Can’t You See Me? Just Once (Chapter 7 – END)

Title                 : Can’t yousee me? Just once…

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

                          Xi luhan (EXO-M)

Extended cast: Kim jong in (EXO-K)

                          Oh sehun (EXO-K)

                          Kris (EXO-M)

Genre              : Romance, sad, married

Disclaimer       : This part is end from Can’t You See Me Just Once. Thank you for leave your comment ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BRUKKK

Aku terjatuh tepat saat suara sehun memanggilku.

Author POV*

“Joon hee-ah nugaogoissda?” tanya sehun yang baru saja keluar dari toilet. Karena penasaran sehun pun berjalan menuju kearah pintu masuk.

“Joon..” Baru akan memanggil joon hee dia terkejut melihat joon hee sudah jatuh dilantai.

“Joon hee-ah wae? Museum iliya?” tanya sehun panik

Sedangkan yang ditanya hanya menggeleng setelah itu tidak sadarkan diri.

Sehun benar-benar panik dan dia sungguh tidak mengerti ada apa sebenarnya hingga dia melihat gambar yang berserakan tidak jauh dari tempat joon hee terjatuh. Dan dia mengambilnya. Sehun kaget setengah mati melihat gambar-gambar itu.

‘ASTAGA!! Bukankah ini luhan hyung dan min.. hyorin..’ Batin sehun

Tanpa pikir panjang lagi sehun segera membawa joon hee kerumah sakit karena dia tidak ingin terjadi apa-apa pada sahabat yang sekaligus istri dari kakaknya tersebut.

 

›At Seoul Internasional Hospital‹

Sehun terus saja mondar mandir didepan pintu ruang gawat darurat. Dia khawatir dengan keadaan joon hee terlebih lagi sejak joon hee tiba di rumah sakit ini dia sama sekali tidak bisa menghubungi luhan.

“Sehun-ah…” panggil yejin. Yang dipanggilpun menoleh kearah sumber suara. Perasaannya sedikit lega setidaknya salah satu orang yang dia hubungi sudah hadir dirumah sakit ini.

“Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” tanya yejin dengan nada penuh kekhawatiran

“Aku juga tidak tahu.” Jawab sehun lesu

Tidak lama kai datang dengan nafas yang masih memburu. Kai datang begitu sehun memberitahunya bahwa joon hee pingsan. Saat itu kai yang sedang dalam rapat pun tanpa berfikir terlebih dahulu meninggalkan ruangan rapat itu dalam keadaan tergesa-gesa dan karena hal itu dia mendapatkan tatapan aneh dari para bawahannya.

“Apa yang terjadi? Kenapa joon hee bisa sampai pingsan?” tanya kai yang masih mencoba untuk menetralisir nafasnya

“Molla..”

CEKLEKK

Pintu ruang gawat darurat terbuka dan memunculkan seorang dokter yang terbilang masih cukup muda.

“Hyung bagaimana keadaan joon hee?” tanya kai begitu mengenali sosok dokter tersebut. Doanghae sang dokter muda pun tersenyum menenangkan.

“Gwaenchana Joon hee hanya terlalu lelah dan dia membutuhkan banyak istirahat.” Jawab donghae menenangkan

“Syukurlah.” Jawab kai dengan perasaan lega. Sehun dan yejin pun sama mereka merasa lega karena sahabat mereka tidak apa-apa.

“Kai-ah bisa kau ikut denganku? Ada sesuatu yang harus kubicarakan.” Ucap donghae lembut

“Ne.. sehun-ah yejin-ah tolong jaga joon hee sebentar ne?” dan kai mendapat anggukan dari mereka berdua.

Kai mengikuti donghae menuju ruangannya. Entah apa yang ingin dibicarakan oleh dokter itu.

“Yejin-ah aku harus memberitahu luhan hyung dulu. Jadi kau bisakan menjaga joon hee sendirian? Aku tidak lama..” ucap sehun

“Ne pergilah” jawab yejin

Sehun punpergi berjalan meninggalkan yejin yang masih berdiri. Belum jauh sehun melangkah yejin memanggilnya kembali.

“Sehun-ah….” Panggil yejin. Dan sehun pun menoleh.

“Bicaralah baik-baik padanya.” Ucap yejin dengan senyum menenangkan miliknya

Sehun tersenyum dan mengangguk. Setidaknya dia mempunyai tambahan semangat untuk menghadapi kakaknya yang entahlah sehun sendiri tidak tahu harus menyebutnya dengan apa.

