , dan betapa bahagaianya ia saat mengetahui kalau ia dan kai sudah sampai ke sebuah villa yang kai akui milik nya itu .

“ ayo masuk ?” ajak kai yang kini dengan santainya menggenggam tangan shinwa dan shinwa merasa bigung sekarang kenapa namja itu terkesan santai dan tak membawa perlengakapan mereka dan kebingungan shinwa bertambah saat melihat beberapa namja sedang tersenyum melihat kehadiran kai dan juga dirinya , kai terlihat sangat antusias terbukti dari binar matanya yang sepertinya sangat senang bertemu dengan sahabatnya itu .

“ ya-kai kenapa kau lama sekali huh ?” tanya baekhyun yang kini berada tepat di depan kai

“ mian hyung tadi aku sedang ada beberapa urusan sehingga agak sedikit terlambat “ balas kai yang seperti mengisyaratkan sesuatu pada chanyeol lewat kedipan matanya

“ arasseo , kajja masuk tak baik membiarkan seorang gadis cantik melamun di luar “

Sindir baekhyun pada shinwa yang memang sedang melamun saat itu , shinwa lalu tersenyum kikuk dan mengikuti langkah kai untuk masuk ke dalam villa nya itu tetapi ada yang aneh mengapa sepertinya ke 3 laki-laki itu sedang merahasiakan sesuatu ?

Kai pov

Aku meninggalkan shinwa yang kini telah berada di kamar yang khusus ku persiapkan untuknya,aku bukanlah namja mesum yang akan menyakiti yeoja seperti shinwa jadi aku tak akan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti you know ???(sex)

Aku melangkahkan kakiku untuk bertemu dengan baekhyun dan cahanyeol hyung yang sedang berada di rooftop villa milikku ini , aku me;ihat ke 2 orang itu sedang asyik dengan gadget nya aku duduk di samping baekhyun hyung dan menenggak soda yang sejak tadi aku genggam

“ kai bagaimana ?” Tanya chanyeol hyung dengan wajah seriusnya

“ bagaimana apanya ?” Tanya ku dengan raut wajah bingungnya

“ shinwa apa ia menaruh curiga ?” Tanya chanyeol hyung lagi

“ sepertinya tidak ,apa semuanya sudah beres ?”

“ ne,serahkan saja pada kami “ jawab ke 2 orang itu seremapak

“ kerja bagus , gomawo hyung “

“ kai , sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk menjadikan gadis itu menjadi milikmu “

Perkataan baekhyun hyung membawa sinyal-sinyal negative di otakku

“ apa ?”  jawab ku penasaran dan tiba-tiba saja aku bisa melihat ekspersi wajah ke 2 hyung ku itu menjadi wajah seorang buaya darat .

“ kau harus bisa menjadikanya bergantung padamu “ jawab baekhyun hyung

“ maksudmu “

“ kau harus bisa membuatnya meminta pertanggung jawaban mu dan membuatnya tak bisa hidup tanpamu “ tambah chanyeol hyung lagi dan aku semakin bingung

“ hei jangan berbasa-basi , katakan saja dengan cepat “ kesalku pada ke 2 orang namja pervert nan yadong itu .

“ have a nice sex with her “ benar dugaan ku , dasar para remaja tua yang labil ini mencoba menularkan sifat yadong mereka padaku .

“ never,aku bukan pecundang “ jawab ku lirih (padahal itu bukan rencana yang buruk )

“ terserah padamu “ ucap baekhyun hyung dengan wajah acuhnya dan entah kenapa aku jadi memikirkan rencana yadong ke 2 hyungku yang memang kelewat pervert itu .

Aku beranjak meninggalkan mereka dan menuju kamar shinwa,tepat sebelum aku mencoba membuka pintunya shinwa telah terlebih dahulu meanmpakan wajahnya yang sedikit basah , dengan sweater hijau dan juga hotpants yang sedikit membuat ku memuji tubuh indah nya .

