Invisible Contract (Chapter 6)

invisible contract

INVISIBLE CONTRACT

Tittle                : Invisible Contract

Author             : Evilyoung (@yorinjase)

Main Cast        : Choi Rin Seung (OC)

Oh Sehun

Cast                 : Park Ri Chan (OC)

Park Ri Rin (OC)

Jung Dae Hyun

Choi Jun Hong (ZELO)

Kim Joon Myeon (SUHO)

Special Cast    : Jeon Hyo Sung (SECRET)

Other Cast       : Other member EXO

Other member BAP + Matoki

Choi Jun Hee (JUNIEL)

Orang lewat -,-

Genre              : Slice of Life, Fantasy, Romance, Mystery (?)

Rating              : PG 15

Length             : Chapter

—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-

Rinseung’s POV

“Dengan Invisible Contract, aku sudah menepati perkataanku 10 tahun lalu kalau aku akan menjemputmu.” Lanjutnya yang disambut dengan ekspresi kagetku.

Berarti… orang yang waktu itu adalah… Oh Sehun? Apa lagi ini? Lalu, apa hubungannya dengan Invisible Contract? Batinku.

“Rinseung, gwenchana?” tanya Sehun dengan ekspresi cemasnya.

“Sebenarnya, apa maksud dari semua ini?” tanyaku balik

…………………………………………………………..**************…………………………………………………………….

Author’s POV

Dengan berat Suho bercerita tentang Sehun pada Richan dan Ririn. Dalam hati, namja itu tidak berani menceritakannya. Namun, dia tidak ingin kedua yeoja itu terus memaksanya. Dia pun mengambil napas panjang dan dia hembuskan perlahan.

“Dengar, aku hanya menceritakannya sesingkat mungkin dan ini tidak boleh diketahui oleh siapapun. Arraseo?”

Richan dan Ririn pun mengangguk mengerti.

“20 tahun yang lalu, em, waktu Quess, Ratu Quess melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat dan sangat tampan. Masyarakat Quess yang mendengar kabar baik itu sangat gembira. Namun, ada sebuah kelompok di kerajaan petir yang tidak menyukai kabar tersebut. Kabarnya, kelompok tersebut dipimpin oleh seorang yeoja cantik yang sangat ingin menjadi penguasa Quess.”

“Mereka menyebut diri mereka sebagai ‘pemberontak’ dan kata itu sangat dibenci oleh seorang namja yang sangat berpengaruh dalam dunia Quess, Choi Han Seung. Beberapa tahun kemudian, Choi Han Seung kembali dari dunia manusia dengan tujuan membunuh semua pemberontak yang ada di Quess. Kalau tidak salah, Sehun sudah berumur 4 tahun.”

“Mian Suho-ssi, untuk apa Choi Han Seung ke dunia manusia?” tanya Ririn yang sedari tadi mendengarkan celotehan Suho

“Molla. Tidak ada berita tentang itu.” Jawab Suho, “Lanjut?”

Kedua yeoja itu kembali mengangguk.

“Terjadilah perang besar antara tentara pemberontak dengan Choi Han Seung. Tadinya selama awal perang, tentara kerajaan yang membantu Choi Han Seung masih bertahan. Namun beberapa menit setelah itu, mereka sudah kehilangan nyawa dan tinggal lah Choi Han Seung sendiri. Dalam keadaan genting saat itu, keluarga kerajaan utama dipanikkan oleh hilangnya Sehun. Para tentara yang menjaga pintu kamar Sehun bilang tidak ada seorang pun yang datang maupun melewati kamar Sehun.”

“Setelah lama mencari, Raja menemukan Sehun di halaman belakang sebuah rumah di dunia manusia.”

“Eh?” kaget Richan dan Ririn

“Raja menemukan Sehun yang sudah mengeluarkan aura menakutkan dari tubuhnya. Kedua bola mata Sehun berubah menjadi merah. Kedua tangan Sehun mengepal dan gigi taring Sehun terlihat lebih panjang dari biasanya. Raja menghampiri Sehun dan melihat ke bayangan putranya itu. Bayangan dari tubuh Sehun bukanlah wujud dari tubuhnya, tapi terlihat seperti seekor serigala besar yang sedang memerhatikan mangsanya.”