 

 

Luhan POV*

“Aku pulang..” ucapku sambil menutup pintu depan apartement yang kami tinggali

‘kenapa sepi? Kemana joon hee?’ batinku

‘mungkin dia sedang tidur dan hari ini aku melewati janjiku lagi untuk pulang saat jam makan siang’ sesalku

Aku berjalan menuju kamar. Sepertinya tidur adalah hal yang tepat untukku saat ini. Tubuhku rasanya lelah sekali. Tapi baru sampai diruang tamu aku melihat sehun sedang duduk disana.

“Sehun-nie kau disini? Kemana joon hee?” tanyaku. Aku bingung tentu saja, biasanya saat akan datang berkunjung sehun selalu menelfonku terlebih dahulu untuk memberitahu tapi ini tidak. Dan dimana joon hee?

“Sehun-ah kenapa datang tidak memberitahuku?” tanyaku

“…..”

“Dimana joon hee?” tanyaku lagi

“…..”

‘ada apa dengan anak ini? Kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku? Dan tatapannya itu kenapa dia menatapku dengan pandangan sesinis itu?’ batinku

“Sehun-ah aku bertanya padamu dimana joon hee?” tanyaku sedikit kesal karena sejak tadi tidak mendapatkan jawaban apapun

“Kau masih menanyakan keberadaannya?” tanya sehun kembali dengan nada dingin

“Apa maksudmu? Ada apa sebenarnya?” tanyaku yang kali ini sudah benar-benar kesal melihat tingkah adikku sendiri

“Kau masih ingin mengetahui keberadaan joon hee? Aku kira kau sudah tidak mempedulikannya lagi. Dan aku kira kau sudah bersenang-senang dengan min hyorin.” Ucap sehun dengan nada meremehkan.

“Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau tidak sopan terhadapku!” Kataku. Sehun terkekeh mendengarnya.

“Apa aku masih pantas menghormatimu sebagai hyungku? Aku rasa tidak.” Jawab sehun datar

“Jaga ucapanmu oh sehun! Cepat katakan dimana joon hee istriku?!” ucapku dengan nada tinggi

“Kau masih menganggapnya sebagai istrimu? Aku rasa mungkin setelah dia sadar dia akan segera meninggalkanmu! Kau mau tahu dimana joon hee?!” tanya sehun kembali

“Jangan berbelit-belit oh sehun..” kataku masih dengan nada tinggi

“Dia ada di seoul hospital. Dia jatuh pingsan setelah menerima kiriman paket yang ditujukan padanya.”

“MWO? Kenapa kau tidak memberitahuku hah?!” tanya ku kesal setengah mati

“Hyung.. kau tahu aku benar-benar kecewa padamu kali ini. Andai saja dulu aku mencegah agar pernikahan ini tidak terjadi mungkin joon hee tidak akan merasakan sakit seperti sekarang.” Ucap sehun dengan nada lirih

“Aku tidak tahu harus berapa banyak kata maaf yang harus kugunakan untuk meminta maaf padanya karena ulahmu. Aku benar-benar malu hyung pada joon hee.”

“Kau jelas tahu joon hee adalah sahabat baikku sejak dulu tapi kau tega menyakitinya hyung”

“Apa maksudmu sehun-ah aku benar-benar tidak mengerti?” tanyaku heran

“Teruslah berpura-pura menjadi orang bodoh hyung..” sehun bangkit dari duduknya dan dia berjalan mendekatiku dan saat tepat berada dihadapanku dia memberikan amplop yang dipegangnya sejak tadi tepat didada sebelah kiriku.

“Kau akan mengerti setelah melihatnya” sehun pergi dengan lesu.

Aku membuka amplop yang diberikan sehun tadi.

DEG

Foto ini.. foto ini adalah fotoku dan min hyorin? Astaga!! Kenapa aku bisa berfoto seperti ini?!

‘joon hee.. aku harus segera menemuinya untuk menjelaskan semuanya. Ya harus!’ batinku

 

Author POV*

Luhan segera memacu mobil yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi dan berharap agar dia tidak terlambat sampai di seoul hospital. Karena sedikit saja dia terlambat mungkin ini adalah akhir dari keluarga  yang baru saja dia bangun.

Dia tidak habis fikir kenapa di foto itu ada dirinya dan hyorin yang sedang tidur bersama. Ingatan luhan berputar pada satu setengah bulan yang lalu. Hari itu dia lembur sampai malam karena pekerjaannya yang sangat menumpuk tapi tanpa diduganya hyorin menghubunginya. Hyorin mengatakan bahwa dia sedang berada di bar dan meminta luhan untuk menjemputnya karena wanita itu tidak bisa pulang sendiri karena terlalu mabuk. Luhan yang memang mengetahui tentang kehamilan hyorin akhirnya pergi ke bar tersebut untuk menjemput hyorin karena dia juga tidak ingin wanita itu melakukan hal nekat lainnya.