“ kai , kau kenapa ?” Tanya shinwa yang sepertinya mulai curiga dengan tatapan mataku yang tertuju tepat pada kaki jenjangnya dan secepat mungkin aku mengalihkan pandanganku dan mencoba menetralkan wajahku yang mulai memerah .

“ ah-ani , kurasa bukan pilihan tepat memakai hotpants di tengah cuaca dingin seperti ini “

Aku sengaja berbohong demi kebaikan shinwa , sejujurnya aku lebih takut kalau ke 2 hyung ku itu melihat tampilan tubuh shinwa sekarang .

“ ehm-kuarasa belum terlalu malam untuk berjalan-jalan “ shinwa mengatakn hal itu seraya berjalan menjauhi ku akupun mengikutinya dari belakang dengan pelan .

Kami keluar dari villa ini dengan selamat kulihat wajah shinwa yang sepertinya sangat senang berada di tempat ini , ia berhenti tepat di depan pagar villa yang ibu hadiahkan padaku dan juga hera  2 tahun lalu namun sialnya di vila ini lah tempat pertama kali dimana aku melihat ibuku berselingkuh dari ayahku dan aku punya luka tersendiri untuk kenangan itu .

“ kai –kemari “ aku melihat shinwa memanggiku sembari mengayun-ayunkan tanganya

“ ada apa ?” Tanya ku spontan saat aku sudah berada tepat di samping gadis itu

“ kau tahu , sepertinya aku pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya ?”

dejavu ?” tanyaku dengan melihat ke depan

“ ne,sepertinya aku pernah mengalami hal seperti ini tapi ada yang berbeda “

Shinwa menatap ku dengan penuh seldiik dan itu membuatku risih

“ namja yang ada di kejadian itu bukanlah dirimu “ ucap shinwa dengan lembut aku merasakan kecewa di dalam hatiku padahal itu hanyalah dejavu yang pernah ia alami .

“ memang nya seperti apa namja yang ada di saat itu ?” Tanya ku penasaran (kepo??)

Tiba-tiba saja tangan indahnya merangkak menuju ke 2 pipi ku , aku seperti tersengat listrik saat gadis itu menyentuhku seperti ini

“ kau tahu , namja itu punya kulit yang sangat putih seperti susu , alis matanya sangat tebal dan satu lagi yang membuatmu sangat berbeda denganya “

“ apa ?” Tanya ku pelan

“ bibirmu berbeda dengan namja itu “ shinwa menyentuh ujung bibir ku pelan dan aku baru sadar kalau jarak kami sekarang sudah sangat dekat dan aku baru menyadari kalau selama beberapa detik ini bukan angin yang menyapu dengan lembut wajah ku melainkan deru nafasnya .

Perlahan aku mencoba menghapus jarak yang ada di depan kami , kulihat shinwa hanya diam mendapat perlakuan seperti ini dariku aku semakin semangat untuk melakukan itu denganya , aku mendekap pinggul gadis itu dengan seduktif kemudian memiringkan wajah ku untuk mendaptkan posisi yang menguntungkan ku  untuk mengulum bibir kissable gadis itu .

5 cm ~ 2 cm ~ 1 cm

Shinwa menjauhkan wajahnya dariku ia memalingkan wajahnya yang hampir saja bisa kucium itu , ia menatapku dengan kikuk begitu pun aku ,aku tak akan menyangka akan melakukan hal seperti ini padanya pasti sekarang gadis ini sedang berfikir yang tidak-tidak terhadapku.

Shinwa pov

Aku memalingkan wajahku saat kesadaranku kembali pulih , apa yang baru saja akan kulakukan dengan kai ? aishhh—pasti sekarang  namja itu akan mengejeku habis-habisan tapi mengapa jantung ku masih bergetar sejak tadi ? .

Aku duduk di salah satu kursi yang ada di situ dan mencuri pandang ke arah kai yang sekarang menatap ku dengan singkat sebelum akhirnya duduk di sampingku .

