Waiting For You (Chapter 2)

Waiting For You (chapter 2)

 

Author : Ms. Kwon (@frissilia12)

Cast     : – You/OC

– Xi Luhan

Supporting cast : Oh Sehun & Park Hanna (OC)

Genre  : Romance, Little Sad

Ratting            : G

Length : Oneshoot

Summary : “Kau ingat janji kita dimasa kecil?”

waiting for uuuuuu

Happy reading and enjoy

 

 

Perview

“Luhan ada yang ingin kubicarakan.” Ujarmu mantap.

“Apa?” perlahan-lahan tanganmu merogoh kedalam tas selempangmu dan berusaha mencari sesuatu. YAP! Setelah kamu merasa benda yang kamu harapkan sudah ketemu, perlahan-lahan kamu perlihatkan kepada Luhan.

“Apa kau masih mengingat ini?”

 

***

Luhan terus menatap benda yang ada ditanganmu seolah-olah ia sedang mengingat sesuatu tentang benda itu. Kamu terus berharap kalau Luhan akan mengingatnya. Tapi kenyataan begitu menyakitkan. “Tidak.” Satu kata tapi sudah membuat sang pendengarnya mati rasa. Kamu tidak menyangka jika Luhan akan mengatakan bahwa dia tidak mengingat benda yang jelas-jelas pada masa kecil Luhan berikan padamu. Sebuah kotak music dimana terdapat seorang pangeran dan putri yang sedang menari bersama.

 

“Kau yakin tidak mengingatnya Luhan-ah?” Tanyamu ragu-ragu.

“Tentu, aku sangat yakin kalau aku tidak mengingat sesuatu dari benda ini. Lagipula ini hanya sebuah kotak music dan emm… tak berarti apapun untukku.” Ujar Luhan.

 

Ketika itu rasanya kamu ingin menangis sekencang-kencangnya disudut kamarmu. Dengan sekuat tenaga kamu menahan air matamu mengalir dihadapan Luhan. “Tapi… kotak music ini berarti bagiku. Seseorang dimasa laluku-lah yang telah memberikannya, dan itu sangat-sangat berarti bagiku.” Kamu sudah tidak bisa lagi mengontrol perasaanmu yang kini rasanya sudah campur-aduk. “Maaf mengganggumu. Permisi.” Dengan cepat kamu berbalik dan meninggalkan Luhan sendiri (lagi).

 

“Mianhae [Your name]”

 

***

“Sudahlah [Your name]-ah tak perlu menangis, mungkin saja Luhan memang benar-benar lupa kalau dia pernah memberikan kotak music itu padamu.” Ujar Hanna menenangkanmu. Kamu terus sesegukkan “Sudahlah berhenti menangis.”

 

“Tapi mana mungkin Luhan melupakan benda itu.” Ujarmu yang masih sesegukkan.  Kamu terus berfikir mengapa Luhan melupakan benda yang jelas-jelas dia berikan padamu.  Disamping hal ini, ternyata ada seseorang yang memperhatikanmu dari jauh dan terus menatapmu tajam dan sendu.

 

“Tunggu aku [Your name] aku akan berada disampingmu.”

***

Keesokan harinya ketika kamu sedang berjalan dikoridor Kampus, tidak sengaja kamu menabrak seorang pria. “mianhae aghassi.” Ujar mu. “eoh gwencana.” Seorang pria yang kulitnya sangat putih ditambah senyumannya yang membuat para wanita terikat padanya, itulah pria yang kau tabrak. Oh Sehun. “Sekali lagi aku minta maaf atas kelalaianku.” Ujarmu. “Ne.” balas Oh Sehun. Kemudian kamu meninggalkan-nya sendiri dan tanpa kamu sadari Sehun mengulas senyuman untukmu.

