Goodbye Summer

Goodbye Summer

Author            : Miss Typo prev AAA

Title                : Goodbye Summer

Cast                :  Park Chan Rin (oc)

Byun Baekhyun (Exo)

Support cast : find it by yourself

Genre              : life, sad romance

Length            : one shot

Rating             : R maybe

Disclaimer      : This fanfict 100 % oryginal my work

A/N : Annyeong yeorobeun… ehm… test test… 1… 2… 1… 2… Fanfic ini aku dedikasikan untuk seseorang yang paling bawel seantero dunia. Hehehe ini adalah fanfic ke-2 yang pernah di post disini setelah witch spellku.

~~~Story Begin~~~

“ya!!! Gong Janghee! Kajja kita ngerjain tugas.” Ucap yeoja bernama Park Chanrin sambil menarik-narik lengan baju Janghee. Janghee sama sekali tidak merespon ucapan Chanrin, dia lebih mementingkan bercanda dengan namja-namja dikelasnya. “Ya!! Janghee!!”

“Ah… shirreo, aku lagi males untuk pindah dari kursi ini.” Ucap Janghee sambil menggerakkan tangannya agar tangan Chanrin lepas dari baju Janghee. “kamu kerjakan tugasnya sendiri saja. Aku ngerjainnya nanti pulang sekolah, besok kita cocokkan.” Ucapnya santai tanpa menoleh ke arah Chanrin.

“andweee… ayolah Janghee kita kerjain tugasnya bersama.” Chanrin pun menarik-narik tangan Janghee supaya dia berdiri dari tempat duduknya itu.

“Chanrin… pantatku sudah menempel di kursi ini dan aku sudah pw dengan posisi ini.”

Untuk beberapa saat Chanrin berdiam diri disitu sambil melihat ke arah Janghee yang lagi asyik-asyik bercanda dengan namja itu. ‘errrr… Janghee sikapmu bener-bener gak berubah, kamu selalu saja lebih mementingkan seorang namja daripada sahabatmu sendiri.’ Umpat Chanrin di dalam hati.

Karena kesal Chanrin pun mengambil tasnya secara kasar dan melangkahkan kakinya ke perpustakan sekolah. Selama perjalanan Chanrin terus-menerus mengumpat tentang sahabatnya itu.

At library…

Chanrin segera menaruh tasnya di salah satu meja yang paling dekat dengan pintu masuk perpustakaan sekolah, lalu berjalan ke rak buku Sejarah. Karena masih terbawa emosi Chanrin langsung mengambil buku-buku yang ada di rak itu tanpa melihat judul buku, isi buku dan untuk kelas berapa buku itu.

“hei Chanrin, sepertinya kamu membutuhkan bantuan.”

“eh? Baekhyun oppa. Ne oppa benar aku memang butuh bantuan, nih tolong bawain buku-buku ini ya.” Kata Chanrin lalu memberikan tumpukan buku ke Baekhyun, sunbae Chanrin.

“woah… banyak banget bukunya.” Chanrin menghiraukan ucapan Baekhyun dan tetap mengambil buku dengan acak dan menaruh buku itu di tumpukkan buku yang dibawa Baekhyun.

“hei Chanrin kamu beneran membutuhkan buku sebanyak ini?” tanya Baekhyun.

“tentu saja. kajja kita ke meja itu.” ucap Chanrin sambil menunjuk sebuah meja dan sama sekali tidak melihat ke arah Baekhyun. Baekhyun hanya menghembuskan nafasnya lalu mengikuti Chanrin dari belakang. Baekhyun benar-benar kesulitan membawa tumpukan-tumpukan buku itu ditambah lagi tinggi tumpukan buku itu mengganggu pandangan Baekhyun.

Baekhyun segera menaruh tumpukan buku itu ke meja di depannya, dia benar-benar sudah tidak punya tenaga lagi untukmembawa buku itu. “woah… banyak sekali buku yang aku pilih.”

“Chanrin… Chanrin… aku tadi kan udah bilang gitu, tapi kamunya aja yang ngehirauin ucapanku.” Baekhyun pun duduk di kursi tepat di depan Chanrin.

“mianhae oppa, sudah merepotkanmu.” Kata Chanrin sambil memelaskan wajahnya.

“gwenchana… btw, kemana temanmu itu?”

“maksud oppa Janghee?” Baekhyun hanya mengangguk mendengar ucapan Chanrin itu. Bukannya menjawab pertanyaan Baekhyun, Chanrin malah melihat-lihat buku yang sudah dia ambil.

“aish… kenapa aku mengambil buku kelas 10.”

“ini juga kenapa aku ngambil buku yang gak ada hubungannya sama tugas ini.” Chanrin pun kembali melihat-lihat buku yang dia ambil. “omo, kenapa aku lagi-lagi salah ambil buku.” Runtuk Chanrin. “yang ini juga.”

“Chanrin…” panggil Baekhyun tapi Chanrin sama sekali tidak menoleh ke arah Baekhyun dan masih sibuk dengan kegiatannya.

“ini juga.” “errr… kenapa aku lagi-lagi ngambil buku kelas 10.” “hah? Lagi-lagi aku salah ambil? Aigoo banyaknya.” Tak beberapa lama kemudian, Chanrin sudah salah mengambil lebih dari 10 buku.

