Who’s My Destiny (Chapter 1)

whos my destiny

Title                             : Who’s My Destiny? (Chapter 1)

Author                        : Kim Lizzie

Genre                          : Romance, Rival

Length                        : Multi-chapter

Main Cast                   : Kim Jongin / Kai (EXO-K); Park Miyeon (OC); Wu Yifan / Kris (EXO-M)

Summary        : Miyeon, seorang gadis kelas 2 SHS ini memiliki teman, gebetan, maupun musuh sekalipun. Musuh atau rival nya dari ia masih JHS ini membuatnya kesal dan ia sangat menyesalinya karena telah mengenal rival nya ini, Jongin. Mendekatkan mereka berdua? Itu tidak mungkin. Lalu bagaimana cara nya agar mereka bisa akur?

***

Kriiinngg

Bel sekolah berbunyi, murid sekolah Seoul International School memasuki kelas mereka masing-masing. Seperti biasa, sambil menunggu guru memasuki kelas mereka, kelas 11 Business ini berisik. Bukannya ketua kelas nya menenangkan kelas nya, justru dia lah biang keributan. Siapa lagi kalau bukan Jongin.

Sebenarnya Miyeon paling tidak setuju dengan terpilihnya Jongin sebagai ketua kelas, karena menurut nya Jongin itu tidak berguna, yang harus nya dipilih sebagai ketua kelas menurut nya adalah diri nya sendiri. Tiba-tiba pintu terbuka dan Jiyong seonsaengnim atau guru matematika mereka memasuki kelas.

“Sudah ribut nya?”, tanya Jiyong seonsaengnim, semua murid di kelas pun terdiam. “Tuh kan, sudah ku bilang, kalian ini jangan ribut”, kata Jongin, membuat Miyeon semakin geram mendengarnya, padahal Jongin adalah biang keributan.

“Ya sudah, kalian kedatangan teman baru dan ia akan memperkenalkan diri nya di sini”, Jongin terbelalak kaget, ia berharap agar anak baru ini tidak bisa menguasainya. “Silakan Wufan”, kata Jiyong seonsaengnim mempersilakan anak baru itu masuk ke kelas. Postur tubuh nya yang tinggi menjulang, kulitnya yang putih, dan muka nya yang dingin membuat semua murid menilai anak baru itu adalah orang yang jutek.

“Nama ku Wu Yifan, saya berasal dari Cina, panggil saya Kris”, kata Kris memperkenalkan. “Cih, sok-sok paJongin nama khusus”, kata Jongin dalam hati. Tetapi Miyeon tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Kris. Miyeon terus menatap nya. Tiba-tiba Kris melihat kearah Miyeon dan mata mereka bertemu. Miyeon pun langsung membuang muka, salah tingkah. “Ya sudah silakan duduk, Kris”, kata Jiyong seonsaengnim. Kris pun berjalan dan memilih tempat duduk dekat Jongin dan kawan-kawannya.

“Hey Kris, gua Chanyeol”, kata Chanyeol, salah satu murid di kelas itu memperkenalkan diri nya pada Kris, Kris dan Chanyeol duduk sebelahan. “Ne…”, kata Kris lalu ia menundukkan kepala nya sedikit. “Kok nama kau bisa jadi Kris sih? Ngga nyambung tau”, tanya Chanyeol.

“Aku lahir di Kanada, Yifan dalam bahasa Kanada adalah Kris. Makannya aku dipanggil Kris”, jelas Kris. *Ini author ngasal ya ngasih alasan nama nya, hanya rekayasa hehe*

“Oh, aku paham”, balas Chanyeol. Pelajaran pun di mulai, semua murid mengeluarkan buku nya.

Istirahat

“Heh Yifan!”, panggil Jongin. “Apa? Panggil aku Kris saja”, kata Kris menghampiri Jongin. “Tugas matematika kau sudah selesai belom? Kumpulkan sini, aku ingin mengumpulkan dan membawa nya ke ruang guru”, jelas Jongin.

