Destiny (Sequel) [Chapter 2]

Judul : Destiny (Sequel)

Nama author : Goseumdochi

Genre : Romance Drama

Length : > 2000

Rating : T

Main Cast : Baekhyun and You (as Park Hana)

Twitter : @pamelaribka

Hai aku kembali dengan sequel Destiny~ karena banyak yang merequest untuk dibuat sequelnya dengan cepat, jadi aku membuat ini. Mohon maaf jika penulisannya kurang baik dan feelnya kurang dapat. Karena aku buatnya buru – buru disela tugas. Hehehe, anyway read and review ya~ No review, no next part #lah?

Disclaimer : Baekhyun. Actually he’s mine *digeret EXO fans*

This story is mine. Aku membuat cerita ini setelah membaca article yang bilang sasaeng fans mengganggu acara pernikahan kakaknya Baekhyun. Kasihan abang Yuyunku. Anyway, read and review ya.

Untuk yang belum baca Destiny, silahkan klik : https://exofanfiction.wordpress.com/2013/11/12/destiny-4/

Atau bisa juga di wp aku goseumdochi.wordpress.com

Let’s begin the story! 

 

Destiny (Sequel)

Part Two

p.s : Sorry if it’s too short

Normal POV

“Kangdongnim… kita seharusnya ke tempat syuting sekarang.” ujar seorang gadis sambil menarik baju lengan panjang seorang laki – laki yang kira – kira masih berada diline 20. Berparas tampan namun berperilaku seperti seorang berumur 10 tahun. Senang berlaku seenaknya demi mencapai apa yang ia inginkan. Walaupun begitu, tidak dapat dipungkiri ia adalah seorang sutradara yang hebat karena perilaku ambisiusnya tersebut. Dan gadis itu, bisa dikatakan sangat beruntung bisa menjadi assistantnnya. Atau mungkin tidak.

“Ya, aku ingin menyapa temanku dulu. Sebentar saja Hana, sebentar.” jawab laki – laki yang dikenal bernama Cho Young Do tersebut.

“Ya, apa tidak aneh orang SBS ke KBS?” bisik gadis itu pelan sambil melihat orang – orang disekitar mereka. Laki – laki itu hanya tersenyum lalu menyeret masuk gadis tersebut ke suatu studio musik yang cukup besar.

“Yo! Geunsuk ah!” sapa Youngdo kepada laki – laki yang jika dilihat dari wajahnya berumur 30 tahun keatas. Mereka terlihat akrab satu sama lain. Sementara gadis itu hanya diam dan melihat mereka berbincang.

“Rekaman musik lagi? Kali ini siapa yang tampil?”

Laki – laki bernama Geunsuk itu menunjuk sekelompok laki – laki yang menggunakan pakaian layaknya murid sekolah menengah keatas,”EXO. Setiap bintang tamu mereka, rating acara pasti tinggi.”

Youngdo mendengus lalu tertawa,”Rookie huh? Hana, kau kenal mereka?”

Hana melirik kearah dimana Youngdo menunjuk sekelompok laki – laki muda yang sedang sibuk bercanda satu sama lain sambil berjalan kearah pintu belakang studio,”Aku rasa tidak…. Aku tidak melihat wajah mereka.”

“Ah… mereka sudah masuk ke ruang ganti. Aku kenal dekat beberapa membernya. Chanyeol ssi, Suho ssi, dan Baekhyun. Ah aku lupa mengenalkanmu sejak tadi, ini Park Hana.”

“Annyeong haseyo, Park Hana imnida.” ujar Hana sambil membukukan badannya dengan sopan ke arah laki – laki bernama Geunsuk tersebut.

Geunsuk tertawa lalu mengulurkan tangannya ke Hana,”Jangan terlalu formal denganku, aku Yoo Geunsuk.”

Hana tersenyum manis sambil menyambut tangan Geunsuk dengan hangat. Youngdo langsung memisahkan tangan mereka berdua karena menurutnya jabat tangan Hana dan Geunsuk terlalu lama. Youngdo menjelaskan pada Geunsuk bahwa Hana adalah assistantnya.

“Assistantmu? Sejak kapan kau butuh assistant?” goda Geunsuk sambil memukul lengan Youngdo dengan cukup keras.

Lelaki yang bernama Youngdo itu tertawa lalu menepuk kepala Hana pelan,”Sejak aku bertemu dia.”

Hana yang tidak mengerti tentang apa yang sedang dibicarakan mereka hanya terdiam dan menatap kedua orang yang menurutnya sudah ‘tua’ itu.

Hana POV

Kangdongnim adalah orang yang aneh. Saat pertama kali bertemu denganku, dia langsung bilang ‘kau diterima’, padahal aku belum memperkenalkan diriku. Alasannya juga aneh, aku ingat sekali kata – katanya saat itu,‘Dilihat dari wajahmu, kau adalah orang yang cukup tau apa yang menurutmu harus diketahui. Karena itu kau menarik. Kau mulai kerja besok, sampai jumpa.’ Sampai sekarang aku tidak mengerti maksudnya.