 

“Hanna-ah!” Teriakmu ketika kamu sudah berada didalam kelas. “Wae? Bisakah kau tak teriak seperti itu, eoh?” Protes Hanna. “hehehe Mianhae. Emm… apa yang harus kulakukan sekarang?” tanyamu to the point. “Tidak ada.” Jawab Hanna. “Mwo? Yak! Jangan bercanda, kali ini aku benar-benar serius.” Ujarmu. Hanna menarikmu ke atap sekolah.

 

“untuk apa kita ke sini? Kitakan ada jam pelajaran.” Ujar mu.

 

“ssttt… lihat itu.” Matamu kini mengarah ke sudut atap sesuai dengan arahan jari telunjuk Hanna. “Untuk apa dia disini?” batinmu.

 

“Sekarang kau hampiri dia dan tunjukkan bahwa kau ini tidak lemah dan kau ini masih tetap ingin membuktikan padanya kalau kau ada seseorang yang ada dimasa lalunya.” Ujar Hanna

 

Kamu menghampiri Xi Luhan yang kali ini sedang sendirian. “Hay.” Sapamu dan itu membuat Luhan tersentak kaget. “oh mian kalau aku mem-“ belum sempat kau mengakhiri ucapanmu, Luhan sudah memotongnya. “Untuk apa kau kesini?” Tanya Luhan. “emm… tadi a-aku hanya ingin menghirup udara segar, emm.. tapi ketika aku sudah ada disini aku melihatmu sedang sendirian. Jadi-“

 

“Aku ingin sendiri, tolong kau keluar.” Potong Luhan kembali. Kamu marah dan kecewa karena untuk pertama kalinya Luhan seperti ini padamu. Tiba-tiba kamu teringat dengan sesuatu yang kamu harap dapaot membuat Luhan ingat kepadamu lagi. Kamu merogoh tas selempangmu mencari-cari ebnda yang kamu harapkan itu. Tak perlu makan waktu yang lama, benda itu pun sudah kau dapatkan.

 

Flower crown yang dulu Luhan buatkan untukmu yan terbuat dari bunga sakura saat musim semi beberapa belas tahun yang lalu. Kau selalu membawa bando tersebut setiap hari, bagimu bando tersebut sebuah jimat keberuntugan. Kau tunjukkan bando tersebut kepada Luhan. “Apa kau ingat ini?”

 

[Flashback on]

15 tahun yang lalu

Kamu berjalan dengan Luhan ditengan tamamn yang terhias dengan pohon sakura disepanjang jalannya. Tampak jelas diwajah kalian kebahagian yang kalian rasakan. Luhan mengajakmu duduk dibangku tepat dibawah pohon sakura yang kala itu bunganya sedang berguguran. “indah sekali.” Ujarmu.

 

“Apa kau suka?” tanya Luhan.

 

“Tentu. Dulu sebelum appa kerja di Tokyo, appa sering mengajakku kesini. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi.” Saat itu perasaanmu sangat sedih mengingat masa lalumu.

 

Luhan bangun dari duduknya, kemudian mengambil bunga sakura yang berjatuhan satu per satu. “Mau kau apakan bunga itu Luhan-ah?” tanyamu heran dengan sikap Luhan kala itu. “Ssstt.. aku ingin membuatkan sesuatu untukmu. Selagi aku bekerja kau tidak boleh memalingkan wajahmu kebelakang kursi, arraseo?” ujar Luhan. Kamu hanya mengangguk sebagai tanda kamu telah mengerti.

 

Luhan mulai mencari ranting pohon yang tidak begitu keras dan mengambil lem didalam tasnya (entahlah mengapa ada lem didalam tasnya). Dia pun mulai beraksi membuat sebuah Flower crown special untukmu.

 

15 menit sudah dia berkutik dengan bunga, ranting dan lem. “Tada! Ini untukmu.” Luhan memberikan flower crown itu kepadamu. Matamu sungguh berkaca-kaca ketika Luhan memberikanmu bando tersebut. Walaupun bando yang Luhan buat tidak sebagus buatan toko tapi bagimu itu lebih bagus. “Wae? Apa kau tidak suka?” tanya Luhan. “Aniyo. Aku hanya senang karena kau mem-“ jari telunjuk Luhan mengarah ke mulutmu. “Sssttt… hehehe ini hadiah musim semi untukmu, jelek. Weee.”

