The Old Time

Title: The Old Time

Author: sehunkris6

Cast:

– Lee Hyena

– Wu Yi Fan / Kris

– Oh Sehun

Length: Oneshot

Genre: AU, Angst, Romance

^^

When we live in the modern time, why am I missing the old time?

– The Old Time –

 

Say it.”

Lee Hyena telah menunggu saat-saat ini. Ia menatap lurus suaminya, Kris. “Aku rasa kau telah berubah,” ucapnya. Hyena sengaja mengatakan ini karena ia merasakan perubahan Kris termasuk perubahan yang signifikan. Ia sangat ingin tahu apa yang menyebabkan suaminya menjadi lebih dingin dan berbeda padanya. 

“Itu hanya perasaanmu saja,” tanggap Kris sambil tertawa kecil. Tapi, Hyena tidak mau mentertawakan apa yang sekarang Kris tertawakan. “Ini tidak lucu.” Senyuman Kris perlahan menurun dan menunjukan wajah datarnya. “Apa yang sebenarnya kau ingin katakan?” tanya Kris sambil meminum hot chocolate-nya.

Hyena menarik nafasnya dan meminum minuman di depannya. Ia merasa lelah untuk terus berulang kali mengatakan apa yang ia ingin utarakan. “Aku akan pulang ke Amerika, untuk sementara waktu dan juga menenangkan diri,” jawab Hyena kemudian. Ia melirik ke arah Kris, melihat bagaimana tanggapan sang suami.

Kris bahkan tak menunjukan ekspresi kagetnya. Ia malah membuka korannya. “Baguslah. Tenangkan dirimu di sana.” Hyena memejamkan matanya kuat. Ia sangat berharap ini mimpi buruk sebelum natal tiba. Ia tak peduli apa tanggapan Kris, sebenarnya. Ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi Kris setelahnya. Apakah Kris akan menanyakannya kenapa?

Jelas saja Kris tidak akan menanyakan hal itu. “Aku akan berangkat malam ini,” tambah Hyena masih menunggu reaksi Kris. Perlahan Kris melipat korannya lagi dan malah meminum hot chocolate-nya. “Baiklah, aku antar kau ke bandara.” Sungguh reaksi yang tidak diharapkan oleh Hyena.

“Tapi, aku putuskan untuk tidak ke sana sekarang.” Kris mengangguk kecil. “Baiklah,” ucap datar dan pendek. Hyena kali ini mengendus pelan, dan Kris menyadari itu. “Ada apa? Kau kenyang?” tanya Kris sambil melihat gelas kaca minuman Hyena yang masih ada tiga perempatnya. Hyena menggeleng singkat dan membawa tasnya.

“Kembalilah ke kantormu. Aku akan pulang.” Hyena langsung saja keluar dari café tersebut diikuti oleh Kris. Kris belok kanan, ke kantornya sedangkan Hyena belok kiri, ke rumah mereka. Saat berbelok, Hyena mengusap matanya yang berkaca-kaca.

 

***

 

Sehun menatap Hyena dari kejauhan. Ia melihat wanita itu sedang melamun memandangi sungai Han dengan tenang, tanpa terganggu sedikitpun. Sehun tahu, Hyena akan selalu ke sini jika ia merasa sedih, bingung, atau sakit hati.

“Lee Hyena. Sedang apa kau?” Sapaan yang begitu Hyena kenal mengetuk gendang telinganya. Hyena melirik ke sebelahnya dan mendapati Sehun duduk di sebelahnya. “Oh, kau. Aku hanya sedang menjernihkan pikiranku,” jawab Hyena yang langsung melanjutkan aktivitasnya. Sehun mengangguk sambil terus menatap wajah cantik Hyena.

Ia tahu ia tak pantas seperti itu karena status Hyena yang memiliki suami. Maka dari itu, ia segera mengalihkan pandangannya. “Apa sebuah masalah memberatkanmu, Hye?” Hyena menundukan kepalanya dan membuang nafasnya kasar. Ia merasa Sehun betul-betul hebat menebak. “Hebat sekali kau.” Sehun tersenyum kecil. “Wajahmu menjelaskan semuanya, Hye,” terang Sehun.