“argh… aku jadi pusing sendiri.” Ucapnya sambil memegang kepalanya dan memutar kepalanya.

“ya!! Chanrin! kamu ada masalah lagi sama Janghee?” tanya Baekhyun. Chanrin pun menghentikan aktivitasnya itu.

“ne, oppa benar.” Kata Chanrin sambil mengangguk. “huweee… oppa!! Janghee sekarang sudah berubah 180o. Dia sekarang lebih mementingkan ketenarannya daripada sahabat sendiri. Ya, aku tau dia pengen jadi tenar itu supaya banyak namja yang suka dia, dan juga dia itu kan pengen dapet namjachingu secepatnya.” Sambung Chanrin.

“hei, Chanrin. Aku kan udah bilang jangan negative thinking dulu, belum tentu dia itu melakukan hal seperti yang kamu katakan tadi,  bisa aja itu hanya pikiranmu saja bukan kenyataan.” Kata Baekhyun sambil mencoba menenangkan Chanrin yang gak bisa mengontrol emosinya.

“ne, aku tau itu. Tapi dia sekarang, benar-benar berubah bahkan kadang gak pernah nganggep aku ada. Aku ngomong dia gak ngerespon. Aku sapa dia, dia sama sekali gak ngerespon. Kadang kalau direspon pun dia gak pernah noleh ngelihat ke arahku. Tapi kalau anak lain yang kaya gitu, dia pasti langsung ngerespon mereka, apalagi kalau yang nyapa dia itu namja.”

Baekhyun hanya diam gak mengucapkan sepatah kata pun. Dia dengan serius mendengar semua curhatan yang diucapkan Chanrin, dan mencoba menemukan jalan keluarnya. Ya, mereka berdua memang sudah dekat sejak dulu tapi mereka jadi lebih dekat sejak festival sekolah musim panas tahun lalu. Dan Baekhyun sering sekali menjadi pendengar setia curhatan Chanrin.

Chanrin mencoba untuk mengontrol emosinya tapi dia sama sekali gak bisa, bahkan mata Chanrin sudah dipenuhi air mata. Dia pun mendongakkan kepalanya untuk menahan air matanya, sayangnya hal itu sama sekali gak berhasil.

“ya, Chanrin uljjima.” Kata Baekhyun lalu mengusap air mata Chanrin.

“gomawo oppa, oppa memang selalu ada disaat aku membutuhkan teman curhat.” Ucap Chanrin. Baekhyun hanya tersenyum penuh arti ke arah Chanrin.

~goodbye summer~

“Chanrin, kamu mau pulang sekarang?” tanya Janghee sesudah sonsaengnim keluar dari kelas mereka. Chanrin hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“syukurlah kalau begitu, kamu langsung pulang aja ne jangan nunggu aku. Aku ada urusan sama Jong Seuk. Bye Chanrin.” Kata Janghee lalu berjalan ke arah namja yang bernama Jong seuk itu, dan memeluk manja namja itu.

Chanrin yang melihat sahabatnya itu langsung menunjukkan ekspresi jijiknya. ‘tcih, Janghee sejak kapan kamu berubah jadu yeoja yang seperti  itu.’ batin Chanrin, lalu pergi meninggalkan kelas itu.

Chanrin P.O.V

Entahlah sekarang waktunya musim panas, dan selama musim panas moodku selalu bahagia. Tapi, musim panas tahun ini moodku selalu rusak. Heung benar-benar menyebalkan. Kalau seperti ini aku benar benar butuh Baekhyun oppa sekarang.

Aku pun terus melangkahkan kakiku dan berhenti tepat di depan pintu kelas Baekhyun oppa.Eh? Kenapa aku berjalan ke sini? aigoo Chanrin apa yang ada diotakmu sekarang? Ya, aku tau kalau kamu menyukai Baekhyun oppa, tapi… sudahlah lebih baik sekarang pulang, oke.

Saat ingin melangkah kaki kembali ke gerbang sekolah tiba-tiba seseorang memanggil namaku dari arah pintu itu. “Chanrin? Kamu mencariku?”

“eh, Baekhyun oppa. Aniyo, aku tadi hanya ingin jalan-jalan keliling sekolah dan kebetulan aku lewat depan kelasmu.” Jelasku sedikit berbohong, ya jujur saja aku gak tau apa alasanku berjalan menuju kelas Baekhyun oppa.

“ah gitu, kamu pulang sendirian lagi? Janghee kemana?” tanya Baekhyun sambil menengok ke kanan-kiri mungkin dia saat ini mencari sosok Janghee.

“sudahlah oppa, untuk saat ini jangan membahas Janghee dihadapanku. Aku sedikit muak dengan sikapnya.”

“okok, arraseo. Mian ne.” kata Baekhyun oppa sambil tersenyum ke arahku. Aaaah… hanya karena senyuman itu rasa badmoodku sejak tadi menghilang seketika. Ya itulah hal yang aku suka dari Baekhyun dia bisa membuatku bahagia hanya karena seulas senyumannya.

Akhirnya kita berdua pun berjalan ke arah gerbang sekolah. Hening… ne selama perjalanan kita berdua hanya saling diam gak seperti biasanya, bahkan suara angin pun bisa didengarkan.

