Forever to You (Chapter 2)

1384446940 copy

 

Title                 : Forever to you

Author             : Sangmun

Main Cast        : Lee Saerin; Oh Sehun

Support Cast    : You can find with yourself

Genre              : Drama, Romance, Frendship.

Length             : Chapter

 

Hello readers!!! Author Sangmun back! Pada penasaran ga nih kelanjutan ceritanya??? Di chapter kedua ini saya bikin seperti novel soalnya saya liat di chapter pertama ancur banget. Saya dapat inspirasi untuk dibikin novel karena saya sangat suka membaca novel hehehee *maap curcol*.

 

 

Chapter 2

‘tapi sampai kapan kau akan mengalah terus? Kau ini terlalu rendah diri! Yang jelas kau ini tidak buruk dari pada Suho! Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?’

‘kau ini cerewet sekali! Haha~ liat saja nanti’ ucap Sehun mengakhiri percakapan sambil menyunggingkan senyum menyeringai.

Kriing kriiing

Bel sekolah berbunyi. Menandakan pelajaran sudah usai. Koridor yang semula sepi kini sudah di penuhi oleh siswa-siswi.

Saerin masih diam dibangkunya. Satu persatu teman-temannya pergi meninggalkan kelas. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang melewatinya.

‘se..’ ketika ia ingin menyapa, laki-laki itu sudah pergi melewatinya menuju pintu keluar kelas.

Ada apa dengannya sih? Kenapa dia menghindariku? Tidak biasanya Sehun seperti ini kepadaku batin Saerin.

‘Saerin-ah ayo kita pulang’ ucap seorang laki-laki menghampiri Saerin yang masih tidak beranjak dari bangkunya.

Saerin mendongakkan kepalanya, ‘Suho? Kau belum pulang?’

‘aku menunggumu. Ayo kita pulang’

‘hah? Baiklah’

Sepanjang perjalanan menuju gerbang mereka habiskan dengan berdiam diri. Tidak ada satu dari mereka berdua yang berniat untuk membuka percakapan. Sampai akhirnya Suho memberanikan diri untuk bicara.

‘Saerin-ah’ ucap Suho membuka pembicaraan

‘ya?’ Saerin menatap Suho yang berada di samping kanannya.

Suho menatap Saerin sekilas lalu kembali menatap ke depan, ‘apakah kau merasa ada yang aneh dengan Sehun?’

Saerin mengerutkan keningnya tidak mengerti, ‘aneh bagaimana?’

‘dia seperti menghindari kita berdua’

‘masa sih?’

‘apakah dia menghindariku karna aku mendekatimu?’

‘sudahlah Suho-ya~ jangan berpikir yang macam-macam. Itu hanya perasaanmu saja, mungkin dia sedang ada masalah atau yang lainnya. Tidak ada hubungannya dengan kita. Lagian apa hak dia menghindarimu hanya karna kau dekat denganku?’

Suho tidak menjawab. Ia hanya tersenyum menanggapinya.

Sebenarnya Saerin pun merasakan apa yang Suho rasakan. Namun entah mengapa ia tidak ingin berburuk sangka terhadap Sehun. Atau ia memang tidak bisa menerima kenyataan bahwa sesungguhnya Sehun memang menghindarinya?

Hari ini Saerin melakukan aktifitasnya seperti biasa. Namun akhir-akhir ini ia merasa ada yang berbeda dan berubah. Ia merasa resah  dan bisa dibilang galau. Bagaimana ia tidak galau jika laki-laki yang biasanya selalu ada untuknya kini menghindarinya? Siapa lagi kalau bukan Oh Sehun? Ia tidak  mengerti mengapa Sehun menghindarinya. Walaupun kini selalu ada Suho yang selalu ada untuknya. Suho selalu mengantarnya pulang ke rumah. Tapi tetap saja ia merasa ada yang beda.

‘Saerin-ah kau baik-baik saja?’ Tanya yuri khawatir. Akhir-akhir ini ia merasa bahwa ada yang berbeda dengan Saerin. Saerin menjadi lebih pendiam, selalu melamun, dan murung.

‘mmm’ jawab Saerin sambil menghela napas dalam-dalam.