 

“Yak! Kau yang jelek.”

 

[Flashback off]

 

“Apa kau ingat?” tanyamu setelah kau mengakhiri ceritamu. Luhan tak merespon sama sekali, dia masih saja diam. “Luhan-ah apa kau ingat?” Tanyamu kembali sembari menggoyang-goyangkan tangannya. “Tidak.” Satu kata penuh arti, jawaban yang kembali membuatmu bagaikan tertusuk sebilah silet. Luhan meninggalkanmu bagaikan orang yang berdarah dingin, tanpa peduli perasaanmu saat itu.

 

Setetes air mata mulai berlinang diwajahmu tanpa seizinmu. “bodoh! Untuk apa aku menangis.” Sesalmu untuk dirimu sendiri. Hanna kemudian menghampirimu, mencoba untuk menenangkanmu.

 

“Sudahlah jangan kau menangis.” Dengan lembut Hanna mengelus lembut punggungmu. “Untuk apa kau masih memikirkannya dan mencoba untuk mengingat hal atau benda indah dimasa lalu. Bukankah sudah cukup jelas bahwa dia tidak ingat sama sekali, eoh?” lanjutnya.

 

Kau hapus air matamu dan menatap penuh keyakinan kepada sahabatmu. “Hanna-ah apakah kau tahu apa itu cinta?” tanyamu. “Ten… tentu aku tahu apa itu cinta. Memangnya kenapa?” Tanya Hanna balik. “Aku teringat dengan potongan syair dilagu G-dragon yang that xxx. Dia berkata ‘They say love is blind oh baby you’re so blind.’ Yeah saat ini aku benar-benar buta akan cinta, Hanna-ah.” Ujarmu dengan seulas senyuman manis dan tatapanmu ke langit biru dengan penuh harap. “Aish, sudah ayo masuk sebelum kau gila beneran.”

 

***

Seluruh mata kuliahmu hari ini sudah selesai dan kamu berencana untuk pergi ke kedai es krim tempat biasa kamu dan Hanna menghilangkan penat. Saat di depan gerbang sekolah, tak sengaja bola matamu menangkap seorang pria yang sangat kau kenal sedang sendiri seperti menunggu seseorang. Ingin rasanya kau hampiri dia, tapi sayang hatimu otakmu tak sejalan dengan hatimu.

 

Saat kamu sedang berjalan ke arah halte bus, ada seseorang dari belakangmu yang memanggilmu. “[Your name]-ssi chakkamanyo.” Ujar nya. Sekilas kamu teringat dengan sosoknya tapi kamu lupa apakah kamu pernah bertemu dengannya atau tidak. “Apa kau masih mengingatku?” tanya pria itu.

 

Kamu terus berusaha untuk mengingat siapa pria yang memanggilmu tadi. “Emm… kau menabrakku.” Ujar pria tersebut mencoba mengingatkanmu. “Aigoo… ne aku ingat. Ah mianhae tadi aku tak sengaja menabrakmu.” Ujarmu. “Hahaha tak apa.” Balas pria tersebut.

 

“ekh.. ekhmm… kita belum berkenalan. Aku Park Hanna imnida. Kau?” Tanya Hanna seolah menunjukkan kalau dia ada bersama kalian berdua. “Aku Oh Sehun imnida.” Jawab Oh Sehun dengan senyuman manisnya. “Darimana kau tahu nama temanku ini sedangkan dia tidak mengenalmu?” Tanya Hanna seolah menyelidik hal yang aneh. “Oh… eh… dari temanku.” Jawab Oh Sehun dengan nada gugup.