 Selama beberapa menit kita hanya saling diam sampai akhirnya Baekhyun oppa berbicara duluan. “ehm… Chanrin, aku anterin kamu pulang ya?” aku hanya diam saja bingung mau menjawab mau atau enggak. Aku seneng banget ditawari Baekhyun oppa, tapi disisi lain aku ragu-ragu tentang hal itu.

“tenang aja aku gak akan menculikmu.” Ucapnya sambil tertawa.

“aniyo oppa, aku tau kamu gak akan menculik cewek cantik sepertiku. Hanya saja aku takut bakalan ngerepotin oppa.” Ucapku.

“gwenchana, lagian kan yang ngajak pulang bareng itu aku bukan kamu. Jadi kamu gak bakalan ngerepotin aku.”

“oke aku mau oppa.” Aku pun menunjukkan senyuman termanis yang aku punya. Dia pun membalas senyumanku, ya senyuman yang paling aku sukai dari dirinya. Ah… ternyata benar aku memang menyukai Baekhyun oppa, bahkan sekarang jantungku berdetak kencang. Tapi, apakah Baekhyun oppa juga menyukaiku? Aku gak ingin kalau rasa sukaku ini bertepuk sebelah tangan.

~goodbye summer~

Author P.O.V

“hah menyebalkan! Hari-hari ini benar-benar panas.” Kesal Chanrin, padahal dia hanya memakai baju tanpa lengan dan celana pendek dia tetap saja kepanasan. “argh… kenapa musim panas tahun ini tidak seperti tahun-tahun kemarin, benar-benar menyebalkan.” Gerutunya dengan mata tetap mencari-cari sesosok ice cream di dalam freezernya.

Setelah berhasil menemuka ice cream dia langsung membuka wadah ice cream itu dan langsung memakannyadengan ganas.Saat tengah asyik menghabiskan mangsanya itu tiba-tiba ponsel Chanrin berdering dengan falsnya(?). Tanpa melihat siapa yang menelefonnya, dia langsung menjawab sambungan telfon orang itu.

“Yoboseyo.” Ucap Chanrin dengan sendok yang masih ada di mulut Chanrin.

“Chanrin, malam ini kamu ada acara?” tanya seseorang disebrang sana.

“nuguseyo?” Chanrin malah balik bertanya ke penelfon sambil melanjutkan aktivitasnya memakan ice cream coklatnya itu.

“kamu gak tau aku siapa? ini aku Baekhyun masa kamu melupakan suaraku yang merdu ini.” Chanrin langsung terkejut saat tau siapa orang yang menelefonnya. Dia langsung bertanya-tanya dalam dirinya sendiri, untuk apa namja yang disukainya menanyakan hal seperti itu ke dirinya.

“ah… Baekhyun oppa, ihihi mian aku melupakan suaramu, malam ini ya? hmm, mungkin aku free malam ini.” Jawab Chanrin.

Baekhyun yang mendengar jawaban Chanrin itu langsung tersenyum penuh arti ke Chanrin. Ya, meskipun Chanrin gak bisa melihat senyuman itu Baekhyun tetap saja tersenyum seperti itu. “hmm, bagaimana kalau malam ini kita dinner?”

‘m… mwo?? Dinner? Ini bukan mimpi kan?’ batin Chanrin lalu mencubit pipinya sendiri. ‘sakit.’  Chanrin langsung mengelus-elus pipi bekas cubitannya sendiri.

Chanrin hanya terduduk diam dengan tatapan ‘meong/blank’nya, dia masih belum percaya kalau dia diajak dinner Baekhyun namja yang dia sukai. “Chanrin?”

“ah ne, malam ini kan? Oke aku mau oppa.” Ucap Chanrin setelah terbangun dari blanknya itu.

“oke jam 06.00 p.m ya, dinner dirumahku ne.Aku tunggu ya, bye.” Ucap Baekhyun lalu memutuskan sambungan telfon itu.

‘ah lebih baik aku tidur dulu sekarang.’ Batin Chanrin lalu memasukkan sisa ice creamnya ke dalam freezer.

~goodbye summer~

Chanrin menguap setelah terbangun dari tidurnya lalu mengucek-ucek matanya. Diliriknya jam yang berada di meja sebelah tempat tidur Chanrin “jam 4, masih ada waktu 2 jam.” gumamnya.

Chanrin segera beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian Chanrin keluar dari kamar mandi tersebut. “Aigoo sudah jam segini.” Ucapnya setelah tau bahwa jarum jam sudah menunjukkan pukul 05.00 p.m.

Dia segera memakai pakaian yang sudah dipilihnya tadi siang, lalu berjalan ke meja rias. Chanrin segera merias wajahnya, setelah memakai pelembap dan bedak ia menggunakan eyeshadow berwarna natural, lalu memoleskan sedikit blush on pada pipinya, dan sentuhan terakhir dia memberikan lip gloss beraroma cherry di bibirnya.

Kali ini Chanrin ingin tampak cantik dihadapan namja yang sudah lama disukainya itu. Chanrin membiarkan rambut coklatnya itu tergurai. Setelah merasa dirinya sempurna dia langsung mengambil tas Prada miliknya dan pergi ke rumah Baekhyun.

At Baekhyun’s Home

Chanrin P.O.V