‘kau tahu? Kau selalu bisa untuk cerita kepada kami. Kami akan selalu mendengarkan ceritamu. Tapi kami tidak akan memaksa jika kau tak ingin’ sekarang Yoona yang bersuara.

‘That’s right!’ dan sekarang giliran sunny yang bersuara tanpa mengalihkan pandangan dari hand phone kesayangannya.

Saerin menundukkan kepalanya dalam-dalam, ‘dia menghindariku.’

‘siapa?’ Tanya  Yuri, Yoona, dan Sunny bersamaan.

‘siapa lagi jika bukan Oh Sehun! Kenapa sih dia? Selalu saja begini! Dari dulu tidak pernah berubah! Kadang mendekatiku kadang menjauhiku! Dasar psikopat! Huh!’ Saerin melipat kedua tangannya di dada, menandakan ia kesal.

‘jadi itu yang membuatmu resah akhir-akhir ini?’ Tanya Yoona.

‘iya~’ ucap Saerin lirih.

‘kenapa kau tidak  bertanya padanya langsung?’ celetuk Sunny yang sedari tadi hanya sibuk memainkan hand phone-nya.

‘iya benar! Supaya kau tidak penasaran Tanya langsung saja padanya’ lanjut Yuri.

‘baiklah~ nanti aku akan bertanya langsung padanya’

‘senyum! Jangan cemberut seperti itu! Eoh?’ ucap Yoona merangkul bahu Saerin.

Saerin mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas. Rupanya kelas sudah sepi. Hanya tinggal beberapa siswa yang masih ada di dalam kelas.

Suho menghampiri Saerin, ‘aku akan ke perpustakaan dulu untuk mengembalikan buku-buku ini. Kau tunggu di sini yah?’

‘ok’ Suho pun pergi meninggalkan Saerin.

Saerin melihat Sehun yang masih sibuk dibangkunya. Ia sudah memikirkan saran dari ketiga sahabatnya tadi. Ia akan bertanya langsung kepada Sehun. Mungkin ini waktu yang tepat pikirnya.

Saerin bangkit dari bangkunya dan menghampiri Sehun, ‘Sehun-ah.’ Saat ini Saerin sangat gugup sekali. Ini pertama kalinya lagi ia berbicara dengan Sehun setelah ia dan Sehun ‘bermusuhan’. Yaa itu sebutan yang cocok untuknya dan Sehun saat ini, pikirnya. Sehun tidak mengalihkan pandangan dari laptopnya, ‘mm?’

‘mmm aku.. aku.. aku ingin bicara denganmu, bisa?’

‘bicaralah’ jawab Sehun yang tetap tidak mengalihkan pandangan dari laptopnya. Entah apa yang sedang dia kerjakan.

Saerin menelan lidahnya dengan susah payah. Entah mengapa kerongkongannya menjadi sangat kering. Ia gugup sekali. Ia ingin bertanya tapi ia takut. Sampai akhirnya ia memberanikan diri, ‘kenapa kau menghindariku?’

Seketika Sehun menghentikan aktifitasnya namun tetap tidak mengalihkan pandangannya pada Saerin. Sebegitu bencikah kau kepadaku? Batin Saerin.

‘aku tidak menghindarimu hanya menjaga jarak saja’ lalu Sehun melanjutkan kembali aktifitasnya yang tadi (bermain laptop).

Ia tidak mengerti dengan pernyataan Sehun tadi, ‘untuk apa?’

Sehun masih saja sibuk dengan laptopnya, ‘aku tidak ingin dia salah paham kepada kita’

Kening Saerin semakin berkerut tidak mengerti, ‘maksudmu  Suho?’

‘mm’

Saerin masih belum puas dengan jawaban sehun, ‘tapi tidak bisakah kita seperti dulu? Bersahabat? Berteman? Sekarang kita seperti musuh!’

Hening seketika. Entah mengapa Saerin semakin menegang menunggu jawaban dari Sehun.

Sehun mengalihkan pandangannya pada Saerin, ‘dengar. Aku bisa saja kembali seperti dulu tapi tidak sekarang’

‘kenapa?’ Tanya Saerin tidak sabaran.