 

“Kau mau pulang bersama kami?” Kamu menawarkan Oh Sehun untuk pulang bersama dengan kamu dan Hanna. Dengan cepat Oh Sehun mengiyakan tawaranmu dengan anggukan mantap kepalannya. Akhirnya kalian bertig pulang bersama, tetapi kamu dan Hanna turun terlebih dahulu karena kalian ingin ke kedai es krim sesuai denga rencana awal kalian.

 

Teng!

 

Bunyi bel yang terletak diatas pintu kedai tersebut yang menandakan bahwa ada tamu yang baru masuk. Ketika kamu baru masuk, pandangan matamu teralihkan dengan sosok pria yang tengah duduk santai diujung ruangan sembari menatap luar kaca kedai. ‘Luhan’ batinmu. Ingin rasanya kamu untuk menghampirinya, namun kamu takut akan hal yang terjadi tadi diatap menimpamu kembali. Dimana seorang Xi Luhan menyuruhmu meninggalkannya sendiri.

 

Kamu dan Hanna duduk di kursi dekat dengan pintu keluar kedai. Posisi dudukmu menghadap punggung Luhan, ya Luhan membelakangimu dan tentunya Luhan tidak melihatmu. “Kau ingin pesan apa?” Tanya Hanna yang tidak sadar kalau ada Luhan dibelakangnya. Kamu tak bergeming, kamu masih belum sadar akan lamunanmu dan tatapanmu kepada Luhan.

 

“[Your name]-ah apa yang ingin kau pesan?!ck.” Ujar Hanna yang membuat lamunanmu buyar. “Eoh… ah ne aku ingin es krim vanila saja.” Jawabmu. “Hanya itu?” Lanjut Hanna. Kamu hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Hanna.

 

Hanna bangun dari kursinya dan menuju tempat pemesanan, bersamaan dengan itu ada seorang gadis cantik yang masuk kedalam kedai dan…. menghampiri meja Luhan. Untuk beberapa saat kamu terhenyak dengan gadis cantik yang mendatangi Luhan tersebut. Beribu pertanyaan terus berputar dalam otakmu.

 

“Siapa gadis itu?”

 

“Cantik sekali. Apa jangan-jangan itu kekasih Luhan?”

 

“Ah tidak. Luhan kan… AHHHH! CUKUP!”

 

Dengan gusar kamu menggaruk-garuk rambutmu. Frustasi? Tentu. tak beberapa lama kemudian Hanna datang dengan membawakan pesanan kalian. Dia sangat bingung dengan perubahan pada rambutmu yang begitu berantakan. “Yak [Your name] apakah tadi ada badai yang menghujammu?” pertanyaan macam apa itu? Tentu saja tidak. Kamu yang sudah cukup pusing dan bingun, hanya mengacuhkan pertanyaan tak berguna yang terlontar dari mulut Hanna.

 

Kamu menyendokki satu suap es krim kedalam mulutmu, kemudian matamu beralih lagi kepada bangku yang sangat membuatmu penasaran. Kamu terus merhatikan gadis yang kini pindah posisi, dari duduk didepan Luhan kini gadis itu duduk tepat disampingnya Luhan. Matamu membulat seketika, gadis itu dengan sengaja mencium pipi Luhan. Tidak kamu sadari, kalau tepat disamping sikutmu ada gelas es krimmu dan…

 

PRANG!

 

Kamu menjatuhkan gelas es krimmu dan itu cukup membuat kamu menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kedai tersebut, tak terkecuali Luhan dan gadis tersebut. Kamu sangat malu dan tanpa seizinmu air mata itu kembali lagi. Dengan tergesa-gesa kamu keluar dari kedai tersebut dan diikuti Hanna dibelakangmu.

 

‘Apa kau melihatnya [Your name]-ah? Mianhae….’

 

TBC

 

Mianhae kalau ceritanya gaje. Jangan lupa RCLnya gomawo^^

 

Iklan

12 pemikiran pada “Waiting For You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s