Sekarang aku sudah berada tepat di depan gerbang rumah Baekhyun oppa. Aku menyiapkan diriku sebentar lalu menekan bel rumah itu. “nuguseyo?” ucap seseorang yang terdengar dari intercom suara yang berada di sebelah bel rumah Baekhyun oppa. Suara itu mirip sekali dengan suara Baekhyun oppa.

“Ah… oppa ini aku Chanrin.” Ucapku sedikit pelan.

“Chakkaman ne.” aku pun menunggu Baekhyun oppa membukakan gerbang rumahnya. Sambil menunggu aku mencoba mengatur jantungku agar tidak berdetak terlalu kencang. Ah… museowo… entah kenapa aku takut bertemu Baekhyun oppa sekarang, lebih tepatnya aku takut kelihatan jelek dihadapannya.

Beberapa saat kemudian terbukalah gerbang itu dan muncullah Baekhyun oppa yang sudah berdandan dengan rapi dan tentu saja seperti biasanya terlihat cute dan tampan dalam satu waktu. “annyeong oppa.” Ucapku sambil tersenyum ke arahnya. Aku melihat ke arahnya dia terus saja menatapku tanpa mengedipkan matanya. Eh? Apa ada yang salah dengan penampilanku kali ini?

“oppa?”

“Chanrin benarkah itu kamu? Jeongmal yeppeudaaa…” seketika perasaanku yang awalnya takut langsung berubah menjadi senang karena kata kunci itu.

“jeongmal?” tanyaku karena masih gak percaya Baekhyun oppa berkata sepeerti itu. Baekhyun hanya tersenyum lalu mengangguk. “waah gomawo oppa.”

“ne, cheonma. Kalau begitu kajja kita ke halaman belakang.”

Setelah itu aku pun mengikuti Baekhyun oppa yang berjalan menuju halaman belakang rumahnya. Sesampainya disana aku benar benar speechless melihat suasana yang berada di halaman itu.

Kolam renang yang ada disana banyak sekali kelopak bunga mawar merah dan kuning yang bertaburan disana. Langit dipenuhi oleh taburan-taburan bintang yang berkelap-kelip. Didekat kolam renang juga terdapat lilin yang tertata berbetuk hati. Tak jauh dari kolam renang terdapat meja yang sudah terdapat makanan dan ditengahnya terdapat lilin yang menyala.

Benar-benar suasana yang romantic yah meskipun itu suda mainstream. Gak nyangka Baekhyun oppa orang yang seperti ini. Aku dan Baekhyun oppa pun duduk di kursi itu. “kamu suka suasana ini? Ya… aku tau kamu suka warna kuning makanya aku membuat semua benda di tempat ini didominasi warna kuning.” Kata Baekhyun oppa.

Mendengar itu aku langsung tersenyum bahagia. “ne oppa aku suka ini, semuanya berwarna kuning. Uuuuuu.” Ucapku lalu tertawa, Baekhyun oppa juga melakukan hal yang sama denganku. Tapi sampai sekarang aku masih bingung kenapa Baekhyun melakukan ini untukku padahal hari ini bukan hari ulang tahunku.

Kita berdua pun memakan makanan yang ada di meja itu. “ehm, Chanrin aku punya kejutan untukmu.” Ucap Baekhyun oppa setelah kita selesai makan.

“apa itu?” tanyaku penasaran lalu mengelap bibirku dengan tisu yang ada disana.

“Chakkaman.” Kata Baekhyun oppa lalu menjentikkan jarinya. Aku semakin penasaran apa yang akan dilakukan Baekhyun oppa. Tak beberapa lama terdengar suara dentuman keras di atas langit, aku pun langsung menoleh ke arah langit itu.

Kembang api pun bermunculan di langit yang indah itu. Mulutku sedikit ternganga karena terlalu kagum melihat langit saat ini.

Author P.O.V

Chanrin hanya focus pada kembang api di langit itu, sedangkan Baekhyun tersenyum puas karena melihat Chanrin yang senang memandangi langit saat ini. ‘rencanaku berhasil.’ Batin Baekhyun.

Di puncak acara kembang api terdapat  kembang api yang bertuliskan sesuatu. Chanrin pun membaca tulisan dari kembang api itu satu-persatu. “Chanrin-ah… jeongmal… Saranghaeyo… nae… yeoja… chinguga… dwae… jullae…” setelah membaca kata itu Chanrin segera menoleh ke arah Baekhyun. “oppa apakah itu benar?” tanyanya.

“ne itu benar. Chanrin, aku sudah menyukaimu sejak musim panas tahun lalu. Jadi, kamu mau gak jadi yeojachinguku?” tanya Baekhyun kepada Chanrin. Chanrin pun mengangguk kepalanya dengan keras bahkan rambutnya pun ikut bergerak naik turun.

“ne oppa, aku mau.” Ucap Chanrin dengan tersenyum penuh arti. Mendengar itu Baekhyun langsung memeluk Chanrin.

“gomawo.” Kata Baekhyun.

“aniyo oppa, seharusnya aku yang mengucapkan kata itu.”

Nb : mwuhehehe mian mian kalau suasananya kurang romantic, author lagi gak kepikiran hal-hal romantic.