Sehun mengalihkan pandangannya kembali ke laptopnya, ‘tadi aku sudah mengatakannya. Tunggu saja waktunya’

‘sampai kapan?’ tanpa sadar nada suaranya semakin meninggi dan melengking ditelinganya.

‘Aku tidak tahu kapan’ kemudian Sehun membereskan barang-barangnya dan meninggalkannya yang masih membeku ditempat.

Tanpa Saerin sadari kini air matannya keluar. Ia menengadahkan kepalanya ke atas. Berharap  air matanya akan mengering tertiup angin. Kini ia yakin dengan firasatnya selama ini. Sehun memang menghindarinya. Hanya saja selama ini ia tidak yakin dengan firasatnya.

Saerin pun keluar kelas sambil menundukkan kepalanya. Ketika ia keluar kelas ia terkejut! Suho sedang berdiri dan memandangnya sambil tersenyum.

‘a-apakah kau sudah lama diam di situ?’ Tanya Saerin gelagapan karena kaget. Ia takut Suho mendengar pembicaraannya dengan Sehun.

‘tidak~ baru saja’ Suho tersenyum. Haaah syukurlah Suho tidak mendengar!

‘kalau begitu ayo kita pulang’ ajak Saerin.

‘ayo!’

Selama diperjalanan tidak banyak yang mereka bicarakan. Mereka hanya berbicara seperlunya kemudian hening kembali. Ia tidak tahu apa yang ada dipikiran Suho sekarang dan ia pun tidak tahu apa yang dipikirkannya sekarang. Ia terlalu capek untuk memikirkan hal seperti ini.

‘bagaimana dengan Sehun?’ tiba-tiba Suho bersuara.

‘bagaimana apanya?’ Ia tidak mengerti apa yang Suho katakan.

‘aku merasa tidak enak kepadanya’ Suho menghentikan langkahnya, otomatis Saerin mengikutinya. Kini Saerin mengerti kemana arah pembicaraannya.

Saerin mengalihkan pandangannya pada Suho, ‘kenapa kau memikirkan itu?’

Suho menatapnya, ‘entahlah~ aku merasa aku  ini sangat jahat pada sahabatku sendiri. Apakah kau menyukainya?’

‘mengapa kau jadi bertanya kepadaku tentang hal itu?’ Saerin memalingkan wajahnya.

‘aku hanya ingin tahu apakah kau menyukainya atau tidak. Hanya itu.’

‘kau membuatku bingung. Lebih baik kita pulang saja’ Saerin melangkahkan kakinya lebih dulu menuju parkiran. Kemudian diikuti oleh Suho.

Kini Saerin berada di kamarnnya. Tidak ada yang ia kerjakan. Ia hanya terduduk di atas kasurnya sambil merenung. Jujur saja sudah lama ia tidak merasakan rasa galau seperti ini. Ini membuatnya gila!

Saerin tidak ingin Sehun menghindarinya. Tapi ia juga tidak ingin meninggalkan Suho. Memang kedengarannya sangat egois. Tapi demi tuhan! Mereka berdua sangat berarti baginya. Saerin mengacak-ngacak rambutnya seperti orang stres atau memang sudah stres?

Tapi tunggu! Apa masalahnya jika Sehun menghindarinya? Bukankah Masih ada Suho yang selalu ada di sampingnya?

‘ARRGGGGHHH!!! AKU TIDAK TAHU APA YANG HARUS KU LAKUKAN! INI MEMBUATKU GILA!’

Hari ini adalah hari Minggu. Tidak ada kegiatan yang Sehun lakukan. Akhir-akhir ini ia merasa tidak bersemangat. Ia berjalan gontai menuju ruang televisi. Mengambil remot, lalu memijit dijit on. Tatapannya memang tertuju pada televisi, tapi tidak dengan pikirannya. Pikirannya bercabang kemana-mana. Dari mulai Lee Saerin, Suho, dan lain-lain. Ia mengacak-ngacak rambutnya kesal.

Sehun merasa sangat bersalah atas apa yang ia lakukan pada Saerin beberapa hari yang lalu. Tidak seharunya ia berkata ketus dan meninggalkan Saerin begitu saja. Ia yakin bahwa gadis itu menangis. Gadis itu memang sangat cengeng. Sehun tahu itu. Tapi ia harus melakukannya demi kebahagiaan sahabatnya dan Saerin.