Kris mengambil buku di meja nya dan memberikannya pada Jongin, “Nih”, dengan kasar Jongin mengambil buku itu dan pergi membawa tumpukan buku-buku milik teman-teman sekelasnya.

“Heh pesek!!”, teriak Miyeon sambil berlari mengejar Jongin, karena mengenal suara itu Jongin pun berhenti dengan malas.

“Apa pendek?”, tanya Jongin pada Miyeon.

“Heh, jangan mengejek ku. Ini buku ku, kau kumpulkan juga ya”

“Itu mah urusan mu, kumpulkan saja sendiri”, kata Jongin lalu ia langsung berlari meninggalkan Miyeon sambil membawa tumpukkan buku itu.

“Heh pesek jangan lari kau!!”, teriak Miyeon lalu mengejar nya.

Sementara Jongin terus berlari sambil melihat kearah belakang, tiba-tiba… Bruuuk. “Oh my God!! Baju saya kotor!!”, kata Jung Joori seonsaengnim, guru yang terkenal dengan kecentilan dan feminim nya. Ternyata Jongin menabrak Joori seonsaengnim, Jongin langsung membereskan semua buku yang berserakan.

“Jongiiiinnnn!!”, teriak Joori seonsaengnim yang membuat koridor itu dari ujung ke ujung sedikit bergema (?) “Kamu itu ya Jongin selalu mencari gara-gara!! Bantu saya berdiri, kaki saya sakit!”, bentak Joori seonsaengnim dengan suara nya yang cempreng. “Kaki nya sakit? Becanda nih…”, kata Jongin sambil berdiri santai disebelah Joori seonsaengnim. “Saya tidak bercanda! Ini beneran sakit!”, kata Joori seonsaengnim yang terus meronta-ronta, lalu Jongin melihat sesosok Miyeon dari kejauhan sedang berlari kearah nya.

“Mati aku”, kata Jongin lalu ia lari menuruni tangga melewati Joori seonsaengnim. “Jongin!! Eeehh, Miyeon tunggu dulu”, kata Joori seonsaengnim lalu menahan rok Miyeon. “Apa seonsaengnim??”, tanya Miyeon dengan muka nya yang bete. “Bantuin-saya-berdiri”, kata Joori seonsaengnim dengan nada yang mengeja.

“Maaf seonsaengnim, aku tidak ada waktu”, kata Miyeon lalu berlari meninggalkan Joori seonsaengnim dan berlari mengejar Jongin. “Pinky swear kitty swear banana cherry strawberry swear!!”, teriak Joori seonsaengnim, muka nya merah padam karena kesal, tapi raut wajah nya berubah tersenyum senang saat melihat seseorang yang sedang berjalan santai, yaitu Kris.

“Humm, help me please…”, kata Joori seonsaengnim dengan suara nya yang kemayu, bola mata Kris melirik ke sumber suara. “Seonsaengnim ngapain duduk di sana?”, tanya Kris. “I… I was fall…”, jawab Joori seonsaengnim sambil sok-sok bahasa inggris. “Oh…”, Kris pun mengulurkan tangannya kepada Joori, membuat Joori tak dapat menahan senyum nya.

Joori seonsaengnim pun meraih tangan Kris yang halus dan dingin lalu ia berdiri. “Thank you so much my prince”, kata Joori seonsaengnim sambil senyum-senyum malu (?) “Your welcome, beautiful”, kata Kris lalu ia pergi meninggalkan Joori seonsaengnim, mendengar itu membuat Joori senang lompat-lompat.

Meanwhile…

“Jongin!!”, teriak Miyeon sambil menarik kerah Jongin. “Kau ini kenapa sih, baik sekali saja pada ku masa ngga bisa?”, tanya Miyeon. Sambil mengatur nafas karena habis berlari-larian, Jongin menjawab, “Ti…dak hosh hosh”. Mendengar itu membuat Miyeon semakin sebal lalu menjambak rambut Jongin.