~~~goodbye summer~~~

Keesokan harinya…

Chanrin berjalan melewati gerbang sekolah. Dia tersenyum-senyum sendiri karena gak menyangka sekarang dia sudah resmi menjadi yeojachingu Baekhyun. “Chanrin!!!” Chanrin langsung menoleh ke sumber suara.

“oppa.” Ucapnya. Baekhyun langsung menggenggam tangan Chanrin.

“mulai sekarang kita pasangan kekasih jadi, semua orang juga harus tau kalau kamu sudah menjadi yeojachinguku.” Kata Baekhyun lalu berjalan menuju kelas masing-masing tapi Baekhyun tetap mengenggam tangan Chanrin saat itu.

Selama di koridor mereka menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disana. Banyak orang yang terkejut karena mereka berdua sudah menjadi pasangan kekasih. Ada juga orang yang senang karena mereka berdua akhirnya menjadi sepasang kekasih, kedakatan mereka berdua memang sudah menjadi rahasia umum di sekolah itu, selain karena Baekhyun namja yang terkenal di sekolah itu, Chanrin juga termasuk salah satu siswa yang sering berprestasi di sekolah itu.

Chanrin melihat ke orang-orang yang ada disana lalu tersenyum ke arah mereka. Mata Chanrin pun melihat sesosok Janghee sahabatnya yang melihat sinis ke arahnya. Chanrin semakin heran melihat sahabatnya yang sekarang sudah berubah 180o.

Sesampainya di pertigaan koridor mereka pun melepaskan genggaman mereka. “bye, Chanrin nanti pulang sekolah aku akan mengantarmu pulang ne.” ucap Baekhyun.

“ne oppa.” Kata Chanrin lalu berjalan menuju kelasnya. Begitu juga dengan Baekhyun.

At Class…

Di dalam kelas Chanrin dikejutkan dengan beberapa coretan yang ada bangku Chanrin. Coretan-coretan itu bertuliskan ‘jauhi Baekhyun oppa.’ ‘kau tidak pantas mendapatkan Baekhyun oppa.’

“Chanrin, siapa yang sudah melakukan hal ini?” tanya beberapa anak yang ada di kelas itu.

“nan molla.” Jawab Chanrin. Beberapa anak ada yang menenangkan Chanrin yang speechless dan terkejut saat itu, dan beberapa anak dan yang membantu Chanrin menghilangkan tulisan-tulisan itu.