Sehun tersadar dari lamunannya ketika ia merasakan getaran disaku celananya. Ia mengodok sakunya. Kemudian iya menyentuh lock screen dan mengusap gambar sebuah pesan. Ia mengerutkan keningnya melihat siapa yang mengirim pesan.

From : Byun Baekyeong

 

Oppa~ di mana? Apa kau sibuk hari ini?

Ayo temani aku di kedai kopi biasa yah~

Aku menunggumu ^^

 

Sehun tersenyum geli melihat pesan yang dikirim oleh Byun Baekyeong. Byun Baekyeong adalah adik dari Byun Baekhyun, sahabat dari Oh Sehun. Ia memang sangat dekat dengan adik-kakak yang bermarga Byun itu, karena orang tuanya tinggal di London dan keluarganya yang lain tidak tinggal di Seoul tapi di kota lain.

Ayah Sehun berasal dari Korea selatan tetapi Ibunya berasal dari London. Sehun sendiri dilahirkan di London dan dibesarkan di sana. Tetapi ketika ia berumur 15 tahun ia beserta kedua orang tuanya pindah ke Seoul karena Ayahnya dipindah tugaskan di Seoul. Dua tahun kemudian Ayahnya dipindahkan lagi ke London. Tapi Sehun tidak ikut. Karena ia ingin meneruskan studinya di Seoul. Lagian ia merasa sangat nyaman tinggal di Seoul dibandingkan di London. Awalnya kedua orang tuanya tidak menginzinkannya karena khawatir. Namun Sehun bisa memastikan keduanya bahwa ia akan baik-baik saja di Seoul. Jadi, kesimpulannya Sehun tinggal sendiri di Seoul.

 Menurut Sehun, Baekyeong ini adalah Baekhyun versi wanita. Mereka sama-sama memiliki tubuh mungil, berkulit putih, dan pastinya cerewet sekali. Sehun mulai menarikan jemarinya di layar ponsel touch screen untuk membalas pesan Baaekyeong.

To: Byun Baekyeong

 

Aku sedang di rumah.

30 menit lagi aku sampai. See ya!

Sehun mematikan televisi dan bergegas menuju kamarnya. Ia mengambil jaket sporty kesayangannya. Sehun pun meninggalkan apartemennya.

Tepat 30 menit Sehun sudah sampai di depan kedai kopi langganannya dan Baekyeong. Tanpa menunggu lama, ia pun masuk kedalam kedai kopi. Sehun mengedarkan pandangannya ke setiap sudut mencari orang yang ia maksud. Bingo! Dia menemukan orang yang ia cari. Baekyeong duduk di sudut kedai kopi dekat dengan jendela besar yang memperlihatkan jalanan di luar kedai tersebut. Posisi duduk Baekyeong membelakangi pintu masuk. Otomatis Baekyeong tidak menyadari kehadirannya.

Sehun melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Baekyeong duduk. Setelah sampai, ia menarik kursi yang tepat berada di hadapan Baekyeong. Baekyeong terperanjat kaget melihatnya yang sudah ada di hadapan Baekyeong.

‘yak oppa! Kau mengagetkanku!’ ucap Baekyeong sembari mengelus dadanya seakan jantungnya akan jatuh ke lantai.

‘siapa yang mengagetkanmu? Kau saja yang melamun sedari tadi!’ balas Sehun tidak mau kalah.

‘ada apa kau menyuruhku datang ke sini? Pasti ada masalah, eoh?’ lanjut sehun.

‘kau pesanlah terlebih dahulu, baru nanti aku cerita’

‘aku ingin hot chocolate saja’

‘baiklah’

Baekyeong memanggil si pelayan, kemudian menyebutkan pesanannya kepada  si pelayan. Si pelayan menyebut ulang pesanan Baekyeong kemudian mengangguk tanda mengerti. Si pelayan membungkukkan badannya dan meminta mereka untuk menunggu.

‘ceritalah’ ucap Sehun setelah si pelayan menghilangkan diri ke belakang.

‘aku bertengkar lagi dengan pacarku oppa’

‘kenapa?’