“Awww sakit!!”, teriak Jongin. Sambil menjambak rambut Jongin, Miyeon langsung menaruh buku nya di atas tumpukan buku di tangan Jongin. “Jangan lupa kumpulkan ya”, kata Miyeon sambil menepuk-nepuk bahu Jongin lalu ia pergi. “Huh menyebalkan”, kata Jongin pelan.

Miyeon pun berjalan santai, ia berencana ingin pergi ke perpustakaan, tapi saat melihat Kris sedang sendirian, Miyeon pun berinisiatif untuk menghampiri nya. “Hey”, kata Miyeon yang tiba-tiba ada di sebelah Kris, Kris tengokkan kepala nya dengan muka datar. “Nama ku Miyeon”, kata Miyeon sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya.

Kris hanya melihat tangan Miyeon lalu membuang muka nya pelan. “Ya aku tau”, kata Kris singkat. “Kau jutek sekali sih”, kata Miyeon sambil sedikit memanyunkan bibir nya. “Kau sendiri kasar sekali”, kata Kris menatap Miyeon dingin.

“Kasar? Sama siapa?”, tanya Miyeon kaget.

“Tuh tadi sama si Jongin, kau kira aku ngga melihat mu sedang menarik kerah baju nya dan menjambak rambut nya? Kau tidak boleh begitu…”, pinta Kris.

“Duh… Selow aja keles (?) aku sama dia itu emang dari dulu udah begitu, dan dia udah biasa kok aku pukul, tendang, tampar, sikut, pokok nya udah lengkap deh penderitaan dia”

“Kau sudah berapa lama mengenal nya?”

“Hmm 4 tahun lebih dikit kira-kira. Kenapa?”

“Kalau dia sampai pergi dari hidup mu, kau pasti akan merindukannya, dan menyesali kepergiannya”, kata Kris lalu pergi meninggalkan Miyeon. Miyeon tidak mengerti dan tidak peduli apa maksud kata-kata Kris, tapi kejutekan Kris membuat Miyeon penasaran dan ingin lebih dekat dengan Kris.

***

“Menurut mu Kris gimana?”, tanya Miyeon pada Hyomin, sahabat nya. Sejak JHS Miyeon sudah tinggal di kos-kosan bersama Hyomin, Miyeon adalah anak yang mandiri. “Kalo muka nya sih ganteng juga kalo diliat-diliat tapi sifatnya dingin sekali. Pernah aku sekali menangkap nya sedang memperhatikan ku, tapi ia menatap ku dengan tatapan yang sinis dan dingin, seperti aku punya salah sama dia, padahal aku rasa ngga punya salah apa-apa sama dia, aku kan baru kenal sama dia”, cerita Hyomin.

“Emang sih, tadi aja pas istirahat aku memperkenalkan nama ku lalu mengulurkan tangan ku pada nya, tapi ia tidak menjabat tangan ku malah hanya melihat nya lalu buang muka”, cerita Miyeon.  “Ya mungkin memang sifat nya begitu. Sudahlah tidak usah dipikirkan, kita makan saja”, kata Hyomin mengalihkan pembicaraan.

“Tidak bisa… Aku tidak bisa tidak memikirkannya. Semakin dia dingin pada ku, aku semakin ingin mengejarnya rasa nya. Pokok nya besok aku harus ngobrol banyak sama dia”, kata Miyeon sambil tersenyum bangga. Mendengar itu, Hyomin memutar bola mata nya “Ya ya, terserah kau”.

~~

“Aku benar-benar tidak mengerti sama tugas bahasa inggris ini… Membuat kepala ku pusing… Tapi aku harus nanya ke siapa? Nanya ke Chanyeol? Sama saja aku membiarkan diriku mengikuti jalan sesat”, gerutu Jongin. “…… Masa aku harus nanya ke Miyeon? Mau ditaruh di mana muka ku?”, gumam Jongin.

