Story Of Wizard Family (Chapter 1a)

Cover Story Of Wizard Family

Story Of Wizard Family

Author : Dita Angela Danvers

Main Casts : Park Jooyoon (OC)

                     Luhan EXO a.k.a Park Luhan

                     Baekhyun EXO a.k.a Park Baekhyun

                     Leeteuk SJ

                     Taeyeon SNSD

Support cast : Kim Jihyun (OC), Oh Jungri (OC)

Genre : Fantasy, Family, Brothership

Rating : G

Length : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni pemikiran saya. Sebenernya seharusnya ff comedy, cumen karna saya ga bisa ngelawak/? Jadi ya bisanya cumen kek gini. Maaf kalo banyak yang OOC disini :v

 

Chapter 1 : New House and New Place

Author POV

Sebuah keluarga sedang menikmati makan malam. Keluarga yang terdiri dari appa, eomma dan 3 orang aegyanya. Keluarga yang dari luar terlihat normal. Perlu digaris bawahi, ‘Hanya dari luar’.

“Luhan, aku mau makanan itu” Ucap seorang yeoja pada namja yang mengambil sushi yang hanya ada satu-satunya.

“Siapa cepat, dia dapat” Ucap namja yang dipanggil –Luhan- tadi.

Yeoja tadi langsung mengambil tongkat lalu mengarahkannya pada sushi yang dipegang Luhan sambil berucap ‘Magica Parma (Mantra untuk mengambil benda/makanan)’ namun tepat 0,05 detik sebelum yeoja itu melakukannya, Luhan sudah mengeluarkan tongkatnya dan berucap “Expelliarmus (Mantra untuk menjatuhkan senjata lawan *ngambil difilm Harpot :v)” Sehingga tongkat yeoja itu terlempar kebelakang.

“Park Jooyoon, dilarang menggunakan kekuatan ketika makan malam -_-“ Ucap Luhan

“Park Luhan, Mengalahlah denganku” Balas Jooyoon

“Haruskah?” Tanya Luhan meledek

“Luhan, Jooyoon sudah jangan bertengkar” Lerai sang eomma a.k.a Kim Taeyeon yang sekarang telah menjadi Park Taeyeon

“Luhan tidak mau mengalah denganku, eomma.” Adu Jooyoon

“Eomma dengar? Dia tidak menyebut namaku dengan embel-embel ‘Oppa’. Betapa sopannya dia”

“Aku akan memanggilmu ‘Oppa’ ketika tinggimu lebih 10 cm dari tinggi Baekhyun”

“Diam kau -_-“  Ucap Luhan kesal karna secara tak langsung sudah dihina.

“Luhan, Jooyoon. Sudah, habiskan makanan kalian masing-masing” Lerai sang appa a.k.a Leeteuk. Luhan tersenyum penuh kemenangan sementara Jooyoon mendengus kesal.

“Tenang, Jooyoonie. Akan kuubah ramenmu menjadi sushi” bisik Baekhyun yang ada disebelah Jooyoon.

“Reducio Sushi (Mantra untuk mengubah benda/makanan)” Lanjut Baekhyun sambil menggunakan tongkatnya. Namun sepertinya nasib Jooyoon memang buruk, Baekhyun salah menggerakkan tongkatnya sehingga yang keluar bukanlah sushi melainkan bahan mentah dari sushi a.k.a ikan tuna hidup dan kawan-kawannya. Poor Jooyoon.

“KYA! Park Baekhyun kembalikan ramenku” Ucap Jooyoon sambil melempar ikan tuna hidup ke Baekhyun. Baekhyunpun gelagapan/? dan langsung melempar ikan tuna tersebut kesembarang tempat. Dan ternyata ikan itu mendarat mulus diwajah seorang namja paruh baya a.k.a Leeteuk. Luhan dan Taeyeon menahan tawa melihat kejadian itu, sementara Baekhyun dan Jooyoon kesulitan menelan air liur mereka melihat kejadian itu.

Leeteuk membuang ikan tersebut dari wajahnya, lalu membersihkan wajahnya dibantu dengan Taeyeon, anaenya. Leeteuk menarik nafas dalam, berusaha meredam amarahnya melihat kelakuan aegya-aegyanya. Luhan masih berusaha menahan tawanya, sementara Jooyoon dan Baekhyun menundukkan kepala sambil memikirkan hal buruk apa lagi yang akan menimpa mereka

 

***

Sekarang mereka semua berpindah tempat keruang tamu. Leeteuk menyuuh Taeyeon untuk menyimpan ikan tersebut untuk bahan makanan. Hitung-hitung penghematan katanya -_-

“Baekhyun, Jooyoon Apa kalian tidak ingat apa yang selalu appa katakan? ‘Kalian tidak boleh menggunakan kekuatan kalian disaat darurat, kalian hanya boleh mengeluarkannya untuk bermain-main” Ucap Leeteuk

“Appa, yang benar ‘Kita hanya boleh menggunakan kekuatan kita disaat darurat, bukan untuk bermain-main’” Ucap Jooyoon.