Bel pun berbunyi dan semua anak yang awalnya bergerombol di Chanrin langsung kembali ke tempat duduknya saat ini. Janghee yang baru saja masuk ke dalam kelas langsung mengeluarkan evil smirknya ke arah Chanrin lalu duduk di tempat duduknya.

~~~goodbye summer~~~

Hari pun berganti hari, dan sampai sekarang Chanrin terus menerus mendapatkan terror itu dan juga sampai sekarang dia tidak tau apa penyebab Janghee berubah 180o. Tapi, dia sama sekali tidak menceritakan hal itu ke Baekhyun. “Chanrin kamu ada masalah?” Tanya Baekhyun yang melihat Chanrin hanya mengaduk-aduk minuman dihadapannya dan hanya menatap kosong ke arah minuman itu.

Chanrin hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. “kamu ingin menceritakan masalahmu itu?” mendengar itu Chanrin langsung menggelengkan kepalanya cukup keras.

“aniyo aku tidak ingin membuat oppa masuk ke dalam bahaya.” Kata Chanrin lalu beranjak pergi meninggalkan Baekhyun. Ya itu alasan Chanrin kenapa ia sampai sekarang belum menceritakan hal itu pada Baekhyun. Pelaku terror itu mengancam Chanrin seperti itu, jika dia menceritakan hal itu pada Baekhyun maka pelaku itu bakalan mencelakai Baekhyun.

“hmm, benar-benar aneh.” Gumam Baekhyun, akhirnya Baekhyun memutuskan untuk menjadi mata-mata. Yeay jreng… jreng… jreng… jreng… penasaran seperti apa Baekhyun kalau menjadi mata-mata? Pikir aja sendiri yaaa ahahaha #authorgeje

At class…

Janghee mendatangi Chanrin yang duduk terdiam di bangkunya. “Chanrin nanti sepulang sekolah temui aku di atap sekolah.” Ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Chanrin. Dia semakin bingung untuk apa Janghee menyuruhnya ke atap sekolah padahal selama ini mereka hanya saling diam.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi Chanrin pun berjalan menuju atap sekolah, sebenarnya dia malas ke atap sekolah karena cuaca yang benar-benar panas. “Janghee apa yang sebenarnya kamu inginkan?” tanya Chanrin sesampainya disana.

“Chanrin kau tau bagaimana perasaanmu kalau orang yang kamu sukai itu dekat dengan orang lain atau bahkan sudah berkencan dengan orang lain, apalagi orang lain itu sahabatmu sendiri huh?” tanya Janghee. Chanrin sangat shock mendengar pertanyaan Janghee itu.

“Janghee, kamu menyukai Baekhyun oppa? Tapi bukannya kamu sudah memiliki Jong Seuk, kamu kan barusan pacaran sama dia kemarin?”

“jawab dulu pertanyaanku bodoh!!” Teriak Janghee.

“Janghee, kamu benar-benar sudah berubah. Kamu bahkan memanggil sahabatmu sendiri dengan sebutan bodoh!!”

“tcih, orang sepertimu gak pantas jadi sahabatku, aku berubah itu karena kamu sendiri, kamu sudah merebut Baekhyun oppa dariku!! Meskipun aku sudah berpacaran dengan Jong Seuk tapi aku tetap menyimpan rasa suka ke Baekhyun oppa, Jong Seuk hanya kujadikan sebagai pelampiasanku saja!”

“kamu salah Janghee, aku sama sekali gak merebut Baekhyun oppa darimu! Aku sudah menyukai Baekhyun oppa sejak dulu! Kamu saja yang gak pernah mau ngedengerin aku cerita tentang perasaanku ke Baekhyun oppa, setiap aku ingin bercerita kamu selalu saja berpura-pura menyibukkan dirimu! Kamu benar-benar orang yang kejam Janghee! Kau tega menjadikan pacarmu sendiri jadi tempat pelampiasan.” Ucap Chanrin emosi. Chanrin saat ini memang sudah meluap-luap, dia benar-benar kecewa dengan sahabatnya itu.

Janghee hanya tertawa mendengar semua ucapan Chanrin itu. “kau baru tau aku kejam huh? Aku akan berubah kejam kalau ada seseorang yang merebut orang yang aku cintai.”

“Janghee aku tidak ingin kau berubah seperti ini, kamu ingin mengambil Baekhyun oppa? Ok fine ambil saja dia dariku. It’s okay asalkan kamu berubah kembali seperti Janghee yang dulu.” Ucap Chanrin, tanpa sadar dia mengeluarkan air mata, dia tidak ingin melihat sahabatnya berubah seperti itu.

“shirreo itu sudah terlambat Chanrin-ah.” kata Janghee lalu berjalan mendekati Chanrin. “sekarang aku cuma ingin membuatmu menderita sama sepertiku.” Lanjutnya.

Janghee pun mengeluarkan pisau lipat dari balik jas almamaternya. Dia pun mengarahkan pisau itu ke arah Chanrin. “aku ingin pisau ini menancap tepat dijantungmu lalu menusuk anggota tubuhmu dengan pisau ini dan mengambil semua organ tubuh yang kamu miliki.” Chanrin hanya memejamkan matanya karena gak berani menatap sahabatnya yang sudah gila itu.

“ah… aku tau, habis atau aku langsung saja tancapkan pisau ini ke matamu? Dan mencabut matamu yang indah itu? bukalah matamu sayang.” Ucap Janghee sambil menempelkan pisau itu tepat di dada Chanrin.

“bersiaplah Chanrin-ah.” belum sempat Janghee menancapkan pisaunya ke Chanrin, seseorang telah memukul pundak Janghee dengan kayu.

“oppa!!!” ucap Chanrin lalu berlari memeluk Baekhyun. Ternyata Baekhyun tidak datang seorang diri, dia datang dengan kepala sekolah dan beberapa guru untuk menangani Janghee yang sudah menjadi gila itu.

“Baekhyun, bisakah kamu menenangkan Chanrin? Saya dan guru-guru disini yang akan mengurus Janghee.” Ucap kepala sekolah itu.

“ne, sonsaengnim.” Ucap Baekhyun. “Chanrin, gwenchanayo?”

“oppa!! Aku gak percaya Janghee berbuat seperti itu ke aku.” Ucap Chanrin sambil menangis di pelukan Baekhyun.

“menangislah sampai puas Chanrin.” Kata Baekhyun sambil mengelus rambut Chanrin.

“gomawo oppa sudah menolongku, tapi bagaimana bisa oppa tau aku ada disini? Aku bahkan tidak menceritakan ke oppa tentang masalah ini.” Tanya Chanrin setelah ia puas menangis.

“ah itu, aku hanya memata-mataimu saja.” jawab Baekhyun dengan santai. Setelah Chanrin kembali ke kondisi yang baik, Baekhyun pun mengantarkan Chanrin pulang ke rumahnya.