Hyena menarik nafasnya dalam-dalam. Apa benar masalahnya begitu berat sehingga ia begitu mudahnya dibaca oleh orang? “Menurutmu, apa masalahku?” tanya Hyena sedikit menantang Sehun. “Kalau bukan Kris, apa lagi?” jawab Sehun yang sudah sering mendengar keluhan Hyena tentang Kris.

Mau tak mau, Hyena mengakui tebakan Sehun lagi-lagi tepat sasaran. “Entah kenapa aku merindukan waktu yang dulu daripada yang sekarang,” ucap Hyena tiba-tiba. “Kenapa? Semua orang justru menyukai waktu yang sekarang.”

When I remembering the old time, I think the old time is better than  now,” tambah Hyena. Sehun mengerti apa maksud Hyena. Hyena pastinya sudah tak tahan dengan kehidupannya sekarang. “Apa kau sudah tak tahan lagi dengan Kris?” tebak Sehun. Hyena hanya bisa tersenyum sambil menimbang-nimbang jawaban.

“Antara iya dan tidak. Di satu sisi aku senang bisa hidup dengannya dan menyayanginya. Tapi sisi lainnya merasa sebaliknya dan tak kuat dengan perubahan Kris yang begitu signifikan,” jelas Hyena sambil menatap semu semuanya. “Hye, entah aku harus mengatakan ini atau tidak, aku takut kau terluka.”

Hyena menatap Sehun penasaran. “Apa itu? Katakan.” Sehun menggigit bibir bawahnya. Apa benar ia harus mengatakan apa yang ia lihat kemarin?

Flashback

Sehun berkeliling mengontrol semua kinerja para karyawan di perusahaan tempat ia bekerja. Matanya langsung tertuju pada seorang wanita cantik dengan pandangan bingung dan seperti mencari seseorang. “Ada yang bisa kubantu, nona?” tawar Sehun sambil memasang senyum terbaiknya yang selalu ampuh membuat wanita luluh hatinya.

Wanita itu membalas senyuman Sehun. “Aku mencari… Wu Yi Fan? Dia bekerja di sini, kan?” Sehun terlihat berpikir sebentar. Untuk apa wanita cantik itu mencari Kris? Apa mungkin dia klien Kris? Tapi, biasanya, semua klien Kris baik itu wanita atau lelaki selalu berpakaian formal, sedangkan wanita itu berpakaian informal.

“Wu Yi Fan? Ah ya, direktur Wu. Kalau boleh saya tahu, ada apa anda mencari direktur Wu?” Wanita itu terlihat kelabakan untuk mencari jawaban. Itu justru membuat Sehun curiga. “Dan apa anda sudah buat janji dengan direktur.—“

“Dia adalah penjaga kedai tteobokki di seberang sana. Kemarin aku lupa bawa dompet dan sekarang ia mencariku karena untuk menagih uangku kemarin, benar kan?” Spontan wanita itu mengangguk gugup dan Sehun memandanginya dengan alis mengangkat ke atas.

“Ok, baiklah. Saya tinggal dulu,” ucap Sehun segera dan meninggalkan Kris. Sehun makin curiga dengan menjelasan yang diberikan oleh Kris padanya. Ia merasa kurang puas dengan penjelasan Kris dan juga ia meragukan kebenaran dari perkataan kris.

Apa wanita itu penjaga kedai tteobokki seberang? Kurasa penjaganya seorang ajumma, pikir Sehun sambil terus berjalan.

End of Flashback

Sehun merasa ia tak perlu mengatakannya. “Maaf, aku tak bisa mengatakannya,” ucap Sehun tiba-tiba yang membuat Hyena kecewa. “Jangan berbohong, Sehun-ah. Katakan semuanya, walaupun itu menyakitkan. Aku tidak akan kecewa, menangis, atau sedih. Aku berjanji.”

Sehun menatap Hyena untuk memastikan janji wanita itu bisa ditepati. “Kemarin, ada seorang wanita cantik datang ke kantor kami…”

“Ia mencari Kris, dan ia menanyakan keberadaan Kris padaku. Spontan aku langsung menanyakan untuk apa ia mencari Kris. Tapi, gadis itu bukannya menjawab malah kelabakan. Lalu, saat aku tanyakan apa ia sudah buat janji atau belum, Kris datang dan memotong kalimatku…”

“…Ia bilang kalau wanita itu hanyalah seorang penjaga kedai tteobokki seberang kantor kami yang datang untuk menagih uang yang belum Kris bayar kemarinnya. Aku tak percaya penjelasan Kris karena…”

“Sebenarnya penjaga kedai tteobokki seberang kantor itu seorang ajumma,” jelas Sehun panjang lebar yang membuat Hyena terpaku. Sehun segera memegangi tangan Hyena. “Kau harus tepati janjimu tadi, Hye. Jangan sampai kau menangis atau kecewa… Itu akan buat aku merasa bersalah.”