Setelah sampai di bar tersebut luhan mencari dimana keberadaan yeoja itu dan dia melihat yeoja itu duduk disudut ruangan bar itu dengan kondisi mabuk berat. Luhan pun langsung membawanya pulang ke apartemen milik hyorin. Dan disanalah mungkin semuanya terjadi. Tapi kali ini luhan berani bersumpah dia tidak tidur dengan hyorin seperti yang terlihat dalam foto tersebut. Semuanya itu hanya kecelakaan saja.

Luhan sampai dirumah sakit seoul setelah bertanya pada receptionist dia pun bergegas menuju ruangan dimana joon hee dirawat. Sambil berharap bahwa joon hee mau mendengar penjelasannya.

‘Joon hee-ah kau harus mendengarkan penjelasanku’ batin luhan

 Begitu menemukan ruangan itu luhan langsung memasukinya. Luhan bisa merasakan kai yang berada diruangan itu menatapnya dengan dingin.

“Sebaiknya kau kembali saja besok hyung. Karena joon hee baru saja tertidur.” Ucap kai datar

Luhan berjalan mendekat keranjang tempat joon hee terbaring. Dia bisa melihat wajah pucat milik istrinya tersebut dan tubuhnya juga sedikit terlihat kurus dibanding satu bulan yang lalu.

‘Apa aku menyakitimu terlalu banyak?’ tanya luhan dalam hati

Kai yang sejak tadi berada diruangan itu hanya bisa bernafas berat. Sesak melihat kondisi yeodongsaengnya seperti ini. Dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan luhan karena ini juga bukan sepenuhnya salah luhan. Hanya saja dia tidak habis fikir kenapa selalu joon hee yang mengalami semua ini.

“Bagaimana keadaannya?” tanya luhan

“Kondisi tubuhnya benar-benar menurun. Donghae hyung bilang jika terus seperti itu akan memperburuk kondisi tubuhnya dan kandungannya.” Jelas kai

“Mianhae….” Ucap luhan lirih. Suaranya yang ditujukan untuk joon hee benar-benar pelan tapi kai masih bisa mendengarnya walaupun samar-samar.

“Kau tahu hyung.. seharusnya joon hee tidak perlu mengalami hal seperti ini jika saja aku yang berada diposisinya waktu itu.” ucap kai lirih dan kemudian dia berjalan keluar dari ruangan itu

Luhan menghembuskan nafas beratnya. Hatinya sesak melihat kondisi joon hee sekarang. Dia baru menyadari jika sebulan terakhir ini dia sudah mengacuhkan istrinya sendiri.

“Mianhae.. mungkin sehun benar sebanyak apapun kata maaf yang aku keluarkan tidak bisa menyembuhkan semua lukamu yang aku buat.” Tanpa luhan sadari air matanya menetes begitu saja.

Rasanya menangis meraungpun tidak ada gunanya karena kali ini dia sudah melanggar sendiri janji yang dibuatnya. Dia memang sudah tidak mencintai hyorin lagi tapi dia juga tidak bisa mengabaikan begitu saja kesulitan yang dihadapi yeoja itu sekarang. Tapi karena perbuatannya itu justru melukai hati istri yang entah sejak kapan dia sayangi tersebut.

 

###

Matahari menyeruak masuk menerangi kamar tempat dimana joon hee dirawat. Luhan yang sejak semalam tidur disamping ranjang joon hee pun mulai membuka perlahan matanya. Dia sedikit merasakan sakit dipunggungnya karena tidur di bangku sejak semalam. Joon hee pun perlahan mulai mengerjapkan matanya dia menyadari ada seseorang yang menggenggam tangannya. Saat matanya terbuka pandangannya pun bertemu dengan seorang namja yang sudah sangat ia kenal siapa lagi kalau bukan luhan suaminya.

“Selamat pagi” ucap joon hee dengan menyunggingkan sedikit senyum dibibirnya

“Selamat pagi.” Jawab luhan dengan hembusan nafas lega. Ya setidaknya dia bisa bernafas lega karena istrinya masih bisa menyunggingkan senyum kecil dibibir miliknya.

“Mianhae… karena aku kau jadi harus tidur di kursi.” Kata joon hee dengan suara serak.

“Aniya. Aku senang bisa menunggumu disini.” Jawab luhan cepat.

“Joon-ya soal foto itu…”

“Nan gwaenchana.. aku percaya padamu…” potong joon hee. Joon hee pun tersenyum lirih.

“Jeongmal?”

“Ne. setidaknya aku tahu kau menyayangi anak yang ku kandung.” Jawab joon hee asal.