“Bukankah tadi memang itu yang appa katakana?” Jooyoon hanya mengangguk paksa untuk membuat appanya senang.

“Appa, kau tidak pernah mengatakan hal itu padaku” Ucap Baekhyun

“Jangan bohong, Baekhyun. Appa baru saja mengatakannya padamu” Ucap Leeteuk

“hmm, mian appa, Baek lupa” Ucap Baekhyun

“Baiklah Baekkie hukuman untukmu, tongkat sihirmu akan disita sampai batas waktu tertentu ….” Leeteuk diam. Semuanya pun diam.

“Baek, Kau tidak ingin protes?” Tanya Leeteuk kemudian. Taeyeon, Luhan, Jooyoon memandang aneh Leeteuk.

“Memangnya Baek boleh protes?” Tanya Baekhyun balik.

“Sebenarnya tidak boleh” Baekhyunpun tertunduk lemas.

“Dan Jooyoon, hukuman untukmu, PSPmu appa sita sampai batas waktu tertentu” Jooyoon menatap aneh Leeteuk

“Appa, sebenarnya berapa usiamu? Kau lupa? Aku tak pernah punya PSP, yang punya itu Luhan” Ucap Jooyoon. Leeteuk terdiam.

“Yeonie-ya, sebenarnya berapa usiaku?” Tanya Leeteuk pada Taeyeon. Taeyeon, Luhan dan Jooyoonpun melakukan tepok jidat berjamaah ‘-‘ melihat kebodohan Leeteuk. Sementara Baekhyun hanya memasang tampang polosnya atau mungkin bodohnya/?

“Kurasa aku tahu kenapa Baekhyun tak sepintar diriku” celetuk Luhan yang langsung mendapat deathglare dari Taeyeon. Jooyoon mendelik kesal ke Luhan yang selalu membanggakan diri. Baekhyun semakin kebingungan, sementara Leeteuk berfikir keras tentang berapa usianya.

“Maksudmu apa hyung?” Tanya Baekhyun pada Luhan.

Taeyeon semakin mendeathglare Luhan dengan deathglare terbaik miliknya. Luhanpun bergidik ngeri

“Tidak, bukan apa-apa” Ucap Luhan. Sepertinya Luhan tidak ingin PSPnya benar-benar menjadi korban dalam hal ini.

“Hmm…, baiklah hukuman untukmu Jooyoon, kau harus mencari tahu berapa usia appa sebenarnya” Ucap Leeteuk setelah berpikir keras berapa usianya. Jooyoon tersenyum senang mendengar keputusan Leeteuk

“Tapi appa, hukuman itu terlalu… mppphh” Protes Luhan yang mulutnya langsung dibekap oleh Jooyoon dengan tangannya.

“Aku terima hukumannya dengan senang hati. Jaljayo Appa, eomma, Baek” Ucap Jooyoon yang langsung menarik tangan Luhan kedepan pintu kamarnya dan juga pintu kamar Luhan *maksudnya kamar mereka berahadapan :v* meninggalkan Baekhyun dan Leeteuk yang menatap aneh mereka dan Taeyeon yang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan aegyanya.

“Cih, katakan padaku apa maumu, Park Luhan?” Ucap Jooyoon sinis sambil menarik tangannya yang membekap mulut Luhan.

“Mauku? Hukumanmu sama dengan hukuman Baekhyun, kurasa itu lebih adil”

“Luhan hyung, Jooyoon boleh aku pinjam tongkat sihir kalian? Ada mantra baru yang ingin kupelajari” Ucap Baekhyun yang baru saja datang

“Tidak” Jawab Jooyoon dan Luhan serempak sambil menatap tajam Baekhyun. Baekhyun yang ditatap seperti itu bergidik ngeri

“Luhan, Baekhyun, Jooyoon sebaiknya kalian tidur, besok kita kebandara pagi hari” Ucap Taeyeon yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Baekhyun

Luhan, Baekhyun, Jooyoon masuk kekamar mereka masing-masing. Kamar Luhan dan kamar Jooyoon berhadapan sedangkan kamar Baekhyun disebelah kamar Luhan.

Jooyoon POV

Aku memasuki kamar tidurku setelah berdebat dengan kakakku yang menyebalkan, Luhan. Setidaknya hukumanku tidak terlalu berat. Leeteuk appa lahir pada tahun 1962 (map untuk para ELF, saya ingatkan ini cumen ff) berarti usianya 50 tahun. Tapi aku merasa kalau appaku itu lahir pada tahun 1926.