“Tak lama, terdengar suara tangisan seorang bayi dari dalam rumah yang ada di depan mereka. Raja melihat kesekelilingnya dan mandapati sebuah papan bertulis sebuah nama “Hanseung” di pintu belakang rumah tersebut. Raja sadar dan mengerti maksud keadaan itu. Putranya, Sehun, sedang menunggu kelahiran majikannya.”

“Majikan?” tanya Richan

“Ne, majikan. Karena Sehun adalah manusia serigala. Sama seperti kakeknya, suami dari nenek yang bisa mengendalikan orang.” Suho mengambil napas lagi, “Kembali ke Choi Han Seung, dia berperang layaknya monster. Dengan dua pedang yang selalu menemaninya, dia membunuh para tentara pemberontak yang saat itu ada 2000 tentara.”

“Du.. dua ribu.. tentara?”

“Ne. Para pemberontak itu akhirnya mundur dan mencari aman dengan menyelinap ke dunia manusia untuk mencari anak dari Choi Han Seung. Kabar yang beredar mengatakan bahwa salah satu anak Choi Han Seung memiliki kekuatan yang sangat besar. Namun Choi Han Seung menyegel kekuatan anaknya itu.”

“Apakah yang kamu maksud itu…” ucapan Richan terhenti

“Anaknya itu adalah Choi Rin Seung. Yeoja yang sedang dicari-cari. Pemimpin pemberontak itu selalu meneror Rinseung kecil karena dia benar-benar menginginkan kekuatan yang ada di dalam tubuh Rinseung. Sehun yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam. Setiap hari dia memerhatikan Rinseung dari jauh.”

“Suatu hari, Sehun mengikuti Rinseung yang berjalan sendirian. Sehun tau yeoja itu sedang ketakutan karena dia juga merasakan aura aneh. Tiba-tiba saja, para tentara pemberontak  menyerang Rinseung. Namun Sehun melindunginya hinggal dia hampir membuka segel kekuatan serigalanya yang waktu Rinseung lahir kekuatan itu disegel oleh Raja. Akibatnya, para tentara itu terbunuh oleh Sehun yang ada dalam keadaan yang menakutkan.”

“Sehun memiliki kekuatan yang terbilang kuat. Tubuh para tentara yang terkena serangan Sehun langsung menghilang ketika angin berhembus. Sehun mendekati Rinseung kecil yang masih dalam keadaan ketakutan. Sehun bilang dia akan menjemput Rinseung 10 tahun lagi. Dan itu berarti ketika Rinseung berumur 16 tahun.”

“Menjemput?” tanya Ririn

“Maksud Sehun dengan menjemput itu adalah, menjemput arwah Rinseung dengan cara memanipulasi situasi yang terjadi pada Rinseung dan Invisible Contract.” Jawab Suho

“Tapi, untuk apa dia menjemput Rinseung?”

“Sehun…” Suho menarik napas dalam dan menghembuskannya, “tidak ingin Rinseung terluka. Makanya, dia juga memanipulasi situasi yang ada di dunia maupun di dunia Quess. Sehingga, para pemberontak itu menganggap bahwa Rinseung itu sudah ada di dunia Quess bersama Sehun.” Lanjut Suho

“Padahal yang bersama Sehun itu hanya arwah.” Sambung Richan

Ririn terdiam. Dia tampak berpikir.

“Dalam hukum Invisible Contract yang aku tau, hal itu biasa terjadi pada pemilik dan pemegang kontrak. Namun, arwah pemilik yang dijemput sang pemegang tidak bisa terluka oleh semua serangan yang diarahkan padanya. Hanya pemegang kontrak saja yang bisa melukainya.” Jelas Richan

“Tapi, bukankah pemegang dan pemilik kontrak tidak bisa saling membunuh?” kata Ririn

“Itu benar.” Sahut Suho

Mereka bertiga pun terdiam.

…………………………………………………………..**************…………………………………………………………….

Luhan’s POV

“Apa kamu yakin yeoja itu yeodongsaengmu?” tanyaku penasaran

“Ne, aku sangat sangat yakin dia yeodongsaengku!” jawab yeoja dihadapanku dengan mantap.

“Jinjjayo?” tanyaku memastikan

“Ne!” sahutnya

Aku menelan air liurku sendiri. Yeoja yang baru saja kutemui ini menatapku dengan serius. Aku rasa dia benar-benar tidak salah.