Dia sudah memiliki tunangan. Tunangannya cantik sekali. Dia juga baik padaku. Kami sering makan bertiga. Mereka berdua menganggapku seperti adik mereka sendiri. Sementara aku menganggap diriku seorang pembantu setia kangdongnim. Miris.

Kangdongnim dan temannya sangat seru dalam pembicaraan mereka saat ini. Aku sejak tadi hanya bisa memandang aneh mereka berdua. Sampai akhirnya kurasakan handphoneku bergetar dari dalam tasku. Ah, penyelamat.

From : Lee Shin

“Kau mau ke pantai?”

Aku langsung tersenyum membaca isi pesannya tersebut dan dengan cepat mengetik pesan untuknya,

To : Lee Shin

“Kapan?”

Tidak sampai satu menit, kulihat balasan pesan dari Lee Shin kepadaku.

From : Lee Shin

Besok pagi. Kutunggu jam 05.00 pagi didepan rumahmu. Bersiaplah. Arasso?

“Mwo?!” Kangdongnim dan temannya langsung menoleh kearahku karena teriakkanku barusan. Aku langsung meminta maaf dan berjalan sedikit menjauh dari mereka untuk membalas pesan Lee Shin.

To : Lee Shin

Ya! Apa tidak bisa lebih pagi?

Send

Seperti sebelumnya, tidak sampai satu menit kurasakan handphoneku bergetar karena pesan masuk dari Lee Shin.

From : Lee Shin

Kau ingin lebih pagi? Ah.. kau ingin cepat bertemu denganku? Baiklah aku akan ada didepan rumahmu jam 04.00.

Aku mendengus sebal membaca pesannya, dia mulai lagi. Seperti biasa tingkat kepercayaan tingginya masih stabil diatas rata – rata, bodoh. Saat aku ingin membalas pesannya, kangdongnim mengajakku pergi dari KBS menuju tempat syuting dimana seharusnya kita berada sejak tadi. Aku langsung memasukan handphoneku kedalam tas dan berlari kearah kangdongnim. Saatnya bekerja.

Lee Shin POV

“Ya! Kenapa dia tidak membalasnya?!” omelku pada handphoneku sendiri sambil menekan – nekan layarnya dengan kasar. Ini sudah lebih dari lima menit sejak aku mengirim pesan kepadanya, namun dia belum membalasnya. Aish jinjja?! Apa dia ingin mati?!

“Ya Baekhyun ah, kau sedang bicara dengan siapa?” tanya Chanyeol sambil melihat handphoneku. Aku langsung memberikan handphoneku kepadanya agar dia bisa membacanya sendiri.

“Hana?!” pekiknya setelah membaca pesan – pesanku. Aku menghiraukan teriakannya barusan dan fokus kepada bayanganku dicermin ruang ganti EXO. Chanyeol pasti akan memulai ritual setiap harinya yaitu menceramahiku karena berbohong pada Hana. Hanya Chanyeol yang tahu dengan persis dari awal sampai akhir cerita tentangku dan Hana.

“Ya! Kau harus memberitahunya tentang kau secepatnya. Kau terus saja mengulur waktu untuk memberitahunya. Kalau kau terus menunggu waktu yang tepat kapan waktu yang tepat itu?” omel Chanyeol seperti biasanya. Setiap hari Chanyeol selalu berkata seperti ini kepadaku tanpa absen.

“Kau sendiri tidak suka dibohongi. Kau bahkan marah padaku selama tiga hari karena membohongimu kalau aku pergi bersama noonaku padahal aku pergi bersama Sehunie waktu itu. Lalu mau sampai kapan kau membohongi Park Hana?” lanjutnya lagi. Perkataannya memang benar, aku tidak seharusnya membohongi Hana selama ini. Sudah hampir tiga bulan aku membohonginya. Kurasa besok adalah saat yang tepat dimana aku akan mengatakan aku adalah Byun Baekhyun. Dan semoga ia bisa menerima itu. Semoga….

 

To Be Continue

 

Yehei~ *Dance like Baekhyun* Maaf kalo feelnya kurang dapet. Authornim a little bit tired these day so sorry guys~ Anyway i need your review. Okay review okay? No review, no next part #lah?

 

7 pemikiran pada “Destiny (Sequel) [Chapter 2]

  1. very short story.-. but i like this 🙂
    bahasa’nya rapi thor, enak buat dibaca~
    i hope you make a long story for the next chapter, i’ll waiting~ ^^

  2. Tuuuhhhh baekkiii dngerin apa kata chaenyeol kudu buru2 bilang yg sbenernya sama hana klo dia itu artis dan personel exo dan namanya bukan lee shin tp baekhyun , drpda nanti nyesel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s