Besok pagi, aku dan keluargaku akan kembali kekorea setelah 5 tahun menetap di Jepang. Jadi aku harus bangun pagi. Aku menidurkan tubuhku diranjangku lalu menutup mataku.

*NEXT DAY*

@Incheon airport

Still Jooyoon POV (12 : 00 KST)

Aku dan keluargaku turun dari pesawat. Aku mengambil koperku sendiri lalu berjalan disamping Baekhyun yang sedang memasang wajah babonya (Mian buat para Exotic dan Shiners), sepertinya ia sedang memikirkan  sesuatu. Perjalanan tadi sungguh membosankan. Aku heran dengan eomma dan appaku. Kita bisa pulang keKorea dengan berapparate (berpindah tempat) atau dengan menggunakan sapu terbang. Tapi mereka lebih memilih naik pesawat.

Kami pergi kerumah yang akan kami tempati dengan taxi yang berbeda. Aku, Baekhyun dan Luhan naik taxi pertama sementara eomma dan appa naik taxi yang kedua. Sepertinya tidak akan muat 1 taxi untuk kami berlima ditambah koper yang kami bawa.

Aku duduk dikursi belakang bersama Baekhyun sedangkan Luhan duduk disamping supir. Tak ada perbincangan diantara kami, hanya ada suara mesin mobil dan suara aneh yang berasal dari PSP Luhan. Baekhyun hanya memandangi jalan.

“Baek, boleh aku bertanya sesuatu?” Ucapku memecah keheningan. Baekhyun menoleh padaku

“Mwoya?” tanyanya

“Kalau kau disuruh memilih antara aku dan Luhan, kau akan pilih siapa?” Baekhyun mengernyitkan dahinya. Bingung.

“Misalkan, aku dan Luhan dalam bahaya dan kau hanya bisa menyelamatkan salah satu dari kami, kau akan menyelamatkan siapa?” Jelasku. Baekhyun mengangguk mengerti.

“Kurasa itu tidak mungkin Jooyoon-ah. Kau dan Luhan hyung kan lebih pintar dan kuat dariku”

“Itu hanya pemisalan. Park Baekhyun” Baekhyun tampak berfikir.

“Sudahlah, tidak usah kau fikirkan jika kau memang tidak mengerti, Baek” Baekhyun hanya mengangguk.

Tanpa terasa, akhirnya taxi yang kami tumpangi berhenti disebuah rumah yang cukup mewah. Kami turun dari taxi. Aku, Baekhyun dan Luhan mengambil koper kami masing-masing didalam bagasi taxi tersebut kemudian berjalan memasuki rumah tersebut. Appa dan eomma berjalan mendahului kami dan tentunya setelah membayar taxi-taxi tersebut.

“Welcome at our new house” Ucap eomma sambil membuka pintu rumah tersebut.

“Tidak terlalu buruk” komentar Luhan

“Rumah ini keren” komentar Baekhyun

“Wah… Biasa saja” komentarku lalu masuk keruang tamu dan mendudukan diri disofa yang ada. Begitupun Luhan dan Baekhyun

“Appa akan membagi kamar kalian. Luhan, kamarmu ada dilantai 2, sebelah kanan tangga. Jooyoon, kamarmu disamping kanan kamar Luhan dan Baekhyun, kamarmu disamping kanan kamar Jooyoon, ada pertanyaan?” Ucap Appa

“Kenapa kamarku harus berdekatan dengan Luhan” protesku

“Seharusnya aku yang berkata seperti itu, kenapa kamarku harus berdekatan dengan Jooyoon?” Ucap Luhan ikut-ikutan protes -_-.

“Appa, aku ingin bertukar kamar dengan Baekhyun” ucapku lagi

“Tidak boleh protes, Jooyoonie” Ucap Appa

“Aishh ><  Jebalyo appa” aku mengeluarkan puppy eyes terbaikku

“hmm.. baik..”

“Yeobo, kau harus bersikap tegas” potong eomma sebelum appa berhasil kubujuk.

“Tidak boleh, Jooyoonie. Kau dan Luhan harus bisa menjadi saudara yang akur, saling menyayangi dan menjaga satu sama lain” nasihat eomma

“Sepertinya eomma benar, Jooyoonie. Kita harus akur, saling menyayangi dan menjaga satu sama lain. Apalagi kau adik terkecil sekaligus adik perempuanku satu-satunya” Ucap Luhan sambil tersenyum –yang menurutku adalah senyum mengejek-

Satu hal yang aku yakin, dia bersikap seperti itu hanya didepan eomma dan appa. Dia selalu seperti itu, sok dewasa -_-.