Hyena tersenyum miris dan menatap Sehun. “Iya, Sehun-ah. Aku berjanji.” Sehun merasa sedikit lega. Namun, ia juga khawatir karena Hyena benar-benar terlihat pucat. Karena faktor udara yang dingin, Sehun membuka jaketnya dan menyampirkannya ke punggung Hyena.

Sehun berdiri dan berencana untuk pulang duluan. “Hye, aku pulang duluan,” pamit Sehun. Namun, pergelangan Sehun segera di tahan oleh Hyena. “Tolong, tinggal lebih lama,” pinta Hyena. Sehun akhirnya kembali duduk dan memegang tangan Hyena untuk menenangkan  Hyena dan juga menghangatkan tangan Hyena.

“Saat ini aku benar-benar merindukan waktu yang dulu, Sehun-ah. Aku sangat ingin kembali ke waktu itu.” Sehun hanya diam dan perlahan ia mengusap rambut Hyena.

***

Flashback

“Kau, Lee Hyena, maukah menjadi tunanganku yang selalu mendampingiku?” Hyena tersenyum malu mendengar tawaran Kris. Ia segera mengiyakan tawaran Kris dan Kris memakaikan cincin tunangan itu ke jari manisnya. Kris segera mencium bibir Hyena lembut dan melepasnya.

“Terima kasih telah menerimaku, Lee Hyena! Aku berjanji akan menjadi kekasih dan tunangan yang baik yang selalu mengerti kau, bersikap manis, mencintaimu, menyayangimu sampai hari pernikahan kita nanti.” Hyena tersenyum tipis sambil berdoa agar janji itu akan selalu Kris tepati.

End of Flashback

Hyena terisak di kamarnya dengan kedua kaki yang ia peluk. Mau tak mau, ia harus menumpahkan semua perasaannya dengan menangis. Ia telah melanggar perjanjiannya dengan Sehun untuk tidak menangis karena apa yang dikatakan Sehun. Hyena tak merasa Sehun salah karena telah memberi tahunya. Yang penting, Sehun telah jujur padanya.

“Hyena?”

Hyena mengangkat kepalanya dan mendapati Kris berdiri di depan pintu kamar dengan wajah heran. Hyena melirik jam dinding kamar mereka yang menunjukan waktu saat itu adalah jam 12 malam lewat lima menit. Hyena segera mengusap  air matanya kasar sambil berdiri dan berjalan keluar kamar melewati suaminya.

“Ada apa denganmu, Hyena?” tanya Kris sambil mengikuti Hyena yang mengambil air putih. Hyena berhenti meneguk minumannya dan menaruh gelasnya kembali. “Siapa wanita yang kemarin datang ke kantormu?” tanya Hyena dingin dengan tak menatap mata Kris.

“Itu klienku.”

“Kau yakin?”

“A-aku yakin, Hyena,” jawab Kris sedikit terbata. Hyena tertawa sinis. “Cobalah untuk jujur padaku sekali saja,” ucap Hyena sambil masuk ke kamar. Kris ikut masuk ke kamar dan menutup pintunya. “Aku sudah jujur padamu, Hyena.” Hyena lagi-lagi melayangkan tatapan tak percayanya pada Kris.

“Aku tak lagi percaya padamu, Kris. Sehun berkata padaku kau berbohong padanya.”

“Sehun tidak tahu mana yang benar, Hyena. Kenapa kau masih percaya padanya?”

“Karena saat ini hanya Sehun yang bisa aku percaya,” jawab Hyena tajam. “Apapun itu, percayalah padaku, Hyena,” ucap Kris menyakinkan Hyena. Hyena tertawa sinis lagi. Mana mungkin ia dengan gampang percaya pada Kris? “Aku tak bisa percaya padamu karena kau mengingkari janjimu tahun lalu. Kau berjanji akan selalu mencintaiku dan menyayangiku, Kris. Tapi mana? Kau bahkan berubah menjadi dingin dan tak peduli padaku.” Kris terdiam dan menundukkan kepalanya.