“ shinwa , maaf soal tadi “ ucap kai yang kedengaranya tulus itu

“ ah-ne , untung saja tidak terjadi “ jawab ku canggung ,

“ memangnya kenapa kalau sampai terjadi ?” Tanya kai dengan smirknya , oh god jangan bilang kalau kai sedang dalam kedaan jahil sekarang .

“ ani-aku hanya –“ aku menggantungkan kalimatku dan meantapnya dengan takut

“ ah sudah lah lupakan “ jawab ku akhirnya dan sedetik itu juga kudengar tawa menang kai .

Keadaan sempat sunyi sampai suara angin menggelitik indara pendengaranku , aku beanr-benar pernah mengalami hal ini sebelumnya dan itu terasa sangat nyata .

“ kau pernah menjalin hubungan dengan seseorang ?” Tanya kai

“ ehm-ya “ jawab ku dengan lemas , mengingat kata hubungan mengingatkanku pada seseorang yaitu mantan kekasihku Tao,The master HUANG ZI TAO

“ nugu ?” kai mencoba mendekatkan dirinya padaku

“ kau tak perlu tahu “ jawab ku pelan , aku tak ingin menyebut nama itu lagi bagiku menyebut namanya saja sudah membuat hatiku kelu akan sikapnya selama berhubungan dengan ku , aku trauma padanya tapi tak kupungkiri kalau jauh dalam hatiku aku masih mencintainya .

“ya-kenapa kau jadi melamun hah ?” kai memukul bahu ku pelan

“ lalu , bagaimana dengan mu ?” Tanya ku pada kai yang kini tersenyum , tapi itu bukan senyum senang melainkan senyum kepahitan.kepahitan yang akan selalu menghinggapi kehidupan manis kisah hidupnya.

Trauma kai pada sosok seorang wanita – Alexandria huang namanya seorang gadis bangsawan keturunan jerman-korea dan tentunya kalian sudah bisa menebak bagaimana selera kai terhadap kaum hawa yang ada disekitarnya . mereka bertemu dalam sebuah cara amal yang aktif Alexa – panggilan sayang kai untuk gadisnya,dengan waktu yang cukup lama terbilang 3 tahun lamanya , kai sangat mencintai gadis dengan rambut blonde silver itu ia merasa nyaman namun tak mampu mengungkapakan apa yang ia rsakan saat itu , perasaan cinta yang besar untuk Alexandria yang ingin ia salurkan dalam suatu hubungan yang lebih intim.

Namun di hari itu , di hari yang gelap dan sunyi itu kai seperti tersambar petir di tengah ladang dewa Thor- ia terduduk di kursi tua yang berada tepat di samping sebuah peti kayu yang terbuat dari phon oak yang berkelas mengingat Alexandria berasal dari keluarga bangsawan . Alexandria tewas dalam kecelakaan tunggal akibat laju mobil yang dikendarainya melebihi batas maksimal seorang wanita untuk mengemudi sebuah mobil sport keluaran italia , mobilnya menghantam lampu lalulintas di sekitar gangnam dan menewaskan ia serta seorang polisi lalu lintas yang sedang berjaga , tubuh wanita itu hampir tak bisa dikenali karena kondisi jasadnya yang setengah hangus termakan api serta campuran oli . kai hampir saja limbung ketika peti mati gadis itu tertimbun tanah makam yang dingin karena bercampur air hujan atau air matanya, kai tak bisa lagi membedakan yang mana dingin dan yang mana asin,yang ia rasakan hanyalah kehampaan hanya itu taka da yang lain .

 

29 pemikiran pada “Happily Never After (Chapter 2)

  1. ‘namja itu mempunyai kulit yang sangat putih seperti susu’ KYA kirain sehun. owh ternyata tao. . . .
    benarkah tao sperti itu ???? hehehe

    mana sehun.a ??? jgn d umpetin aja thor. . .

  2. Akhirnya ada penggambaran si Tao, ini yang kutunggu xD
    lanjut seperti biasa, sedikit-sedikit hubungan cinta mulai terkuak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s