Sebenarnya bukannya joon hee tidak ingin mendengarkan penjelasan luhan. Hanya saja dia tidak ingin mendengar kenyataan pahit yang memang sebenarnya terjadi seperti yang ada difoto itu. dia tidak sanggup untuk mendengarnya saat ini.

“Ne?” luhan tidak mengerti apa yang joon hee katakana

“Kau berhak melakukan apapun yang kau inginkan termasuk.. ah oppa apa kau mau membelikanku sup tulang sapi dan kue beras?” tanya joon hee yang tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan dan membuat luhan semakin bingung.

“Ini kan masih pagi seharusnya yang kau makan adalah bubur bukan sup tulang sapi dan kue beras.” Ucap luhan yang terheran mendengar permintaan istrinya

“Tapi tiba-tiba saja aku ingin memakan keduanya. Ayolah oppa… ini kan juga keingan calon anakmu” rengek joon hee

“Araseo aku akan membelikannya untukmu dan untuk anak kita. Kau tunggu disini ne?”

“Mmmm, hati-hati” ucap joon hee dengan senyum tulusnya

Luhan pun bergegas pergi untuk membeli apa yang joon hee mau. Kali ini dia tidak ingin joon hee menunggunya lama lagi. Setelah luhan keluar joon hee hanya bisa tersenyum pahit. Kali inipun dia mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sebenarnya hatinya rasakan. Perlahan Kristal bening itu pun menetes begitu saja. Menyadari semuanya semua keterlambatannya dan semua keegoisan yang sudah dia buat yang menyebabkan orang yang dicintainya menderita.

Kai yang masuk setelah luhan keluar hanya bisa tersenyum miris melihat adiknya yang meneteskan air matanya. Sebenarnya sudah sejak tadi kai berdiri didepan pintu masuk tapi dia mengurungkan niatnya untuk masuk karena dia mengira adiknya akan mengatakan sesuatu yang menurutnya penting.

“Memendamnya lagi?” tanya kai datar

Joon hee mendongakkan kepalnya yang entah kapan sudah tertunduk lesu. Air matanya bertambah deras saat melihat kakaknya sudah berada di hadapannya.

“Wae? Kenapa kau tidak mengatakan semuanya saja?”

“….”

“Kau takut dia akan terluka? Atau kau takut jika dia pergi meninggalkanmu demi wanita itu dan calon anak yang dikandungnya?” tanya kai sarkastik

“…..” joon hee masih diam. Tangisannya pun semakin memilukan

“Bodoh! Kau tahu itu akan semakin menyakiti hatimu sendiri?! Tidak bisakah kau jujur saja terhadapnya tentag kekhawatiranmu dan apa yang kau rasa?” tanya kai penuh emosi

“….”

“Kau tahu kenapa dulu aku sempat tidak menyetujui pernikahan kalian?! Karna aku tahu hal seperti ini akan terjadi padamu! Aku tahu dia pasti akan menyakitimu!! Tapi karena permohonan appa kau rela menanggung semuanya.. kau rela menanggung rasa sakit yang seharusnya tidak kau rasakan. Itu juga sebabnya kenapa dulu aku lebih memilih diriku yang dijodohkan dari pada kau aku hanya tidak ingin kau semakin menderita dengan perasaanmu sendiri!!” kata-kata kai yang penuh dengan emosi semakin membuat joon hee menangis memilukan tanpa sadar kai juga meneteskan air matanya. Diapun merangkul pundak adiknya dan membawanya kedalam pelukannya.

Joon hee menangis sejadi-jadinya. Baru kali ini dia seperti ini dulu saat-saat awal pernikahannya dengan luhan dia tidak seperti ini.

“Mianhae.. seharusnya akulah yang berada diposisimu.” Kata kai lirih

“Apa boleh aku menyerah sekarang?” tanya joon hee masih dengan isak tangisnya dan suaranya yang serak. kai melepas pelukannya dan tersenyum sambil menghapus perlahan air mata joon hee yang masih menetes.

 

“Berhentilah jika kau sudah tidak mampu. Ingat apa yang aku katakan.. masih ada aku dan kris, arrachi?” kata kai lembut. Joon hee mengangguk sebagai jawaban.

“Jangan khawatirkan apapun.. kau hanya harus menjaga kadunganmu dengan baik dan setelah itu lahirkan dia ke dunia ini dengan senyuman.” Kata kai bijak

“Gomawo..” kata joon hee dengan suara seraknya akibat terlalu lama menangis.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka sejak tadi. Luhan. Ya, dia kembali untuk mengambil ponselnya yang tertinggal tapi saat dia ingin masuk dia mendengar percakapan antara kai dan joon hee. Percakapan yang membuatnya menyadari betapa besar kesalahan yang telah dia perbuat. Air matanya juga tak mampu tertahan saat mendengar tangisan joon hee yang begitu memilukan. Semuanya begitu menyayat hatinya. Seperti ada ribuan paku panas yang menusuk kejantungnya saat dia mendengar joon hee akan menyerah. Itu tandanya joon hee akan meninggalkannya. Perasaannya tidak bisa menerima itu semua. Hatinya pun begitu. Biar bagaimanapun joon hee adalah alasannya untuk bertahaan dan menjalani kehidupan ini. Dia adalah masa depan yang sudah luhan pilih untuk mendampingi hidupnya.