“Aku bahkan tak percaya kau akan mengingkari janjimu, Kris. Ternyata ketakutanku akan hal ini terwujudkan, Kris. Aku tak mau kau yang seperti ini. Kau selalu bohong dan tak peduli. Aku tak kuat. Bahkan setelah ucapan Sehun tadi, aku jadi.—“

“BAIKLAH, AKU MENGAKU. AKU SELINGKUH,” aku Kris dengan wajah kesal dan marahnya. Wajah Hyena langsung menunjukan ekspresi terluka akibat pengakuan Kris tadi.

Slap.

Sebuah tamparan keras mengenai pipi Kris hingga pipinya memerah. Hyena mau tak mau terisak keras. “Aku tak habis pikir dengan ini, Kris. Sungguh. Ini caramu membalas semua rasa sayangku?” Kris berkacak pinggang dengan wajah kerasnya. “Kalau kau kecewa padaku, silahkan pulang ke Amerika atau pergi dari sini.”

Hyena makin tak percaya lagi. Sekarang Kris mengusirnya? “Baiklah. Aku akan pergi. Kau tinggal kirim aku surat perceraian dan aku tanda tangani, mengerti?” Hyena segera memasuki semua pakaiannya ke dalam koper besar dan membawanya keluar rumah nya dan Kris.

Ia sudah tak kuat melihat wajah kris lagi. Ia segera memalingkan wajahnya saat Kris meliriknya. “Halo, Sehun-ah. Tolong jemput aku. Aku akan segera berangkat ke Amerika, sekarang.”

***

“Sehun-ah, kalau bisa, kau yang bawakan surat perceraian  ku dengan Kris ke Amerika.”

Sehun hanya mengangguk pelan. Saat ini, ia bersama Hyena menunggu jadwal Hyena di kantin bandara. “Kenapa kau diam saja, Sehun-ah?” tanya Hyena heran dengan reaksi Sehun. “Kalau kau pergi ke Amerika, itu artinya kita takkan bertemu lagi?” Hyena hanya tersenyum kecil tanpa tahu apa yang harus ia jawab.

“Jujur saja, aku merasa keberatan kau harus meninggalkan Korean secepat ini,” tambahnya jujur. Hyena selalu tahu Sehun akan berkata jujur pada siapapun. “Mianhae, Sehun-ah. Aku rasa ini waktu paling tepat.”

“Kalau begitu, bisakah kau berjanji padaku satu hal?”

“Apa?”

“Sampai aku menjemputmu ke Amerika, kau selalu setia menungguku. Dan kau juga harus melupakan kejadian di masa lalu dan memulai hidupmu dengan ku. Karena aku mencintaimu, Lee Hyena,” aku Sehun. Hyena tersipu malu dan perlahan ia menatap mata Sehun yang berbinar.

“Entahlah, aku tak bisa jamin. Lelaki Amerika selalu terlihat tampan,” canda Hyena yang membuat Sehun mengerucutkan bibirnya. “Tenang saja, Sehun-ah. Aku akan menunggumu.” Sehun segera mencium pipi Hyena dengan cepat. “Kalau begitu, hati-hati dijalan. Aku pulang dulu,” pamit Sehun langsung keluar dari kantin, meninggalkan Hyena yang terpaku karena ciuman kilat Sehun di pipinya.

 

And now, I think the modern time is better than the old one.

– The Old Time –

 

A/N: Hello^^ Thanks for reading my first ff! Kalau aku boleh jujur, ini bener-bener gajeTT. Maaf ya kalau ff ini kurang maksimal, endingnya ngegantung, alur gajelas, typo atau salah pengetikan:D. kritikan, saran dan lainnya akan sangat membuat saya senang:). Kalau kalian suka sama ff ini, kalian bisa berkunjung ke blog pribadiku: http://exofantasy.wordpress.com

14 pemikiran pada “The Old Time

  1. Bagus thor…. Bener” gak bs ditebak alurnya … Buatin sequel dong thor , bikin ceritanya kris nyesel …. Sebel banget aku sm kris soalnya -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s