‘aku marah karena dia selalu sibuk dengan club sepak bolanya. Sudah seminggu dia tidak menghubungiku’

‘kau ini! Aku kira kenapa,’ Sehun tertawa pelan mendengar penjelasan dari Baekyeong. Ia merasa bahwa Baekyeong ini selalu mempersulit masalah yang kecil. Tetapi Sehun tetap setia mendengarkan keluh kesah Baekyeong selama ini.

Baekyeong tidak terima Sehun berkata seperti itu. Baekyeong melipat tangannya di depan dada, ‘kau tidak mengerti perasaanku oppa! Kau tidak mengerti bagaimana rasanya tidak dihubungi sama sekali oleh pacarmu sendiri! Sangat sakit! Aku takut ia memiliki gadis lain.’

‘hus! Kau ini bicaranya ngawur! Aku ini mengenal sekali Lee Yoon Shik seperti apa. Dia tidak mungkin berselingkuh darimu. Mana mungkin dia punya keberanian berselingkuh dari gadis galak sepertimu’ Sehun tertawa terbahak-bahak. Yang dihadapannya hanya mengembungkan pipinya, tanda ia kesal.

‘YAK OPPA! Kau membuatku tambah kesal! Bukannya menghibur adikmu yang lucu nan imut ini’ ucap Baekyeong sambil berpura-pura menangis mendramatisir keadaan.

‘hahaha kau ini seperti kakakmu saja! Selalu melebih-lebihkan sesuatu.’ Baekyeong hanya diam. Tidak merespon perkataan Sehun karena masih kesal.

‘ya ya ya… aku mengerti~ maaf Baekyeongie’ ucap Sehun sembari mengacak-ngacak rambut Baekyeong gemas. Sehun menghentikan aksinya setelah menyadari si pelayan sudah ada di meja mereka. Si pelayan menaruh pesanan mereka di meja, kemudian membungkuk dan pergi.

‘seharusnya kau mengerti dengan keadaannya Baekyeongie~ dia kan akan menghadapi tournament, jadi wajar saja kalau dia tidak menghubungimu,’ lanjut Sehun setelah si pelayan pergi dari hadapan mereka.

‘tapi setidaknya dia harus mengirimkan aku pesan. Tidak apa jika hanya satu. Dengan begitu aku akan tenang. Tidak seperti ini! Tidak menghubungiku sama sekali~ huh! Menyebalkan.’ Baekyeong  menyeruput ice cappuccino yang dipesannya tadi.

‘iya iya~ nanti aku akan berbicara padanya untuk tidak membuatmu khawatir, ok?’

‘Benarkah? Woooh terima kasih Sehun oppa!’ Akhirnya Baekyeong tersenyum setelah mendengar Sehun akan membantunya.

Sehun hanya merespon perkataan Baekyeong dengan mengangguk. Sehun masih belum ingin meminum hot chocolate yang ia pesan. Ia hanya menatap minumannya dengan kening yang berkerut. Bayangan gadis itu selalu terbayang olehnya.

‘oya oppa! Bagaimana antara kau dengan Saerin eonni? Ada kemajuan?’ Sehun tersentak kaget. Lalu ia memandang Baekyeong yang sedang menunggu jawaban darinya.

Sehun tersenyum masam, ‘aku rasa aku akan mundur.’

‘hah? kenapa oppa? Setahuku kau sangat menyukainya’

‘Suho mendekatinya’

‘bukankah Suho oppa adalah sahabatmu?! jadi sahabatmu sendiri mendekati Saerin eonni?’

‘yaa Baekyeongie~’

Hening seketika. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Baekyeong mendecakkan lidahnya sebal, ‘kau ini menyedihkan sekali oppa! Aku sudah bilang berapa kali kalau oppa harus segera menyatakan perasaan oppa!’

‘tapi aku merasa tidak percaya diri. Aku takut jika aku ditolak  olehnya.’

Baekyeong mencondongkan badannya kedepan dan menempatkan kedua tanggannya di atas meja, ‘ish! Kau ini membuatku kesal oppa! Aku yakin kalau Saerin eonni itu menyukaimu juga!’

Sehun mengerutkan keningnya, ‘dari mana kau tahu?’