 

Luhan POV*

‘Ani. Aniya! Aku tidak akan membiarkan joon hee menyerah. Aku tidak akan membiarkan joon hee meninggalkanku. Bukankah biar bagaimanapun juga aku harus menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi padanya, walaupun dia mnegatakan dia mempercayaiku. Tapi aku aku juga harus memperbaikinya sebelum semuanya terlambat.’

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan rumah sakit. Tadinya aku berniat untuk masuk tapi aku mengurungkan niatku dan kembali pada tujuan awalku untuk membelikan sarapan pagi untuk joon hee. Biar nanti saja saat joon hee diperbolehkan pulang kerumah aku akan menjelaskan semuanya padaya.

 

Author POV*

Luhan kembali membawa 2 kantung makanan. Dia berusaha tersenyum meskipun dua mengetahui semuanya. Begitu pula dengan joon hee dia dan kai menutupi semuanya secara rapat-rapat. Joon hee tidak ingin luhan mencurigainya.

“Kau sudah kembali?” kata joon hee berusaha tersenyum dengan manis tapi sepertinya gagal senyumannya terlihat seperti senyuman pahit.

“Ne. sekarang kau harus makan dan minum obatmu. Aku ingin melihatmu cepat sembuh.” Ucap luhan dengan tulus

“Eo kai-ah makanlah aku juga membawakannya untukmu.” Tawar luhan pada kai

“….” Kai tidak menjawab dan hanya melirik saja dari buku yang sejak tadi di abaca.

“Kai-ah..” sekarang gantian joon hee yang membuka suara. Dia hanya ingin kai berskap biasa walau pada kenyataannya dia tahu sulit untuk kai bersikap seperti itu.

“Gomawo.” Kai berjalan menghampiri luhan untuk mengambil bagiannya dan setelah itu kembali duduk disofa yang sejak tadi dia duduki.

“Kau juga harus makan oppa..” kata joon hee pada luhan.

“Ne. nanti aku akan makan setelah kau menghabiskan semua makananmu.” Jawab luhan

Keadaan menjadi hening. Kai yang sejak tadi mulai memakan makanannya juga hanya diam saja. Dia tidak ingin merusak suasan yang ada. Tapi bukannya membaik malah keheningan yang melanda.

“Mmm kau tidak kekantor oppa?” tanya joon hee yang mencoba memecahkeheningan diantara mereka bertiga.

“Ani. Aku akan mengambil cuti selama 2 minggu.”

“Wae?”

“Aku ingin menungguimu disini dan aku juga ingin punya banyak waktu lebih untukmu.” Ucap luhan

“Jangan seperti itu.. bagaimaa dengan pekerjaanmu dikantor? Lalu clienmu.. pasti mereka akan kecewa.”

“Aku akan menyuruh sekertarisku untuk mengurus semuanya.” Jawab luhan tenang

“Oppa…

“Sudah diam dan makan saja. Aku hanya ingin kau cepat sembuh.” jawab luhan tegas

Joon hee terdiam setelah mendengarkan perkataan luhan. dan keadaanpun kembali menjadi hening.

 

###

 

Setelah satu minggu di rawat dirumah sakit joon hee diperbolehkan pulang. dan saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju rumahnya bersama luhan. Setelah sampai dirumahpun keadaan tetap hening sama seperti didalam mobil tadi. Joon heed an luhan hanya berkutat dengan pemikirannya masing-masing. Luhan memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya terhadap joon hee dan bagaimana dia akan menjelaskannya nanti. Sedangkan joon hee..entahlah pikirannya terlalu rumit. Banyak sekali yang di pikirkan.Tentang pernikahannya dengan luhan, tentang anak yang dikandungnya, dan tentang hubungan luhan dengan hyorin.Entah bagaimana nasib rumah tangganya nanti.

“Istirahatlah. Ingat perkataan  dokter lee jangan terlalu lelah dan banyak pikiran. Setelah makan malam kita baru bicara” ucap luhan lembut sambil merapihkan tempat tidur mereka.

“Gomawo..” ucap joon hee dengan senyum manisnya.