“Apa aku tanya ke si anak baru itu saja? Tapi bagaimana cara nya? Aku kan ga punya nomor nya”, Jongin menggaruk-garuk belakang kepala nya kebingungan, dengan terpaksa ia pun SMS Miyeon untuk bertanya nomor telepon Kris, siapa tau Miyeon mengetahui nya.

To: Pendek

Heh, kau punya nomor telepon Kris tidak?

Sedang menikmati makanan, tiba-tiba handphone Miyeon di kantong nya bergetar membuat Miyeon kaget. “Yaelah si pesek ini ngapain sih”

To: Pesek

Punya. Kenapa?

Lagu yang diputar Jongin di handphone nya tiba-tiba berhenti karena ada SMS masuk. “Dasar centil, nomor cowo ganteng dia pasti punya”

To: Pendek

Minta

To: Pesek

Bayar

Jongin: Gak
Miyeon: Ya sudah.

Jongin pun berpikir apa yang harus ia lakukan, ia tidak mau terlihat rendah tapi ia membutuhkan nomor Kris.

To: Pendek

Ya sudah lah. Aku ngga ngerti tugas Bahasa Inggris nih, kau ngerti ngga?

To: Pesek

Ya ngerti lah~ Aku kan pintar, ngga kayak kau b-o-d-o-h

Sekitar 2 menit-an Jongin tidak membalas dan Miyeon tetap asik pada hidangannya. Tiba-tiba handphone Miyeon berbunyi. “Aduh si pesek ini mau nya apa sih”, gerutu Miyeon lalu ia mengangkat teleponnya. “Halo. Apa?”, kata Miyeon jutek. “Kau bilang aku apa?!?! Bodoh?! Kau ini kalo mau bicara pikir dulu ya”, kata Jongin cerewet.

“Udah jangan lebay deh. Kalau bodoh ya bodoh saja”, kata Miyeon santai sambil menyuap satu sendok makanan ke dalam mulut nya. “Oke kali ini aku mengalah. Kau bisa bantu aku bikin makalah Inggris ini ngga?”, tanya Jongin sebal, tiba-tiba Miyeon tersenyum licik. “Aku akan bantu kau tapi dengan satu syarat”, kata Miyeon sambil senyum-senyum.

“Ya ya ya. Syarat apa? Bayar? Kalau bayar aku tidak mau”, kata Jongin. “Dasar miskin. Aku ngga minta bayaran kok, tapi kau harus bantu aku juga ya”, kata Miyeon sambil menaik-naikkan alis nya beberapa kali. “Ya sudah, apa mau mu?”, tanya Jongin malas.

“Kau comblangin aku sama Kris ya”, kata Miyeon, Jongin tersentak kaget mendengarnya.

“Mwo?! Itu mah urusan mu, urus saja sendiri”

“Ya sudah, makalah Inggris itu juga kan urusan mu, bukan urusan ku, jadi…”

“Ya ya! Aku akan bantu kau. Tapi kalau tidak berhasil bagaimana?”

“Ya aku tinggal bilang sama Joori seonsaengnim kalau aku juga membantu tugas mu, jadi nilai mu dibagi dua dengan ku”

“Huh, baiklah. Aku usahakan”

“Bagus. Aku akan e-mail ke kamu tugas Inggris ku yang baru seperempat jadi. Jadi kau bisa dapat inspirasi. Oke?”

“kau sudah sempat mengerjakan?! Wow”

“Iya lah… Park Miyeon gitu…”

“Ya sudah. Ngga pake lama”, tut tut tut, Jongin menutup teleponnya. Miyeon pun tersenyum penuh kemenangan.

***

“Bagaimana Jongin? Kau bisa mengerjakan tugas nya ngga semalam? Aku cukup membantu mu ngga?”, tanya Miyeon sok perhatian pada Jongin di sekolah, padahal ia bermaksud untuk menjatuhkan Jongin. “Berisik”, kata Jongin lalu meninggalkan Miyeon. Jongin keluar kelas dengan muka yang kesal dan lecek.

“Kenapa bro?”, tanya Chanyeol. “Hidup ku ini susah banget sih”, kata Jongin. “Buahaha kau kenapa dah?”, tanya Chanyeol keheranan.