‘aku melihat bagaimana dia memandangmu dan bagaimana ia merespon setiap pesan yang kau kirim! Itu sudah sangat jelas kalau dia menyukaimu oppa~ bagaimana bisa kau tahu jika ia tidak menyukaimu dan dia akan menolakmu jika kau belum mencobanya?’

‘tapi sepertinya kali ini sudah benar-benar telat’

Baekyeong tersenyum, ‘kau belum terlambat oppa.’ Sehun tidak menanggapi perkataan Baekyeong. Ia mengalihkan pandangannya keluar jendela.

Yaah~ semoga ini memang belum terlambat batinnya.

‘ok latihan hari ini cukup sampai di sini. Tepuk tangan untuk kalian,’ ucap seorang wanita berperawakan tinggi, cantik, berkulit putih, dan bisa dibilang berbadan professional. Semua yang berada di studio bertepuk tangan tak terkecuali dengan Saerin.  Saerin beranjak ke tempat duduk yang disediakan di dalam studio. Ia mengambil botol minum dan meneguknya.

‘sudah ku duga kau akan dengan cepat menyerap setiap gerakan yang baru kukasih,’ ucap seorang wanita sembari tersenyum.

Saerin mendongakkan kepalanya, ‘ah terima kasih coach, yang lain juga sudah berusaha dengan keras.’

‘tingkatkan terus skill mu dan jangan lupa berlatih juga di rumah, ok?’ timpal  Han Yu Jin pelatih dance grup Saerin yang bernama Double Y.

‘baiklah aku akan menuruti perintahmu.’ Han Yu Jin tersenyum kemudian pergi meninggalkan Saerin.

Saerin mengelap  keringatnya dengan handuk. Hari ini begitu melelahkan. Tapi cukup membuat perasaannya membaik. Ia memang selalu berlatih dance ketika ia merasa sedih. Dengan begitu perasaanya akan jauh lebih baik.

Tiba-tiba seorang gadis bernama Jooyeon memecahkan keheningan yang menyelimuti studio itu, ‘hey teman-teman! Setelah ini bagaimana kalau kita makan dulu? Aku sangat lapar nih~’

‘ayo ayo! Aku juga lapar,’ timpal gadis berperawakan tinggi, putih, dan cantik yang dikenal bernama nana.

‘baiklah kita putuskan untuk makan sebelum kita pulang. Kita makan ditempat biasa saja eoh?’ ujar leader group Jung-ah.

‘baiklah!’ jawab semua anggota.

Semakin hari  Saerin semakin dekat dengan Suho dan semakin jauh pula Saerin dengan Sehun. Kini Sehun sudah siap untuk melepaskan Saerin untuk Suho. Ia rela sakit demi kebahagian gadis yang sangat ia sayangi dan sahabatnya. Yaaah… mungkin ini memang yang terbaik untuk semuanya.

‘Sehun!’

Sehun mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Ia membalikkan badannya kebelakang. Matanya terbelalak kaget melihat seseorang yang sedang tersenyum manis dan melambaikan tangannya. Seseorang itu berlari kecil menuju tempat Sehun berdiri sejak tadi. Seseorang itu memeluk kencang Sehun setelah seseorang itu  sampai di tempat Sehun berdiri.

‘I miss you very much Sehun-ah,’ ucap seseorang itu masih memeluk Sehun. Sehun masih terdiam karena ia masih kaget. Tiba-tiba ia tidak bisa berpikir dengan apa yang sedang terjadi.

‘yo-you? What are you doing here?’ Sehun berkata dalam bahasa inggris ketika menyadari dengan siapa ia berbicara dan melepas pelukan seseorang itu.

‘for meet you of course! ,’ jawab seseorang itu.

 

TBC

How how how? >.< semoga kalian suka yah sama ceritanya hihihiiii.

Oiya! Pertama-tama saya mau berterima kasih kepada admin yang sudah mempost FF saya dan juga kepada readers yang sudah mau membaca FF saya yang ancur hehe. Oiya! Terima kasih juga untuk komennya yah! Saya jadi tau di mana letak kesalahan saya hehe.

JANGAN LUPA KOMENNYA YAH PLEASE! JANGAN JADI SILENT READERS! GOMAWOOOO^^

 

Satu pemikiran pada “Forever to You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s