~~~goodbye summer~~~

Beberapa bulan kemudian setelah keadaan kembali normal lagi dan Chanrin sudah tidak trauma akan hal itu, Chanrin dan Baekhyun semakin romantic aja dalam menjalankan status berpacarannya itu, bahkan banyak pasangan di sekolah yang iri akan keromantisan mereka berdua.

Entah untuk keberapa kalinya Chanrin menguap di bangku taman itu. “Chanrin-ah kalau kamu ngantuk, kamu bisa tidur di pundakku.” Kata Baekhyun. Chanrin pun segera menyandarkan kepalanya ke pundak Baekhyun.

“gomawo oppa.” Ucap Chanrin sambil memejamkan matanya.

“ne cheonma.” Kata Baekhyun lalu mencium kening Chanrin.

Beberapa menit dia mencoba tidur, tapi tetap saja dia tidak bisa tertidur pulas. Chanrin pun melepaskan sandarannya itu. “kamu gak jadi tidur?” tanya Baekhyun, Chanrin hanya menjawabnya dengan menggeleng-geleng.

“oh iya, aku punya tantangan buat kamu.” Kata Baekhyun. “apa itu?” tanya Chanrin penasaran.

Baekhyun pun tersenyum evil ke arah Chanrin. “selama 3 hari kamu gak boleh menghubungiku dan menemuiku, gimana kamu mau gak?”

“aniyo, aku gak mau. Nanti aku jelas sekali kalah melakukan hal itu.” kata Chanrin.

“nanti kalau kamu bisa melakukan hal itu, aku akan memberimu kejutan deh. Oh iya, dan juga aku akan melakukan semua hal yang kamu inginkan.”

“semuanya?” Baekhyun pun mengangguk mendengar pertanyaan Chanrin. “jeongmal?”

“iya beneran deh.” Chanrin pun memikirkan hal itu dengan baik-baik. “hmm, oke aku mau oppa.” Baekhyun pun tersenyum mendengar perkataan Chanrin itu.

“oke mulai hari ini ya, kalau gitu sana hush… hush… pergi dari sini.” usir Baekhyun sambil tertawa pelan.

“dih jahatnya… oke fine aku pergi heung.” Ucap Chanrin lalu pergi meninggalkan Baekhyun sendirian.

‘mianhae Chanrin, aku tau ini sulit bagimu. Tapi, aku harus melakukan hal ini Chanrin-ah.” Batin Baekhyun sambil memegangi dadanya.

3 Hari kemudian…

Chanrin P.O.V

Akhirnya aku berhasil melakukan tantangan dari Baekhyun oppa, kalau gitu hari ini aku bakalan menagih kejutan itu. ihihihi habisnya melakukan hal ini itu benar-benar sulit bagiku, siapa coba yang bakalan betah selama 3 hari gak berhubungan dengan orang yang dia cintai, pasti jawabannya gak ada.

Aku pun pergi ke kelas Baekhyun oppa, tapi hasilnya nihil aku tidak menemukan Baekhyun oppa disana. Akhirnya  aku pun memutuskan untuk pergi ke rumah Baekhyun oppa. Aku benar-benar sudah gak sabar melihat apa kejutan yang akan diberikan Baekhyun oppa kepadaku.