“Baik, Junhee-ah, sekarang, bisakah kamu menceritakan tentang yeodongsaengmu?”

“Ne. Aku hanya memberitahumu tentang kekuatannya saja. Tapi ini hanya yang aku ketahui dan pernah terjadi ketika aku masih hidup.”

“Hem.” Aku menganggukkan kepalaku.

Mungkin ini membingungkan. Tapi, yeoja yang ada di hadapanku ini adalah wujud Quess dari wujud manusianya yang sudah meninggal beberapa waktu lalu akibat sakit yang dideritanya selama perjalanan pergi ke sebuah desa. Sebagian besar masyarakat Quess adalah wujud Quess dari wujud manusia yang sudah meninggal. Namun biasanya sifat dari wujud Quess berbeda dengan ketika mereka ada di wujud manusia. Ini memang sulit dimengerti, aku sebagai makhluk Quess juga masih belum bisa memahami seluk beluk Quess.

…………………………………………………………….************………………………………………………………………

Sehun’s POV

“…Dan sekarang aku harus membunuh para pemberontak itu.” Ucapku yang sudah panjang lebar menceritakan tentangku dari awal hingga sekarang. Yeoja dihadapanku melihatku dengan tatapan bingung.

“Jadi kau… sudah membunuh teman-temanmu sendiri?” tanyanya dengan wajah tidak percaya

“Sudah ku bilang, aku harus membunuh para pemberontak. Ini supaya hidupku lebih tenang.” Jawabku dengan nada datar

“Tapi, kamu dapat bukti dari mana kalau mereka itu adalah pemberontak?”

“Itu hal mudah. Mata-mataku banyak dan mereka benar-benar ahli dalam mencari informasi yang akurat.”

Dia terdiam. Sepertinya masih ada yang ingin ditanyakannya. Aku hanya menunggunya untuk bicara.

“Lalu tentang Invisible Contract. Kalau kamu selalu memerhatikanku sejak kecil, seharusnya kamu tau apa yang aku derita selama ini.” ucapnya dengan nada yang sedikit direndahkannya

“Ne, aku tau. Makanya aku berkontrak denganmu, agar hidupmu juga lebih tennag. Kalau pemberontak-pemberontak itu sudah tidak ada lagi, kekuatanmu serta nyawamu tidak akan diincar lagi.” Sahutku

“Itu tidak salah. Tapi, katamu menurut hukum Invisible Contract seorang pemilik atau pemegang kontrak akan mati jika salah satu dari mereka mati. Jadi, jika aku atau kau terbunuh, kita berdua akan kehilangan nyawa.”

“Ne… itu benar.”

Hening. Tiba-tiba saja, aku merasa puncak kepalaku disentuh. Aku melihat ke depanku dan Rinseung tersenyum. Dia mengelus puncak kepalaku pelan.

“Lakukan yang terbaik. Aku yakin kau tidak akan terbunuh dengan mudah. Aku harus mengurus beberapa hal di duniaku. Bisakah kamu mengembalikanku pada tubuhku?” tanyanya lagi sambil menarik tangannya dari puncak kepalaku.

“Tentu. Tapi..” perkataanku terhenti ketika melihat Rinseung tersenyum lagi padaku.

“Tenang, jika urusanku di duniaku sudah selesai, aku akan minta tolong pada pesuruhmu untuk mengantarku ke sini untuk melindungimu. Aku tidak suka berhutang budi pada orang lain. Dan aku punya hutang budi padamu karena kamu sudah menyelamatkanku. Aku pasti bisa melindungimu!” serunya

Aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya. Tapi, asalkan dia kembali padaku, aku akan siap melindunginya walaupun dia berkata ‘jangan lindungi aku’.

“Oya Sehun, apa benar, appaku ingin… Quess segera di hancurkan?” tanya Rinseung ragu

Aku tersenyum tipis dan bangkit dari dudukku. Aku mengulurkan tanganku.

“Jangan pikirkan itu. Ada sekelompok makhluk setengah Quess di bawah perintah appamu yang membereskan hal itu. Ayo, kamu harus cepat menyelesaikan urusanmu itu. Biar aku selesaikan para pemberontak itu.” Kataku

“Ne..”

To Be Continue…

7 pemikiran pada “Invisible Contract (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s