“Aishh, baiklah aku mau istirahat” ucapku lalu masuk kekamarku

 

Luhan POV

“Aishh, baiklah aku mau istirahat” ucap Jooyoon lalu masuk kekamarnya. Aku tahu Jooyoon kesal padaku. Aku sengaja melakukannya. Hitung-hitung pelajaran karna dia tidak sopan padaku

“Hyung, boleh aku tanya sesuatu?” Ucap Baekhyun padaku

“hmm..” jawabku

“Kenapa kau selalu begitu pada Jooyoon?”

“Mungkin …. Akunya lelah” Ucapku lalu berjalan memasuki kamarku. Percuma saja menjelaskannya pada Baekhyun.

 

Baekhyun POV

“Mungkin …. Akunya lelah” Ucap Luhan hyung lalu berjalan memasuki kamarnya.

Memangnya apa hubungannya Luhan hyung yang lelah dengan perilakunya yang selalu membuat Jooyoon kesal? Apa mungkin Jooyoon membuat Luhan hyung lelah sehingga Luhan hyung membuatnya kesal? Atau mungkin Jooyoon membuat Luhan hyung kesal sehingga ia lelah?

Ah sudahlah, aku tidak mau memikirkannya, nanti aku tidak bisa bertambah tinggi *Apa hubungannnya coba -_-*

Akupun ikut memasuki kamarku.

 

*Night (07 : 00 KST)

Author POV

Saat ini Park family sedang menjalankan ibadah/? Makan malam pertama diKorea. Tidak seperti biasanya, suasana makan malam kali ini terasa tentram dan hikmat/?. Mungkin mereka semua sedang khilaf/?. Entahlah, hanya mereka dan tuhan yang tahu ‘-‘

“Kalian sudah membereskan kamar kalian?” Tanya Taeyeon pada ketiga aegyanya memecah keheningan.

“Aku sudah merapihkannya sebagian, eomma” Ucap Jooyoon

“Aku akan merapihkannya setelah makan malam, eomma” Ucap Luhan

“Eomma, apa Baek bisa merapihkannya?” Ucap Baekhyun. Luhan dan Jooyoon hanya mnghela nafas, sudah terlalu sering Baekhyun seperti itu

“Jangan khawati, Baek. Luhan dan Jooyoon akan membantumu” Ucap Leeteuk bijak yang langsung mengundang tatapan tidak suka dari Jooyoon maupun Luhan

“Jika kalian protes, appa terpaksa menyita tongkat sihir kalian” Luhan dan Jooyoon hanya mendengus kesal mendengarnya.

 

***

Makan malam pun selesai, Luhan dan Jooyoon telah selesai merapihkan kamar masing-masing, sekarang giliran mereka untuk membantu Baekhyun merapihkan kamarnya.

“Baek, Joo. Kemarilah” Panggil Luhan yang sedang berada melihat keluar jendela kamar Baekhyun. Baekhyun dan Jooyoonpun menghampirinya.

“Pernah dengar tentang pembunuh misterius yang berkeliaran diKorea?” Ucap Luhan.

“Ya, yang kudengar mayat korbannya dimasukan kedalam karung besar lalu dibuang ketempat pembuangan sampah” Jawab Jooyoon

“Perhatikan lelaki tua itu” Ucap Luhan lagi dengan menunjuk seorang lelaki tua yang sedang membuang karung yang cukup besar ke tempat sampah. Jooyoon dan Baekhyunpun mengikuti intruksi Luhan.

“Tidakkah itu terlihat mencurigakan? Lihatlah, karung besar itu. Badanku bahkan muat dimasukkan kedalamnya” Ucap Luhan

“Maksudmu dia itu pembunuh, hyung?” Ucap Baekhyun ketakutan.

“Ya, seperti itulah. Kenapa? Kau takut?” Tanya Luhan dengan senyum mengejek.

“Hentikan omong kosongmu, Park Luhan. Dan juga, Baek, kita itu penyihir, kita jauh lebih kuat dari lelaki tua itu” Ucap Jooyoon lalu duduk dikasur Baekhyun

“Justru karna kita penyihir, aku punya rencana. Bagaimana kalau malam ini kita selidiki siapa lelaki tua itu sebenarnya? Jika dia memang pembunuh kita bisa mendapat hadiah karna telah menangkap pembunuh, bukan?” Ucap Luhan lagi.

“Ada 5 kata yang ada diotakku sekarang. Aku tidak sudi melakukan itu. Lebih baik aku istirahat malam ini” Ucap Jooyoon

“cih terserahmu saja, Jooyoon. Bilang saja kau takut.” Ucap Luhan

“Bagaimana, baek? Kau tertarik dengan misiku?” Lanjut Luhan

“hmm, baiklah, hyung” ucap Baekhyun pada akhirnya.

 

 

 

~To Be Continue~

Iklan

5 pemikiran pada “Story Of Wizard Family (Chapter 1a)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s