“Tau ah”, kata Jongin kesal lalu meninggalkan Chanyeol. Saat sedang berjalan, ia melihat Kris baru datang. Saat melihat Kris, Jongin bingung mau berbuat apa, alhasil Jongin terus memandang Kris. Karena sadar sedang diliatin seseorang, Kris pun tengokkan kepala nya. “Kenapa kau lihat-lihat?”, tanya Kris. Jongin hanya menggelengkan kepala nya lalu pergi lagi, Kris hanya mengerutkan alis nya lalu berjalan lagi ke kelas.

Di kelas hanya ada Miyeon dan Hyomin. Hyomin sedang focus membaca novel di bangku nya, sementara Miyeon menunggu Jongin, kali ini Miyeon ingin menjaili Jongin. Tiba-tiba pintu kelas sedikit bergetar seperti ada yang mau membuka. Miyeon melihat ke kaca di pintu tersebut dari kejauhan.

“Wah itu pasti Jongin”, kata Miyeon dalam hati. Begitu pintu terbuka, Miyeon langsung melemparkan penghapus papan tulis dan bingo, lemparan tersebut tepat di kepala. “Yesss horeee hahaha”, Miyeon berteriak kesenangan dan dengan penuh kemenangan, Hyomin hanya dapat menganga melihat sesosok orang di dekat pintu yang sedang mengusap-usap kepala nya kesakitan.

Miyeon pun memutar balikkan badannya karena ingin melihat reaksi Jongin. Tetapi ia terkejut sekali saat melihat siapa orang yang telah ia lempar dengan penghapus. “Astaga Kris?!”, Miyeon langsung berlari kearah Kris. “Astaga Kris maafkan aku, aku kira kau…”, “Kau ini jadi yeoja kenapa sih? Selalu membuat masalah”, kata Kris masih menahan sakit.

“Maaf… Aku tidak tau itu kau…”, kata Miyeon . “Ya apa pun alasan mu lah. Kalau yang kena orang lain gimana? Makannya kau itu kalem aja kayak dia kenapa?”, kata Kris lalu dagu nya menunjuk Hyomin yang sedang duduk anteng dengan novel di tangannya. “I… Iya Kris. Akan ku coba… Sekali lagi maaf ya…”, kata Miyeon sambil menunduk.

Kris hanya memutar bola mata nya lalu pergi meninggalkan Miyeon, Miyeon kesalnya bukan kepalang, seharus nya dia tadi tidak usah berpikiran jahat begitu pada Jongin. Mungkin ini karma untuk nya atau dia kualat. Miyeon berjalan dengan kesal menuju bangku nya dan duduk di sebelah Hyomin.

“Miyeon… Kau tidak apa-apa?”, tanya Hyomin khawatir. “Ngga apa-apa… Aku tidak mau lagi menjaili Jongin. Aku kualat sepertinya”, kata Miyeon sambil terus menunduk. “Sudah… tidak usah dipikirkan lagi. Pokok nya kau harus selalu baik di depan Kris agar image mu yang kurang bagus di mata Kris bisa berubah”, kata Hyomin sambil mengelus tangan Miyeon.

Miyeon diam saja, dia setuju dengan perkataan Hyomin. Ia akan merubah diri nya agar tidak kasar dan tidak petakilan demi Kris.

Istirahat

Miyeon dan Hyomin berjalan ke pintu kelas yang sudah terbuka. “Eh Hyomin tunggu, aku ketinggalan dompet ku”, kata Miyeon lalu ia berlari kecil kearah tempat duduk nya dan Hyomin menunggu nya di dekat pintu.

“Jongin! Dompet ku mana?”, tanya Chanyeol, lalu Jongin menepuk-nepuk kantong celana nya dan lari meninggalkan Chanyeol. “Tunggu woy!”, teriak Chanyeol lalu ia mengejar Jongin. Jongin keluar kelas dengan gesit karena banyak orang di sana. Sementara Chanyeol… Bruuuk! Ia menabrak Hyomin, tetapi sebelum Hyomin terjatuh ada seseorang yang menangkap nya.