Sesampainya disana aku sedikit heran kenapa banyak sekali orang yang mengunjungi rumah Baekhyun oppa. Seingatku hari ini tidak ada acara apapun yang bakal diselenggarain disana. Aku pun memasuki rumah itu.

Aku sempat terkejut karena banyak sekali orang yang menangis disana. Aku segera membuang pikiran-pikiran negative yang melintas di otakku. Aku pun pergi menemui ibu Baekhyun oppa.

“eh? Ahjummakenapa nangis? Ulljima…” ucapku berusaha menghibur eomma Baekhyun yang tiba-tiba memelukku saat aku muncul dihadapannya, aku semakin bingung dengan suasana saat ini. “Baekhyun oppa kemana? kok dia gak ngehibur ahjumma?” tanyaku pada eomma Baekhyun.

Akhirnya eomma Baekhyun pun menarik tanganku. Aku begitu terkejut saat melihat Baekhyun oppa tebujung kaku dengan wajahnya yang putih pucat. Seketika itu juga rasanya semua saraf yang ada di tubuhku benar-benar tidak berfungsi.

Air mataku pun mengalir dengan deras. “ahjumma itu bukan Baekhyun oppa kan? Iya kan ahjumma dia bukan Baekhyun oppa?” tanyaku sambil menangis. Aku langsung lemas ketika eomma Baekhyun hanya mengangguk-angguk sambil berusaha menahan tangisannya.

Eomma Baekhyun pun berusaha menghiburku, tapi tetap saja aku tidak bisa menghentikan air mataku yang terus mengalir ini. Oppa kenapa kamu tega menyuruhku tidak menghubungimu selama 3 hari, dan sekarang kamu sudah meninggalkanku untuk selamanya.

“Chanrin, ini ada surat dari Baekhyun untukmu.” Bahkan aku sekarang gak kuat untuk memegang surat dari Baekhyun oppa. Mau gak mau aku pun membaca surat itu.

Chanrin-ah oppa tau hari ini kamu pasti mencari ke kelas untuk menagih kejutan yang sudah aku janjikan. Tapi, karena aku gak ada di kelas akhirnya kamu pergi kerumahku deh. Mianhae Chanrin yang aku maksud kejutan itu ya… berita tentang kematianku, lalu 3 hari itu aku ingin melatihmu supaya nanti kamu gak akan merindukanku lagi  Chanrin-ah.

Sebenarnya 3 hari yang lalu oppa melakukan operasi jantung tanpa mengabarimu dan juga aku merahasiakan tentang penyakitku ini darimu, aku gak ingin membuatmu khawatir Chanrin-ah. Seandainya oppa masih dan berhasil melakukan operasi itu oppa gak akan meninggalkanmu selamanya dan kamu akan mendapatkan kejutan yang lain.

Ulljima Chanrin-ah, seandainya oppa masih hidup oppa bakalan menghapus air matamu lalu memelukmu dengan erat. Aku tau kamu pasti bisa mencari penggantiku yang lebih baik dariku. Aku juga tau kamu pasti bisa melewati hari-harimu tanpa diriku, karena kamu sudah aku latih selama 3 hari yang lalu. Fighting Chanrin-ah!

~~~goodbye summer~~~

Aku berusaha melupakan semua hal yang telah terjadi saat musim panas beberapa bulan yang lalu. Tapi, kejadian itu terus menerus terputar jelas di otakku. Bahkan saat aku hampir menemukan pengganti Baekhyun oppa, aku masih saja memikirkan Baekhyun oppa yang sudah berada di alam lain.

Baekhyun oppa, bagaimana kabarmu disana? Aku sangat merindukanmu. Aku berharap aku bisa berhenti menangis karena kejadian di musim panas itu. Semoga di musim gugur ini aku bisa dengan mudah melupakan kejadian di musim panas dan melakukan hal baru di musim gugur ini.

THE END…

Hiks hiks… mian yaa kalau bagi kalian cerita ini kurang sedih… /ulap ingus pakai baju kalian/? Huweee entah sejak kapan author jadi cengeng kaya gini… ya udahlah untuk saat ini biarkan author meratapi nasib author bareng angry bird (baca: Kris) #plak dan pacar aye siapa lagi kalau bukan Chanyeol #digampar

Mian ya kalau ceritanya jelek ;A;

7 pemikiran pada “Goodbye Summer

  1. huweeee…. baekhyun oppa.. 😥 hiks hiks.. /elap ingus../
    sedih thor.. baca.na aja bayangin ak.na yg jdi chanrin..

    Daebak thor.. kau berhasil membuatku menangis..
    #mendadakcengengniiihhh… 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s