“Panggil aku jika butuh sesuatu. Dan kau baby lu kau juga harus beristirahat agar eomma cepat sembuh. Ara” ucap luhan sambil mengelus perut besar joon hee

Joon hee hanya dapat tersenyum melihat tingkah luhan.Jika dipikir-pikir sudah lama juga luhan tidak seperhatian ini padanya. Sebagian dirinya merasa senang karena luhan masih mau memperhatikan dirinya dan baby lu yang dikandungnya, tapi sebagian dirinya lagi merasa bahwa saat-saat seperti ini akan segera berakhir. Dia merasa tidak lama lagi luhan akan pergi meninggalkannya. Tanpa dia sadari air matanyapun jatuh menetes.Mengingat kenyataan yang sebenarnya saat ini sedang terjadi antara dirinya dan luhan.

Diruangan kerja miliknya luhan terduduk merenung menatap kearah jendela yang kaca dan gordennya dia buka. Dia benar-benar sangat butuh udara segar. Memikirkan perkataan joon hee minggu lalu dirumah sakit dengan kai membuat kepalanya sedikit pening.Dia tidak ingin joon hee pergi meninggalkannya. Karena dia sudah benar-benar mencintai jon hee. Tapi dia juga tidak tahu bagaimana menujukannya kepada joon hee.Selama ini dia kira semua perhatian dan kasih sayang yang diberikannya pada joon hee bisa membuat wanita itu mengerti bahwa dirinya benar-benar mencintai wanita itu, tapi dugaannya salah joon hee tidak mengerti.Joon hee tidak pernah mengerti bahwa selama ini luhan sudah mencintainya dengan tulus.

Joon hee terlalu baik. Dia tidak pernah memikirka perasaannya sendiri dia selalu memikirkan perasaan orang lain. Dia selalu memikirkan bagaimana perasaan luhan padanya.Apa luhan bahagia? Apa luhan menderita saat bersamanya? Atau luhan tersakiti banyak olehnya?Joon hee hanya memikirkan hal itu.dan saat melihat senyum luhan itulah saat kebahagiaan untuk joon hee. Karena joon hee sendiri juga merasa dialah orang yang paling bersalah dalam hal ini. Sejak dulu jika saja sejak dulu jonn hee membatalkan perjodohannya dengan luhan pasti dia tidak akan menyakiti hati siapapun. Baik luhan maupun hyorin dan hatinya sendiri.Tapi semua itu sudah terjadi.Luhan yang memaksanya untuk bersikap egois tapi luhanlah yang selalu melanggar semua janji-janji yang dibuatnya.

“Joon hee-ah kita harus bicara tentang masalah kemarin.Aku juga ingin menjelaskan semuanya padamu. Aku hanya tidak ingin kau salah paham lalu pergi meninggalkanku.” Ucap luhan lirih pada akhir kalimatnya

Joon hee menatapnya dengan pandangan sendunya.Siap tidak siap dia memang harus membicarakan hal ini dengan luhan.Biar bagaimanapun dia juga ingin masalah ini cepat selesai bagaimanapun hasilnya.Entah berpisah atau tetap bersama dengan luhan sekarang joon hee hanya bisa menerima takdir yang tuhan tentukan untuknya.

“Bukankah aku sudah bilang..aku percaya padamu oppa.” Ucap joon hee dengan nada kecil

“Ani. Aku akan tetap menjelaskan semuanya padamu.” Tegas luhan

“Malam itu aku memang lembur di kantor..karena masih banyak berkas yang belum ku periksa dan tanda tangani. Saat itu sudah pukul 1 pagi tiba-tiba saja ponselku bordering.Tadinya kukira itu kau tapi saat melihat lagi ternyata nomornya tidak kukenal.Aku mengangkatnya dan saat itulah aku baru tahu ternyata hyorinlah yang menghubungiku.Dia mengatakan dia berada di club malam dekat kantorku saat itu.dia memintaku menjemputnya karena saat itu dia mabuk dan tidak ada yang mengantarnya pulang. Tadinya aku ingin menyuruh seseorang tapi malam itu kantor benar-benar sepi. Tidak ada yang lembur kecuali aku. Jadi dengan perasaan terpaksa aku menjemputnya dan mengantarkannya pulang sampai appartemen miliknya.” Luhan menarik nafas dan mengamati wajah joon hee. Dia tahu menceritakan hal yang sebenarnya akan menyakiti joon hee tapi sungguh dia berani bersumpah kalau malam itu tidak terjadi apapun.