Hyomin memejamkan mata nya karena takut terjatuh, tetapi karena ia tau ada seseorang yang menangkap nya, ia membuka mata nya perlahan. Ia terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya. “Kris?”, tanya Hyomin ketakutan karena Kris menatap mata nya begitu dalam dan tajam membuat jantung nya berdetak lebih kencang.

Mereka pun saling bertatapan, Hyomin menatap bola mata Kris dalam, tatapannya tulus sekali. “Hyo?”, tanya Miyeon sambil mencari-cari Hyomin, tetapi mata terbelalak kaget melihat pemandangan di depannya, Miyeon langsung menghampiri Kris dan Hyomin. “Ehem!!”, kata Miyeon berpura-pura membersihkan tenggorokan.

Hyomin dan Kris langsung tersadar dan mereka saling melepaskan pegangan mereka. “Ah uh… Miyeon hehe udah ambil dompet nya? Yuk ke kantin”, kata Hyomin gugup, sementara Kris diam saja. “Yuk”, kata Miyeon langsung jalan meninggalkan mereka, Hyomin pun menyusul nya.

“Miyeon… Maafkan aku ya. Tadi aku ditabrak Chanyeol, tapi Kris hanya menolong ku kok, kita ngga ngapa-ngapain”, jelas Hyomin. “Hahaha tidak apa-apa Hyo… Sudahlah tidak usah dibicarakan, aku lapar sekali”, kata Miyeon, raut wajah nya berubah, yang tadi nya muka nya menahan marah menjadi tersenyum lagi seperti tidak terjadi apa-apa.

Hyomin tetap merasa bersalah, ia tau perasaan Miyeon pada Kris. Ia menyesal seharus nya tadi dia tidak usah berlama-lama bertatapan dengan Kris.

Di kantin, Miyeon sedang bingung mau makan apa, ia sedang memilih stan makanan yang akan ia datangi. Lalu ia melihat Jongin sedang lari dari kejauhan sambil tertawa-tawa. Jongin berlari kearah Miyeon. Miyeon hanya membelalakkan mata nya, lalu Jongin menabrak Miyeon, ia tidak dapat menahan diri nya.

“Aduuuh Jongin! Kau ngga punya mata ya?!”, omel Miyeon. “Punya kok, lu ngga liat?”, tanya Jongin dengan muka nyolot nya. “Heh kau harus nya minta maaf pada ku!”, kata Miyeon lalu berdiri sementara Jongin masih tersungkur di lantai, menahan sakit.

“Ngapain? Kau itu menghalangi jalan ku”, kata Jongin.

“Kau itu ngga pernah merasa bersalah ya”, kata Miyeon lalu menendang kecil kaki Jongin.

“Aduh jangan ditendang dulu, itu sakit…”

“Oh sakit di sini? Nih rasakan”, kata Miyeon sambil terus menendang kecil kaki Jongin.

“Miyeon!”, teriak Hyomin lalu mata nya melirik-lirik kearah sesuatu, Miyeon menengokkan kepala nya kearah yang ditunjuk Hyomin, mulut Miyeon langsung menganga lebar.

“Ya ampun Kris… Aku tidak boleh kelihatan kasar di mata nya”, kata Miyeon dalam hati.

TBC

Don’t be silent!! I need ur comment and critic hehe. Maaf ya kalo cerita nya rada aneh atau editan cover gambar nya yang abal lol.

10 pemikiran pada “Who’s My Destiny (Chapter 1)

  1. keren thor, debaak !
    Jongin sama Miyeon sama” kocak . hahaha 😀
    kayaknya yang perlu di perhatikan cuma tulisan yang kurang baku deh, udah itu aja .

  2. duh dasar tom and jerry ckcc akur bisa kali ye -___- mana miyeon kasar banget kasian kkamjong kkk xD duh penasaran ama reaksinya keris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s