“Aku bersumpah joon sungguh mala itu tidak terjadi apapun.Memang saat itu aku juga minum tapi percalah tidak ada yang terjadi.” Ucap luhan dengan matayang sedikit berkaca-kaca

“Kau..dalam pengaruh alcohol saat itu. tentu saja kau tidak sadar.” Ucap joon hee terbata dan dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar

“Meskipun malam itu aku minum tapi aku masih bisa membedakan antara kau dan hyorin. Malam itu hyorin bercerita bahwa dirinya hamil usia kandungannya sudah 5 bulan dan mantan kekasih yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Laki-laki itu malah pergi dan menghilang.Aku kasihan makanya aku mengantarnya pulang.Tapi sungguh joon malam itu aku tidak melakukan apapun dengannya.Kepalaku memang sedikit pusing saat itu dan tanpa sengaja aku juga berbaring diranjang miliknya.Tapi sungguh hal itu tidak lama lalu aku bangkit dan pergi.”

“Tidak ada yang terjadi malam itu.foto itu sungguh aku tidak tahu dari mana asalnya. Semua yang ada difoto itu bohong. Aku mohon joon percayalah..” ucap luhan lirih. Hatinya begitu sakit karena wanita yang dicintainya tersakiti oleh perbuatannya.Meskipun semua itu tidak benar tapi raut wajah joon hee mengatakan bahwa wanita itu tersakiti amat dalam.

“Entahlah aku harus percaya atau tidak karena semua itu tidak ada buktinya. Aku bisa saja percaya padamu tapi hatiku..aku.. aku.. tidak tahu..” air mata joon hee pun menetes perlahan.

“Tapi sepertinya hyorin mengharapkanmu sebagai appa dari anaknya.Kau juga terlihat cocok saat bersanding dengannya. Pasti jika kalian menikah kalian akan menjadi keluarga yang bahagia.” Ucap joon hee lirih

“Apa maksudmu?!” tanya luhan dengan nada sedikit tinggi

“Kau..kau kira aku bodoh? Mungkin mungkin aku memang bodoh karena sudah bersikap egois pada kalian berdua.Mungkin ini juga karma yang tuhan berikan padaku karena memisahkan kalian berdua dulu.Seharusnya saat itu aku tidak menerima perjodohan itu dan seharusnya waktu itu aku juga tidak perlu mendengarkan perkataanmu.

“Kau kira aku tidah tahu..aku tahu selama beberapa minggu belakangan ini kau selalu menemani hyorin.. menemaninya jalan-jalan, menemaninya membeli pakaian bayi, menemaninya kekedai es krim, sampai menemaninya cek up ke rumah sakit. Aku tahu semuanya.Kau terlihat begitu bahagia saat mendampinginya kala itu.sungguh aku tidak pernah melihat senyummu yang seperti itu saat kau menemaniku.Dan aku saat itu aku sadar akulah orang yang merenggut kebahagiaan kalian. Aku..aku.. aku memilih diam selama ini agar tidak menyakitimu lebih dalam lagi. Aku juga tidak pernah menanyakan tentang hal itu ataupun meminta penjelasan darimu karena aku benar-benar tidak ingin menyakitimu lagi.”

“Aku tahu saat aku mulai bertanya atau meminta penjelasan darimu saat itu aku akan menyakiti perasaanmu.Karena itulah aku lebih baik diam. Memendam semua pertanyaan yang selalu muncul dalam benakku. Aku terus menguatkan diriku dengan mengatakan ‘tak apa jika kau seperti itu asal kau juga tetap menyayangi anak yang kukandung’ aku tidak apa-apa meskipun harus tersakiti seribukali lebih dari ini asalkan kau juga menyayangi baby lu. Tapi sepertinya aku kalah..aku.. aku benar-benar sudah tidak kuat lagi..

“Mungkin menyerah lebih baik untukku..aku yakin suatu hari nanti saat baby lu sudah besar dia akan mnegerti kenapa eomma-nya memilih untuk menyerah.” Ucap joon hee dengan suara paraunya.Air amatanya sudah tidak bisa dibendung lagi.Dia benar-benar mengungkapkan seluruh perasaannya kali ini.Yang dia inginkan hanya masalah ini cepat berakhir.

“Jadi kau benar-benar ingin berpisah denganku?” tanya luhan sinis

“Jika itu yang terbaik untukmu..aku akan melakukannya. Aku akan melakukan apapun asal kau bahagia” jawab joon hee lirih

“Jadi selama ini kau meragukan perasaanku padamu?Kau kira aku menikah denganmu hanya karena kasihan?Kau kira aku menyesal putus dari hyorin dan menerima perjodohan denganmu?Kau kira aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu?! Hah? Jawab aku joon?! Jawab aku?!” tanya luhan dengan suara tinggi

“…..”

“Kau memang egois! Kau tahu kau hanya sibuk memikirkan perasaanku tapi kau mengabaikan perasaanmu sendiri! Joon kau kira aku akan membiarkanmu pergi begitu saja? Kau kira aku akan membiarkanmu membawa baby lu pergi dariku? Tidak. Aku tidak akan membiarkannya. Aku tidak akan membiarkanmu pergi satu langkah saja dari rumah ini.”

“Kau harus tahu joon..mungkin saat aku menemani hyorin kau selalu melihatku tersenyum senang. Kau tahu..itu karena aku sedang membayangkan yang kutemani saat itu adalah kau bukan hyorin. Kau tahu betapa menyesalnya aku tidak pernah bisa menemanimu pergi jalan-jalan, membeli perlengkapan baby lu, pergi ke kedai es sampai cek up rutin kandungan. Aku menyesal karena sudah melewatkan semuanya.Aku selalu sibuk dengan pekerjaanku sampai mengabaikanmu.Jika saja saat itu hyorin tidak mengancamku akan mencelakaimu aku tidak akan pernah sudi untuk menemaninya.”

“Aku hanya berpikir kalau aku harus melindungimu dan baby lu. Karena kalian benar-benar berharga bagiku.Jadi aku menuruti semua permintaannya. Karena itulah aku terpaksa harus berbohong padamu kalau aku sibuk dengan semua clienku di kantor.”

“Joon ku mohon tetaplah berada disampingku. Jangan menyerah..kita bahkan baru akan memulai kehidupan baru kita bersama baby lu. Jika saat ini kau menyerah bagaimana dengan baby lu? Seumur hidupku aku hanya ingin membahagiakanmu dan baby lu itu janjiku” mohon luhan dengan mata berkaca-kaca.

“Tapi..bagaimana dengan hyorin?” tanya joon hee dengan air mata yang masih mnegalir

“Aku akan membuktikannya padamu.Kalau anak itu bukanlah anakku. Aku juga akan mencari siapa ayah dari anak itu. aku janji padamu.” Ucap luhan lembut

“Aku percaya janjimu..”

“Gomawo..” luhan memeluk joon hee erat. Dia benar-benar tidak ingin melepaskan wanita yang akan segera menjadi ibu dari anaknya ini. Dia benar-benar tidak salah pilih wanita.Joon hee memang pantas untuk dipertahankan.

 

###

 

1 tahun kemudian…

Seorang wanita sedang melatih anaknya untuk berjalan di taman belakang rumahnya. Dia benar-benar bahagia karena saat ini usia putranya sudah menginjak 1 tahun. Semua yang telah dilaluinya dimasa lalu terbayar sudah saat anak ini lahir.

“Chagiya..aku pulang” teriak seorang pria

“Wah appa sudah pulang ternyata… kajja kita masuk dan menyambutnya.” Ucap wanita itu

“Kau sudah pulang oppa?”

“Ne. wah..jonghyun appa merindukanmu.” Ucap pria tersebut sambil menggendong anaknya

“Apa kau menjaga eomma dengan baik, eoh?” tanya pria itu pada sang anak. Sang anak hanya tertawa senang karena dia belum bisa bicara.

“Bagus. Kau akan tumbuh menjadi anak yang hebat dan kuat juga baik hati seperti eomma ne.” puji pria tersebut pada anaknya. Istrinya hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.

“Joon..apa kau tidak merindukanku?” tanya pria tersebut pada istrinya

“Tentu saja aku merindukanmu. Dan jonghyun sulit sekali tidur saat malam karena merindukanmu.” Jawab joon hee. Luhan baru saja kembali dari luar kota setelah perjalanan bisnisnya.

“Benarkah jong? Appa juga merindukan kalian berdua.” Ucap luhan bahagia

**

Setelah luhan memberikan bukti bahwa anak yang dikandung hyorin bukanlah anaknya dan tentang foto itu juga hanya sebuah rekayasa yang diabuat oleh hyorin utnun menghancurkan rumah tangga joon hee dan luhan.Hubungan mereka berdua kembali membaik.

Apa lagi setelah kelahiran baby lu ‘Lu Jonghyun’ keadaan rumah tangga mereka samakin membaik. Kai, kris, sehun dan yejin pun sering mengunjungi mereka.Untuk melihat jonghyun tentunya.Dan kai benar-benar bersyukur karena setelah rasa sakit yang dirasakan oleh yeodongsaengnya akhirnya aadik perempuannya itu bisa juga merasakan kebahagiaan.

 

 

END

22 pemikiran pada “Can’t You See Me? Just Once (Chapter 7 – END)

  1. Awalnya Sakit tapi berakhir bahagia.Thor aku sampe nangis bacanya gak kebayang jadi Joon Hee di kehidupan nyata.Ceritanya juga bagus banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s